Health Pool

The groundwork for all happiness is good health. Leigh Hunt

EVIDENCE BASED NURSING PRACTICE & THE USE INFORMATION TECHNOLOGY

27 August 2017 - dalam Discovery Learning Articles Oleh sethohadisuyatmana-fkp

Pendahuluan

Kita tidak dapat begitu saja mengambil informasi yang dapat begitu saja memanfaatkan informasi yang didapatkan melalui internet, surat kabar, ataupun media masa lain untuk mengubah praktik keperawatan menjadi lebih baik. Lebih jauh, modul ini akan mengajak Anda untuk memahami bagaimana memanfaatkan informasi yang tepat untuk menjadikan rujukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan keperawatan.

Tujuan Pembelajaran

Setelah menyelesaikan proses pembelajaran mandiri dalam minggu ini, Anda diharapkan mampu untuk:

  • Menjelaskan tentang translasi pengetahuan,
  • Menjelaskan kembali tentang Evidence Based Nursing Practice (EBNP),
  • Mencari dan memanfaatkan evidence,
  • Menunjukkan contoh pemanfaatan evidence dalam praktik keperawatan
  • Menjelaskan keuntungan EBNP dalam tatanan pelayanan keperawatan
  • Menganalisis hambatan yang mungkin akan ditemui saat menerapkan EBNP

Translasi Pengetahuan

Seringkali kita menemukan dan membaca artikel penelitian yang telah terpublikasi membahas terobosan-terobosan teknologi dan pemanfaatan ilmu pengetahuan kesehatan. Namun, mengapa sampai saat ini tidak setiap rumah sakit maupun tatanan pelayanan kesehatan lain tidak memanfaatkan informasi tersebut untuk digunakan dalam melayani pengguna jasa kesehatan mereka? Apakah mereka tidak memanfaatkan perkembangan IT untuk menemukan informasi tersebut? Apakah terobosan tersebut tidak diperlukan?

Artikel berikut ini akan menjelaskan bagaimana pengetahuan yang dikembangkan melalui penelitian kesehatan dapat dimanfaatkan (ditranslasikan) ke dalam pelayanan kesehatan, mengapa proses translasi pengetahuan begitu penting dalam pelayanan kesehatan, dan apa saja determinan-nya.

  Reading activity 1

Temukan artikel berikut di www.ncbi.nlm.nih.gov. !

 

Straus, S. E., Tetroe, J., & Graham, I. (2009). Defining knowledge translation. CMAJ : Canadian Medical Association Journal, 181(3-4), 165–168. http://doi.org/10.1503/cmaj.081229

Evidence-Based Nursing Practice

Sackett et.al.(2000) mendefinisikan Evidence-Based Practice sebagai praktik layanan kesehatan yang menggabungkan evidence (bukti ilmiah), keahlian (rekomendasi pakar), dan preferensi pengguna jasa kesehatan dalam mengambil keputusan klinis. Pakar yang lain, seperti Melnyk & Fineout-Overholt (2011) juga turut mendukung definisi ini. Kemudian, apakah yang dimaksud dengan evidence dalam EBNP?

Aktivitas Exploratory Learning 1:

Gunakan keywords berikut ini untuk menemukan sumber rujukan membaca yang dapat menjelaskan makna evidence dalam EBNP:

  • What counts as evidence in evidence-based practice

Gunakan database (EBSCO, Perpusnas RI, SCOPUS, NCBI, atau yang lain) untuk menemukan artikel tersebut.

 

Tugas

Setelah Anda membaca artikel-artikel yang telah ditemukan melalui aktifitas dalam modul ini, jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
  2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
  3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
  4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?

Gunakan masing-masing (minimal) sebuah artikel untuk mendukung jawaban pada setiap pertanyaan di atas! (satu artikel hanya dapat digunakan 1 kali untuk menjawab 1 pertanyaan)

  • Posting jawaban Anda dalam kolom komentar dibawah ini dengan format   NAMA MAHASISWA,   NIM,  JAWABAN (MAKSIMAL 100 KATA SETIAP BUTIR PERTANYAAN).
  • Tidak ada jawaban yang sama atas pertanyaan yang dijawab setiap mahasiswa! Apabila ditemukan kesamaan jawaban (> 50% di antara mahasiswa), komentar akan dihapus dan mahasiswa wajib mengirim komentar ulang sampai dengan maksimum cut-off date. Jika tidak, mahasiswa yang bersangkutan akan diberikan nilai terendah (Nol).
  • Administrator modul ini akan mereview jawaban (komentar) masing-masing mahasiswa setiap hari Selasa dan Kamis (pukul 12.30 WIB) untuk menentukan komentar disetujui atau ditolak.
  • Komentar yang disetujui akan ditampilkan, sedangkan yang tidak akan dihapus. Penghapusan dan penolakan komentar dilakukan apabila mahasiswa yang bersangkutan menyampaikan komentar yang memiliki kesamaan >50% dengan komentar mahasiswa lain yang terlebih dahulu mem-post komentarnya.
  • Cut-off (deadline) posting jawaban pada penugasan ini adalah Jumat, 8 September 2017 pukul 15.30 WIB.
  • Nilai final atas komentar yang dikirimkan mahasiswa akan diproses dan dirahasiakan selanjutnya. Publikasi nilai akhir atas penugasan ini menjadi hak prerogatif PJMK.


Read More | Respon : 163 komentar

163 Komentar

NURUL HIDAYATI

pada : 29 August 2017


"NAMA : NURUL HIDAYATI
NIM : 131611133022

JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Maksud dari kata Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice adalah suatu integrasi bukti penelitian terbaik dengan keahlian klinis yang membantu praktik keperawatan untuk memudahkan suatu pengambilan keputusan klinis, dan mungkin menjadi bagian penting dari terjadinya peningkatan kualitas dalam praktik keperawatan. Dalam hal ini perawat memiliki peranan yang penting dalam memfasilitasi dan menggunakan bukti dalam praktik perawatan sendiri, agar dapat bertanggung jawab terhadap perawatan pasien yang berorientasi pada hasil melalui penggunaan praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP).
Sumber :
Varaei, S., Salsali, M., Cheraghi, M. A., Tehrani, M. R. M., & Heshmat, R. (2013). Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 18(3), 251–257. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/?report=classic

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layananan keperawatan di Indonesia yaitu penggunaan bukti ekternal terkait hasil penelitian keperawatan. Kegiatan riset/penelitian yang dilakukan oleh perawat Indonesia, salah satunya adalah penelitian keperawatan tentang “The path to impact of operational research on tuberculosis control policies and practices in Indonesia”. Dalam penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki pengaruh penelitian operasional mengenai kebijakan dan praktik pengendalian TB di Indonesia antara tahun 2004 dan 2014. Dengan menggunakan desain penelitian kualitatif, dilakukan wawancara mendalam terhadap 50 peneliti dan 30 pembuat kebijakan/pengelola program dan melakukan tinjauan dokumen. Transkrip wawancara ini dievaluasi sambil menerapkan analisis isi.
Sumber :
Probandari, A., Widjanarko, B., Mahendradhata, Y., Sanjoto, H., Cerisha, A., Nungky, S., … on behalf of the Tuberculosis Operational Research Group (TORG). (2016). The path to impact of operational research on tuberculosis control policies and practices in Indonesia. Global Health Action, 9, 10.3402/gha.v9.29866. http://doi.org/10.3402/gha.v9.29866

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan yaitu :
Keuntungan :
Pada awal tahun 1988, sebuah meta-analisis penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki 28% perilaku, pengetahuan, fisiologis, dan hasil psikososial yang lebih baik bila intervensi keperawatan didasarkan pada bukti ilmiah daripada praktik tradisional (Heater, Becker, dan Olson, 1988). Selain itu, keuntungan dari Evidence-Based learning yaitu memberi perawat metode untuk menggunakan bukti yang dinilai kritis dan terbukti secara ilmiah untuk memberikan perawatan kesehatan berkualitas dan keputusan terbaik yang mengarah pada hasil yang berkualitas
Kerugian :
Kerugian dari penggunaan EBNP yaitu kurangnya akses terhadap bukti ilmiah, kritis dan metodologinya penelitian, tidak adanya dukungan organisasi dan tidak adanya dukungan dari para kolega.
Sumber :
Miller, L. L., Ward, D., & Young, H. M. (2010). Evidence-based practices in nursing.Generations, 34(1), 72-79. Retrieved from https://search.proquest.com/docview/742470450?accountid=25704

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP yaitu terkait dengan tiga tantangan langsung yang diakui secara internasional sangat mempengaruhi kemampuan mereka untuk menyediakan layanan termasuk perawatan berbasis bukti: 1) Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan, yang menyebabkan penurunan dukungan untuk Pendidikan dan pengembangan mereka; 2) Prasangka terhadap niat mereka untuk memajukan praktik mereka; Dan, 3) Isu yang terkait dengan pengurangan tenaga kerja. Faktor lain yang secara khusus merangsang atau membatasi penerapan keperawatan berbasis bukti meliputi pelatihan, kepercayaan, dan kesulitan perawat, yang dihadapi oleh perawat, dan kesulitan yang dihadapi untuk memunculkan dan mengintegrasikan preferensi pasien (Thompson et al., 2007; Grol et al., 2013).
Sumber :
Correa-de-Araujo, R. (2016). Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions. Health Care for Women International, 37(1), 2–22. http://doi.org/10.1080/07399332.2015.1102269.





"


Putri Aulia Kharismawati

pada : 29 August 2017


"Nama: Putri Aulia Kharismawati
NIM: 131611133027
Jawaban:
1. Arti evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice merupakan suatu bukti yang digunakan untuk pendoman oleh seorang perawat dalam melakukan pengambilan keputusan klinis kepada pasiennya yang berdasarkan dengan penelitian terbaik yang tersedia, keahlian klinis perawat, pengalaman, keinginan dan kebutuhan pasien dalam keadaan situasi tertentu. Terdapat adanya peran teknologi informasi (TI) yang digunakan dalam melakukan praktek keperawatan yang berdasarkan dengan bukti atau fakta yang ada.
2. Aplikasi EBNP di Indonesia salah satunya dalam peningkatan kualitas dari pelayanan keperawatan. Dalam memberikan pelayanan keperawatan kepada pasiennya, perawat menggunakan pendoman untuk menunjukkan kualitas yang ada di rumah sakit tersebut. Kebijakan berbasis bukti yang ada di rumah sakit belum tentu baik, karena memiliki pedoman berbasis bukti terbaik dan mudah diakses dalam sistem pengelolaan dokumen belum tentu dapat menjamin dari kualitas pelayanannya. Namun aplikasi EBNP untuk peningkatan kualitas di Indonesia sejauh ini masih belum memadai karena kurangnya tenaga keperawatan yang mengetahui tentang EBNP. Maka perlu adanya peningkatan kesadaran tenaga keperawatan dan juga pihak rumah sakit agar membimbing menggunakan aplikasi EBNP yang selanjutnya membuat kualitas dari pelayanan keperawatan menjadi lebih baik lagi.
3. Dalam tatanan praktik keperawatan terdapat keuntungan dan juga kurangnya atau kerugian pada EBNP. Keuntungan yang di dapat salah satu diantaranya perawat lebih bisa dalam menggunakan dan mengelola pemanfaatan adanya TI (Teknologi Informasi) dalam melakukan pengambilan klinis kepada pasien. Dalam kerugian atau kekurangan dari EBNP salah satunya yaitu dalam tenaga keperawatan yang mengetahui EBNP masih sedikit, karena mereka menggunakan pengalaman yang dimiliki sehingga hal tersebut belum tentu sesuai atau benar dan kurangnya akses yang banyak bagi perawat dalam mencari pertimbangan pengambilan keputusan klinis.
4. Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) terdapat hambatan yaitu kurangnya waktu dan juga kurangnya kemampuan dalam mencari serta mengelola bukti yang sudah ada. Ketrampilan seorang perawat dalam melakukan EBNP juga merupakan salah satu faktor yang menghambat karena apabila seorang perawat tidak memiliki kemampuan dalam menggunakan TI (Teknologi Informasi) yang ada, maka perawat tersebut tidak dapat melakukan praktik yang berbasis dengan bukti atau fakta. Ketrampilan seorang perawat tergantung dengan usia, pengalaman, lama bekerja, dan gelar terakhir yang didapatkan oleh seorang perawat. Perawat lebih sering menggunakan pengalamannya dalam praktik keperawatan daripada menggunakan dan mencari fakta yang ada dalam praktik layanan keperawatan."


dinda dhia aldin kholidiyah

pada : 29 August 2017


"Pengolahan limbah sampah medis Rumah sakit
Pengertian limba menurut peraturan perundang -undangan no. 12 tahun 1995 adalah: bahan sisasuatu kegiatan atau tanpa proses produksi. Sedangkan menurut PROMKES RI no. 1204/MENKES/SK/X/2004: tentang persyaratan kesehatan rumah sakit adalah semua limbah yang dihasilkan dari kegiatan rumah sakit.
Bentuk limbah rumah sakit terdeiri dari:
1. Limbah padat; spuit, ampul dan lin sebagainya
2. Limbah cair; cairan infus
3. Limbah gas; hasil pembungan insalator (pengolahan limbah di rumah sakit)
Jenis wadah dan limbah medis padat sesuai katagori
1. Sampa radioaktif: limbah yang berasal dari pengobatan kanker
2. Sangat infeksius: beradal dari peralatan dan peralatan rawat luka pasca oprasi seperti baju, pisau bedah.
3. Infeksius patalogi dan anatomi: limbah kanker seperti organ, jaringan manusia yang diangkat saat oprasi
4. Sitotoksik: berasal dari obat-obatan kanker
Limbah padat dan pengolahannya
1. Tajam: seperti pisau bedah, ampul kaca, spuit dan jarum suntik diolah di pihak III
2. Non tajam: kasa, handscoon. Diolah di phak III
3. Non medis: koran, sampah rumah tangga, dll diolah di TPA
4. Botol da plastik: diolah dengan reuse
7 katagori limbah medis
1. Benda tajam
2. Infeksius
3. Patalogis: organ dn jaringan tubuh manusia
4. Farmasis
5. Kimia: solven, rak kimia
6. Kemasan bertekanan: kaleng aerosol
7. Logam berat: merkuri yang berasal dari bocoran peralatan kedokteran dan alat tensi
Limmbah rumah sakit memiliki dampak karena mengandung berbagai mikroorganism patogen yang masuk ketubuh manusia melalui tusukan, lecet, luka, membran mukosa, pernapasan dan ingesti.
 Usaha menimalisasi limbah dengan cara menyeleksi bahan bahan ang kurang menghasilkan limbah sebelum membelinya, menggunakan sedikit mungkin bahan kimia, mengunakan metode pembersian secara fisik dari pada kimia.
 Pemilihan limbah berdasarkan tempt sampah bertujuan untuk mempermudah pengolan sampah. Limbah medis dimusnakan dinsenalator dengan jangkauan waktu maksimal. Dimusim kemarau pengolahan limbah dilakukan 1x24 jam karenak patogen dan organisme berkembang lebih cepat dari pada musim hujan sehingga pengolan limbah dimusim hujan maksimal dilakukan 2x24 jam .
 Pengumpulan limbah rumah sakit dengan menggunakan troli khusus yang tertup rapat dan pengangukan limbah keluar rumah sakit menggunakan kendaran khusus dan petugas yang bekerjan menggunakan APD yang sesuai dengan standart keamanan yang ditentukan.
Indeksi warna kresek rumah sakit
• Hitam: sampah yang tidak dapat diurai
• Ungu: sampah sitotoksik; aktivitas kemoterapi
• Merah; limbah radioaktif; riset laboratorium
• Kuning; sampah berbahaya /infeksius:
• Hujau: limbah biodegradable (mudah membusuk); limbah rumah tangga
"


Reffy Shania Novianti

pada : 30 August 2017


"NAMA: REFFY SHANIA NOVIANTI
NIM: 131611133010
JAWABAN:
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) ?
Praktik Keperawatan berdasarkan bukti (evidence-based nursing Practice / EBNP) didasarkan pada integrasi keahlian klinis terbaik dan nilai pasien untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis, dan ini merupakan bagian penting dari peningkatan kualitas dalam praktik keperawatan. Evidence dalam EBNP adalah bukti ilmiah terbaik yang didapat melalui penelitian, pengalaman klinik perawat serta pilihan pasien dalam menentukan keputusan klinik bagi pelayanan kesehatan. Untuk memberikan informasi perawatan berdasarkan bukti, perawat harus memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi informasi mereka butuhkan, untuk mencari literatur EBP elektronik, untuk secara kritis menilai kualitas bukti dan menerapkan praktik terbaik di tempat kerja

Sumber: Varaei, S., Salsali, M., Cheraghi, M. A., Tehrani, M. R. M., & Heshmat, R. (2013). Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 18(3), 251–257. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Yaitu dalam bidang penelitian yang dilakukan oleh perawat.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh perawat yang berjudul “Evaluating Sexual Nursing Care Intervention for Reducing Sexual Dysfunction in Indonesian Cervical Cancer Survivors” bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan asuhan keperawatan terhadap seksualitas. Penelitian ini dirancang dengan intervensi pretest-posttest satu kelompok Pasien dari RSCM dengan kanker serviks stadium 2 atau 3 yang telah menyelesaikan kemoterapi antara Juni 2010 dan April 201. hasil dari penelitian ini adalah intervensi seksual mengurangi gejala dispareunia, meningkatkan kepuasan seksual, gairah seksual, dan orgasme di antara korban kanker dan pasangan mereka. Faktor lain yang mempengaruhi juga turut membantu keberhasilan intervensi asuhan keperawatan.

Sumber: Afiyanti, Y., Rachmawati, I. N., & Milanti, A. (2016). Evaluating Sexual Nursing Care Intervention for Reducing Sexual Dysfunction in Indonesian Cervical Cancer Survivors. Asia-Pacific Journal of Oncology Nursing, 3(3), 266–271. http://doi.org/10.4103/2347-5625.189812 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5123526/

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan :
- memberikan perawatan secara efektif dengan menggunakan hasil penelitian yang terbaik
- memberikan asuhan keperawatan berdasarkan sumber yang aman dan terpercaya
- Memberikan pelayanan keperawatan yang terbaik
- Memberikan jaminan standar kualitas dan memicu adanya inovasi
Kekurangan:
- Penelitian yang dilakukan oleh perawat kadang tidak dapat menjamin bahwa hal
tersebut dapat diterapkan dalam praktek sehari-hari. Hal ini berkaitan dengan desain,penelitian yang digunakan, proses dalam pemilihan sampel, instrument yang digunakan untukmengumpulkan data, atau analisis data yang dilakukan. .
- Masih banyak perawat yang belum mengetahui cara mengakses hasil-hasil penelitian,mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
- Adanya resistensi terhadap perubahan

Sumber: Hapsari, E. D. (2011). Pengantar Evidence-Based Nursing. In Prosiding Seminar Nasional & Internasional.

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
- Waktu dan Pengetahuan merupakan hambatan utama
- Kurangnya pengetahuan
- Kemampuan berbahasa asing yang rendah
- Dukungan yang kurang dari organisasi
- Tingkat pendidikan yang berbeda
- Fasilitas yang kurang memadai seperti ketersediaan komputer
- Kesulitan dalam memahami laporan penelitian

Sumber: Sadoughi, F., Azadi, T. and Azadi, T. (2017), Barriers to using electronic evidence based literature in nursing practice: a systematised review. Health Info Libr J, 34: 187–199. doi:10.1111/hir.12186
"


Nabila Hanin Lubnatsary

pada : 31 August 2017


"NAMA: NABILA HANIN LUBNATSARY
NIM: 131611133011
JAWABAN:
1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Sebelumnya, Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah aplikasi yang telah ditemukan oleh peneliti ilmiah untuk penggunaan bukti eksternal dan internal serta untuk mengetahui masalah kesehatan dan pengambilan keputusan dalam pelayanan kesehatan. Selain itu, EBNP memungkinkan perawat untuk meningkatkan kemampuan klinis dengan penelitian terkini. Singkatnya, evidence dalam EBNP adalah bukti atau fakta perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, yaitu pengkajian, diagnosa, perencanaan, intervensi dan evaluasi keperawatan. Jadi saat perawat akan melakukan tindakan keperawatan, dan apabila ditanya “darimana kamu tahu?”, maka ia akan menjawab sesuai dengan apa yang ia baca dari sumber yang ada.
Sumber: Kang, Y et al. (2016). Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses. Elsevier, 46-51

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasinya yaitu penelitian yang dilakukan oleh perawat. Dalam artikel yang berjudul “The role of organizational context and individual nurse characteristics in explaining variation in use of information technologies in evidence based practice” perawat membuat The Promoting Action on Research Implementation in Health Services dengan menyediakan kerangka kerja untuk pembelajaran mengenai dampak penyediaan sumber daya melalui praktik berbasis bukti yang didukung PDA, dapat juga digunakan untuk mempelajari variabel organisasi, teknologi, dan SDM. Keberhasilan penerapan bukti ke dalam praktik dikonseptualisasikan menjadi fungsi hubungan antara: sifat dari bukti; terjadi perubahan praktik (budaya yang berlaku, kepemimpinan, pengukuran dan umpan balik).
Sumber: Doran et al. (2012). The role of organizational context and individual nurse characteristics in explaining variation in use of information technologies in evidence based practice. BioMed Central, 1-14.

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungannya adalah tidak ada tindakan yang salah dalam melakukan asuhan keperawatan, perawat jadi lebih mudah dalam meningkatkan kemampuan klinis, perawat secara otomatis tahu sumber mana yang terbaik untuknya, dan meminimalisir tindakan yang tidak berbasis fakta atau bukti yang adekuat. Kerugiannya adalah EBNP mungkin juga menghasilkan perawatan yang tidak manusiawi karena terlalu focus pada sumber yang ada tanpa memperhatikan kondisi riil pasien (karena bisa saja kondisi pasien yang dihadapi berbeda dengan kondisi pasien yang ada di sumber).
Sumber: J, M. (2006). Evidence-based practice: A framework for clinical practice and research design. International Journal of Nursing Practice, 248-251.


4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
1.Waktu yang terbatas
2.Butuh waktu dalam mengakses literature
3.Tidak terdapat banyak pelatihan terkait bagaimana cara mencari informasi dan mengkritisi hasil penelitian yang ada
4.Masih banyak pendapat yang mementingkan kemampuan praktik daripada kemampuan intelektual
5.Lingkungan yang kurang mendukung dalam mencari informasi hasil penelitian yang diinginkan.
Sumber: Hapsari, E. D. (2011). Pengantar Evidence-Based Nursing. Proseding SentinaiNasioinal'Keperawatan PPNI Jawa Tengah, (pp. 1-8).
"


REGYANA MUTIARA GUTI

pada : 31 August 2017


"NAMA: REGYANA MUTIARA GUTI
NIM: 131611133013
JAWABAN:
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab:
Evidence Based Nursing Practice (EBNP) adalah pendekatan interdisiplin terhadap praktik klinis yang sistematis untuk memecahkan masalah klien. Evidence dalam EBNP adalah bukti ilmiah yang di dapat dari hasil penelitian yang didesain dengan baik, keahlian klinis, perhatian pasien, dan pilihan pasien. Bukti dari pengertian ini dapat berupa jurnal atau artikel ilmiah. Evidence dalam EBNP dapat diartikan juga sebagai pemanfaatan bukti ilmiah secara seksama, ekplisit dan bijaksana dalam pengambilan keputusan untuk tatalaksana pasien dalam layanan keperawatan. Artinya mengintegrasikan kemampuan klinis individu dengan bukti ilmiah yang terbaik yang diperoleh dengan penelusuran informasi secara sistematis.

Sumber:
Tumbelaka, A. R. (2002). Evidence-based Medicine (EBM). Sari Pediatri, Vol. 3, No. 4, 247 - 248.


2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Salah satu contoh aplikasi evidence adalah perawat melakukan penelitian yang berjudul “Translation, adaptation and psychometric testing of a tool for measuring nurses’ attitudes towards research in Indonesian primary health care” bertujuan untuk untuk menerjemahkan, menyesuaikan dan menguji secara psikometrik sikap Perawat terhadap kesadaran akan penelitian dan pemanfaatan penelitian perawatan kesehatan primer di Indonesia. Proses penerjemahan dilakukan dengan menerapkan metode forward dan back-translation. Pengujian psikometri ini dilakukan dengan menggunakan analisis faktor dan Koefisien alfa Cronbach pada sampel 92 perawat kesehatan primer di Kalimantan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan validitas konten dan keandalan homogenitas dapat diterima, namun tidak membangun validitas dalam setting di Indonesia.

Sumber:
Rachmawati, K., Schultz, T., & Cusack, L. (2017). Translation, adaptation and psychometric testing of a tool for measuring nurses’ attitudes towards research in Indonesian primary health care. wileyonlinelibrary.com/journal/nop2 Nursing Open, 96-107.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5340165/

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari metode ini, antara lain membantu meningkatkan kolaborasi dengan tim kesehatan, meningkatkan pelayanan yang bersumber dari penelitian, menurunkan biaya perawatan, membantu orang lain untuk mengerti apa yang dilakukan oleh perawat, diperlukan untuk standar praktek profesional, meningkatkan partisipasi klien dalam perawatan, meningkatkan otonomi pasien, meningkatkan perawatan yang spesifik untuk masing-masing individu, meningkatkan efisiensi, menjaga keberlangsungan dan koordinasi perawatan, dan meningkatkan kepuasan kerja.
Kerugian dari metode ini adalah minimnya waktu dan keterampilan yang tersedia untuk menemukan atau mengelola bukti penelitian dan kurangnya akses terhadap informasi.

Sumber:
Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/
http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367


4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
a. Keterbatasan waktu
b. Keterbatasan akses terhadap literature
c. Kurangnya pelatihan terkait usaha untuk mencari informasi dan ketrampilan dalam mengkritisi hasil penelitian
d. Lingkungan kerja tidak mendukung dalam usaha mencari informasi hasil penelitian
e. Fasilitas yang kurang memadai
f. Kurangnya pengetahuan dalam berbahasa asing
Sumber:
EIsi Dwi Hapsari, S. M. (2011). PENGANTAR EVIDENCE BASED NURSING. Proseding Senrinar Nasional Keperawaton PPNI Jawa Tengah, 6."


CUCU EKA PERTIWI

pada : 31 August 2017


"NAMA MAHASISWA : CUCU EKA PERTIWI
NIM : 131611133007
JAWABAN :

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) atau Praktik keperawatan berbasis bukti merupakan suatu pola kerja dimana praktik klinik yang dilakukan berdasarkan bukti ilmiah terbaik yang didapat melalui penelitian, pengalaman klinik perawat serta pilihan pasien dalam menentukan keputusan klinik bagi pelayanan kesehatan(Carlson, 2010; Levin & Feldman, 2006), sehingga evidence atau bukti dalam evidence-based nursing practice disini dapat diartikan sebagai bukti yang melandasi atau bukti-bukti berupa temuan penelitian, pengalaman, atau pilihan pasien yang dapat mempengaruhi perawat dalam pengambilan keputusan klinis. Penggunaan bukti-bukti ini dimaksudkan agar layanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu menghadapi tantangan dalam meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan keperawatan.
Sumber :
Ligita, T. (2012). Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi . NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8,No 1,Juni 2012 :83-95 , 83-95.
link : http://ners.fkep.unand.ac.id/index.php/ners/article/view/95


2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!

Pengaplikasian penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia sudah diterapkan oleh RSUP Dr. M. Djamil. RSUP Dr. M. Djamil adalah salah satu rumah sakit di Indonesia yang telah mengembangkan penerapan evidence-based practice. Hal ini terlihat dalam salah satu misi rumah sakit tersebut yaitu “Menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”. Penerapan evidence-based nursing practice sudah mulai diterapkan sejak tahun 2012. Pada tahun 2012 tersebut juga, seorang perawat di ruang rawat inap bedah menjadi kontributor penyusunan Standar Pelayanan Keperawatan Ortopedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan evidence-based nursing.

Sumber :
- OKTIAYULIANDRI, C. (2015). PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM PENERAPAN EVIDENCE-BASED NURSING PRACTICE DI RUANG RAWAT INAP RSUP DR.M.JAMIL PADANG TAHUN 2015. Penelitian Manajemen Keperawatan .
link : http://repository.unand.ac.id/23091/1/REPOSITORY.pdf


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?

Keuntungan :
- Memberikan pelayanan perawatan terbaik untuk pasien
- Memberikan perawatan didasarkan pada sumber penelitian/temuan dan pengalaman klinis
- Dapat mencapai hasil yang optimal dalam layanan praktik
Kerugian :
- Waktu yang tidak mencukupi untuk mencari penelitian
- Masih banyak perawat yang kurang mampu dalam mencari dan meneliti temuan
- Masih banyak perawat yang kurang mampu mengelola bukti

Sumber
- Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research, 12, 367. http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367
Link : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/


4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP adalah:
1. Karakteristik penelitian
Penelitian yang dilakukan kadang tidak dapat menjamin bahwa hal tersebut dapat diterapkan dalam praktek sehari-hari
2. Karateristik perawat
Kurangnya kemampuan perawat dalam mengakses dan mengkritisi hasil-hasil penelitian
3. Karakteristik organisasi/tempat kerja
Suasana/lingkungan kerja yang tidak mendukung adanya penggunaan dan pencarian hasil penelitian
4. Karakteristik profesi keperawatan
Adanya kesulitan untuk menggabungkan antara perawat klinisi dan perawat peneliti untuk berinteraksi dan berkolaborasi terkait penelitian.

Sumber :
EIsi Dwi Hapsari, S. M. (2011). PENGANTAR EVIDENCE BASED NURSING. Proseding Senrinar Nasional Keperawaton PPNI Jawa Tengah, 6.

Link: : http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/308


"


Khoirun Niswatul Ulfa

pada : 31 August 2017


"1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah bukti ilmiah yang di dapatkan oleh seorang perawat dari hasil praktik keperawatan yang telah dilakukan sebelumnya. Bukti ilmiah ini digunakan perawat untuk menilai sejauh mana kualitas asuhan keperawatan yang telah diberikan kepada setiap kliennya. Seorang perawat memiliki tanggung jawab untuk menggunakan bukti untuk menginformasikan praktik dan memastikan bahwa pengelolaan klien didasarkan pada bukti terbaik yang ada. Apalagi baru-baru ini, telah terjadi peningkatan kebutuhan akan semua disiplin kesehatan untuk memberikan intervensi yang efektif dan berbasis bukti. Hal inilah yang menyebabkan lebih banyak pelaksanaan praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP) dalam setting klinis.
2. clinical pathway (CP) merupakan konsep perencanaan pelayanan kesehatan terpadu yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien dengan bedasarkan standar pelayanan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama di rumah sakit. Konsep clinical pathway ini telah di berlakukan di SMF Kesehatan Anak dan Komite Medik Fatmawati Jakarta yang telah berjalan sejak tahun 2003.
3. Keuntungan EBNP dalam tatanan praktik keperawatan yaitu : (1) dengan penggunaan metode ini akan ada peningkatan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan untuk klien (2) dengan penggunaan metode ini, perawat dapat melakukan evaluasi penilaian risiko untuk mendeteksi kesalahan aktif dan laten maupun yang hampir terjadi dalam upaya menejemen risiko klinis (3) metode ini dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan klien (4) adanya bukti untuk menginformasikan praktik dan memastikan bahwa pengelolaan pasien / klien didasarkan pada bukti terbaik yang ada.
Kekurangan EBNP yaitu : (1) perawat memerlukan tambahan waktu untuk melakukan metode EBNP (2) perawat seringkali merasakan kesulitan dalam penerapan setiap bukti dalam populasi pasien yang cukup besar (3) kesulitan dalam pencarian setiap bukti apabila akses informasi kurang memadai.
4. Determinan yang dapat menghambat pelaksanaan EBNP yaitu (1) pengetahuan perawat yang kurang mengenai cara pengaplikasian EBNP dalam praktik keperawatan (2) infrastruktur organisasi rumah sakit yang belum mendukung pelaksanaan metode EBNP misalnya prosedur, kebijakan, standar atau panduan untuk praktik klinis di suatu rumah sakit (3) akses informasi yang kurang memadai.
"


Novalia Puspitasary

pada : 31 August 2017


"NAMA : NOVALIA PUSPITASARY
NIM : 131611133044
JAWABAN :
1. Arti kata evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah bukti klinis yang dapat berupa hasil penelitian (literatur) dan hasil praktek klinis oleh tenaga perawat di mana bukti tersebut dapat digunakan dalam proses keperawatan misalnya pada tahap perencanaan. Karena pada tahap perencanaan dibutuhkan hasil penelitian dan hasil praktek klinis yang mengindikasikan intervensi keperawatan yang efektif dengan didasarkan pada hasil-hasil penelitian yang akurat yaitu terdapat proses/ langkah-langkah penelitian, etika penelitian, dan sebagainya serta memperhatikan pilihan pasien. Evidence dalam tahap diagnosis keperawatan bertujuan sebagai literatur agar diagnosis yang dibuat menjadi lebih akurat.
Campbell, S. (2011). Evidence-Based Practice in Nursing Informatics: Concepts and Applications. Australia. http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/308/335
Elsi Dwi Hapsari, S. M. (2011). PENGANTAR EVIDENCE-BASED NURSING. Evidence based practice in nursing science : Unique, diversity, and innovation, 1-2. http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.88-2004&ctx_enc=info%3Aofi%2Fenc%3AUTF-8&rfr_id=info%3Asid%2Fsummon.serialssolutions.com&rft_val_fmt=info%3Aofi%2Ffmt%3Akev%3Amtx%3Abook&rft.genre=book&rft.title=Evidence-Based+Practice+in+Nursing+Informatics+%3A+Concepts+and+Applications&rft.au=Cashin%2C+Andrew&rft.date=2010-10-31&rft.pub=IGI+Global&rft.isbn=9781609600341&rft.externalDBID=n%2Fa&rft.externalDocID=3310834¶mdict=en-US
2. Aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia adalah dengan melakukan penelitian yang bertujuan untuk mengembangkan materi pendidikan dan meningkatkan layanan kepada pasien. Dalam artikel Alba et al yang melakukan penelitian mengenai faktor infeksi tifus di kepulauan Indonesia, didapatkan hasil yang cenderung melakukan keluhan terhadap “makanan terkait” dari pada kontrol serta predikator terkuat dari risiko tifoid pada tingkat rumah tangga adalah ketersediaan sabun di dekat lokasi toilet, meningkatkan kemungkinan kemungkinan sebanyak empat kali lipat. Hasilnya adalah untuk megurangi kejadian tifoid dapat dilakukan dengan memastikan kepatuhan terhadap praktik mencuci tangan yang memadai dengan menggunakan sabun.
Alba, S., Bakker, M. l., Mochammad, H., Scheelbeek, P. F., Dwiyanti, R., & al, e. (2016). Risk Factors of Thyphoid Infection in the Indonesian Archipelago. Research Article, 1-5. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1795489614/fulltextPDF/E71EA74BE5C44E61PQ/1?accountid=25704
3. Keuntungan menggunakan EBNP :
• Terobosan baru bagi perawat untuk meningkatkan kualitas pelayanan
• Memperkuat pernyataan karena berasal dari pengetahuan yang berdasar pada penelitian
• Sebagai strategi untuk menghadapi perubahan kondisi kesehatan masyarakat
• Memberikan banyak informasi mengenai perspektif klien
Kerugian menggunakan EBNP :
• Tidak semua bukti penelitian dapat digunakan untuk intervensi keperawatan, karena beberapa pasien atau keluarga pasien memiliki keyakinan tersendiri
• Budaya yang berbeda menyebabkan kesalahpahaman yang menyebabkan terhambatnya akses terhadap pengobatan
Kessler, M. L., Gira, E., & Poertner, J. (2005). Moving Best Practice to Evidence-Based Practice in Child Welfare. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/230162173/fulltextPDF/B8E550FCC61E4D6EPQ/1?accountid=25704
Ernst, J. (2016). Evidence-based Nursing in the IED: From Caring to Curing. Nordic Journal of Working Life Studies, 47-50. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1776186501/fulltextPDF/F5A092900A7B46CFPQ/1?accountid=25704
4. Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP adalah
Tantangan dalam keperawatan adalah kesiapan perawat dalam praktik untuk memahami dan menerapkan EBP karena beragam tingkat persiapan dan kurangnya penyertaan penelitian dan EBP dalam banyak program pendidikan keperawatan dasar selain kesiapan perawat, akses terhadap teknologi untuk berkolaborasi dengan peneliti jarang terjadi, seperti juga akses ke spesialis klinis atau perawat praktik tingkat lanjut lainnya yang memiliki keterampilan untuk mengenali masalah klinis dan untuk menganalisis dan menerjamahkan penelitian. Mayoritas perawat dalam praktek saat ini memiliki gelar associate in nursing (ADN), gelar dua tahun yang jarang menyertakan konten tentang penelitian dan EBP.
Miller, L. L., Ward, D., & Young, H. M. (2010). Evidence-Based Practices in Nursing. Journal of the American Society on Aging, 75. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/742470450/fulltextPDF/D2800256A24740B9PQ/1?accountid=25704"


Gita Shella Madjid

pada : 31 August 2017


"NAMA : GITA SHELLA MADJID
NIM : 131611133049

Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab :
Praktik berbasis bukti Evidence-Based Practic (EBP) merupakan salah satu perkembangan terpenting dalam perawatan kesehatan. EBP memiliki potensi mengubah praktik klinis dan meningkatkan kualitas asuhan dengan membuat proses asuhan keperawatan lebih terstandarisasi. Praktik EBP muncul sebagai penanda kualitas layanan kesehatan (Coopey et al, 2006).
Praktik Keperawatan berdasarkan bukti (Evidence-based nursing practice / EBNP) didefinisikan sebagai penerapan bukti terbaik dalam pengambilan keputusan klinis dengan mengintegrasikan keahlian klinis dengan temuan penelitian sambil mempertimbangkan nilai dan preferensi pasien (Elizenberg, 2011). Praktik keperawatan adalah kerangka keperawatan yang universal dan cara yang unik berpikir san bertindak untuk perawatan klien berdasarkan kenyataan (Wilkinson, 2007).

Andre, B., Aune, A. G., & Braend, J. A. (2016, May). Embedding evidence-based practice among nursing undergraduates: Results from a pilot study. Nurse Education in Practice, 30-35. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1794909441/fulltext/C0948CD4B5E24770PQ/1?accountid=25704
Hong, W.-H. S. (2010, December). Evidence-based Nursing Practice for Health Promotion in Adults with Hypertension: A Literature Review. Asian Nursing Research, Vol. 4 No. 4, 227-245. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon

Berikah sebuah contoh aplikasi penggunaan Evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawab :
RSUP Dr. M. Djamil adalah salah satu RS yang telah mengembangkan penerapan evidence-based practice. Terlihat dalam misi RS tersebut “Menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”.
Siloam Hospital Kebun Jeruk merupakan RS swasta yang sedang berkembang dan concern pelaksanaan evidence-based practice. Tampak dari inovasi dan kegiatan untuk mendukung EBP, seperti seminar yang mengangkat issue terkait EBP.
Selain itu, BPJS Kesehatan merupakan penerapan evidence di Indonesia. Praktik manajemen klinik yang modern harus berbasis evidence based practice untuk mengelola sejumlah data yang terekam dalam rekam medis membutuhkan alat bantu berupa sistem informasi (SI).

Dame Elysabeth, G. L. (2015, Januari - Juni). Hubungan Tingkat Pendidikan Perawat dengan Kompetensi Aplikasi Evidence-Based Practice. Jurnal SKOLASTIK Keperawatan, Vol. 1 No. 1, 14-20. Retrieved from https://www.neliti.com/id/publications/109055/terapi-komplementer-dalam-keperawatan
Oktiayuliandri, C. (2015, July). Pengetahuan dan Sikap Perawat dalam Penerapan Evidence-Based Nursing Practice di Ruang Rawat Inap RSUP Dr. Djamil. Repository Universitas Andalas. https://www.google.co.id/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://repository.unand.ac.id/23091/1/REPOSITORY.pdf&ved=0ahUKEwio5qaNvIHWAhVFE5QKHSuBAecQFgghMAE&usg=AFQjCNFoeL8fIZjWI9COwoicIbooCU9etA
Yustiawan, T. (2013, juli - Agustus). Manajemen Klinik dalam Persiapan Kerjasama dengan BPJS Kesehatan. Jurnal Administrasi Kesehatan Indoensia, Vol. 1 No. 3, 208-216

Apa sajakah keuntungan dan kerugian metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawab :
EBNP tidak hanya mengandalkan bukti penelitian tetapi pengalaman klinis, pendapat ahli, standar masyarakat, bukti penelitian yang valid dan juga perspektif pasien (Guyatt & Melnyk, 2005).
Manfaat penerapan EBNP untuk meningkatkan kolaborasi dengan tim kesehatan, menurunkan biaya perawatan, membantu orang lain mengerti yang dilakukan oleh perawat, standar praktik profesional, meningkatkan partisipasi dan otonomi klien, meningkatkan perawatan yang spesifik masing-masing individu, meningkatkan efisiensi, menjaga koordinasi perawatan dan meningkatkan kepuasan kerja (Wilkinson, 2007).
Informasi kurang mengenai pemanfaatan penelitian untuk praktik berbasis bukti di kalangan perawat daerah pedesaan, sehingga masih memerlukan klarifikasi. Banyak perawat terdaftar dalam pengaturan praktik klinis tidak memahami konsep perawatan.

Olade, R. A. (2004). Evidance-Based Practice and Research Utilization Activities Among Rural Nurses. Journal of Nursing Scholarship, 220-5. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236396896/5F1579D81DCE421BPQ/1?accountid=25704
Penz, K. L., & Bassendowski, S. L. (2006, Nov/Dec). Evidence-Based Nursing in Clinical Practice: Implications for Nurse Educators. The Journal of Continuing Education in Nursing, 251-4; quiz 255-6,269. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/223312125/300871B349AF4446PQ/3?accountid=25704
Ruth Launius Jenkins, D. S.-H. (2007). Evidence-Based Nursing Process (EBNP) Consumer Culture Attribute Identify: A Message-Based Persuasion Strategy Study among Nurse Executives in the United States of Amerika. J Med Sci, 55-61. http://jms.ndmctsgh.edu.tw/2702055.pdf

Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawab :
Hambatan implementasi Evidence-Based practice meliputi kurangnya waktu, kurangnya pemahaman tentang penelitian yang tersedia (khususnya statistik), wewenang yang terbatas untuk mengenalkan praktik baru, tidak cukup waktu untuk membaca penelitian dan sumber daya yang tidak memadai dalam pengaturan klinis (Brown et al, 2010). Tantangan penerapan EBNP seharusnya tidak diremehkan.
Selain hambatan tersebut, Clifford & Murray (2001) menyebutkan hambatan perawat dalam menggunakan penelitian berbasis bukti, diantaranya
Kesulitan mengubah praktik
Kurangnya mentor berpengetahuan
Kurang kesadaran tentang praktik berbasis bukti
Laporan penelitian tidak tersedia
Kesulitan mengakses laporan penelitian
Kurang pengetahuan tentang Evidence-Based practice

Cowdell, F. (2015, Apr). Developing the Evidence Base for Hygiene and Emollient Practices. Nursing Older People, 16. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1785333536?pq-origsite=summon
"


NIMATUSH SHOLEHA

pada : 31 August 2017


"NAMA MAHASISWA: NI'MATUSH SHOLEHA
NIM: 131611133009
JAWABAN:
1.Evidence dalam evidence based nursing practice yaitu konsep bukti yang sudah ada ditafsirkan dalam kaitannya dengan pengertian tentang bukti dan rasionalitas. Evidence merupakan konsep inti dalam hukum. Dalam istilah hukum evidence dapat digunakan untuk menolak atau menguatkan masalah yang sedang dihadapi. Evidence yang digunakan untuk menginformasikan praktik dan kebijakan yang telah dilteliti.
((Jo Rycroft-Malone, Kate Seers, Angie Titchen, Gill Harvey, Alison Kitson, Brendan McCorack. (2004). NURSING AND HEALTH CARE MANAGEMENT AND POLICY What counts as evidence in evidence-based practice? Journal of Advenced Nursing, 81-90. (http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1365-2648.2004.03068.x/abstract))

2.Aplikasi atau penerapan evidence based nursing di indonesia salah satunya yaitu diterapkan pada sistem muskuloskeletal yang dilakukan adalah cold compression therapy. Penerapan evidence based nursing untuk mengidentifikasi pengaruh cold compression therapy terhadap proses penyembuhan dengan indikator proses penyembuhan nyeri, edema, dan rentang gerak sendi lutut. Penerapan evidence based nursing ini akan membandingkan nyeri, edema, dan rentang gerak sendi sebelum dan setelah dilakukan cold compression therapy.
((Ropyanto, C. B. (2014). 2nd Adult Nursing Practice: Using Evidence in Care, Aplikasi Evidence Based Nursing dalam Meningkatkan Patient Safety. 125-132. (http://ners.fkep.unand.ac.id/index.php/ners/article/view/95))

3.Keuntungan penggunaan evidence based nursing practice dalam keperawatan yaitu dari perubahan penemuan praktik yang telah lama dan cara inovatif untuk melakukan perubahan. Perubahan praktik tersebut dapat mengurangi waktu yang terbuang, intervensi yang tepat dan peningkatan hasil pasien. pemecahan masalah akan sangat bermanfaat secara profesional untuk paara perawat. Kerugiannya yaitu ketidakpuasaan dengan proses, ketidakmampuan dalam menciptakan perubahan atau waktu yang tidak memadai untuk melakukan perubahan.
((Judy E. Davidson, Caroline Brown. (2014). Evaluation of Nurse Engagement in Evidence-Based Nursing. AACN Advanced Critical Care, 43-55. (http://acc.aacnjournals.org/content/25/1/43))

4.Hambatan dalam implementasi evidence based nursing yaitu waktu dan pengetahuan. Dukungan dari organisasi atau instansi yang kurang dimana organisasi penting dalam menetapkan perubahan kebijakan terutama dalam pengembangan panduan klinik praktik keperawatan berdasarkan temuan riset terbaik untuk digunakan secara baku di rumah sakit. Perawat yang tidak diberi tanggung jawab dalam mengimplementasikan evidence based practice juga dapat menjadi penghambat. Tingkat pendidikan yang berbeda, fasilitas yang kurang memadai, kesulitan dalam memahami laporan penelitian serta kesulitan dalam menemukan informasi yang ilmiah, pengetahuan yang masih terbatas dan kemampuan berbahasa asing yang minimal juga menjadi hambatan dalam implementasi evidensi based nursing practice.
((Ligita, T. (2012). Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi dalam Implementasi Evidence-Base Practice . Ners Jurnal Keperawatan, 83-95. (http://eprints.undip.ac.id/48516/1/Proceeding_Seminar_2014.pdf))


"


Shavira

pada : 01 September 2017


"Nama: Shavira
NIM: 131611133140
Jawaban:
1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice adalah praktik berbasis bukti yang memerlukan pengambilan keputusan profesional berdasarkan bukti yang dikumpulkan secara sistematis yang diambil dari penelitian, pengalaman, keinginan, dan kebutuhan pasien dalam situasi tertentu.
Sumber: Dalheim, Anne, et al. 2012. Factors Influencing the Development of Evidence-Based Practice Among Nurses: a Self-Report Survey. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/pdf/1472-6963-12-367.pdf (diakses pada tanggal 30 Agustus 2017).
2. Contoh penggunaan EBNP di Indonesia telah dipraktikkan di RSUP Dr. M. Djamil. Hal ini terlihat dalam salah satu misi rumah sakit tersebut yaitu “Menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala Satuan Perawat Fungsional (SPF) ruangan rawat inap bedah pada tanggal 5 Juni 2015, didapatkan informasi bahwa penerapan evidence-based nursing practice sudah mulai diterapkan sejak tahun 2012. Pada tahun 2012 tersebut juga, seorang perawat di ruang rawat inap bedah menjadi kontributor penyusunan Standar Pelayanan Keperawatan Ortopedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan evidence-based nursing.
Sumber: Oktiayuliandri, Citra. 2015. Pengetahuan dan Sikap Perawat dalam Penerapan Evidence-Based Nursing Practice di Ruang Rawat Inap RSUP DR. M. Djamil. http://repo.unand.ac.id/86/1/REPOSITORY.pdf (diakses pada tanggal 1 September 2017).
3. Keuntungan:
Filter pencarian EBN, atau filter keperawatan lainnya yang valid yang dapat diakses melalui Internet, melengkapi metodologi untuk mendukung keputusan klinis dan memfasilitasi tinjauan literatur yang dilakukan untuk tujuan praktik, penelitian, atau pendidikan. Melalui hubungan mereka dengan PubMed, filter pencarian EBN berada dalam domain publik, menguntungkan semua peneliti dan dokter yang tertarik di seluruh dunia.
Kerugian:
Hambatan-hambatan seperti kekurangan waktu, kesulitan merumuskan atau menerjemahkan pertanyaan untuk EBP, atau kesulitan mengembangkan strategi pencarian yang optimal semuanya bertentangan dengan penggunaan literatur penelitian secara efektif.
Sumber: Lavin, Mary A. 2005. Development and Evaluation of Evidence-Based Nursing (EBN) Filters and Related Databases. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC545129/#__ffn_sectitle (diakses pada tanggal 1 September 2017).
4. Mengenai meningkatnya pentingnya EBN untuk profesi keperawatan, data terakhir menunjukkan bahwa perawat AS tidak dipersiapkan dengan baik. Kurangnya keterampilan dan tidak dapat diaksesnya temuan penelitian mengurangi kesiapan untuk pemanfaatan penelitian. Hasil penelitian kualitatif di Iran menunjukkan bahwa kondisi tempat kerja tidak disiapkan untuk mengimplementasikan EBP. Transisi ke EBN adalah proses perubahan budaya dan salah satu cara untuk mewujudkan implementasinya dalam praktik klinis adalah melalui pendidikan. Konsekuensinya, strategi pendidikan dan klinis untuk EBP dalam keperawatan dapat mempersiapkan perawat untuk menafsirkan dan mengintegrasikan bukti ke dalam perawatan klinis.
Sumber: Varaei, Shokoh. 2013. Education and Implementing Evidence-Based Nursing Practice for Diabetic Patients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/ (diakses pada tanggal 1 September 2017)."


Mudrika Novita Sari

pada : 01 September 2017


"Nama : Mudrika Novita Sari
NIM : 131611133050
1. Praktik perawatan berbasis bukti (evidence-based nursing practice / EBNP) adalah aplikasi praktis dari bukti klinis terbaik yang ada dan berasal dari temuan penelitian sistemik dan ilmiah, mengenai masalah kesehatan atau keperawatan pasien, preferensi dan nilai. Saat ini paradigma keperawatan bergeser dari intuisi tradisional, pengalaman klinis, dan pertimbangan patofisiologis terhadap EBNP, yang mengintegrasikan keahlian klinis ke dalam bukti terbaik terkini untuk keadaan pasien dan klinis. Perawat sebagai profesional kesehatan memiliki akuntabilitas untuk mengintegrasikan bukti penelitian ke dalam praktik keperawatan agar dapat menerapkan EBNP, penerapan EBNP dianggap sebagai praktik terbaik dalam layanan perawatan kesehatan dan menghasilkan peningkatan manfaat dan hasil pasien.
Daftar Pustaka:
Achterberg, Theo van; Schoonhoven, Lisette; Grol, Ricard;. (2008). Nursing Implementation Science: How Evidence-Based Nursing Requires Evidence-Based Implementation, 302-310. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236392241/fulltextPDF/C9E8E0A7C7EA4296PQ/1?accountid=25704. (Diakses pada tanggal 1 September 2017, pukul 20.00)

2. Pada bidang kesehatan terdapat tantangan dalam bergerak melampaui penelitian 'berbasis praktek', menuju pengetahuan progresif yang dapat menjadi dasar praktik 'berbasis bukti' masa depan di Indonesia untuk perawatan kesehatan dan kesehatan masyarakat. Evidence Based Practice Oral Hygiene Menggunakan Larutan Chlorhexidine 0,2% pada Pasien Cedera Kepala Berat merupakan salah satu contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia. Oral hygiene merupakan tindakan untuk membersihkan dan menyegarkan mulut, gigi, dan gusi. Sedangkan chlorhexidin merupakan jenis antiseptik yang bisa membunuh bakteri gram positif, negatif, aerob dan anaerob, serta fungi. Yang ditujukan untuk menjaga kontinuitas bibir, lidah dan mukosa membran mulut.
Daftar Pustaka:
Clift, Stephen. (2012). Creative arts as a public health resource: moving from practice-based research to evidence-based practice , 120-127. http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.88-2004&ctx_enc=info%3Aofi%2Fenc%3AUTF-8&rfr_id=info%3Asid%2Fsummon.serialssolutions.com&rft_val_fmt=info%3Aofi%2Ffmt%3Akev%3Amtx%3Ajournal&rft.genre=article&rft.atitle=Creative+arts+as+a+public+health+resource%3A+moving+from+practice-based+research+to+evidence-based+practice&rft.jtitle=Perspectives+in+Public+Health&rft.au=Clift%2C+Stephen&rft.date=2012-05-01&rft.issn=1757-9139&rft.eissn=1757-9147&rft.volume=132&rft.issue=3&rft.spage=120&rft.epage=127&rft_id=info:doi/10.1177%2F1757913912442269&rft.externalDBID=n%2Fa&rft.externalDocID=10_1177_1757913912442269¶mdict=en-US. (Diakses pada tanggal 1 September 2017, pukul 20.50)

3. Keuntungan menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan diantaranya perawat jelas dalam menerapkan intervensi untuk memberikan layanan berdasarkan pengetahuan ilmiah, dapat mengurangi waktu perawatan untuk menilai efektivitas pelayanan klinis, dapat meningkatkan interprofesionalisme dengan memberikan informasi tentang apa yang benar-benar bekerja di bidang kesehatan, perawat mampu mempertimbangkan dan mencari solusi terhadap tindakan serta mendidik semua profesional kesehatan untuk memberikan bukti perawatan. Sedangkan kerugiannya tidak semua perawat dapat mengerti dengan cepat dan jelas mengenai penggunaan metode EBNP di rumah sakit dikarenakan tingginya beban kerja perawat dalam tatanan praktik keperawatan.
Daftar Pustaka:
Oh, Eui Geum. (2016). Synthesizing Quantitative Evidence for Evidence-based Nursing: Systematic Review , 89-93. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1801891371?pq-origsite=summon. (Diakses pada tanggal 1 September 2017, pukul 22.11)

4. Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP, yaitu perawat tidak mengerti dengan jelas dan rendahnya tingkat pelaksanaan EBNP di rumah sakit memiliki beberapa penjelasan terkait dengan situasi keperawatan klinis tertentu, termasuk tingginya beban kerja perawat, rasio pasien yang tinggi terhadap satu perawat, dan budaya organisasi rumah sakit yang tidak memungkinkan perawat untuk mencari atau membaca artikel penelitian selama jam kerja. Oleh karena itu, dukungan organisasi harus diberikan kepada perawat klinis untuk menerapkan EBNP, partisipasi konferensi akademis yang memungkinkan perawat memiliki pemahaman tentang EBNP, serta kesempatan dan sumber daya untuk menilai artikel dan basis data profesional dengan mudah di tempat kerja.
Daftar Pustaka:
Kang, Younhee; Yang, In-Suk;. (2016). Evidence-Based Nursing Practice and its Correlates Among Korean Nurses , 46-51. http://ac.els-cdn.com/S0897189715002335/1-s2.0-S0897189715002335-main.pdf?_tid=e4c617ce-8e06-11e7-a649-00000aab0f6b&acdnat=1504154773_4f7c4d64b07a54d6209ade4f8fad5a5b. (Diakses pada tanggal 31 Agustus 2017, pukul 11.52)"


ISMI SHONATUL CHOFIFAH

pada : 02 September 2017


"1. Beberapa ahli telah mendefinisikan EBNP sebagai berikut:
-Penggabungan bukti yang diperoleh dari hasil penelitian dan praktek klinis ditambah dengan pilihan dari pasien ke dalam keputusan klinis (Mullhal, 1998).
-Penggunaan teori dan informasi yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian secara teliti, jelas dan bijaksana dalam pembuatan keputusan tentang pemberian asuhan keperawatan kepada individu atau sekelompok pasien dan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan pilihan dari pasien tersebut (Ingersol G, 2000).

Sedangkan Evidence sendiri berarti Bukti/hasil penelitian
Kunci dari bukti/hasil penelitian adalah dengan memastikan bahwa desain
penelitian yang tepat digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Masing-masing
desain penelitian mempunyai tujuan, kekuatan dan kelemahan. Penelitian
kuantitatif (randomized trials dan review sistematik) merupakan desain penelitian yang
terbaik untuk mengevaluasi interuensi keperawatan. Di lain pihak, penelitian kualitatif
merupakan desain terbaik yang dapat digunakan untuk memahami pengalaman, tingkah
laku dan kepercayaan pasien.

2. Menurut Chandra Bagus R (2014) :
Penerapan Evidence dalam praktik layanan keperawatan memerlukan peran penting seorang perawat. Dalam hal ini, perawat harus dapat menerapkan 6 aspek ini :
(i). Patien Identification.
• Mengelola identitas berkaitan dengan medikasi, darah, atau produk darah
• Mengelola identitas sebelum melakukan tindakan dan prosedur
(ii). Effective Communication.
• Komunikasi antar tenaga kesehatan
• Komunikasi kepada pasien dalam melakukan tindakan dan prosedur
(iii). High-Alert Medication.
• Peran perawat dalam memberikan medikasi
• Prinsip pemberian medikasi
(iv). Correct Site, Procedure, Patient.
• Check : benar pasien, benar prosedur, dan benar area pembedahan
• Persiapan pasien
• Pendidikan kesehatan




(v). Prevention of Infection.
• Cuci tangan dilakukan perawat, pasien, keluarga, dan pengunjung
• Kepatuhan cuci tangan pasien, keluarga, dan pengunjung
• Pencegahan dan pengendalian infeksi oleh perawat dalam melakukan tindakan dan prosedur
(vi). Prevention of Falls.
• Pengkajian dengan instrumen yang tepat
• Intervensi dan implementasi
• Monitoring

3. Menurut (Thompson D, 1998) :
-Keuntungan EBNP dalam tatanan praktik keperawatan ada 2 yaitu dapat memberikan pelayanan yang terbaik, sedangkan yang kedua yaitu bisa menggunakan sumber daya yang terbaik dan terpercaya
-Kerugian EBNP dalam tatanan praktik keperawatan yaitu dapat membatasi autonomi professional

4. Hambatan dari perawat untuk menggunakan EBNP dalam praktik sehari-hari telah dikutip dalam berbagai penelitian, diantaranya (DiNesco dan Cullum, 1998) antara lain :
1)    Kurangnya nilai untuk penelitian dalam praktek
2)    Kesulitand alam mengubah praktek
3)    Kurangnya dukungan administratif
4)    Kurangnya mentor berpengetahuan
5)    Kurangnya waktu untuk melakukan penelitian
6)    Kurangnya pendidikan tentang proses penelitian
7)    Kurangnya kesadaran tentang praktek penelitian atau berbasis bukti
8)    Laporan Penelitian/artikel tidak tersedia
9)    Kesulitan mengakses laporan penelitian dan artikel
10)    Tidak ada waktu dalam bekerja untuk membaca penelitian
11)    Kompleksitas laporan penelitian
12)    Kurangnya pengetahuan tentang EBNP dan kritik dari artikel
13)    Merasa kewalahan















Daftar Pustaka

Chandra Bagus R, 2014. Application of EBN to International Patient Safety Goals. Proceeding Seminar Ilmiah Nasional Keperawatan 2014. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.

DiCenso A, Cullum N, Ciliska D., 1998. Implementing evidence-based nursing: sorne misconceptions. Evid Based Nurse.

Ingersoll G. Evidence-based nursing: what it is and isn't. Nurse Outlook 2000;48:l5l'2.

Thompson D, 1998. Why Evidence-based Nursing? Nursing Standard, 13 (9), 58-59."


Nabila Hanin Lubnatsary

pada : 02 September 2017


"NAMA: NABILA HANIN LUBNATSARY
NIM: 131611133011
JAWABAN:
1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Sebelumnya, Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah aplikasi yang telah ditemukan oleh peneliti ilmiah untuk penggunaan bukti eksternal dan internal serta untuk mengetahui masalah kesehatan dan pengambilan keputusan dalam pelayanan kesehatan. Selain itu, EBNP memungkinkan perawat untuk meningkatkan kemampuan klinis dengan penelitian terkini. Singkatnya, evidence dalam EBNP adalah bukti atau fakta perawat dalam melakukan asuhan keperawatan, yaitu pengkajian, diagnosa, perencanaan, intervensi dan evaluasi keperawatan. Jadi saat perawat akan melakukan tindakan keperawatan, dan apabila ditanya “darimana kamu tahu?”, maka ia akan menjawab sesuai dengan apa yang ia baca dari sumber yang ada.
Sumber: Kang, Y & Yang I-S 2016. ‘Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses’. Applied Nursing Reaserch, vol. 31, pp 46-51. Available from: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002335?via%3Dihub [30 Agustus 2017]

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasinya yaitu penelitian yang dilakukan oleh perawat. Dalam artikel yang berjudul “The role of organizational context and individual nurse characteristics in explaining variation in use of information technologies in evidence based practice” perawat membuat The Promoting Action on Research Implementation in Health Services dengan menyediakan kerangka kerja untuk pembelajaran mengenai dampak penyediaan sumber daya melalui praktik berbasis bukti yang didukung PDA, dapat juga digunakan untuk mempelajari variabel organisasi, teknologi, dan SDM. Keberhasilan penerapan bukti ke dalam praktik dikonseptualisasikan menjadi fungsi hubungan antara: sifat dari bukti; terjadi perubahan praktik (budaya yang berlaku, kepemimpinan, pengukuran dan umpan balik).
Sumber: Doran, D et al 2012. ‘The role of organizational context and individual nurse characteristics in explaining variation in use of information technologies in evidence based practice’. BioMed Central, vol. 122, no. 7, pp 1-44. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3543384/ [30 Agustus 2017]

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungannya adalah tidak ada tindakan yang salah dalam melakukan asuhan keperawatan, perawat jadi lebih mudah dalam meningkatkan kemampuan klinis, perawat secara otomatis tahu sumber mana yang terbaik untuknya, dan meminimalisir tindakan yang tidak berbasis fakta atau bukti yang adekuat. Kerugiannya adalah EBNP mungkin juga menghasilkan perawatan yang tidak manusiawi karena terlalu focus pada sumber yang ada tanpa memperhatikan kondisi riil pasien (karena bisa saja kondisi pasien yang dihadapi berbeda dengan kondisi pasien yang ada di sumber).
Sumber: Matthew, J 2016. ‘Evidence-based practice: A framework for clinical practice and research design’. International Journal of Nursing Practice, pp 248-251. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16942511 [30 agustus 2017]

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
1) Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan,
2) Prasangka terhadap niat perawat untuk meningkatkan kemampuan praktik mereka
3) Kurangnya pelatihan untuk perawat dalam menerapkan EBNP dan
4) Isu yang terkait dengan pengurangan tenaga kerja.
Sumber: Correa-de-Araujo, R 2015. Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions. Health Care Women Int, vol. 37, no. 1, pp 2-22. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/ [2 September 2-17]
"


Muhammad Rezza Romadlon

pada : 03 September 2017


"NAMA MAHASISWA : MUHAMMAD REZZA ROMADLON
NIM : 131611133126
JAWABAN :
1. Yang di maksud dengan evidence dalam EBNP adalah bukti yang digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan di pelayanan kesehatan, bukti yang dimaksud adalah bukti eksternal ( Hasil penelitian, teori-teori yang lahir dari penelitian, pendapat dari ahli, hasil dari diskusi panel para ahli ) dan bukti internal/clinical expertise ( penilaian klinis, Hasil dari proyek peningkatan kualitas dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan klinik, hasil dari pengkajian dan evaluasi pasien, alasan klinis, evaluasi dan penggunaan sumber daya tenaga kesehatan yang diperlukan untuk melakukan treatment yang dipilih, mencapai hasil yang diharapkan. )
( sumber artikel : http://fik.um-surabaya.ac.id/sites/default/files/bahan_kuliah/Konsep%20Evidence%20Based%20Practice%20in%20Nursing%20%28EBPN%29%20%26%207%20steps.pptx )
2. aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia adalah pengambilan keputusan di pelayanan kesehatan, sebelum membuat keputusan klinik yang terbaik bagi pasien, perawat harus mempertimbangkan dan mengacu pada hasil-hasil penelitian terkini, hasil – hasil penelitian tidak dapat berdiri sendiri sebagai bukti ilmiah tunggal, namun harus disertai dengan pengalaman praktik terbaik yang dilakukan oleh perawat. Dengan hasil penelitian, perawat dapat menggerakkan orang lain untuk berbuat sesuatu yang baru berdasarkan kebutuhan, perkembangan dan aspirasi individu, keluarga, kelompok atau masyarakat.
( sumber artikel : http://manajemenrumahsakit.net/wp-content/uploads/2012/11/dewi-Irawaty-MA-PhD_-Penerapan-Praktik-Keperawatan-Propesional.pdf )
3. keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan yaitu:
Keuntungan
- Keputusan yang digunakan lebih baik karena berdasarkan fakta seperti hasil hasil penelitian
- Memberikan pelayanan yang terbaik
- Terbentuknya kerjasama antara perawat klinik dan perawat peneliti
Kerugian
- Butuh waktu lebih lama untuk menerapkan EBNP
- Tidak semua perawat memahami metode EBNP
- proses menggabungkan temuan kualitas penelitian yang baik dalam praktik keperawatan tidaklah mudah
( sumber artikel : https://media.neliti.com/media/publications/130265-ID-none.pdf )
4. Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP adalah:
a. Penelitian yang dilakukan oleh perawat kadang tidak dapat menjamin bahwa hal tersebut dapat diterapkan dalam praktek sehari-hari. Hal ini terkait desain penelitian yang digunakan, proses dalam pemilihan sampel, instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data, atau analisis data yang dilakukan.
b. Masih banyak perawat yang belum mengetahui cara mengakses hasil-hasil penelitian, mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.
c. Di beberapa tempat, suasana tempat kerja tidak mendukung adanya penggunaan hasil penelitian.
d. Masih adanya kesulitan untuk menggabungkan antara perawat klinisi dan perawat peneliti untuk berinteraksi dan berkolaborasi terkait penelitian.
( sumber artikel : http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/308 )
"


Yuliani Puji Lestari

pada : 03 September 2017


"1. Evidence atau Kunci penggunaan bukti/hasil penelitian adalah adalah integrasi bukti penelitian terbaik dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memfasilitasi pembuatan keputusan klinis dengan memastikan bahwa desain penelitian yang tepat digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Jadi Evidence merupakan suatu kunci karena evidence adalah bukti yang jika tidak dilngkapi dengan evidence maka hal itu tidak dapat dijadikan sebagai rujukan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dan keperawatan.
Sumber : Hole, Grete Oline., et al. (2016). Educating change agents: a qualitative descriptive study of graduates of a Master’s program in evidence-based practice. 16: 71. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4768336/
2. EBNP digunakan dalam proses keperawatan
1. Tahap pengkajian, perawat mengumpulkan informasi untuk mengkaji kebutuhan pasien dari berbagai sumber.
2. Tahap penegakkan diagnosis, hasil penelitian yang dapat digunakan antara lain adalah hal yang terkait membuat diagnosis keperawatan secara lebih akurat.
3. Tahap perencanaan, hasil penelitian yang dapat digunakan antara lain yang mengindikasikan intervensi keperawatan tertentu yang efektif untuk diaplikasikan.
4. Tahap intervensi/implementasi Idealnya, perawat yang bertanggung jawab akan melakukan intervensi keperawatan yang sebanyak mungkin didasarkan pada hasil-hasil penelitian.
5. Tahap evaluasi, hasil penelitian yang dapat digunakan pada tahap ini adalah hal yang terkait keberhasilan ataupun kegagalan dalam suatu pemberian asuhan keperawalan.
Sumber : Dalheim , Ann., Harthug , Stig., Nilsen, Roy M., Nortvedt , Monica W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research. 1-10.
3. Keuntungan menggunakan metode EBNP adalah memberikan data pada perawat praktisi berdasarkan bukti ilmiah agar dapat memberikan perawatan secara efektif dengan menggunakan hasil penelitian yang terbaik, menyelesaikan masalah yang ada di tempat pemberian pelayanan terhadap pasien, mencapai kesempurnaan dalam pemberian asuhan keperawatan dan jaminan standar kualitas"dan untuk memicu adanya inovasi.
Sumber : Saterfield, Jason M. (2009). Toward a Transdisciplinary Model of Evidence-Based Practice. 87(2): 368–390. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2698591/
Kerugian menggunakan metode EBNP adalah membatasi autonomi professional perawat.
Sumber : de-Araujo, Rosaly Correa, M.D., M.Sc., Ph.D. (2016). Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions. Health Care Women Int; 37(1): 2–22. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/
4. Hambatan : karena beban kerja yang berat, mereka tidak dapat mengikuti perkembangan dengan bukti baru. Tiga hambatan utama untuk mengadopsi EBP adalah kurangnya waktu, ketidakmampuan untuk memahami persyaratan statistik, dan pemahaman yang tidak memadai tentang jargon yang digunakan dalam artikel penelitian. Salah satu yang menjadi hambatan Sumber : Foo, Schubert, PhD., et al. (2011). Adopting evidence-based practice in clinical decision making: nurses' perceptions, knowledge, and barriers. 99(3): 229–236. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3133901/
"


REGYANA MUTIARA GUTI

pada : 03 September 2017


"NAMA: REGYANA MUTIARA GUTI
NIM: 131611133013
JAWABAN:
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab:
Evidence Based Nursing Practice (EBNP) adalah pendekatan pemecahan masalah terhadap perawatan klinis yang menggabungkan penggunaan bukti terbaik saat ini dari studi yang dirancang atau pendekatan interdisiplin terhadap praktik klinis yang sistematis untuk memecahkan masalah klien yang didesain dengan baik, perhatian pasien, dan pilihan pasien. Bukti dari pengertian ini dapat berupa jurnal atau artikel ilmiah. Evidence dalam EBNP dapat diartikan juga sebagai pemanfaatan bukti ilmiah secara seksama, ekplisit dan bijaksana dalam pengambilan keputusan untuk tatalaksana pasien dalam layanan keperawatan. Artinya mengintegrasikan kemampuan klinis individu dengan bukti ilmiah yang terbaik yang diperoleh dengan penelusuran informasi secara sistematis.

Daftar Pustaka:
Flodgren, G., Rojas-Reyes, M. X., Cole, N., & Foxcroft, D. R. (2014). Effectiveness of organisational infrastructures to promote evidence-based nursing practice. 3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4204172/pdf/emss-57134.pdf (Diakses pada 30 Agustus 2017, pukul 11.20)


2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Salah satu contoh aplikasi evidence adalah perawat melakukan penelitian yang berjudul “Translation, adaptation and psychometric testing of a tool for measuring nurses’ attitudes towards research in Indonesian primary health care” bertujuan untuk untuk menerjemahkan, menyesuaikan dan menguji secara psikometrik sikap Perawat terhadap kesadaran akan penelitian dan pemanfaatan penelitian perawatan kesehatan primer di Indonesia. Proses penerjemahan dilakukan dengan menerapkan metode forward dan back-translation. Pengujian psikometri ini dilakukan dengan menggunakan analisis faktor dan Koefisien alfa Cronbach pada sampel 92 perawat kesehatan primer di Kalimantan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan validitas konten dan keandalan homogenitas dapat diterima, namun tidak membangun validitas dalam setting di Indonesia.

Daftar Pustaka:
Rachmawati, K., Schultz, T., & Cusack, L. (2017). Translation, adaptation and psychometric testing of a tool for measuring nurses’ attitudes towards research in Indonesian primary health care. wileyonlinelibrary.com/journal/nop2 Nursing Open, 96-107. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5340165/ (Diakses pada tanggal 30 Agustus 2017, pukul 12.45)


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Banyak keuntungan yang dapat diperoleh dari metode ini, antara lain membantu meningkatkan kolaborasi dengan tim kesehatan, meningkatkan pelayanan yang bersumber dari penelitian, menurunkan biaya perawatan, membantu orang lain untuk mengerti apa yang dilakukan oleh perawat, diperlukan untuk standar praktek profesional, meningkatkan partisipasi klien dalam perawatan, meningkatkan otonomi pasien, meningkatkan perawatan yang spesifik untuk masing-masing individu, meningkatkan efisiensi, menjaga keberlangsungan dan koordinasi perawatan, dan meningkatkan kepuasan kerja.
Kerugian dari metode ini adalah minimnya waktu dan keterampilan yang tersedia untuk menemukan atau mengelola bukti penelitian dan kurangnya akses terhadap informasi.

Daftar Pustaka:
Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/ Atau http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367 (Diakses pada tanggal 30 Agustus 2017, pukul 11.50)

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
a. Keterbatasan waktu
b. Tingginya beban kerja perawat
c. Rasio pasien yang tinggi terhadap satu perawat
d. Budaya organisasi rumah sakit yang tidak memungkinkan perawat untuk mencari atau membaca artikel penelitian selama jam kerja
e. Kurangnya kewenangan untuk mengubah praktik
f. Akses terhadap sumber daya yang buruk
g. Pengetahuan yang tidak memadai

Daftar Pustaka:
Kang, Younhee; Yang, In-Suk;. (2016). Evidence-Based Nursing Practice and its Correlates Among Korean Nurses , 46-51. http://ac.els-cdn.com/S0897189715002335/1-s2.0-S0897189715002335-main.pdf?_tid=e4c617ce-8e06-11e7-a649-00000aab0f6b&acdnat=1504154773_4f7c4d64b07a54d6209ade4f8fad5a5b. (Diakses pada tanggal 30 Agustus 2017, pukul 13.49)"


Dwi Yanti Rachmasari Tartila

pada : 03 September 2017


"1. Apakah yang dimasud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-Based Nursing Practice adalah pendekatan yang membutuhkan keputusan tentang perawatan kesehatan harus didasarkan pada bukti terbaik yang tersedia, terkini, valid, relevan. Selain itu, keputusan berbasis bukti seharusnya dibuat oleh mereka yang menerima perawatan, diinformasikan dengan benar, dan pengetahuan eksplisit dari perawat yang memberikan perawatan kepada klien. Evidence-Based Nursing Practice berfungsi sebagai aset berharga bagi perawat, administrator dan praktisi yang ingin memperbaiki pemahaman mereka tentang informatika keperawatan. Bukti perlu dievaluasi untuk kualitas dan relevansinya dengan perawatan pasien. Inisiatif seperti Joanna Briggs Institute, dan pengakuan keperawatan sebagai disiplin oleh kolaborator Cochrane, membuat langkah nyata untuk menilai kualitas bukti tersebut. Demikian pula perlu ada terjemahan yang lebih cepat dari temuan penelitian berkualitas tinggi yang diterjemahkan ke dalam pedoman praktik klinis. Mengingat jumlah penelitian kualitatif dalam keperawatan, penelitian yang sedang berlangsung mengenai penilaian kualitas penelitian ini dalam proses paralel ke Cochrane penting dilakukan. Bab ini telah menempatkan penekanan besar pada strategi manajemen perubahan yang bervariasi, dan fleksibel untuk menerjemahkan bukti ke dalam praktik. Tidak peduli pendekatan apa yang diambil, jelas bahwa kepemilikan perubahan oleh dokter yang terlibat sangat penting untuk kesuksesan. Dalam sebuah buku tentang informatika keperawatan, ini adalah isu penting bagi disiplin baru ini untuk dipeluk. Akhirnya, evaluasi setiap inisiatif yang dimaksudkan untuk menerjemahkan bukti ke dalam praktik adalah penting. Hanya dengan umpan balik ini, metode akan diperbaiki dan inovasi berbasis bukti penting untuk perawatan pasien terjamin.

Campbell,Steven. Translation of Evidence into Practice. https://e-resources.perpusnas.go.id:2089/gateway/chapter/full-text-html/48923 [01 September 2017]
Hollemen G,dkk. Promotion of Evidence-Based Practice by Professional Nursing Associations. 2006. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16553678 ) [01 September 2017]
2. Berikan contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia!
Penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia dapat dicontohkan dengan adanya rekam medis yang digunakan oleh perawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk melakukan tindakan asuhan keperawatan. Rekam medis tersebut dapat dijadikan sebagai bukti sumber hukum. Dalam melakukan setiap tindakan tersebut seorang perawat haruslah menuliskan semua tindakan tersebut ke dalam rekam medis yang tersedia. dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perawat berpengalaman mungkin merupakan sumber untuk menerapkan praktik keperawatan berdasarkan bukti. Perawat yang berpengalaman dapat bertindak sebagai fasilitator yang membantu rekan kerja untuk menyusun pertanyaan yang tepat sebagai dasar pencarian dalam literatur dan menilai secara kritis temuan yang relevan. Fasilitasi sangat penting untuk keberhasilan penerapan praktik berbasis bukti. Sebuah prasyarat untuk kesuksesan ini juga bahwa fasilitator ditawarkan pelatihan dalam metode praktik berbasis bukti. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perawat sering menggunakan kebijakan dan protokol rumah sakit sebagai sumber informasi. Oleh karena itu, berdasarkan kebijakan profesional berbasis bukti yang baik, pedoman dan protokol harus digunakan dengan menggunakan alat bukti dan pengetahuan klinis terbaik yang ada untuk memastikan bahwa penelitian diintegrasikan ke dalam praktik klinis. Persepsi yang keliru adalah bahwa pengenalan bukti, misalnya pedoman atau protokol berbasis bukti dipandang sebagai proses teknis linier pada tingkat individu. Memiliki pedoman berdasarkan bukti terbaik dan mudah diakses dalam sistem pengelolaan dokumen organisasi tidak menjamin bahwa mereka akan digunakan. Langkah-langkah efektif untuk implementasi diperlukan untuk ini, namun penelitian yang dilakukan sejauh ini tidak menunjukkan tindakan mana yang paling efektif.
Woi-Hyun S.Hong. Evidence-Based Nursing Practice for Health Promotion in Adults with Hypertension: A Literature Review. 2010. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon [01 September 2017]

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode ENBP dalam tatanan praktik keperawatan?
Banyak studi keperawatan telah menunjukkan dampak positif keperawatan pada hasil pasien. Pada awal tahun 1988, sebuah meta-analisis penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki 28% hasil perilaku, pengetahuan, fisiologis, dan psikososial yang lebih baik ketika intervensi keperawatan didasarkan pada bukti ilmiah daripada praktik tradisional (Heater, Becker, dan Olson, 1988) . Dalam sebuah laporan dari NINR di tahun 2006, 10 studi keperawatan patut dicontoh disoroti dalam Mengubah Praktik, Mengubah Hidup (National Institute of Nursing Research, 2006). Saat ini, beberapa inisiatif berbasis bukti berfokus pada pengembangan sumber berbasis bukti yang siap pakai. Dalam pengaturan perawatan jangka panjang misalnya, program Advancing Excellence in America's Nursing Homes memimpin upaya untuk mendorong, membantu, dan memberdayakan panti jompo di seluruh negeri untuk meningkatkan kualitas perawatan dan kehidupan bagi warga berdasarkan bukti yang berkaitan dengan satu set. Catatan Kesehatan Elektronik menjadi standar untuk perawatan di banyak organisasi, dan akan memberi kesempatan baru untuk praktik yang dapat dievaluasi karena data pasien dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan pendekatan yang paling efektif dan efisien untuk kondisi dan sub-populasi tertentu. Perawat akan memainkan peran penting dalam perancangan konseptual sistem informasi untuk memastikan bahwa data yang sesuai dikumpulkan, dan data tersebut digunakan untuk mengevaluasi praktik kualitas dan panduan. Jadi dapat disimpulkan bahwa keuntungan dalam Evidence-Based Nursing Practice yaitu memberikan hasil asuhan keperawatan yang lebih baik kepada pasien, dan dapat dijadikan standar praktik keperawatan. Tujuan EBN memberikan data pada perawat praktisi berdasarkan bukti ilmiah agar dapat memberikan perawatan secara efektif dengan menggunakan hasil penelitian yang terbaik, menyelesaikan masalah yang ada di tempat pemberian pelayanan terhadap pasien, mencapai kesempurnaan dalam pemberian asuhan keperawatan dan jaminan standar kualitas"dan untuk memicu adanya inovasi (Grinspun, Virani & Bajnok, 2OOll2OO2). Sedangkan kerugian dalam penggunaan Evidence-Based Nursing Practice antara lain kurangnya akses terhadap bukti ilmiah, dan kurangnya pengetahuan keperawatan dalam menelaah penggunaan Evidence-based Nursing Practice tersebut.

Miller, Lois L;Ward Deborah;Young, Heather M. Evidence-Based Practice in Nursing. 2010. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/742470450/fulltextPDF/3B7FEBCBC04C4FB6PQ/1?accountid=25704 [01 September 2017]
Jennings, MB.dkk. Misconceptions Among Nurses about Evidence-Based Practice. 2001. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236442660?pq-origsite=summon [02 September 2017]

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang menghambat implementasi EBNP antara lain keterbatasan waktu, keterbatasan akses terhadap literature, kurangnya pelatihan terkait usaha untuk mencari informasi dan keterampilan dalam mengkritisi hasil penelitian, ideologi yang menekankan praktek dibandingkan dengan pengetahuan intelektual, dan lingkungan kerja tidak mendukung dalam usaha mencari informasi hasil penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh perawat terkadang tidak dapat menjamin bahwa hal tersebut dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari, yang mana masih banyak perawat yang belum mengetahui cara mengakses hasil penelitian tersebut serta bagaimana mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar pengambilan keputusan. Selain itu, masih adanya kesulitan untuk menggabungkan antara perawat klinisi dan perawat peneliti yang seharusnya dapat berkolaborasi untuk mengimplementasi penggunaan Evidence-Based Nursing Practice dalam praktik keperawatan.
Marita, GT. The Evidence-Based Practice Implementation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/ [02 September 2017]
"


Dwi Yanti Rachmasari Tartila

pada : 03 September 2017


"NAMA : Dwi Yanti Rachmasari Tartila
NIM : 131611133112
KELAS : A3


1. Apakah yang dimasud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-Based Nursing Practice adalah pendekatan yang membutuhkan keputusan tentang perawatan kesehatan harus didasarkan pada bukti terbaik yang tersedia, terkini, valid, relevan. Selain itu, keputusan berbasis bukti seharusnya dibuat oleh mereka yang menerima perawatan, diinformasikan dengan benar, dan pengetahuan eksplisit dari perawat yang memberikan perawatan kepada klien. Evidence-Based Nursing Practice berfungsi sebagai aset berharga bagi perawat, administrator dan praktisi yang ingin memperbaiki pemahaman mereka tentang informatika keperawatan. Bukti perlu dievaluasi untuk kualitas dan relevansinya dengan perawatan pasien. Inisiatif seperti Joanna Briggs Institute, dan pengakuan keperawatan sebagai disiplin oleh kolaborator Cochrane, membuat langkah nyata untuk menilai kualitas bukti tersebut. Demikian pula perlu ada terjemahan yang lebih cepat dari temuan penelitian berkualitas tinggi yang diterjemahkan ke dalam pedoman praktik klinis. Mengingat jumlah penelitian kualitatif dalam keperawatan, penelitian yang sedang berlangsung mengenai penilaian kualitas penelitian ini dalam proses paralel ke Cochrane penting dilakukan. Bab ini telah menempatkan penekanan besar pada strategi manajemen perubahan yang bervariasi, dan fleksibel untuk menerjemahkan bukti ke dalam praktik. Tidak peduli pendekatan apa yang diambil, jelas bahwa kepemilikan perubahan oleh dokter yang terlibat sangat penting untuk kesuksesan. Dalam sebuah buku tentang informatika keperawatan, ini adalah isu penting bagi disiplin baru ini untuk dipeluk. Akhirnya, evaluasi setiap inisiatif yang dimaksudkan untuk menerjemahkan bukti ke dalam praktik adalah penting. Hanya dengan umpan balik ini, metode akan diperbaiki dan inovasi berbasis bukti penting untuk perawatan pasien terjamin.

Campbell,Steven. Translation of Evidence into Practice. https://e-resources.perpusnas.go.id:2089/gateway/chapter/full-text-html/48923 [01 September 2017]
Hollemen G,dkk. Promotion of Evidence-Based Practice by Professional Nursing Associations. 2006. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16553678 ) [01 September 2017]
2. Berikan contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia!
Penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia dapat dicontohkan dengan adanya rekam medis yang digunakan oleh perawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk melakukan tindakan asuhan keperawatan. Rekam medis tersebut dapat dijadikan sebagai bukti sumber hukum. Dalam melakukan setiap tindakan tersebut seorang perawat haruslah menuliskan semua tindakan tersebut ke dalam rekam medis yang tersedia. dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perawat berpengalaman mungkin merupakan sumber untuk menerapkan praktik keperawatan berdasarkan bukti. Perawat yang berpengalaman dapat bertindak sebagai fasilitator yang membantu rekan kerja untuk menyusun pertanyaan yang tepat sebagai dasar pencarian dalam literatur dan menilai secara kritis temuan yang relevan. Fasilitasi sangat penting untuk keberhasilan penerapan praktik berbasis bukti. Sebuah prasyarat untuk kesuksesan ini juga bahwa fasilitator ditawarkan pelatihan dalam metode praktik berbasis bukti. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa perawat sering menggunakan kebijakan dan protokol rumah sakit sebagai sumber informasi. Oleh karena itu, berdasarkan kebijakan profesional berbasis bukti yang baik, pedoman dan protokol harus digunakan dengan menggunakan alat bukti dan pengetahuan klinis terbaik yang ada untuk memastikan bahwa penelitian diintegrasikan ke dalam praktik klinis. Persepsi yang keliru adalah bahwa pengenalan bukti, misalnya pedoman atau protokol berbasis bukti dipandang sebagai proses teknis linier pada tingkat individu. Memiliki pedoman berdasarkan bukti terbaik dan mudah diakses dalam sistem pengelolaan dokumen organisasi tidak menjamin bahwa mereka akan digunakan. Langkah-langkah efektif untuk implementasi diperlukan untuk ini, namun penelitian yang dilakukan sejauh ini tidak menunjukkan tindakan mana yang paling efektif.
Woi-Hyun S.Hong. Evidence-Based Nursing Practice for Health Promotion in Adults with Hypertension: A Literature Review. 2010. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon [01 September 2017]

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode ENBP dalam tatanan praktik keperawatan?
Banyak studi keperawatan telah menunjukkan dampak positif keperawatan pada hasil pasien. Pada awal tahun 1988, sebuah meta-analisis penelitian menunjukkan bahwa pasien memiliki 28% hasil perilaku, pengetahuan, fisiologis, dan psikososial yang lebih baik ketika intervensi keperawatan didasarkan pada bukti ilmiah daripada praktik tradisional (Heater, Becker, dan Olson, 1988) . Dalam sebuah laporan dari NINR di tahun 2006, 10 studi keperawatan patut dicontoh disoroti dalam Mengubah Praktik, Mengubah Hidup (National Institute of Nursing Research, 2006). Saat ini, beberapa inisiatif berbasis bukti berfokus pada pengembangan sumber berbasis bukti yang siap pakai. Dalam pengaturan perawatan jangka panjang misalnya, program Advancing Excellence in America's Nursing Homes memimpin upaya untuk mendorong, membantu, dan memberdayakan panti jompo di seluruh negeri untuk meningkatkan kualitas perawatan dan kehidupan bagi warga berdasarkan bukti yang berkaitan dengan satu set. Catatan Kesehatan Elektronik menjadi standar untuk perawatan di banyak organisasi, dan akan memberi kesempatan baru untuk praktik yang dapat dievaluasi karena data pasien dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan pendekatan yang paling efektif dan efisien untuk kondisi dan sub-populasi tertentu. Perawat akan memainkan peran penting dalam perancangan konseptual sistem informasi untuk memastikan bahwa data yang sesuai dikumpulkan, dan data tersebut digunakan untuk mengevaluasi praktik kualitas dan panduan. Jadi dapat disimpulkan bahwa keuntungan dalam Evidence-Based Nursing Practice yaitu memberikan hasil asuhan keperawatan yang lebih baik kepada pasien, dan dapat dijadikan standar praktik keperawatan. Tujuan EBN memberikan data pada perawat praktisi berdasarkan bukti ilmiah agar dapat memberikan perawatan secara efektif dengan menggunakan hasil penelitian yang terbaik, menyelesaikan masalah yang ada di tempat pemberian pelayanan terhadap pasien, mencapai kesempurnaan dalam pemberian asuhan keperawatan dan jaminan standar kualitas"dan untuk memicu adanya inovasi (Grinspun, Virani & Bajnok, 2OOll2OO2). Sedangkan kerugian dalam penggunaan Evidence-Based Nursing Practice antara lain kurangnya akses terhadap bukti ilmiah, dan kurangnya pengetahuan keperawatan dalam menelaah penggunaan Evidence-based Nursing Practice tersebut.

Miller, Lois L;Ward Deborah;Young, Heather M. Evidence-Based Practice in Nursing. 2010. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/742470450/fulltextPDF/3B7FEBCBC04C4FB6PQ/1?accountid=25704 [01 September 2017]
Jennings, MB.dkk. Misconceptions Among Nurses about Evidence-Based Practice. 2001. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236442660?pq-origsite=summon [02 September 2017]

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang menghambat implementasi EBNP antara lain keterbatasan waktu, keterbatasan akses terhadap literature, kurangnya pelatihan terkait usaha untuk mencari informasi dan keterampilan dalam mengkritisi hasil penelitian, ideologi yang menekankan praktek dibandingkan dengan pengetahuan intelektual, dan lingkungan kerja tidak mendukung dalam usaha mencari informasi hasil penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh perawat terkadang tidak dapat menjamin bahwa hal tersebut dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari, yang mana masih banyak perawat yang belum mengetahui cara mengakses hasil penelitian tersebut serta bagaimana mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar pengambilan keputusan. Selain itu, masih adanya kesulitan untuk menggabungkan antara perawat klinisi dan perawat peneliti yang seharusnya dapat berkolaborasi untuk mengimplementasi penggunaan Evidence-Based Nursing Practice dalam praktik keperawatan.
Marita, GT. The Evidence-Based Practice Implementation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/ [02 September 2017]
"


NIMATUSH SHOLEHA

pada : 03 September 2017


"NAMA MAHASISWA: Ni'matush Sholeha
NIM: 131611133009
JAWABAN:
1.Evidence dalam evidence based nursing practice yaitu konsep bukti yang sudah ada ditafsirkan dalam kaitannya dengan pengertian tentang bukti dan rasionalitas. Evidence merupakan konsep inti dalam hukum. Dalam istilah hukum evidence dapat digunakan untuk menolak atau menguatkan masalah yang sedang dihadapi. Evidence yang digunakan untuk menginformasikan praktik dan kebijakan yang telah dilteliti.
Malone, J, R, Seers, K, Titchen, A, Harvey, G, Kitson, A & McCorack, B 2004, ‘NURSING AND HEALTH CARE MANAGEMENT AND POLICY What counts as evidence in evidence-based practice?’, Journal of Advenced Nursing, vol. 47, no. 1, hh. 81-90 (http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1365-2648.2004.03068.x/abstract)

2.Aplikasi evidence based practice yaitu salah satunya diterapkan pada proses kehamilan dan melahirkan yang diterapkan di rumah sakit yang salah satunya dilakukan oleh profesi perawat. Praktik yang dilakukan oleh kebanyakan rumah sakit yaitu bentuk perawatan traksi tali pusat yang dikendalikan, salah satu komponen aktif pengelolaan tahap ketiga persalinan, dan pelacakan eklampsia dengan menggunakan magnesium sulfat. Penerapan evidence based practice dalam hal ini untuk mendorong perawat agar menggunakan praktik yang terbukti bermanfaat dan menghilangkan pengunaan yang terbukti tidak efektif atau berbahaya. Penerapan evidence based practice pada proses kehamilan dan melahirkan mengarah pada pengurangan dalam kematian dan mortalitas maternal dan neonatal.
The SEA-ORCHID Study Group 2008, ‘Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project: e2646’, EBP in SEA-ORCHID Project, vol. 3, no. 7, hh. 1-8 (https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312318287?pq-origsite=summon)

3.Keuntungan penggunaan evidence based nursing practice dalam keperawatan yaitu mengubah dari temuan praktik yang telah lama dan cara inovatif untuk melakukan perubahan. Perubahan praktik tersebut dapat mengurangi waktu yang terbuang, intervensi yang tepat dan peningkatan hasil pasien. pemecahan masalah akan sangat bermanfaat secara profesional untuk paara perawat. Kerugiannya yaitu ketidakpuasaan dengan proses, ketidakmampuan dalam menciptakan perubahan atau waktu yang tidak memadai untuk melakukan perubahan.
Davidson, J, E & Brown, C 2014, ‘ Evaluation of Nurse Engagement in Evidence-Based Practice’, AACN Advanced Critical Care, vol. 25, no. 1, hh. 43-55 (http://acc.aacnjournals.org/content/25/1/43)

4.Hambatan menggunakan evidence based practice mencangkup faktor waktu, terbatasnya akses terhadap literatur, kurangnya kemampuan staff untuk mengevaluasi secara kritis empiris penelitian, minat yang terbatas terhadap penyelidikan ilmiah, lingkungan kerja yang tidak mendukung, tidak memadai sumber daya penelitian, dan wewenang terbatas untuk mengubah praktik berdasarkan praktik temuan penelitian. Dalam praktik keperawatan yaitu intimidasi bahwa banyak perawat mengungkapakan karena keterbatasan pengetahuan mereka terhadap proses penelitian. Perawat sering merasa tidak tahu metode penelitian dan analisis statistik. Beberapa penilitian menemukan banyak perawat tidak mau atau tidak dapat berlatih menggunkan EBP karena persepsi kurangnya kekuatan dan keterbatasan untuk membuat perubahan dalam setting praktik mereka.
Hockenberry, M, Wilson, D & Barrera, P 2006, ‘Implementing Evidence-Based Nursing Practice in a Pediatric Hospital’, Pediatric Nursing, vol. 32, no. 4, hh. 371-377 (http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.88-2004&ctx_enc=info%3Aofi%2Fenc%3AUTF-8&rfr_id=info%3Asid%2Fsummon.serialssolutions.com&rft_val_fmt=info%3Aofi%2Ffmt%3Akev%3Amtx%3Ajournal&rft.genre=article&rft.atitle=Implementing+Evidence-Based+Nursing+Practice+in+a+Pediatric+Hospital&rft.jtitle=Pediatric+Nursing&rft.au=Marilyn+Hockenberry&rft.au=David+Wilson&rft.au=Patrick+Barrera&rft.date=2006-07-01&rft.pub=Anthony+J.+Jannetti%2C+Inc&rft.issn=0097-9805&rft.volume=32&rft.issue=4&rft.spage=371&rft.externalDocID=1118048381¶mdict=en-US)


"


Desi Choiriyani

pada : 03 September 2017


"NAMA : DESI CHOIRIYANI
NIM : 131611133021
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab:
Evidence-Based Nursing Practice merupakan standarisasi praktik perawatan kesehatan berdasarkan bukti terbaik yang tersedia untuk meminimalkan variasi perawatan dan menghindari hasil kesehatan yang tidak diinginkan. Etimologi evidence adalah konsep, pengalaman berkaitan dengan apa yang nyata dan jelas (Upshur 2001). Dalam perawatan kesehatan konsep evidence ada kaitannya dengan pengertian tentang bukti dan rasionalitas, mencakup praktik berdasarkan bukti, keperawatan berdasarkan bukti, pedoman berdasarkan bukti, pengambilan keputusan berdasarkan bukti, pembuatan kebijakan berdasarkan bukti dan pilihan pasien yang terinformasi dengan bukti. (Sackett et al. 1997) mendefinisikan evidence dalam Evidence-Based Practice yaitu sebagai penelitian yang digunakan dalam pengalaman klinis praktisi dan preferensi pasien.
Jo Rycroft-Malone, Kate Seers, Angie Titchen, Gill Harvey, Alison Kitson, Brendan McCormack, 2004, ‘Nursing And Health Care Management And Policy’, Journal of Advanced Nursing, vol 47, no. 1, pp. 81-90. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/15186471 [31 Agustus 2017]
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawab:
Aplikasi penggunaan Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) telah diterapkan di Negara berkembang di empat Negara Asia Tenggara yaitu, Malaysia, Filipina, Thailand, dan Indonesia tepatnya di Rumah Sakit Dr Sardjito, Yogyakarta. Aplikasi EBNP diterapkan dengan perawatan berbasis bukti dan peningkatan pengetahuan penerapan praktik klinis kesehatan untuk menjelaskan bukti empiris praktik terkini pada aspek-aspek kunci perawatan kesehatan ibu dan perinatal. Praktik klinis yang diroekomendasikan diklarifikasikan menurut periode perawatan kehamilan antenantal, intrapartum dan pascapartum. Praktik perawatan kesehatan perinatal di empat Rumah Sakit Negara Asia Tenggara konsisten dengan bukti terbaik seperti ulasan Cochrane dan rekomendasi Perpustakaan Kesehatan Reproduksi WHO.
Group, T. S.-O, 2008, ‘Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project’, vol. 3 no. 7. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312318287?pq-origsite=summon [2 September 2017].
3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawab:
Penggunaan EBNP memberikan keuntungan seperti, meningkatkan pedoman praktik klinis, mendorong pemikiran kritis dan pengetahuan mutakhir, perbaikan pengembangan kemajuan ilmu keperawatan, meningkatkan kredibilitas perawat sebagai professional otonom, mendorong perawat untuk menggunakan penelitian terbaru dan dapat diandalkan sehingga akan ada perbaikan kualitas kesehatan dalam jangka menengah sampai jangka panjang.
Adapun kerugian penggunaan EBNP dikarenakan sifat fase kualitatif penelitian sehingga temuan tidak dapat di digeneralisasikan meskipun dapat menjelaskan konteks atau situasi yang serupa. Keterbatasan fase kuantitatif penelitian karena rancangan eksperimennya adalah ketidakmampuan untuk menjamin kontrol yang memadai terhadap variabel yang membingungkan agar dapat menyimpulkan sebab akibat.
Eva Abad-Corpa, Cristobal Meseguer-Liza, Jose´ Toma´ s Martı´nez-Corbala´n, Lourdes Za´rate-Riscal, Amor Caravaca-Herna´ndez, Antonio Paredes-Sidrach de Cardona, Andre´s Carrillo-Alcaraz, Pilar Delgado-Hito & Julio Cabrero-Garcı´a, 2010, ‘Effectiveness of the implementation of an evidence-based nursing model using participatory action research in oncohematology: research protocol’, Journal Of Advanced Nursing. Available from: http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1365-2648.2010.05305.x/abstract [29 Agustus 2017]
4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawab:
Determinan yang menghambat implementasi EBNP adalah kurangnya pelatihan EBNP yang diberikan kepada perawat. Pelatihan EBNP ini harus mencakup informasi tentang relevensi EBNP dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. Pengembangan budaya EBNP sangat penting untuk mengintegrasikan sumber daya EBNP ke praktik profesional. Budaya itu perlu dikembangkan pada organisasi dan institusi, dengan mendukung penelitian ilmu keperawatan dengan membutuhkan kerangka EBNP yang mendorong pengembangan dan pelatihan professional di tingkat institusional. Terlepas dari kurangnya budaya dan pelatihan EBNP, masalah yang paling menonjol adalah kurangnya waktu, terutama perawat staf. Untuk itu, profesi keperawatan perlu ditingkatkan secara akademis dan diberikan status yang sama dengan profesi kesehatan lainnya.
Benoit Pétré, Nicolas Gillain, Nadine Jacqmin, Jef Adriaenssens, Kristel, 2017, 'Perception of Belgian nurses about evidence based clinical practice implementation: a focus group study', International Journal of Clinical and Laboratory Medicine. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/28768464 [2 September 2017]."


KUSNUL OKTANIA

pada : 03 September 2017


"NAMA: KUSNUL OKTANIA
NIM: 131611133043
1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab: Evidence Based Practice adalah pendekatan terhadap perawatan kesehatan dimana profesional kesehatan menggunakan bukti terbaik untuk mendapatkan informasi yang paling tepat, membuat keputusan klinis untuk pasien individual. EBNP merupakan konsep penilaian kritis terhadap bukti terbaik dari penelitian. Dimaksudkan untuk menstandarisasi praktik perawatan kesehatan ke sains terbaru dan terbaik yang tersedia untuk meminimalkan variasi perawatan dan menghindari hasil kesehatan yang tidak diantisipasi. Bagaimana temuan dari penelitian berbasis bukti diterjemahkan ke dalam praktik keperawatan yang efektif dan kebijakan sangat mempengaruhi hasil kesehatan, perbaikan sistem perawatan kesehatan, dan kinerja penyedia individu dan kelompok. (Stevens, 2013).
Rosaly Correa-de-Araujo, M. S. (2016). Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions. 2–22. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/
2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawab: Penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan, SEA-ORCHID (Asia Tenggara Mengoptimalkan Kesehatan Reproduksi dan Kesehatan Anak di empat Negara yang berkembang yaitu Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Salah satunya yang ada di Indonesia tepatnya di Rumah Sakit Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Evidence Based Nursing Practice dan penerapan pengetahuan telah meningkatkan penerapan rekomendasi praktik klinis terbaik yang mengarahkan kesehatan yang lebih baik bagi para ibu dan bayi di Indonesia. Dengan adanya SEA-ORCHID telah mengembangkan dan menerapkan intervensi yang bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap rekomendasi praktik klinis berbasis bukti untuk memperbaiki praktik perinatal di Asia Tenggara.
Group, T. S.-O. (2008). Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project: e2646, vol 3 (7). Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312318287?pq-origsite=summon [Diakses pada tanggal 3 September 2017]
3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan paktik keperawatan?
Jawab: Keuntungan menggunakan metode EBNP dalam tatanan paktik keperawatan adalah meningkatkan kualitas perawatan dalam praktik keperawatan yang mengarah pada hasil pasien yang lebih baik, meningkatkan kolaboratif diperlukan di kalangan administrator, peneliti, dan pendidik perawat di daerah perkotaan yang berdekatan, memanfaatkan teknologi maju yang tersedia dalam pendidikan jarak jauh. Selain itu adapun kerugian EBNP yaitu perawat masih memiliki keterbatasan atau kurangnya pengetahuan sehingga perawat masih belum bisa menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan.
Olade, R. A. (2004). Evidance-Based Practice and Research Utilization Activities Among Rural Nurses. Journal of Nursing Scholarship, 220-5. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236396896/5F1579D81DCE421BPQ/1?accountid=25704
Penz, K. L., & Bassendowski, S. L. (2006, Nov/Dec). Evidence-Based Nursing in Clinical Practice: Implications for Nurse Educators. The Journal of Continuing Education in Nursing, 251-4; quiz 255-6,269. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/223312125/300871B349AF4446PQ/3?accountid=25704
4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawab: Hambatan dalam implementasi Evidence Based Nursing Practice adalah adanya waktu yang tidak mencukupi. Hal ini mencerminkan bahwa waktu dan tenaga yang dibutuhkan untuk menggunakan penelitian dan kesibukan kegiatan lain terbatas. Perawat dan tenaga kesehatan yang ada di rumah sakit menjaga kebiasaan atau budaya di mana kesibukannya harus dihargai. Kebiasaan tersebut tidak mendukung penelitian namun justru memberi banyak tugas dimana perawat mengamati di antara pasien.
Shin, Ji In, MSN, RN; Lee, Eunjoo, PhD, RN. (2017). The Influence of Social Capital on Nurse-Perceived Evidence-Based Practice Implementation in South Korea, Journal of Nursing Scholarship, 267-276. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1897278262?pq-origsite=summon"


ariska windy hardiyanti

pada : 03 September 2017


"Nama: Ariska Windy Hardiyanti
NIM: 131611133131
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawaban : EBNP mengacu pada penerapan bukti terbaik di pengambilan keputusan klinis dengan mengintegrasikan keahlian klinis dengan temuan penelitian baru-baru ini, sementara mempertimbangkan nilai-nilai dan preferensi pasien (Perancis tahun 1999, Coopey et al. 2006). EBNP berasal dari gerakan umum menuju kedokteran berbasis bukti dalam perawatan kesehatan umum (Sackett et al. 1996)
Evidence merupakan sebuaah bukti atau hasil sebuah penelitian yang bersifat fakta, dan menjadi dasar scientific dalam pengambilan keputusan klinis sehingga intervensi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan. Sebuah penelitian yang dapat sebagai pencetus dalam penggunaan fakta menjadi pedoman pelaksanaan praktek keperawatan dalam memutuskan untuk mengintregasikan keahlian klinikal individu dengan fakta yang terbaik bedasarkan penelitian yang sistematik.

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia
Jawaban: Proses Evidence Based Nursing Practice menurut Melnyk & Fineout-Overholth 2005 ada lima tahap:
(1) Merumuskan pertanyaan yang akan menghasilkan jawaban yang paling cocok
(2) Mengumpulkan informasi yang paling relevan dengan pencarian sistematis literatur atau pedoman klinis
(3) Melakukan evaluasi kritis dari bukti dan keabsahannya, relevansi dan kelayakan
(4) Mengintegrasikan bukti penelitian dengan pengalaman klinis, nilai-nilai dan preferensi pasien
(5) Menilai hasil
Contoh: penggunaan evidence dalam praktik keperawatan yaitu dalam pemberian asuhan keperawatan yang meliputi, tahap pengkajian, tahap penegakkan diagnosis keperawatan, tahap perencanaan, tahap interveni atau implementasi dan tahap evaluasi.

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan
Jawaban: a. Keuntungan EBPN
• Meningkatkan akses ke pasien dan informasi tantang pengobatan yang efektif (Melnyk & Fineout-Overholt, 2005).
• EBPN dapat meningkatlan sistem kesehatan dengan memfalisitasi pengambilan kepuusan konsisten dan memajukan ektivitas biaya ( Le May, 1999 )
• EBNP dapat membantu perawat dengan memfalisitasi informasi dan berbasis bukti klinis pengabilan keputusan, membantu untuk tetap update dengan teknologi dan memungkinkan efisiensi yang lebih besar (Youngblut & Brooten, 2001)

b. Kerugian EBPN
• EPBN Membatasi autonomi profesional (Trinder & Reynolds, 2006)

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP
Jawaban : Hambatan Pelaksanaan EBPN
1) Berkaitan dengan penggunaan waktu.
2) Akses terhadap jurnal dan artikel.
3) Keterampilan untuk mencari.
4) Keterampilan dalam melakukan kritik riset.
5) Kurang paham atau kurang mengerti.
6) Kurangnya kemampuan penguasaan bahasa untuk penggunaan hasil-hasil riset.
7) Salah pengertian tentang proses.
8) Kualitas dari fakta yang ditemukan.
9) Pentingnya pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana untuk menggunakan literatur hasil penemuan untuk intervensi praktek yang terbaik untuk diterapkan pada klien.
Daftar Pustaka
1. Lavin MA, Krieger MM, Meyer GA, et al. Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases. J Med Libr Assoc 93(1) January 2005.
2. Elizenbreg M. Implementation of evidence-based nursing practice: nurses personal and profesional factors. Journal of Advanced Nursing 2010.
3. DiCenso A, Cullum N, Ciliska D. Implementing evidence-based nursing: some misconceptions. Evid Based Nurs 1998 1:38-39
4. Holleman G, Eliens A, van Vliet M, Achterberg T. Promotion of evidence-based practice by professional nursing association: literature review. Journal of Advance Nursing 53(6), 702-709.
5. Bakken, Mcarthur. Evidence-based Nursing Practice : A Call to Action for Nursing Informatics. Journal of the American Medical Informatics Assocoations Volume 8 (3) may 2001.


"


CUCU EKA PERTIWI

pada : 03 September 2017


"NAMA MAHASISWA : CUCU EKA PERTIWI
NIM : 131611133007
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) atau Praktik keperawatan berbasis bukti merupakan pendekatan pemecahan masalah terhadap perawatan klinis yang menggabungkan penggunaan bukti terbaik saat ini dari studi yang dirancang dengan baik, keahlian dokter, dan nilai pasien dan preferensi" (Melnyk 2005; Sackett 2000). sehingga evidence atau bukti dalam evidence-based nursing practice disini dapat diartikan sebagai bukti yang melandasi atau bukti-bukti berupa temuan penelitian, pengalaman, atau pilihan pasien yang dapat mempengaruhi perawat dalam pengambilan keputusan klinis. Penggunaan bukti-bukti ini dimaksudkan agar layanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu menghadapi tantangan dalam meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan keperawatan.
Sumber :
Flodgren, G., Rojas-Reyes, M. X., Cole, N., & Foxcroft, D. R. (2012). Effectiveness of organisational infrastructures to promote evidence-based nursing practice. The Cochrane Database of Systematic Reviews, 2, CD002212. http://doi.org/10.1002/14651858.CD002212.pub2
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Salah satu contoh penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan adalah perawat melakukan penelitian untuk mengetahui dampak yang akan didapat terhadap kesehatan yang nantinya hasil penelitian tersebut dapat dijadikan bukti. Di dalam jurnal berjudul “Enhancing the quality of life for palliative care cancer patients in Indonesia through family caregivers: a pilot study of basic skills training”, perawat meneliti dampak pelatihan keterampilan dasar kepada pengasuh keluarga untuk meningkatkan kualitas hidup pasien kanker paliatif di Indonesia. Diharapkan dengan memberikan pengetahuan dan ketrampilan, keluarga memiliki keyakinan penuh dalam melakukan perawatan. Hasil dari penelitian tersebut memberikan keberhasilan dengan presentasi tinggi dalam meningkatkan kualitas hidup pasien.

Sumber :
Kristanti, M. S., Setiyarini, S., & Effendy, C. (2017). Enhancing the quality of life for palliative care cancer patients in Indonesia through family caregivers: a pilot study of basic skills training. BMC Palliative Care, 16, 4. http://doi.org/10.1186/s12904-016-0178-4

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan :
- Memberikan pelayanan perawatan terbaik untuk pasien
- Memberikan perawatan didasarkan pada sumber penelitian/temuan dan pengalaman klinis
- Dapat mencapai hasil kesehatan yang optimal dalam layanan praktik
- Dapat memperbaiki sistem perawatan kesehatan
- Meningkatkan kemampuan kinerja individu dan kelompok
Kerugian :
- Diperlukan banyak waktu yang tersedia untuk mencari penelitian
- Diperlukan ketrampilan perawat dalam mencari dan meneliti temuan serta melek komputer
- Memerlukan akses yang lancar untuk penyediaan informasi
- Diperlukan perawat yang bersedia mengelola bukti
- Adanya kesulitan dalam menilai kualitas laporan dan makalah penelitian
- Diperlukan pengaturan organisasi yang mumpuni

Sumber :

Correa-de-Araujo, R. (2016). Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions. Health Care for Women International, 37(1), 2–22. http://doi.org/10.1080/07399332.2015.1102269

Sadoughi, F, Azadi, T & Azadi T. (2017). Barriers to using electronic evidence based literature in nursing practice: a systematised review. Health Information and Libraries Journal .

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
1. Waktu yang tidak mencukupi adalah penghalang terbesar untuk menemukan dan meninjau kembali literatur penelitian.
2. Masih minimnya keterampilan perawat dalam menemukan dan menilai bukti berbasis penelitian dan menerapkannya dalam praktik menjadi penghalang diterapkannya EBNP
3. Kurangnya interaksi antara mengelola bukti dan sumber informasi yang digunakan serta tidak adanya organisasi yang mumpuni untuk menyelaraskannya menyebabkan literatur penelitian tidak disusun dalam satu tempat
4. Kurangnya akses terhadap informasi dan adanya suasana/lingkungan kerja (perusahaan) yang tidak mendukung penggunaan dan pencarian hasil penelitian untuk memperlancar pelaksanaan EBNP.
5. Sumber daya yang tidak mencukupi karena kurangnya perawat yang bersedia untuk melaksanakan EBNP

Sumber :
Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research, 12, 367. http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367
"


Fadilah Ramadhan Mushab Rahman

pada : 03 September 2017


"NAMA MAHASISWA: FADILAH RAMADHAN MUSH'AB RAHMAN
NIM: 131611133080
JAWABAN:

1. Evidence merupakan fakta atau basis bukti, best practice, harapan pasien dan karakteristik semuanya, memfasilitasi komunikasi diantara anggota team dengan pasien dan keluarga, mengkoordinasikan proses perawatan dengan peran koordinasi dan
rangkaian aktifitas team perawatan multidisiplin, pasien dan keluarganya, mendokumentasikan, monitoring, dan evaluasi dari perbedaan dan outcomes/ hasil, mengidentifikasi sumber daya yang dimiliki.

Knaapen, Loes 2013, 'Being ‘Evidence-Based’ In The Absence of Evidence: The Management of Nonevidence In Guideline
Development', Social Studies of Science, (3 September 2017), http://journals.sagepub.com/doi/pdf/10.1177/0306312713483679.

2. Siloam hospitals Kebun Jeruk merupakan salah satu rumah sakit swasta yang sedang berkembang dan concern akan pelaksanaan EBP. Hal ini tampak dari inovasi-inovasi dan kegiatan yang diarahkan untuk mendukung EBP seperti seminar-seminar yang mengangkat issue terkait EBP.
Berdasarkan studi awal pada 10 perawat Siloam Hospitals Kebun jeruk didapatkan 40% perawat mengetahui EBP, 15 % tidak mengetahui EBP dan 45% perawat pernah mendengar EBP. Data diatas cukup menarik, dimana proporsi perawat yang mengetahui EBP jumlahnya kurang dari 50%. Sehingga fenomena ini mendorong perlunya adanya pengkajian lanjut, faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan hal tersebut.

Gyasi, Razak Mohammed, Kabila Abass, Samuel Adu-Gyamfi & Burnett Tetteh Accam 2017, 'Nurses' knowledge, clinical practice and attitude towards unconventional medicine: Implications for intercultural healthcare', Complementary Therapies in Clinical Practice, (3 September 2017), http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1744388117301834?via%3Dihub.

3. Karena EBP merupakan suatu pendekatan pemecahan masalah untuk
pengambilan keputusan dalam organisasi pelayanan kesehatan yang terintegrasi di dalamnya adalah ilmu pengetahuan atau teori yang ada dengan pengalaman dan bukti-bukti nyata yang baik, sehingga memiliki keuntungan dapat memberikan pelayanan yang terbaik dan menggunakan sumber daya terbaik dan terpercaya. Akan tetapi, kekurangannya adalah penyediaan referensi pembelajaran yang up to date masih menjadi kendala. Sebagai contoh, masih terbatasnya referensi keperawatan terbitan dalam negeri, baik dari penerbit nasional ataupun dari jurnal-jurnal para pakar dalam negeri juga masih terbatas.

Abrams, Brian, PhD, MT-BC, FAMI 2010, 'Evidence-Based Music Therapy Practice.: An Integral Understanding', Journal of Music Therapy, (3 September 2017), https://academic.oup.com/jmt/article-abstract/47/4/351/981500/Evidence-Based-Music-Therapy-Practice-An-Integral?redirectedFrom=fulltext.

4. Hambatannya yaitu Penelitian yang dilakukan oleh perawat kadang tidak dapat menjamin bahwa hal tersebut dapat diterapkan dalam praktek sehari-hari. Hal ini terkait desain penelitian yang digunakan, instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data, atau analisis data yang dilakukan, masih banyak perawat yang belum mengetahui cara mengakses hasil-hasil penelitian, mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar dalam pengambilan keputusan, di beberapa tempat, suasana tempat kerja tidak mendukung adanya penggunaan hasil penelitian. Dibutuhkan semangat untuk selalu ingin tahu terhadap hal baru, masih adanya kesulitan untuk menggabungkan antara perawat klinisi dan perawat peneliti untuk berinteraksi dan berkolaborasi terkait penelitian.

Fine, Michelle 2012, 'Troubling calls for evidence: A critical race, class and gender analysis of whose evidence counts', (3 September 2017), http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0959353511435475. "


Reffy Shania Novianti

pada : 03 September 2017


" NAMA: REFFY SHANIA NOVIANTI
NIM: 131611133010
JAWABAN:
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) ?
Praktik Keperawatan berdasarkan bukti (evidence-based nursing Practice / EBNP) didasarkan pada integrasi keahlian klinis terbaik dan nilai pasien untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis, dan ini merupakan bagian penting dari peningkatan kualitas dalam praktik keperawatan. Evidence dalam EBNP adalah bukti ilmiah terbaik yang didapat melalui penelitian, pengalaman klinik perawat serta pilihan pasien dalam menentukan keputusan klinik bagi pelayanan kesehatan. Untuk memberikan informasi perawatan berdasarkan bukti, perawat harus memiliki keterampilan yang diperlukan untuk mengidentifikasi informasi mereka butuhkan, untuk mencari literatur EBP elektronik, untuk secara kritis menilai kualitas bukti dan menerapkan praktik terbaik di tempat kerja

Sumber: Varaei, S., Salsali, M., Cheraghi, M. A., Tehrani, M. R. M., & Heshmat, R. (2013). Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 18(3), 251–257. Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Yaitu dalam bidang penelitian yang dilakukan oleh perawat.
Dalam penelitian yang dilakukan oleh perawat yang berjudul “Evaluating Sexual Nursing Care Intervention for Reducing Sexual Dysfunction in Indonesian Cervical Cancer Survivors” bertujuan untuk mendeskripsikan faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan asuhan keperawatan terhadap seksualitas. Penelitian ini dirancang dengan intervensi pretest-posttest satu kelompok Pasien dari RSCM dengan kanker serviks stadium 2 atau 3 yang telah menyelesaikan kemoterapi antara Juni 2010 dan April 201. hasil dari penelitian ini adalah intervensi seksual mengurangi gejala dispareunia, meningkatkan kepuasan seksual, gairah seksual, dan orgasme di antara korban kanker dan pasangan mereka. Faktor lain yang mempengaruhi juga turut membantu keberhasilan intervensi asuhan keperawatan.

Sumber: Afiyanti, Y., Rachmawati, I. N., & Milanti, A. (2016). Evaluating Sexual Nursing Care Intervention for Reducing Sexual Dysfunction in Indonesian Cervical Cancer Survivors. Asia-Pacific Journal of Oncology Nursing, 3(3), 266–271. http://doi.org/10.4103/2347-5625.189812 retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5123526/

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan :
- membantu dalam pembuatan keputusan klinis
- membantu mengurangi risiko bahaya pasien
- memberikan perawatan secara efektif dengan menggunakan hasil penelitian yang terbaik
- memberikan asuhan keperawatan berdasarkan sumber yang aman dan terpercaya
- Memberikan jaminan standar kualitas dan memicu adanya inovasi
Kekurangan:
Mayoritas perawat mengenal EBNP. Namun, sebagian besar perawat kurang memiliki kompetensi metodologis dalam EBNP. Rendahnya tingkat pengetahuan dan keterampilan dalam EBNP sesuai dengan penelitian sebelumnya yang menunjukkan bahwa perawat belum siap untuk EBNP (Adib-Hajbaghery, 2009; Chiu et al., 2010a; Melnyk et al., 2004; Thorsteinsson, 2013). Faktor utama yang berkontribusi terhadap kurangnya pengetahuan dan keterampilan adalah bahwa banyak program akademis terus mengajarkan proses penelitian yang ketat, bukan bagaimana menerapkan pendekatan berbasis bukti untuk perawatan (Melnyk et al., 2014).

Sumber: Bussières, A. E., Al Zoubi, F., Stuber, K., French, S. D., Boruff, J., Corrigan, J., & Thomas, A. (2016). Evidence-based practice, research utilization, and knowledge translation in chiropractic: a scoping review. BMC Complementary and Alternative Medicine, 16, 216. http://doi.org/10.1186/s12906-016-1175-0 retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4944433/
Weng, Y.-H., Chen, C., Kuo, K. N., Yang, C.-Y., Lo, H.-L., Chen, K.-H., & Chiu, Y.-W. (2015). Implementation of Evidence-Based Practice in Relation to a Clinical Nursing Ladder System: A National Survey in Taiwan. Worldviews on Evidence-Based Nursing, 12(1), 22–30. http://doi.org/10.1111/wvn.12076 retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4345401/

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
- Waktu dan Pengetahuan merupakan hambatan utama
- Kurangnya pengetahuan
- Kemampuan berbahasa asing yang rendah
- Dukungan yang kurang dari organisasi
- Tingkat pendidikan yang berbeda
- Fasilitas yang kurang memadai seperti ketersediaan komputer
- Kesulitan dalam memahami laporan penelitian

Sumber: Sadoughi, F., Azadi, T. and Azadi, T. (2017), Barriers to using electronic evidence based literature in nursing practice: a systematised review. Health Info Libr J, 34: 187–199. doi:10.1111/hir.12186
"


FITRIANTI UMAYROH MAHARDIKA

pada : 03 September 2017


"NAMA : FITRIANTI UMAYROH MAHARDIKA
NIM : 131611133047
JAWABAN
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidenve adalah hasil penelitian atau bukti penelitian untuk mengevaluasi intervensi keperawatan. Keperawatan berdasarkan bukti (evidence-based nursing / EBN) didasarkan pada integrasi bukti penelitian terbaik dengan keahlian klinis dan nilai pasien dalam pengambilan keputusan klinis dalam upaya peningkatan kualitas dalam praktik keperawatan. Perawat memiliki peran kunci dalam memfasilitasi dan menggunakan bukti dalam praktik, agar dapat bertanggung jawab terhadap perawatan pasien yang berorientasi pada hasil melalui penggunaan praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP). EBN juga mengandalkan pengalaman klinis, pendapat ahli, standar masyarakat, materi yang diterbitkan, bukti penelitian yang valid, dan nilai serta perspektif pasien.
Sumber:
Lavin MA, Krieger MM, Meyer GA, et al. Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases. Journal of the Medical Library Association. 2005;93(1):104-115.
Varaei S, Salsali M, Cheraghi MA, Tehrani MRM, Heshmat R. Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research. 2013;18(3):251-257.
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Data menunjukkan bahwa 63% dari semua kesalahan yang dapat dicegah terkait dengan masalah klinis yang berada dalam lingkup praktik keperawatan yang independen. Banyak dari kategori ini termasuk dalam kategori "kebersihan intervensi" dan mencakup pencegahan cedera kulit, komplikasi pernafasan pascaoperasi dan kegagalan untuk menyelamatkan. Perawat wajib memastikan tingkat keselamatan dan kualitas yang lebih tinggi untuk pasien. Sehingga perawat diwajibkan untuk menerapkan strategi asuhan keperawatan berdasarkan bukti untuk mengurangi kesalahan yang dapat dihindari dalam perawatan sehingga hasil klinis membaik.
Sumber:
Vollman, Kathleen M. Interventional patient hygiene: Discussion of the issues and a proposed model for implementation of the nursing care basics. Intensive & Critical Care Nursing; Newcastle 29.5 (Oct 2013): 250-5.
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan:
1) Dapat meningkatkan dan memperbaiki layanan keperawatan terhadap pasien
2) Meningkatkan kompetensi dan kemampuan perawat
3) Meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan manajer dan kolega
4) Hasil riset dapat bermanfaat untuk perawatan pasien sehingga harapan hidup meningkat
5) Mengembangkan sikap perawat yang positif, berilmu pengetahuan dan pengalaman klinik
6) Meningkatkan kemampuan dalam mengambil keputusan klinis
7) Bentuk kontribusi dalam mengembangkan ilmu keperawatan
Kerugian: tidak terdapat kerugian yang jelas dalam penggunaaan evidence based practice, akan tetapi untuk anak-anak terutama yang berkebutuhan khusus perawat memerlukan bimbingan dalam membangun kepercayaan diri dalam melakukan intervensi sehingga tidak terjadi kesalahan dalam konsesus final.
Sumber:
Sullivan, debra henline. A science perspective to Guide Evidence Based-Practice. International Journal of Childbirth Education. 2013;51-56.

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Sesuai dengan penelitian Thompson dkk, penghalang terbesar dalam menggunakan bukti berbasis penelitian ialah kurangnya waktu untuk mencari penelitian mnncangkup waktu dan energi yang dibutuhkan untuk pencarian. Kemudian, kurangnya dukungan administratif dan kolegial memiliki pengaruh yang cukup kuat terhadap penggunaan penelitian. Lalu terkait dengan ketidakpedulian dan kurangnya tindakan daripada resistensi aktif . kurangnya perawat yang kompeten menjadi penghalang yang lebih besar daripada yang lain. Hal ini terkait dengan pengalaman kerja dan kepercayaan diri serta penyelesaian tugas yang kompleks.
Sumber:
Dalheim A, Harthug S, Nilsen RM, Nortvedt MW. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey.BMC Health Services Research. 2012;12:367. doi:10.1186/1472-6963-12-367.
"


Indriani Dwi Wulandari

pada : 04 September 2017


"Nama : Indriani Dwi Wulandari
NIM : 131611133034
Jawaban :
1.Yang dimaksud dengan evidence yaitu temuan suatu penelitian, pengetahuan dari ilmu pengetahuan dasar, pengetahuan klinis, dan pendapat para ahli di bidang keperawatan. Praktek keperawatan dengan berdasarkan evidence lebih cenderung mendapatkan kondisi pasien yang lebih baik
Youngblut, JoAnne M., and Dorothy Brooten. (2001). Evidence-based nursing practice: Why is it important? 468-476
http://m.acc.aacnjournals.org/content/12/4/468.short
Sedangkan menurut Gerrish, evidence adalah suatu temuan yang diambil dari banyak sumber seperti penelitian yang dipublikasikan, konten pendidikan, pengalaman praktek, harapan dan preferensi pasien, pedoman dan kebijakan dalam keperawatan, rekan kerja, dan para ahli (Gerrish et al.,2008, Yadav & Fealy, 2012a). Maka dapat disimpulkan bahwa evidence didapatkan bukan hanya dari riset atau penelitian tetapi juga nonriset.
Shaher H. Hamaideh, 2016, ‘Sources of Knowledge and Barriers of Implementing Evidence-Based Practice Among Mental Health Nurses in Saudi Arabia’. pp 1. Wiley Periodicals, Inc. Available from :http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ppc.12156/abstract
2.Contoh penggunaan EBNP di Indonesia yaitu pada ibu hamil dan melahirkan yang berfokus pada pengoptimalisasi kesehatan reproduksi dan kesehatan anak. EBNP aktif pada tahap persalinan dan pengobatan eklampsia dengan magnesium sulfat secara tepat, dan profilaksis antibiotic yang tepat sesuai bukti.
The SEA-ORCHID Study Group ,2008, ‘Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project’, Perpusnas. Available from :https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312318287?pq-origsite=summon
3.Keuntungan metode EBNP :
1. Terciptanya layanan berdasarkan pengetahuan ilmiah dan bukti sehingga semua pihak mendapatkan manfaat masing-masing.
2. Professional layanan kesehatan khususnya perawat semakin terdidik untuk selalu memberikan layanan berdasarkan bukti
3. Menambah wawasan perawat dan pasien
4. Perawat jelas dalam memberikan intervensi dan lebih tepat dalam mencari solusi
5. Lebih efektif dan efisien dalam perawatan kepada pasien(waktu dan biaya)
Oh, E. G.,2016, ‘Synthesizing quantitative evidence for evidence-based nursing: Systematic review’. Asian Nursing Research, 10(2), 89-93. Available from :https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1801891371?pq-origsite=summon
Kekurangan metode EBNP :
1. tidak efisienya strategi yang digunakan dalam praktik berbasis EBNP
2. bahasa dalam studi yang sulit dimengerti perawat
3. ketidakmampuan perawat peneliti menerapkan EBNP dalam praktek keperawatan
4. kurangnya pengetahuan perawat tentang EBNP
Lavin MA, Krieger MM, Meyer GA, et al, 2005, Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases. Journal of the Medical Library Association. 93(1):104-115.Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC545129/
4.Faktor penghambat implementasi EBNP diantaranya adalah adalah:
1. kurangnya pengetahuan dan keterampilan EBNP di kalangan perawat atau tenaga kesehatan lain.
2. Kurangnya dukungan dari semua pihak
3. Jadwal kerja yang terlalu padat dan beban kerja yang sangat besar
4. Kurangnya ahli dan pembimbing EBNP
5. Sumber daya yang tidak memadai
6. Kurangnya wewenang untuk mengubah praktik (Majid et al., 20011, Malik dkk., 2015a)
Malik, Gulzar; McKenna, Lisa; Griffiths, Debra ;,2016, ‘Envisaging the use of EBP: How nurse academics facilitate EBP use in’. Malik2016 , 3-4. Available from : http://onlinelibrary.wiley.com/resolve/doi?DOI=10.1111/jocn.13705
"


Putri Aulia Kharismawati

pada : 04 September 2017


"Nama: Putri Aulia Kharismawati
NIM: 131611133027
Jawaban:
1. Arti evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice merupakan suatu bukti yang digunakan untuk pendoman oleh seorang perawat dalam melakukan pengambilan keputusan klinis kepada pasiennya yang berdasarkan dengan penelitian terbaik yang tersedia, keahlian klinis perawat, dan preferensi pasien. Terdapat adanya peran teknologi informasi (TI) yang digunakan dalam melakukan praktek keperawatan yang berdasarkan dengan bukti atau fakta yang ada. Dibutuhkan sebuah perangkat asisten digital pribadi dan tablet PC bergerak untuk mefasilitasi akses perawat ke sumber praktik pada titik asuhan.
2. Aplikasi EBNP di Indonesia salah satunya dalam pemberian Intervensi kepada pasien agar kualitas pelayanan menjadi baik. Pada pemberian intervensi era sekarang dengan kebutuhan yang semakin kompleks dalam lingkungan yang senantiasa berubah maka diperlukannya melakukan EBNP. Pada hal ini, fungsi dasar dari keperawatan tidak hanya melakukan tugas, tetapi intervensi berbasis bukti untuk meningkatkan kesehatan bagi pasien. Pendoman, protokol, dan prosedur berbasis bukti sering ditulis untuk mengintegrasikan sains ke dalam praktik, tetapi seringkali dilakukan dengan tidak maksimal. Sehingga hal tersebut akan berdampak pada pemberian inervensi kepada pasien dalam kualitas pelayanan keperawatan.
3. Dalam tatanan praktik keperawatan EBNP juga terdapat keuntungan dan juga kerugianya. Pada kerugian dari EBNP masih belum ditemukan penggunannya, melainkan banyak sekali keuntungan yang didapat apabila perawat melakukan EBNP. Keuntungan dari EBNP diantaranya digunakan sebagai solusi yang terbaik dalam kesulitan translasi . EBNP merupakan mengenali, menilai dan menerapkan temuan penelitian tebaik yang dapat meningkatkan sikap, kualitas, pengetahuan serta praktik pada keperawatan.
4. Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) terdapat hambatan yaitu kurangnya waktu dan juga kurangnya kemampuan dalam mencari serta mengelola bukti yang sudah ada. Ketrampilan seorang perawat dalam melakukan EBNP juga merupakan salah satu faktor yang menghambat karena apabila seorang perawat tidak memiliki kemampuan dalam menggunakan TI (Teknologi Informasi) yang ada, maka perawat tersebut tidak dapat melakukan praktik yang berbasis dengan bukti atau fakta. Ketrampilan seorang perawat tergantung dengan usia, pengalaman, lama bekerja, dan gelar terakhir yang didapatkan oleh seorang perawat. Perawat lebih sering menggunakan pengalamannya dalam praktik keperawatan daripada menggunakan dan mencari fakta yang ada dalam praktik layanan keperawatan.

Dalheim, Anne et al. “Factors Influencing the Development of Evidence-Based Practice among Nurses: A Self-Report Survey.” BMC Health Services Research12 (2012): 367. PMC. Web. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/pdf/1472-6963-12-367.pdf (30Agustus 2017)
Doran, Diane et al. “The Role of Organizational Context and Individual Nurse Characteristics in Explaining Variation in Use of Information Technologies in Evidence Based Practice.” Implementation Science : IS 7 (2012): 122. PMC. Web. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3543384/pdf/1748-5908-7-122.pdf (30 Agustus 2017)
Mahanes, Dea, Beth D. Quatrara, and Katherine D. Shaw. "APN-Led Nursing Rounds: An Emphasis on Evidence-Based Nursing Care." Intensive & Critical Care Nursing, vol. 29, no. 5, 2013, pp. 256. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1425508944?pq-origsite=summon (03 September 2017)
Zhou, Fen et al. “Attitude, Knowledge, and Practice on Evidence-Based Nursing among Registered Nurses in Traditional Chinese Medicine Hospitals: A Multiple Center Cross-Sectional Survey in China.” Evidence-based Complementary and Alternative Medicine : eCAM 2016 (2016): 5478086. PMC. Web. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4978845/pdf/ECAM2016-5478086.pdf (03 September 2017)
"


KHOIRUN NISWATUL ULFA

pada : 04 September 2017


"1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah bukti ilmiah yang di dapatkan oleh seorang perawat dari hasil praktik keperawatan yang telah dilakukan sebelumnya. Bukti ilmiah ini digunakan perawat untuk menilai sejauh mana kualitas asuhan keperawatan yang telah diberikan kepada setiap kliennya. Seorang perawat memiliki tanggung jawab untuk menggunakan bukti untuk menginformasikan praktik dan memastikan bahwa pengelolaan klien didasarkan pada bukti terbaik yang ada. Apalagi baru-baru ini, telah terjadi peningkatan kebutuhan akan semua disiplin kesehatan untuk memberikan intervensi yang efektif dan berbasis bukti. Hal inilah yang menyebabkan lebih banyak pelaksanaan praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP) dalam setting klinis.
2. clinical pathway (CP) merupakan konsep perencanaan pelayanan kesehatan terpadu yang merangkum setiap langkah yang diberikan kepada pasien dengan bedasarkan standar pelayanan medis dan asuhan keperawatan yang berbasis bukti dengan hasil yang terukur dan dalam jangka waktu tertentu selama di rumah sakit. Konsep clinical pathway ini telah di berlakukan di SMF Kesehatan Anak dan Komite Medik Fatmawati Jakarta yang telah berjalan sejak tahun 2003.
3. Keuntungan EBNP dalam tatanan praktik keperawatan yaitu : (1) dengan penggunaan metode ini akan ada peningkatan mutu pelayanan keperawatan yang diberikan untuk klien (2) dengan penggunaan metode ini, perawat dapat melakukan evaluasi penilaian risiko untuk mendeteksi kesalahan aktif dan laten maupun yang hampir terjadi dalam upaya menejemen risiko klinis (3) metode ini dapat meningkatkan keselamatan dan keamanan klien (4) adanya bukti untuk menginformasikan praktik dan memastikan bahwa pengelolaan pasien / klien didasarkan pada bukti terbaik yang ada.
Kekurangan EBNP yaitu : (1) perawat memerlukan tambahan waktu untuk melakukan metode EBNP (2) perawat seringkali merasakan kesulitan dalam penerapan setiap bukti dalam populasi pasien yang cukup besar (3) kesulitan dalam pencarian setiap bukti apabila akses informasi kurang memadai.
4. Determinan yang dapat menghambat pelaksanaan EBNP yaitu (1) pengetahuan perawat yang kurang mengenai cara pengaplikasian EBNP dalam praktik keperawatan (2) infrastruktur organisasi rumah sakit yang belum mendukung pelaksanaan metode EBNP misalnya prosedur, kebijakan, standar atau panduan untuk praktik klinis di suatu rumah sakit (3) akses informasi yang kurang memadai.



Daftar pustaka
Can organisational infrastructures be effective in promoting evidence‐based nursing practice? (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmedhealth/PMH0011469/)
Clinical Pathways Kesehatan Anak (https://scholar.google.co.id/scholar?q=Clinical+Pathways+Kesehatan+Anak&hl=id&as_sdt=0&as_vis=1&oi=scholart&sa=X&ved=0ahUKEwi-2YKv2oDWAhWFppQKHavSD_sQgQMIJjAA)
Knowledge, attitudes, and barriers towards evidence-based practice among physiotherapists in Malaysia
"


ISMI SHONATUL CHOFIFAH

pada : 04 September 2017


"
1. Beberapa ahli telah mendefinisikan EBNP sebagai berikut:
-Penggabungan bukti yang diperoleh dari hasil penelitian dan praktek klinis ditambah dengan pilihan dari pasien ke dalam keputusan klinis (Mullhal, 1998).
-Penggunaan teori dan informasi yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian secara teliti, jelas dan bijaksana dalam pembuatan keputusan tentang pemberian asuhan keperawatan kepada individu atau sekelompok pasien dan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan pilihan dari pasien tersebut (Ingersol G, 2000).

Sedangkan Evidence sendiri berarti Bukti/hasil penelitian
Kunci dari bukti/hasil penelitian adalah dengan memastikan bahwa desain
penelitian yang tepat digunakan untuk menjawab pertanyaan penelitian. Masing-masing
desain penelitian mempunyai tujuan, kekuatan dan kelemahan. Penelitian
kuantitatif (randomized trials dan review sistematik) merupakan desain penelitian yang
terbaik untuk mengevaluasi interuensi keperawatan. Di lain pihak, penelitian kualitatif
merupakan desain terbaik yang dapat digunakan untuk memahami pengalaman, tingkah
laku dan kepercayaan pasien.

Refrensi :

Ingersoll G. 2000. Evidence-based nursing: what it is and isn't. Nurse Outlook 48:l5l'2.


2. Menurut Chandra Bagus R (2014) :
Penerapan Evidence dalam praktik layanan keperawatan memerlukan peran penting seorang perawat. Dalam hal ini, perawat harus dapat menerapkan 6 aspek ini :
(i). Patien Identification.
• Mengelola identitas berkaitan dengan medikasi, darah, atau produk darah
• Mengelola identitas sebelum melakukan tindakan dan prosedur
(ii). Effective Communication.
• Komunikasi antar tenaga kesehatan
• Komunikasi kepada pasien dalam melakukan tindakan dan prosedur
(iii). High-Alert Medication.
• Peran perawat dalam memberikan medikasi
• Prinsip pemberian medikasi


(iv). Correct Site, Procedure, Patient.
• Check : benar pasien, benar prosedur, dan benar area pembedahan
• Persiapan pasien
• Pendidikan kesehatan
(v). Prevention of Infection.
• Cuci tangan dilakukan perawat, pasien, keluarga, dan pengunjung
• Kepatuhan cuci tangan pasien, keluarga, dan pengunjung
• Pencegahan dan pengendalian infeksi oleh perawat dalam melakukan tindakan dan prosedur
(vi). Prevention of Falls.
• Pengkajian dengan instrumen yang tepat
• Intervensi dan implementasi
• Monitoring

Refrensi :

Chandra Bagus R, 2014. Application of EBN to International Patient Safety Goals. Proceeding Seminar Ilmiah Nasional Keperawatan 2014. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.


3. Dikutip dari (Collins, K. 2005)

Keuntungan dalam penerapan EBNP yaitu :
Mampu menjabarkan EBNP yang meliputi evidence, keahlian, dan nilai-nilai pasien.
Mampu mengkritisi hasil penelitian yang dapat di implikasikan dalam layanan.
Mampu mengklasifikasikan pengetahuan klinis sebagai bahan utama penelitian, menyimpulkan bukti-bukti atau pedoman praktik.
Mengetahui kekuatan evidence ketika membaca literature
Dapat menggunakan hasil-hasil database evidence melalui review sistematik

Kerugian dalam penerapan EBNP yaitu :
Memakan waktu yang cukup banyak
Memerlukan akses literature yang cukup banyak
Memerlukan pelatihan terkait usaha untuk mencari informasi dan ketrampilan dalam mengkritisi hasil penelitian
Sangat tergantung pada faktor lingkungan kerja

Refrensi :

Collins S., Vothe T, DiCenso A, Guyatt G, Finding the evidence, In Dicenso A, Guyatt G, Clinska D, eds. 2005. Evidence-Based Nursing;A Guide to Clinical Practice. Philadelphia,Penn:Elsevier.



4. Hambatan dari perawat untuk menggunakan EBNP dalam praktik sehari-hari telah dikutip dalam berbagai penelitian, diantaranya (DiNesco dan Cullum, 1998) antara lain :
1)    Kurangnya nilai untuk penelitian dalam praktek
2)    Kesulitand alam mengubah praktek
3)    Kurangnya dukungan administratif
4)    Kurangnya mentor berpengetahuan
5)    Kurangnya waktu untuk melakukan penelitian
6)    Kurangnya pendidikan tentang proses penelitian
7)    Kurangnya kesadaran tentang praktek penelitian atau berbasis bukti
8)    Laporan Penelitian/artikel tidak tersedia
9)    Kesulitan mengakses laporan penelitian dan artikel
10)    Tidak ada waktu dalam bekerja untuk membaca penelitian
11)    Kompleksitas laporan penelitian
12)    Kurangnya pengetahuan tentang EBNP dan kritik dari artikel
13)    Merasa kewalahan

Refrensi :

DiCenso A, Cullum N, Ciliska D., 1998. Implementing evidence-based nursing: sorne misconceptions. Evid Based Nurse.
"


Sarah Maulida Rahmah

pada : 04 September 2017


"Nama Mahasiswa : Sarah Maulida Rahmah
NIM : 131611133006
Jawaban:
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Pengertian evidence adalah bukti atau fakta, dan pengertian Based Nursing Practice adalah praktik keperawatan. Maka pengertian evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice adalah praktik asuhan keperawatan yang dilakukan atas dasar bukti atau fakta guna meningkatkan kualitas pelayanan perawatan yang dilakukan perawat kepada klien. EBNP dikhususkan untuk memperbaiki hasil medis, dan pilihan pasien sehingga dapat meningkatkan kualitas perawatan. EBNP adalah sebagai pembeda antara pengobatan ilmiah dengan charlatanisme. Dapat disimpulkan bahwa Evidence-Based Nursing Practice adalah segala sesuatu tindakan keperawatan baik penelitian, asuhan keperawatan, dan manajemen harus didasarkan dengan bukti.
Sumber :
Maya, J. Goldenberg 2012, ‘Defining “quality of care” persuasively’, Springer Netherlands. Available from : https://link.springer.com/article/10.1007%2Fs11017-012-9230-4. [30 Agustus 2017]

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Bukti aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia yaitu penelitian yang dilakukan oleh perawat. Contohnya berupa pemberian obat berbasis bukti, pengobatan berbasis bukti, dan ibu setelah melahirkan di anjurkan untuk menyusui anaknya. Penelitian yang dilakukan berdasarkan Evidence-Based Nursing Practice tidak hanya focus pada hasil, namun juga pada masalah keperawatannya yang kompleks. Dengan adanya penelitian yang dilakukan dan berdasarkan pada EBNP dapat memengaruhi pengobatan klinis pasien dan menyesuaikan dalam asuhan keperawatannya.
Sumber :
Gary, R. 1999, ‘Insufficient evidence: the problems of evidence-based nursing’, Harcourt. Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10693491. [30 Agustus 2017]

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Penerapan Evidence-Based Nursing Practice memiliki kelebihan dan kekurangan dalam pelaksanaanya bagi perawat EBNP memiliki keuntungan untuk meningkatkan pengetahuan perawat, sebagai sumber informasi dalam mengambil keputusan untuk tindakan keperawatan. Bagi pasien EBNP memiliki manfaat lebih tepat dalam tindakan pengobatan dan asuhan keperawatan, memiliki efek hasil yang lebih baik dari intervensi. Selain itu EBNP sebagai pembuktian atau konfirmasi yang diperlukan terhadap sesuatu yang benar. Disisi lain EBNP memiliki kerugian, meski keputusan klinis seharusnya didasarkan pada bukti, namun ketika di uji empiris masih belum relevan
Sumber :
P Vineis, 2004, ‘Evidence-based medicine and ethics: a practical approach’, Journal of Medical Ethics, vol. 30, no. 2, pp. 126-130. Available from : http://jme.bmj.com/content/30/2/126. [30 Agustus 2017]
Alan, Pearson, 2007, ‘A Re-Consideration of What Constitutes “Evidence” in the Healthcare Professions’, Journals of Nursing Science Quarterly, vol. 20, no.1, pp. 85-88. Available from : http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0894318406296306. [30 Agustus 2017]

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP berupa kurangnya pemahaman perawat terhadap bukti-bukti untuk menjalankan asuhan keperawatannya, kurangnya keterampilan perawat terhadap manajemen, rasa kepedulian terhadap EBNP, staf perawat masih belum menerapkan dan menggunakan metode praktik berbasis bukti, kurangnya minat dalam penelitian dan tulisan ilmiah mengenai EBNP. Penggunaan praktik berbasis bukti membutuhkan usaha dan motivasi, namun masih terdapat beberapa perawat yang menggunakan metode asuhan keperawatan yang masih belum sesuai dengan EBNP.
Sumber :
Kathy, R & Susan, 2008, ‘Nurses Reclaiming Ownership of Their Practice: Implementation of an Evidence-Based Practice Model and Process’, Journal of Continuing Education in Nursing, vol. 39, no. 4, pp. 166-172. Available from : https://www.healio.com/nursing/journals/jcen/2008-4-39-4/%7B0cf18422-05ad-4da8-bea3-68aceb3ab15c%7D/nurses-reclaiming-ownership-of-their-practice-implementation-of-an-evidence-based-practice-model-and-process. [30 Agustus 2017]"


MARATUS SHOLIHAH RAMADHANI

pada : 05 September 2017


"NAMA : MARATUS SHOLIHAH RAMADHANI
NIM : 131611133096 (A2 2016)
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence dalam EBNP merupakan temuan penelitian, pengetahuan dari ilmu pengetahuan dasar, pengetahuan klinis dan pendapat para ahli. Dorongan untuk melaksanakan EBNP berasal dari ketersediaan informasi yang lebih banyak dan konsumen yang lebih paham tentang pilihan perawatan dan kesehatan. Praktik berbasis bukti juga memberi kesempatan agar asuhan keperawatan lebih individual, efektif, efisien, dinamis, dan memaksimalkan efek penilaian klinis. EBNP menuntut perubahan dalam pendidikan, penelitian yang lebih praktis, dan hubungan kerja yang lebih erat antara dokter dan peneliti. Ketika bukti digunakan untuk mendefinisikan praktik terbaik daripada mendukung praktik yang ada, asuhan keperawatan terus berlanjut seiring dengan kemajuan teknologi dan perkembangan pengetahuan baru.
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia adalah Penerapan kompres dingin dengan Alcohol Bath masih sering digunakan tidak hanya oleh masyarakat awam tetapi juga oleh petugas kesehatan, dengan asumsi dapat menurunkan suhu tubuh lebih cepat, sedangkan penelitian terbaru mengungkapkan bahwa penggunaan kompres hangat dan teknik Tepid Sponge meningkatkan efektifitas penggunaan kompres dalam menurunkan suhu tubuh. Sayangnya pendekatan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia belum berkembang termasuk penggunaan hasil riset ke dalam praktek. Tidak dapat dipungkiri bahwa riset di Indonesia hanya untuk kebutuhan penyelesaian studi.
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan menggunakan EBNP diantaranya memberikan asuhan dan pelayanan keperawatan terbaik untuk klien serta meminimalisir pembiayaan; Beberapa penelitian menunjukkan bahwa perawat yang menggunakan metode EBNP memiliki keyakinan dan sikap positif dalam praktik klinis (Eizenberg, 2011).; Meningkatkan kepercayaan diri perawat dalam mengambil keputusan; Membantu penyedia layanan kesehatan, pemimpin perawat dan pendidik untuk mengembangkan strategi praktis untuk praktik klinis.
Kerugian menggunakan EBNP diantaranya dapat Membatasi autonomi professional serta Perawat bekerja dan mungkin harus bekerja ekstra berjam-jam untuk mencari bukti penelitian yang relevan (Glacken & Chaney, 2004).

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP adalah Kurangnya waktu dan keterampilan untuk menemukan, meninjau, dan menggunakan bukti penelitian (Dalheim et al., 2012).; Budaya organisasi rumah sakit yang tidak memungkinkan perawat untuk mencari atau membaca artikel penelitian selama jam kerja; Kurangnya waktu dan kewenangan untuk mengubah praktik, akses terhadap sumber daya yang buruk, dan pengetahuan yang tidak memadai (Koehn & Lehman, 2008; Solomon & Spross, 2011 ).; Kurangnya dukungan administratif; Kurangnya pendidikan tentang proses penelitian, Tidak ada waktu dalam bekerja untuk membaca penelitian; Kurangnya nilai untuk penelitian dalam praktek; dan Kurangnya mentor berpengetahuan.

Sumber :
Younhee Kang, MSN-ANP, PhD, In-Suk Yang, MSN, PhD (2016). “Applied nursing Research: Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses”. Vol.31 Page 46-51. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002335?via%3Dihub (diakses pada 03 September 2017 pukul 21.03 WIB)
Youngblut JM, Brooten D (2001). “Evidence-based nursing practice: why is it important?”. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/11759419 (diakses pada 03 September 2017 pukul 20.30 WIB)
Gerd Flodgren, Maria Ximena Rojas-Reyes, Nick Cole, and David R Foxcroft. (2014). “Effectiveness of Organisational Infrastructures to promote”. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4204172/pdf/emss-57134.pdf (diakses pada 03 September 2017 pukul 20.15 WIB)
Corrard F. (2002). “Methods to reduce fever: Are torpid water baths still indicated?”. Vol. 9, Pages 311-315. https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-18344391005&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=%22tepid+sponge%22&st2=&sid=0bc88604d10b0bbda0c4e5cd2eb15d07&sot=b&sdt=b&sl=29&s=TITLE-ABS-KEY%28%22tepid+sponge%22%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm= (diakses tanggal 04 September 2017 pukul 18.05 WIB)"


Dwi Yanti Rachmasari Tartila

pada : 05 September 2017


"((REVISI))
NAMA : Dwi Yanti Rachmasari Tartila
NIM : 131611133112
KELAS : A3


1. Apakah yang dimasud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-Based Nursing Practice adalah pendekatan yang membutuhkan keputusan tentang perawatan kesehatan harus didasarkan pada bukti terbaik yang tersedia, terkini, valid, relevan. Evidence-Based Nursing Practice berfungsi sebagai aset berharga bagi perawat, administrator dan praktisi yang ingin memperbaiki pemahaman mereka tentang informatika keperawatan. Dalam sebuah buku tentang informatika keperawatan, ini adalah isu penting bagi disiplin baru ini untuk dipeluk. Akhirnya, evaluasi setiap inisiatif yang dimaksudkan untuk menerjemahkan bukti ke dalam praktik adalah penting. Hanya dengan umpan balik ini, metode akan diperbaiki dan inovasi berbasis bukti penting untuk perawatan pasien terjamin.

Campbell,Steven. Translation of Evidence into Practice. https://e-resources.perpusnas.go.id:2089/gateway/chapter/full-text-html/48923 [01 September 2017]
Hollemen G,dkk. Promotion of Evidence-Based Practice by Professional Nursing Associations. 2006. (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16553678 ) [01 September 2017]
2. Berikan contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia!
Penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia dapat dicontohkan dengan adanya rekam medis yang digunakan oleh perawat dan tenaga kesehatan lainnya untuk melakukan tindakan asuhan keperawatan. Dalam sebuah penelitian menunjukkan bahwa perawat berpengalaman merupakan sumber untuk menerapkan praktik keperawatan berdasarkan bukti. Perawat yang berpengalaman dapat bertindak sebagai fasilitator yang membantu rekan kerja untuk menyusun pertanyaan yang tepat sebagai dasar pencarian dalam literatur dan menilai secara kritis temuan yang relevan. Semua rumah sakit yang ada di Indonesia telah menggunakan rekam medis sebagai acuan bukti tindakan yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Woi-Hyun S.Hong. Evidence-Based Nursing Practice for Health Promotion in Adults with Hypertension: A Literature Review. 2010. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon [01 September 2017]

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode ENBP dalam tatanan praktik keperawatan?
Saat ini, beberapa inisiatif berbasis bukti berfokus pada pengembangan sumber berbasis bukti yang siap pakai. Dalam pengaturan perawatan jangka panjang misalnya, program Advancing Excellence in America's Nursing Homes memimpin upaya untuk mendorong, membantu, dan memberdayakan panti jompo di seluruh negeri untuk meningkatkan kualitas perawatan dan kehidupan bagi warga berdasarkan bukti yang berkaitan dengan satu set. Catatan Kesehatan Elektronik menjadi standar untuk perawatan di banyak organisasi, dan akan memberi kesempatan baru untuk praktik yang dapat dievaluasi karena data pasien dikumpulkan dan dianalisis untuk menentukan pendekatan yang paling efektif dan efisien untuk kondisi dan sub-populasi tertentu. Perawat akan memainkan peran penting dalam perancangan konseptual sistem informasi untuk memastikan bahwa data yang sesuai dikumpulkan, dan data tersebut digunakan untuk mengevaluasi praktik kualitas dan panduan. Jadi dapat disimpulkan bahwa keuntungan dalam EBNP yaitu memberikan hasil asuhan keperawatan yang lebih baik kepada pasien, dan dapat dijadikan standar praktik keperawatan. Sedangkan kerugian dalam penggunaan Evidence-Based Nursing Practice antara lain kurangnya akses terhadap bukti ilmiah, dan kurangnya pengetahuan keperawatan dalam menelaah penggunaan Evidence-based Nursing Practice tersebut.

Miller, Lois L;Ward Deborah;Young, Heather M. Evidence-Based Practice in Nursing. 2010. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/742470450/fulltextPDF/3B7FEBCBC04C4FB6PQ/1?accountid=25704 [01 September 2017]
Jennings, MB.dkk. Misconceptions Among Nurses about Evidence-Based Practice. 2001. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236442660?pq-origsite=summon [02 September 2017]

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang menghambat implementasi EBNP antara lain keterbatasan waktu, keterbatasan akses terhadap literature, kurangnya pelatihan terkait usaha untuk mencari informasi dan keterampilan dalam mengkritisi hasil penelitian, ideologi yang menekankan praktek dibandingkan dengan pengetahuan intelektual, dan lingkungan kerja tidak mendukung dalam usaha mencari informasi hasil penelitian. Penelitian yang dilakukan oleh perawat terkadang tidak dapat menjamin bahwa hal tersebut dapat dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari, yang mana masih banyak perawat yang belum mengetahui cara mengakses hasil penelitian tersebut serta bagaimana mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar pengambilan keputusan. Selain itu, masih adanya kesulitan untuk menggabungkan antara perawat klinisi dan perawat peneliti yang seharusnya dapat berkolaborasi untuk mengimplementasi penggunaan Evidence-Based Nursing Practice dalam praktik keperawatan.
Marita, GT. The Evidence-Based Practice Implementation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/ [02 September 2017]
"


NOVIA TRI HANDIKA

pada : 05 September 2017


"1.Dalam penggunaan bukti penelitian yang dilakukan secara optimal dalam keperawatan sering disebut sebagai praktik berbasis bukti. Praktik berbasis bukti dapat didefinisikan sebagai suatu penggunaan bukti terbaik dengan cermat, eksplisit, dan bijaksana dalam membuat keputusan tentang tindakan perawatan kepasien individu. Dari penjelasan tersebut dapat didefinisikan bahwa bukti dalam praktik keperawatan berbasis bukti adalah temuan sebuah penelitian yang telah dilakukan untuk adanya perubahan yang lebih baik dalam praktik keperawatan, penelitian yang lebih praktis, efisien, efektif, dan dinamis guna mendukung praktik asuhan keperawatan.
Sumber: Hong, Woi-Hyun S. (2010). Evidence-based Nursing Practice for Health Promotion in Adults With Hypertension: A Literature Review. ELSEVIER . https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon (Diakses pada tanggal 29 Agustus 2017, pukul 16.00)
2.Aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia salah satunya yaitu penggunaan praktik berbasis bukti dalam pengoptimalan program reproduksi dalam kehamilan dan melahirkan. Pengaplikasian tersebut mengarah pada bukti nyata untuk kesehatan perinatal. Dalam penggunaan aplikasi tersebut dilakukan secara berurutan dalam pengumpulan data guna memberikan informasi yang akurat tentang ibu hamil dan bayinya. Data tersebut langsung diekstrasi dari catatan medis setiap individu ibu hamil tersebut. Selain itu, informasi diekstrasi secara prospektif guna dapat menghasilkan suatu yang lebih baik, oleh karena itu data tersebut mencerminkan praktik perawatan kesehatan yang aktual.
Sumber : SEA-ORCHID Project. (2011). Impact of Increasing Capacity for Generating and Using Research on Maternal and Perinatal Health Practices in South East Asia. PLoS One. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312183134/703A69FD18CD4A2APQ/6?accountid=25704 (Diakses pada tanggal 3 September 2017, pukul 15.00)
3.Keuntungan dalam menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan yaitu sebagai perawat kita lebih mampu untuk menghadapi suatu permasalahan dibidang keperawatan dengan menggunakan referensi sumber daya yang terbaik dan penelitian yang terpercaya. Dengan menggunakan bukti penelitian yang terpercaya, seorang perawat dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih baik untuk pasien.
Sedangkan kerugiannya yaitu secara tidak langsung metode EBNP membatasi suatu kebebasan dari perawat dalam menjalankan profesinya dan saat akan menentukan apakah bukti penelitian tersebut relevan atau tidaknya untuk digunakan dalam praktik keperawatan, kita harus mengetahui terlebih dahulu bahwa pengalaman klinis salah satu prasyaratnya.
Sumber : W, Yi-Hao., C, Chiehfeng., N, Ken.,Y, Chun-Yuh., dkk. (2015). Implementation of evidence-based practice in relation to a clinical nursing ladder system: a national survey in Taiwan.The Authors. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4345401/ (Diakses pada tanggal 1 Agustus 2017, pukul 18.00)
4.Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP yaitu yang pertama factor organisasi seperti dalam manajemen waktu yang masih kurang baik dalam menemukan penelitian dan kurangnya kewenangan untuk melaksanakan suatu penelitian. Selanjutnya, faktor individu perawat yang sebagian masih belum bisa atau mengetahui cara untuk mengakses suatu penelitian. Lalu ,faktor tidak adanya literature yang relevan hal ini akan menghambat pada saat melakukan proses asuhan keperawatan ataupun dalam praktik keperawatan.
Sumber: Dalheim,A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W.(2012). Factors Influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/ (Diakses pada tanggal 30 Agustus 2017, pukul 14.00)"


RAGIL TITI HATMANTI

pada : 05 September 2017


"NAMA : RAGIL TITI HATMANTI
NIM : 131611133012
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab:
1. Menurut Melnyk & Fineout-Overholt, 2011 Evidence Based Practice merupakan proses pengumpulan, interpretasi, penilaian, dan integrasi yang valid, secara klinis signifikan, dan implementasi berbasis evidence. Evidence dalam Evidence Based Nursing Practice merupakan bukti penelitian yang digunakan sebagai dasar dalam melakukan tindakan keperawatan kepada pasien, memberikan perawatan secara efektif dengan menggunakan hasil penelitian yang terbaik, menyelesaikan masalah yang ada di tempat pemberian pelayanan terhadap pasien, mencapai kesempurnaan dalam pemberian asuhan keperawatan dan jaminan standar kualitas.
Sumber :
Lei Cheng, MSN, Sheng Feng, RN, BSN dan Yan Hu, PhD. “Evidence-based nursing implementation in Mainland China: A scoping review.” Nurs Outlook 65 (2016): 27-35.

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawab :
2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik pelayanan keperawatan di Indoensia adalah penelitian yang dilakukan oleh perawat. Didalam artikel yang berjudul “A qualitative study on barriers in the prevention of anaemia during pregnancy in public health centres: perceptions of Indonesian nurse-midwives” perawat melakukan sebuah penelitian tentang deteksi dini anemia yang dialami oleh ibu hamil dimana anemia tersebut dapat menjadikan masalah bagi ibu hamil itu sendiri dan bagi bayi yang belum lahir. Perawat merekomendasikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mengelola ibu hamil dengan anemia, yang mensinergikan sumber daya yang ada dan memberdayakan bidan dan perawat dan wanita hamil.
Sumber :
Widyawati, W., Jans, S., Utomo, S., van Dillen, J., & Janssen, A. L. “A qualitative study on barriers in the prevention of anaemia during pregnancy in public health centres: perceptions of Indonesian nurse-midwives.” BMC Pregnancy and Childbirth. (2015): 1-8.

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawab :
3. Keuntungan evidence based nursing practice adalah bahwa layanan kesehatan berbasis evidence akan lebih mampu menghadapi tantangan dalam meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan, untuk memperbaiki kualitas perawatan kesehatan jika perawat secara rutin menggunakan evidence terbaik yang ada dalam praktik klinis.
Kerugian dari evidence based nursing practice ini adalah membatasi autonomi professional perawat, dan terkadang membuat perawat menjadi individualis.
Sumber : Youngblut, JM dan D Brooten. “Evidence-based Nursing Practice : Why is it important ?” AACN Clin Issues (2001).

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawab :
4. Determinan yang menghambat implementasi EBNP
Hambatan utama terkait dengan implementasi EBNP adalah konsisten independen terhadap waktu, lokasi geografis, ukuran sampel, tingkat respons, dan organisasi. Waktu yang tidak mencukupi adalah hambatan terbesar untuk menemukan dan meninjau literatur penelitian. Usia perawat, lama perawat melakukan praktik dan lamanya perawat mendapatkan gelar profesi kesehatan terakhir sering dikaitkan dengan sumber informasi yang digunakan dan hambatan untuk menerapkan evidence based practice. Selain itu budaya mengubah praktik klinis tim rumah sakit juga menjadi hambatan terhadap penerapan EBNP. Perawat, rekan kerja dan organisasi yang memberi banyak tugas kepada perawat lain menjadikan perawat tidak bisa membaca dan merenungkan hasil penelitian yang sebenarnya berguna bagi pelayanan kesehatan kepada pasien.
Sumber :
Anne Dalheim, et al. “Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey.” BMC Health Services Research (2012): 1-10.


"


NAFIDATUN NAAFIA

pada : 05 September 2017


"Nama: Nafidatun Naafi'a
NIM: 13161133015
Jawaban:
1. Apakah yang disebut dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Dalam Bahasa Indonesia, Evidence-Based Nursing Practice berarti Praktek Keperawatan Berdasarkan Bukti. Menurut Ingersoll (2000), Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah aplikasi untuk praktek dari bukti klinis (clinical evidence) terbaik yang tersedia yang berasal dari penemuan sistemik dan penemuan ilmiah, mengenai masalah kesehatan pasien atau masalah keperawatan, pilihan dan manfaat bagi mereka. Jadi, kata evidence disini menerangkan bahwa praktek asuhan keperawatan yang dilakukan oleh perawat berdasar pada bukti, baik bukti berupa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya maupun data-data klinis pasien. Asuhan keperawatan yang dimaksud adalah pengambilan keputusan yang dilakukan oleh perawat dalam melakukan pelayanan keperawatan dengan bukti sebagai hal pendukung pengambilan keputusan.
Source.
Younhee Kang, In-Suk Yang. "Evidence-Based Nursing Practice and Its Correlates Among Korean Nurses." Applied Nursing Research Vol. 31 (2016): 46-51. Web. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002335?via%Dihub

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Pada jurnal yang berjudul Within-Prison Drug Injection among HIV-Infected Male Prisoners in Indonesia: A Highly Constrained Choice, diteliti prevalensi dan korelasi WP-DI (Within-Prison Drug Injection) dan mengeskplor konteks sosio-lingkungannya. Lalu, digunakan model studi mixed-method yang biasa digunakan dalam studi injeksi obat-obatan terlarang dan perilaku yang berisiko tinggi lainnya. Konteks sosial dieksplor dengan menggunakan metode analisis statistik yang diturunkan dari wawancara semi-structured dan alanisis tematik. Dengan menggunakan literatur yang mendukung, dikembangkang sebuah panduan wawancara tentang pengalaman dan perilaku partisipan terhadap WP-DI yang digunakan untuk wawancara secara kualitatif untuk menggali informasi yang lebih dalam. Panduan tersebut kemudian diterjemahkan kedalam Bahasa Indonesia.
Source.
Culbert, Gabriel J. et al. “Within-Prison Drug Injection among HIV-Infected Male Prisoners in Indonesia: A Highly Constrained Choice.” Drug and alcohol dependence 149 (2015): 71–79. PMC. Web. 3 Sept. 2017. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5108518/

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Evidence-Based Practice berkembang dengan cepat dan memiliki beberapa pencapaian. beberapa studi melaporkan outcomes yang baik pada klien setelah penerapan EBNP. Keuntungan yang didapat dari penerapan EBNP antara lain: meningkatkan efisiensi kerja pada tenaga kerja, mengurangi waktu yang berlebihan (overtime), dan meningkatkan kepuasan pasien dan perawat. Selain itu, juga meningkatkan hand hygiene pada tenaga kesehatan, serta menurut analisis cost-benefits oleh Electronic Clinical Procedural Resource Supporting EBP menunjukkan penghematan biaya signifikan. Sedangkan, kerugian menggunakan EBNP adalah harus dilakukan riset terlebih dahulu yang mungkin memakan waktu yang lama, perawat menjadi kurang fokus pada urusan klinik karena sibuk dengan urusan riset, dan lain sebagainya.
Source.
Zhou, Fen et al. “Attitude, Knowledge, and Practice on Evidence-Based Nursing among Registered Nurses in Traditional Chinese Medicine Hospitals: A Multiple Center Cross-Sectional Survey in China.” Evidence-based Complementary and Alternative Medicine : eCAM 2016 (2016): 5478086. PMC. Web. 2 Sept. 2017. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4978845/

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan atau faktor yang dapat menghambat implementasi EBNP antara lain: kondisi organisasi (contoh: Rumah Sakit) yang kompleks dan terkadang tidak terduga, seperti infrastruktur organisasi yang tidak mendukung adanya evidence-based practice dalam keperawatan, dan tidak adanya literatur yang relevan dalan pengimplemetasian EBNP karena perubahan yang terus-menerus terjadi menyulitkan untuk menetapkan intervensi mana yang akan menghasilkan perubahan; faktor individu, rekan kerja, organisasi dan kebudayaan juga mempengaruhi karena perawat bekerja berdasarkan konteks. Implementasi mempertimbangkan pengetahuan yang diimplementasikan dan bagaimana pengetahuan tersebut difasilitasi pada konteks dimana akan digunakan; serta bagaimana perawat menilai kemampuan mereka dalam menemukan, mengkaji dan menggunakan bukti dalam pengimplementasian EBNP.
Source.
Anne Dahleim, Stig Harthug, Roy M Nielsen, Monica W Nortvedt. "Factor Influencing The Development of Evidence-Based Practice Among Nurses: A Self-Report Survey." BMC Health Services Research, Vol. 12, No. 376 (2012): 1-10. Web. https://ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/."


Handini Indah Rahmawati

pada : 05 September 2017


"NAMA: HANDINI INDAH RAHMAWATI
NIM : 131611133122

1.Perawat sebagai kelompok asuhan kesehatan terbesar, memiliki peran penting dalam promosi dan pelestarian kesehatan di setiap masyarakat. Area perawatan mereka mengalami perubahan konstan. Salah satu perubahan terpenting di lapangan pada akhir abad ke-20 adalah munculnya Evidence-Based Nursing Practice (EBNP). Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah metode pemecahan masalah keperawatan yang dikombinasikan dengan dukungan riset, nilai, kepercayaan, dan preferensi pasien.
Sumber: Seyyedrasooli, Alehe, et al 2012, ‘Individual Potentials Related to Evidance-Based Nursing Among Nurse in Teaching Hospitals Affiliated to Tabriz University of Medical Sciences, Tabriz, Iran’, Journal of Caring Sciences, vol. 1, no. 2, pp. 93-99.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4161067/pdf/jcs-1-93.pdf (31 Agustus 2017)

2. Oral Motor Intervention (OMI) adalah Pemberian makanan secara oral untuk bayi prematur yang terdiri stimulasi oral, dukungan oral, dan NNS. Stimulasi oral, dukungan oral, dan NNS tersebut dapat memberi efek lebih baik pemberian oral pada bayi prematur dan memperpendek LOS. Hasil meta-analisis menunjukkan bahwa OMI dapat secara efektif memperbaiki kondisi waktu transisi, LOS, efisiensi makan, dan asupan susu yang berkaitan dengan rute perawatan. Di Indonesia ada Rumah sakit yang menggunakan OMI yaitu RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Tidak hanya di Indonesia yang menggunakan OMI, bahkan di seluruh dunia.
Sumber: Tian, Xu, et al 2015, ‘Oral Motor Intervention Improved The Oral Feeding in Preterm Infants: Evidance Based on a Meta-Analysis With Trial Sequential Analysis’, Medicine, vol. 94, no. 31.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4616601/pdf/medi-94-e1310.pdf (31 Agustus 2017)

3. Keuntungan menggunakan metode EBNP dalam praktik keperawatan: meningkatkan kualitas perawatan bagi pasien, meningkatkan keamanan perawatan, menggunakan sumber daya yang terbaik dan terpecaya, memberikan kontribusi perkembangan ilmu keperawatan, dan menjadikan standar praktik saat ini yang relevan
Kerugian menggunakan metode EBNP dalam praktik keperawatan: membatasi autonomi profesional
Sumber: Mehrdad, Neda, et al 2012, ‘Nursing Faculties Knowledge and Attitude on Evidance-Based Practice’, Iran J Nurs Midwifery Research, vol. 17, no. 7, pp. 506-511.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3730454/ (31 Agustus 2017)

4. Kurangnya pemahaman tentang penelitian yang tersedia (khususnya statistik), wewenang terbatas untuk mengenalkan praktik baru, tidak cukup waktu untuk membaca penelitian dan sumber daya yang tidak memadai dalam setting klinis Kurangnya kemampuan penguasaan bahasa untuk penggunaan hasil riset, kurangnya keterampilan dalam melakukan kritik riset, kurangnya akses terhadap jurnal dan artikel, kurangnya mentor berpengetahuan, dan kurangnya kesadaran tentang Evidence-Based Nursing Practice (EBNP).
Sumber: Fiona, Cowdell 2014, ‘Developing The Evidence Base For Hygiene and Emollient Practices’, Nursing Older People, vol. 27, no. 4.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1785333536?pq origsite=summon#center (31 Agustus 2017)
"


DITA FAJRIANTI

pada : 05 September 2017


"NAMA : DITA FAJRIANTI
NIM : 131611133014
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence merupakan bukti nyata yang digunakan oleh semua professional kesehatan untuk melayani dan melakukan praktik kesehatan. Jadi, evidence merupakan sebuah bukti yang penting dalam asuhan keperawatan yang dikumpulkan secara sistematis yang diambil dari penelitian dan pengalaman yang bertujuan untuk meningkatkan pelayanan pada pasien. Evidence dalam EBNP adalah sebuah bukti klinis yang terbukti dapat meningkatkan program dalam pelayanan kesehatan terutama dalam keperawatan.
Hunt, J. (2013). John Hopkins Evidence Based Nursing Practice. Nursing management.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1144850257/fulltextPDF/CB84CC630013461APQ/1?accountid=25704
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
EBNP dalam pelayanan keperawatan di Indonesia, digunakan dalam penelitian yang bertujuan untuk acuan dalam melakukan proses keperawatan khususnya pada tahap evaluasi keperawatan. Contohnya dalam penanganan penyakit kanker, evidence sangat diperlukan untuk manajemen nyeri pada pasien. Evidence pada hal ini digunakan untuk assessment pada pasien dan untuk mengkaji ulang kondisi pasien. Dengan adanya evidence akan mempermudah dalam hal perencanaan dan implementasi dalam proses keperawatan.
Song, Wenjia et al. “Evaluation of Evidence-Based Nursing Pain Management Practice.” Pain management nursing : official journal of the American Society of Pain Management Nurses 16.4 (2015): 456–463. PMC. Web. 2 Sept. 2017.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4531385/pdf/nihms626682.pdf
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan :
• Dapat mempercepat proses implementasi, karena dalam metode ini menggunakan system perawatan interdisipliner.
• Dapat meminimalisir outcome yang tidak diharapkan, karena dalam proses pemberian asuhan keperawatan sudah berdasarkan bukti yang nyata.
• Mampu menghadapi tantangan perbaikan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan
Kerugian :
• Bukti dari penelitian jarang digunakan
• Tidak semua perawat dapat menjalankan system EBNP, karena kurangnya pengetahuan dan ketidakpahaman akan EBNP.
Dalheim, Anne et al. “Factors Influencing the Development of Evidence-Based Practice among Nurses: A Self-Report Survey.” BMC Health Services Research 12 (2012): 367. PMC. Web. 2 Sept. 2017.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/pdf/1472-6963-12-367.pdf
Cashin, Andrew. (2011). Evidence-based practice in nursing informatics: concepts and applications. Medical Information Science Reference.
http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.882004&ctx_enc=info%3Aofi%2Fenc%3AUTF8&rfr_id=info%3Asid%2Fsummon.serialssolutions.com&rft_val_fmt=info%3Aofi%2Ffmt%3Akev%3Amtx%3Abook&rft.genre=book&rft.title=Evidence-Based+Practice+in+Nursing+Informatics&rft.date=2011-0101&rft.pub=Medical+Information+Science+Reference&rft.isbn=9781609600341&rft.externalDocID=9781609600365¶mdict=en-US
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
• Kurangnya waktu dan kurangnya keterampilan untuk menemukan dan mengelola bukti penelitian
• Keterbatasan sistem perawatan kesehatan, yang menyebabkan menurunnya dukungan untuk pendidikan dan pengembangan
• Prasangka terhadap niat untuk memajukan praktik
• Isu yang terkait dengan pengurangan tenaga kerja
Correa-de-Araujo, Rosaly. “Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions.” Health care for women international 37.1 (2016): 2–22. PMC. Web. 2 Sept. 2017.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/pdf/nihms747341.pdf"


SABRINA SHEILA UMAR

pada : 05 September 2017


"NAMA : SABRINA SHEILA UMAR
NIM : 131611133081
KELAS : A 2
JAWABAN:
1. Praktik berbasis bukti (Evidence Based Practice/EBP)/(Evidence Based Nursing Practice/EBNP) adalah sebuah pendekatan dalam pelayanan kesehatan dimana profesi kesehatan menggunakan bukti terbaik yang tersedia yang bersumber dari penelitian yang sistematis, kemudian mengintegrasikannya dengan keahlian klinis untuk membuat keputusan klinis bagi pasien. Praktik berbasis bukti menilai, meningkatkan, dan membangun keahlian klinis, pengetahuan tentang mekanisme penyakit, dan patofisiologi. Hal tersebut melibatkan pengambilan keputusan yang kompleks dan teliti, tidak hanya berdasarkan pada bukti yang ada, tetapi juga pada karakteristik pasien, situasi, dan preferensi. Bukti harus dipadukan dengan pengalaman klinis, dipertimbangkan dengan penuh keyakinan, nilai nilai, dan konteks budaya lingkungan setempat, serta preferensi klien.
Dp :
Reiber, K.2011.Evidence Based Nursing Education-a Systemic Review of Empirical Research.German
Medical Science. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3149467/ (diakses, 31 Agustus 2017, pukul 12.50 WIB)
2. Penggunaan evidence (bukti) dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia bisa kita lihat pada penelitian kualitatif tentang kemampuan bidan dan perawat dalam mengelola/melakukan manajemen asuhan keperawatan/kebidanan pada ibu hamil dengan anemia yang dilakukan di Daerah Istimewa Yogyakarta. Hasil analisis data penelitian tersebut menjelaskan bahwa perawat tersebut belum mendapatkan pelatihan tentang manajemen asuhan keperawatan pada ibu hamil dengan anemia sehingga mereka belum mempunyai pengalaman yang cukup untuk itu. Hasil analisis tersebut juga menggambarkan kepercayaan budaya dan rendahnya partisipasi keluarga dalam program perawatan antenatal dan tidak memadainya fasilitas dan dukungan staf di lingkungan umum pusat kesehatan
Widyawati.et al.2015.A Qualitative Study on Barriers in the Prevention of Anemia During Pregnancy
in Public Health Centres: Perceptions of Indonesian Nurse-Midwives.Yogyakarta : BMC Pregnancy and Health. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4348154/.(diakses 31 Agustus 2017, pukul 14.11 WIB)
3. Implementasi Evidence Based Practice (EBP) diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam EBP. EBP dimaksudkan untuk menstandarisasi praktik keperawatan kesehatan ke ilmu terbaru untuk meminimalkan variasi perawatan dan menghindari hasil kesehatan yang tidak diantisipasi.Bagaimana temuan dari penelitian berbasis bukti diterjemahkan ke dalam praktik keperawatan yang efektif dan kebijakan sangat mempengaruhi hasil kesehatan, perbaikan sistem perawatan kesehatan dan kinerja penyedia individu dan kelompok.Namun, masih banyak perawat yang belum memiliki pengalaman kerja yang lama, kesadaraan dan kepercayaan terhadap EBP, sehingga pelaksanaan EBP kurang optimal.
Correa, R.2016.Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future
Directions.HHS Public Access https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/ (diakses 31 Agustus 2017, pukul 14.44 WIB)
Weng, Y.et al.2015. Implementation of Evidence-Based Practice in Relation to a Clinical Nursing
Ladder System: A National Survey in Taiwan.Worldview Evid Based Nurse. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4345401/ (diakses, 31 Agustus 2017, pukul 14.50 WIB)

4. Perawat banyak yang menggunakan pengetahuan berbasis pengalaman yang diperoleh dari pengamatan, kolega, dan kolaborator lainnya untuk mendapatkan dukungan dalam praktik. Bukti dari penelitian jarang digunakan. Hambatan terbesar yang menghambat penggunaan penelitian sebagai basis praktik adalah kurangnya waktu dan keterampilan untuk menemukan dan mengelola bukti penelitian. Usia perawat, jumlah tahun praktik keperawatan, dan jumlah tahun sejak mendapatkan gelar profesional kesehatan terakhir mempengaruhi penggunaan sumber pengetahuan/penelitian.
Dalheim, A.et al.2012.Factors Influencing The Development of Evidence-Based Practice Among
Nurses : A Self Report Survey.BMC Health Service Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/ (diakses, 03 September 2017, Pukul 21.21 WIB)

"


Elin Nur Annisa

pada : 05 September 2017


" NAMA : ELIN NUR ANNISA
NIM : 131611133037
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?

Secara umum pengertian evidence memiliki arti bukti. Sedangkan dalam EBNP adalah proses dimana perawat membuat keputusan klinis dengan menggunakan penelitian terbaik yang tersedia bukti, keahlian klinis mereka, dan preferensi pasien. Ada kesadaran akan peran informasi teknologi dalam praktik berbasis bukti. Kesadaran ini mendorong Kementerian Kesehatan dan Jangka Panjang Ontario Care (MOHLTC), Keperawatan menciptakan kesempatan yang bisa diterapkan oleh organisasi kesehatan untuk membuat asisten pribadi seperti tablet mobile PC. Perangkat seperti itu digunakan oleh perawat garis depan untuk memudahkan akses mereka terhadap sumber praktik berbasis bukti di titik perawatan.

Doran, D., Haynes, B. R., Estabrooks, C. A., Kushniruk, A., Dubrowski, A., Bajnok, I., … Bai, Y. Q. (Chris). (2012). The role of organizational context and individual nurse characteristics in explaining variation in use of information technologies in evidence based practice. Implementation Science : IS, 7, 122. http://doi.org/10.1186/1748-5908-7-122

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!

Sebagian besar perawat yang merespons dan menilai kemampuan mereka dalam jumlah yang telah ditentukan seperti berlatih sebagai pemula. Pelajaran sebelumnya telah menjelaskan terbatasnya penggunaan penelitian berbasis bukti dengan tidak adanya kompetensi dalam mencari, menilai dan pemahaman penelitian. Ini akan menyiratkan itu Kursus dalam praktik berbasis bukti akan menghasilkan yang lebih besar penggunaan bukti berbasis penelitian. Meski begitu, efeknya mengajar sebagai satu - satunya ukuran untuk meningkatkan penggunaan bukti berbasis penelitian karena dengan enelitian perawat dapat mengetahui apakah dan memberikan bukti pada masyarakat yang disampaikan itu benar adanya.

Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research, 12, 367. http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?

Keuntungan :
Perawatan kesehatan berdasarkan bukti telah mendapatkan penting karena sumber daya keuangan yang terbatas dengan yang umumnya memiliki institusi kesehatan. Sebuah ide penting adalah bahwa, dalam prakteknya EBE, seorang perawat mengambil untuk membuat keputusan perawatan bukti penelitian terbaik dengan pengalaman klinis, dan juga mempertimbangkan preferensi pasien dan sumber daya yang tersedia di berbagai skenario kesehatan.

Kerugian :
Percaya bahwa ada hambatan kelembagaan dan organisasi, tetapi memiliki dampak yang lebih besar yang dihasilkan oleh budaya profesional dan kecenderungan untuk stagnasi perawat diberikan untuk alasan yang berbeda, termasuk menunjuk kurangnya pengetahuan, kurangnya motivasi dan penolakan untuk mengambil tanggung jawab.

Morales, CF, Santacruz, CJB, & Verkovitch, I. (2015). Integrasi praktek mengajar keperawatan berdasarkan bukti scientifi c / Memperkenalkan ajaran praktik keperawatan berdasarkan Bukti ilmiah / Integracao lakukan da ensino na baseado enfermagem pratica bukti ilmiah. Aquichan, 15 (4), 541-553. Diperoleh dari https://search.proquest.com/docview/1737514638?accountid=25704


4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Hambatan tingkat klinis meliputi kurangnya pengetahuan dan keahlian, sikap dan kesalahpahaman, dan komunikasi yang buruk di antara anggota tim perawatan kesehatan. Upaya untuk mencegah yaitu Perawat mungkin mempertimbangkan panduan latihan terlalu preskriptif untuk memberikan perawatan individual, atau mungkin tidak sesuai dengan pedoman konten. Pengetahuan dan pengalaman dengan proses pengembangan penelitian dan panduan juga telah dilaporkan berkontribusi positif sejauh mana pedoman praktiknya diterima oleh perawat Perubahan dalam praktik juga memerlukan kerja sama semua staf yang terlibat perawatan klinis Komunikasi antar anggota tim interdisipliner, yang berbagai tujuan bersama, dipandang penting untuk keberhasilan pelaksanaan dan pemeliharaan perawatan berbasis bukti.
Ersek, M., & Jablonski, A. (2014). A Mixed-Method Approach to Investigating the Adoption of Evidence-Based Pain Practices in Nursing Homes. Journal of Gerontological Nursing, 40(7), 52–60. http://doi.org/10.3928/00989134-20140311-01
"


Ema Yuliani

pada : 05 September 2017


"1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah sebuah pengetahuan yang berasal dari berbagai sumber yang telah ditemukan untuk menjadi kredibel, evidence ini kemudian disebarluaskan dan diterapkan dalam praktik keperawatan. Berbicara tentang EBNP, evidence digunakan untuk menginformasikan praktik dan kebijakan yang menjadi subjek penelitian. Dalam konsep EBNP, evidence tidak hanya ditemukan melalui penelitian melainkan lebih dari itu, evidence merupakan proses sosial dan proses ilmiah. Selain sebagai penerang/petunjuk dalam melaksanakan praktik keperawatan, evidence dalam EBNP juga dapat dijadikan sebagai sumber legal dari praktik keperawatan itu sendiri. Bukti dapat digunakan dengan cara yang berbeda untuk menolak atau menguatkan masalah yang dihadapi (Upshur 2001).

DAFTAR PUSTAKA
Malone, Rycroft et al. 2003. NURSING AND HEALTH CARE MANAGEMENT AND POLICY: What counts as evidence in evidence-based practice?. Journal of Advanced Nursing, 47(1), 81–90,

2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia, tepatnya di RSUP Fatmawati ruang GPS Lt. 1 dilakukan EBNP (Evidence-Based Nursing Practice) setelah mengkaji intervensi yang dilakukan ruangan dengan beberapa indikator yang berdasarkan analisa perbandingan fenomena di GPS Lt. 1 RSUP Fatmawati dengan studi literatur jurnal penelitian. Tujuan dari penerapan evidence based nursing practice disini adalah mengidentifikasi pengaruh cold compression therapy terhadap proses penyembuhan dengan indikator proses penyembuhan nyeri, edema, dan rentang gerak sendi lutut. Penerapan EBN ini akan membandingkan nyeri, edema, dan rentang gerak sendi sebelum dan setelah dilakukan cold compression therapy.

DAFTAR PUSTAKA
Bagus, Chandra. 2014. Pengaruh Cold Compression Therapy terhadap Proses Penyembuhan Pasien Pasca Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Ekstremitas Bawah, Proceedings of 2nd Adult Nursing Practice: Using Evidence in Care, Eds: Safitri, Niken, et all, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, hal. 125-132.

3.Keuntungan/kelebihan metode EBNP dalam praktik keperawatan adalah
-EBNP dapat membawa praktik keperawatan menuju perkembangan yang inovatif. Dengan adanya EBNP para perawat menjadi termotivasi untuk selalu melakukan inovasi dan mengedepankan proses berfikir kritis dalam semua tindakan keperawatan.
-Dengan adanya EBNP perawat dapat memberikan pelayanan yang terbaik.
-Prinsip dari EBNP ini adalah menggunakan sumber daya yang terbaik dan terpercaya sehingga memberikan pelayanan yang berkualitas.
Kekurangan/kelemahan

Namun dengan banyaknya keuntungan yang diberikan dengan adanya EBNP ini dianggap menjadi metode yang rumit dan dapat menghambat otonomi professional


DAFTAR PUSTAKA
Reynolds, Shirley and Liz Trander. 2006. Evidence-Based Practice: A Critical Appraisal. Willey: Replika Press.
4. Determinan yang menghambat aplikasi EBNP
-Pengetahuan perawat
Pengetahuan perawat masih cukup rendah akan konsep EBNP sehingga membuat perawat saat ini belum siap dalam mengimplementasikan EBNP.
-Dukungan yang kurang dari organisasi/institusi
Dukungan yang kurang dari organisasi dapat menghambat pengembangan EBNP. Organisasi penting dalam menetapkan perubahan kebijakan terutama dalam pengembangan panduan klinik praktik keperawatan berdasarkan temuan riset terbaik untuk digunakan secara baku di rumah sakit (Hannes et al., 2007)
-Fasilitas yang kurang memadai seperti komputer (McKenna, Ashton, & Keeney, 2004),
-Kemampuan bahasa asing yang minimal
Para peraawat kesulitan dalam memahami laporan penelitian serta kesulitan dalam menemukan informasi.

DAFTAR PUSTAKA
Ligita, Titan. 2012. Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi
Dalam Implementasi Evidence-Base Practice. Ners Jurnal Keperawatan Volume 8,No 1,Juni 2012 :83-95
"


Ni Putu Neni Indriyani

pada : 05 September 2017


"Nama : Ni Putu Neni Indriyani
NIM : 131611133031 – A1 2016
Jawaban :
1. Pengertian evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice
Menurut Thompson (2003) Evidence Based Nursing adalah sebuah proses, yang dirancang sebagai alat untuk memerangi bias yang timbul dari pengambilan keputusan yang tidak beralasan dan melakukan ini dengan mengarahkan perawat ke arah 'terbaik' dari bukti penelitian. Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa arti dari evidence dalam EBNP yaitu sebuah fakta atau bukti ilmiah dari hasil penelitian yang digunakan untuk menentukan langkah-langkah dalam memberikan praktik keperawatan.

Sumber :
Scott, Kay, and Rob McSherry. "Evidence‐based nursing: clarifying the concepts for nurses in practice." Journal of clinical nursing 18.8 (2009): 1085-1095.

2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia
Dewasa ini, sistem keperawatan Indonesia telah mencoba mengembangkan Evidence Based Nursing Practice dalam memberikan pelayanan keperawatan. Contoh penerapan EBNP di Indonesia banyak ditemukan pada institusi pelayanan kesehatan terdepan yang biasa disebut Puskesmas di berbagai daerah. Perawat yang bertugas di Puskesmas mampu menjalankan penelitian dengan memanfaatkan pasien yang datang sebagai sample penelitian. Hasil dari penelitian dapat diterapkan pada pasien berikutnya yang mengalami gangguan atau penyakit yang sama.

Sumber :
Rachmawati, Kurnia, Tim Schultz, and Lynette Cusack. “Translation, Adaptation and Psychometric Testing of a Tool for Measuring Nurses’ Attitudes towards Research in Indonesian Primary Health Care.” Nursing Open4.2 (2017): 96–107. PMC. Web. 3 Sept. 2017.



3. Keuntungan dan kerugian penggunaan EBNP pada praktik keperawatan
Bury and Mead (2000) menetapkan bahwa tinjauan sistematis diklasifikasikan sebagai metode yang paling tepat untuk memberikan tanggapan ilmiah yang masuk akal terhadap masalah dan pertanyaan perawatan kesehatan. Keuntungan dari penerapan EBNP antara lain perawat dapat memberikan pelayanan yang terbaik dalam praktik keperawatan, meningkatkan integritas profesi perawat dalam pelayanan kesehatan serta meningkatkan derajat kesehatan klien.
Selain keunggulan, EBNP tidak lepas dari kekurangan seperti penggunaan waktu penelitian yang relatif lama sehingga penerapan semakin lamban, serta membutuhkan sarana dan prasarana yang cukup untuk menyelesaikan penelitian.

Sumber :
Lavin, Mary A., et al. "Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases." Journal of the Medical Library Association93.1 (2005): 104



4. Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP
Kualitas pendidikan yang buruk dan kurangnya strategi untuk meningkatkan penggunaan temuan penelitian adalah dua hambatan umum dalam pemanfaatan penelitian dan partisipasi penelitian (McKenna, Ashton & Keeney, 2004; Oh, 2008; Tsai, 2000). Seperti kutipan diatas, salah satu penghambat dalam implementasi EBNP yaitu kurangnya pendidikan yang dimiliki perawat. Selain itu ada beberapa determinan yang menjadi penghambat EBNP seperti tempat kerja perawat yang tidak mendukung penelitian, serta adanya kebudayaan yang berbeda di masing-masing daerah.

Sumber :
Rega, Maria Luisa, et al. "Philosophical and theoretical content of the nursing discipline in academic education: A critical interpretive synthesis." Nurse Education Today 57 (2017): 74-81.
"


Locita Artika Isti

pada : 05 September 2017


"Nama : Locita Artika Isti
NIM : 131611133008
Jawaban :
1. Apakah yang dimaksud evidence dalam evidence-based nursing practice (EBNP)?
Jawab :
Evidence-Based Nursing Practice berarti menggunakan bukti terbaik dari penelitian, bersama dengan preferensi pasien dan pengalaman klinis saat membuat keputusan keperawatan. Perawat memiliki peran kunci dalam memfasilitasi dan menggunakan bukti dalam praktik, agar dapat bertanggung jawab terhadap perawatan pasien yang berorienasi pada hasil melalui penggunaan praktik berbasis bukti.
Praktik berbasis bukti telah menjadi isu penting dalam pengaturan kesehatan, kebutuhan pendidikan untuk pengetahuan dan keterampilan untuk generasi dan pemanfaatan bukti kesehatan.
Cullum, Nicky. "Users' guides to the nursing literature: an introduction." (2000): 3: 71-72.
http://ebn.bmj.com/content/ebnurs/3/3/71.full.pdf

Oh, Eui Geum. "Synthesizing Quantitative Evidence for Evidence-based Nursing: Systematic Review." (2016): 89-93
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1801891371/fulltextPDF/8C6001ADCB3D46B9PQ/1?accountid=25704


2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di indonesia!
Jawab : Contoh aplikasi : ”Menghadapi validasi indikator kualitas penyelenggaraan perawatan paliatif di rumah sakit di Indonesia: kontribusi terhadap peningkatan kualitas”
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memvalidasi QIs Indonesia berdasarkan set di Eropa, dengan membandingkan dua perangkat QI dan untuk menguji penerapan set Indonesia. Metode yang di gunakan adalah dengan memodifikasi dua putaran RAND Delphi yang dilakukan di Indonesia. Uji coba dilakukan di lima rumah sakit. QI adalah elemen terukur dari kinerja praktik yang memiliki bukti atau konsensus bahwa hal itu dapat digunakan untuk menilai kualitas asuhan yang diberikan dan dapat mengungkapkan potensi masalah yang mungkin perlu ditangani.

Effendy, Christantie et al. “Face-validation of quality indicators for the organization of palliative care in hospital in Indonesia: a contribution to quality improvement.” (2014): 3301–3310.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1619439607/abstract/3105C40B1FDE40A2PQ/1?accountid=25704


3. Apa sajakan keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik Keperawatan?
Jawab :
Keuntungan/ manfaat:
- Membuktikan bukti berbasis praktik
- Sebagai sarana untuk memperbaiki praktik klinis
- Menjadi jembatan antara penelitian dan praktik
- Mengeliminasi penelitian dengan kualitas penelitian yang buruk
- Mencegah terjadinya informasi yang overload terkait hasil-hasil penelitian
- Mengeliminasi budaya “practice which is not evidence based”
Kerugian/ kekurangan:
- Membatasi autonomi profesional

Leach, Matthew J. “ Evidence-based practice: A framework for clinical practice and research design.” International Journal of Nursing Practice (2006): 12: 248-251
http://docentes.ismt.pt/~eduardo/supervisao_estagio/documents/16_Evidence_basedpractice.pdf

Turenne, Jeanne Pigeon, et al. ” Educational Intervention for an Evidence-Based Nursing Practice of Skin-to-Skin Contact at Birth.” The Journal of Perinatal Education (2016): Volume 25, Number 2.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1805415542/fulltextPDF/F7E7339B74B04AECPQ/1?accountid=25704

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawab : Tiga hambatan utama dalam implementasi EBNP adalah kurangnya waktu, ketidakmampuan untuk memahami persyaratan statistik, dan pemahaman yang tidak memadai tentang jargon yang digunakan dalam artikel penelitian.

Majid, Shaheen. "Adopting evidence-based practice in clinical decision making: nurses' perceptions, knowledge, and barries." Journal of the Medial Library Association (2011): 229.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/878687532/fulltextPDF/39EFF68ED9F14724PQ/1?accountid=25704

"


Nabiila Rahma Ulinnuha

pada : 05 September 2017


"NABIILA RAHMA ULINNUHA
131611133136
A3
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawaban: Dalam dunia kedokteran, Evidence-based Medicine merupakan penggunaan bukti (evidence) ilmiah yang terkini dan terbaik dengan jelas dan berhati-hati dalam membuat keputusan untuk pasien. Sama halnya dengan evidence-based medicine,EBNP merupakan suatu kerangka kerja yang menguji, mengevaluasi dan menerapkan temuan-temuan penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki pelayanan keperawatan kepada pasien. EBP adalah proses dimana perawat membuat keputusan klinis dengan menggunakan penelitian terbaik yang tersedia bukti, keahlian klinis mereka, dan preferensi pasien Jadi sebelum membuat keputusan klinis yang terbaik bagi pasiennya, tenaga kesehatan harus mempertimbangkan dan mengacu pada hasil-hasil penelitian yang terkini dan terbaik disertai pengalaman praktik yang terbaik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan.
Sumber :
Doran, Diane, Brian R Haynes, dkk. (2012). “The role of organizational context and individual nurse characteristics in explaining variation in use of information technologies in evidence based practice” . diunduh pada tanggal 1 September 2017. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3543384/pdf/1748-5908-7-122.pdf.

Ligita, Titan. (2012). “Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi dalam Implementasi Evidence-Base Practice. Ners Jurnal Keperawatan Volume 8,No 1”. diunduh pada 30 Agustus 2017. http://ners.fkep.unand.ac.id/index.php/ners/article/download/95/89.

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
RSUP Dr. M. Djamil adalah salah satu rumah sakit di Indonesia yang telah mengembangkan penerapan evidence-based practice. Hal ini terlihat dalam salah satu misi rumah sakit tersebut yaitu “Menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”. Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala Satuan Perawat Fungsional(SPF) ruangan rawat inap bedah pada tanggal 5 Juni 2015, didapatkan informasi bahwa penerapan evidence-based nursing practice sudah mulai diterapkan sejak tahun 2012. Pada tahun 2012 tersebut juga, seorang perawat di ruang rawat inap bedah menjadi kontributor penyusunan Standar Pelayanan Keperawatan Ortopedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan evidence-based nursing.
Sumber:
Oktiayuliandri Citra. (2015). “Nurses’ Knowledge And Attitude In Implementing Evidence-Based Nursing Practice In Dr. M. Djamil Hospital Padang 2015”.dalam http://repository.unand.ac.id/23091/1/REPOSITORY.pdf Diunduh pada 3 September 2017.


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawaban: Keuntungannya adalah layanan kesehatan akan lebih mampu menghadapi tantangan perbaikan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan serta kebutuhan untuk Literasi informasi yang sistematis diperlukan karena adanya peningkatan jumlah informasi kesehatan formal dan informal. EBNP dimaksudkan untuk menstandarisasi praktik perawatan kesehatan ke sains terbaru dan terbaik yang tersedia untuk meminimalkan variasi perawatan dan menghindari hasil kesehatan yang tidak diantisipasi. Bagaimana temuan dari penelitian berbasis bukti diterjemahkan ke dalam praktik keperawatan yang efektif dan kebijakan sangat mempengaruhi hasil kesehatan, perbaikan sistem perawatan kesehatan, dan kinerja penyedia individu dan kelompok.
Kerugiannya adalah terdapat beberapa hambatan-hambatan yang mengganggu perawat dalam praktiknya. Hambatan signifikan masih ada dalam mengadopsi atau menerapkan perawatan berbasis bukti. Meskipun perawat menjadi kelompok profesional kesehatan terbesar di sistem kesehatan di seluruh dunia, terdapat tiga tantangan langsung yang diakui secara internasional sangat mempengaruhi kemampuan mereka untuk menyediakan layanan termasuk EBNP: 1) Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan, yang menyebabkan penurunan dukungan untuk pendidikan dan pengembangan mereka; 2) Prasangka terhadap niat mereka untuk memajukan praktik mereka; 3) Isu yang terkait dengan pengurangan tenaga kerja.
Sumber:
Correa-de-Araujo , Rosaly. (2016). “Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions”. dalam https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/pdf/nihms747341.pdf. diunduh pada 2 September 2017.
Dalheim Anne, Stig Harthug, dkk. (2012). “Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey”. dalam https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/pdf/1472-6963-12-367.pdf diunduh pada tanggal 1 September 2017.




4 Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawaban: Beberapa penelitian besar menyelidiki hambatan terhadap implementasi EBNP, menekankan pentingnya perubahan infrastruktur organisasi kesehatan secara berurutan untuk mencapai keberhasilan promosi EBP dalam keperawatan (Atkinson 2008; Funk 1991; Horsley 1978; Pravikoff 2005). Salah satunya, Studi besar yang pernah dilakukan oleh Funk, melibatkan pengembangan dan penerapan alat untuk menilai hambatan terhadap perawat yang mengadopsi EBP. Funk mengelompokkan hambatan pemanfaatan penelitian ke dalam empat tema utama: karakteristik pengadopsi, karakteristik inovasi, karakteristik komunikasi, karakteristik Organisasi. Hasil studi Funk menyoroti dua hambatan utama: perawat memiliki tidak cukup wewenang untuk mengubah prosedur perawatan pasien, dan ada kekurangan umum kesadaran akan penelitian yang relevan
Sumber:
Flodgren Gerd, Nick Cole, dkk. (2014). “Effectiveness of organisational infrastructures to promote evidence-based nursing practice”. dalam https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4204172/pdf/emss-57134.pdf. diunduh pada 1 September 2017.


"


YENNI NISTYASARI

pada : 05 September 2017


"NAMA : YENNI NISTYASARI
NIM : 131611133035

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Bukti yang dimaksud dalam praktik keperawatan berbasis bukti adalah hasil yang tercermin dalam praktek keperawatan dalam pengaturan kesehatan primer mampu berkontribusi secara signifikan dalam kesehatan yang berkualitas . Berbasis bukti praktek keperawatan telah menjadi standar emas untuk pengiriman asuhan keperawatan. Hal ini didefinisikan sebagai integrasi terbaik penelitian mungkin (Bailey, 2004). Berbasis bukti praktek keperawatan bergantung pada tidak hanya bukti penelitian tetapi juga pengalaman klinis, pendapat ahli, standar masyarakat, materi yang dipublikasikan, bukti penelitian yang valid, dan nilai-nilai dan perspektif pasien (DiCenso, Guyatt, & Ciliska, 2005; Melnyk & Fineout-Overholt, 2005).
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di indonesia !
contoh aplikasi penggunaan praktik berbasis bukti di indonesia yaitu perawatan perinatal. Perawatan perinatal sangat menguntungkan karena dikontrol kabel traksi, salah satu komponen dari manajemen aktif kala III persalinan, dan mengobati eklampsia dengan magnesium sulfat. Tingkat perbedaan tertinggi dari rekomendasi praktik tidak mengelola profilaksis antibiotik yang tepat untuk operasi caesar. Secara liberal menggunakan episiotomi tidak dianjurkan bagi wanita yang melahirkan normal, tidak tepat untuk dipraktekkan di rumah sakit yang menunjukkan kurangnya adopsi rekomendasi berbasis bukti episiotomi. Bentuk lain dari perawatan perinatal seperti mencukur rambut kemaluan dan penggunaan enema selama persalinan bervariasi.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312318287/fulltextPDF/58CFF21BFE994169PQ/1?accountid=25704

3. Apa saja keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatananpraktik keperawatan ?
Keuntungan menggunakan metode EBNP diperkenalkan sebagai penggunaan teliti, eksplisit, dan bijaksana bukti terbaik dalam membuat de-cisions tentang perawatan pasien individual. Mengintegrasikan bukti klinis terbaik yang tersedia eksternal dari penelitian sistematis (Rosenberg dan Donald, 1995; Sackett et al., 1996). Metode EBNP memiliki potensi untuk mengubah praktek klinis dan meningkatkan kualitas pelayanan dengan membuat proses perawatan lebih standar.
Kerugian metode EBNP1) aksesibilitas penelitian Temuan, 2) mengantisipasi hasil dari menggunakan penelitian, 3)dukungan organisasi menggunakan penelitian dan 4) dukungan dari orang lain untuk menggunakan penelitian (Retsas 2000).
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1794909441/fulltextPDF/5BB83F20CCAA4D69PQ/1?accountid=25704

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan hambatan yang diidentifikasi dalam implementasi EBNP adalah literatur penelitian yang tidak disusun dalam satu tempat, kurangnya akurasi waktu untuk menemukan laporan penelitian, kurangnya confi-dence dalam menilai kualitas penelitian, kurangnya waktu untuk mencari informasi, tidak kooperatif dokter, kesulitan dalam memahami publikasi dalam bahasa ingris, sumber daya yang memadai dan kurangnya akses terhadap informasi, kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh perawat dalam implementasi EBNP.
https://bmchealthservres.biomedcentral.com/track/pdf/10.1186/1472-6963-12-367?site=bmchealthservres.biomedcentral.com
"


hayu ulfaningrum

pada : 06 September 2017


"Nama Mahasiswa: Hayu Ulfaningrum
NIM: 131611133143
Jawaban:
1.Praktik berbasis bukti dapat didefinisikan sebagai penggunaan bukti yang cermat, eksplisit, dan bijaksana dalam membuat keputusan tentang perawatan untuk pasien secara individu. Praktik keperawatan berbasis bukti (EBNP) mengandung arti sebagai integrasi penelitian terbaik (Bailey, 2004). EBNP tidak hanya mengandalkan bukti penelitian tapi juga pengalaman klinis, pendapat ahli, sesuai dengan standar masyarakat, materi terbitan, bukti penelitian yang valid, serta nilai dan perspektif pasien (DiCenso, Guyatt, & Ciliska, 2005; Melnyk & Fineout-Overholt, 2005). EBN dapat berkontribusi signifikan terhadap keperawatan secara sensitif, efektif serta kesehatan berkualitas tinggi (Doran, 2003).
Daftar Pustaka: Hong, Woi-hyun S. 2010. Evidence-based Nursing Practice for Health Promotion in Adults With Hypertension: A Literature Review. Journal of Asian Nursing Research, [online]. Vol 4, p. 228. Available at https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon

2. Tingkat penggunaan narkoba di Indonesia menunjukkan adanya kesenjangan pengetahuan dan kelangkaan bukti untuk mendukung paksa rehabilitasi dan hukuman, pendekatan penegakan hukum yang disukai oleh pemerintah. Overdosis opioid dan penyakit menular, termasuk penularan HIV melalui praktik penyuntikan yang tidak aman adalah penyebab utama dari kematian terkait narkoba di seluruh dunia. Praktik keperawatan berbasis bukti tersebut dapat dilakukan dengan memperluas intervensi berdasarkan bukti seperti terapi substitusi opioid,jarum suntik, melakukan perawatan HIV serta rehabilitasi untuk orang yang menggunakan narkoba maupun yang sudah overdosis terhadap obat-obatan terlarang.
Daftar Pustaka: Irwanto.(2015). Evidence-informed response to illicit drugs in Indonesia.Jakarta: thelancet. URL https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1686466449?pq-origsite=summon

3. Praktik keperawatan berbasis bukti (EBNP) membutuhkan keputusan secara profesional
berdasarkan bukti yang dikumpulkan secara sistematis dan diambil dari penelitian serta pengalaman dan keinginan maupun kebutuhan pasien dalam situasi tertentu. Manfaatnya adalah layanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu menghadapi tantangan terhadap adanya perbaikan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Kebutuhan untuk Literasi informasi yang sistematis diperlukan karena adanya peningkatan jumlah informasi kesehatan formal dan informal serta harapan terkait perawatan pasien baru dan peran diperpanjang terkait dengan keputusan klinis. Dalam mengimplementasikan praktik berbasis bukti dikatakan berhasil apabila rintangan yang teridentifikasi dapat teratasi. Kekurangan yang terdapat pada praktik keperawatan berbasis bukti (EBNP) terletak pada faktor organisasi seperti kurangnya waktu untuk menemukan penelitian dan untuk menerapkan hal tersebut dan kurangnya kewenangan untuk melaksanakan temuan baru.
Daftar Pustaka: Dalheim,Anne. 2012. Factors influencing the development of
evidence-based practice among nurses: a self-report survey.Norway: BMC Health Service Research. Available at https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/pdf/1472-6963-12-367.pdf

4. Hambatan yang menghalangi dalam proses Evidence Based Nursing Practice ( EBNP ) yaitu adanya tekanan terhadap waktu karena perawat memiliki keterbatasan waktu, terbatasnya akses terhadap literatur, tidak adanya literatur yang relevan, kurangnya kepercayaan pada kemampuan staf untuk mengevaluasi secara kritis dan empiris terhadap penelitian, minat yang terbatas terhadap penyelidikan ilmiah, lingkungan kerja yang tidak mendukung terhadap nilai EBNP, sumber daya penelitian yang tidak memadai, kurangnya bukti dan keterbatasan wewenang atau kekuatan untuk mengubah praktik berdasarkan temuan penelitian, dan kurangnya profesional sikap terhadap profesi keperawatan.
Daftar Pustaka: Guerden,bart.2014. Impact of evidence and
health policy on nursing practice. Belgium:Elsevier, Available at http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0029646514000668?via%3Dihub
"


Arinda Naimatuz Zahriya

pada : 06 September 2017


"1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab : EBNP (Evidence-Based Nursing Practice), Evidence sendiri menggunakan bukti penelitian terbaik, bukti berbasis praktek keperawatan (EBNP) telah dijelaskan dalam beberapa cara. Beberapa menggambarkannya sebagai penggunaan penelitian yang optimal dalam praktik klinis (van Achterberg et al., 2008), sedangkan yang lain menggambarkannya sebagai proses dimana perawat membuat keputusan klinis dengan menggunakan bukti penelitian terbaik, keahlian klinis mereka sendiri, dan pasien mereka. preferensi, dalam konteks sumber daya yang tersedia (DiCenso et al., 1998). Sacket dkk. (1996) berpendapat bahwa EBNP menyiratkan penggunaan bukti-bukti paling kuat yang dipraktikkan secara eksplisit dan bijaksana saat ini saat keputusan klinis dibuat untuk merawat pasien individual.

Berland, A., Gundersen, D., & Bentsen, S. B. (2012). Evidence-based practice in primary care--an explorative study of nurse practitioners in norway. Nurse Education in Practice, 12(6), 361-5. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1131048696?pq-origsite=summon


2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!.
Jawab: Beban kematian terkait kehamilan dan persalinan tetap terkonsentrasi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Terdapat 9550 catatan medis tentang wanita dan 9665 bayi mereka di sembilan rumah sakit; diantaranya Indonesia, Malaysia dan Filipina. Komponen berbasis bukti dari manajemen aktif pada tahap ketiga persalinan dan mengobati eklampsia dengan magnesium sulfat secara tepat dilakukan secara universal di semua rumah sakit. Profilaksis antibiotik yang tepat untuk operasi caesar, bentuk perawatan yang menguntungkan, dipraktikkan di kurang dari 5% kasus di sebagian besar rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap rekomendasi praktik klinis berbasis bukti untuk kehidupan Ibu dan bayi yang lebih baik.
Group, T. S. E. A. -. R. C. H. I. D. S. (2008). Use of evidence-based practices in pregnancy and childbirth: South east asia optimising reproductive and child health in developing countries project. PLoS One, 3(7) https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312318287?pq-origsite=summon


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawab :
Keuntungan:
Sebagai alat penting untuk membuat mahasiswa keperawatan sarjana lebih reflektif dalam hal pelaksanaan praktisnya. Selain itu memiliki potensi untuk mengubah praktik klinis dan meningkatkan kualitas asuhan dengan membuat proses asuhan keperawatan lebih terstandarisasi.
Kerugian :
Pencarian literatur adalah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh praktisi EBNP. Ini adalah kekurangan utama dimana pengetahuan dan ketrampilan pencarian yang tidak memadai mengakibatkan hilangnya informasi penting atau mengambil terlalu banyak informasi yang menyebabkan informasi berlebihan dan kecemasan. Penerimaan ini juga koheren dengan studi Young and Ward (2001) yang mengidentifikasi kurangnya pengetahuan dan pengetahuan pencarian informasi sebagai penghalang untuk menerapkan sesuatu berbasis bukti.

Hong, W. S. (2010). Evidence-based nursing practice for health promotion in adults with hypertension: A literature review. Asian Nursing Research, 4(4), 227-245. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon

Hande, K., Williams, C. T., Robbins, H. M., Kennedy, B. B., & Christenbery, T. (2017). Leveling evidence-based practice across the nursing curriculum. The Journal for Nurse Practitioners, 13(1), e17-e22. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1858166350?pq-origsite=summon
Agyei, D. D., Kofi, C. Y., Fiankor, D., & Osman, H. (2015). The experience of information literacy in evidence-based practice (EBP) among professional nurses in the ho municipality of ghana. Library Philosophy and Practice, , 0_1,I,1-21. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1739062785?pq-origsite=summon
André, B., Aune, A. G., & Brænd, J.,A. (2016). Embedding evidence-based practice among nursing undergraduates: Results from a pilot study. Nurse Education in Practice, 18, 30-35. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1794909441?pq-origsite=summon

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP ?
Jawab : Dalam melakukan kegiatan EBNP, para perawat menunjukkan bahwa mereka menghadapi tantangan/hambatan seperti:
• Pemahaman yang tidak memadai tentang penelitian / statistik yang digunakan dalam artikel penelitian
• Kesulitan dalam menilai kualitas makalah penelitian dan laporan
• Ketidakmampuan untuk menafsirkan hasil penelitian penelitian dengan benar
• Kesulitan dalam menentukan penerapan temuan penelitian
• Kesulitan dalam menemukan waktu di tempat kerja mereka untuk mencari dan membaca artikel dan laporan penelitian
• Kurangnya perpustakaan atau pusat informasi di rumah sakit
• Sumber daya tidak mencukupi

Santmyire, A. (2013). Challenges of implementing evidence-based practice in the developing world. The Journal for Nurse Practitioners, 9(5), 306-311. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1644845263?pq-origsite=summon
"


INDAH AZHARI

pada : 06 September 2017


"NAMA MAHASISWA : INDAH AZHARI
NIM : 131611133146
JAWABAN :
1. Maksudnya adalah menerapkan evidence (bukti) dari penelitian yang sudah ada dalam praktek keperawatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan termasuk mendukung profesional kesehatan dalam melanjutkan pendidikan dan penelitian, dan penerapan peningkatan kualitas perawatan yang terukur. Definisi standar Clinical practice guidelines (CPGs) atau Pedoman Praktik Klinis adalah, dari Field dan Lohr (1990): "Pernyataan yang disusun secara sistematis untuk membantu praktisi dan keputusan pasien tentang tepat perawatan kesehatan untuk keadaan tertentu ". Dalam mengasimilasi evidence (bukti) menjadi hasil sebagai panduan CPGs adalah cara dasar untuk menerjemahkan bukti ke dalam praktik (SIGN 1999). / Campbell, S 2011, ‘Translation of Evidence into Practice’, IGI GLOBAL, chapter 6, hh 64-76. Diakses pada 05/09/17 di https://e-resources.perpusnas.go.id:2089/gateway/chapter/full-text-pdf/48923
2. RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah salah satu rumah sakit di Indonesia yang telah mengembangkan penerapan evidence-based practice. Hal ini terlihat dalam salah satu misi rumah sakit tersebut yaitu “Menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”.
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala Satuan Perawat Fungsional (SPF) ruangan rawat inap bedah pada tanggal 5 Juni 2015, didapatkan informasi bahwa penerapan evidence-based nursing practice sudah mulai diterapkan sejak tahun 2012. Pada tahun 2012 tersebut juga, seorang perawat di ruang rawat inap bedah menjadi kontributor penyusunan Standar Pelayanan Keperawatan Ortopedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan evidence-based nursing. / Oktiayuliandri, C 2015, ‘Pengetahuan dan Sikap Perawat dalam Penerapan Evidence Based Nursing Practice di Ruang Rawat Inap RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2015’, Repository Universitas Andalas, hh. 1-8. Diakses pada 05/09/17 di http://repository.unand.ac.id/23091/1/REPOSITORY.pdf
3. Keuntungannya adalah menjadikan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga keperawatan lebih baik dan tingkat keselamatan pasien yang tinggi dari pengimplementasian sistem EBNP tersebut yang didasari dari bukti penelitian yang telah dilakukan. Kerugiannya adalah masih ditemukan banyak kesenjangan antara perawat yang sudah lama dan perawat yang baru direkrut yang telah memiliki pendidikan yang lebih tinggi serta pengetahuan yang lebih. Tantangan terbesar keperawatan dalam kepemimpinan seputar hal ini berkaitan dengan identitas dan kepercayaan. Terlalu sering dalam setting klinis, sebuah streak anti intelektual yang kuat berlaku, yang memusuhi penelitian yang menjadi penghalang kesuksesan kolaborasi dalam keperawatan. / Rayman, M 2012, ‘The satate of nursing and evidence-based practice’, Departemen of Nutrition and Metabolism Faculty of Health and Medical Sciences University of Surrey UK, vol. 380, hh. 472. Diakses pada 04/09/17 di https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1033502428/fulltextPDF/A7D4221F1CB449ADPQ/1?accountid=25704
4. Analisis terkini versus praktek yang telah diusulkan, idealnya harus mengkonfirmasi kecocokan antara kebutuhan praktik dan inovasi yang diajukan. Groll and Wensing (2005) melaporkan bahwa diskusi tentang tingkat aktual bukti yang mendukung praktik yang telah diusulkan, menghambat implementasi dan keraguan tentang kebutuhan akan inovasi merupakan penghalang penting dalam proyek implementasi. Kompleksitas, waktu yang diperlukan, biaya, dan risiko yang terkait dengan inovasi merupakan faktor penghalang lain yang berpotensi dalam implementasi. Hambatan umum yang berlaku untuk pelaksana keperawatan adalah sering meragukan relevansi dan nilai temuan penelitian. / Achterberg, T, Schoonhoven, L, Grol, R 2008, ‘Nursing Implementation Science : How Evidence-Based Nursing Requires Evidence-Based Implementation, Journal of Nursing Scholarship, vol. 40, no. 4, hh. 302-310. Diakses pada 05/09/17 di https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236392241/fulltextPDF/2749B293018C45C6PQ/1?accountid=25704"


YENNI NISTYASARI

pada : 06 September 2017


"NAMA : YENNI NISTYASARI
NIM : 131611133035

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Bukti yang dimaksud dalam praktik keperawatan berbasis bukti adalah hasil yang tercermin dalam praktek keperawatan dalam pengaturan kesehatan primer mampu berkontribusi secara signifikan dalam kesehatan yang berkualitas . Berbasis bukti praktek keperawatan telah menjadi standar emas untuk pengiriman asuhan keperawatan. Hal ini didefinisikan sebagai integrasi terbaik penelitian mungkin (Bailey, 2004). Berbasis bukti praktek keperawatan bergantung pada tidak hanya bukti penelitian tetapi juga pengalaman klinis, pendapat ahli, standar masyarakat, materi yang dipublikasikan, bukti penelitian yang valid, dan nilai-nilai dan perspektif pasien (DiCenso, Guyatt, & Ciliska, 2005; Melnyk & Fineout-Overholt, 2005).

Hong, W, H, S & RN 2010 ‘Evidence-based Nursing Practice for Health Promotion in Adults With Hypertension: A Literatur Review’, Asian Nursing Research, Vol. 4, No. 4, hh. 227-245
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di indonesia !
contoh aplikasi penggunaan praktik berbasis bukti di indonesia yaitu perawatan perinatal. Perawatan perinatal sangat menguntungkan karena dikontrol kabel traksi, salah satu komponen dari manajemen aktif kala III persalinan, dan mengobati eklampsia dengan magnesium sulfat. Tingkat perbedaan tertinggi dari rekomendasi praktik tidak mengelola profilaksis antibiotik yang tepat untuk operasi caesar. Secara liberal menggunakan episiotomi tidak dianjurkan bagi wanita yang melahirkan normal, tidak tepat untuk dipraktekkan di rumah sakit yang menunjukkan kurangnya adopsi rekomendasi berbasis bukti episiotomi. Bentuk lain dari perawatan perinatal seperti mencukur rambut kemaluan dan penggunaan enema selama persalinan bervariasi.
The SEA-ORCHID Study Group 2008 ‘ Use of Evidense- Based Practices in Pregnancy and Childbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project’, EBP in SEA-ORCHID Project, Vol. 3, No. 7, hh. 1-8
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312318287/fulltextPDF/58CFF21BFE994169PQ/1?accountid=25704

3. Apa saja keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatananpraktik keperawatan ?
Keuntungan menggunakan metode EBNP diperkenalkan sebagai penggunaan teliti, eksplisit, dan bijaksana bukti terbaik dalam membuat de-cisions tentang perawatan pasien individual. Mengintegrasikan bukti klinis terbaik yang tersedia eksternal dari penelitian sistematis (Rosenberg dan Donald, 1995; Sackett et al., 1996). Metode EBNP memiliki potensi untuk mengubah praktek klinis dan meningkatkan kualitas pelayanan dengan membuat proses perawatan lebih standar.
Kerugian metode EBNP1) aksesibilitas penelitian Temuan, 2) mengantisipasi hasil dari menggunakan penelitian, 3)dukungan organisasi menggunakan penelitian dan 4) dukungan dari orang lain untuk menggunakan penelitian (Retsas 2000).
Andre, B, Aune, A, G & Braen, J, A 2016 ’ Embedding evidence-based practice among nursing undergraduates: Results from a pilot study’, Nurse Education in Practice, hh. 30-35
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1794909441/fulltextPDF/5BB83F20CCAA4D69PQ/1?accountid=25704

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan hambatan yang diidentifikasi dalam implementasi EBNP adalah literatur penelitian yang tidak disusun dalam satu tempat, kurangnya akurasi waktu untuk menemukan laporan penelitian, kurangnya confi-dence dalam menilai kualitas penelitian, kurangnya waktu untuk mencari informasi, tidak kooperatif dokter, kesulitan dalam memahami publikasi dalam bahasa ingris, sumber daya yang memadai dan kurangnya akses terhadap informasi, kurangnya keterampilan yang dimiliki oleh perawat dalam implementasi EBNP.

Dalheim, A, Harthug, S, Nilsen, R, M & Nortvedt, M, W 2012 ‘Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey’, BMC Health Services Research, Vol. 12, No. 367, hh. 1-10

https://bmchealthservres.biomedcentral.com/track/pdf/10.1186/1472-6963-12-367?site=bmchealthservres.biomedcentral.com"


ERLINA DWI KURNIASARI

pada : 06 September 2017


"NAMA MAHASISWA : ERLINA DWI KURNIASARI
NIM : 131611133028
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Yang dimaksud evidence dalam EBNP adalah ketika seorang perawat akan memberikan keputusan klinis dalam melakukan asuhan keperawatan, diperlukan bukti-bukti (evidence) data yang akurat, benar, sesuai dengan kondisi pasien, dan dapat dipertanggungjawabkan. perawat melakukan implementasi EBNP dengan mengikuti proses perumusan pertanyaan untuk mencari bukti dari penelitian, menilai secara kritis, menggunakan berbagai sumber untuk mendapatkan bukti yang sesuai, dan membandingkan bukti penelitian. Selanjutnya, perawat menerapkan bukti penelitian ke dalam praktik keperawatan, dan mengevaluasi praktik keperawatan berdasarkan dari bukti penelitian. Perawat sebagai profesional kesehatan memiliki akuntabilitas untuk mengintegrasikan bukti penelitian ke dalam praktik keperawatan untuk menerapkan EBNP (Hart et al, 2008).
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002335?via%3Dihub
Kang Younhee, MSN-ANP, PnD & In-Suk Yang, MSN, PhD.2015.Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses. Applied Nursing Research 31, pp. 46-51
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasinya adalah tindakan pencegahan dan penanggulangan tekanan ulkus di rumah sakit umum di Indonesia. Ulkus tekanan (PU) dikategorikan sebagai jenis luka, seperti kerusakan kulit yang berhubungan dengan kelembaban dan / atau inkontinensia-terkait dermatitis (NPUAP, 2014). Rumah sakit yang melakukan penelitian, memiliki perawat sebagai tim pengumpulan data bukti. Perawat diizinkan menggunakan data dari catatan pendaftaran pasien untuk melengkapi data demografis pasien dalam kuesioner. Setelah menerima izin dari pasien, perawat memeriksa pasien diarea samping, menilai kulit pasien dari ujung rambut sampai ujung kaki, dengan perhatian khusus pada kulit diatas penonjolan tulang, dan mengevaluasi penerapan tindakan pencegahan dan pengobatan untuk pasien.
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/iwj.12580/abstract;jsessionid=F0E61A4E3AD988C942E388937F25E7F5.f04t04
Amir Yufitriana, Christa Lohrmann, dkk.2016.Pressure ulcers in four Indonesian hospitals : prevalence, patient characteristics,ulcer characteristics, prevention and treatment.International Wound Jurnal 2017; 14:184–193
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan
Keuntungan dari EBNP adalah memenuhi tantangan untuk meningkatkan keamanan pasien dan kualitas layanan dalam keperawatan, memeriksa dan mengevaluasi informasi kesehatan formal dan informal, dan memenuhi harapan terkait dengan perlakuan baru dan keputusan klinis dalam memberikan asuhan keperawatan, sedangkan kerugian dari EBNP adalah kurangnya pengetahuan dan kurangnya pemahaman perawat terhadap EBNP menyebabkan bukti dari penelitian menjadi jarang digunakan dalam memberikan keputusan klinis.
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ppc.12156/abstract;jsessionid=2AA2BA4DA8A69C2FB402EF434476A154.f02t03
Hamaideh, S.H.2017. Sources of Knowledge and Barriers of Implementing Evidence-Based Practice Among Mental Health Nurses in Saudi Arabia. Perspectives in Psychiatric Care 53(3), pp. 190-198
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Berdasarkan tinjauan integratif terhadap 23 penelitian, hambatan terhadap adopsi dan implementasi EBP termasuk kurangnya wewenang untuk mengubah prosedur perawatan pasien dan kurangnya waktu dan sumber daya (Solomons andSpross, 2011). Dukungan dasar dan dukungan organisasi, kurangnya mentor, dan tidak ada penggantian juga. diidentifikasi sebagai penghambat implementasi EBP (Melnyk et al., 2012). Selanjutnya perawat merasa kewalahan ketika melakukan penelitian, sehingga hasil penelitian menjadi tidak maksimal. Hambatan lain yang teridentifikasi yaitu menunjukkan tantangan di banyak bidang seperti memahami statistik dan menafsirkan temuan penelitian di artikel jurnal, kurangnya waktu, dan minimnya sumber perpustakaan.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0260691717300746?via%3Dihub
Rojjanasrirat, W., Rice, J.2017.Evidence-based practice knowledge, attitudes, and practice of online graduate nursing students.Nurse Education Today 53 , pp. 48-53
"


Verantika Setya Putri

pada : 06 September 2017


"Nama : Verantika S.P
Nim : 131611133026
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence merupakan bukti yang berdasarkan fakta, yang digunakan oleh tenaga kesehatan terutama perawat dalam mengembangkan asuhan keperawatannya, evidence atau bukti ini dapat digunakan untuk meninjau ulang laporan medis dari pasien, sehingga metode ini meminimalisir kesalahan dalam pengobatan atau pemberi layanan kesehatan.
Evidence ini mempermudah perawat dalam dokumentasi keperawatan

Wright W. Steward, Carol Smith, RN dkk. 2008. Creating a System to Facilitate Translation of Evidence Into Standardized Clinical Practice: A Preliminary Report. Department of Emergency Medicine. Volume 51., No1. Available from: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0196064407004866?via%3Dihub
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Salah satu contoh penerapan evidence dalam praktik layanan keperawatan adalah pelaksanaan asuhan keperawatan bagi klien, asuhan keperawatan berdasarkan bukti fakta konkrit dari kondisi pasien, hal itu diperoleh dari observasi langsung pada klien dan didasarkan pada penelitian dan literature dalam menentukan diagnose dan intervensi keperawatan. Sehingga dalam menentukan diagnose dan intervensi keperawatan tidak hanya asal – asalan, namun juga didasarkan bukti yang berbasis fakta. Sehingga tahapan dari asuhan keperawatan dapat dikatakan sebagai evidence.
Dalheim , Ann., Harthug , Stig., Nilsen, Roy M., Nortvedt , Monica W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research. 1-10.
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan : Meningkatkan penelitian keperawatan ilmiah, meningkatkan keamanan pasien dan kualitas layanan dalam keperawatan, mengevaluasi informasi kesehatan, memnuhi harapan terkait dengan perlakuan baru dan kepetusan klinis dalam memberikan asuhan keperawatan. Kekurangan : Perawat yang berpartisipasi mengindikasikan hal itu kurangnya waktu, tidak tersedianya laporan penelitian, dan kekurangan kepercayaan dalam menilai kualitas laporan penelitian adalah hambatan yang paling banyak dilaporkan (Gerrish & Calyton,2004). tidak cukup waktu untuk penelitian dan sumber daya yang tidak mencukupi untuk berubah praktek menjadi bukti berbasis. waktu yang tidak mencukupi, kurangnya pengetahuan untuk mengevaluasi penelitian, dan kekurangan kerja sama dokter untuk menerapkan EBP
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ppc.12156/abstract;jsessionid=2AA2BA4DA8A69C2FB402EF434476A154.f02t03
Hamaideh, S.H.2017. Sources of Knowledge and Barriers of Implementing Evidence-Based Practice Among Mental Health Nurses in Saudi Arabia. Perspectives in Psychiatric Care 53(3), pp. 190-198
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Perawat merasa tidak cukup waktu, kesulitan dalam menganalisis jurnal dalam bahasa inggris, dan ketrampilan yang relevan dimiliki oleh perawat tersebut, miskin kerja tim, ketidakpuasan dengan dukungan dari pengawas langsung, kurangnya minat untuk menanfaatkan praktik penelitian, fasilitas atau sumber daya yang tidak memadai untuk implementasi, kurangnya kewenangan oleh perawat untuk mengubah praktik.

http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0260691717300746?via%3Dihub
Rojjanasrirat, W., Rice, J.2017.Evidence-based practice knowledge, attitudes, and practice of online graduate nursing students.Nurse Education Today 53 , pp. 48-53
"


Septin Srimentari LD

pada : 06 September 2017


"NAMA MAHASISWA: SEPTIN SRIMENTARI LELY DARMA
KELAS: A1-2016
JAWABAN:
1. EBP didefinisikan sebagai intervensi dalam perawatan kesehatan yang didasarkan pada bukti terbaik yang ada (Shorten and Wallace, 1997). EBP adalah sebuah proses, yang memerlukan evolusi bukti, dan sebuah produk, yang mengharuskan bukti yang diperoleh kemudian diterapkan pada praktik (Rutledge, 2002). Evidence (bukti) dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) merupakan sesuatu yang digunakan untuk menstandarisasi praktik keperawatan dan untuk meminimalisir dari hasil kesalahan saat melalakukan intervensi keperawatan. Jadi Evidence (bukti) berbasis EBNP mempunyai kedudukan yang penting dalam praktik keperawatan untuk membantu meningkatkan kualitas hidup dan hasil yang relevan bagi pasien dan keluarga.

2. Evidence dalam praktik keperawatan diterapkan pada penanganan penyakit malaria yang terjadi di Indonesia. Didalam Kebijakan pengobatan malaria di Indonesia telah terbukti bahwa malaria dapat dicegah bukti bahwa dengan dosis tunggal primakuin (PQ) efektif dan dapat digunakan dengan baik untuk pencegahan malaria. Berdasarkan bukti yang ada sebagai dasar/pedoman penerapan tindakan yang dilakukan perawat kepada masyarakat yang terjangkit penyakit malaria. Perawat berperan dalam memberikan tindakan keperawatan yaitu ketepatan klien dalam penggunaan/mengkonsumsi PQ sebagai pencegahan atau pengobatan malaria yang didasarkan penelitian yang telah dibuktikan.

3. Penerapan praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP) dalam pelayanan layanan kesehatan meningkatkan pemanfaatkan hasil penelitian untuk membuat keputusan klinis yang tepat sebagai dasar tindakan keperawatan, meningkatnya keselamatan pasien dan perawatan kesehatan berkualitas, perawat memiliki kompetensi khusus dalam (a) menanyakan dan merumuskan pertanyaan klinis yang dihasilkan dari praktik, (b) mencari berbagai sumber bukti untuk mengajukan pertanyaan klinis, (c) menilai bukti, (d) menerapkan bukti untuk berlatih, dan (e) menilai dampak bukti. Praktik berbasis bukti memiliki bebrapapa kekurangan antara lain tidak dapat diterapkan apabila terhambatnya teknologi dan informasi, memerlukan banyak waktu, dan prosedur yang rumit


4. Tiga hambatan yang mempengaruhi kemampuan perawat untuk menyediakan layanan perawatan berbasis bukti: 1) Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan, yang menyebabkan penurunan dukungan untuk pendidikan dan pengembangan ; 2) Prasangka terhadap niat perawat untuk melaksanakan perawatan ; dan, 3) Isu yang terkait dengan pengurangan tenaga kerja. Faktor lain yang secara khusus merangsang atau membatasi penerapan keperawatan berbasis bukti meliputi pelatihan, kepercayaan, dan kesulitan perawat, yang dihadapi dengan mempertimbangkan dan mengintegrasikan preferensi pasien (Thompson et al., 2007; Grol et al., 2013). Selain itu faktor budaya dan keadaan geografis yang menyulitkan perimaan informasi menjadi hambatan penerapan sistem ini.

Daftar Pustaka
Elyazar, Iqbal R.F. , Simon I. Hay, and J. Kevin Baird. (2013). Malaria Distribution, Prevalence, Drug Resistance and Control in Indonesia. Adv Parasitol.
Laibhen-Parkes, N. (2014). Evidence-Based Practice Competence:A Concept Analysis. International Journal of Nursing Knowledge . Vol. 20. No. 3.
Correa-de-Araujo, Rosaly, M. M. (2016). Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions. Health Care Women Int. .
Sheila, Shaibu. (2006). Evidence-based nursing practice in Botswana:issues, challenges, and globalization. Primary Health Care Research and Development.




"


Silvia Farhanidiah

pada : 06 September 2017


"NAMA : SILVIA FARHANIDIAH
NIM : 131611133072
JAWABAN :
1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
JAWABAN : Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah sebuah proses yang mengintegrasikan keahlian seorang perawat dalam memberikan asuhan keperawatan baik perawatan medis atau terapi serta lengkap dengan bukti pengobatan yang konkret. Kata Evidence sesuai pemahan saya kurang lebih adalah “bukti” atau “fakta”, maksudnya adalah prosedur terperinci untuk memasukkan dan menerapkan temuan dari penelitian sains keperawatan dalam pemberian asuhan keperawatan. Disini, yang saya ketahui terdapat 2 (dua) Evidence yaitu : External evidence (bukti eksternal) yaitu berasal dari pengetahuan dan pengalaman seoarang perawat dan Internal Evidence (bukti internal) yaitu berasal dari temuan terbaru dari penelitian empiris.
Sumber : Reiber, K.2011.Evidence Based Nursing Education-a Systemic Review of Empirical Research.German Medical Science. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3149467/ (diakses, 5 september 2017, pukul 15.45 WIB)

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
JAWABAN : Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawata di Indonesia salah satunya adalah penerapan terapi komplementer pada penderita kanker. Terapi komplementer (CTs) adalah terapi pendukung nonkonvensional, yang digunakan oleh pasien kanker. Penggunaan CTs telah diketahui dapat meringankan gejala sebagai akibat dari kemoterapi dan untuk meningkatkan kualitas hidup. Namun, jika CTs tidak digunakan dengan tepat, akan timbul reaksi yang merugikan bagi pasien. Sehingga perawat berperan penting dalam mendukung penderita kanker yang sering mencari informasi mengenai CTs. Dalam lingkup praktiknya, diharapkan perawat memiliki pengetahuan yang cukup tentang keamanan dan penggunaan CT yang efektif, dan sikap respon positif terhadap pasien yang ingin menggunakan CT.
Sumber : Shaw, Alison.et al. Nurses’ Knowledge and Attitudes toward Complementary Therapies for Cancer: A Review of the Literature. Journal of Oncology Nursing are provided. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5123515/ (diakses, 6 september 2017, pukul 12.38)

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
JAWABAN : keuntungan dalam menggunakan metode EBNP adalah bisa menjadi dasar scientific dalam pengambilan keputusan klinis sehingga intervensi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan. Sedangkan untuk kerugiannya adalah menimbulkan keragu-raguan, misalkan adalah keragu-raguan, karena banyak gejala yang mirip (mix syndrome). Karena itu untuk ketepatan diagnosa dan pemilihan intervensi perlu ditempuh berbagai cara, selain observasi lebih intensif, juga perdalaman teori yang mendukung berbagai fenomena atau gejala yang nampak.
Sumber : Correa, R.2016.Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions. HHS Public Access https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/ (diakses 5 september 2017, pukul 16.24 WIB)

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
JAWABAN : Keterbatasan waktu, keterbatasan akses terhadap literature, kurangnya pelatihan terkait usaha untuk mencari informasi dan ketrampilan dalam mengkritisi hasil penelitian, ideologi yang menekankan praktek dibandingkan dengan pengetahuan intelektual, dan lingkungan kerja tidak mendukung dalam usaha mencari informasi hasil penelitian
Sumber : Dalheim, A.et al.2012.Factors Influencing The Development of Evidence-Based Practice Among Nurses : A Self Report Survey.BMC Health Service Research. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/ (diakses, 03 September 2017, Pukul 21.21 WIB)"


Rezkisa D Prambudia

pada : 06 September 2017


"NAMA MAHASISWA: REZKISA DWI PRAMBUDIA
NIM: 131611133117
JAWABAN:
1. Evidence dalam Evindence-Based Nursing Practice (EBNP) memiliki makna tidak hanya sebagai bukti penelitian tetapi juga pengalaman klinis, pendapat ahli, standar masyarakat, materi yang dipublikasikan, bukti penelitian yang valid, dan nilai-nilai serta perspektif pasien. Evidence dalam Evindence-Based Nursing Practice (EBNP) juga memiliki makna bahwa Evindence-Based Nursing Practice (EBNP) nantinya dapat diyakini berkontribusi secara signifikan terhadap keperawatan sensitif, efektif, dan hasil kesehatan yang berkualitas tinggi.
Sumber: Hong, Woi-Hyun S. 2010. Evidence-based Nursing Practice for Health Promotion in Adults With Hypertension: A Literature Review. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon (diakses pada tanggal 28 Agustus 2017)

2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia adalah penggunaan pelayanan antenatal care (ANC) di pedesaan Sumatera Barat, Indonesia. Latar belakang penggunaan ANC adalah karena setiap tahun, hampir setengah juta perempuan mati sia-sia akibat dari komplikasi selama kehamilan, persalinan atau 6 minggu setelah persalinan. Hampir semua (99%) dari kematian tersebut terjadi di negara-negara berkembang. ANC adalah elemen penting untuk mengurangi angka kematian ibu, dan untuk membantu wanita hamil dengan berbagai promosi kesehatan dan pelayanan kesehatan preventif. ANC juga merupakan kesempatan untuk menginformasikan wanita tentang tanda-tanda bahaya dan gejala yang harus segera dibantu dari penyedia perawatan kesehatan.
Sumber: Agus, Yenita & Horiucbi, Shigeko. 2012. Factors Influencing The Use of Antenatal Care in Rural West Sumatra, Indonesia. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/926951292?pq-origsite=summon (diakses pada 1 September 2017)

3. Keuntungan menggunakan metode Evindence-Based Nursing Practice (EBNP) dalam tatanan praktik keperawatan adalah Evindence-Based Nursing Practice (EBNP) merupakan pendekatan yang efektif terhadap pekerjaan perawat sehingga memudahkan perawat dan merupakan ketahanan sistem perawatan kesehatan. Selain itu, Evindence-Based Nursing Practice (EBNP) mampu mengurangi keinginan untuk menghindari tes diagnostik dan pengobatan, ini sangat dianjurkan pada pasien yang memiliki ketakutan atau keraguan terhadap tes diagnostik. Evindence-Based Nursing Practice (EBNP) mampu mengurangi jumlah kejadian medis yang merugikan. Tetapi, menggunakan metode ini dalam tatanan praktik keperawatan pun memiliki kerugian yaitu terjadi kesenjangan antara perawat dan dokter karena Evindence-Based Nursing Practice (EBNP) membatasi daerah otonomi profesional.
Sumber: Dadich, Ann, Abbott, Penny & Hosseinzadeh, Hassan. 2015. Strategies To Promote Practice Nurse Capacity To Deliver Evidence-Based Care: An Example From Sexual Healthcare.https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1732326464?pq-origsite=summon (diakses pada tanggal 28 Agustus 2017)

4. Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP adalah pertama, kebiasaan perawat, profesi keperawatan tidak asing terhadap praktek dengan menggabungkan cara-cara baru, tetapi, dalam keseharian banyak perawat sering melakukan praktik berdasarkan pengalaman, tradisi dan intuisi, daripada validasi ilmiah. Yang kedua adalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan perawat tentang penelitian sehingga kesulitan dalam memecahkan masalah ilmiah. Yang ketiga adalah hambatan institusional, organisasi kesehatan memiliki tujuan prioritas yang lebih tinggi seperti rekrutmen dan mempertahankan staf. Selain itu, hambatan institusional lainnya adalah kurangnya minat oleh administrator, kurangnya konsultan riset dan kurangnya dukungan. Dan yang terakhir adalah keuangan karena penerapan EBNP membutuhkan biaya yang banyak.
Sumber: Koehn, Mary L & Lehman, Karen. 2008. Nurses’ Perceptions Of Evidence-Based Nursing Practice. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/18394033 (diakses pada tanggal 28 Agustus 2017)"


Restu Windi

pada : 06 September 2017


"NAMA MAHASISWA : RESTU WINDI
NIM :131611133144
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
JAWABAN:
bukti adalah konsep inti dalam hukum. Dalam istilah hukum, bukti dapat digunakan dalam berbagai cara baik untuk membantah atau membenarkan masalah di tangan (Upshur 2001). Dengan demikian, pemahaman tegas bukti jarang terjadi. Sebaliknya, dalam perawatan kesehatan konsep bukti telah ditafsirkan dalam kaitannya dengan pengertian tentang bukti dan rasionalitas. dalam perawatan kesehatan bukti adalah wacana yang mencakup berbagai permutasi termasuk praktik berbasis bukti,keperawatan berbasis bukti, pedoman berbasis bukti, berbasis bukti pengambilannkeputusan, pembuatan kebijakan berbasis bukti dan pilihan pasien bukti-informasi serta pengambilan keputusan dalam realitas konteks klinis.
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1365-2648.2004.03068.x/abstract
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
JAWABAN:
Survei pengetahuan dan persepsi tentang akses terhadap praktik berbasis bukti(evidence-based practice/EBP) dan perubahan praktik klinis di antara praktisi kesehatan ibu dan bayi di indonesia(Asia Tenggara). Penerapan EBNP mengharuskan profesional kesehatan memiliki akses terhadap pengetahuan,kemampuan menafsirkan informasi perawatan kesehatan dan kemudian strategi untuk menerapkan perawatan. Tujuan survei adalah untuk menilai pengetahuan terkini tentang praktik berbasis bukti,praktik pencarian informasi,persepsi dan hambatan terhadap perubahan praktik klinis di kalangan ibu dan bayi.Survei ini telah mengidentifikasi kebutuhan untuk memperbaiki akses TI terhadap informasi perawatan kesehatan dan pengetahuan profesional kesehatan tentang perawatan kesehatan berbasis bukti untuk membantu dalam menggunakan bukti dasar latihan secara efektif.
https://bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2393-8-34
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
JAWABAN:
Keutungan EBNP dalam memberikan pelayanan dimana tujuan dari penggunaan tersebut adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik.Hadirnya EBNP secara tidak langsung menjadi pengingat bagi perawat yang tidak menggunakan standar praktik keperawatan yang baik,Dengan adanya EBNP secara tidak langsung akan mengarahkan peawat untuk melakukan praktik yang berkelanjutan berdasarkan hasil pengkajian sebelumnya, Dengan adanya EBNP tenaga profesional akan memberikan pelayanan terbaik dengan cara menggunakan intervensi yang sudah teruji efektif serta intervensi yang tidak menimbulkan kerugian bagi pasien Sedangkan,kekurangan EBNP dalam keperawatan, seperti kurangnya waktu di hari kerja untuk apa saja selain beban kerja klinis dan kurangnya keterampilan yang tepat, serta derajat yang lebih besar dari EBNP.
http://onlinelibrary.wiley.com/wol1/doi/10.1111/j.1365-2648.2006.03739.x/full
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
JAWABAN:
Lima hambatan atau keberatan terhadap praktik berbasis bukti (EBNP)
1. Dua jenis obat berbasis bukti
2. Keterbatasan generalisasi statistik
3. Sifat keahlian
4. Bukti untuk obat berbasis bukti
5. Perintah pendidikan
http://www.nurseeducationtoday.com/article/S0260-6917(99)90346-5/pdf


"


INDAH AZHARI

pada : 06 September 2017


"NAMA MAHASISWA : INDAH AZHARI
NIM : 131611133146
JAWABAN :
1. Maksudnya adalah menerapkan evidence (bukti) dari penelitian yang sudah ada dalam praktek keperawatan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan termasuk mendukung profesional kesehatan dalam melanjutkan pendidikan dan penelitian, dan penerapan peningkatan kualitas perawatan yang terukur. Definisi standar Clinical practice guidelines (CPGs) atau Pedoman Praktik Klinis adalah, dari Field dan Lohr (1990): "Pernyataan yang disusun secara sistematis untuk membantu praktisi dan keputusan pasien tentang tepat perawatan kesehatan untuk keadaan tertentu ". Dalam mengasimilasi evidence (bukti) menjadi hasil sebagai panduan CPGs adalah cara dasar untuk menerjemahkan bukti ke dalam praktik (SIGN 1999). / Campbell, S 2011, ‘Translation of Evidence into Practice’, IGI GLOBAL, chapter 6, hh 64-76. Diakses pada 05/09/17 di https://e-resources.perpusnas.go.id:2089/gateway/chapter/full-text-pdf/48923
2. RSUP Dr. M. Djamil Padang adalah salah satu rumah sakit di Indonesia yang telah mengembangkan penerapan evidence-based practice. Hal ini terlihat dalam salah satu misi rumah sakit tersebut yaitu “Menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”.
Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala Satuan Perawat Fungsional (SPF) ruangan rawat inap bedah pada tanggal 5 Juni 2015, didapatkan informasi bahwa penerapan evidence-based nursing practice sudah mulai diterapkan sejak tahun 2012. Pada tahun 2012 tersebut juga, seorang perawat di ruang rawat inap bedah menjadi kontributor penyusunan Standar Pelayanan Keperawatan Ortopedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan evidence-based nursing. / Oktiayuliandri, C 2015, ‘Pengetahuan dan Sikap Perawat dalam Penerapan Evidence Based Nursing Practice di Ruang Rawat Inap RSUP Dr. M. Djamil Padang Tahun 2015’, Repository Universitas Andalas, hh. 1-8. Diakses pada 05/09/17 di http://repository.unand.ac.id/23091/1/REPOSITORY.pdf
3. Keuntungannya adalah menjadikan pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh tenaga keperawatan lebih baik dan tingkat keselamatan pasien yang tinggi dari pengimplementasian sistem EBNP tersebut yang didasari dari bukti penelitian yang telah dilakukan. Kerugiannya adalah masih ditemukan banyak kesenjangan antara perawat yang sudah lama dan perawat yang baru direkrut yang telah memiliki pendidikan yang lebih tinggi serta pengetahuan yang lebih. Tantangan terbesar keperawatan dalam kepemimpinan seputar hal ini berkaitan dengan identitas dan kepercayaan. Terlalu sering dalam setting klinis, sebuah streak anti intelektual yang kuat berlaku, yang memusuhi penelitian yang menjadi penghalang kesuksesan kolaborasi dalam keperawatan. / Rayman, M 2012, ‘The satate of nursing and evidence-based practice’, Departemen of Nutrition and Metabolism Faculty of Health and Medical Sciences University of Surrey UK, vol. 380, hh. 472. Diakses pada 04/09/17 di https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1033502428/fulltextPDF/A7D4221F1CB449ADPQ/1?accountid=25704
4. Analisis terkini versus praktek yang telah diusulkan, idealnya harus mengkonfirmasi kecocokan antara kebutuhan praktik dan inovasi yang diajukan. Groll and Wensing (2005) melaporkan bahwa diskusi tentang tingkat aktual bukti yang mendukung praktik yang telah diusulkan, menghambat implementasi dan keraguan tentang kebutuhan akan inovasi merupakan penghalang penting dalam proyek implementasi. Kompleksitas, waktu yang diperlukan, biaya, dan risiko yang terkait dengan inovasi merupakan faktor penghalang lain yang berpotensi dalam implementasi. Hambatan umum yang berlaku untuk pelaksana keperawatan adalah sering meragukan relevansi dan nilai temuan penelitian. / Achterberg, T, Schoonhoven, L, Grol, R 2008, ‘Nursing Implementation Science : How Evidence-Based Nursing Requires Evidence-Based Implementation, Journal of Nursing Scholarship, vol. 40, no. 4, hh. 302-310. Diakses pada 05/09/17 di https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236392241/fulltextPDF/2749B293018C45C6PQ/1?accountid=25704
"


Hanum Amalia Zulfa

pada : 06 September 2017


"NAMA : HANUM AMALIA ZULFA
NIM : 131611133040
JAWABAN :
1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice adalah dimana bukti ilmiah hasil dari penelitian dan pengalaman praktek terbaik yang dapat memberikan kepastian dalam pembuatan bukti klinis sehingga intervensi yang dapat dipertanggung jawabkan dan juga telah ditetapkan sebagai landasan yang diperlukan untuk meningkatkan kualitas dan keamanan paisen di sektor rumah sakit

Ernst, J., 2016. Evidence-based Nursing in the IED: From Caring to Curing?. Nordic Journal of Working Life Studies; Roskilde, Volume 6, pp. 47-66.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1776186501?accountid=25704

2. Penggunaan edivence dalam praktik layanan keperawatan di indonesia salah satunya yaitu evidence Based Health Care yaitu penggunaan bukti atau hasil penelitian terbaik dalam membuat keputusan tentang perawatan pada individu yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan. Bukti yang terkait yaitu masalah kesehatan, hasil penelitian tentang efek dari berbagai bentuk perawatan kesehatan

Hunt, J., 2012. Johns Hopkins Nursing Evidence-Based Practice. Nursing Management (through 2013); London, 19(7), p. 8.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1144850257?accountid=25704

3. Keuntungan :
• Dapat meningkatkan kualitas dan keamanan dalam melakukan perawatan pada pasien
• Dapat mendorong pemahaman tentang konteks keperawatan
• Dapat meningkatkan keterampilan dan pengetahuan mengenai praktik keperawatan berbasis bukti
• Mengembangkan kontribusi ilmu keperawatan
• Meningkatkan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan
Kerugian :
• Membatasi autonomi professional

Turenne, J. P. R. M. et al., 2016. Educational Intervention for an Evidence-Based Nursing Practice of Skin-to-Skin Contact at Birth. The Journal of Perinatal Education; New York, Volume 25, pp. 116-128.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1805415542?accountid=25704

4. Praktik berbasis bukti mempengaruhi praktik keperawatan dengan lebih fokus pada pemikiran kritis, meningkatkan kebanggaan dan memberi rasa kepemilikan di bidang klinis. Namun, menerjemahkan pengetahuan berdasarkan penelitian ini ke dalam praktik klinis seringkali terhambat. EBP diperkenalkan sebagai konsep dan digambarkan sebagai teliti, eksplisit, dan bijaksana menggunakan bukti terbaik saat ini dalam membuat keputusan tentang perawatan pasien individual. Bukti meliputi penelitian, pengalaman klinis dan pasien, kurangnya waktu untuk penelitian, keterbatasan artikel yang dibutuhkan, kurangnya pengetahuan tentang proses penelitian serta kurangnya mentor yang berpengetahuan. Sebuah studi baru-baru ini menyimpulkan bahwa variasi dalam keperawatan kepegawaian dapat menyebabkan kurangnya pengambilan keputusan berdasarkan bukti.

André, B., Aune, A. G. & Brænd, J. A., 2016. Embedding evidence-based practice among nursing undergraduates: Results from a pilot study. Nurse Education in Practice; Kidlington, Volume 18, pp. 30-35.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1794909441?accountid=25704






















"


Elyn Zoegestyn

pada : 06 September 2017


"NAMA : ELYN ZOEGESTYN
NIM : 131611133088
KELAS : A2
JAWABAN :
1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah suatu model keputusan klinis berdasarkan bukti ilmiah atau pendekatan yang dapat digunakan dalam praktik perawatan kesehatan yang berdasarkan fakta.
SUMBER :
Kang, Y., Yang, I.-S 2016. Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses, Applied Nursing Research, 31, pp. 46-51. Diakses [6 September 2017].
2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia :
Evidence-based Medicine merupakan penggunaan bukti (evidence) ilmiah yang terkini dan terbaik dengan jelas dan berhati-hati di dalam membuat keputusan untuk pasien di seluruh rumah sakit indonesia. Evidence-based Practice digunakan untuk membuat tindakan keperawatan di ruangan sehingga mudah disesuaikan dengan hasil penelitian, dan juga digunakan untuk pembuatan asuhan keperawatan dimulai dari pengkajian, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, dan evaluasi.
SUMBER :
Ligita, Titan 2012, Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi Dalam Implementasi Evidence-Base Practice, Jurnal Keperawatan Vol. 8,No 1,Juni 2012:83-95. Available from : http://www.e-jurnal.com/2015/12/pengetahuan-sikap-dan-kesiapan-perawat.html. [6 September 2017].
3. Keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan :
- Keuntungan : Memberikan pelayanan yang terbaik, menggunakan sumber daya yang terbaik dan terpercaya, mencegah terjadinya informasi yang overload terkait hasil-hasil penelitian.
- Kerugian : Membatasi autonomi professional, membutuhkan banyak waktu.
SUMBER :
Holleman G, Eliens A, van Vliet M, Achterberg T. Evidence-based practice by professional nursing association: literature review. Journal of Advance Nursing 53(6), 702-709. Diakses [6 September 2017].
4. Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP :
a) Berkaitan dengan penggunaan waktu.
b) Akses terhadap jurnal dan artikel.
c) Keterampilan untuk mencari.
d) Keterampilan dalam melakukan kritik riset.
e) Kurang paham atau kurang mengerti.
f) Kurangnya kemampuan penguasaan bahasa untuk penggunaan hasil-hasil riset.
g) Salah pengertian tentang proses.
h) Kualitas dari fakta yang ditemukan.
i) Pentingnya pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana untuk menggunakan literatur hasil penemuan untuk intervensi praktek yang terbaik untuk diterapkan pada klien.
SUMBER :
Jenkins, R.L., Sredl, D., Hsueh, K.-H., Ding, C. Evidence-Based Nursing Process (EBNP) consumer culture attribute identity: A message-based persuasion strategy study among nurse executives in the United States of America (2007) Journal of Medical Sciences, 27 (2), pp. 55-61. Cited 9 times.Diakses [6 September 2017]."


Eka Hariyanti

pada : 06 September 2017


"1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) merupakan fakta atau bukti yang mendasari suatu proses untuk menentukan, menilai, dan mengaplikasikan bukti ilmiah terbaik dari literature keperawatan maupun medis untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien. Meliputi:
a) Merumuskan pertanyaan berdasarkan masalah yang ditemui di lapangan
b) Mencari literature bukti-bukti ilmiah yang berhubungan dengan pertanyaan
c) Mengevaluasi kekuatan dari evidence tersebut mengenai kevalidan dan kegeneralisasiannya
d) Mengimplementasikan penemuan penting di ranah praktik klinik berdasarkan bukti ilmiah yang valid, penerapan evidence dilakukan oleh orang yang berpengalaman
e) Mengevaluasi kegiatan melalui refleksi diri, audit, dan evaluasi dari tim lain.

Sumber :
Taukhit 2013, ‘Implementasi e-journal sebagai Akselesari up-date Referensi dan Fasilitas Pengenalan Evidence-Based Nursing di Institusi Pendidikan Keperawatan’, Jurnal Keperawatan Notokusumo, vol.1, no.1, pp.54. Available from:
http://jurnal.akper-notokusumo.ac.id/index.php/jkn/article/download/21/21. [ 6 September 2017].
2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia yaitu dengan diadakannya suatu penelitian di Rumah Sakit yang ada di Indonesia dengan memberikan data pada perawat praktisi berdasarkan bukti ilmiah agar dapat memberikan perawatan secara efektif dengan menggunakan hasil penelitian yang terbaik, menyelesaikan masalah yang ada di tempat pemberian pelayanan terhadap pasien, mencapai kesempurnaan dalam pemberian asuhan keperawatan dan jaminan standar kualitas serta memicu inovasi dengan evidence sebagai acuan dalam menjalankan praktik keperawatan.

Sumber :
Elysabeth, Dame & Natalia, Siska 2015, ‘Hubungan Tingkat Pendidikan Perawat dengan Kompetensi Aplikasi Evidence-Based Practice’, Jurnal Skolastik Keperawatan, vol.1, no.1, pp.15. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/130265-ID-none.pdf. [6 September 2017].
3. Keuntungan menggunakan EBNP meliputi: memberikan pelayanan yang terbaik; menjadi jembatan antara penelitian dan praktik; meminimalisir penelitian dengan kualitas yang buruk; mencegah terjadinya informasi yang overload terkait hasil-hasil penelitian; serta memiliki sumber daya yang terbaik dan terpercaya. Sedangkan kerugian menggunakan EBNP yaitu, membatasi autonomi secara professional; kevalidan dan kereliabilitasan metode yang digunakan sangat berpengaruh terhadap hasilnya, jadi jika terjadi kesalahan akan berdampak pada hasil penelitian yang terkait.

Sumber :
Miettinen, Merja & Saranto, Kaija 2016, ‘Standardized Nursing documentation Supports Evidence-Based Nursing Management’, US National Library of Medicine National Institutes of Health, vol.225, pp. 466-470. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27332244. [6 September 2017].
4. Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP meliputi:
1) Penggunaan waktu yang kurang efektif
2) Kemampuan untuk mencari sumber
3) Kesulitan dalam mengakses sumber literature, jurnal dan artikel
4) Kemampuan dalam melakukan kritik riset
5) Penguasaan bahasa yang kurang maksimal dalam penggunaan hasil riset
6) Kurangnya kemampuan kognitif
7) Informasi yang kurang berkualitas
8) Salah persepsi tentang proses yang dilakukan
9) Pentingnya pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana untuk menggunakan literatur hasil penemuan untuk intervensi praktek yang terbaik untuk diterapkan pada klien.

Sumber ;
S, Salisbury & V, Schirm 2016, ‘Implementing and Sustaining Evidence Based Practice Trough a Nursing Journal club’, US National Library of Medicine National Institutes of Health, vol. 31, pp. 139-145. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27397832. [2 September 2017].

"


INDAH LATIFA

pada : 06 September 2017


"NAMA : INDAH LATIFA
NIM : 131611133016

1. Apakah yang dimaksud dengan Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Terkait dengan penelitian kesehatan, terutama penelitian dibidang keperawatan misalnya, penelitian digunakan sebagai bukti dalam evaluasi dan determinasi praktik keperawatan yang baik. Tujuan dari penelitian keperawatan adalah untuk menghasilkan pengetahuan baru yang nantinya dapat memberikan informasi tentang praktik keperawatan sehingga semestinya semestinya perawat menggunakan riset keperawatn dengan benar. Sehingga evidence dapat digunakan untuk praktik yang baik dalam pengkajian kondisi pasien, diagnose masalah pasien, perencanaan perawatan pasien, intervensi untuk meningkatkan fungsi dan kondisi pasien atau mencegah komplikasi, evaluasi respon pasien terhadap intervention.

Sumber :
Flodgren, G., Rojas-Reyes, M. X., Cole, N., & Foxcroft, D. R. (2012). Effectiveness of organisational infrastructures to promote evidence-based nursing practice. The Cochrane Database of Systematic Reviews, 2, CD002212. http://doi.org/10.1002/14651858.CD002212.pub2

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Di Indonesia aplikasi evidence dalam keperawatan biasanya diterapkan dalam kasus pelakuan seksual pada remaja. Penelitian pada tahun 2009 menyatakan bahwa pada tahun 2009 dilakukan penelitian yang melibatkan 127 anak muda yang memiliki kecenderungan melakukan kekerasan seksual untuk mengetahui efek yang dialami. Pada 12 bulan selanjutnya ditemukan bahwa banyak remaja yang mengalami penurunan kecenderungan kekerasan seksual. Dengan ini dapat disimpulkan bahwa bukti diperlukan sebagai dasar para praktisi dan perumus dalam menentukan kebijakan strategi yang akan digunakan dalam penelitian.

Sumber :
Kita, Y. S. D. K. N. (2016). Mencegah dan Melindungi: Menangani Kekerasan Seksual terhadap Anak dengan Bukti. PENDEKATAN INTERDISIPLINER DALAM PENYUSUNAN KEBIJAKAN PIDANA, 49.

3. Apa sajakah keuntungan dan merugikan menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Dalam pengembangan pencarian data pada metode EBNP digunakan database berupa pubmed yang memiliki keunggulan antara lain berupa kemudahan dalam mengakses untuk jurnal dalam perwakilan semua profesi kesehatan. Untuk memudahkan menganalisis serta mengindekskan tatanan praktik keperawatan. Selain memudahkan menganalisis tatanan praktik keperawatan keunggulan lainnya berupa memungkinkannya strategi pencarian yang aman disimpan, mudah di edit, serta mudah diperbaharui secara teratur.



Sumber :
Lavin, M. A., Krieger, M. M., Meyer, G. A., Spasser, M. A., Cvitan, T., Reese, C. G., … McNary, P. (2005). Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases. Journal of the Medical Library Association, 93(1), 104–115.

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Adapun factor penghambat yaitu pemahaman utama yang dipilih oleh responden perawat klinis dalam pemahaman bahasa asing dan pengetahuan yang terbatas. Bahasa merupaka factor penghambat yang dominan dikarenakan banyak dari perawat di Indonesia kurang memahami Bahasa selaian Bahasa Indonesia.

Sumber :
Legita, T. (2012). Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi Dalam Implementasi Evidence-Base Practice. Ners Jurnal Keperawatan, 8(1).


"


Ainul Fidiatun Nofa

pada : 06 September 2017


"Nama : Ainul Fidiatun Nofa
NIM : 131611133123
KELAS : A3 (2016)

1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) merupakan pendekatan yang dapat di gunakan dalam praktik perawatan sehat. Menurut (Goode & Piedalue, 1999) Praktik klinis berdasarkan bukti yg melibatkan temuan pengetahuan penelitian, review atau tinjauan.
Akses terhadap informasi berbasis bukti yang dapat dipercaya, kemampuan untuk menilai secara kriti s dan memasukkan bukti-bukti dalam pembuatan keputusan klinis menuju keberhasilan penerapan keperawatan berdasarkan bukti (Thompson et al., 2004). Sebuah bukti yang berbasis menstandarisasi praktik perawatan kesehatan, serta penggunaan bukti bukti manfaat dan keinginan pasien untuk mendukung pengambilan keputusan di pelayanan kesehatan.

Sumber :
Baird, Tess 2015, ‘Factors Influencing Evidence-based Practice For Community Nurses’, British Journal of Community Nursing, Vol 20, No 5. Avaliable From: http://www.academia.edu/16537578/Factors_Influencing_Evidence_Based_Practice_for_Community_Nurses [4 september 2017]

2. Perawat memiliki peran yg penting mengatai konstipasi pada pasien stroke selama perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan masase abdomen dan minum air putih hangat pada pasien stroke yang mengalami kontipasi terhadap proses defekasi di Kota Medan. Terdapat perbedaan waktu terjadinya proses defekasi yang signifikan antara kelompok intervensi I dengan kelompok II, bahwa ada perbedaan yang bermakna antara perlakuan masase abdomen dengan masase abdomen dan minum air putih hangat terhadap waktu terjadinya defekasi (p= 0,015; α= 0,05). Terdapat perbedaan frekuensi defekasi yang signifikan antara ketiga kelompok, yaitu antara kelompok intervensi II dan kelompok kontrol, bahwa ada perbedaan yang bermakna antara perlakuan masase abdomen dan minum air putih hangat dengan intervensi yang standar terhadap frekuensi defekasi (p= 0,000; α= 0,05). Bagi keilmuan keperawatan, hasil penelitian ini diharapkan dapat sebagai evidence based practice dalam asuhan keperawatan medikal bedah dalam memberikan intervensi keperawatan pada pasien stroke yang mengalami konstipasi sehingga perawatan terapi komplementer di bidang keperawatan dapat dikenal dan memberikan manfaat untuk digunakan sebagai pencegahan dan pengobatan alami. Bagi peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai data dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya dengan membandingkan masase abdomen dan minum air putih hangat dengan tindakan kompres hangat (range of motion) pada daerah perut untuk melihat proses defekasi yang lebih efektif.

Sumber :
Elysabeth, Dame et. al 2015, ‘Hubungan Tingkat Pendidikan Perawat Dengan Kompetensi Aplikasi Evidance-Based Practice’, Jurnal Skolastik Keperawatan, vol. 1, no.1, Available from : http://www.neliti.com/id/publications/130265/hubungan-tingkat-pendidikan-perawat-dengan-kompetensi-aplikasi-evidance-based-pr [4 September 2017]

3. Keuntungan : memberikan pelayanan yg terbaik dan menggunakan sumber daya yang terbaik dan terpecaya
Kerugian: membatasi autonomi professional dan kurangnya kompetensi di kalangan perawat berpengalaman.
Sumber :
Gonzales, S 2012, ‘Perception of Evidence-based Practice and The Professional Environment of Primary Health Care Nurses in The Spanish Context: a cross-sectional study’, BMC Health Services Research. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC34443888. [4 September 2017]

4. a) Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan, yang menyebabkan penurunan dukungan.
b) Prasangka terhadap niat mereka untuk memajukan praktik mereka.
c) Isu yang terkait dengan pengurangan tenaga kerja.
d) Pelatihan, kepercayaan, dan kesulitan perawat, yang dihadapi dengan mempertimbangkan dan mengintegrasikan preferensi pasien.
e) kurangnya ketrampilan.
Sumber :
Correa-de-Araujo, R 2016, ‘Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Direction’, Health Care Women Int, vol. 37, pp. 2–22, Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26473771 [4 September 2017]
"


Endah Desfindasari

pada : 06 September 2017


"NAMA : Endah Desfindasari
NIM : 131611133119
KELAS : A3 A16

JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) atau lebih dikenal dengan Kompetensi Praktik Keperawatan dengan Berbasis Bukti adalah pendekatan mengatasi masalah terhadap perawatan klinis. Selain itu evidence atau disebut bukti dalam Evidence-Based Nursing Practice yang melandasi dari bukti dari penelitian atau perawat harus mengembangkan kompetensi dalam keperawatan berbasis bukti dalam rangka memberikan perawatan medis terbaik untuk pasien. Keperawatan berbasis bukti menggunakan identifikasi masalah, dan informasi dari literatur medis untuk membantu perawat menemukan bukti terbaik. Oleh karena itu, lembaga medis memberikan perawatan klinis yang berkualitas, perawat perlu mengembangkan kompetensi dalam keperawatan berbasis bukti.

SUMBER:
Department of Nursing. A Study of the Evidence-Based Nursing Practice Competence of Nurses and Its Clinical Applications. Taipei City Hospital Renai Branch, Taiwan, ROC. : Abstract available in Chinese from the publisher
http://www.ncbi.nhm.nih.gov/pubmed/?term=Hsu%20LL%5BAuthor%5D&cauthor=true&cauthol.uid=26507625
(Diakses pada tanggal 2 September 2017)

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Praktik pelayanan keperawatan terdapat contoh penggunaan evidence yaitu dapat diterapkan melalui penelitian untuk mengetahui pengaruh kesehatan. Terdapat sebuah jurnal berjudul “Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth : South East Asia Optimising Reproductive and Chil Health in Developing Countries Project. Penelitian ini menjelaskan tingkat penggunaan praktik yang dipilih dari aspek perawatan perinatal. Pemuan ini menunjukkan tingginya tingkat kepatuhan dalam beberapa rekomendasi evidencebased untuk perawatan. Prinsip-prinsip praktik keperawatan berbasis bukti mendorong profesional kesehatan untuk menggunakan praktik dengan manfaat terbukti dan menghilangkan penggunaan mereka yang terbukti tidak efektif atau berbahaya. Pelaksanaan yang efektif dari praktek-praktek yang bermanfaat dapat mengembangkan praktik keperawatan.

SUMBER:
SEA-ANGGREK Kelompok Studi. 2008. Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth : South East Asia Optimising Reproductive and Chil Health in Developing Countries Project. Mesir : Hany Abdel-Aleem, Rumah Sakit Universitas Assiut.( Volume 3 | Issue 7 | e2646)

https://eresources.perpusnas.go.id/login?url=https://search.proquest.com/docview/1312318287?pq-origsite=summon
(Di akses pada tanggal 4 September 2017)

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tantangan praktik keperawatan?
KEUNTUNGAN :
1. Menjembatani kesenjangan antara bukti ilmiah dan perawatan pasien kita perlu pemahaman mendalam tentang hambatan dan insentif untuk mencapai perubahan dalam praktek.
2. Memperbaiki sistem dalam praktik keperawatan secara optimal.
3. Berbagai teori dan model untuk titik perubahan banyak faktor yang dapat mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan bukti.
4. Meningkatkan pelayanan perawatan berdasarkan penelitian dan penemuan.

KEKURANGAN
1. Bukti-bukti untuk nilai mereka di lapangan masih terbatas.
2. Merencanakan perubahan yang kompleks dalam praktek, hambatan potensial di
berbagai tingkatan perlu ditangani.
3. Perencanaan perlu mempertimbangkan sifat inovasi; karakteristik profesional dan
pasien yang terlibat; dan sosial, organisasi, ekonomi dan politik.
4. Membutuhkan banyak waktu yang tersedia untuk mencari penelitian


SUMBER :
Richard Grol, PhD, Director; Michel Wensing, PhD, Senior Lecturer. 2004. Correspondence: Professor Richard Grol, Centre for Quality of Care Research (WOK), PO Box 9101, Nijmegen, 6500 HB, The Netherlands. (MJA 2004; VOL 180: S57-S60)

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2690312/

(Di akses tanggal 3 September 2017)


4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
1. Waktu yang tidak mencukupi untuk menemukan penelitian menjadi penghalang lebih besar daripada yang lain.
2. Budaya mengubah praktik klinis dari tim rumah sakit dianggap sebagai penghalang.
3. Kurangnya peran perawat dalam menilai bukti berbasis penelitian dan menerapkannya melalui praktik keperawatan yang menjadi penghalang diterapkannya EBNP.
4. Dukungan administratif dan kolegial mungkin telah lebih kuat daripada penerapan EBNP dalam mempengaruhi pada penggunaan penelitian dari kurangnya waktu yang dihasilkan.
5. Minimnya jumlah perawat yang bersedia untuk melaksanakan EBNP. Hal ini mungkin berkaitan dengan karakteristik pribadi seperti pengalaman dan kepercayaan diri

Sumber :
Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research, 12, 367.
http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367
(Di akses tanggal 3 September 2017)
"


FITRINIA PUSPITA SARI

pada : 06 September 2017


"NAMA MAHASISWA: FITRINIA PUSPITA SARI
NIM: 131611133139
KELAS: A 3 (2016)
JAWABAN:
1. Evidence based practice adalah penggunaan yang tepat, eksplisit dan bijaksana dari bukti terbaik saat ini dalam membuat keputusan tentang perawatan pasien individu '(Sackett et al 1997) atau, berikan lebih sederhana,' integrasikan keahlian klinis individual dan bukti eksternal terbaik '(Sackett et al 1996). Komponen penting EBP adalah integrasi nilai pasien dan kenyataan klinis dengan penelitian terbaik untuk menginformasikan pengambilan keputusan (Shaneyfelt et al 2006).
Praktik keperawatan berdasarkan bukti (EBNP) adalah gelombang masa depan. ENBP sebagai solusi untuk mempertahankan kualitas dan akses di lingkungan dengan batasan biaya. ENBP terkait dengan gagasan EBP dan telah didefinisikan sebagai 'penerapan bukti terbaik dalam pengambilan keputusan klinis dengan mengintegrasikan keahlian klinis dengan temuan penelitian, sambil mempertimbangkan nilai dan preferensi pasien '(Eizenberg 2011).
Sumber:
Cowdell, Fiona 2014, ‘Developing the Evidence Base for Hygiene and Emollient Practice’, Nursing Older People (2014+), vol. 27, no. 4, pp. 16. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1785333536/abstract/E86DD8B3F5BD490DPQ/1?accountid=25704#center [2 September 2017]

2. Perkembangan terapi komplementer di Indonesia menjadi isu praktik keperawatan dan bagian penting dalam pelayanan kesehatan. Kebutuhan masyarakat yang meningkat dan berkembangnya penelitian terhadap terapi komplementer menjadi peluang perawat untuk berpatisipasi sesuai kebutuhan masyarakat. Masyarakat Indonesia sudah mengenal adanya terapi tradisional seperti jamu yang telah berkembang lama. Hal ini dapat meningkatkan perkembangan ilmu pengetahuan melalui penelitian-penelitian yang dapat memfasilitasi terapi komplementer agar menjadi lebih dapat dipertanggungjawabkan. Perawat sebagai salah satu profesional kesehatan, dapat turut serta berpartisipasi dalam terapi komplementer dan diharapkan akan dapat meningkatkan pelayanan kesehatan sehingga kepuasan klien dan perawat secara bersama-sama dapat meningkat.

Sumber:
Widyatuti 2005, ‘Terapi Komplementer dalam Keperawatan’, Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 12, No. 1, pp.53-57. Available from: https://www.neliti.com/id/publications/109055/terapi-komplementer-dalam-keperawatan. [4 September 2017]

3. - Keuntungan EBNP:
1. Membantu perawat dalam membuat informasi dan bukti-bukti berdasarkan keputusan klinis
2. Membantu perawat dalam menjaga mereka diperbarui tentang teknologi perubahan
3. Pengurangan tingkat penurunan pasien dan berkurang tingkat pneumonia
4. Lebih efisien dalam perawatan dan berkontribusi besar untuk agenda kemanan berkualitas
- Kerugian EBNP:
1. Mengahalangi otonomi profesional
2. Membuat perawat terus bergantung pada sumber daya informal dan ekperiensial daripada penelitian empiris
Sumber:
Baird, Lisa M.G 2015, ‘Factors Influencing Evidence Based Practice for Community Nurses’, British Journal of Community Nursing, vol. 20, no. 5. Available from: https://magonlinelibrary.com/doi/pdf/10.12968/bjcn.2015.20.5.233?download=true. [4 September 2017]
Gonzales, S 2012, ‘Perception of Evidence-based Practice and The Professional Environment of Primary Health Care Nurses in The Spanish Context: a cross-sectional study’, BMC Health Services Research. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC34443888. [4 September 2017]

4. Hambatan implementasi EBNP:
1. Kurangnya waktu dan keterampilan
2. Kurangnya pemahaman tentang EBNP
3. Kurangnya kewenangan untuk mengubah praktik
4. Akses terhadap sumber daya
Sumber:
Kang, Y& Yang, S 2015, ‘Evidence based Nursing Practice and Its correlates among Korean Nurses’, Applied Nursing Research, vol. 31, pp. 46-51. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002335?via%3Dihub . [2 September 2017]"


Ramadhani Wahyuningtyas

pada : 06 September 2017


"NAMA MAHASISWA: RAMADHANI WAHYUNINGTYAS
NIM: 131611133110
KELAS: A3
1. Praktik keperawatan berbasis bukti (EBNP) terkait dengan gagasan EBP dan telah didefinisikan sebagai 'penerapan bukti terbaik dalam pengambilan keputusan klinis dengan mengintegrasikan keahlian klinis dengan temuan penelitian sambil mengambil mempertimbangkan nilai dan preferensi pasien '(Eizenberg 2011).
Cowdell, Fiona. “Developing the evidence base for hygiene and emollient practices.” Nursing Older People, vol. 27, no. 4, 2015, pp. 16–20., doi:10.7748/nop.27.4.16.e690.
2. Rumah Sakit Bethesda adalah bagian dari kelompok YAKKUM yang merupakan organisasi nirlaba dan non-pemerintah (LSM) yang fokus pada perawatan kesehatan untuk terpinggirkan masyarakat di seluruh Indonesia. Ini memiliki 11 rumah sakit dengan total lebih dari 1.600 tempat tidur, 18 pusat persalinan dan poliklinik dan 9 unit masyarakat (Rumah Sakit Bethesda 2007). Bethesda menyediakan akses ke fasilitas perawatan kesehatan dan menggunakan 'Robin Hood Strategi 'untuk mendanai perawatan kesehatan di pedesaan dan terpencil oleh Memungut biaya kepada mereka yang mampu membayar layanan yang lumayan banyak. Pada tahun 2003 Bethesda mengembangkan sebuah rencana strategis untuk pendidikan perawat yang ditekankan serapan dari praktik berbasis bukti (evidence based practice / EBP), mendasarkan perawatan pasien pada penelitian terbaik yang tersedia bukti.
Bradley Helen, and Gillham David. “Collaborative Strategies to Promote Evidence Based Practice in a Developing Country.” Collaborative Strategies to Promote Evidence Based Practice in a Developing Country, u08.cgpublisher.com/proposals/229/index_html. Accessed 6 Sept. 2017.
3. Melaksanakan EBNP berpotensi bermanfaat bagi pasien dan sistem perawatan kesehatan, dan untuk perawat. Ini meningkatkan kemampuan pasien 'akses dan informasi tentang pengobatan yang efektif (Melnyk & Fineout-Overholt 2005). Terlepas dari keuntungan dari EBNP, penelitian mengungkapkan hal itu Perawat lebih memilih untuk diberitahu oleh rekan kerja, daripada menggunakan database Internet atau keperawatan, dan yang paling hanya mengandalkannya apa yang mereka pelajari selama pendidikan keperawatan mereka dan dari pengalaman (Estabrooks 1999, Egerod & Hansen 2005, Pravikoff dkk. 2005).
Eizenberg, Michal Mashiach. “Implementation of evidence-Based nursing practice: nurses’ personal and professional factors?” Journal of Advanced Nursing, vol. 67, no. 1, 2010, pp. 33–42., doi:10.1111/j.1365-2648.2010.05488.x.
4. Praktik berbasis bukti adalah pendekatan sistematis untuk pemecahan masalah bagi penyedia layanan kesehatan, termasuk RN, ditandai dengan penggunaan bukti terbaik yang saat ini tersedia untuk keputusan klinis membuat, untuk memberikan perawatan yang paling konsisten dan sebaik mungkin kepada pasien. Meski perawat ini mengetahui bahwa mereka sering membutuhkannya Informasi untuk latihan, mereka merasa jauh lebih percaya diri bertanya kepada rekan kerja atau rekan kerja dan mencari Internet dan World Wide Web daripada menggunakan database bibliografi seperti PubMed atau CINAHL temukan informasi spesifik Mereka tidak mengerti atau menilai penelitian dan telah menerima sedikit atau tanpa pelatihan dalam penggunaan alat yang akan membantu mereka menemukan bukti untuk mendasarkan praktik mereka. Implikasi untuk pendidikan keperawatan dan keperawatan dibahas.

Pravikoff, Diane S., et al. “Readiness of U.S. Nurses for Evidence-Based Practice.” AJN, American Journal of Nursing, vol. 105, no. 9, 2005, pp. 40–51., doi:10.1097/00000446-200509000-00025."


Arinda Naimatuz Zahriya

pada : 06 September 2017


"NAMA : Arinda Naimatuz Zahriya
NIM : 131611133024

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab : EBNP (Evidence-Based Nursing Practice), Evidence sendiri menggunakan bukti penelitian terbaik, bukti berbasis praktek keperawatan (EBNP) telah dijelaskan dalam beberapa cara. Beberapa menggambarkannya sebagai penggunaan penelitian yang optimal dalam praktik klinis (van Achterberg et al., 2008), sedangkan yang lain menggambarkannya sebagai proses dimana perawat membuat keputusan klinis dengan menggunakan bukti penelitian terbaik, keahlian klinis mereka sendiri, dan pasien mereka. preferensi, dalam konteks sumber daya yang tersedia (DiCenso et al., 1998). Sacket dkk. (1996) berpendapat bahwa EBNP menyiratkan penggunaan bukti-bukti paling kuat yang dipraktikkan secara eksplisit dan bijaksana saat ini saat keputusan klinis dibuat untuk merawat pasien individual.

Berland, A., Gundersen, D., & Bentsen, S. B. (2012). Evidence-based practice in primary care--an explorative study of nurse practitioners in norway. Nurse Education in Practice, 12(6), 361-5. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1131048696?pq-origsite=summon


2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!.
Jawab: Beban kematian terkait kehamilan dan persalinan tetap terkonsentrasi di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Terdapat 9550 catatan medis tentang wanita dan 9665 bayi mereka di sembilan rumah sakit; diantaranya Indonesia, Malaysia dan Filipina. Komponen berbasis bukti dari manajemen aktif pada tahap ketiga persalinan dan mengobati eklampsia dengan magnesium sulfat secara tepat dilakukan secara universal di semua rumah sakit. Profilaksis antibiotik yang tepat untuk operasi caesar, bentuk perawatan yang menguntungkan, dipraktikkan di kurang dari 5% kasus di sebagian besar rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap rekomendasi praktik klinis berbasis bukti untuk kehidupan Ibu dan bayi yang lebih baik.
Group, T. S. E. A. -. R. C. H. I. D. S. (2008). Use of evidence-based practices in pregnancy and childbirth: South east asia optimising reproductive and child health in developing countries project. PLoS One, 3(7) https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312318287?pq-origsite=summon


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawab :
Keuntungan:
Sebagai alat penting untuk membuat mahasiswa keperawatan sarjana lebih reflektif dalam hal pelaksanaan praktisnya. Selain itu memiliki potensi untuk mengubah praktik klinis dan meningkatkan kualitas asuhan dengan membuat proses asuhan keperawatan lebih terstandarisasi.
Kerugian :
Pencarian literatur adalah satu keterampilan yang harus dimiliki oleh praktisi EBNP. Ini adalah kekurangan utama dimana pengetahuan dan ketrampilan pencarian yang tidak memadai mengakibatkan hilangnya informasi penting atau mengambil terlalu banyak informasi yang menyebabkan informasi berlebihan dan kecemasan. Penerimaan ini juga koheren dengan studi Young and Ward (2001) yang mengidentifikasi kurangnya pengetahuan dan pengetahuan pencarian informasi sebagai penghalang untuk menerapkan sesuatu berbasis bukti.

Hong, W. S. (2010). Evidence-based nursing practice for health promotion in adults with hypertension: A literature review. Asian Nursing Research, 4(4), 227-245. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon

Hande, K., Williams, C. T., Robbins, H. M., Kennedy, B. B., & Christenbery, T. (2017). Leveling evidence-based practice across the nursing curriculum. The Journal for Nurse Practitioners, 13(1), e17-e22. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1858166350?pq-origsite=summon
Agyei, D. D., Kofi, C. Y., Fiankor, D., & Osman, H. (2015). The experience of information literacy in evidence-based practice (EBP) among professional nurses in the ho municipality of ghana. Library Philosophy and Practice, , 0_1,I,1-21. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1739062785?pq-origsite=summon
André, B., Aune, A. G., & Brænd, J.,A. (2016). Embedding evidence-based practice among nursing undergraduates: Results from a pilot study. Nurse Education in Practice, 18, 30-35. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1794909441?pq-origsite=summon

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP ?
Jawab : Dalam melakukan kegiatan EBNP, para perawat menunjukkan bahwa mereka menghadapi tantangan/hambatan seperti:
• Pemahaman yang tidak memadai tentang penelitian / statistik yang digunakan dalam artikel penelitian
• Kesulitan dalam menilai kualitas makalah penelitian dan laporan
• Ketidakmampuan untuk menafsirkan hasil penelitian penelitian dengan benar
• Kesulitan dalam menentukan penerapan temuan penelitian
• Kesulitan dalam menemukan waktu di tempat kerja mereka untuk mencari dan membaca artikel dan laporan penelitian
• Kurangnya perpustakaan atau pusat informasi di rumah sakit
• Sumber daya tidak mencukupi

Santmyire, A. (2013). Challenges of implementing evidence-based practice in the developing world. The Journal for Nurse Practitioners, 9(5), 306-311. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1644845263?pq-origsite=summon
"


Ayu Saadatul Karimah

pada : 06 September 2017


"Nama : Ayu Saadatul Karimah
NIM : 131611133020

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence dalam EBNP merupakan Integrasi bukti penelitian terbaik dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk pengambilan keputusan klinis dalam melakukan tindakan asuhan keperawatan. Bukti penelitian terbaik dapat ditemukan dalam penelitian klinis yang relevan yang telah dilakukan dengan menggunakan metodologi yang baik. Hal tersebut akan menjadi bagian yang penting dalam peningkatan kualitas praktik keperawatan. Karena Perawat memiliki peran dalam memfasilitasi dan menggunakan bukti dalam praktik, agar dapat bertanggung jawab terhadap perawatan pasien yang berorientasi pada hasil melalui penggunaan praktik berbasis bukti. Maka perawat diharapkan memiliki akses terhadap keterampilan ini untuk menjadikan perawat mampu menganalisis praktik yang ada berdasarkan bukti-bukti yang relevan.
Varaei, S., Salsali, M., Cheraghi, M. A., Tehrani, M. R. M., & Heshmat, R. (2013). Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 18(3), 251–257.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/


2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh pengaplikasian EBNP di Indonesia yaitu pengendalian tuberculosis dengan menggunakan kebijakan Penelitian operational. Penelitian operasional (OR) dapat didefinisikan sebagai pencarian pengetahuan tentang intervensi, strategi, alat yang dapat meningkatkan kualitas, efektivitas, atau cakupan program penelitian. Selama 10 tahun terakhir, OR telah diakui sebagai pilar penting strategi pengendalian TB. Indonesia merupakan sebuah negara dengan beban TB yang tinggi, telah melakukan upaya untuk mempromosikan pelaksanaan OR dalam program pengendalian TB. Pelatihan peningkatan kapasitas OR di Indonesia terjadi tahun 2004. Menurut penelitian yang telah dilakukan OR dapat berkontribusi terhadap pengembangan kebijakan baru, pengenalan praktik, penguatan kebijakan serta praktik pengendalian TB saat ini di Indonesia.

Probandari, A., Widjanarko, B., Mahendradhata, Y., Sanjoto, H., Cerisha, A., Nungky, S., … on behalf of the Tuberculosis Operational Research Group (TORG). (2016). The path to impact of operational research on tuberculosis control policies and practices in Indonesia. Global Health Action, 9, 10.3402/gha.v9.29866.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4770863/

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan: meningkatkan kualitas perawatan pasien ,memberikan asuhan keperawatan yang paling hemat biaya, sebagai kerangka kerja untuk menerapkan pengambilan keputusan klinis, sebagai bukti ilmiah dalam praktik klinis untuk mendukung pemikiran kritis dan keterampilan keperawatan, mengurangi ketidakpastian dalam sistem perawatan kesehatan, menerapkan pendekatan efektif sehingga menghilangkan praktik yang tidak efisien dll
Kerugian: Membutuhkan waktu yang banyak dalam melakukan penelitian, laporan penelitian harus komplek karena untuk pengambilan keputusan klinis, serta keterbatasan kemampuan, kemauan dan kesadaran perawat untuk menerapkan EBNP
Pengeta Mehrdad, N., Joolaee, S., Joulaee, A., & Bahrani, N. (2012). Nursing faculties’ knowledge and attitude on evidence-based practice. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 17(7), 506–511.huan dan sikap keperawatan tentang praktik berbasis bukti
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3730454/


4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Hambatan-hambatan dalam mengimplementasikan EBNP
1. Kurangnya waktu untuk melakukan penelitian
2. Kurangnya pemahaman dalam menafsirkan temuan penelitian
3. Kurangnya fasilitator yang membantu dalam pembelajaran EBNP
4. Kurangnya kemampuan memahami analisis statistic temuan penelitian
5. Kurangnya kesadaran tentang praktek penelitian atau berbasis bukti
6. Kurangnya kemampuan membaca artikel jurnal penelitian yang ditetapkan
7. Kesulitan mengakses laporan penelitian dan artikel
8. Kurangnya pengetahuan tentang EBNP dan kritik dari artikel
9. Kurangnya pendidikan tentang proses penelitian
10. Kurangnya pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana menggunakan literature hasil penemuan penelitian untuk intervensi praktek yang terbaik untuk diterapkan pada klien
Rojjanasrirat, W., Rice, J.( 2017). Evidence-based practice knowledge, attitudes, and practice of online graduate nursing students. Nurse Education Today 53, pp. 48-53
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0260691717300746?via%3Dihub












"


Adhelia Putri Prastiwi

pada : 06 September 2017


"Nama :Adhelia Putri Prastiwi
Kelas :A3
NIM :131611133109
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) ?
Jawab :
Praktik keperawatan berbasis bukti (EBN) adalah standar emas untuk asuhan keperawatan. Ini didefinisikan sebagai integrasi penelitian terbaik (Bailey, 2004). EBN tidak hanya mengandalkan bukti penelitian tapi juga juga pengalaman klinis, pendapat ahli, masyarakat standar, materi terbitan, bukti penelitian yang valid, dan nilai dan perspektif pasien (DiCenso, Guyatt, & Ciliska, 2005). EBN diyakini berkontribusi signifikan terhadap keperawatan sensitif, efektif, hasil kesehatan berkualitas tinggi (Doran, 2003). Penerapan bukti berbasis dalam promosi kesehatan dalam menangani HBP tidak hanya berperan definitif untuk perawat yang terlatih, tapi juga merupakan kontribusi besar bagi ilmu keperawatan.
Sumber :
Woi-Hyun S. Hong, 2010, ‘Evidence-based Nursing Practice for Health Promotions in Adults With Hypertension : A Literature Review’, Asian Nursing Research, vol. 4, No. 4.
Available from :
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq- origsite=summon [4 September 2017]


2. Berikan contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia?
Jawab :
Tingginya prevalensi anemia pada kehamilan di Indonesia Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan sarana penitipan anak yang memadai peduli untuk mencegah efek buruk anemia pada periode perinatal. Belajar dari pengalaman negara berpenghasilan rendah lainnya dalam menangani kondisi serupa, dan mengingat pandangan perawat-bidan, kami mengembangkannya sebuah pendekatan inovatif, yang disebut Four Pillars. Diharapkan pendekatan ini akan efektif dalam mengelola anemia pada kehamilan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas perinatal. Jika Pendekatan Four Pillars efektif dalam memperbaiki
hasil dari wanita hamil dengan anemia, pendekatan ini dapat diterapkan secara nasional dan dipertimbangkan memperbaiki hasil untuk kondisi lain di Indonesia kehamilan, setelah penelitian lebih lanjut.
Sumber :
Widyawati et al, 2014, ‘A randomised controlled trial on the Four Pillars Approach in managing pregnant women with anaemia in Yogyakarta–Indonesia: a study protocol’, BMC Pregnancy and Childbirth 2014, 14:163.
Available from https://eresources.perpusnas.go.id:2171/docview/1525036825?pq-origsite=summon [4 September 2017]


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan ?
Jawab :
Keuntungan :
- Membuat banyak orang memahami jumlah informasi yang sangat banyak yang tersedia dalam EBP
- Memperbaiki hasil perawatan pasien dan dan retensi penyedia layanan kesehatan
Sumber :
Sullivan, Debra Henline, 2013, ‘A Science Perspective to Guide Evidence- Based Practice’, International Journal of Childbirth Education, vol. 28, No. 1. Available from :
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1281834839?pq-origsite=summon
[5 September 2017]

Kekurangan :
- Membutuhkan waktu dan keterampilan lebih
- Membutuhkan pemahaman yang lebih tentang EBNP
- Membutuhkan wewenang untuk mengubah praktik
Sumber :
Kang, Y & Yang, S 2015, ‘Evidence based Nursing Practice and Its correlates among Korean Nurses’, Applied Nursing Research, vol. 31, pp. 46-51
Available from https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002335?via%3Dihub
[1 September 2017]


4. Hambatan implementasi EBPN ?
Jawab :
- Kurangnya waktu untuk mengakses pengetahuan untuk latihan
- Kurangnya kewenangan atau pengaruh untuk menerapkan temuan penelitian dalam lingkungan organisasi
- Keterampilan yang tidak mencukupi dalam menemukan dan meninjau bukti
- Kurangnya kesempatan untuk mengakses sumber penelitian
Sumber :
Baird, Lisa M Garland, 2015, Factors Influencing Evidence-based Practice for Community Practice, British Journal of Community Nursing, vol. 20, No. 5. Available from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25993372 [5 September 2017]






"


ARDINA NADYA WAHYUHERMANTO

pada : 06 September 2017


"NAMA MAHASISWA: ARDINA NADYA WAHYUHERMANTO
NIM: 131611133120
JAWABAN:

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
EBNP atau praktik perawatan berbasis bukti adalah pendekatan empiris sistematis yang telah berevolusi dari pengakuan bahwa tubuh profesi pengetahuan terus berubah. EBNP mewajibkan perawat untuk menafsirkan dan menerapkan pengetahuan untuk memberikan asuhan keperawatan kepada pasien berdasarkan bukti terbaik yang ada. Perawat diwajibkan untuk terlibat dengan penelitian, mendapatkan keterampilan dalam menilai penelitian, dan mengembangkan kebiasaan literasi kritis. Selanjutnya perawat akan memiliki kemampuan untuk mengevaluasi secara kritis mengembangkan bukti dan kemudian menerjemahkan atau mengintegrasikan pengetahuan ini dalam praktiknya. EBNP dapat menjadi upaya terbaik dalam menghilangkan praktik keperawatan yang tidak efektif atau berbahaya. Ini membutuhkan professional untuk secara aktif mencari hal yang baru. (Greenhalgh, 2010).
SUMBER :
Dr. Caleb Ferguson, Rn, BScN, MHlth, PhD . 2016. The integration and evaluation of a social-media facilitated journal club to enhance the student learning experience of evidence based practice: A case study. Sydney, Australia : Journal Homepage. (Nurse Education Today 48 (2017) 123–128)
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0260691716302313?via%3Dihub
(Diakses pada tanggal 3 September 2017)

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasi evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia yakni dalam mengatasi masalah kematian perinatal. Disebutkan didalam jurnal bahwa kematian perinatal paling tinggi di dua rumahsakit Indonesia dibanding di rumah sakit lain Asia Tenggara. Dengan menerapkan praktik berbasis bukti dapat mendorong profesi kesehatan untuk menggunakan praktik dengan manfaat terbukti dan menghilangkan praktik yang terbukti tidak efektif atau berbahaya. Selanjutnya dapat meningkatkan kepatuhan dengan rekomendasi praktik klinis berbasis bukti dan memperbaiki perawatan ibu dan bayi.

SUMBER :
SEA-ANGGREK Kelompok Studi. 2008. Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth : South East Asia Optimising Reproductive and Chil Health in Developing Countries Project. Mesir : Hany Abdel-Aleem, Rumah Sakit Universitas Assiut.( Volume 3 | Issue 7 | e2646)
https://eresources.perpusnas.go.id/login?url=https://search.proquest.com/docview/1312318287?pq-origsite=summon
(Di akses pada tanggal 6 September 2017)

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Manfaat/ keuntungan dari EBNP, perawat akan lebih mampu menghadapi tantangan perbaikan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. EBNP akan meningkatkan literasi informasi kesehatan secara formal dan informal, dengan demikian kebutuhan literasi akan terpenuhi, kemudian akan membantu dalam pengambilan keputusan klinis yang tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas pelyanan dan keselamatan pasien.
Kerugian/ kekurangan dari EBNP, belum mempertimbangkan kompleksitasnya. Penerimaan universal tidak akan mudah dicapai, tidak tepat mengharapkan praktik perawatan kesehatan pedesaan agar sesuai standar bukti (EBP) yang diformulasikan di metropolitan. Perawat pedesaan lebih konservatif daripada metropolitan. Bila pendekatan multidisipliner penelitian diakui sebagai ideal maka, akan ada ketidaksetaraan professional kekuasaan dalam konteks pedesaan.
SUMBER :
Mc Carthy A et al. 1998. Evidence-Based Practice and Rural Nursing : A Literature Review. Queensland Australia: Journal. (Aust J. Rural Health 1998. 6, 96-99)
(Di akses pada tanggal 1 September 2017)
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/pdf/1472-6963-12-367.pdf
Dalheim A, et al. (2012). Factors Influencing the Development of Efidence Based Practice Among Nurses: A Self-report Survey, Norway: BMC Health Service Research,
(Di akses pada tanggal 4 September 2017)
http://onlinelibrary.wiley.com.sci-hub.ac/doi/10.1111/j.1440-1584.1998.tb00291.x/pdf

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Beberapa determinan yang dapat menghambat Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) yakni; karakteristik sosiodemografi seperti tingkat perawat pelatihan, fungsi profesional yang diduduki, usia, jumlah tahun pengalaman professional, kepercayaan tentang EBP, kapasitas penerapan, kurangnya waktu, dukungan dari hirarki dalam tahap tertentu proses EBP, kurangnya keterampilan yang dibutuhkan untuk menemukan, memproses, dan menerapkan informasi kurangnya dukungan dari manajemen, dan kurangnya pengakuan profesi keperawatan. Namun determinan yang paling penting dari itu semua adalah kurangnya pemahaman tentang konsep EBP. Kurangnya pemahaan EBP menjadi hambatan terhadap implementasinya oleh professional bahkan di kalangan spesialis keperawatan klinis (Verlo 2017).
SUMBER :
Verloo Henk RN, PhD et.al. 2016. Beliefs and implementation of evidence based practice among nurses and allied healthcare providers in the Valais hospital . Switzerland : Journal of Evaluation Clinical Practice. (DOI 1011111/jep.12653)
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jep.12653/abstract
(Di akses pada tanggal 1 September 2017)"


Fajrinandetya P

pada : 06 September 2017


"Nama : Fajrinandetya Paramita
NIM : 131611133082
Jawaban :

1. Evidence-based practice adalah komponen penting perawatan kesehatan untuk profesi keperawatan. EBP adalah proses dimana penyedia layanan kesehatan menggabungkan pengetahuan yang diperoleh dari bukti terbaik yang ada dengan keahlian klinis mereka sendiri untuk membuat keputusan tentang perawatan pasien individual, karena menyediakan perawatan yang berpusat pada pasien dapat menyebabkan peningkatan hasil kesehatan (Robinson et al., 2008 ; Sackett et al., 1996).
Sumber : Keib, Carrie N. Cailor, Stephanie M. Kiersma, Mary E. Chen, Aleda M H. "Changes in nursing students' perceptions of research and evidence-based practice after completing a research course". Nurse Education Today. 54 (2017): 37-43. House journal.

2. Contoh bukti pengaplikasian EBP di Indonesia adalah perawat bagian ibu dan anak menerapkan teknik pendekatan Four Pillars di Puskesmas Yogyakarta. Teknik tersebut diterapkan kepada ibu hamil yang menderita anemia akan melahirkan bayinya guna untuk mencegah terjadinya kasus morbiditas dan mortalitas perinatal seperti pada kasus-kasus sebelumnya. Teknik Four Pillars terdiri dari: gaya hidup sehat selama kehamilan, dukungan sosial dari suami atau anggota keluarga lainnya, pengetahuan dan keterampilan yang memadai dari perawat, dan perilaku profesional perawat.
Sumber : Widyawati, Widyawati. Jans, Suze. Bor, Hans. Siswishanto, Rukmono. Dillen, Jeroen van. Lagro-Janssen, Antoine LM. "A randomised controlled trial on the Four Pillars Approach in managing pregnant women with anaemia in Yogyakarta-Indonesia: a study protocol". BMC Pregnancy and Childbirth. 14 (2014): 163. House Journal.

3. Kelebihan dari penggunaan EBP adalah perawat didorong untuk berusaha memulai penelitian dari mengevaluasi kualitas kegiatan pemberian asuhan keperawatan yang mereka lakukan kepada pasien di rumah sakit yang mereka naungi dan melakukan langkah yang terbaik untuk memperbaiki pelayanan kesehatan yang telah diberikan. Hasil studi Funk menyoroti dua hambatan utama dalam menggunakan EBP: perawat memiliki tidak cukup wewenang untuk mengubah prosedur perawatan pasien, dan ada kekurangan umum kesadaran akan penelitian yang relevan.
Sumber : Huang, Fei-Fei. Zhang, Na. Han, Xuan-Ye. Qi, Xiao-Na. Pan, Li. Zhang, Jing-Ping. "Improve nursing in evidence-based practice: How Chinese nurses' read and comprehend scientific literature". International Journal of Nursing Sciences. 4 (2017): 296-302. House Journal.

4. Determinan yang dapat menghambat implementasi ABP adalah terdapat perawat yang masih kurang akses nirkabel dan kurangnya pengetahuan temuan penelitian EBP yang relevan dan terkini (Doran et al.). Melalui penggunaan teknologi mobile, penelitian saat ini bisa dibawa langsung ke titik asuhan. Sebagai tambahannya mengatasi kendala aksesibilitas, teknologi mobile juga dapat meningkatkan relevansi pengetahuan pembarian asuhan keperawatan.
Sumber : Mackey, April. Bassendowski, Sandra. "The history of evidence-based practice in nursing education and practice". Journal of Professional Nursing Vol. 33. 1 (2017): 51-55. House Journal."


Ariska Windy Hardiyanti

pada : 06 September 2017


"REVISI
Nama: Ariska Windy Hardiyanti
NIM: 131611133131
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
EBNP mengacu pada penerapan bukti terbaik di pengambilan keputusan klinis dengan mengintegrasikan keahlian klinis dengan temuan penelitian baru-baru dengan mempertimbangkan nilai-nilai dan preferensi pasien (Perancis tahun 1999, Coopey et al. 2006). EBNP berasal dari gerakan umum menuju kedokteran berbasis bukti dalam perawatan kesehatan umum (Sackett et al. 1996).
Sumber:
• Eizenberg, Michal Mashiach. 2010. Implementation of Evidence-Based Nursing Practice: Nurses’ Personal and Professional Factors?. https://nurseone.ca/~/media/nurseone/page-content/pdf-en/implementation%20of%20evidence-based%20nursing%20practice-%20nurses%20personal%20and%20professional%20factors.pdf (diakses pada tanggal 1 september 2017).

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia
Contoh penggunaan evidence dalam praktik keperawatan pediatrik di rumah sakit. Disini perawat pediatrik memiliki kesempatan unik untuk diberdayakan dan membuat perbedaan yang signifikan dalam pasien mereka dan kehidupan keluarga dengan terus bertanya tentang pertanyaan perawatan, selain itu juga mencari bukti untuk mendukung atau menolak praktek-praktek tradisional yang masih dipercayai oleh pasien dalam lingkungannya. Dan yang terpenting dalam penerapan evidence dalam praktik keperawatan pedriatik yaitu menerapkan dan melakukan tindakan praktek yang terbaik,serta mengevaluasi efektif dengan bukti yang berlaku untuk praktek keperawatan.
Sumber:
Hockenberry, Marilyn, et al. 2006. Implementing Evidence-Based Nursing Practice in a Pediatric Hospital. http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.88-2004&ctx_enc=info%3Aofi%2Fenc%3AUTF-8&rfr_id=info%3Asid%2Fsummon.serialssolutions.com&rft_val_fmt=info%3Aofi%2Ffmt%3Akev%3Amtx%3Ajournal&rft.genre=article&rft.atitle=Implementing+evidence-based+nursing+practice+in+a+pediatric+hospital&rft.jtitle=Pediatric+Nursing&rft.au=Hockenberry%2C+Marilyn&rft.au=Wilson%2C+David&rft.au=Barrera%2C+Patrick&rft.date=2006-07-01&rft.pub=Jannetti+Publications%2C+Inc&rft.issn=0097-9805&rft.volume=32&rft.issue=4&rft.spage=371&rft.externalDBID=n%2Fa&rft.externalDocID=A150695664¶mdict=en-US (diakses pada tanggal 6 september 2017).

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan
Jawaban: a. Keuntungan EBPN
• Meningkatkan akses ke pasien dan informasi tantang pengobatan yang efektif
• Meningkatkan sistem kesehatan dengan memfalisitasi pengambilan keputusan konsisten
• Memajukan ektivitas biaya
• Kemampuan dalam pengambilan keputusan klinis dan memberikan perawatan berkualitas tinggi.

b. Kerugian EBPN
• Membatasi autonomi profesional
Sumber :
Varaei, Shokoh, et al. 2013. Education and Implementing Evidence-Based Nursing Practice for Diabetic Patients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/ (diakses pada tanggal 2 september 2017).
Seyyedrasooli, Alehe. 2012. Individual Potentials Related to Evidence-Based Nursing among Nurses in Teaching Hospitals Affiliated to Tabriz University of Medical Sciences, Tabriz, Iran. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4161067/pdf/jcs-1-93.pdf (diakses pada tanggal 2 september 2017).

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP
• Keterbatasan waktu
• Keterbatasan akses terhadap literature
• Kurangnya pelatihan terkait usaha untuk mencari informasi dan ketrampilan dalam mengkritisi hasil penelitian
• Ideologi yang menekankan praktek dibandingkan dengan pengetahuan intelektual
• Lingkungan kerja tidak mendukung dalam usaha mencari informasi hasil penelitian

Sumber:
Dalheim, Anne, et al. 2012. Factors Influencing the Development of Evidence-Based Practice Among Nurses: a Self-Report Survey. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/pdf/1472-6963-12-367.pdf (diakses pada tanggal 1 september 2017).
Holleman, Gerda. 2005. Promotion of Evidence-Based Practice by Professional Nursing Associations: Literature Review. http://sci-hub.ac/http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1365-2648.2006.03776.x/pdf (diakses pada tanggal 2 september 2017).

"


Alfera Novitasari

pada : 06 September 2017


"NAMA : ALFERA NOVITASARI
NIM : 131611133029
JAWABAN :

1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence adalah sebuah konsep dan digambarkan secara teliti, eksplisit, dan bijaksana menggunakan bukti terbaik saat ini dalam membuat keputusan tentang perawatan pasien individual. Mengintegrasikan bukti klinis eksternal terbaik yang ada dari penelitian sistematis (Rosenberg dan Donald, 1995; Sackett et al., 1996). Evidence memiliki potensi untuk mengubah praktik klinis dan meningkatkan kualitas asuhan dengan membuat proses asuhan keperawatan lebih terstandarisasi. Hal ini tergantung pada perawat yang memiliki kemampuan untuk mengevaluasi temuan penelitian, mencerminkan praktik terkini dan memasukkan pengetahuan Evidence Based Practice ke dalam praktik klinis (Florin et al., 2012).

André, Beate; Aune, Anne G; Brænd, Jorunn A. (2016). Embedding evidence –based practice among nursing undergraduates: Result from a pilot study. Nurse Education in Practice. Volume 18
https://eresources.perpusnas.go.id:2171/docview/1794909441/fulltext/1B55F3B2F52C4256PQ/1?accountid=25704

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Perawat Indonesia menangani kerumitan Pressure Ulcus (PU) setiap hari dalam asuhan keperawatan. Mereka harus merawat penyakit utama pasien mereka, bisul pasien dan mengambil tindakan untuk mencegah perkembangan ulkus baru di situs tubuh lainnya. Studi ini menyoroti beberapa karakteristik pasien PU tertentu di rumah sakit Indonesia. Rumah sakit dapat memperbaiki kualitasnya PU dengan menerapkan pedoman PU berbasis bukti, seperti versi Revisi Pencegahan dan Pengobatan Pedoman Tekanan Ulkus yang baru-baru ini dikembangkan dalam kolaborasi antara Panel Penasihat Ulos Tekanan Nasional Amerika Serikat (NPUAP), Penasihat Ulos Tekanan Eropa Panel (EPUAP) dan Pan Pacific Pressure Injury Alliance (PPPIA).

Amir Yufitriana, Christa Lohrman, dkk. (2016). Pressure ulcers in four Indonesian hospitals: prevalence, patient characteristics, ulcer characteristics, prevention and treatment. Interntional Wound Jurnal 2017; 14:184-193
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/iwj.12580/abstract;sessionid=F0E61A4E3AD988C942E388937F25E7F5.f04t04

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Evolusi perawatan berpusat pada pasien, terus ditekankan pada keselamatan dan hasil pasien, peningkatan kualitas hidup, dan pengelolaan pengetahuan perawatan kesehatan telah memicu keunggulan EBP dalam pendidikan keperawatan. Model perawatan yang berpusat pada pasien menekankan peran pasien sebagai pengambil keputusan utama dan anggota perawatan kesehatan.
Kerugian seperti kurangnya waktu, kesulitan merumuskan atau menerjemahkan pertanyaan untuk EBP, atau kesulitan mengembangkan strategi pencarian yang optimal - semuanya bertentangan dengan penggunaan literatur penelitian yang efektif.

Lavin, Mary A. et al. “Development and Evaluation of Evidence-Based Nursing (EBN) Filters and Related Databases.” Journal of the Medical Library Association 93.1 (2005): 104–115. Print.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC545129/?report=classic

Hande, Karen; Williams, Christopher Ty; Robbins, Heather M; Kennedy, Betsy B; Christenbery, Tom. (2017). Leveling Evidence –based Practice Across the Nursing Curriculum. The Journal for Nurse Prctitioners. Volume 13, Issue 1
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1858166350?pq-origsite=summon

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Meskipun perawat menjadi kelompok profesional kesehatan terbesar, sistem perawatan kesehatan di seluruh dunia, tiga tantangan langsung dan diakui secara internasional sangat mempengaruhi kemampuan mereka untuk menyediakan layanan termasuk EBNP : 1) Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan, yang menyebabkan menurunnya dukungan untuk pendidikan dan pengembangan mereka; 2) Prasangka terhadap niat mereka untuk memajukan praktik mereka; dan, 3) Isu yang terkait dengan pengurangan tenaga kerja. Faktor lain secara khusus merangsang atau membatasi pelaksanaannya. EBNP mencakup pelatihan, kepercayaan, dan kesulitan dalam penelitian perawat dihadapkan pada elisitasi dan pengintegrasian preferensi pasien (Thompson et al., 2007; Grol et al., 2013).

Correa-de-Araujo, Rosaly. “Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions.” Health care for women international 37.1 (2016): 2–22. PMC. Web. 5 Sept. 2017.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/?report=classic"


Ainul Fidiatun Nofa

pada : 06 September 2017


"Nama Mahasiswa : AINUL FIDIATUN NOFA
NIM : 131611133123
Kelas : A3 (2016)
Jawaban : (REVISI)
1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) merupakan pendekatan yang dapat di gunakan dalam praktik perawatan sehat. Menurut (Goode & Piedalue, 1999) Praktik klinis berdasarkan bukti yg melibatkan temuan pengetahuan penelitian, review atau tinjauan.
Akses terhadap informasi berbasis bukti yang dapat dipercaya, kemampuan untuk menilai secara kriti s dan memasukkan bukti-bukti dalam pembuatan keputusan klinis menuju keberhasilan penerapan keperawatan berdasarkan bukti (Thompson et al., 2004). Sebuah bukti yang berbasis menstandarisasi praktik perawatan kesehatan, serta penggunaan bukti bukti manfaat dan keinginan pasien untuk mendukung pengambilan keputusan di pelayanan kesehatan.

Sumber :
Baird, Tess 2015, ‘Factors Influencing Evidence-based Practice For Community Nurses’, British Journal of Community Nursing, Vol 20, No 5. Avaliable From: http://www.academia.edu/16537578/Factors_Influencing_Evidence_Based_Practice_for_Community_Nurses [3 september 2017]

2. Perawat memiliki peran yg penting mengatai konstipasi pada pasien stroke selama perawatan di rumah sakit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan masase abdomen dan minum air putih hangat pada pasien stroke yang mengalami kontipasi terhadap proses defekasi di Kota Medan. penelitian ini telah membuktikan bahwa telah dapat mengatasi masalah konstipasi pada pasien stroke setelah masase abdomen dilakukan setiap hari selama tujuh hari. Masase abdomen efektif mengatasi konstipasi jika dilakukan secara rutin setiap hari. Hal ini yang menyebabkan perbedaan dengan penelitian terdahulu karena pada penelitian terdahulu masase abdomen tidak dilakukan setiap hari secara rutin. Masase abdomen yang dilakukan secara rutin dapat merangsang peristaltik usus serta memperkuat otot-otot abdomen yang akan membantu system pencernaan dapat berlangsung secara lancar (Folden, 2009). Berdasarkan hasil penelitian dapat diketahui bahwa frekuensi defekasi antara kelompok responden yang mendapat masase abdomen dengan kelompok kontrol tidak berbeda jauh. Hal ini disebabkan oleh pengaruh jumlah serat yang dikonsumsi oleh kelompok kontrol lebih banyak dibandingkan dengan kelompok masase abdomen.Bagi peneliti selanjutnya dapat digunakan sebagai data dasar untuk melakukan penelitian selanjutnya dengan membandingkan masase abdomen dan minum air putih hangat dengan tindakan kompres hangat (range of motion) pada daerah perut untuk melihat proses defekasi yang lebih efektif.

Sumber :
Br Ginting, Dameria et. al 2015,’Mengatasi Konstipasi Pasien Stroke Dengan Masase Abdoneb dan Minum Air Putih Hangat’ , Jurnal Keperawatan Indonesia vol. 18, no.1, pp 23-30. Available from : http://www.neliti.com/id/publications/107455/mengatasi-konstipasi-pasien-stroke-dengan-masase-abdomen-dan-minum-air-putih-han [4 September 2017]

3. Keuntungan : memberikan pelayanan yg terbaik dan menggunakan sumber daya yang terbaik dan terpecaya
Kerugian: membatasi autonomi professional dan kurangnya kompetensi di kalangan perawat berpengalaman.
Sumber :
Gonzales, S 2012, ‘Perception of Evidence-based Practice and The Professional Environment of Primary Health Care Nurses in The Spanish Context: a cross-sectional study’, BMC Health Services Research. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC34443888. [2 September 2017]

4. a) Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan, yang menyebabkan penurunan dukungan.
b) Prasangka terhadap niat mereka untuk memajukan praktik mereka.
c) Isu yang terkait dengan pengurangan tenaga kerja.
d) Pelatihan, kepercayaan, dan kesulitan perawat, yang dihadapi dengan mempertimbangkan dan mengintegrasikan preferensi pasien.
e) kurangnya ketrampilan.
Sumber :
Correa-de-Araujo, R 2016, ‘Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Direction’ Health Care Women Int. 2016 January vol. 37, pp. 2–22. Avaliable from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26473771 [2 September 2017]"


Yuniar Rahma Shofroin

pada : 06 September 2017


"NAMA :Yuniar Rahma Shofro'in
KELAS:A-2
NIM :13161133069
JAWABAN :

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab :
Keperawatan berbasis bukti adalah pemecahan masalah pendekatan untuk penyediaan layanan kesehatan menggunakan bukti terbaik saat ini untuk membuat keputusan tentang perawatan pasien. Bukti ilmiah utama diperoleh melalui penelitian, dan juga penggunaan penghakiman berasal dari pengalaman, preferensi pasien dan sumber daya yang tersedia.
Sumber :
berbasis bukti Praktik memenuhi berbasis praktik bukti / praktek berdasarkan bukti vs praktik berbasis bukti. (2010). Canadian Journal of Dietetic Praktek dan Penelitian, 71 (2), 60. Diperoleh dari https://search.proquest.com/docview/347838885?accountid=25704

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawab :
Contohnya adalah sebuah penilitan penyakit nonkomunis kronis (NCD), kenaikan NCD sangat terlihat di Asia Tenggara dimana sumber daya terbatas telah digunakan untuk mengatasi epidemi yang meningkat ini, seperti dalam kasus Indonesia. Kesimpulan dari penelitian NCD adalah adanya kebutuhan yang ketat untuk melakukan reorientasi dan meningkatkan respons sistem kesehatan untuk menawarkan cara yang efektif, realistis, dan terjangkau untuk mencegah dan mengendalikan NCD melalui intervensi hemat biaya dan pendekatan yang lebih terstruktur untuk pemberian perawatan primer berkualitas tinggi dan pencegahan dan pengobatan yang merata. strategi.
Sumber :
Schröders, J., Wall, S., Hakimi, M., Dewi, F. S. T., Weinehall, L., Nichter, M., … Ng, N. (2017). How is Indonesia coping with its epidemic of chronic noncommunicable diseases? A systematic review with meta-analysis. PLoS ONE, 12(6), e0179186. http://doi.org/10.1371/journal.pone.0179186

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawab :
 Keuntungan :
• untuk pengambilan keputusan dalam perawatan pasien
• Untuk lebih menguasai praktek dan meningkatkan pelayanan kesehatan dan perawatan pasien
• Untuk mengajukan pertanyaan penting secara klinis
• Koleksi bukti terbaik dan lebih relevan
• Kritis menilai bukti
• Integrasi bukti
• Mengevaluasi hasil

 Kerugian :
• Pemanfaatan penelitian merupakan konsep baru dalam kurikulum Keperawatan Indonesia. Ada juga sedikit data umum yang dapat digunakan untuk menginformasikan penelitian keperawatan dan pemanfaatan penelitian di negara-negara berkembang seperti Indonesia. Kerugian yang didapatkan dari penerapan praktik berbasis bukti sangat kompleks dan sulit bagi perawat Indonesia. Seperti di negara-negara berkembang lainnya, beberapa faktor berkontribusi terhadap situasi ini.
Sumber :
Morales, CF, Santacruz, CJB, & Verkovitch, I. (2015). Integrasi praktek mengajar keperawatan berdasarkan bukti scientifi c / Memperkenalkan ajaran praktik keperawatan berdasarkan Bukti ilmiah / Integracao lakukan da ensino na baseado enfermagem pratica bukti ilmiah. Aquichan, 15 (4), 541-553. Diperoleh dari https://search.proquest.com/docview/1737514638?accountid=25704
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawab :
• Lingkungan akademis dan klinis yang kurang nyaman
• Kurang akuratnya hasil penelitian
• Keterbatasan waktu dan sumber daya
• Dukungan administratif yang kurang, dukungan administrative sangat penting untuk mengatasi asosiasi bukti praktik keperawatan
• Kurangnya pengetahuan
• Kurangnya motivasi
• Penolakan untuk mengambil tanggung jawab
• kurangnya strategi untuk meningkatkan penggunaan temuan peneliti
Sumber :
Rachmawati, K., Schultz, T., & Cusack, L. (2017). Translation, adaptation and psychometric testing of a tool for measuring nurses’ attitudes towards research in Indonesian primary health care. Nursing Open, 4(2), 96–107. http://doi.org/10.1002/nop2.72
"


tantya edipeni putri

pada : 06 September 2017


"1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) merupakan suatu bukti yang sistematis yang diambil dari penelitian dan pengalaman serta keinginan dan kebutuhan pasien dalam situasi tertentu yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan profesional. Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) sendiri secara singkat diartikan sebagai sebuah metode pengambilan keputusan berdasarkan bukti, manfaatnya akan lebih mampu menghadapi tantangan dalam meningkatnya jumlah informasi kesehatan informal, harapan terkait dengan perawatan baru dan peran pasien yang terkait dengan keputusan klinis.
Sumber : Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research, 12, 367. http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367

2. Contoh penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia yaitu diaplikasikan dalam rangka meningkatkan patient safety. Aplikasi ini tersedia untuk sejumlah kondisi seperti asma, gagal jantung, dan diabetes. Namun EBNP ini tidak selalu diterapkan dalam setiap pemberian layanan keperawatan. Secara tradisional, penelitian keselamatan pasien telah berfokus pada analisis data untuk mengidentifikasi masalah keselamatan pasien dan untuk menunjukkan bahwa praktik baru akan menghasilkan peningkatan kualitas dan keamanan pasien.
Sumber : Hughes, R. G. 2008. Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses. US: Rockville (MD), p: 52

3. Keuntungan menggunakan metode EBNP yaitu infomasi memiliki kekuatan rujukan yang positif, dan/ atau kekuatan sah formal yang efektif untuk berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lain tentang sumber daya tentang EBNP, metode ini juga akan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang terbatas secara efektif dan efisien dalam rangka pelepasan organisasi yang bertanggung jawab atas promosi kesehatan. Sedangkan kerugian dari metode EBNP adalah diperlukannya strategi yang membahas kompleksitas sistem perawatan, resiko terjadinya penyalahgunaan kekuasaan antar tenaga kesehatan (kepemimpinan senior), mengingat individu dan organisasi ini mungkin memiliki pengaruh terbatas pada frekuensi penggunaaan sumber daya atau dampak yang dirasakan pada praktik klinis, dan sumber pengaruh lainnya.
Sumber : Dadich, A., & Hosseinzadeh, H. (2016). Communication channels to promote evidence-based practice: a survey of primary care clinicians to determine perceived effects. Health Research Policy and Systems, 14, 62. http://doi.org/10.1186/s12961-016-0134-z

4. (a) Waktu yang terbatas, (b) EBP menantang untuk diintegrasikan, (c) Sumber daya yang tepat dan memadai diperlukan untuk mengimplementasikan EBP, (d) Kurangnya kejelasan tentang bagaimana menerapkan bukti dalam terapi okupasi.
Sumber : Thomas, A., Han, L., Osler, B. P., Turnbull, E. A., & Douglas, E. (2017). Students’ attitudes and perceptions of teaching and assessment of evidence-based practice in an occupational therapy professional Master’s curriculum: a mixed methods study. BMC Medical Education, 17, 64. http://doi.org/10.1186/s12909-017-0895-2"


Galang Tegar Indrawan

pada : 06 September 2017


"Jawaban no. 1 : Praktik keperawatan berbasis bukti telah didefinisikan sebagai "penggunaan bukti terbaik yang teliti, eksplisit, dan bijaksana dari penelitian sistematis untuk membuat keputusan tentang perawatan pasien individual" (Sackett, Straus, Richardson, Rosenberg, & Gray, 1996). Evidence atau bukti yang dimaksud dalam praktik keperawatan berbasis bukti adalah hasil atau bukti atau fakta yang benar dan terbaik dari tindakan atau perawatan yang telah diberikan kepada pasien , bukti ini berguna untuk memperbaiki perawatan melalui pemberian tindakan yang tepat yang dipandu oleh bukti ilmiah.
Sumber artikel: http://www.nursingworld.org/MainMenuCategories/ANAMarketplace/ANAPeriodicals/OJIN/TableofContents/Volume92004/No1Jan04/HirshArticle/EvidenceforPsychiatricNursingPractice.html
Jawaban no. 2 : Penerapan praktik perawat berbasis bukti berguna untuk mengurangi risiko terkait dengan penanganan pasien secara manual. Contoh strategi berbasis bukti mencakup penilaian risiko untuk mengidentifikasi tindakan yang diberikan perawat, kemudian mengidentifikasi cara untuk menghindari tindakan manual jika memungkinkan dan merancang ulang tindakan, sehingga dapat mengurangi tindakan manual. Seperti ketika melakukan perawatan di panti jompo yang semula perawat sering menggunakan perawatan manual atau menggunakan kekuatan tubuh sehingga memperbesar resiko cidera pada sistem muskuloskeletal, dengan adanya praktik perawatan berbasis bukti, maka perawat akan beralih menggunakan metode perawatan yang lebih baik yaitu dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti dapat mengurangi risiko cedera.
Sumber artikel: http://www.nursingworld.org/MainMenuCategories/ANAMarketplace/ANAPeriodicals/OJIN/TableofContents/vol132008/No3Sept08/ArticlePreviousTopic/NurseFacultyandSafePatientHandling.html
Jawaban no. 3 : EBNP lebih menjanjikan sehingga dapat mengalihkan perhatian ketingkat yang lebih baik lagi untuk menghasilkan kualitas kesehatan yang diinginkan. Dengan penggunaan EBNP, derajat pelayanan kesehatan untuk individu dan populasi dapat meningkatkan kemungkinan hasil kesehatan yang lebih baik sesuai dengan yang diinginkan, dan konsisten dengan pengetahuan profesional. Efek EBNP yang dimaksudkan adalah membakukan praktik kesehatan ke sains dan bukti terbaik dan untuk mengurangi variasi perawatan yang tidak masuk akal, yang diketahui menghasilkan hasil kesehatan yang tidak dapat diprediksi. Sementara itu kekurangan yang dihadapi perawat adalah harus melakukan banyak perubahan dalam hal tindakan, alat, strategi, dan tim kerja dalam penerapan EBNP.
Sumber artikel: http://www.nursingworld.org/MainMenuCategories/ANAMarketplace/ANAPeriodicals/OJIN/TableofContents/Vol-18-2013/No2-May-2013/Impact-of-Evidence-Based-Practice.html
Jawaban no. 4: Hambatan yang sering dijumpai dalam implementasi EBNP antara lain yaitu kurangnya pemahaman perawat tentang konsep EBNP, salah pengertian atau salah paham tentang bukti atau hasil riset, kurangnya kemampuan berbahasa dalam menggunakan hasil riset atau bukti, banyak memakan waktu dalam mengumpulkan atau mencari sumber riset atau bukti, kualitas dari bukti atau fakta yang telah ditemukan, dan kurangnya akses untuk mendapatkan hasil riset yang akan dijadikan sebgai bukti.
Sumber artikel: http://ebn.bmj.com/content/1/2/38.short"


tantya edipeni putri

pada : 06 September 2017


"NAMA : TANTYA EDIPENI PUTRI
NIM : 131611133074
JAWABAN :

1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) merupakan suatu bukti yang sistematis yang diambil dari penelitian dan pengalaman serta keinginan dan kebutuhan pasien dalam situasi tertentu yang dibutuhkan dalam pengambilan keputusan profesional. Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) sendiri secara singkat diartikan sebagai sebuah metode pengambilan keputusan berdasarkan bukti, manfaatnya akan lebih mampu menghadapi tantangan dalam meningkatnya jumlah informasi kesehatan informal, harapan terkait dengan perawatan baru dan peran pasien yang terkait dengan keputusan klinis.
Sumber : Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research, 12, 367. http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367

2. Contoh penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia yaitu diaplikasikan dalam rangka meningkatkan patient safety. Aplikasi ini tersedia untuk sejumlah kondisi seperti asma, gagal jantung, dan diabetes. Namun EBNP ini tidak selalu diterapkan dalam setiap pemberian layanan keperawatan. Secara tradisional, penelitian keselamatan pasien telah berfokus pada analisis data untuk mengidentifikasi masalah keselamatan pasien dan untuk menunjukkan bahwa praktik baru akan menghasilkan peningkatan kualitas dan keamanan pasien.
Sumber : Hughes, R. G. 2008. Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses. US: Rockville (MD), p: 52

3. Keuntungan menggunakan metode EBNP yaitu infomasi memiliki kekuatan rujukan yang positif, dan/ atau kekuatan sah formal yang efektif untuk berkoordinasi dengan tenaga kesehatan lain tentang sumber daya tentang EBNP, metode ini juga akan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang terbatas secara efektif dan efisien dalam rangka pelepasan organisasi yang bertanggung jawab atas promosi kesehatan. Sedangkan kerugian dari metode EBNP adalah diperlukannya strategi yang membahas kompleksitas sistem perawatan, resiko terjadinya penyalahgunaan kekuasaan antar tenaga kesehatan (kepemimpinan senior), mengingat individu dan organisasi ini mungkin memiliki pengaruh terbatas pada frekuensi penggunaaan sumber daya atau dampak yang dirasakan pada praktik klinis, dan sumber pengaruh lainnya.
Sumber : Dadich, A., & Hosseinzadeh, H. (2016). Communication channels to promote evidence-based practice: a survey of primary care clinicians to determine perceived effects. Health Research Policy and Systems, 14, 62. http://doi.org/10.1186/s12961-016-0134-z

4. (a) Waktu yang terbatas, (b) EBP menantang untuk diintegrasikan, (c) Sumber daya yang tepat dan memadai diperlukan untuk mengimplementasikan EBP, (d) Kurangnya kejelasan tentang bagaimana menerapkan bukti dalam terapi okupasi.
Sumber : Thomas, A., Han, L., Osler, B. P., Turnbull, E. A., & Douglas, E. (2017). Students’ attitudes and perceptions of teaching and assessment of evidence-based practice in an occupational therapy professional Master’s curriculum: a mixed methods study. BMC Medical Education, 17, 64. http://doi.org/10.1186/s12909-017-0895-2"


Galang Tegar Indrawan

pada : 06 September 2017


"REVISI
Nama Mahasiswa : Galang Tegar Indrawan
NIM :131611133106
Kelas : A3

Jawaban no. 1 : Praktik keperawatan berbasis bukti telah didefinisikan sebagai "penggunaan bukti terbaik yang teliti, eksplisit, dan bijaksana dari penelitian sistematis untuk membuat keputusan tentang perawatan pasien individual" (Sackett, Straus, Richardson, Rosenberg, & Gray, 1996). Evidence atau bukti yang dimaksud dalam praktik keperawatan berbasis bukti adalah hasil atau bukti atau fakta yang benar dan terbaik dari tindakan atau perawatan yang telah diberikan kepada pasien , bukti ini berguna untuk memperbaiki perawatan melalui pemberian tindakan yang tepat yang dipandu oleh bukti ilmiah.
Sumber : http://www.nursingworld.org/MainMenuCategories/ANAMarketplace/ANAPeriodicals/OJIN/TableofContents/Volume92004/No1Jan04/HirshArticle/EvidenceforPsychiatricNursingPractice.html
Jawaban no. 2 : Penerapan praktik perawat berbasis bukti berguna untuk mengurangi risiko terkait dengan penanganan pasien secara manual. Contoh strategi berbasis bukti mencakup penilaian risiko untuk mengidentifikasi tindakan yang diberikan perawat, kemudian mengidentifikasi cara untuk menghindari tindakan manual jika memungkinkan dan merancang ulang tindakan, sehingga dapat mengurangi tindakan manual. Seperti ketika melakukan perawatan di panti jompo yang semula perawat sering menggunakan perawatan manual atau menggunakan kekuatan tubuh sehingga memperbesar resiko cidera pada sistem muskuloskeletal, dengan adanya praktik perawatan berbasis bukti, maka perawat akan beralih menggunakan metode perawatan yang lebih baik yaitu dengan menggunakan teknologi yang sudah terbukti dapat mengurangi risiko cedera.
Sumber : http://www.nursingworld.org/MainMenuCategories/ANAMarketplace/ANAPeriodicals/OJIN/TableofContents/vol132008/No3Sept08/ArticlePreviousTopic/NurseFacultyandSafePatientHandling.html
Jawaban no. 3 : EBNP lebih menjanjikan sehingga dapat mengalihkan perhatian ketingkat yang lebih baik lagi untuk menghasilkan kualitas kesehatan yang diinginkan. Dengan penggunaan EBNP, derajat pelayanan kesehatan untuk individu dan populasi dapat meningkatkan kemungkinan hasil kesehatan yang lebih baik sesuai dengan yang diinginkan, dan konsisten dengan pengetahuan profesional. Efek EBNP yang dimaksudkan adalah membakukan praktik kesehatan ke sains dan bukti terbaik dan untuk mengurangi variasi perawatan yang tidak masuk akal, yang diketahui menghasilkan hasil kesehatan yang tidak dapat diprediksi. Sementara itu kekurangan yang dihadapi perawat adalah harus melakukan banyak perubahan dalam hal tindakan, alat, strategi, dan tim kerja dalam penerapan EBNP.
Sumber : http://www.nursingworld.org/MainMenuCategories/ANAMarketplace/ANAPeriodicals/OJIN/TableofContents/Vol-18-2013/No2-May-2013/Impact-of-Evidence-Based-Practice.html
Jawaban no. 4: Hambatan yang sering dijumpai dalam implementasi EBNP antara lain yaitu kurangnya pemahaman perawat tentang konsep EBNP, salah pengertian atau salah paham tentang bukti atau hasil riset, kurangnya kemampuan berbahasa dalam menggunakan hasil riset atau bukti, banyak memakan waktu dalam mengumpulkan atau mencari sumber riset atau bukti, kualitas dari bukti atau fakta yang telah ditemukan, dan kurangnya akses untuk mendapatkan hasil riset yang akan dijadikan sebgai bukti.
Sumber : http://ebn.bmj.com/content/1/2/38.short"


Sekar Ayu Pitaloka

pada : 06 September 2017


"NAMA : SEKAR AYU PITALOKA
NIM : 131611133025 / A1
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence dalam evidence based nursing practice maksudnya adalah, dengan berdasarkan bukti yang ada. Jadi penggunaan evidence based nursing practice berdasarkan bukti-bukti atau fakta yang berasal dari hasil penelitian yang digunakan sebagai acuan dalam pelayanan keperawatan. Praktik keperawatan berbasis bukti sangat penting untuk perawatan pasien yang efektif. Sistem ini sangat perlu diterapkan karena mengingat peran sentral perawat dalam perawatan kesehatan di rumah sakit. Sistem ini dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengoptimalkan alokasi sumber daya yang terbatas. Perawat dalam memberikan pelayanannya juga tidak hanya berdasarkan kebiasaan yang ada, melainkan dari bukti klinis yang mendukung proses perawatannya.
Sumber :
Ann Dadich, P. A. (2013). Strategies to Promote Practice Nurse Capacity to Deliver Evidence-Based Care . Practice nurse capacity , 988-991.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1732326464?pq-origsite=summon
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Beberapa perawat melakukan penelitian yang menggambarkan proses terjemahan, adaptasi dan pengujian psikometrik instrumen yaitu sikap perawat terhadap dan kesadaran akan penelitian dan pengembangan dalam keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menerjemahkan kuesioner yang telah dikembangkan sebelumnya, ATRAD-N, dari bahasa sumber (bahasa Inggris) ke bahasa target (bahasa Indonesia), mengevaluasi dan menyesuaikan kuesioner dalam hal item, instruksi untuk aturan administrasi dan penilaian dan memperkirakan konten dan membangun validitas kuesioner yang diterjemahkan dan reliabilitas homogenitasnya. Proses penerjemahan dilakukan secara sistematis dengan menerapkan metode forward dan back-translation yang melibatkan dua penutur asli bahasa Indonesia yang fasih berbahasa Inggris dan penerjemah dua bahasa. Metode Lynn untuk skala validitas konten digunakan untuk mengukur indikator kesesuaian dan relevansi konten yang diberikan oleh para ahli dalam penelitian ini.
Sumber :
Rachmawati, K., Schultz, T., & Cusack, L. (2017). Translation, Adaptation and Psychometric Testing of A Tool for Measuring Nurses’ Attitudes Towards Research in Indonesian Primary health care. Nursing Open, 4(2), 96–107.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5340165/
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan dari menggunakan evidence based nursing practice dapat dirasakan oleh manajer untuk mengenali peran mereka, dan peran layanan mereka, dalam mempromosikan hal ini. Tanpa dukungan eksplisit untuk perawatan berbasis bukti dan pengakuan akan peran Perawat Praktis dalam perawatan semacam itu, terjemahan pengetahuan cenderung terbatas. praktik berbasis bukti dikatakan dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengoptimalkan alokasi sumber daya terbatas. Kemudian kekurangannya adalah, dengan diadakannya praktik keperawatan berbasis bukti, dapat menyebabkan ketegangan yang tidak nyaman dalam usaha menciptakan kejelasan dalam praktik dan tidak semua bukti yang terdapat dalam penelitian dapat digunakan dalam intervensi keperawatan, karena pasien maupun keluarga pasien memiliki kepercayaan masing-masing.
Sumber :
Ernst, J. (2016). Evidence-based Nursing in the IED: From Caring to Curing. Nordic Journal of Working Life Studies, 59-61.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1776186501/fulltextPDF/F5A092900A7B46CFPQ/1?accountid=25704
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Banyak faktor yang dirasakan oleh perawat sebagai penghambat dalam penerapan praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP) yang terletak pada tingkat organisasi, adalah menarik untuk merancang dan menilai efektivitas infrastruktur organisasi yang dirancang untuk mempromosikan EBP di antara perawat. Selain itu, ketidakefektifan strategi pencarian lanjutan dalam mengambil hasil atau mendapatkan bukti yang diinginkan juga akan menghambat terlaksananya evidence-based nursing practice. Terlaksananya program ini juga terpengaruh terhadap tingkat pengetahuan perawat dalam bidang IT, sehingga berpengaruh pula dalam pencarian bukti-bukti autentik yang akan digunakan dalam asuhan keperawatan.

Sumber :
Flodgren, G., Rojas-Reyes, M. X., Cole, N., & Foxcroft, D. R. (2012). Effectiveness of organisational infrastructures to promote evidence-based nursing practice. The Cochrane Database of Systematic Reviews, 2, CD002212. 1-61
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4204172/
Lavin, M. A., Krieger, M. M., Meyer, G. A., Spasser, M. A., Cvitan, T., Reese, C. G., … McNary, P. (2005). Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases. Journal of the Medical Library Association, 93(1), 104–115.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC545129/

"


Nabiela Audina

pada : 07 September 2017


"NAMA : NABIELA AUDINA
NIM : 131611133102
KELAS : A2
JAWABAN :
1. Evidence dalam evidence based nursing practice adalah salah satu pendekatan yang dapat digunakan dalam praktik keperawatan yang berdasarkan bukti. Hal ini termasuk alternatif yang efektif untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis pada perawatan pasien. Keperawatan yang berbasis bukti ini dimaksudkan untuk membakukan praktik perawatan ke ilmu terbaru yang tersedia untuk meminimalisasi variasi perawatan dan menghindari hasil pemeriksaan yang tidak diantisipasi atau diinginkan.

Sumber :
Mehrdad, N., Joolaee, S., Joulaee, A., & Bahrani, N. (2012). Nursing faculties’ knowledge and attitude on evidence-based practice. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 17(7), 506–511.

Satterfield, J. M., Spring, B., Brownson, R. C., Mullen, E. J., Newhouse, R. P., Walker, B. B., & Whitlock, E. P. (2009). Toward a Transdisciplinary Model of Evidence-Based Practice. The Milbank Quarterly, 87(2), 368–390. http://doi.org/10.1111/j.1468-0009.2009.00561.x

2. The Electronic Health Record (EHR) adalah suatu database elektronik yang terdiri dari kumpulan data kesehatan dari pengguna layanan kesehatan. Pada tingkat fasilitas layanan kesehatan untuk individu, informasi pasien yang secara tradisional didokumentasikan pada berbagai format kertas, direkam sebagai suatu files dalam komputer dan disimpan dalam bentuk dokumentasi kesehatan elektronik. Pemikiran tentang dokumentasi keperawatan yang terkomputerisasi menjadi alternatif solusi untuk menghemat waktu dalam pelayanan kesehatan.

Sumber : Setiyawati, D., Blashki, G., Wraith, R., Colucci, E., & Minas, H. (2014). Indonesian experts’ perspectives on a curriculum for psychologists working in primary health care in Indonesia. Health Psychology and Behavioral Medicine, 2(1), 623–639. http://doi.org/10.1080/21642850.2014.912946


3. Keuntungan :
- Metode EBNP menggunakan database biomedis paling komprehensif dengan standar terbaik untuk menganalisis subjek pencarian
- database yang digunakan dalam metode ini juga mencakup perwakilan jurnal dari semua profesi kesehatan
- Catatan yang dipublikasi oleh penerbit ditambahkan setiap hari, menjadikannya basis data terkini
- Perawat mampu mempertimbangkan dan mencari solusi terhadap tindakan
Kerugian :
- metode pengambilan yang sederhana dan kompleks tidak diperlukan untuk mengambil bukti keperawatan yang mengandalkan beberapa rancangan studi
- metode ini membutuhkan waktu lama dalam menentukan keputusan yang akan diambil

Sumber : Lavin, M. A., Krieger, M. M., Meyer, G. A., Spasser, M. A., Cvitan, T., Reese, C. G., … McNary, P. (2005). Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases. Journal of the Medical Library Association, 93(1), 104–115.

4. 1) Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan, yang menyebabkan penurunan dukungan untuk pendidikan dan pengembangan mereka
2) Prasangka terhadap niat mereka untuk memajukan praktik mereka
3) Isu yang terkait dengan pengurangan tenaga kerja.
4) Keterbatasan waktu
5) Keterbatasan akses terhadap literatur
6) Keterbatasan sumber pengetahuan
Faktor lain yang secara khusus merangsang atau membatasi penerapan keperawatan berbasis bukti meliputi pelatihan, kepercayaan, dan kesulitan perawat, yang dihadapi dengan mempertimbangkan dan mengintegrasikan preferensi pasien.

Sumber : Hankemeier, D. A., & Van Lunen, B. L. (2013). Perceptions of Approved Clinical Instructors: Barriers in the Implementation of Evidence-Based Practice. Journal of Athletic Training, 48(3), 382–393. http://doi.org/10.4085/1062-6050-48.1.18
"


Nurrochma Alyadira

pada : 07 September 2017


"Nama : Nurrochma Alyadira
NIM : 131611133152
Kelas : A3

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence Based Nursing Pratice (EBNP)?
Jawaban: Evidence Based Nursing Pratice (EBNP) atau Praktek Keperawatan Berbasis Bukti adalah proses yang berlangsung dimana bukti, teori keperawatan dan keahlian klinis praktisi dievaluasi secara kritis dan dipertimbangkan, bersamaan dengan keterlibatan pasien untuk memberikan asuhan keperawatan yang optimal bagi individu.

Scott, K & McSherry, R 2009, ‘Evidence Based Nursing: clarifying the concepts for nurses in pratice.’ Journal of Clinical Nursing, vol. 18, no. 8, pp. 1085-1095. Available from: http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.13652702.2008.02588.x/full. [4 September 2017].


2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawaban: Prosedur invasif seperti pemasangan kateter urin dan infus merupakan prosedur dengan resiko trauma dan atau infeksi. Hingga saat ini belum terdapat data yang menggambarkan penerapan EBP kedalam dokumen SPO keperawatan di Indonesia. Proses revisi dokumen SPO di RSUP Dr. Sardjito tidak mengacu pada kerangka kerja penerapan EBP. Proses penyusunan dokumen SPO terdiri dari 6 langkah penyusunan seperti pada The Model for Evidence-Based Practice Change dan didalamnya sudah mengandung 3 komponen EBP. Langkah kerja di dalam SPO pemasangan kateter urin dan infus masih relevan dengan evidence yang ada pada masa SPO tersebut disusun.

Pangemanan, A.A 2014, Gambaran Penerapan Evidence-based Pratice pada Standar Prodesur Operasional Pemasangan Kateter Urin dan Infus Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Sardjito, Universitas Gajah Mada. Avaible from: https://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail&sub=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=7331. [4 September 2017]


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawaban:
Keuntungan EBNP dalam praktik keperawatan:
a) Memberi perawat metode untuk menggunakan bukti yang dinilai secara kritis dan terbukti secara ilmiah
b) Memperbaiki hasil perawatan pasien dan dan retensi penyedia layanan kesehatan
c) Membuat banyak orang memahami jumlah informasi yang sangat banyak yang tersedia dalam EBP

Majid, S et. al 2011, ‘Adopting evidence-based practice in clinical decision making: nurses’ perceptions, knowledge, and barriers’, Journal of the Medical Library Association. Available from: https://ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3133901/. [6 September 2017]
Sullivan, D.B 2013, ‘A Science Perspective to Guide Evidence-Based Practice’, International Journal of Childbirth Education, vol. 28, no. 1. Available from : https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1281834839?pq-origsite=summon. [6 September 2017]

Kerugian EBNP dalam praktik keperawatan:
a) Membutuhkan wewenang untuk mengubah praktik
b) Membutuhkan pemahaman yang lebih tentang EBNP
c) Membutuhkan waktu dan keterampilan lebih

Kang, Y & Yang, S 2015, ‘Evidence based Nursing Pratice and Its correlates among Korean Nurses’, Applied Nursing Research, vol. 31, pp. 46-51. Available from: https://sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002355?via%3Dihub. [4 September 2017]


4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawaban: Hambatan dalam mengimplementasikan EBNP :
a) Keterbatasan waktu
b) Keterbatasan akses terhadap literature
c) Kurangnya pelatihanterkait usaha mencari informasi dan ketrampilan dalam mengkritisi hasil penelitian
d) Ideologi yang menekankan praktek dibandingkan pengetahuan intelektual
e) Lingkungan kerja tidak mendukung dalam usaha mencari informasi hasil penelitian

DiCenso A et. al 1998, ‘Implementing evidence-based nursing: some misconceptions’, Evid Based Nurs, vol. 1, no. 2, pp. 38-39. Avaiable from: http://ebn.bmj.com/content/1/2/38. [4 September 2017]."


LAILA MUFIDA

pada : 07 September 2017


"NAMA : LAILA MUFIDA
NIM : 131611133095

JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence yang dimaksud di dalam Evidence-Based Nursing Practice adalah berbagai fakta/bukti yang dibutuhkan dalam proses pengambilan keputusan dalam melakukan tindakan keperawatan, berbagai fakta tersebut meliputi:
- Bukti internal (clinical exspertise): hasis pengkajian dan evaluasi klien, penilaian klinis, dsb
- Bukti eksternal: Hasil penelitian, teori-teori yang lahir dari penelitian, pendapat dari ahli, hasil dari diskusi panel para ahli
- Manfaat dan keinginan pasien untuk mendukung pengambilan keputusan di pelayanan kesehatan.
Smber :
Doran, D., Haynes, B. R., Estabrooks, C. A., Kushniruk, A., Dubrowski, A., Bajnok, I., … Bai, Y. Q. (Chris). (2012). The role of organizational context and individual nurse characteristics in explaining variation in use of information technologies in evidence based practice. Implementation Science : IS, 7, 122. http://doi.org/10.1186/1748-5908-7-122
2. Berikan Sebuah contoh aplikasi penggunaan Evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Perawat diwajibkan untuk melakukan pengambilan keputusan harus sesuai dengan penelitian-penelitian terdahulu untuk dijadikan sebuah bukti dalam tindakan keperawatan. Pemerintah mendukung penerapan ini dengan membuat sebuah undang-undang yang diharuskan setiap tindakan keperawatan harus berbasaskan ilmiah. Beberapa Rumah Sakit di daerah sudah menjadikan Evidence-Based Nursing Practice ini sebagai peraturan yang harus dilaksanakan oleh perawat. Penerapan Evidence-Based Nursing Practice ini sudan diterapkan oleh perawat jiwa dalam pengambilan keputusan untuk melakukan tindakan keperawatan kepada pasien gangguan psikologi pada pasien lanjut usia selalu berdasarkan penelitian-penelitian terdahulu. Hal ini adalah salah satu contoh dari banyak penerapan yang telah dilakukan di Indonesia.
Sumber :
Lubis, D. U., Jaya, E. S., Arjadi, R., Hanum, L., Astri, K., & Putri, M. D. D. (2013). Preliminary Study on the Effectiveness of Short Group Cognitive Behavioral Therapy (GCBT) on Indonesian Older Adults. PLoS ONE, 8(2), e57198. http://doi.org/10.1371/journal.pone.0057198
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
- Keuntungan :
1. Memberikan hasil asuhan keperawatan yang lebih baik kepada pasien
2. Memberikan kontribusi perkembangan ilmu keperawatan
3. Menjadikan standar praktik keperawatan sesuai dengan masa kini dan relevan
4. Mendukung kebijakan dan prosedur saat ini
5. Integrasi EBP dan praktik asuhan keperawatan sangat penting untuk meningkatkan kualitas
6. Meningkatkan kualitas perawat dan memperluas ilmu
- Kerugian:
1. Membutuhkan waktu lebih lama untuk membaca penelitian terdahulu
2. Perawat harus mengikuti pelatihan dulu agar bisa menerapkannya dan titu bukan waktu yang singkat
3. Harus memiliki akses yang cukup agar bisa menerapkannya dengan baik


Sumber :
Byrne, M. D., Jordan, T. R., & Welle, T. (2013). Comparison of Manual Versus Automated Data Collection Method for an Evidence-Based Nursing Practice Study. Applied Clinical Informatics, 4(1), 61–74. http://doi.org/10.4338/ACI-2012-09-RA-0037

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Ada beberapa determinan penghambat pelaksanaan ENBP yaitu waktu dan kurangnya pengetahuan perawat merupakan hambatan utama, lalu kurangnya dukungan dari instansi maupun organisasi dapat menghambat perkembangn EBNP, perawat yang tidak diberi tanggungjawab untuk menerapkan EBNP juga menjadi penghambat, lalu kurangnya fasilitas yang memadai, yang terakhir setiap orang memiliki daya tangkap yang berbeda-beda sehingga jika ada yang kesulitan dalam memahami laporan penelitian serta kesulitan dalam menemukan informasi yang ilmiah itu bias menjadi sebuat hambatan pada implementasi EBNP.
Sumber :
Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research, 12, 367. http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367








"


Annisa Fitriani Purnamasari

pada : 07 September 2017


"1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawaban : Maksud dari Evidence dalam Evidence Based Nursing Practice adalah Sebuah bukti klinis yang dilakukan oleh seorang perawat mengenai masalah kesehatan seorang pasien (Ingersoll, 2000). Selain itu Evidence dalam EBNP merupakan tindakan mengintegrasi keahlian klinis ke dalam bukti terbaik terkini untuk keadaan pasien dan klinis (Salmond, 2007). Perawat sebagai profesional kesehatan memiliki akuntabilitas untuk berintegrasi bukti penelitian ke dalam praktik keperawatan agar bisa dilaksanakan EBNP (Hart et al., 2008). (Younhee Kang, 2016)
Sumber : Younhee Kang, M.-A. P. (2016). Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses. Applied Nursing Research. Seoul. http://ac.els-cdn.com/S0897189715002335/1-s2.0-S0897189715002335-main.pdf?_tid=f7f9ba06-92db-11e7-bcfb-00000aacb362&acdnat=1504686092_7b86545913b96ed5ee77cc630996c3b9
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawaban : Tingginya prevalensi anemia pada kehamilan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan perawatan keperawatan yang memadai untuk mencegah efek buruk anemia pada masa perinatal. Pendekatan Four Pillars akan dilaksanakan oleh bidan perawat terlatih di Puskesmas di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan pendekatan ini akan efektif dalam mengelola anemia pada kehamilan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas perinatal.
Sumber : Widyawat, W. (2014). A randomised controlled trial on the Four Pillars Approach in managing pregnant women with anaemia in Yogyakarta–Indonesia: a study protocol. Yogyakarta. https://bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2393-14-163
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawaban : Keuntungan Praktik berbasis bukti dikatakan dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengoptimalkan alokasi sumber daya yang terbatas (DiClemente et al., 2005). Manfaatnya adalah layanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu menghadapi tantangan perbaikan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Kerugiannya adalah jika seorang perawat tidak mempunyai cukup persiapan dalam hal pengetahuan dan kebiasaan dalam melakukan penelitian dan membaca penelitian keadaan tersebut tidak dapat di implementasikan.
Sumber : Dadich, A. (2014). Strategies to promote practice nurse capacity to deliver evidence-based care.Australia. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1732326464/fulltextPDF/89CF6EBAA91A4007PQ/1?accountid=25704
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP ?
Jawaban : A) Hambatan yang terkait dengan tingkat dan sifat bukti termasuk kualitas penelitian yang buruk, hasil penelitian yang tidak konsisten, dan tidak ada partisipasi pasien dalam penelitian ; B) Hambatan terkait kesehatan profesional meliputi kurangnya pengetahuan tentang temuan penelitian, batasan waktu, dan penghindaran risiko.
Sumber : Wang L-P, Jiang X-L, Wang L, Wang G-R, Bai Y-J.(2013). Barriers to and Facilitators of Research Utilization: A Survey of Registered Nurses in China. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3843703/


"


Annisa Fitriani Purnamasari

pada : 07 September 2017


"1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawaban : Maksud dari Evidence dalam Evidence Based Nursing Practice adalah Sebuah bukti klinis yang dilakukan oleh seorang perawat mengenai masalah kesehatan seorang pasien (Ingersoll, 2000). Selain itu Evidence dalam EBNP merupakan tindakan mengintegrasi keahlian klinis ke dalam bukti terbaik terkini untuk keadaan pasien dan klinis (Salmond, 2007). Perawat sebagai profesional kesehatan memiliki akuntabilitas untuk berintegrasi bukti penelitian ke dalam praktik keperawatan agar bisa dilaksanakan EBNP (Hart et al., 2008). (Younhee Kang, 2016)
Sumber : Younhee Kang, M.-A. P. (2016). Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses. Applied Nursing Research. Seoul. http://ac.els-cdn.com/S0897189715002335/1-s2.0-S0897189715002335-main.pdf?_tid=f7f9ba06-92db-11e7-bcfb-00000aacb362&acdnat=1504686092_7b86545913b96ed5ee77cc630996c3b9
2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawaban : Tingginya prevalensi anemia pada kehamilan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan perawatan keperawatan yang memadai untuk mencegah efek buruk anemia pada masa perinatal. Pendekatan Four Pillars akan dilaksanakan oleh bidan perawat terlatih di Puskesmas di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Diharapkan pendekatan ini akan efektif dalam mengelola anemia pada kehamilan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas perinatal.
Sumber : Widyawat, W. (2014). A randomised controlled trial on the Four Pillars Approach in managing pregnant women with anaemia in Yogyakarta–Indonesia: a study protocol. Yogyakarta. https://bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2393-14-163
3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawaban : Keuntungan Praktik berbasis bukti dikatakan dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengoptimalkan alokasi sumber daya yang terbatas (DiClemente et al., 2005). Manfaatnya adalah layanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu menghadapi tantangan perbaikan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Kerugiannya adalah jika seorang perawat tidak mempunyai cukup persiapan dalam hal pengetahuan dan kebiasaan dalam melakukan penelitian dan membaca penelitian keadaan tersebut tidak dapat di implementasikan.
Sumber : Dadich, A. (2014). Strategies to promote practice nurse capacity to deliver evidence-based care.Australia. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1732326464/fulltextPDF/89CF6EBAA91A4007PQ/1?accountid=25704
4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP ?
Jawaban : A) Hambatan yang terkait dengan tingkat dan sifat bukti termasuk kualitas penelitian yang buruk, hasil penelitian yang tidak konsisten, dan tidak ada partisipasi pasien dalam penelitian ; B) Hambatan terkait kesehatan profesional meliputi kurangnya pengetahuan tentang temuan penelitian, batasan waktu, dan penghindaran risiko.
Sumber : Wang L-P, Jiang X-L, Wang L, Wang G-R, Bai Y-J.(2013). Barriers to and Facilitators of Research Utilization: A Survey of Registered Nurses in China. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3843703/


"


Faizatul Ummah

pada : 07 September 2017


"NAMA : FAIZATUL UMMAH
NIM : 131611133097
JAWABAN :

1. Evidence Based Nursing Practice adalah pendekatan teliti dan eksplisit terhadap layanan kesehatan yang mengintegrasikan bukti terbaik dari penelitian. Bukti yang dimaksud adalah kumpulan fakta yang diyakini benar. Bukti eksternal dihasilkan melalui penelitian yang ketat dan dimaksudkan untuk digeneralisasikan dan digunakan di setting lain. Sebaliknya, bukti internal biasanya dihasilkan melalui inisiatif praktik, seperti manajemen hasil atau kualitas proyek perbaikan dilakukan untuk tujuan memperbaiki perawatan klinis. Peneliti menghasilkan pengetahuan baru melalui penelitian yang ketat dan EBP memberi dokter alat untuk menerjemahkan bukti ke dalam praktik klinis dan mengintegrasikannya dengan bukti internal untuk meningkatkan kualitas hasil perawatan kesehatan dan pasien.

Gwenyth R. Wallen, Sandra A. Mitchell, Bernadette Melnyk, Ellen Fineout-Overholt, Claiborne Miller-Davis, Janice Yates, Clare Hastings, 2011, ‘Implementing evidence-based practice: effectiveness of a structured multifaceted mentorship programme’, Journal of Nursing. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2981621/pdf/nihms225879.pdf. [6 September 2017]

2. Salah satu contoh implementasi Evidence Based Nursing Practice di Indonesia yaitu SEA-ORCHID, proyek lima tahun yang sedang mengevaluasi apakah intervensi multifaset untuk memperkuat kapasitas sintesis penelitian, perawatan berbasis bukti dan pengetahuan implementasi meningkatkan adopsi praktik klinis terbaik recom-perbaikan dan menyebabkan kesehatan yang lebih baik bagi ibu dan bayi. Dalam artikel ini dijelaskan bagaimana Evidence Based Nursing Practice menjelaskan bukti empiris praktik terkini pada proyek SEA-ORCHID untuk aspek-aspek kunci perawatan kesehatan ibu dan perinatal dalam sebuah negara.

The SEA-ORCHID Study Group, 2008, ‘Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project’, PLoS ONE, Vol. 3, No. 7, 'Introduction' para. 1. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312318287/fulltextPDF/6D721A99597642E9PQ/1?accountid=25704. [6 September 2017]

3. Beberapa penelitian melaporkan keuntungan menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan antara lain meningkatkan efisiensi kerja, mengurangi waktu lembur, meningkatkan kepuasan pasien dan perawat, meningkatkan kesehatan petugas kebersihan tangan bahkan dalam situasi sumber daya rendah seperti di Uganda. Selain itu, analisis biaya-manfaat juga menunjukkan penghematan yang signifikan. Sedangkan kekurangan dari penggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan yaitu perkembangannya kurang optimal di beberapa negara.

Fen Zhou, Yufang Hao, Hong Guo, Hongxia Liu, 2016, ‘Attitude, Knowledge, and Practice on Evidence-Based Nursing among Registered Nurses in Traditional Chinese Medicine Hospitals: A Multiple Center Cross-Sectional Survey in China’, Research Article. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4978845/pdf/ECAM2016-5478086.pdf. [6 September 2017]

4. Salah satu penghalang yang telah diungkapkan beberapa studi penelitian adalah besarnya jumlah literatur perawatan kesehatan yang diterbitkan dalam berbagai sumber yang membuatnya hampir tidak mungkin bagi profesional medis individu untuk selalu mengikuti perkembangan, kurangnya sumber daya, bukti yang tidak memadai kurangnya akses ke temuan penelitian, dan kesulitan memahami analisis statistik dalam menginterpretasikan temuan penelitian. Akses ke teknologi informasi (TI) juga kurang memadai, keterbatasan keterampilan IT, dan kurangnya keterampilan pencarian informasi termasuk kurangnya pengetahuan yang berkaitan dengan EBP itu sendiri.

Shaheen Majid, Schubert Foo, Brendan Luyt, Xue Zhang, Yin-Leng Theng, Yun-Ke Chang, Intan A. Mokhtar, 2011, ‘Adopting evidence-based practice in clinical decision making: nurses’ perceptions, knowledge, and barriers’, Journal Medical Library. Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3133901/pdf/mlab-99-03-229.pdf. [6 September 2017]"


Alfiana Nur Halimah

pada : 07 September 2017


"Nama : Alfiana Nur Halimah
NIM : 131611133063
Jawaban :

1. Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah salah satu pendekatan yang digunakan dalam praktik keperawatan terutama untuk mengambil keputusan klinis dimana dalam praktiknya semua berdasarkan pada evidence atau fakta. Evidence atau fakta tersebut diperoleh dari research ataupun mini research yang dilakukan perawat. Untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam menggali fakta-fakta tersebut, langkah yang dapat dilakukan adalah dengan mengedukasi perawat dengan dokter atau tenaga kesehatan lain melalui workshop atau kursus formal, melakukan penelitian dan tinjauan sistematis, dan menyebarkan temuan penelitian kepada perawat.
Sumber :
Tweed, Elizabeth M, MLIS, AHIP;Sauers, Eric L, PhD, ATC;McLeod, Tamara C Valovich, PhD, ATC;Guo... (2007). Review for librarians of evidence-based practice in nursing and the allied health professions in the United States. Journal of the Medical Library Association, hh. 394. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/203470771/fulltextPDF/7E05683A56C4FF2PQ/1?accountid=25704 (diakses 6 September 2017)

Salah satu rumah sakit yang telah menerapkan evidence-based nursing practice (EBNP) adalah RSUP Dr. M. Djamil Padang sejak tahun 2012. Seorang perawat di ruang rawat inap bedah menjadi kontributor penyusunan Standar Pelayanan Keperawatan Ortopedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan evidence-based nursing. Namun setelah diteliti ternyata tidak semua perawat mengetahui tentang konsep evidence-based nursing tersebut. Jadi kesimpulannya, rumah sakit perlu meningkatkan pemahaman perawat mengenai EBNP melalui workshop atau seminar-seminar yang mendukung.
Sumber :
Oktiayuliandri, Citra. (2015). Pengetahuan dan sikap perawat dalam penerapan evidence-based nursing practice di ruang rawat inap RSUP Dr. M. Djamil Padang tahun 2015. http://repository.unand.ac.id/23091/1/REPOSITORY.pdf (diakses 6 September 2017)

3. A. Keuntungan : dapat meningkatkan kualitas asuhan keperawatan karena dalam praktiknya berlandaskan bukti atau fakta, kemudian melibatkan pengumpulan dan penggunaan temuan penelitian yang valid, relevan dan secara ilmiah untuk mendukung hasil termuan tersebut.
B. Kerugian : membutuhkan waktu yang cukup panjang dan tidak semua asuhan dapat menerapkannya. Sebagian besar perawat bekerja dirumah sakit dan meng-handle banyak pasien, sehingga tidak ada waktu bagi perawat untuk pergi mengakses informasi dari jurnal dan literatur atau penelitian sebelumnya untuk menunjang research yang akan dilakukan guna mendapat fakta atau bukti yang akan digunakan untuk menentukan keputusan klinik.
Sumber :
van Achterberg, Theo;Schoonhoven, Lisette;Grol, Richard. (2008). Nursing implementation science: how evidence-based nursing requires evidence-based implementation. Journal of Nursing Scholarship; Fourth Quarter;Sociology Database hh. 302 https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236392241/fulltextPDF/84EDDDC1B7974650PQ/1?accountid=25704 (diakses 6 September 2017)

Wall, Sarah. (2008). A critique of evidence-based practice in nursing: challenging the assumptions. Social Theory & Health https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/203639712/fulltextPDF/112BFC936B44FBDPQ/1?accountid=25704 (diakses 6 September 2017)

4. Hambatan: terdapat 6 faktor yang dapat menghambat pengimplementasian EBNP, yaitu kepercayaan dan sikap, keterlibatan dalam kegiatan penelitian, pencarian informasi, pendidikan, karakteristik profesional, dan faktor sosial ekonomi. Kepercayaan atau sikap terhadap suatu penelitian (keengganan untuk berubah) adalah faktor utamanya, karena sebagian perawat menggunakan prinsip “biasanya...” dalam mengambil tindakan, tanpa mengetahui hasil penelitian yang ada. Misalnya, ketika melakukan tindakan injeksi perawat tidak menggunakan handscoon karena “biasanya” tidak menggunakannya dan tidak terjadi apa-apa baik bagi pasien maupun perawat itu sendiri.
Sumber:
Wall, Sarah. (2008). A critique of evidence-based practice in nursing: challenging the assumptions. Social Theory & Health https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/203639712/fulltextPDF/112BFC936B44FBDPQ/1?accountid=25704 (diakses 6 September 2017)
"


Ishomatul Faizah

pada : 07 September 2017


"NAMA: ISHOMATUL FAIZAH
NIM: 131611133053
JAWABAN:

1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?

evidence based practice merupakan pendekatan pemecahan masalah yang mebggabungkan bukti ilmiah, keahlian klinis, preferensi dan nilai pasien (Overholt, Levin, and Melnyk (2005, p. 28))
Sumber: A Science Perspective to Guide Evidence-Based Practice – by Debra Henline Sullivan, PhD MSN RN CNE

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!

Seperti sebuah rumah sakit di Indonesia yang memiliki misi “menyelenggarakan pendidikan yang professional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”
Didapatkan informasi bahwa penerapan evidence-based nursing practice sudah mulai diterapkan sejak tahun 2012, pada tahun tersebut pula seorang perawat di ruang rawat inap bedah menjadi kontrobutor penyusunan Standar Pelayanan Keperawatan Ortropedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan evidence-based nursing.

Sumber:
“Pengetahuan dan Sikap Perawat Dalam Penerapan Evidence-Based Nursing Practise di Ruang Rawat inap RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2015 “ – Citra Oktiayuliandri

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?

Keuntungan: layanan kesehatan berbasis bukti/data, lebih mampu menghadapi tantangan perbaikan keselamatan pasien dan kualitas pasien
Kerugian: kekurangan waktu untuk mencari penelitian dan untuk mengimplementasikannya, kurangnya otoritas untuk melaksanakan temuan.
Sumber: Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?

a.Karakteristik penilaian: penelitian yang dilakukan perawat kadang tidak dapat menjamin bahwa hal tersebut dapat diterapkan dalam praktek sehari-hari.
b.Karakteristik perawat: masih banyak yang belum mengetahui cara mengakses hasil-hasil penelitian, mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar pengambilan keputusan dan adanya resistensi terhadap perubahan.
c.Karakteristik organisasi/tempat kerja: di beberapa tempat, suasana kerja tidak mendukung adanya penggunaan hasil penelitian.
d.Karakteristik profesi keperawatan: masih adanya kesulitan untuk menggabungkan antara perawat klinis dan perawat peneliti untuk berinteraksi dan berkolaborasi terkait penelitian.
Sumber: Pengantar Evidence Based Nursing – Elsi Dwi hapsari, S.Kp, M.S., D.S
"


dinda dhia aldin kholidiyah

pada : 07 September 2017


"1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence dalam merupakan bukti yang terdapat pada kegiatan keperawatan berdasarkan keadaan yang sebenarnya dan dapat dibuktikan keberadaanya. Serta didasarkan pada integrasi bukti penelitian terbaik dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis. dan ini mungkin menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas dalam praktik keperawatan. Perawat memiliki peran kunci dalam memfasilitasi dan menggunakan bukti dalam praktik, agar dapat bertanggung jawab terhadap perawatan pasien yang berorientasi pada hasil melalui penggunaan praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP). Biasanya penelitian mengacu pada respon manusia terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan aktual atau potensial.

Lavin MA, Krieger MM, Meyer GA, et al. Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases. Journal of the Medical Library Association. 2005;93(1):104-115.

Varaei S, Salsali M, Cheraghi MA, Tehrani MRM, Heshmat R. Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research. 2013;18(3):251-257.


2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Pengaplikasian Evidence-Based Nursing Practice adanya penelitian yang Kualitas perawatan ibu yang nyaris meninggal dan kematian ibu di rumah sakit tersier akademis di Yogyakarta, Indonesia. faktor penyebab, pola dan waktu kematian ibu dan kematian memberikan informasi untuk memperbaiki kualitas asuhan. Penelitian mengenai faktor-faktor yang terkait dengan kematian ibu dilakukan secara ekstensif, Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kualitas perawatan ibu yang diberikan kepada ibu dengan kondisi yang mengancam nyawa di rumah sakit tersier akademik dan hubungan kualitas perawatan dengan angka kematian ibu di Yogyakarta. Metodenya, menggunakan kematian ibu di dekat digunakan sebagai kontrol. Tiga kelompok variabel diukur: ketepatan waktu perawatan, kepatuhan terhadap standar indikator proses, dan variabel asing yang terkait. Variabel dianalisis menggunakan regresi logistik untuk mengetahui dampaknya terhadap kematian ibu.


Mawarti Y, Utarini A, Hakimi M. Maternal care quality in near miss and maternal mortality in an academic public tertiary hospital in Yogyakarta, Indonesia: a retrospective cohort study. BMC Pregnancy and Childbirth. 2017;17:149. doi:10.1186/s12884-017-1326-4.

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Tenaga profesional bisa memanfaatkan hasil-hasil penelitian dalam memberikan pelayanan dimana tujuan dari penggunaan tersebut adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik (effective dan no harm); Hadirnya EBP secara tidak langsung menjadi pengingat bagi peneliti yang tidak menggunakan standar penelitian yang baik; Dengan adanya EBP secara tidak langsung akan mengarahkan peneliti untuk melakukan penelitian yang berkelanjutan berdasarkan hasil penelitian sebelumnya; Dengan adanya EBP tenaga profesional akan memberikan pelayanan terbaik dengan cara menggunakan intervensi yang sudah teruji keefektivannya serta intervensi yang tidak menimbulkan kerugian bagi pasien. Kelemahan dari EBNP adalah membatasi autonomi professional.
tokke K, Olsen NR, Espehaug B, Nortvedt MW. Evidence based practice beliefs and implementation among nurses: a cross-sectional study. BMC Nursing. 2014;13:8. doi:10.1186/1472-6955-13-8.

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Hambatan dalam EBP Terbagi 3 yaitu:
•Hambatan dari perawat
•Pengetahuan riset tidak adekuat.
•Rendahnya perhatian terhadap riset.
•Minat yang kurang terhadap riset.
•Role model yang kurang.
•Gagal dalam penggunaan riset pada peran klinikal dan manajerial.
•Kurang penguatan dan percaya diri.

Dalheim A, Harthug S, Nilsen RM, Nortvedt MW. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research. 2012;12:367. doi:10.1186/1472-6963-12-367.
"


dinda dhia aldin kholidiyah

pada : 07 September 2017


"Nama: dinda dhia aldin kholidiyah
Nim: 131611133041
Jawaban:
1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence dalam merupakan bukti yang terdapat pada kegiatan keperawatan berdasarkan keadaan yang sebenarnya dan dapat dibuktikan keberadaanya. Serta didasarkan pada integrasi bukti penelitian terbaik dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis. dan ini mungkin menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas dalam praktik keperawatan. Perawat memiliki peran kunci dalam memfasilitasi dan menggunakan bukti dalam praktik, agar dapat bertanggung jawab terhadap perawatan pasien yang berorientasi pada hasil melalui penggunaan praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP). Biasanya penelitian mengacu pada respon manusia terhadap masalah kesehatan atau proses kehidupan aktual atau potensial.

Lavin MA, Krieger MM, Meyer GA, et al. Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases. Journal of the Medical Library Association. 2005;93(1):104-115.

Varaei S, Salsali M, Cheraghi MA, Tehrani MRM, Heshmat R. Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research. 2013;18(3):251-257.


2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Pengaplikasian Evidence-Based Nursing Practice adanya penelitian yang Kualitas perawatan ibu yang nyaris meninggal dan kematian ibu di rumah sakit tersier akademis di Yogyakarta, Indonesia. faktor penyebab, pola dan waktu kematian ibu dan kematian memberikan informasi untuk memperbaiki kualitas asuhan. Penelitian mengenai faktor-faktor yang terkait dengan kematian ibu dilakukan secara ekstensif, Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi kualitas perawatan ibu yang diberikan kepada ibu dengan kondisi yang mengancam nyawa di rumah sakit tersier akademik dan hubungan kualitas perawatan dengan angka kematian ibu di Yogyakarta. Metodenya, menggunakan kematian ibu di dekat digunakan sebagai kontrol. Tiga kelompok variabel diukur: ketepatan waktu perawatan, kepatuhan terhadap standar indikator proses, dan variabel asing yang terkait. Variabel dianalisis menggunakan regresi logistik untuk mengetahui dampaknya terhadap kematian ibu.


Mawarti Y, Utarini A, Hakimi M. Maternal care quality in near miss and maternal mortality in an academic public tertiary hospital in Yogyakarta, Indonesia: a retrospective cohort study. BMC Pregnancy and Childbirth. 2017;17:149. doi:10.1186/s12884-017-1326-4.

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Tenaga profesional bisa memanfaatkan hasil-hasil penelitian dalam memberikan pelayanan dimana tujuan dari penggunaan tersebut adalah untuk memberikan pelayanan yang terbaik (effective dan no harm); Hadirnya EBP secara tidak langsung menjadi pengingat bagi peneliti yang tidak menggunakan standar penelitian yang baik; Dengan adanya EBP secara tidak langsung akan mengarahkan peneliti untuk melakukan penelitian yang berkelanjutan berdasarkan hasil penelitian sebelumnya; Dengan adanya EBP tenaga profesional akan memberikan pelayanan terbaik dengan cara menggunakan intervensi yang sudah teruji keefektivannya serta intervensi yang tidak menimbulkan kerugian bagi pasien. Kelemahan dari EBNP adalah membatasi autonomi professional.
tokke K, Olsen NR, Espehaug B, Nortvedt MW. Evidence based practice beliefs and implementation among nurses: a cross-sectional study. BMC Nursing. 2014;13:8. doi:10.1186/1472-6955-13-8.

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Hambatan dalam EBP Terbagi 3 yaitu:
•Hambatan dari perawat
•Pengetahuan riset tidak adekuat.
•Rendahnya perhatian terhadap riset.
•Minat yang kurang terhadap riset.
•Role model yang kurang.
•Gagal dalam penggunaan riset pada peran klinikal dan manajerial.
•Kurang penguatan dan percaya diri.

Dalheim A, Harthug S, Nilsen RM, Nortvedt MW. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research. 2012;12:367. doi:10.1186/1472-6963-12-367.
"


CHUSNUL HOTIMAH

pada : 07 September 2017


"NAMA : CHUSNUL HOTIMAH
NIM : 131611133004
KELAS : A1

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?

Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) berarti penggunaan bukti dari hasil penelitian terkini yang cermat, eksplisit, dan bijaksana dalam membuat keputusan tentang perawatan untuk pasien. Perawat harus memiliki dasar sebelum menetapkan keputusan mengenai perawatan apa yang akan diberikan kepada pasien. Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) menjadikan evidence (bukti penelitian) sebagai dasar dalam menetapkan perawatan yang akan dijalani oleh pasien.

Sumber : Van Achterberg, Theo;Schoonhoven, Lisette;Grol, Richard. 2008. Nursing Implementation Science: How Evidence-Based Nursing Requires Evidence-Based Implementation. Journal of Nursing Scholarship; Fourth Quarter; 40, 4; Sociology Database. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236392241?pq-origsite=summon

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!

Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia adalah QI yang digunakan dalam keperawatan paliatif. QI merupakan kependekan dari Quality Indicators yaitu pedoman yang dijadikan sebagai bukti dalam pembuatan keputusan di keperawatan paliatif.

Sumber : Effendy, Christantie, dkk. 2014. Face-validation of quality indicators for the organization of palliative care in hospitals in Indonesia: a contribution to quality improvement. Support Care Cancer. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1619439607?pq-origsite=summon

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
a. Keuntungan menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan antara lain : 1) Bagi pasien. Pasien mendapatkan beberapa keuntungan dengan dijadikannya evidence sebagai dasar dalam menentukan perawatan yang akan mereka jalani, yaitu pelaporan dari hasil pemeriksaan yang lebih baik dan dapat mengurangi biaya kesehatan secara keseluruhan melalui penurunan kunjungan rehospitalisasi dan dokter. Sedangkan bagi perawat, keuntungan yang dapat diperoleh yaitu meningkatkan keterampilan dan pengetahuan perawat
b. Kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan antara lain tidak bisa memastikan apakah ilmu yang telah dimiliki oleh perawat dari hasil penelitian tersebut dapat diaplikasikan dengan semestinya di dalam praktek keperawatan.
Sumber :
Miller, Lois L;Ward, Deborah;Young, Heather M. 2010. Evidence-Based Practices in Nursing. Generations; 34, 1; ProQuest. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/742470450?pq-origsite=summon
Kaija Saranto. Virpi Jylhä. Ulla-Mari Kinnunen. 2011. Are Nurses Prepared for Engagement to Evidence-Based Practice with New Technologies?. University of Eastern Finland, Finland. https://e-resources.perpusnas.go.id:2089/gateway/chapter/full-text-pdf/48925
Tweed, Elizabeth M, MLIS, AHIP; Sauers, Eric L, PhD, dkk. 2007. Review for librarians of evidence-based practice in nursing and the allied health professions in the United States. Journal of the Medical Library Association; 95, 4; Library Science Database. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/203470771?pq-origsite=summon

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Perawat banyak menggunakan pengetahuan berbasis pengalaman yang dikumpulkan dari pengamatan, kolega, dan kolaborator lainnya untuk mendapatkan dukungan dalam praktik. Bukti dari penelitian jarang digunakan. Lima rintangan terbesar yang dapat menghambat implementasi Evidence-Based Nursing Practice.
1) Tidak cukup waktu untuk menemukan laporan penelitian,
2) Tidak cukup waktu untuk menemukan informasi organisasi (seperti pedoman dan protokol)
3) Kurang percaya diri dalam menilai kualitas penelitian
4) Kesulitan dalam memahami publikasi berbahasa Inggris dan
5) Tidak cukup waktu di tempat kerja untuk menerapkan perubahan dalam praktik
Sumber : Anne Dalheim, Stig Harthug, Roy M Nilsen and Monica W Nortvedt Dalheim et al. 2012. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research, 12:367. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/pdf/1472-6963-12-367.pdf"


Nafiul ikroma wijayanti

pada : 07 September 2017


"NAMA : NAFIUL IKROMA WIJAYANTI
NIM: 131611133149
KELAS/ANGKATAN : A3 2016
1. Pencarian berbasis bukti yang sukses dan efisien bergantung pada lebih dari sekedar istilah pencarian atau string pencarian yang dimasukkan. Hal ini juga tergantung pada kecanggihan logika pencarian yang digunakan dan pada kemampuan pencari untuk memanfaatkan fitur database utama, termasuk kontrol terminologis.
Dafpus: Lawin Mary A et al. 2005, Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases, J Med Libr Assoc, vol.1, nomer.93 Aviable from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC545129/
2. Tingginya prevalensi anemia pada kehamilan di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta membutuhkan perawatan keperawatan yang memadai untuk mencegah efek buruk anemia pada masa perinatal. Belajar dari pengalaman negara berpenghasilan rendah lainnya dalam menangani kondisi yang sama, dan mengingat pandangan para perawat-bidan, dengan mengembangkan pendekatan inovatif, yang disebut Pendekatan Empat Pilar untuk perawatan antenatal. Tujuan utama adalah untuk mengevaluasi keefektifan Pendekatan Empat Pilar dalam mengelola wanita hamil dengan anemia, ditunjukkan oleh perbedaan tingkat hemoglobin pada kehamilan, meningkatkan frekuensi kehadiran petugas antenatal dan kehadiran kelahiran terampil selama persalinan. Selain itu, tujuan sekunder dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi hambatan dan faktor pendukung pelaksanaan Pendekatan Empat Pilar dan untuk mengevaluasi kepuasan pasien dan perawat-bidan dengan Pendekatan Empat Pilar.
Dafpus : Widyawati et al. 2014, A Randomiseh controlled Trial on The Four Pillars Approach in managing pregnant women with anemia in Yogyakarta-Indonesia, 'BMC Pregnancy and Childbirth', vol.14, no.163. Available from : https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1525036825?pq-origsite=summon
3. Kelebihannya adalah membuat kualitas perawat di negara bisa mengalami kemajuan, menambah pengetahuan perawat karena perawat bisa membaca laporan penelitian dan bisa mengembangkan pemecahan masalah, meningkatkan efisiensi dan efektifitas pembiayaan pelayanan keperawatan. Kelemahan Praktik keperawatan, sumber daya, dan politik tidak ada maka penggunaan bukti on-line tidak dapat diterapkan.
Dafpus: Shaibu Sheila. 2006, Evidence-based nursing practice in Botswana:
issues, challenges, and globalization, Primary Health Care Research and Development, vol. 7, nomer. 309–313 Aviable from: https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85008655752&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Evidence-based+nursing+practice+in+Botswana%3a+issues%2c+challenges%2c+and+globalization&st2=&sid=493526b8fe048e65b74f9876695a908f&sot=b&sdt=b&sl=97&s=TITLE-ABS-KEY%28Evidence-based+nursing+practice+in+Botswana%3a+issues%2c+challenges%2c+and+globalization%29&relpos=0&citeCnt=3&searchTerm=
4. Perawat laki-laki lebih tahu tentang perawatan berbasis bukti daripada perawat wanita yang mungkin disebabkan oleh jadwal perempuan yang lebih sibuk dan tanggung jawab keluarga mereka yang lebih menuntut. Demikian pula, perawat dengan gelar master memiliki pengetahuan dan sikap positif yang lebih tinggi daripada mereka yang memiliki gelar sarjana mungkin karena materi yang terkait dengan media berbasis bukti yang disediakan selama kursus master. Selain itu, sikap perawat wanita terhadap bukti pengobatan berbasis bukti lebih positif daripada perawat laki-laki. Sementara keterampilan perawat tersebut lebih tinggi daripada perawat lain mungkin karena kurangnya status pekerjaan mereka yang tidak terbatas dan motivasi belajar mereka yang lebih tinggi. Namun, pencarian ulang perlu dilakukan pada hubungan antara karakteristik perawat dan pengetahuan mereka tentang, sikap dan keterampilan dalam perawatan berbasis bukti.
Dafpus: Seyyedrasooli Alehe et al. 2012, Individual Potentials Related to Evidence-Based Nursing among Nurses in Teaching Hospitals Affiliated to Tabriz University of Medical Sciences, Tabriz, Iran, Journal of Caring Sciences, vol. 1(2), nomer.93-99 Aviable from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4161067/
"


DEVI RAHMANINGRUM WARDANI

pada : 07 September 2017


"NAMA : DEVI RAHMANINGRUM WARDANI
NIM : 131611133099
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam evidence based nursing practice?
Evidence based practice atau praktik berbasis bukti dalam konteks keperawatan dapat diartikan sebagai pendekatan pemecahan masalah terhadap penyampaian layanan kesehatan yang mengintegrasikan bukti terbaik dari studi yang dirancang dengan baik dan data perawatan pasien. Evidence (bukti) itu sendiri dapat diartikan sebagai informasi yang diperoleh melalui penelitian dan evaluasi ilmiah tentang praktik. Jenis bukti mncakup informasi yang berasal dari berbagai metodologi yang ketat termasuk studi kuantitatif (seperti uji coba terkontrol secara acak, studi observasional) studi kualitatif (seperti studi kasus, etnografi, fenomenologi) dan analisis meta. Bukti juga mencakup pendapat ahli dalam bentuk dokumen konsensus, laporan komisi, peraturan dan informasi historis atau pengalaman.
https://nurseone.ca/en/tools/evidence-based-practice/definitions-galore

2. Berikan contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh penerapan EBNP di Indonesia salah satunya adalah penelitian yang dilakukan oleh perawat yang berjudul “The Path To Impact Of Operational Research On Tuberculosis Control Policies And Practices In Indonesia”. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari penelitian operasional mengenai kebijakan dan praktik Tuberkulosis di Indonesia. Hasil dari penelitian tersebut adalah Penelitian operasional berkontribusi terhadap kebijakan pengendalian dan perbaikan TB, termasuk pengembangan kebijakan baru, pengenalan praktik baru, dan penguatan kebijakan dan praktik program saat ini. Namun, sebagian besar perkembangan ini memiliki keberlanjutan yang terbatas. Keterampilan, minat, dan kekuatan politik peneliti dan pembuat kebijakan, serta respon sistem kesehatan, dapat mempengaruhi prosesnya. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Penelitian operasional berkontribusi untuk memperbaiki kebijakan dan praktik pengendalian TB.
Probandari, Ari., Widjanarko, Bagoes., Mahendradhata, Yodi., dkk. (2016). “The Path To Impact Of Operational Research On Tuberculosis Control Policies And Practices In Indonesia”. Global Health Action, 9.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4770863/pdf/GHA-9-29866.pdf

3. Apa saja keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Evidence based nursing practice memiliki kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari evidence based nursing practice ini antara lain :
a. dapat meningkatkan pengetahuan perawat terhadap EBNP
b. Dapat meningkatkan kemampuan perawat terhadap cara menangani pasien berbasis EBP
c. sebagai hal yang mendasar yang berpengaruh terhadap praktik keperawatan professional
d. sebagai alat yang digunakan oleh perawat untuk bekerja dan menjadi relawan di Negara berkembang
kekurangan dari evidence based nursing practice:
a. Sebagian besar perawat tidak memiliki waktu untuk mengikuti pelatihan formal mengenai EBP
b. Tidak adanya dukungan dari organisasi atau kolega
c. Kurangnya akses literature
Santmyire, Aaron., DNP., FNP-BC. (2013). “Challenges of Implementing Evidence Based Practice in the Developing World”. The Journal for Nurses Practitioners – JNP. Volume 9.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1644845263/fulltextPDF/A3BEF59371DD40E2PQ/1?accountid=25704 dan
Farokhzadian,J., Khajouei, R., Ahmadian, L. (2016). “Evaluating factors associated with implementing evidence-based practice in nursing”.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26563564

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat EBNP?
Hingga saat ini penggunaan EBNP masih belum terlaksana dengan baik, karena masih ditemukannya hambatan yang menghalangi jalannya proses EBNP, antara lain intervensi keperawatan yang berdasarkan atas kebiasaan atau adat. Perawat masih belum terbiasa menggunakan bukti-bukti terbaik secara sistematis yang actual dalam membuat keputusan mengenai cara menangani pasien. selain itu, masih banyak perawat yang belum memahami mengenai konsep EBP itu sendiri dikarenakan sikap perawat atau respon perawat terhadap EBP masih buruk. Hal lain yang dapat menghambat EBNP antara lain ; kurangnya akses literature, lingkungan kerja tidak mendukung dalam usaha mencari informasi hasil penelitian, kurangnya pelatihan terkait usaha untuk mencari informasi dan ketrampilan dalam mengkritisi hasil penelitian, ideologi yang menekankan praktek dibandingkan dengan pengetahuan intelektual.
Elysabeth, Dame., Libranty, Gita., Natalia, Siska. (2015). “Hubungan Tingkat Pendidikan Perawat Dengan Kompetensi Aplikasi Evidence-Based Practice Correlation Between Nurse’s Education Level With The Competency To Do Evidence-Based Practice”. Jurnal Skolastik Keperawatan. vol 01, no 01.
http://jurnal.unai.edu/index.php/jsk/article/view/22
"


Ema Yuliani

pada : 07 September 2017


"Nama: Ema Yuliani
NIM: 131611133077
Jawaban
1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah sebuah pengetahuan yang berasal dari berbagai sumber yang telah ditemukan untuk menjadi kredibel, evidence ini kemudian disebarluaskan dan diterapkan dalam praktik keperawatan. Berbicara tentang EBNP, evidence digunakan untuk menginformasikan praktik dan kebijakan yang menjadi subjek penelitian. Dalam konsep EBNP, evidence tidak hanya ditemukan melalui penelitian melainkan lebih dari itu, evidence merupakan proses sosial dan proses ilmiah. Selain sebagai penerang/petunjuk dalam melaksanakan praktik keperawatan, evidence dalam EBNP juga dapat dijadikan sebagai sumber legal dari praktik keperawatan itu sendiri. Bukti dapat digunakan dengan cara yang berbeda untuk menolak atau menguatkan masalah yang dihadapi (Upshur 2001).

DAFTAR PUSTAKA
Malone, Rycroft et al. 2003. NURSING AND HEALTH CARE MANAGEMENT AND POLICY: What counts as evidence in evidence-based practice?. Journal of Advanced Nursing, 47(1), 81–90,
https://pdfs.semanticscholar.org/8635/a1df6a2d5949bfb7765c03fc991bfd2df504.pdf

2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia, tepatnya di RSUP Fatmawati ruang GPS Lt. 1 dilakukan EBNP (Evidence-Based Nursing Practice) setelah mengkaji intervensi yang dilakukan ruangan dengan beberapa indikator yang berdasarkan analisa perbandingan fenomena di GPS Lt. 1 RSUP Fatmawati dengan studi literatur jurnal penelitian. Tujuan dari penerapan evidence based nursing practice disini adalah mengidentifikasi pengaruh cold compression therapy terhadap proses penyembuhan dengan indikator proses penyembuhan nyeri, edema, dan rentang gerak sendi lutut. Penerapan EBN ini akan membandingkan nyeri, edema, dan rentang gerak sendi sebelum dan setelah dilakukan cold compression therapy.

DAFTAR PUSTAKA
Bagus, Chandra. 2014. Pengaruh Cold Compression Therapy terhadap Proses Penyembuhan Pasien Pasca Open Reduction Internal Fixation (ORIF) Ekstremitas Bawah, Proceedings of 2nd Adult Nursing Practice: Using Evidence in Care, Eds: Safitri, Niken, et all, Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro, hal. 125-132, http://eprints.undip.ac.id/48516/1/Proceeding_Seminar_2014.pdf

3. Keuntungan/kelebihan metode EBNP dalam praktik keperawatan adalah
-EBNP dapat membawa praktik keperawatan menuju perkembangan yang inovatif. Dengan adanya EBNP para perawat menjadi termotivasi untuk selalu melakukan inovasi dan mengedepankan proses berfikir kritis dalam semua tindakan keperawatan.
-Dengan adanya EBNP perawat dapat memberikan pelayanan yang terbaik.
-Prinsip dari EBNP ini adalah menggunakan sumber daya yang terbaik dan terpercaya sehingga memberikan pelayanan yang berkualitas.
Kekurangan/kelemahan
Namun dengan banyaknya keuntungan yang diberikan dengan adanya EBNP ini dianggap menjadi metode yang rumit dan dapat menghambat otonomi professional
.
.
DAFTAR PUSTAKA
Reynolds, Shirley and Liz Trander. 2006. Evidence-Based Practice: A Critical Appraisal. Willey: Replika Press.
4. Determinan yang menghambat aplikasi EBNP
-Pengetahuan perawat
Pengetahuan perawat masih cukup rendah akan konsep EBNP sehingga membuat perawat saat ini belum siap dalam mengimplementasikan EBNP.
-Dukungan yang kurang dari organisasi/institusi
Dukungan yang kurang dari organisasi dapat menghambat pengembangan EBNP. Organisasi penting dalam menetapkan perubahan kebijakan terutama dalam pengembangan panduan klinik praktik keperawatan berdasarkan temuan riset terbaik untuk digunakan secara baku di rumah sakit (Hannes et al., 2007)
-Fasilitas yang kurang memadai seperti komputer (McKenna, Ashton, & Keeney, 2004),
-Kemampuan bahasa asing yang minimal
Para peraawat kesulitan dalam memahami laporan penelitian serta kesulitan dalam menemukan informasi.

DAFTAR PUSTAKA
Ligita, Titan. 2012. Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi
Dalam Implementasi Evidence-Base Practice. Ners Jurnal Keperawatan Volume 8,No 1,Juni 2012 :83-95,
http://ners.fkep.unand.ac.id/index.php/ners/article/download/95/89&prev=searchhttp://ners.fkep.unand.ac.id/index.php/ners/article/download/95/89&prev=search"


Sanidya Nisita Pratiwimba

pada : 07 September 2017


"Nama : Sanidya Nisita Pratiwimba
Nim : 131611133132
Kelas : A3
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Praktik keperawatan berbasis bukti (EBNP) merupakan gelombang masa depan. Memasukkan bukti ke dalam praktik diperlukan untuk memberikan perawatan pasien yang benar secara ilmiah. Praktik berbasis bukti membutuhkan keputusan profesional berdasarkan sistematis bukti yang diambil dari penelitian dan pengalaman pada pasien. Pelayanan berbasis bukti akan lebih mampu memenuhi tantangan meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kebutuhan sistematis. Kondisi yang kompleks dan sering tak terduga dalam organisasi menentukan apakah suatu proses implementasi untuk praktek keperawatan berbasis bukti berhasil. Misalnya di Norwegia, otoritas kesehatan telah memutuskan bahwa pelayanan kesehatan harus berbasis bukti. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi sumber-sumber pengetahuan perawat yang mendasarkan praktek mereka.

Sumber:
Baird, Lisa M.G 2015. ‘Factors Influencing Evidence Based Practice for Community Nurses’, British Journal of Community Nursing, vol. 20, no. 5. Available from: https://magonlinelibrary.com/doi/pdf/10.12968/bjcn.2015.20.5.233?download=true. [5 September 2017]





2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Tujuan indikator kualitas (QIS) bagi organisasi perawatan paliatif (PC) dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan kualitas karena mereka menilai unsur-unsur kunci bagi organisasi yang memadai dari perawatan. Mereka mungkin berbeda antara organisasi perawatan kesehatan, budaya dan sumber daya ekonomi. Tujuan lain adalah wajah-memvalidasi set Indonesia dari QIS didasarkan pada seperangkat Eropa, untuk membandingkan dua set QIS dan untuk menguji penerapan set Indonesia.
Sumber:
Effendy, Christantie et al. 2014. Face-validation of quality indicators for the organization of palliative care in hospitals in Indonesia: a contribution to quality improvement. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1619439607/abstract/3105C40B1FDE40A2PQ/1?accountid=25704 (diakses pada tanggal 06 September 2017)





3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Dengan menggunakan metode EBNP, kita mendapatkan jaminan bahwa standar praktik keperawatan berakar pada bukti terbaik yang tersedia. Dengan bukti ini proses pelaksanaan perawat klinis diperkenalkan dengan metode yang diakui secara nasional atau alat untuk mengklasifikasikan dan mengevaluasi bukti. Hal ini memungkinkan perawat untuk menjembatani praktek mereka dalam penelitian, dan peningkatan kualitas dan untuk berkolaborasi serta mengintegrasikan proyek-proyek mereka di berbagai dewan pemerintahan bersama. Sedangkan kerugian menggunakan EBNP ini adalah membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan penelitian dan harus dibekali dengan banyak pengetahuan.
Sumber:
M Tahan, Hussein et al. 2016. Evidence-Based Nursing Practice: The PEACE Framework. https://www.scopus.com/record/display.uri?origin=recordpage&eid=2-s2.0-84859993324&citeCnt=0&noHighlight=false&sort=plf-f&src=s&st1=Evidence-Based+Nursing+Practice%3a+The+PEACE+Framework&st2=&sid=33a63142c53eae7f27638f23fb0b58b3&sot=b&sdt=b&sl=67&s=TITLE-ABS-KEY%28Evidence-Based+Nursing+Practice%3a+The+PEACE+Framework%29&relpos=1 (diakses tanggal 07 September 2017)






4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Perawat sebagian besar menggunakan basis pengetahuannya dari pengamatan mereka sendiri. kolega dan kolaborator lainnya untuk dukungan dalam praktek. Bukti dari penelitian jarang digunakan. Hambatan terbesarnya adalah kurangnya waktu dan kurangnya ketrampilan untuk menemukan dan mengelola bukti penelitian. Usia perawat, jumlah tahun praktek keperawatan, dan jumlah tahun sejak memperoleh gelar profesional kesehatan terakhir dipengaruhi penggunaan sumber pengetahuan dan hambatan yang dilaporkan sendiri. Keterampilan dalam praktek berbasis bukti tampaknya mengurangi hambatan untuk menggunakan bukti penelitian dan untuk meningkatkan penggunaan bukti penelitian dalam praktek klinis.

Sumber:
Dalheim, Anne et al 2012. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/ (diakses pada tanggal 06 September 2017)



"


PUTRI HISAANAH

pada : 07 September 2017


"NAMA: PUTRI HISAANAH
NIM: 131511133015
KELAS: A3
JAWABAN:
1. Praktik keperawatan berbasis bukti adalah penerapan hasil penelitian dan kebijakan dari bukti terbaik yang tersedia saat ini yang dilakukan dalam praktik keperawatan dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memandu keputusan perawatan kesehatan. Bukti terbaik mencakup bukti empiris dari uji coba terkontrol secara acak, bukti dari metode ilmiah lainnya seperti penelitian deskriptif dan kualitatif, serta penggunaan informasi dari laporan kasus, prinsip ilmiah, dan pendapat ahli. Bila tersedia bukti penelitian yang cukup, praktik tersebut harus dipandu oleh bukti penelitian dengan di dukung keahlian klinis dan nilai pasien.
Sumber:
Titler, MG., 2008, ‘The Evidence for Evidence-Based Practice Implementation’, Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/. (4 September 2017)

2. Asuhan keperawatan yang terdiri dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi dan evaluasi adalah salah satu contoh evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia karena dengan adanya asuhan keperawatan dapat mengetahui identitas masing-masing klien agar tepat pasien, saat mendiagnosa juga tidak terjadi kesalahan, dan dengan adanya asuhan keperawatan dapat mengetahui respon pasien serta dapat menjaga keselamatan pasien dan tidak merugikan pasien. Seperti, pembekuan vaksin hepatitis b dengan pendokumentasian berguna untuk mengevaluasi kelayakan perubahan yang dirancang untuk mengurangi terjadinya pembekuan.
Sumber:
Mynaříková E, Žiaková K., 2014, ‘The Use of Nursing Diagnoses in Clinical Practice’, Central European Journal of Nursing and Midwifery. Available from: http://periodika.osu.cz/cejnm//4_45_the-use-of-the-nursing-diagnosis-in-clinical-practice.html. (4 September 2017).
Nelson, Carib M., 2004, ‘Hepatitis B Vaccine Freezing in the Indonesian Cold Chain: Evidence and Solutions’, Bulletin of the World Health Organization. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/229552887?pq-origsite=summon. (4 September 2017).

3. Keuntungan dari metode EBNP adalah dapat mencegah terjadinya informasi yang overload terkait dengan hasil-hasil penelitian, dapat mengurangi kualitas penelitian yang buruk, dapat mengurangi praktik yang tidak berbasis bukti, dan dapat memberikan pelayanan yang terbaik sesuai praktik keperawatan berbasis bukti, mengumpulkan bukti dan praktik terbaik yang tersedia dengan menggabungkan penelitian dan pengetahuan.
Kekurangannya adalah membatasi otonomi professional, kurangnya pengetahuan dalam mentelaah, kurangnya waktu dan sumber daya.
Sumber:
French P., 1999, ‘The Development of Evidence-Based Nursing’, Journal of Advanced Nursing. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10064284.(5 September 2017).
Elbers Nieke A., 2017, ‘Health care professionals’ attitudes towards evidence-based medicine in the workers’ compensation setting: a cohort study ‘, BMC Medical Informatics and Decision Making. Available from: https://bmcmedinformdecismak.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12911-017-0460-2. (5 September 2017).

4. Negara berpenghasilan rendah, sumber daya kesehatan, keterbatasan kapasitas kesehatan, kurangnya fasilitas medis , kurangnya pemahaman tentang bagaimana untuk menggunakan literatur hasil penemuan untuk intervensi praktek terbaik yang akan diterapkan pada klien, dan kurangnya referensi yang digunakan sebagai pedoman pelaksanan penerapan praktik keperawatan berbasis bukti.
Sumber: Baatiema, L., Otim, M.E., Mnatzaganian, G., de-Graft Aikins, A., Coombes, J., Somerset, S., 2017, ‘Health professionals’ views on the barriers and enablers to evidence-based practice for acute stroke care: a systematic review’. Available from: https://implementationscience.biomedcentral.com/articles/10.1186/s13012-017-0599-3. (3 September 2017).
"


Rahmatul Habibah

pada : 07 September 2017


"NAMA : Rahmatul Habibah
NIM : 131611133079
KELAS : A2-2016
1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
(evidence-based practice / EBP) adalah strategi untuk penyediaan Perawatan kesehatan berkualitas tinggi, berdasarkan akar strategi dalam pengobatan. Selain itu, Praktik yang berbasis dengan bukti dan informatika ini, merupakan bidang pelengkap dalam perawatan kesehatan yang telah dimiliki, dikembangkan, difasilitasi sebelumnya seiring pertumbuhan teknologi internet di Indonesia. Dengan menemukan dan menerapkan bukti, atau penelitian terbaik untuk mendukung klinis pengambilan keputusan dalam bidang kedokteran, keperawatan, dan profesi kesehatan lainnya, para dokter dan tenaga kesehatan lainnya dapat memberikan pelayanan kepada pasien mereka dengan perawatan kesehatan berkualitas tinggi.
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Evidence-based practice merupakan "Proses dimana perawat membuat keputusan klinis dengan menggunakan bukti-bukti penelitian yang terbaik, dengan kemampuan keterampilan klinis yang baik dan mampu menentukan sumber pengetahuan dan rujukan yang sesuai dengan kondisi pasien " (AACN, 2004). misalnya dalam intervensi keperawatan yang berdasarkan bukti-bukti ilmiah untuk menentukan pilihan intervensi yang paling sesuai dengan masalah pasien dengan menggunakan Metode PICO dapat digunakan sebagai salah satu alternatif untuk menentukan intervensi keperawatan yang sesuai .
Structuring A Question:
PICO Method
P= patient/problem
I=Intervention
C=Comparison
O=Outcome
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan diantaranya, mengembangkan pengetahuan dan keterampilan dalam menyusun topik yang dinilai kritis berdasarkan data yang relevan, mengetahui kesenjangan pengetahuan dan mengartikulasikan dengan baik data-data yang ada, dapat menyampaikan kesimpulan yang berlandaskan bukti dengan aplikasi pada praktik keperawatan, dapat mengembangkan budaya untuk memungkinkan penyelenggaraan seminar EBNP. Adapun kerugian dari metode EBNP yakni berefek terhadap perawat staff itu sendiri karena Membatasi autonomi professional
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Faktor-faktor yang menghambat implementasi EBP meliputi:
- pengetahuan / keterampilan, sikap, dan kepercayaan tentang EBP (Eizenberg, 2011; Melnyk dkk. 2004; Ruzafa-Martínez, López-Iborra, & Madrigal-Torres, 2011)
- informasi dan kemampuan pencarian (Boruff & Thomas, 2011; Koehn & Lehman, 2008)
- pemanfaatan penelitian (Wallin, Boström, & Gustavsson, 2012)
- kepemimpinan (Sandström, Borglin, Nilsson, & Willman, 2011)
- kemampuan berpikir kritis dengan hasil interpretasi dan analisis kritis (Wangensteen, Johansson, Björkström, & Nordström, 2011).
"


Yohana Rahmawati Santoso

pada : 07 September 2017


"Nama : Yohana Rahmawati Santoso
NIM : 131611133111
Kelas : A3-2016




1. Praktik keperawatan berdasarkan bukti (evidence-based nursing practice / EBNP) adalah aplikasi praktisbukti klinis terbaik yang tersedia yang berasal dari sistemik dan temuan penelitian ilmiah, mengenai masalah kesehatan atau keperawatan dari pasien, preferensi dan nilai mereka. Saat ini paradigma keperawatan beralih dari intuisi intuitif, klinis pengalaman, dan alasan patofisiologis untuk EBNP, yang terintegrasi Keahlian klinis menjadi bukti terbaik terkini untuk pasien.

Kang, Younhee, & Yang, Insuk. 2016. Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002335?via%3Dihub (diakses pada tanggal 05 september 2017)
2. Ulserasi kaki adalah salah satu komplikasi paling umum yang terkait dengan diabetes yang perlu ditangani. Kenaikan yang cepat dalam prevalensi diabetes mengkhawatirkan profesional kesehatan karena komplikasi serius dari penyakit ini, yang sering mengakibatkan amputasi ekstremitas bawah. Salah satu komplikasi diabetes melitus yang paling penting adalah ulkus kaki diabetes. Keperawatan berdasarkan bukti (evidence-based nursing / EBN) didasarkan pada integrasi bukti penelitian terbaik dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis dan ini mungkin menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas dalam praktik keperawatan
Shokoh Varaei& Mahvash Salsali& Mohammad Ali, BScN, MSc, PhD, & Reza Mohajeri Tehrani Mohammad, and Ramin Heshmat. Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/
(diakses pada tanggal 06)













3. Keuntungan EBNP :
untuk menemukan disiplin penelitian dalam praktik yang terkait dengan yang riset aslinya. EBNP lebih luas dari pada manfaat penelitian (Researh Utilation) karena ini mengintegrasikan penelitian akan menemukan faktor lain, sebagai pencatatan dan untuk menemukan pengetahuan baru dan ide baru. Riset dapat menemukan dan bisa digunakan untuk menyebarkan dan mengakumulatifkan kejadian, jadi praktek keperawatan dapat membaca laporan penelitian kualitatif yang digambarkan sesorang dengan masalah kesehatan dinamis dan proses yang dimasukkan untuk mengembangkan pemecahan masalah. Sehingga Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pembiayaan pelayanan keperawatan

Kerugian EBNP :
Kurangnya waktu untuk melakukan penelitian dan Kurangnya tentang praktek penelitian atau berbasis bukti dan Tidak ada waktu dalam bekerja untuk membaca penelitian

Janet A. Parkosewich. 2013. An infrastructure to Advance the Scholarly Work of Staff nurses. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3584497/ (diakses pada tanggal 07 september 2017)

4. - faktor gaji atau administrasi yang rendah mempengaruhi antusias perawat pada penerapan proses keperawatan

- kurangnya kontribusi perkembangan ilmu keperawatan kurangnya dukungan kebijakan dan rosedur saat ini yang termasuk dalam penelitian ilmiah.

FissehaHagos, Fessehaye,& Alemseged,& FikaduBalcha,& SemaryaBerhe & AlemsegedAregay. Application of Nursing Process and Its Affecting Factors among Nurses Working in Mekelle Zone Hospitals, Northern Ethiopia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3933400/pdf/NRP2014-675212.pdf (diakses pada tanggal 06 september 2017)







"


Siti Nur Aisa

pada : 07 September 2017


"Nama : Siti Nur Aisa
Nim : 131611133138
Kelas : A3-2016

1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?

Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah praktik berbasis bukti yang memerlukan pengambilan keputusan secara profesional berdasarkan bukti yang dikumpulkan secara sistematis yang dapat diambil dari penelitian dan pengalaman dan keinginan dan kebutuhan pasien dalam situasi tertentu. Otoritas publik dan organisasi profesi, organisasi internasional dan nasional telah mempromosikan pembuatan praktik berbasis bukti standar untuk layanan kesehatan.

dalheim, anne et al. "Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey." (2012): 12:367. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!

Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan adalah dengan menggunakan terapi Antritroviral (ARV), banyak orang yang sudah terkena penyakit HIV di indonesia yang berkisar 5% - 13% sekitar dari 610.000 orang yang ada di Indonesia. cara untuk menanggulangi penyakit tersebut pemerintah indonesia menggunakan terapi ARV.terapi ARV memuat informasi tentang cara untuk memulai terapi ARV, caranya dengan memilih obat, pemantauan dan kepatuhan terapi, penggantian paduan obat bila ada efek samping atau toksisitas, dan penggantian paduan. Dengan melakukan pemberian terapi ARV pada pasien HIV sehingga dapat mencegah pasien masuk dalam fase lanjut.

Culbert, Gabriel J et al. "Correlates and Experiences of HIV Stigma in Prisoners Living with HIV in Indonesia: A Mixed Method Analysis." J Assoc Nurses AIDS Care (2015): 26(6): 743–757. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4600662/

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?

Keuntungan : dengan penerapan metode EBNP, dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. metode ini juga dapat menagkap dan memahami bukti keperawatan, serta perawat dapat memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. Perawat juga dapat menemukan bukti kualitas terbaik dan membuat keputusan untuk perawatan kesehatan yang paliatif, dengan metode ini perawat dapat melakukan pelayanan kesehatan secara tepat dan benar.

Kerugian : kurangnya pengetahuan tentang EBNP dan kritik dari artikel dan laporan, laporan penelitian atau artikel tidak tersedia sehingga sulit untuk memberikan pembuktian terhadap penelitian tersebut.

Weng, Yi-Hao et al. "Implementation of Evidence-Based Practice in Relation to a Clinical Nursing Ladder System: A National Survey in Taiwan." (2015): 12:1, 22-30. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4345401/

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?

•Stress kerja
•Sibuk bekerja
•Kurangnya waktu
•Kurangnya pengetahuan dan keahlian
•Sikap dan kesalahpahaman
•Komunikasi yang buruk antara anggota tim

Zhou, Fen et al. "Attitude, Knowledge, and Practice on Evidence-Based Nursing among Registered Nurses in Traditional Chinese Medicine Hospitals: A Multiple Center Cross-Sectional Survey in China." (2016). https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4978845/
"


Esti Ristanti

pada : 07 September 2017


"Nama : Esti Ristanti
Nim : 131611133129
Jawaban :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Sebuah bukti yang digunakan untuk mengambil keputusan berdasarkan dari penelitian dan pengalaman yang telah diambil dalam keperawatan yang digunakan untuk meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan kebutuhan sistematis
Sumber : Dalheim, Anne et al 2012. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/ (diakses pada tanggal 06 September 2017)

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Memberdayakan pantai jompo untuk meningkatkan kualitas kehidupan warga serta pengembangan situs web gratis
Sumber : Evidence-Based Practices in Nursing
Miller, Lois L;Ward, Deborah;Young, Heather M
Generations; Spring 2010; 34, 1; ProQuest

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
EBNP dalam keperawatan memiliki banyak manfaat yaitu diantaranya meningkatkan efektivitas biaya, mendukung pengambilan keputusan yang konsisten serta pencapaian hasil terbaik untuk pasien, sedangkan kekurangannya yaitu membutuhkan waktu yang lama untuk melakukan penelitian
Sumber : https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1785333536?pq-origsite=summon

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
- Waktunya kurang
- Pemahaman tentang penelitian yang tersedia sedikit
- Wewenang untuk mengenalkan praktik baru terbatas
- Sumber daya yang tidak memadai
- Waktu untuk membaca penelitian tidak cukup
Sumber : Dalheim, Anne et al 2012. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/ (diakses pada tanggal 06 September 2017)

"


Agustina lia fitriani

pada : 07 September 2017


"1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab :
Evidencebased praktek didefinisikan sebagai teliti, eksplisit, dan penggunaan yang bijaksana dari bukti terbaik saat ini dalam pembuatan keputusan tentang perawatan klien secara individual. EBNP memerlukan kombinasi penelitian yang bijaksana dengan keahlian klinis, dan pilihan pasien, untuk membuat keputusan klinis. Sebagai pendekatan pengambilan keputusan klinis EBP telah menjadi sebuah integral, membimbing kerangka kerja untuk terapi okupasi (OT) praktek. Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) memerlukan beberapa hal antara lain keterlibatan dalam penelitian, pengawasan siswa, pendampingan praktik, kehadiran peneliti, latihan lanjutan pemimpin dan pustakawan di lokasi, afiliasi universitas, kolaborasi dengan rekan sejawat dan anggota interdisipliner. Praktik berbasis bukti adalah proses dimana perawatmembuat keputusan klinis dengan menggunakan penelitian terbaik yang tersedia bukti, keahlian klinis mereka, dan preferensi pasien.

Dafus :
Dadich, Ann et al. "Communication channels to promote evidence-based practice: a survey of primary care clinicians to determine perceived effects." (2016): 14:62.

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan
keperawatan di Indonesia!
Aplikasi evidence based nursing ini dapat mencakup dalam semua area keperawatan, termasuk juga dalam memberikan perawatan pada pasien dengan kondisi end of life. Perawatan pasien pada fase ini, meliputi pemenuhan aspek biologi, psikis, sosial, dan spiritual. Misalnya Perawatan paliatif: Meningkatkan kualitas hidup pasien dengan penyakit serius, Perawatan akhir kehidupan: bagi mereka yang memasuki fase hidup terakhir, Hospice: Sebuah model untuk melahirkan perawatan akhir masa.
Selain itu Gawai akhir-akhir ini merupakan piranti elektronik yang fenomenal dan telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Penggunaan gawai sebagai instrumen penerapan mobile–health di area keperawatan anak merupakan sebuah isu strategis yang perlu ditanggapi oleh tenaga kesehatan untuk menghasilkan perawatan yang efektif dan efisien dan termasuk dalam aplikasi evidence based nursing yang di terapkan di Indonesia

Dafus :
Rassekh, Bahie Mary et al. "An evaluation of public, private, and mobile health clinic usage for children under age 5 in Aceh after the tsunami: implications for future disasters ." Health Psychology & Behavioural Medicine (2014): 359–378.



3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan EBNP :
• Keperawatan berbasis bukti dimaksudkan untuk menstandarisasi praktik perawatan kesehatan ke sains terbaru dan terbaik yang tersedia untuk meminimalkan variasi perawatan dan menghindari hasil kesehatan yang tidak diantisipasi.
• perawatan berbasis bukti sebagai cara untuk memperbaiki standar perawatan dan untuk lebih banyak memberikan layanan kesehatan terhadap publik
• layanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu menghadapi tantangan perbaikan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan
Kekurangan EBNP :
• Kebutuhan untuk Literasi informasi yang sistematis diperlukan karena adanya
peningkatan jumlah informasi kesehatan formal dan informal
• Tidak jelas faktor individu mana yang harus ada untuk praktik berbasis bukti.
• Tidak adanya literatur yang relevan mungkin karena dengan kenyataan bahwa sulit melakukan intervensi studi di organisasi seperti rumah sakit, karena
perubahan yang sedang berlangsung membuat sulit untuk memutuskan intervensi mana telah menyebabkan perubahan.
Dafus :

Dalheim, Anne et al. "Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey." BMC Health Services Research (2012): 12:367.


4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
• Kurangnya dukungan organisasional
• Sikap perawat yang buruk dan di paksakan terjun ke lapangan
• Faktor-faktor seperti pengetahuan dan sikap perawat terhadap penelitian dan perawatan berbasis bukti
• keterampilan dalam mencari sumber yang dapat dipercaya
• Kurangnya SDM yang mempunyai pengetahuan yang memadai di dunia keperawatan
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mayoritas perawat (45,7%) memiliki pengetahuan tingkat menengah terhadap perawatan berbasis evernasional. Di negara-negara Eropa, tingkat yang sesuai di antara mayoritas perawat dan asisten kesehatan lainnya telah dievaluasi setinggi 22,20,21 Edib Hajbageri saat merawat 21 perawat di Kashan, Iran, yang sebagian besar belum pernah mendengar istilah bukti- berbasis keperawatan. Studi tentang dokter Iran telah menunjukkan pengetahuan mereka tentang obat berbasis bukti karena tidak memadai. Itu menjadi salah satu determinan atau faktor yang menghambat EBNP.
Dafus :
Seyyedrasooli, Alehe et al. "Individual Potentials Related to Evidence-Based Nursing among Nurses in Teaching Hospitals Affiliated to Tabriz University of Medical Sciences Tabriz, Iran." Journal of Caring Sciences (2012): 93-99.




"


Dwi Utari Wahyuning Putri

pada : 07 September 2017


"NAMA MAHASISWA : DWI UTARI WAHYUNING PUTRI
NIM : 131611133019
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)? Keperawatan berbasis bukti (evidence-based nursing / EBN) adalah alternatif yang efektif untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis pada perawatan pasien dan dapat meningkatan kualitas dalam praktik keperawatan. Makna “Evidence” dalam EBNP sendiri ditafsirkan sebagai suatu “bukti”. Bukti yang ilmiah dan rasional.
Source : Varaei, S., Salsali, M., Cheraghi, M. A., Tehrani, M. R. M., & Heshmat, R. (2013). Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 18(3), 251–257.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/?report=reader

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia! Penerapan EBN dilahan praktik untuk membuktikan eksistensi perawat sebagai sebuah profesi dan meningkatkan pelayanan pada pasien dengan menggunakan penelitian dan bukti ilmiah. Penerapan EBN melalui pernyataan klinis, mencari literature yang relevan, menelaah literature yang ada, dan menerapkan penelitian ilmiah. Contohnya seperti studi kualitatif tentang hambatan dalam pencegahan anemia selama kehamilan di puskesmas berdasar persepsi perawat Indonesia. Hasil studi menunjukkan bahwa salah satu faktor dalam penanganan anemia pada ibu hamil ialah kompetensi perawat dalam keterampilan komunikasi dan klinis. Berdasarkan studi tersebut, perawat perlu meningkatkan keterampilan dalam memberikan perawatan antenatal yang memadai bagi ibu hamil, mengingat akan dampak anemia pada ibu hamil.
Source : Widyawati, W., Jans, S., Utomo, S., van Dillen, J., & Janssen, A. L. (2015). A qualitative study on barriers in the prevention of anaemia during pregnancy in public health centres: perceptions of Indonesian nurse-midwives. BMC Pregnancy and Childbirth, 15, 47. http://doi.org/10.1186/s12884-015-0478-3 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4348154/

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan? Literatur dan penelitian dianggap bermanfaat dalam praktik klinis. Adanya penelitian akan mampu meningkatkan layanan praktik keperawatan. Dengan penelitian, perawat dapat mengetahui suatu bukti mengenai suatu hal yang berkaitan dengan penerapan layanan keperawatan. Namun diperlukan keterampilan untuk dapat menafsirkan dan memahami bukti dan pedoman praktik klinis yang tersedia agar dapat digunakan. Sedangkan, tidak semua perawat memiliki keterampilan dalam menerapkan tindakan keperawatan berbasis bukti.
Source : Susanne Heiwe, Kerstin Nilsson Kajermo, Raija Tyni-Lemnné, Susanne Guidetti, Monika Samuelsson, Inga-Lena Andersson, Yvonne Wengström; Evidence-based practice: attitudes, knowledge and behaviour among allied health care professionals, International Journal for Quality in Health Care, Volume 23, Issue 2, 1 April 2011, Pages 198–209, https://doi.org/10.1093/intqhc/mzq083 https://academic.oup.com/intqhc/article-lookup/doi/10.1093/intqhc/mzq083

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP? Terdapat lima hambatan terbesar dalam praktik berbasis bukti yaitu diantaranya adalah 1) waktu yang tidak mencukupi untuk menemukan laporan penelitian, 2) kurangnya waktu untuk menemukan informasi organisasi (seperti pedoman dan protokol), 3) kurangnya kepercayaan dalam menilai kualitas penelitian, 4) kesulitan dalam memahami publikasi berbahasa Inggris dan 5) waktu kerja yang tidak memadai untuk menerapkan perubahan dalam praktik. Hambatan paling sedikit adalah budaya di tim rumah sakit.
Source : Kim, T. Y., Lang, N. M., Berg, K., Weaver, C., Murphy, J., & Ela, S. (2007). Clinician Adoption Patterns and Patient Outcome Results in Use of Evidence-Based Nursing Plans of Care. AMIA Annual Symposium Proceedings, 2007, 423–427.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2655848/

Bakken, S., & McArthur, J. (2001). Evidence-based Nursing Practice: A Call to Action for Nursing Informatics. Journal of the American Medical Informatics Association : JAMIA, 8(3), 289–290.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC131036/
"


Eliesa Rachma Putri

pada : 07 September 2017


"NAMA: ELIESA RACHMA PUTRI
NIM: 131611133001
JAWABAN:
1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Untuk mengevaluasi pelayanan kesehatan diperlukan evidence yang merupakan upaya untuk mengambil keputusan klinis berdasarkan sumber yang paling relevan dan valid. Sehingga Evidence Based Nursing Practice bisa dikatakan pendekatan yang bisa digunakan dalam praktik pelayanan kesehatan atau perawat yang berdasarkan fakta. Aplikasi yang berdasarkan fakta terbaik, untuk pengembangan dan peningkatan pada praktik layanan keperawatan. Tahap perencanaan perlu dibutuhkannya hasil penelitian serta hasil praktek klinis yang mengindikasikan intervensi keperawatan yang efektif dengan didasarkan pada hasil penelitian yang akurat. Penggunaan Evidence Based Nursing Practice dalam praktik keperawatan akan menjadi dasar scientific dalam pengambilan keputusan klinis keperawatan sehingga intervensi yang diberikan dapat dipertanggungjawabkan.
Sumber :
Campbell, S. (2011). Evidence-Based Practice in Nursing Informatics: Concept and Applications. Australia. http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/308/335

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Penilitian mengenai “Faktor Infeksi Tifus” di Kepulauan Indonesia pada artikel Alba et al, penelitian tersebut didapatkan hasil yang cenderung melakukan keluhan terhadap predicator terkuat dari risiko tifoid pada tingkat rumah tangga yang merupakan ketersediaan sabun didekat lokasi kamar mandi atau lokasi toilet, yang kemungkinan dapat meningkatkan empat kali lipat lebih banyak. Hasil tersebut merupakan mengurangi kejadian tifoid dapat dilakukan dengan cara memastikan kepatuhuan terhadap praktik dalam cara mencuci tangan yang sebaiknya memadai yaitu dengan menggunakan sabun yang bersih. Aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia ini merupakan dilakukannya penelitian dengan tujuan sebagai mengembangkan meteri pendidikan dalam kesehatan serta meningkatkan pelayanan kesehatan pada klien.

Sumber :
Alba, S., Bakker, M. I., Mochammad, H, Scheelbeek, P. F., Dwiyanti, R., & al, e. (2016). Risk Factors of Typhoid Infection in the Indonesian Archipelago. Research Article,1-5. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1795489614/fulltextPDF/E71EA74BE5C44E61PQ/1?accounntid=25704

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan:
-Untuk memberikan hasil asuhan keperawatan yang lebih baik kepada klien
-Untuk memberikan kontribusi yang terbaik dalam perkembangan ilmu keperawatan
-Mendukung bagi perawat untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan
-Pengetahuan yang berdasar pada penelitian dapat memberikan informasi yang perspektif terhadap klien
-Dapat meningkatkan kepercayaan diri dalam mengambil keputusan dalam praktik keperawatan
Kerugian:
-Kurangnya mentor yang berpengetahuan tentang ilmu kesehatan
-Kurangnya waktu untuk dilakukannya penelitian
-Kurangnya kesadaran tentang praktek penelitian atau berbasis bukti
-Kesulitan mengakses laporan penelitian dan artikel
-Akses terhambat karena budaya yang berbeda yang menyebabkan kesalahpahamanan
-Kurangnya pengetahuan tentang Evidence Based Nursing Practice dari artikel tersebut
Sumber :
Ernst, J. (2016). Evidence-based Nursing in the IED: From Caring to Curing. Nordic Journal of Working Life Studies, 47-50. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/17761865001/fulltextPDF/F5A092900A7B46CFPQ/1?accountid=25704

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
-Kurang paham atau salah pengertian tentang proses penelitian
-Kurangnya akses terhadap jurnal dan artikel
-Kualitas dari fakta yang sulit untuk ditemukan
-Keterampilan untuk mencari dalam melakukan kritik riset yang tidak mudah
-Kurangnya kemampuan untuk penggunaan hasil-hasil riset
-Pentingnya pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana untuk menggunakan literature hasil penemuan untuk intervensi praktek yang terbaik diterapkan pada klien

Sumber :
Byrne, M.D., T.R. Jordan, and T. Welle. (2017) “Comparison of Manual Versus Automated Data Collection Method for an Evidence-Based Nursing Practice Study.” Applied Clinical Informatics 4.1 (2013): 61–74. PMC. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3644815/
"


Erva Yulinda Maulidiana

pada : 07 September 2017


"Nama: Erva Yulinda Maulidiana
NIM: 131611133033
Jawaban:
Evidence-Based Nursing Practice adalah penggunaan yang teliti dan bijaksana dari bukti terbaik saat ini, bersamaan dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memandu keputusan perawatan kesehatan. Pada intinya EBNP ini adalah praktik keperawatan yang konsisten dengan bukti terbaik saat ini. Dalam implementasi EBNP ini pada dasarnya harus melibatkan 4 langkah sekuensi: pertama, menyusun pertanyaan yang jelas berdasarkan masalah klinis; kedua, mencari bukti yang relevan; ketiga, manilai secara kritis; keempat, menerapkan temuan tersebut untuk pengambilan keputusan klinis.
Titler, M. G. (2008). Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Hanbook for Nurses. United State.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/
Weng Yi-Hao, et al. (2013). Implementation of Evidence-Based Practice Across Medical, Nursing, Pharmacological and Allied Healthcare Professionals: A Questionnaire Survey in Nationwide Hospital Setting. Taiwan.
https://implementationscience.biomedcentral.com/articles/10.1186/1748-5908-8-112
Contoh aplikasi penggunaan evidence yaitu tentang penelitian keperawatan yang dilakukan oleh Bennett, P.N., Hany, A yang berjudul Barries to kidney transplants in Indonesia: A literature review dalam penelitian ini berisi tentang database perawatan kesehatan dengan menggunakan istilah pencarian: ginjal, penyaki ginjal, transplantasi, hemodialisis, perawatan, dan indonesia. penelusuran dibatasi pada sumber dan daftar referensi artikel akademis yang menonjol. Hal ini menunjukkan bahwa pengaplikasian evidence dalam peraktik layanan keperawatan di Indonesia hrus berdasarkan bukti yang ada saat ini.
Bennett, P.N. (2009). Barrirs to Kidney Transplants in Indonesia: A Literature Review. Australia.
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-60249103088&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nursing+research+in+indonesian&st2=&sid=3cd8b54d441eff569ff326b842b94ce3&sot=b&sdt=b&sl=45&s=TITLE-ABS-KEY%28nursing+research+in+indonesian%29&relpos=11&citeCnt=2&searchTerm
Metode EBNP ini dilihat dari otoritas publik, pengalaman, keinginan, dan kebutuhan pasien dalam situasi tertentu. Dalam pengaplikasian metode ini memiliki beberapa keuntungan. Dalam layanan kesehatan yang menggunakan metode ini akan lebih mampu menghadapi tantangan dalam meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Kebutuhan untuk literitas informasi yang sistematis dibutuhkan karena adanya peningkatan jumlah informasi kesehatan formal dan informal. Keuntungan lainnya adalah dapat mencegah terjadinya informasi yang berlebihan dari hasil penelitian. Kerugian dalam penerapan EBPN ini dapat membatasi autonomi profesional dari perawat tersebut.
Dalheim et al. (2012). Factors Influencing the Development of Evidence-Based Practice Among Nuses: A Self-Report Survey.
https://bmchealthservres.biomedcentral.com/articles/10.1186/1472-6963-12-367
Dalam implementasian EBNP masih ada beberapa hambatan yang terjadi. Hambatan ini merupakan tantangan khusus dalam keperawatan. Hambatan tersebut termasuk kesiapan perawat dalam praktik untuk memahami dan menerapkan EBNP karena beragam tingkat persiapan dan kurangnya penyertaan penelitian dan EBNP dalam banyak program pendidikan keperawatan dasar. Ada juga hambatan yang dialami karena kurangnya waktu untuk melakukan dan menerapkan penilitian sehingga ini akan menghambat dalam implementasi EBNP.
Miller, L. Louis et al. (2010). The Evidence Base in Gerontological Nursing has Made Important Strides in the Past 25 Years and has had a Far-Reaching Impact on the Quality of Care for Older Adults.



"


ANNISA FIQIH ILMAFIANI

pada : 07 September 2017


"NAMA : ANNISA FIQIH ILMAFIANI
NIM : 131611133045

JAWABAN:

1. Praktek berbasis bukti memerlukan pembuatan profesional keputusan berdasarkan bukti-bukti yang dikumpulkan secara sistematis ditarik dari penelitian dan dari pengalaman dan pada pasien keinginan dan kebutuhan dalam situasi tertentu. Tidak cukup waktu adalah penghalang terbesar untuk menemukan dan meninjau penelitian sastra. Namun, keterampilan dalam praktek berba-sis bukti dipengaruhi penggunaan sumber pengetahuan serta bagaimana perawat dinilai menjadi hambatan untuk praktek berbasis bukti. Praktik berbasis bukti memiliki peran yang sangat spesifik dalam pengiriman aman perawatan klinis, tetapi menciptakan masalah yang serius untuk praktik Keperawatan. Teori Keperawatan dan EBP sangat penting untuk berlatih. EBP dapat menggantikan teori keperawatan. Keduanya harus melengkapi satu sama lain. Mendiagnosis dan perawatan kesehatannya yang berbasis di praktek terbaik, sehingga pemahaman dan penerimaan entitas ini sangat penting. Disini dimana teori keperawatan masuk.

Titler, M. G., 2008 Apr. Chapter 7The Evidence for Evidence-Based Practice Implementation. Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses..
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/


2. Pelaksanaan EBP tempat tuntutan tambahan perawat untuk menerapkan bukti kredibeluntuk situasi individu klien melalui mencari bukti terkait, menggunakan penilaian klinis, mempertimbangkan nilai-nilai klien dan sumber daya sistem.
Negara-negara di daerah timur seperti Cina, Indonesia dan Jepang telah mulai untuk mengintegrasikan praktik reflektif ke dalam kurikulum mereka (Ip dkk., 2012; Kuswandono, 2014; Stockhausen dan Kawashima, 2002)
Penggunaan flashcard dipilih sebagai alat kreatif untuk membantuu peserta dalam berbagai pengalaman rileks mereka dan lingkungan yang menyenangkan dan untuk meminimalkan pengaruh daya tinggi jarak dimensi yang mungkin datang ketika menangkap data dalam pengaturan ini. Metode ini digunakan pada pelajar keperawatan pasa studi ini dianggap menjadi kesempatan yang baik.

Wanda, D., 2015. Using flash cards to engage Indonesian nursing students in reflection on their practice. Volume 38, pp. 132-137.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S026069171500502X?via%3Dihub
3. Relasional dalam keperawatan manusia memerlukan dasar pengetahuan dan keterampilan yang di informasikan oleh filosofi, nilai-nilai, teori, pengalaman dan imajinasi. EBP juga tidak membawa keuntungan dari Keperawatan yang memerlukan dasar pengetahuan dan keterampilan yangdiinformasikan oleh filosofi, nilai-nilai, teori, pengalaman dan imajinasi (Doll,2008).
Lalu belajar, pertumbuhan, dialog dan permintaan untuk menyulap set implikasi yang berbeda dari orang-orang yang berafilasi dengan bukti.
Manfaat dan keuntungannyanya adalah bahwa layanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu memenuhi tantangan meningkatkan keselamatan pasien dan kualitaslayanan. Kebutuhanuntuk literasi informasi sistematis diperlukan karena peningkatan jumlah informasikesehatan formal dan informal, harapan yang terkait dengan pengobatan baru dan pasien peran panjang berkaitan dengan keputusan klinis

Mitchel, G. J., 2013. Implications of Holding Ideas of Evidence-Based Practice in Nursing. 10 april, Volume 26, pp. 143-151.


4. Meskipun EBP mempunyai keuntungan menggunakan EBP dalam kesehatan masih menghadapi beberapa hambatan. Ini telah di dokumentasikan dalam eksplorasi dan pengamatan studi. Pada ulasan penelitian menunjukan bahwa hambatan dominan berkaitan dengan faktor-faktor organisasi seperti kurangnya waktu untuk menemukan penelitian dan untuk menerapkannya. Hambatan utama pada EBP adalah bahwa literatur penelitian tidak dikomplikasi di suatu tempat, tidak kooperatif dan kurangnya waktu.
Hambatan yang menghambat praktek berbasis bukti dan keterampilan mereka mengidentifikasi dalam menemukan, meninjau dan menggunakan penelitian berbasis bukti. Selanjutnya, menentukan apakah keterampilan yang dilaporkan sendiri dalam mencari, meninjau dan menggunakan penelitian dalam praktek dikaitkan dengan :
a) sumber-sumber pengetahuan yang dilaporkan untuk digunakan dan
b) hambatan dilaporkan untuk praktek berbasis bukti.

Dalheim, A., s. H. & Nilsen, R. M., t.thn. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey.
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jep.12653/epdf

"


muhammad hidayatullah al muslim

pada : 07 September 2017


"NAMA: Muhammad Hidayatullah Al Muslim
NIM: 131611133039
KELAS: A1
1. Apa yang dimaksud dengan evidence dalam evidence-based nursing practice (EBNP)
Evidence berdasarkan bukti fakta literature dan penelitian untuk meningkatkan pelayanan kesehatan,evidence dalam penelitian membahas keefektifan atau efektivitas mengenai asuhan keperawatan,kebutuhan akan uji klinis di mana hipotesis dan desain penelitian dikembangkan secara spesifik untuk menginformasikan keputusan kebijakan klinis dan membantu perawat dalam melakukan pengkajian asuhan keperawatan.

Andrew, C., 2011. evidence-based practice in nursing:concepts and appllicantions. Medical Information Sience refrence. .
http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.882004&ctx_enc=info%3Aofi%2Fenc%3AUTF8&rfr_id=info%3Asid%2Fsummon.serialssolutions.com&rft_val_fmt=info%3Aofi%2Ffmt%3Akev%3Amtx%3Abook&rft.genre=book&rft.title=EvidenceBased+Practice+in+Nursing+Informatics&rft.date=20110101&rft.pub=Medical+Information+Science+Reference&rft.isbn=9781609600341&rft.externalDocID=9781609600365¶mdict=en-US

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia?
EBP sangat penting untuk perawat karena harus menunjukan bukti yang nyata dalam perencanaan proses keperawatan dengan menggunakan penelitian berbasis bukti. Penelitian operasional saat ini merupakan salah satu pilar strategi global untuk mengendalikan tuberkulosis.
Indonesia mengembangkan kapasitas untuk penelitian operasional tentang tuberkulosis. mempublikasi penelitian di jurnal pereview merupakan indikator penting untuk mengukur keberhasilan dari praktik keperawatan, pengaruh penelitian operasional mengenai kebijakan dan praktik dianggap lebih banyak mempengaruhi. penelitian operasional mempengaruhi tuberkulosis mengendalikan kebijakan dan praktik keperawatan

Probandari, A., Wijanarko, B. & d., 2016. The path to impact of operational research on tuberculosis control policies and practices in Indonesia.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4770863/pdf/GHA-9-29866.pdf


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?

Keuntungan
• lampiran berisi template yang bermanfaat untuk mempermudah dalam mendokumentasikan keperawatan karena hasil tempalate mudah dan jelas.

• Perawat di semua tingkatan akan terlihat jelas penjelasannya tentang perbedaan antar tenaga medis hasil dari sistem EBNP menghasilkan outcome yang maksimal karena dalam sistem ini perawat melakukan kolaborasi dengan tenaga kesehatan yang lain.


Kerugian
• Hambatan seperti kurangnya waktu, kesulitan formulasi atau menerjemahkan pertanyaan untuk EBP, atau kesulitan strategi semua pencari optimal bertentangan terhadap penggunaan yang efektif dari literatur penelitian.

Lavin, M. A., 2005. Development and Evaluation of Evidence-Based Nursing (EBN) Filters and Related Databases.. Journal of the Medical Library Association 93.1, pp. 104-115.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PM545129/?report=classic




4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?

Determinan yang dapat menghambat evidence based nursing practice yakni:
Fungsi profesi,usia,jumlah tahun ppengalaman,waktu,dukungan organisasi keterampilan,kurangnya pemahaman EBP dan Hambatan seperti kurangnya waktu, kesulitan formulasi atau menerjemahkan pertanyaan untuk EBP.


Henk Verloo RN, P., Desmendt, M., Morin, D. & d., n.d. Beliefs and implementation of evidence-based practice among nurses and allied healthcare providers in the Valais hospital, Switzerland.
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jep.12653/abstract



"


Desti Nayunda Lulu

pada : 07 September 2017


"NAMA : DESTI NAYUNDA LULU
NIM : 131611133137
JAWABAN
1. Yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice adalah suatu suatu cara dalam melakukan praktk keperawatan yang berdasarkan pada fakta yang terbukti dari penelitian yang telah ada dan terus berkembang hingga saat ini. Untuk di Indonesia sendiri kita masih jauh tertinggal dengan nagera lainnya dalam hal praktik keperawatan, hal ini tidak lain kerena banyak sekali perawat jaman dulu yang menggunakan prinsip biasanya seperti itu, dan terus mewarisi kebiasaan tersebut kepada para penerusnya. Hal tersebut sangat disayangkan mengingat saat ini banyak sekali perawat di negara lain yang mengembangkan praktik keperawatannya berdasarkan EBNP yang terus berkembang secara pesat.

Dame Elysabeth, Gita Libranty, Siska Natalia. (2015).Correlation Between Nurse’s Educations Level with The Competency to Do Evidence-Based Practice. Jurnal Skolastik Keperawata. Vol. 1, No. 1
Paula M, Karnick,RN;PhD.(2016).Evidence-Based Practice and Nursing Theory. Nursing Science Quarterly. Vol. 29(4) 283-284

2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia terdapat tiga model implementasi evidence dalam praktek keperawatan yaitu, Model Settle, Model IOWA Model of EBP to Promote Quality Care, serta Model konseptual Rosswurm dan Larrabee. Pada Model IOWA Model of EBP to Promote Quality Care berawal dari adanya pemicu mengenai permasalahan klinis keperawatan yang sedang terjadi saat itu juga, berdasarkan prakteknya dapat mengembangkan ide kreatif untuk menghadapi suatu permasalahan dari perawat itu sendiri. Ujung tombak dari model ini dalah untuk promosi kualitas pelayanan kesehatan pasien dan pemecahan suatu masalah. Tujuan utama dari model ini adalah untuk memastikan proses pembuatan keputusan yang aman diantara keputusan yang ada.

Kathy Reavy, PhD, RN, & Susan Tavernier, APRN-CNS.(2008). Nurse Reclaiming Ownwership of Their Practice : Implementation of an Evidence-Based Practice Model and Prosess. The jurnal Of Continuing Education in Nursing. Vol 39, No.4

3. Keuntungan menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan diantaranya, para pendidik perawat memiliki kesempatan untuk meningkatkan hasil pasien untuk masa yang akan datang dengan memfasilitasi EBNP pendekatan klinis dalam pendidikan keperawatan. Dengan menggabungkan EBNP dalam proses pembelajaran dapat membantu mahasiswa dalam meningkatkan keterampilan mereka dalam mengakses dan menganalisa bukti relevan yang mendukung praktek keperawatan sekaligus dapat menyadarkan pentingnya bukti perkembangan riset terkini.
Kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan adalah walaupun ilmu keperawatan berkembang seperti halnya cabang ilmu lainnya, namun sayangnya dalam praktek penggunaan metode EBP masih belum bisa optimal di berbagai bidang keperawatan baik pendidikan, keperawatan dasar maupun spesialis. Selain itu kendala di lapangan praktik keperawatan, nilai terhadap seorang perawat diukur dari seberapa banyak dan seberapa baik dalam meyelesaikan tugas daripada melakukan pemikiran kritis.

Kelly L. Penz, MN, RN, and Sandra L. Bassendowski, PhD, RN.(2006).Evidence-Based Nursing in Clinical Practice:Implications for Nurse Educators. The jurnal Of Continuing Education in Nursing.Vol.37,No.6

4. Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP tidak lain berasal dari regenerasi dari disiplin ilmu keperawatan itu sendiri. Sama halnya dengan disiplin ilmu lainnya, ilmu keperawatan juga berkembang sangat pesat. Namun, dalam pengembangan ilmu keperawatan terdapat kesenjangan antara generasi pengetahuan baru dan adopsi yang meluas untuk memperbaiki hasil keperawatan dan kesehatan. Selain itu, terdapat tantangan khusus yang berasal dari internal keperawatan dalam praktin melaksanakan EBNP karena tingkat persiapan di tiap program pendidikan keperawatan yang berbeda. Selain itu, terdapat hambatan pada Ners Gerontik untuk menerapkan EBNP karena keterbatasan akses terhadap teknologi dan kolaborasi dengan peneliti sangat jarang terjadi.

Miller, Lois L;Ward, Deborah; Young, Heather M.(2010). Evidence-Based Practices in Nursing. Generations; 34,1;ProQuest pg. 72
"


Maulidiyah Mahayu Nilam Anindy

pada : 07 September 2017


"Nama: Maulidiyah Mahayu Nilam Anindy
NIM: 131611133067
Jawaban:
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-based nursing practice merupakan pengintegrasian hasil penelitian dengan pengalaman klinik dan nilai – nilai yang dipercayai oleh pasien dan keluarganya dalam tindakan keperawatan yang bertujuan untuk meningkatkan hasil dari asuhan keperawatan bagi pasien. Perawat hendaknya memiliki pengetahuan yang baik tentang konsep evidence-based nursing practice dan mampu menyikapi penerapannya secara positif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat gambaran tingkat pengetahuan dan sikap perawat terhadap penerapan evidence-based nursing practice.

Sumber: Lavin MA, Krieger MM, Meyer GA, et al. Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases. J Med Libr Assoc 93(1) January 2005.

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh penggunaan evidence based practice nursing seperti yang diterapkan di RSUP Dr. M. Djamil, dengan menggunakan salah satu misi rumah sakit yaitu “Menyelanggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehtan masyarakat”. Penerapan EBNP di rumah sakit ini sudah diterapkan sejak tahun 2012 yang diharuskan perawat di ruang inap bedah menjadi kontributor penyusunan Standar Pleayanan Keperawatan Ortopedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan menggunakan metode Evidence Based Nursing Practice.

Sumber: Oktiayuliandri, C.(2015). Pengetahuan Dan Sikap Perawat Dalam Penearapan Evidence-Based-Nursing-Practice Di Ruang Inap RSUP Dr. M. Jamil Padang Tahun 2015. Penelitian Manajemen Keperawatan.
Link: http://repository.unand.ac.id/23091/1/REPOSITORY.pdf

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan Praktik Keperawatan?
Keuntungan menggunakan metode EBNP antara lain; (1) Memberikan perawatan secara efektif dengan menggunakan hasil penelitian yang terbaik; (2) Memberikan asuhan keperawatan berdasarkan sumber yang aman dan terpercaya; (3) Memberikan pelayanan keperawatan yang terbaik; (4) Memberikan jaminan standar kualitas dan memicu adanya inovasi.
Sedangkan kekurangan dalam metode ini yakni; (1) Perawat kadang tidak dapat menjamin bahwa penelitian dapat diterapkan dalam praktek sehari-hari; (2) Perawat masih banyak yang belum mengetahui dan memahami cara mengakses hasil-hasil penelitian, mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar dalam pengambilan keputusan.

Sumber: Hapsari, E. D. (2011). Pengantar Evidence-Based Nursing. In Prosiding Seminar Nasional & Internasional.

4. Determinan apa sajakag yang dapat menghambat Implementasi EBNP?
Hambatan yang dijumpai dalam penggunaan hasil-hasil penelitian keperawatan terkait karakteristik penelitian, perawat, organisasi keperawatan menurut Polit&Hungler (1999) antara lain; (1) Karakter Penelitian, penelitian yang dilakukan oleh perawat kadang tidak menjamin bahwa hal tersebut dapat diterapkan dalam praktek sehari-hari; (2) Karakteristik Perawat, masih banyak perawat yang belum mengetahui cara mengakses hasil-hasil penelitian, mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar dalam pengambilan keputusan; (3) Karakteristik Tempat Kerja, suasana tempat kerja tidak mendukung adanya pengguanaan hasil penelitan; (4) Karakteristik Profesi, masih adanya kesulitan untuk menggabungkan antara perawat klinisi dan perawat peneliti untuk berinteraksi dan berkolaborasi terkait penelitian.

Sumber: Hapsari, E. D. Pengantar Evidence-Based Nursing. Proseding SeninaiNasional’Keperawatan PPNI Jawa Tengah
Link: http://elisa.ugm.ac.id/user/archive/download/6511/20ada1b0afbaacda92736ec5a35c30f7
"


MUTIARA CITRA DEWI

pada : 07 September 2017


"NAMA : MUTIARA CITRA DEWI
NIM : 131611133078
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice adalah proses dimana perawat membuat keputusan klinis dengan menggunakan bukti penelitian terbaik yang tersedia, keahlian klinis mereka, dan preferensi pasien.
Sumber : Doran, D et al 2012, ‘The role of organizational context and individual nurse characteristic in explaining variation in use of information technologies in evidence based practice’, Implementation Science, vol. 122, no. 7, hh. 1-44 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3543384/)
EBNP adalah sebuah pendekatan yang mengharuskan keputusan tentang perawatan kesehatan yang harus didasarkan pada bukti terbaik yang ada, terkini, valid dan relevan. Selain itu, keputusan berbasi bukti harus dilakukan oleh mereka yang mendapat perawatan, diinformasikan oleh mereka yang memberikan perawatan secara eksplisit.
Sumber : Stokke, K., Olen, N. R., Espehaug, B., & Nortvedt, M. W. 2014, ‘Evidence based practice beliefs and implementation among nurses: a cross-sectional study’, BMC Nursing, vol. 13 no. 18 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3987836/)
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Program dalam aplikasi evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia dalam beberapa tahun mengalami peningkatan. Contoh programnya adalah SEA-ORCHID (South East Asian Optimising Reproductive and Child Health Outcomes in Developing Countries) yang berfokus pada Asia Tenggara dalam mengoptimalkan hasil kesehatan reproduksi dan anak di negara berkembang yang melibatkan empat negara di Asia Tenggara (Thailand, Malaysia, Filipina dan Indonesia). Tujuannya adalah mempromosikan penggunaan bukti kualitas tinggi, terutama pada masalah klinis yang relevan dengan wilayah sasaran.
Sumber : Lai, N. M., Teng, C. L., & Lee, M. L 2010, ‘ The place and barriers of evidence based practice: knowledge and perceptions of medical, nursing and allied health practitioners in malaysia’, BMC Research Notes, vol. 3, hh. 279 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2989979/)
Sumber : http://australia.cochrane.org/south-east-asia-optimising-reproductive-and-child-health-developing-countries-sea-orchid
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan : ketersediaan bukti kualitas yang baik akan mendukung kompleksitas praktik keperawatan, mengurangi ketidakpastian klinis sehubungan dengan hasil yang diinginkan, memahami tentang karakteristik keputusan klinis dimana mereka cenderung terlibat, penting untuk mendukung dalam mengakses dan memproses informasi
Kerugian : beberapa perawat pada kenyataannya cenderung lebih memilih sumber informasi berdasarkan pengalaman tim perawatan daripada temuan penelitian. Dalam pengambilan keputusan klinis, perawat cenderung mengandalkan terutama pada sumber daya informal dan ekperiensial, dan jauh lebih sedikit pada temuan dan protokol ilmiah (Rycroft-Malone et al., 2009, Traynor et al., 2010).
Sumber : Correa, R 2016, ‘Evidence-based practice in the united states: challenges, progress, and future directions’, HHS Public Access, vol. 37, no. 1, hh. 2-22 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/)
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Ada lima hambatan terbesar dalam praktik berbasis bukti, yaitu :
1) Tidak adanya waktu yang mencukupi untuk menemukan sebuah laporan penelitian
2) Informasi organisasi (seperti pedoman dan protokol) sulit ditemukan karena keterbatasan waktu
3) kurangnya adanya kepercayaan dalam menilai kualitas penelitian
4) kesulitan dalam memahami publikasi berbahasa Inggris karena kurangnya keterampilan dalam berbahasa inggris
5) waktu kerja yang tidak memadai untuk menerapkan perubahan dalam praktik
Sumber : Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R.M., & Nortvedt, M.W. 2012, ‘Factors influencing the development of evidence-based practice amon nurses: a self-report survey’, BMC Health Services Research, vol. 12, hh. 367 (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/)
Hambatan lainnya, yaitu : faktor organisasi, seperti kewenangan yang tidak mencukupi mengubah praktik, kendala waktu, kurangnya dukungan untuk pelaksanaan temuan penelitian(Atkinson 2008; Hutchison 2004; Fineout-Overholt 2005) dan kehadiran tujuan lain dengan prioritas lebih tinggi (Pravikoff 2005) dirasakan oleh perawat sebagai penghalang terbesar bagi implementasi EBP
Sumber : Flodgren, G., Ximena, M., Cole, N., & Foxcroft, D. R. 2014, ‘Effectiveness of organisational infrastructures to promote evidence-based nursing practice’, Europe Public Medical Central (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4204172/)
"


NOVITA DWI ANDRIANA

pada : 07 September 2017


"Novita Dwi Andriana
131611133116

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab :
Yang dimaksudkan dengan evidence dalam EBNP adalah suatu bukti yang didasari oleh suatu intergrasi keahlian klinis yang sangat baik dan didasarkan juga dari penilaian klien atau pasien yangdigunaka untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis. Dengan demikian bisa disimpulkan bahwa hal ini sangat berperan penting dalam meningkatkan kualitas dalam praktik keperawatan. Dengan demikian evidence dalam EBNP sangat menggukan perak aktif perawat dalam melakukan tindakan serta pengambilan keputusan klinis oleh pasien yang sangat direspon baik dan benar. Penelitian ini sangat bersifat ilmiah karena telah melalui tahap penelitian yang menghasilkan hal-hal tersebut. Dalam hal ini pun perawat dituntut untuk melakukan pengambilan keputusan klinis dan praktik keperawatan dengan tanggungjawab penuh dan berorientasikan pada halsil yang melalui penggunaan EBP / praktik berbasis bukti.
Sumber :
Varaei, S., Salsali, M., Cheraghi, M. A., Tehrani, M. R. M., & Heshmat, R (2013). Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian Journal of Nrsing and Midwife Research, 18(3), 251-257. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMS3748547/?report=classic

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawab :
Sebuah contoh aplikasi yang berdasarkan evidnce dalam tata pelaksanaan praktik keperawatan yang ada di Indonesia adalah dengan adanya penelitian yang difokuskan dalam pengembangan materi pendidikan dan pelayanan untuk klien/ pasien. Dalam sebuah artikel penelitan oleh Alba et al melakukan penelitian tentang faktor infeksi virus tifus yang ada di kepulauan Indonesia. Dan telah didapatkan hasil bahwa faktornya cerderung karena beberapa makanan terkait dibandingkan pada kontrol serta predikator terkuat dari resiko tifoid pada tingkat rumah tangga seperti ketersediaan sabun di dekat lokasi toilet, dan kemungkinan ini bisa meningkat empat kali lipat. Dan Alba et al menyimpulkan bahwa untuk mengurangi angka kejadian tifoid dapat dilakukan dengan memastikan bahwa kebutuhan cuci tangan sudah tercukupi dengan menggunakan sabun (standart).
Sumber :
Alba, S., Bakker, M. I., Mochammad, H., Scheelbeek, P. F., Dwiyanti R., & al, e. (2016). Risk Factors of Thyphoid Infection in the Indonesian Archipelago. Research Article, 1-5. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1795489614/fulltextPDF/E71EA74BE5C44E61PQ/1?accountid=25704


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawab :
Fitur pencarian menggunakan EBN memiliki kelebihan seperti hasil yang valid dan dapat diakses melalui internet, adapun untuk melengkapi data metodologi yang berguna untuk pengambilan keputusan klinis dan sangat memfasilitasi tinjauan literatur yang dapat dilakukan untuk tujuan praktik, penelitian, atau pendidikan. Namun disisi lain EBN juga memiliki kekurangan seperti kurangnya waktu, beberapa kesulitan dalam perumusan atau penerjemahan pertanyaan untuk EBP, ataupun beberapa kesulitan untuk pengembangan pencarian yang optimal yang semua bertentangan dengan penggunaan literatur penelitian efektif.
Sumber :
Lavin, Mary A. 2005. Development and Evaluation of Rvidence-Based Nursing (EBN) Filters and Related Databases. https:/www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC54129/#__ffn_sectitle (diakses tanggal 3 september 2017 ).

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawab :
Salah satu tantangan terbesar dalam keperawatan adalah kesiapan skill yang matang untuk melakukan tindakan praktik keperawatan menggunakan EBP, karena masih beragamnya tingkat kesiapan seorang perawat serta penyertaan sebuah penelitian, kemudian juga akses terhadap tektonogi kolaborasi dengan sebuah penelitian masih jarang terjadi , seperti akses spesialis klinik atau perawat praktik tingkat lanjut yang memiliki banyak keterampilan untuk mengenali masalah klinis dan menganalisis penelitian.
Sumber :
Miller,L.L., Ward, D.,& Young, H. M. (2010). Evidence-Based Practices in Nursing.Journal of the American Society on Anging,75. https://e- resources.perpusnas.go.id:2171/docview/742470450/fulltextPDF/D2800256A24740B9PQ/1?accountid=25704”

"


EKA APRILLIA DIYAH SANTI K

pada : 07 September 2017


"Nama : EKA APRILLIA DIYAH SANTI K
NIM : 131611133125
Kelas : A3
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Merupakan suatu kegiatan praktik klinis yang berbasis bukti-bukti ilmiah, keahliaan dokter serta pasien yang memiliki nilai dan prefensi. Ada empat langkah dalam initerinterintegrasi epimiologi klinis, biostatistik, metode penelitian, dan informatika keperawatan meliputi :
1. Membingkai pertanyaan yang jelas berdassarkan masalah klinis
2. Memverifikasi bukti yang relevan dari literature
3. Kritis menilai keabsahan penelitian kontemporer
4. Menerapkan temuan tersebut untuk pengambilan keputusan klinis
Pada saat ini BEP telah menjadi indikator penting yang berguna untuk mengevaluasi kompetensi keperawatan. Pada saat ini BEP mengadakan penelitian berbasis kompetensi yang berfungsi melatih para perawat untuk mewujudkan suatu kualiatas dan keamanan perawat.
Sumber :
Original Article, Implementation of Evidence-Based Practice
in Relation to a Clinical Nursing Ladder
System: A National Survey in Taiwan, Yi-Hao Weng, MD • Chiehfeng Chen, MD, MPH, PhD • Ken N. Kuo, MD •Chun-Yuh Yang, MPH, PhD • Heng-Lien Lo, MPH • Kee-Hsin Chen, RN, MSN •Ya-Wen Chiu, MEM, PhD. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25588625

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Menekankan pentingnya kunjungan perawatan antenatal untuk mempertahankan status kesehatan ibu dan kesehatan janin. Sebuah studi yang mengevaluasi efektivitas sebuah antenatal lokakarya promosi kesehatan awal menemukan bahwa gaya hidup sehat selama untuk memotivasi ibu hamil untuk menghadiri pelayanan antenatal yang tersedia.
Sumber:
widyawati et al, 2014. A randomised controlled trial on the four pillars approach in managing pregnant women with anaemia in Yogyakarta-Indonesia: a study protocol, school of nursing, facultyof medicine, Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, Indonesia, BMC prenancy and childbirth 2014, 14:163 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/24884497



3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan EBNP :
a. Meminimalisir penelitian dengan kualitas yang buruk
b. Memiliki sumber daya yang terbaik dan terpercaya
c. Menjadi jembatan antara peneliti dan pratik
d. Meminimalisir penelitian dengan kualitas yang buruk
Kerugian EBNP :
a. Apabila terjadi kesalahan maka akan berdampak pada hasil penelitian yang terkait, maka dari itu kita harus lebih valid dan teliti dalam melakukan sebuah penelitian
Sumber :
Miettinen, Merja & Saranto, Kaija 2016, ‘Standardized Nursing documentation Supports Evidence-Based Nursing Management’, US National Library of Medicine National Institutes of Health, vol.225, pp. 466-470. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/27332244
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
1. Tidak cukup waktu untuk menemukan laporan penelitian
2. Tidak cukup waktu untuk menemukan informasi organisasi
3. Kurangnya konfirmasi dalam menilai kualitas penelitian
4. Kesulitan dalam memahami publikasi berbahasa Inggris
5. Tidak cukup waktu di tempat kerja untuk menerapkan perubahan dalam praktik
Sumber :
Dalheim, Anne et al 2012. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. https://bmchealthservres.biomedcentral.com/articles/10.1186/1472-6963-12-367







"


Listya Ernissa Mardha

pada : 07 September 2017


"NAMA : lISTYA ERNISSA MARDHA
NIM : 131611133017
KELAS : A-1/2016
JAWABAN :
1.Evidence-Based Practice adalah penggunaan bukti untuk mendukung pengambilan keputusan di pelayanan kesehatan. Sedangkan Menurut Melnyk & Fineout-Overholt (2011) Evidence-Based Practice in Nursing adalah penggunaan bukti ekternal, bukti internal (clinical expertise), serta manfaat dan keinginan pasien untuk mendukung pengambilan keputusan di pelayanan kesehatan.

Sumber :
•Flodgren, Gerd et al. “Effectiveness of Organisational Infrastructures to Promote Evidence-Based Nursing Practice.” The Cochrane database of systematic reviews 2 (2012): CD002212. PMC. Web. 6 Sept. 2017. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4204172/

2. Di Indonesia, kebijakan penggunaan hasil penelitian terdapat pada perumusan kompetensi dalam SK No. 045/U/2002 Kepmendiknas tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi Tahun 2002 pasal 2 yang menyebutkan bahwa kompetensi hasil didik suatu program studi terdiri atas kompetensi utama, kompetensi pendukung, dan kompetensi lainnya yang bersifat khusus dan gayut dengan kompetensi utama. Selain itu juga terdapat dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan Pasal 2 huruf b yang menyatakan bahwa Praktik Keperawatan berasaskan nilai ilmiah. RSUP Dr. M. Djamil adalah salah satu rumah sakit di Indonesia yang telah mengembangkan penerapan evidence-based practice. Terbukti dari hasil wawancara dengan kepala SPF ruangan rawat inap bedah yang menyatakan jika EBNP suadh mulai diterapkan dari tahun 2012 dan terlihat dalam salah satu misi rumah sakit tersebut yaitu “Menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”.

Sumber :
•Oktiayuliandri citra, ”PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM PENERAPAN EVIDENCE-BASED NURSING PRACTICE DI RUANG RAWAT INAP RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2015”, Penelitian Manajemen Keperawatan, juni 2015. http://repository.unand.ac.id/23091/1/REPOSITORY.pdf

3.Keuntungan :
-Menggunakan sumber daya yang terbaik dan terpercaya
-Memberikan pelayanan yang terbaik

Kerugian :
-Membatasi autonomi professional

Sumber :
•Seyyedrasooli, Alehe et al. “Individual Potentials Related to Evidence-Based Nursing among Nurses in Teaching Hospitals Affiliated to Tabriz University of Medical Sciences, Tabriz, Iran.” Journal of Caring Sciences 1.2 (2012): 93–99. PMC. Web. 6 Sept. 2017. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4531385/

4.Determinan yang menghambat implementasi EBNP diantaranya adalah :
-Berkaitan dengan penggunaan waktu
-Akses terhadap jurnal dan artikel
-Ketrampilan untuk mencari
-Ketrampilan dalam melakukan kritik riset
-Kurang paham atau kurang mengerti
-Kurangnya kemampuan penguasaan bahasa untuk penggunaan hasil-hasil riset
-Salah pengertian tentang proses
-Kualitas dari fakta yang ditemukan
-Pentingnya pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana untuk menggunakan literatur hasil penemuan untuk intervensi praktek yang terbaik untuk diterapkan kepada klien

Sumber :
•Hockenberry, Marilyn, David Wilson, and Patrick Barrera. "Implementing Evidence-Based Nursing Practice in a Pediatric Hospital." Pediatric Nursing, vol. 32, no. 4, 2006, pp. 371. http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.88-2004&ctx_enc=info%3Aofi%2Fenc%3AUTF-8&rfr_id=info%3Asid%2Fsummon.serialssolutions.com&rft_val_fmt=info%3Aofi%2Ffmt%3Akev%3Amtx%3Ajournal&rft.genre=article&rft.atitle=Implementing+evidence-based+nursing+practice+in+a+pediatric+hospital&rft.jtitle=Pediatric+Nursing&rft.au=Hockenberry%2C+Marilyn&rft.au=Wilson%2C+David&rft.au=Barrera%2C+Patrick&rft.date=2006-07-01&rft.pub=Jannetti+Publications%2C+Inc&rft.issn=0097-9805&rft.volume=32&rft.issue=4&rft.spage=371&rft.externalDBID=n%2Fa&rft.externalDocID=A150695664¶mdict=en-US


"


Grace Marcellina B

pada : 07 September 2017


"NAMA : Grace Marcellina B
NIM : 131611133061
JAWABAN :

1.Yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah hasil – hasil penelitian tidak dapat berdiri sendiri sebagai bukti ilmiah tunggal. alasannya adalah karena pada dasanya, EBNP sendiri adalah suatu kerangka kerja bagi perawat yang mengintegrasikan hasil penelitian terbaik dengan pengalaman klinik dan keyakinan serta nilai – nilai yang dianut oleh pasien untuk memutuskan suatu asuhan keperawatan bagi pasien (Panagiari, 2008). Jadi, sebelum membuat keputusan klinik yang terbaik bagi pasien, perawat harus mempertimbangkan dan mengacu pada hasil – hasil penelitian terkini dan terbaik. Penelitian pada hakikatnya adalah melakukan evaluasi, mengukur kemampuan, menilai dan mempertimbangkan sejauh mana efektivitas tindakan yang telah diberikan.

sumber :
Mackey, april, Bassendowski, Sandra. “THE HISTORY OF EVIDENCE-BASED PRACTICE IN NURSING EDUCATION AND PRACTICE” Journal of Professional Nursing, Vol 33, No. 1 (January/February), 2017: pp 51–5 http://ac.els-cdn.com/S875572231630028X/1-s2.0-S875572231630028X-main.pdf?_tid=8c14ad6c-93b9-11e7-a1d4-00000aab0f26&acdnat=1504781258_dc27a63440faf3a8d8857967b27c6033

2.Di Indonesia, kebijakan penggunaan hasil penelitian terdapat pada perumusan kompetensi dalam SK No. 045/U/2002 Kepmendiknas tentang Kurikulum Inti Pendidikan Tinggi Tahun 2002 pasal 2. Selain itu juga terdapat dalam UndangUndang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2014 Tentang Keperawatan Pasal 2 huruf b. RSUP Dr. M. Djamil adalah salah satu rumah sakit di Indonesia yang telah mengembangkan penerapan evidence-based practice. Terbukti dari hasil wawancara dengan kepala SPF ruangan rawat inap bedah yang menyatakan jika EBNP suadh mulai diterapkan dari tahun 2012 dan terlihat dalam salah satu misi rumah sakit tersebut yaitu “Menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”.

sumber :
Oktiayuliandri citra, ”PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM PENERAPAN EVIDENCE-BASED NURSING PRACTICE DI RUANG RAWAT INAP RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2015”, Penelitian Manajemen Keperawatan, juni 2015 http://repository.unand.ac.id/23091/1/REPOSITORY.pdf

3.-Keuntungan : memberikan hasil asuhan keperawatan yang lebih baik kepada pasien, karena tindakan yang diberikan sesuai dengan yang dibutuhkan pasien, selain itu perawat menjadi lebih kretf, inisiatif dan cepat tanggap terhadap rangsangan dari lingkungannya karena telah mlakukan penelitian terlebih daulu. Terjadinya pula peningkatan kualitas dari perawat itu sendiri.
-Kerugian : kurangnya pendidikan tentang proses penelitan, kurangnya nulai untuk peneliian dalam praktik, kesulitan untuk mengakses laporan penelitian dan artikel, kurangnya pengetahuan tentang EBNP, jadi masih banyak perawat yang tidak mengerti dan bahkan tidak mengetahui tentang EBNP.

Sumber : Holleman, Gerda, Eliens, Aart, Vliet, Marjolein van, Achterberg, Theo van, "Promotion of evidence-based practice by profesional nursing associations : literature rivew”, mar 04, 2015. https://www.researchgate.net/publication/7224854_Promotion_of_evidence-based_practice_by_professional_nursing_associations_Literature_review

4.Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP adalah :
- Berkaitan dengan penggunaan waktu
- Akses terhadap jurnal dan artikel
- Ketrampilan untuk mencari
- Ketrampilan dalam melakukan kritik riset
- Kurang paham atau kurang mengerti
- Kurangnya kemampuan penguasaan bahasa untuk penggunaan hasil-hasil riset
- Salah pengertian tentang proses
- Kualitas dari fakta yang ditemukan
- Pentingnya pemahaman lebih lanjut tentang bagaimana untuk
menggunakan literatur hasil penemuan untuk intervensi praktek yang
terbaik untuk diterapkan kepada klien

sumber :
Hockenberry, Marilyn, David Wilson, and Patrick Barrera. “Implementing Evidence-Based Nursing Practice in a Pediatric Hospital” Pediatric Nursing, vol. 32, no. 4, 2006, pp. 371. http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.88-2004&ctx_enc.

"


SULPINCE WEYA

pada : 07 September 2017


"1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-Based Practice (EBP), salah satunya adalah Evidence-Based Nursing (EBN), merupakan pendekatan yang dapat digunakan dalam praktik perawatan kesehatan, yang berdasarkan evidence atau fakta. informasi yang diperoleh dari hasil penelitian yang didesain dengan baik, keahlian klinis, perhatian pasien, dan pilihan pasien (Hpllomean G, et aL,2006). Di lain pihak, setidaknya terdapat tiga perbedaan antara. EBM dan EBN, yaitu terkait fokus penelitian, desain penelitian yang digunakan. dan bahwa kedua profesi, yaitu kedokteran dan keperawatan menggunakan istilah diagnosis yang berbeda: Pada literature lama; EBN ditulis sebagai penggunaan dan hasil penelitian / research utilization EPN sudah diperkenalkan dan di terapkan dalam sistem pendidikan keperawatan maupun dalam praktek pemberian asuhan keperawatan pada pasien. Pada tahun 1987, Leininger menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi oleh perawat dewasa ini adalah tentang bagaimana menggunakan metode penelitian yang dapat menerangkan secara jelas tentang sifat penting, makna dan komponen keperawatan sehingga perawat dapat menggunakan pengetahuan ini dengan cara yang bermakna.Diketahui bahwa pasien yang menerima asuhan keperawatan yang berdasarkan hasil penelitian menunjukkan hasil yang lebih baik dibandingkan pasien yang menerima asuhan keperawatan berdasarkan tradisi (Heater et al, 1988).
jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/308

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia! 
kualitas pelayanan. Berbagai upaya dilakukan
untuk dapat memberikan pelayanan yang aman dan berkualitas, salah satunya adalah pemanfaatan teknologi
informasi diharapkan dapat meningkatkan patient safety.
Akses ke catatan pasien, pemesanan obat, dan sumber daya pendidikan melalui internet atau intranet untuk transfer
pengetahuan dan keunggulan klinis dalam pemberian perawatan. Salah satu bagian dari perkembangan teknologi
dibidang informasi yang sudah mulai dipergunakan oleh kalangan perawat di dunia internasional adalah teknologi
PDA (personal digital assistance). Perawat, dokter, bahkan pasien akan lebih mudah mengakses data pasien.
jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/308

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Sama dengan gabungan antara metode tim dan metode perawatan primer.
Semua metode di atas dapat digunakan sesuai dengan situasi dan kondisiruangan. Jumlah staf yang ada harus berimbang sesuai dengan yang telah dibahaspembicara yang sebelumnya. Selain itu kategori pendidikan tenaga yang ada perludiperhatikan sesuai dengan kondisi ketenagaan yang ada saat ini di Indonesiakhususnya di rumah sakit Dr. Cipto Mangunkusumo metode tim lebih memungkinkanuntuk digunakan, selain itu menurut organisasi rumah sakit Amerika bahwa dari hasilpenelitian dinyatakan 33% rumah sakit menggunakan metode Tim, 25% perawatantotal/alokasi klien, 15% perawatan primer dan 12% metode fungsional (Kron & Gray,1987). Dengan demikian metode tim tepat digunakan model praktik keperawatan profesional

deskjazz.blogspot.co.id/2016/03/metode-praktik-keperawatan.html?m=1

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Pengetahuan perawat masih
cukup rendah akan konsep Evidence-
based Practice sehingga membuat
perawat saat ini belum cukup siap dalam
mengimplementasikan Evidence-based
Practice. Akan tetapi sikap mereka cukup
positif terhadap langkah yang mesti
dilakukan untuk mengimplementasikan
Evidence-based Practice. Adapun hal
yang sangat mendukung pemahaman,
sikap dan kesiapan perawat dalam
implementasi Evidence-based Practice
ini adalah tingkat pendidikan yang
adekuat dan disertai dengan penguasaan
komputer dan keterampilan mencari
literatur. Sedangkan faktor
penghambatnya dapat berupa minimnya
penguasaan bahasa asing, waktu yang
terbatas serta pengetahuan yang belum
cukup dalam memahami konsep
Evidence-based Practice. Penelitian
lanjutan yang dilakukan dapat berupa
identifikasi manfaat penggunaan hasil
riset pada perawatan pasien dengan
melibatkan responden yang terdiri dari
pasien dan perawat.
https://www.google.co.id/search?client=ms-android-oppo&biw=360&bih=300&ei=AS2xWaqmBcLwvASYv5Vg&q=menghambat+implementasi+EBP%3F&btnG="


KHILYATUD DINIYAH

pada : 07 September 2017


"Nama : KHILYATUD DINIYAH
NIM : 131611133107
Kelas : A3 2016

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence Based Nursing Practice (EBNP) ?

praktik keperawatan berbasis bukti berakar pada premis yaitu perawatan pasien harus diberi tahu dengan bukti yang tepat. Profesional keperawatan memanfaatkan bukti yang terbaik untuk menginformasikan praktik klinis mereka dan pengambilan keputusan. Seperti menurut CNA, "pembuatan keputusan dalam praktik keperawatan dipengaruhi oleh bukti dan juga oleh nilai individu, pilihan klien, teori, klinis penilaian, etika, undang-undang dan lingkungan praktik " (2002, hal.1). oleh karena itu, suatu bukti penelitian dan pengamatan untuk pengambilan keputusan dalam tindakan keperawatan sangatlah penting sebagai acuan evaluasi tindakan kepada klien.

Sumber :
MACKEY, APRIL et al. "THE HISTORY OF EVIDENCE-BASED PRACTICE IN NURSING EDUCATION AND PRACTICE." Journal of Professional Nursing (2017): 51-55.

https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84973920661&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=THE+HISTORY+OF+EVIDENCE-BASED+PRACTICE+IN+NURSING+EDUCATION+AND+PRACTICE&st2=&sid=a1852dd5aaa83b608420aafb300010fd&sot=b&sdt=b&sl=87&s=TITLE-ABS-KEY%28THE+HISTORY+OF+EVIDENCE-BASED+PRACTICE+IN+NURSING+EDUCATION+AND+PRACTICE%29&relpos=1&citeCnt=0&searchTerm=

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia ?

Proses penerjemahan dilakukan dengan menerapkan forward dan backtranslation metode. Melakukan adaptasi dan validitas dari bukti penelitian sebelumnya. Pengujian psikometri dilakukan dengan menggunakan analisis faktor dan koefisien alfa Cronbach pada sampel 92 perawat kesehatan primer di Kalimantan Selamatan, Indonesia pada tahun 2013. Hasilnya instrumen yang diterjemahkan menunjukkan validitas konten yang dapat diterima dengan indeks bukti penelitian sebelumnya. Bentuk yang dihasilkan orang Indonesia ditemukan memiliki validitas konten dan keandalan homogenitas yang dapat diterima tapi tidak membangun yang valid di setting Indonesia.

Sumber :
Rachmawati, Kurnia et al. "Translation, adaptation and psychometric testing of a tool formeasuring nurses’ attitudes towards research in Indonesian primary health care." (2017): 96–107.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5340165/

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan ?

Metode EBNP menghasilkan bukti perawatan klinis yang dapat dibagi menjadi empat tingkatan, yang mana sistematis review / meta-analisis (SR / MA) mewakili bukti tingkat pertama, dimana keuntungan penelitiannya bisa mencerminkan hasil aktual intervensi keperawatan dan seringkali dianggap sebagai salah satu sumber bukti terbaik oleh para dokter. Namun kekurangan dalam bukti tingkat pertama meta-analisis, peneliti biasanya harus mengikuti metode yang dipakai oleh peneliti pertama untuk menilai bukti hasil penelitian, keterbatasan penggunakan kelengkapan data yang tersedia, dan metode statistika yang dipakai dalam artikel asal.

Sumber :
Hou, Yuying et al. "Quality of meta-analysis in nursing fields: An exploration based on the JBI guidelines." (2017).

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5441595/pdf/pone.0177648.pdf

4. Determinan apasajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP ?

Dalam penelitian lain telah melaporkan bahwa implementasi EBNP perlu waktu yang lebih untuk belajar tentangan menggunakan simulasi dalam satu pengertian yang sama dalam setiap pengguna serta memiliki sumber daya untuk berkoordinasi yang terkait dengan adopsi dan penggabungan data. Pemanfaatan simulasi yang berbeda di setiap pengguna menyebabkan tindakan kolaboratif dalam praktik keperawatan dengan metode EBNP tidak menemukan titik temu keputusan tindakan.

Sumber :
Taplay, Karyn et al. "Organizational Culture Shapes the Adoption and Incorporationof Simulation into Nursing Curricula: A Grounded Theory Study." (2014).

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4003750/ "


Lukmania Andriani Putri

pada : 07 September 2017


"1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Keperawatan berbasis vidence didasarkan pada integrasi bukti penelitian terbaik dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis, dan ini mungkin menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas dalam praktik keperawatan. Perawat memiliki peran kunci dalam memfasilitasi dan menggunakan bukti dalam praktik, agar dapat bertanggung jawab terhadap perawatan pasien yang berorientasi pada hasil melalui penggunaan praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP). [12] Diharapkan perawat terlatih dengan EBN dapat memiliki akses terhadap keterampilan ini. Karena menerapkan keterampilan seperti itu dalam praktik keperawatan penting karena banyak organisasi mencari perawat yang mampu menganalisis praktik yang ada, membedakan antara informasi alternatif dan yang bertentangan, dan menggunakan EBN untuk memperbaiki hasil pasien.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Background Proses keperawatan dianggap sebagai metode yang tepat untuk menjelaskan esensi keperawatan, basis ilmiahnya, teknologi dan asumsi humanis yang mendorong pemikiran dan kreativitas kritis, dan memungkinkan pemecahan masalah dalam praktik profesional. Objektif. Mengkaji penerapan proses keperawatan dan itu mempengaruhi faktor-faktor di Rumah Sakit Mekelle Zone. Metode. Desain cross sectional yang menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dilakukan di rumah sakit zona Mekelle Maret 2011. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa pengetahuan perawat pada proses keperawatan tidak memadai untuk dipraktekkan dan rasio perawat pasien yang tinggi mempengaruhi penerapannya. Rumah sakit yang diteliti harus mempertimbangkan penerapan proses keperawatan secara kritis dengan memotivasi perawat dan memantau dan mengevaluasi kemajuannya.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3933400/
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Alfa Cronbach untuk survei (0.919) menunjukkan keandalan yang baik. Sementara instrumen ini perlu menjalani pengujian lebih lanjut untuk keandalan dan validitas untuk menentukan kegunaannya, ia memberikan umpan balik tentang bagaimana caranya persepsi siswa dan kepercayaan yang dirasakan berubah sebagai akibat dari tentu saja, karena disesuaikan dengan tujuan kursus yang spesifik dan konten. Konsep penelitian dan EBP harus terus digabungkan
kurikulum keperawatan untuk lebih meningkatkan kepercayaan dan persepsi siswa
penelitian dan EBP. Dengan mengekspos siswa untuk penelitian dan EBP konsep, mereka dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis bisa diaplikasikan dalam latihan sehari-hari dan akan bermanfaat dalam jangka panjang untuk profesi keperawatan (Lee et al., 2010). Mengajarkan konsep ini dapat dicapai secara efektif melalui penggunaan kursus penelitian, yang
dapat meningkatkan kepercayaan siswa terhadap penelitian serta membantu siswa pemahaman dan penerapan EBP dalam profesi keperawatan. Lebih lanjut penelitian perlu dilakukan untuk menentukan apakah mengintegrasikan konsep ini mempengaruhi praktik masa depan siswa.
www.elsevier.com/locate/nedt.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S026069171730076X/pdfft?md5=34e9735a4c5c57f683734bac15a05b8f&pid=1-s2.0-S026069171730076X-main.pdf


4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Tantangan lainnya adalah kurangnya pemahaman akan arti sebenarnya dari proses keperawatan. Dalam banyak kasus, proses keperawatan dan keperawatan dianggap seragam. mengkritik mengingat proses keperawatan dan pemikiran kritis setara. Varceo [6] juga percaya bahwa penyebab kritik terhadap proses keperawatan adalah kurangnya pemahaman akan makna proses keperawatan.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4525336/
"


Lukmania Andriani Putri

pada : 07 September 2017


"Nama : Lukmania Andriani Putri
NIM : 131611133068
JAWABAN :

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Keperawatan berbasis vidence didasarkan pada integrasi bukti penelitian terbaik dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis, dan ini mungkin menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas dalam praktik keperawatan. Perawat memiliki peran kunci dalam memfasilitasi dan menggunakan bukti dalam praktik, agar dapat bertanggung jawab terhadap perawatan pasien yang berorientasi pada hasil melalui penggunaan praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP). [12] Diharapkan perawat terlatih dengan EBN dapat memiliki akses terhadap keterampilan ini. Karena menerapkan keterampilan seperti itu dalam praktik keperawatan penting karena banyak organisasi mencari perawat yang mampu menganalisis praktik yang ada, membedakan antara informasi alternatif dan yang bertentangan, dan menggunakan EBN untuk memperbaiki hasil pasien.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Background Proses keperawatan dianggap sebagai metode yang tepat untuk menjelaskan esensi keperawatan, basis ilmiahnya, teknologi dan asumsi humanis yang mendorong pemikiran dan kreativitas kritis, dan memungkinkan pemecahan masalah dalam praktik profesional. Objektif. Mengkaji penerapan proses keperawatan dan itu mempengaruhi faktor-faktor di Rumah Sakit Mekelle Zone. Metode. Desain cross sectional yang menggunakan metode kuantitatif dan kualitatif dilakukan di rumah sakit zona Mekelle Maret 2011. Temuan tersebut mengungkapkan bahwa pengetahuan perawat pada proses keperawatan tidak memadai untuk dipraktekkan dan rasio perawat pasien yang tinggi mempengaruhi penerapannya. Rumah sakit yang diteliti harus mempertimbangkan penerapan proses keperawatan secara kritis dengan memotivasi perawat dan memantau dan mengevaluasi kemajuannya.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3933400/
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Alfa Cronbach untuk survei (0.919) menunjukkan keandalan yang baik. Sementara instrumen ini perlu menjalani pengujian lebih lanjut untuk keandalan dan validitas untuk menentukan kegunaannya, ia memberikan umpan balik tentang bagaimana caranya persepsi siswa dan kepercayaan yang dirasakan berubah sebagai akibat dari tentu saja, karena disesuaikan dengan tujuan kursus yang spesifik dan konten. Konsep penelitian dan EBP harus terus digabungkan
kurikulum keperawatan untuk lebih meningkatkan kepercayaan dan persepsi siswa
penelitian dan EBP. Dengan mengekspos siswa untuk penelitian dan EBP konsep, mereka dapat mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan analitis bisa diaplikasikan dalam latihan sehari-hari dan akan bermanfaat dalam jangka panjang untuk profesi keperawatan (Lee et al., 2010). Mengajarkan konsep ini dapat dicapai secara efektif melalui penggunaan kursus penelitian, yang
dapat meningkatkan kepercayaan siswa terhadap penelitian serta membantu siswa pemahaman dan penerapan EBP dalam profesi keperawatan. Lebih lanjut penelitian perlu dilakukan untuk menentukan apakah mengintegrasikan konsep ini mempengaruhi praktik masa depan siswa.
www.elsevier.com/locate/nedt.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S026069171730076X/pdfft?md5=34e9735a4c5c57f683734bac15a05b8f&pid=1-s2.0-S026069171730076X-main.pdf
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Tantangan lainnya adalah kurangnya pemahaman akan arti sebenarnya dari proses keperawatan. Dalam banyak kasus, proses keperawatan dan keperawatan dianggap seragam. mengkritik mengingat proses keperawatan dan pemikiran kritis setara. Varceo [6] juga percaya bahwa penyebab kritik terhadap proses keperawatan adalah kurangnya pemahaman akan makna proses keperawatan.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4525336/
"


Retno Galuh Kusumawardhani

pada : 07 September 2017


"1.Praktisi harus memastikan bahwa orang-orang mendapat perawatan berdasarkan bukti terbaik. Selain itu, konteks politik menekankan bahwa perawatan harus diberikan sesuai dengan kebutuhan pasien perorangan (Department of Health 1997, 1999). Sejalan dengan itu, langkah menuju keperawatan berpusat pada pasien, berdasarkan prinsip humanisme dan individualisme, menekankan sentralitas pasien dalam pertemuan praktisi-pasien. Sementara beberapa orang tidak setuju dengan gagasan untuk memberikan perawatan yang berpusat pada pasien berdasarkan informasi tentang apa yang berhasil, tetap ada tantangan yang signifikan mengenai bukti apa adanya, dan bagaimana praktisi menggunakannya dalam pembuatan keputusan dalam kenyataan konteks klinis.

2.Praktik manajemen klinik yang modern harus berbasis pada bukti (evidence based practice). Untuk dapat mengelola sejumlah data yang terekam dalam dokumen rekam medis dibutuhkan alat bantu berupa Sistem Informasi (SI). Oleh karena itu klinik harus mengembangkan evidence based information system (EBIS). EBIS merupakan tulang punggung (backbone) manajemen sebagai sistem pendukung pengambilan keputusan (Decission Support System). (Tito, 2013).

3.Keuntungan :
-Terdiri dari dimensi pengambilan keputusan klinis lainnya seperti pengalaman klinis dan nilai pasien. (Dicenso A, 1998)
-Untuk mengubah skenario klinis menjadi pertanyaan yang bisa dijawab, mendapatkan bukti terbaik untuk menjawab pertanyaan, evaluasi kritis terhadap bukti, dan menambahkan hasil penilaian terhadap kinerja klinis.
Kerugian :
-Kekurangan waktu dan stres kerja yang lebih tinggi dapat membuat mereka ragu saat EBP dipraktikkan. ( Zhou, 2015).
-Perawat laki-laki lebih tahu tentang perawatan berbasis bukti daripada perawat wanita yang mungkin disebabkan oleh jadwal sibuk para wanita dan tanggung jawab keluarga mereka yang lebih menuntut.

4.Aksesibilitas literatur yang ditulis dalam bahasa Inggris digambarkan sebagai masalah bagi perawat non-inggris. ( Sanchez,2010), seperti pengertian bahasa Inggris di mana artikel ditulis dan kurangnya bukti yang diterbitkan dalam bahasa perawat pengakses sendiri.(Kahveci, 2009), keterlambatan waktu terutama muncul antara publikasi penelitian dan penyesuaian praktik akhir. (Hannes, 2005). Kurangnya pengetahuan dan keterampilan juga berpengaruh.

Daftar pustaka
1.Malone, J, R, Kate, S, Angie T, 2003, ‘What counts as evidence in evidence-based practice?’, NURSING AND HEALTH CARE MANAGEMENT AND POLICY.
2.Yustiawan, Tito, 2013, ‘MANAJEMEN KLINIK DALAM PERSIAPAN KERJASAMA DENGAN BPJS KESEHATAN ’, Jurnal Administrasi Kesehatan Indonesia, Vol. 1, No. 3.
3.Seyyedrasooli, A, Vahid, Z, Leila, V, Farideh, T, 2012, ‘Individual Potentials Related to Evidence-Based Nursing among Nurses in Teaching Hospitals Affiliated to Tabriz University of Medical Sciences, Tabriz, Iran’, Journal of Caring Sciences, Vol. 1, No.2.
4.Zhou, F, Yufang, H, Hong, G, & Hongxia, L, 2016, ‘Attitude, Knowledge, and Practice on Evidence-Based Nursing among Registered Nurses in Traditional Chinese Medicine Hospitals: A Multiple Center Cross-Sectional Survey in China’, Evidence-Based Complementary and Alternative Medicine.
5.Zwolsman, S, Ellen te, P, Lotty, H, Margreet, W, & Nynke van, D, 2012, ‘Barriers to GP’s use of evidance-based medicine: a systematic review’, British Journal of General Practice.
"


Achmad Ubaidillah Mughni

pada : 07 September 2017


"NAMA:ACHMAD UBAIDILLAH MUGHNI
NIM:131611133128

1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) yaitu Praktik Keperawatan yang didasarkan pada penggabungan teori dan bukti yang diperoleh dari hasil penelitian dengan cara mengidentifikasi masalah, dan informasi dengan melihat pada penelitian-penelitian praktek keperawatan dan literatur-literatur sehingga dapat membantu perawat dalam pembuatan keputusan asuhan keperawatan yang tepat diterapkan kepada pasien.

Cullum N,2000,’Users' guides to the nursing literature: an introduction Evidence-Based Nursing’,Vol.3 pp.71-72. Available from http://ebn.bmj.com/content/3/3/71 [5-September-2017]

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan yaitu digunakan sebagai penelitihan untuk pengembangan dan penerapkan intervensi yang ditujukan untuk meningkatkan praktik klinis yang berbasis bukti untuk memperbaiki praktik keperawatan perinatal. Dalam jurnal tersebut penggunaan evidence pada praktik keperawatan akan mendorong tenaga keperawatan untuk menerapkan praktek klinik dari penelitihan tersebut yang terbukti memiliki manfaat dan menghindari bentuk perawatan yang cenderung berbahaya agar dapat mengembangkan praktik keperawatan terhadap ibu dan bayi.

SEA-ANGGREK Kelompok Studi,2008,’Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth : South East Asia Optimising Reproductive and Chil Health in Developing Countries Project’,Vol.3 Available from http://doi.org/10.1371/journal.pone.0002646 [6-September-207]

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
KEKURANGAN
1.Keterbatasan waktu yang tersedia untuk mencari penelitian
2.Keterbatasan akses terhadap literature
3.Keadaan dalam lapangan mengalami keterbatasan
4.Kurangnya pelatihan terkait usaha untuk mencari informasi dan ketrampilan dalam mengkritisi hasil penelitian

KELEBIHAN
1.Mengoptimalkan dan memperbaiki sistem dalam praktik keperawatan.
2.Meningkatkan pelayanan keperawatan.
3.Memberikan keputusan terbaik untuk pelayanan keperawatan yang berkualitas

Grol, Richard. Wensing, Michel,2004,’What Drives Change? Barriers to and Incentives for Achieving Evidence-Based Practice’,Vol.180. S57-60. Available from https://www.researchgate.net/publication/8036637_What_Drives_Change_Barriers_to_and_Incentives_for_Achieving_Evidence-Based_Practice [5-September-2017]

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
1.Keterbatasan waktu yang tersedia untuk mencari penelitian serta terbatasnya akses terhadap literature.
2.Kurangnya peran perawat dalam menilai bukti berbasis penelitian.
3.Kurangnya pelatihan terkait usaha untuk mencari informasi dan ketrampilan dalam mengkritisi hasil penelitian
4.Minimnya jumlah perawat yang mampu menerapkan EBNP dalam praktik keperawatan

Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W.,2012,’Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research’12, 367. Available from https://bmchealthservres.biomedcentral.com/articles/10.1186/1472-6963-12-367 [5-September-2017]"


Cici Kurniatil Farhanah

pada : 07 September 2017


"Nama : Cici Kurniatil Farhanab
NIM : 131611133124

Evidence based nursing practice (EBNP) merupakan standar terbaik untuk pemberian asuhan keperawatan. Yang merupakan gabungan dari riset riset yang ada. Evidence disini tidak hanya riset, tetapi juga pengalaman klinis, opini para ahli, standar masyarakat, bukti riset yang valid, dan pendapat dan tingkat kesehatan pasien.
Sumber : Hong, Woi-Hyun S, 2010, Evidence-based Nursing Practice for Health Promotion in Adults with Hypertension : A Literature Review, vol. 4, no. 4, Available from : scopus [diakses : 31 Agustus 2017]
Bentuk implementasi Evidence Based Nursing Practice (EBNP) di Indonesia adalah :
Sebagai sumber acuan dalam membuat pertanyaan klinis
Mendapatkan bukti yang terbaik
Menilai apakah bukti itu valid atau tidak
Mengaplikasikan bukti dengan keahlian klinis dan tingkat kesehatan pasien
Mengukur keefektifan dari suatu proses kepearawatan

Sumber : Yahui, Hannah C, dkk, 2016, Knowledge, Attitudes, and Barriers Towards Evidence-Based Practice Among Physiotherapists in Malaysia, Available from : scopus [diakses : 31 Agustus 2017]

Kerugian :
Sulitnya membaca artikel riset
Kurangnya sumber
Kurangnya penulis
Menghabiskan banyak waktu
Susahnya mempelajari hasil penemuan riset
Keuntungan :
Mewujudkan perawat yang lebih berkompeten
Memperluas cabang cabang ilmu keperawatan
Sumber : Sadoughi Farahnaz, dkk, 2017, Barriers to Using Electronic Evidence Based Literature in Nursing Practice : a Systematised Review, available from : scopus [diakses : 31 Agustus 2017]
Hal yang menghambat implementasi Evidence Based Nursing Practice (EBNP) :
Waktu yang dibutuhkan
Kemampuan mencari dan memahami
Sarat akses yang dibutuhkan
Kualitas informasi
Pilihan perawat
Organisasi yang tidak mendukung
Teknologi yang mendukung

Sumber : Rojjanasrirat, Wilaiporn, Rice Jan, 2017, Evidence-Based Practice Knowledge, Attitudes, and Practice of Online Graduate.Nursing Students, Available from : scopus [diakses : 31 Agustus 2017]



"


Khosnul Khotimah

pada : 07 September 2017


"NAMA: KHOSNUL KHOTIMAH
NIM: 131611133085
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Yang dimaksud evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice adalah praktik keperawatan berbasis bukti yang mengacu pada penggunaan teliti, eksplisit, dan bijaksana dari bukti dalam membuat keputusan perawatan dimana melibatkan integrasi tiga komponen utama yaitu penggunaan bukti penelitian terbaik yang tersedia, pengetahuan yang timbul dari keahlian klinis, dan preferensi serta nilai pasien. ENBP dikaitkan dengan pengambilan keputusan klinis dan perawatan pasien yang lebih baik.
Daftar pustaka:
Bussieres, Andre E, et al. “Self –reported attitudes, skills and use of evidence-based practice among Canadian doctors of Chiropractic: a national survey”. J Can Chiropr Asso 59 (2015): 332-348. NCBI. Web. 5 Sept. 2017.
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik pelayanan keperawatan di Indonesia yaitu penggunaan EBNP di rumah sakit Siloam Kebun Jeruk, Jakarta. Penggunaan kompetensi EBNP masih belum terlaksana dengan baik. Perawat di RS Siloam Kebun jeruk masih melakukan intervensi keperawatan yang berdasarkan kebiasaan. Diharapkan agar setiap perawat dapat meningkatkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinggi, karena terbukti bahwa pendidikan dapat menuntun seseorang terampil dalam mencari sumber penelitian, berorganisasi dan bersikap professional dalam bekerja, meningkatkan akses-akses untuk meningkatkan dan menerapkan EBNP.
Daftar pustaka:
Elysabeth, Dame, et al. “HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN PERAWAT DENGAN KOMPETENSI PERAWAT MELAKUKAN EVIDENCE BASED PRACTICE”. JKA 1 (2014): 109-116. Web. 6 Sept. 2017.
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Beberapa keuntungan dalam menggunakan metode EBNP diantaranya yaitu lebih mampu dalam menghadapi tantangan dalam meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan, akan lebih berhasil apabila perawat mampu mengatasi hambatan yang teridentifikasi misalnya hambatan terhadap skala pemanfaatan penelitian, bukti yang digunakan dalam metode EBNP ini dicari dengan metode yang sistematis dan tidak sewenang-wenang. Sedangkan kerugian dari metode ini diantaranya yaitu dimana waktu yang tidak mencukupi, sumber informasi atau artikel yang diterbitkan dalam jurnal keperawatan yang sulit digunakan, persepsi keliru perawat bahwa pedoman atau protocol berbasis bukti dipandang sebagai proses teknis linier pada tingkat individu.
Daftar pustaka:
Dalheim, Anne, et al. “Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey”. BMC Health Serv Res 12 (2012): 367. NCBI. Web. 5 Sept.2017.
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP adalah EBNP tidak selalu diterapkan dalam pemberian asuhan dan variasi dalam praktik berlimpah. Dalam beberapa kasus, basis riset yang memadai mungkin tidak tersedia dan pengambilan keputusan perawatan kesehatan berasal terutama dari sumber bukti non-penelitian seperti pendapat ahli dan prinsip ilmiah. Selain itu determinan hambatan terbesar EBNP yaitu tidak cukup waktu untuk mencari penelitian dan budaya mengubah praktik klinis tim rumah sakit.
Daftar pustaka:
Titler, Marita. G. The Evidence-Based Practice Implementation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/. [5 September 2017]
"


EMMALIA ADHIFITAMA

pada : 07 September 2017


"NAMA : EMMALIA ADHIFITAMA
NIM: 131611133113
KELAS : A-3/ 2016

1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence Based Nursing Practice ( EBNP) ?

Evidence Basic Practice adalah praktik klinis berbasis bukti ilmiah , keahlian dokter dan pasien nilai dan preferensi ( Melnyk , Gallagher – Ford , Long,& Fineout-Overholt,2014; Weng dkk ;2014 ) .
EBNP secara garis besar dapat diartikan sebagai pendekatan yang dapat digunakan dalam praktik keperawatan yang berdasarkan fakta , fakta tersebut diambil dari hasil penelitian . Adanya kompetensi EBP ini diharapkan untuk melatih perawat agar lebih maju dalam menggerakkan perawatan dan pengambilan keputusan klinis yang lebih maksimal .
Yi-Hao Weng MD , Chiehfeng Chen,MD,MPH,PhD , and Ken N.Kuo,MD , dkk ,’Implementation of Evidence –Based Practice in Relation to a Clinical Nursing Ladder System:A National Survey in Taiwan ‘ . Worldviews on Evidence-Based Nursing ,2015;12: 1 , 22-38 . Available from :
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25588625 ( diakses tanggal 05 September 2017 ).

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia !

Penggunaan Pendekatan evidence Based Practice pada manajemen nyeri non invasive pada ibu post partum . Pendekatan dilakukan melalui identifikasi fakta ( evidence) , mengkaji kebutuhan layanan , mengevaluasi dan melihat fakta melalui literatur dan hasil penelitian guna menentukan rencana strategis yang akan dilakukan .Asuhan diberikan pada klien Ny A.P1-1 A0 post SC hari ke 1 atas indikasi suspect cepalo pelvis disproporso secondary arrest. Dari hasil yang dilakukan didapatkan kesimpulan bahwa penggunaan evidence based practice sesuai dengan konsep dan hasil penelitian .

Rohmah,Nikmatur 2011,’Non Invasive Pain Management in Post Prtum Mother with Evidence Basic Practice Approach ,The jurnal of nursing,vol. 6 , no. 2 : 201-209 .Available from: https://www.neliti.com/id/publications/115564/non-invasive-pain-management-in-post-partum-mother-withevidence-based-practice-a ( diakses tanggal 07 September 2017 )

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian manggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan ?
Keuntungan :
EBNP saat ini sebagai inti dari keperawatan dimana tujuan adanya EBNP adalah meningkatkan kualitas pelayanan , dengan adanya EBP keperawatan dapat membuktikan bahwa perawat memiliki nilai tersendiri dalam pelayanan kepada pasien dan tim kesehatan. Lalu perawat tidak membutuhkan waktu yang lama dalam mengambil keputusan , dan keputusan yang diambil sesuai dengan riset bukan hanya sekedar berbicara sehingga hal tersebut menguatkan peran perawat dalam eksistensi pelayanan keperawatan .
Kekurangan :
EBNP dijadikan salah satu acuan pengambilan keputusan padahal setiap pasien mengalami keadaan tertentu sehingga penggunaan EBNP kurang efektif , dalam pengambilan keputusan harus digabungkan antara keahlian klinis dengan resiko dan manfaat pengobatan alternatif untuk setiap pasien dan harus memperhitungkan keadaan klinis yang unik pada pasien termasuk kondisi dan preferensi komordibitas . Mitchel menegaskan dalam mengambil keputusan harus atas dasar teoritis menjadi dasar keperawatan dan pentingnya menjalin hubungan interpersonal dengan pasien jadi kita tau harapan , mimpi dan kebutuhan pasien .

Paula M,Karnick,RN;PhD.(2016).Evidence-Based Practice and Nursing Theory.Nursing Science Quarterly. Vol.29(4) 283-284 .

4.Determinan apa sajakan yang dapat menghambat implementasi EBNP ?

Hambatan yang signifikan masih ada dalam mengadopsi atau menerapkan keperawatan berbasis bukti ( Melynk et al .,2012 ) . Tiga tantangan langsung dan diakui secara internasional sebagian besar mempengaruhi kemampuan mereka untuk menyediakan layanan termasuk perawatan berbasis bukti .
1) Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan , yang menyebabkan penurunan dukungan untuk pendidikan dan perkembangan mereka .
2) Prasangka terhadap niat mereka untuk memajukan praktek mereka .
3) Isu terkait dengan pengurangan tenaga kerja .Faktor – faktor lain khusus merangsang atau membatasi pelaksanaan keperawatan berbasis bukti termasujk perawat dasar pelatihan penelitian , keyakinan , dan kesulitan yang dihadapi dengan memunculkan dan menginjtegrasikan pasien prefensi (Thompson et al,2007;...Grol et al ,)
Rosaly Correa de Araujo ,M.D.,M.Sc.,Ph.D ,’Evidence Based Practice in the United States:Challenges,Progress,and Future Directions’ .Health Care woman Int.2016 January;37(1):2-22 . Available from:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/26473771

Dalam menjalankan Praktik berbasis bukti lebih mungkin untuk berhasil jika hambatan diidentifikasi , yaitu :
a) Literatur penelitian tidak disusun dalam satu tempat , kurangnya waktu , dokter tidak kooperatif , sumber daya yang memadai dan kurangnya akses terhadap informasi .
b) Waktu cukup bekerja untuk menerapkan perubahan
c) Tidak cukup untuk mencari informasi organisasi ( seperti pedoman dan protokol ) .
d) Waktu yang cukup untuk menemukan laporan penelitian .
e) Kurangnya kepercayaan dalam menilai kualitas penelitian
f) Kesulitan dalam memahami publikasi berbahasa inggris
Dalheim Anne , Stig Harthug , Roy M Nilsen and Monica W Nortvedt , ‘Factors Influencing practice among nurses : a self report survey’.Dalheim et al. BMC Health Services Research 2012,12:367 . Available from:
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/23092366 ( 03 septemeber 2017 )



"


RENDHY RIAN KOESMA BACHTIAR

pada : 07 September 2017


"Nama: Rendhy Rian Koesma Bachtiar
NIM: 131611133121
Jawaban:
1. Keperawatan berbasis bukti adalah disiplin di mana perawat membuat keputusan klinis dengan menggunakan bukti penelitian "terbaik" terkini, yang kemudian dipadukan dengan kebijakan dan pedoman klinis yang disetujui, keahlian klinis dan penilaian, dan preferensi pasien. Praktik keperawatan berdasarkan bukti mengakui pentingnya intuisi dan penilaian yang baik, namun juga menggabungkan komponen bukti penelitian terkini yang menjadi dasar panduan-panduan klinis. Definisi keperawatan berbasis bukti yang lebih luas ini memastikan pendekatan yang lebih berpusat pada pasien terhadap asuhan keperawatan. Dengan mengisi kesenjangan antara teori, penelitian, dan praktik, keperawatan berbasis bukti berusaha untuk meningkatkan hasil pasien.
Sumber : Ciliska, Pinelli, DiCenso, & Cullum, 2001; Erickson Owens & Kennedy, 2001; Ervin, 2002; Rycroft-Malone et al., 2004, ‘Evidence-Based Nursing in Clinical Practice: Implications for Nurse Educators’, The Journal of Continuing Education in Nursing. Available from: http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.882004&ctx_enc=info%3Aofi%2Fenc%3AUTF8&rfr_id=info%3Asid%2Fsummon.serialssolutions.com&rft_val_fmt=info%3Aofi%2Ffmt%3Akev%3Amtx%3Ajournal&rft.genre=article&rft.atitle=EvidenceBased+Nursing+in+Clinical+Practice%3A+Implications+for+Nurse+Educators&rft.jtitle=The+Journal+of+Continuing+Education+in+Nursing&rft.au=Penz%2C+Kelly+L&rft.au=Bassendowski%2C+Sandra+L&rft.date=2006-11-01&rft.issn=0022-0124&rft.eissn=19382472&rft.volume=37&rft.issue=6&rft.spage=250&rft.epage=254&rft_id=info:doi/10.3928%2F00220124-20061101-03&rft.externalDBID=n%2Fa&rft.externalDocID=10_3928_00220124_20061101_03¶mdict=en-US. [7 September 2017].
2. Telenursing merupakan salah satu contoh bentuk pengaplikasian evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia. Penggunaan sistem yang memungkinkan perawat untuk memantau parameter fisiologis seperti tekanan darah, glukosa darah, aliran puncak pernafasan dan manajemen berat badan juga umum terjadi. Teknik telenursing membantu pertukaran informasi yang akurat dan tepat waktu dan mendukung kontak yang lebih sering. Dengan adanya Telenursing dapat memberikan dampak yang lebih baik terhadap kinerja seorang perawat dalam berkomunikasi terhadap tenaga kesehatan lainnya.
Sumber : Abbott & Coenen, 2008, ‘Evidence-Based Practice in Nursing Informatics: Concepts and Applications, Telenursing Applications. Available from: http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.882004&ctx_enc=info%3Aofi%2Fenc%3AUTF8&rfr_id=info%3Asid%2Fsummon.serialssolutions.com&rft_val_fmt=info%3Aofi%2Ffmt%3Akev%3Amtx%3Abook&rft.genre=book&rft.title=EvidenceBased+Practice+in+Nursing+Informatics&rft.date=2011-01 01&rft.pub=Medical+Information+Science+Reference&rft.isbn=9781609600341&rft.externalDocID=9781609600365¶mdict=en-US. [7 September 2017].
3. Keuntungan mengunakan metode EBNP: Hal ini terutama karena praktik berbasis bukti dikatakan dapat meningkatkan kualitas perawatan pasien dan mengoptimalkan alokasi sumber daya terbatas (DiClemente et al., 2005), serta memiliki tingkat efektifitas tinggi dalam pemenuhan tindakan keperawatan pada perawat.
Kerugian menggunakan metode EBNP: Tidak semua perawat dapat mempraktekkan metode berbasis bukti dalam setiap tindakan keperawata, karena tidak semua perawat belajar tentang itu.
Sumber: DiClemente et al., 2005, Strategies to promote practice nurse capacity to deliver evidence-based care an example from sexual healthcare, Practice Nuerse Capacity. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1732326464/fulltextPDF/A16AD39151F04573PQ/1?accountid=25704 . [7 September 2017].
4. Terdapat tiga hambatan langsung dan yang diakui secara internasional sangat mempengaruhi kemampuan perawat untuk menyediakan layanan termasuk perawatan berbasis bukti: 1. Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan, yang menyebabkan penurunan dukungan untuk pendidikan dan pengembangan mereka; 2. Prasangka terhadap niat mereka untuk memajukan praktik mereka; 3. Isu yang terkait dengan pengurangan tenaga kerja. Faktor lain yang secara khusus merangsang atau membatasi penerapan keperawatan berbasis bukti meliputi pelatihan, kepercayaan, dan kesulitan perawat, yang dihadapi dengan mempertimbangkan dan mengintegrasikan preferensi pasien.
Sumber: Thompson et al., 2007; Grol et al., 2013, Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions. Available From: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/. [7 September 2017].



"


Mitha Permata Dini

pada : 07 September 2017


"NAMA : MITHA PERMATA DINI
NIM : 131611133057
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence sendiri memiliki arti yaitu bukti. Evidence-based Nursing Practice merupakan suatu pola kerja dimana praktik klinik yang dilakukan berdasarkan bukti ilmiah terbaik yang didapat melalui penelitian, pengalaman klinik perawat serta pilihan pasien dalam menentukan keputusan klinik bagi pelayanan kesehatan (Carlson, 2010; Levin & Feldman, 2006). Jadi, segala sesuatu yang dilakukan berdasarkan bukti ilmiah yang berasal dari penelitian dan pengalaman sehingga dapat dipertanggungjawabkan.

Ligita, T. (2012). Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi . NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8,No 1,Juni 2012 :83-95 , 83-95.
link : http://ners.fkep.unand.ac.id/index.php/ners/article/view/95

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh penerapan Evidence-Based Nursing Practice dalam rehabilitasi dini yaitu latihan ROM untuk meningkatkan kemampuan menelan pada pasien Cerebrovascular Disease Stroke Hemorraghic dan Stroke Ischemic yang mengalami Dysphagia derajat I dan II . Langkah pertama yang dilakukan adalah skrining. Langkah kedua latihan ROM. Latihan ROM (lidah, pipi dan bibir) pada pasien CVD SH dan SI dapat meningkatkan kemampuan menelan. Pasien mengalami peninggkatan nilai tes RAPIDS. Tes RAPIDS terkandung berbagai predictor kemampuan menelan seperti motorik (lidah, pipi dan bibir), fonasi, batuk, gag reflek (Stephanie, et al, 2000). Pencapaian kemampuan menelan tersebut merupakan suatu mekanisme koping fisiologis nutrisi dan motorik yang bersifat adapatif ketika pasien CVD SH dan SI mengalami dysphagia akibat kerusakan saraf V VII, IX, X, dan XII (Roy, 2009, Ismansyah, 2008)

Kusuma H, 2013. Adult Nursing Practice: Using Evidence in Care. Proceeding Seminar dan Presentasi Ilmiah Keperawatan 2013. Semarang: Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro.
http://eprints.undip.ac.id/47041/2/Proceeding_Seminar_Undip_2013_OK.pdf

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
- Keuntungan dari EBNP yaitu perawat dapat berpikir lebih kritis dalam mengambil keputusan dan menilai bukti, perawat dapat lebih bisa mengevaluasi hasil, memiliki bukti yang lebih baik dan relevan.
- Kerugian dari EBNP yaitu kurangnya dukungan untuk mengimplementasikan EBP dalam tatanan praktik keperawatan

Morales, CF, Santacruz, CJB, & Verkovitch, I. (2015). Integrasi praktek mengajar keperawatan berdasarkan bukti scientifi c / Memperkenalkan ajaran praktik keperawatan berdasarkan Bukti ilmiah / Integracao lakukan da ensino na baseado enfermagem pratica bukti ilmiah. Aquichan, 15 (4), 541-553. Diperoleh dari https://search.proquest.com/docview/1737514638?accountid=25704

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
- Waktu, seperti waktu yang terbatas sehingga susah mengatur waktu untuk mengimplementasikan EBNP tersebut.
- Pengetahuan, seperti tingkat pendidikan yang berbeda.
- Fasilitas kurang memadai, seperti kurangnya ketersediaan komputer.
- Kesulitan dalam memahami dan menemukan informasi yang ilmiah
- Kemampuan bahasa asing yang minim

Sumber: Sadoughi, F., Azadi, T. and Azadi, T. (2017), Barriers to using electronic evidence based literature in nursing practice: a systematised review. Health Info Libr J, 34: 187–199. doi:10.1111/hir.12186
"
"


Neisya Nabila Pawestri

pada : 07 September 2017


"NAMA MAHASISWA: NEISYA NABILA PAWESTRI
NIM: 131611133058
JAWABAN:
1. “Evidence” atau dalam bahasa Indonesia berarti “bukti” adalah sebuah bukti klinis yang berasal dari temuan ilmiah yang membahas tentang masalah keperawatan atau masalah kesehatan yang dialami oleh pasien. EBNP sendiri berprinsip mendorong profesi kesehatan menggunakan praktik yang bermanfaat / efisien, dan menghindari praktik yang tidak bermanfaat / tidak efisien.
Sumber: Kang, Younhee. Yang, In-Suk. ”Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses”. Applied Nursing Research. 31 (2016): 46-51. House Journal.


2. Contoh pengaplikasian evidence adalah dalam pemberian perawatan perinatal. Pengaplikasian ini sudah banyak digunakan pada rumah sakit terakreditasi, seperti pada Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta. Dalam rangka peningkatan mutu pelayanan perawatan perinatal dengan berbabis evidence, diharapkan hal ini mampu memperbaiki tingkat kesehatan ibu, mengurangi angka kematian dan morbiditas serta maternal neonatal.
Sumber: The SEA-ORCHID Study Group. “Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Chilbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project”. Plos One. Volume 3(2008) Issue 7: 1-8

3. a. Keuntungan
Keuntungan dari penggunaan EBNP ini memungkinkan perawat memperoleh data yang benar, sehingga meminimalisir perawat untuk melakukan malpraktik. Selain itu pemakaian metode EBNP dalam pelaksanaan praktik keperawatan secara terus menerus juga dapat membiasakan perawat untuk berpikir kritis.

b. Kerugian
Kerugian dari penggunaan EBNP ini adalah struktur dan prosesnya yang rumit karena metodenya yang berbasis penelitian ilmiah membuat perawat tidak mudah mengaplikasikannya.
Sumber: Jr, Kevin Gardner. Kanaskie, Mary Louise. Knehans, Amy C. Salisbury, Sarah. Doheny, Kim K. Schirm, Victoria. “Implementing and Sustaining Evidence Based Practice Through a Nursing Journal Club”. Applied Nursing Research. 31 (2016): 139-145. House Journal.

4. Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP antara lain:
a. Waktu
Padatnya jadwal perawat membuat perawat tidak memiliki waktu untuk melakukan penelitian terhadap masalah pasien.
b. Keterampilan
Dalam menggunakan metode EBNP, perawat harus memiliki keterampilan khusus dalam bidang keilmiahan. Hal ini menjadi penghambat tersendiri karena keterampilan perawat dalam hal ini masih kurang memadai.
Sumber: Keib, Carrie N. Cailor, Stephanie M. Kiersma, Mary E. “Changes in nursing students’ perceptions of research and evidence-based practice after completing a research course”. Nurse Education Today. 54 (2017): 37-43. House Journal."


Dewi Indah Kumalasari

pada : 07 September 2017


"NAMA : Dewi Indah Kumalasari
NIM : 131611133087
JAWABAN :

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Sebagai pendekatan untuk pengambilan keputusan klinis, evidencebased praktek (EBP) didefinisikan sebagai penggunaan teliti, eksplisit, dan bijaksana bukti terbaik saat ini dalam membuat keputusan tentang perawatan klien individu. EBP memerlukan kombinasi bijaksana bukti penelitian dengan keahlian klinis, dan pilihan pasien, dalam rangka untuk membuat keputusan klinis.

Sumber : Thomas, A., Lu, H., Brittony, P. Olser., Emily, A. Turnbull., & Erin, D. (2017). Students’ Attitudes and Perceptions of Teaching and Assessment of Evidencebased Practice in an Occupational Therapy Professional Master’s curriculum: A Mixed Methods Study. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5368912/pdf/12909_2017_Article_895.pdf

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
sebagai contoh dalam hal pengobatan. Evidence-Based Medicine (EBM) dianggap sebagai salah satu penemuan terbesar dalam kedokteran modern, menganjurkan penggunaan alat bukti yang sah terbaik yang tersedia, sesuai dengan keahlian klinis dan pasien'preferensi, untuk memberikan perawatan pasien yang terbaik. Karya EBM di Indonesia pertama kali dimulai pada awal 2000-an oleh con-ducting serangkaian pelatihan intensif di berbagai pusat-pusat pengajaran medis di seluruh Indonesia.

Sumber : Sastroasmoro, S. 2012. Implementing Evidence-Based Medicine Practice in Indonesia: Before, Now, and The Future. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3849976/pdf/1687-9856-2013-S1-O4.pdf

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
- Manfaatnya adalah bahwa pelayanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu memenuhi tantangan meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan. Kebutuhan sistematis literasi informasi diperlukan karena peningkatan jumlah informasi kesehatan formal dan informal, harapan terkait dengan pengobatan baru dan peran diperpanjang pasien yang berhubungan dengan keputusan klinis.
- Hambatan utama terkait dengan faktor organisasi seperti kurangnya waktu untuk menemukan penelitian dan untuk menerapkan ini dan kurangnya otoritas untuk menerapkan temuan. Hambatan secara konsisten independen waktu, lokasi geografis, ukuran sampel, tingkat respons dan organisasi.

Sumber : Dalheim, A., Stig, H., Roy, M. Nilsen., & Monica, W. Nortvedt. 2012. Factors Influencing The Development of Evidence-Based Practice Among Nurses: A Self-Report Survey.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/pdf/1472-6963-12-367.pdf


4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Kurangnya waktu adalah penghalang yang paling sering dilaporkan bagi para profesional kesehatan di seluruh dunia. Selain itu, pengetahuan dan keterampilan yang tidak memadai merupakan hambatan yang signifikan untuk EBP. Namun demikian, bahwa sejumlah hambatan yang unik untuk pengaturan organisasi. Secara khusus, hambatan bahasa adalah hambatan yang signifikan untuk peserta. Hal ini didukung oleh survei sebelumnya yang menunjukkan bahwa
perawat disukai sumber berbasis bukti akan tersedia dalam bahasa Cina.
 Pribadi :
- Waktu, karena beban klinis berat
- Pengetahuan dasar
- Keterampilan dalam penilaian kritis
- Keterampilan dalam mencari literatur
- Penggabungan klinis
 Lingkungan :
- Aplikasi nyaman kit
- Sumber daya perpustakaan
- Personil yang ditunjuk mampu
- Ruang untuk akses ke sumber daya EBP
- Iklim organisasi EBP

Sumber : Weng, Y., Ken, N. Kuo., Chun-Yuh, Y., Heng-Lien, L., Chiehfeng, C., & Ya-Wen, C. 2013. Implementation of Evidance-Based Practice Across Medical, Nursing, Pharmacological and Allied Healthcare Professionals: A Questionnaire Survey in Nationwide Hospital Settings. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3849261/pdf/1748-5908-8-112.pdf


"


Neisya Pratiwindya Sudarsiwi

pada : 07 September 2017


"1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence dalam Evidence Based Nursing Practice (EBNP) adalah proses untuk menentukan, menilai, dan mengaplikasikan bukti ilmiah terbaik dari literature keperawatan maupun medis serta data hasil perawatan pasen dengan keahlian dokter, prefensi, dan nilai pasien untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien. Dengan kata lain, EBNP merupakan salah satu langkah empiris untuk mengetahui lebih lanjut apakah suatu penelitian dapat diimplementasikan pada lahan praktek yang berfokus pada metode dengan critical thinking dan menggunakan data dan penelitian yang tersedia secara maksimal. Evidence-Based Nursing Practice dapat mempersiapkan perawat untuk menafsirkan dan mengintegrasikan bukti ke dalam perawatan klinis.
Sumber: Marshall, L. (2016). Creating a Culture of Evidense Based Nursing Pratice- Why and How. Elsevier. http://www.confidenceconnected.com/wp-content/uploads/2016/05/Creating_a_Culture_of_EvidenceBased_Nursing_Practice.pdf

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia adalah penerapan pengetahuan untuk praktik klinis yang mengarah pada kesehatan yang lebih baik untuk ibu dan bayi. Beban kematian dan morbiditas terkait kehamilan dan persalinan terkonsentrasi di negara berkembang (10 kali lebih besar di Asia Tenggara daripada daerah maju). Adanya penerapan evidence dalam keperawatan maka jumlah angka kematian dan morbiditas maternal dan neonatal akan berkurang. Jurnal yang merupakan proyek dari SEA-ORCHID membahas pengumpulan data prospektif dan prospektif memberikan informasi akurat tentang ibu hamil dan bayi mereka, secara langsung diambil dari catatan medis wanita hamil perorangan dan bukan dari wawancara dengan penyedia layanan kesehatan.
Sumber: The SEA-ORCHID Study Group. (2008). Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project. http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0002646

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan: Berikan informasi yang lebih baik kepada praktisi, memungkinkan konsistensi perawatan, hasil pasien lebih baik, berikan perhatian pada klien, proses terstruktur, meningkatkan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan, generalisasikan informasi, berkontribusi pada ilmu keperawatan, memberikan panduan untuk penelitian lebih lanjut, membantu perawat untuk memberikan perawatan pasien berkualitas tinggi

Kerugian : tidak cukup bukti untuk EBP, memakan waktu, mengurangi pilihan klien, mengurangi, penilaian / otonomi profesional, menekan kreativitas, mempengaruhi proses hukum, bias publikasi
Sumber: Titler, M.G. (2008). The Evidence for Evidence Based Practice Implementation. Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses. Vol 1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
(1)Kekurangan waktu, pengembangan pedoman yang ketat membutuhkan waktu berbulan-bulan dan percaya bahwa tenaga kesehatan tidak memiliki waktu untuk mengembangkan panduan dengan cara yang metodologis. (2) Kurangnya keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan pedoman di lingkungan klinis setempat. Keterampilan yang dimaksud disini adalah menemukan, menilai dan menafsirkan bukti penelitian, serta dalam menulis dokumen pedoman, keterampilan dalam bahasa Inggris dan menggunakan komputer dan internet. (3) Kurangnya akses terhadap bukti, beberapa area klinis tidak ada bukti yang tersedia untuk rekomendasi panduan dasar. (4) Peran adaptasi, mengadaptasi pedoman dari rumah sakit atau organisasi lain untuk digunakan sesuai dengan setting Rumah Sakit mereka sendiri.
Sumber: Turner, T.J. (2009). Developing evidence-based clinical practice guidelines in hospitals in Australia, Indonesia, Malaysia, the Philippines and Thailand: values, requirements and barriers. BMC Health Service Research.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2800111/


"


Afita Nur Dwiyanti

pada : 07 September 2017


"NAMA : Afita Nur Dwiyanti
NIM : 13161113114
JAWABAN :
1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah bukti yang berbentuk penelitian terbaik yang dapat menimbulnya kesadaran akan pentingnya teknologi informasi dalam Evidence-Based Nursing¬ yang mana informasi tersebut dapat digunakan saat pengambilan keputusan klinis dengan menggunakan keahlian klinis mereka dan preferensi pasien.
Sumber: Doran, D., Haynes, B. R., Estabrooks, C. A., Kushniruk, A., Dubrowski, A., Bajnok, I., Bai, Y. Q. (Chris). (2012). The role of organizational context and individual nurse characteristics in explaining variation in use of information technologies in evidence based practice. Implementation Science : IS, 7, 122. http://doi.org/10.1186/1748-5908-7-122

2. Tingkat bayi dengan angka Apgra kurang dari tujuh pada setiap lima menit dan tingkat kematian janin yang merupakan hal yang hampir 10 kali lebih besar di dua rumah sakit di Indonesia, maka dari itu di Asia Tenggara terutama di Indonesia menerapkan suatu Project yang bernama SEA-ORCHID. Dimana project ini bekerja dengan mengevaluasi apakah perencanaan dari banyak sisi untuk menguatkan kapasitas penelitian sintesis, perawatan Evidence-based dan pengetahuan dalam penerapan untuk mengembangkan praktek klinik sehingga dapat menyebabkan peningkatan kesehatan untuk orang tua dan bayinya.
Sumber : The SEA-ORCHID Study Group. (2008). Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project. PLoS ONE, 3(7), e2646. http://doi.org/10.1371/journal.pone.0002646

3. Kekurangan : Para perawat harus selalu menemukan bukti-bukti terbaru untuk ENBP yang mana akan menambah beban tugas perawat dan juga dalam pengambilan keputusan menggunakan metode ENBP membutuhkan waktu yang lumayan lama.
Keuntungan : Berdasarkan suatu studi, EBNP merupakan fasilitas alternative yang efektif untuk membuat keputusan klinik pada perawatan pasien yang mungkin dapat meningkatkan kualitas dari praktik keperawatan. Selain itu dalam ENBP metode yang di gunakan yaitu biomedis database yang mana metode tersebut ialah standar komprehensif terbaik untuk menganalisa subjek pencarian.
Sumber :
Majid, S., Foo, S., Luyt, B., Zhang, X., Theng, Y.-L., Chang, Y.-K., & Mokhtar, I. A. (2011). Adopting evidence-based practice in clinical decision making: nurses’ perceptions, knowledge, and barriers. Journal of the Medical Library Association : JMLA, 99(3), 229–236. http://doi.org/10.3163/1536-5050.99.3.010
Lavin, M. A., Krieger, M. M., Meyer, G. A., Spasser, M. A., Cvitan, T., Reese, C. G., … McNary, P. (2005). Development and evaluation of evidence-based nursing (EBN) filters and related databases. Journal of the Medical Library Association, 93(1), 104–115.
Varaei, S., Salsali, M., Cheraghi, M. A., Tehrani, M. R. M., & Heshmat, R. (2013). Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian Journal of Nursing and Midwifery Research, 18(3), 251–257.

4. Hambatan dalam implementasi EBNP adalah waktu yang tidak mencukupi untuk menemukan laporan penelitian, kurangnya waktu untuk mencari informasi organisasi (seperti pedoman dan protocol), kurangnya kepercayaan dalam menilai kualitas suatu penelitian, kesulitan dalam memahami publikasi berbahasa inggris, kurangnya waktu saat kerja untuk mengimplementasikan perubahan dalam praktek, budaya juga dapat mempengaruhi perubahan praktek klinik dalam tim medis, dan yang terakhir adalah faktor perawat yang masih muda sehingga kurangnya pengalaman dalam praktik.
Sumber: Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research, 12, 367. http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367"


Marcelien Putri Chrisdianti

pada : 07 September 2017


"NAMA : MARCELINE PUTRI CHRISDIANTI
NIM : 131611133023
1. Evidence based nursing practice adalah praktik yang berdasarkan dengan bukti. Evidence Based Nursing Practice adalah cara didalam suatu disiplin ilmu keperawatan untuk mengaplikasikan bukti ke dalam praktek . Evidence Based Nursing Practice tidak hanya sebuah bukti penelitian tetapi juga pengalaman klinis, pendapat ahli, standar masyarakat, materi yang dipublikasikan, bukti penelitian yang valid dan nilai nilai, dan perspektif pasien.. Hal ini merupakan usaha atau cara untuk mengembangkan pengetahuan sarjana keperawatan atau lulusan keperawatan untuk memahami dan menerapkan teori ke dalam praktek mereka.Evidence Based Nursing Practice menggabungkan pendekatan yang lebih holistik yang mencerminkan dengan tepat keseluruhan suatu penelitian keperawatan dan praktek keperawatan.

Hong, Woi-Hyun S, 2010,’Evidance Based Nursing Practice for Health Promotion in Adults with Hypertension : A Literature Review’, Asian Nursing Researh, vol. 4, no 4, dilihat 07 September 2017, http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1976131711600078

2. Evidence Based Nursing telah dilakukan di kota Malang. Di kota malang telah dilakuakan suatu promosi kesehatan berdasarkan teori kepatuhan pengelolaan diri untuk mencegah komplikasi yang berhubungan dengan diabetes militus. Perilaku dasar manajemen diri pada diabetes termasuk menyesuaikan obat-obatan dan insulin, pemantauan glukosa darah , perubahan dalam suatu faktu, frekuensi dan makanan, perubahan pola latihan dan langkah perawatan. Pengolahan diri yang sangat penting dan efektif diantaranya makanan yang sehat, aktif memantau kadar glukosa darah,minum obat, mengatasi kesehatannnya dan mengurangi. Hal ini merupakan aplikasi bahwa suatu tindakan atau praktek keperawatan berdasarkan materi atau teori yang telah dipublikaskan dan diterima oleh disiplin ilmu keperawatan.

Kurnia, Anggraini Dwi, Anchaleeporn Amatayakul, dan Sirikul Karuncharernpanit, 2017, ‘Predictors of Diabetes Self-management Among Type 2 Diabetics in Indonesia: Application Theory of The Health Promotion Model’, International Journal of Nursing Sciences 4, dilihat 7 september 2017,
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352013217300844


3. Keperawatan berdasarkan bukti adalah konsep yang luas yang bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan pasien, mengurangi biaya perawatan kesehatan dan sebagai penyedia kerangka kerja yang mendukung pengambilan keputusan dalam situasi pasien yang spesifik. Selain itu, praktik berdasarkan bukti dapat memperluas pengetuahuan bagi perawat.
Keperawatan berdasarkan bukti memiliki kekurangan atau keterbatasan karena terlalu banyak bergantung pada perspektif positivis dan bahwa temuan dari uji klinis seringkali menggantikan aspek aspek lain yang sama sebagai relevan dari penelitian keperawatan. Praktik berdasarkan bukti tidak bisa eksis dengan hanya satu bagian dari bukti penelitian. Pengalaman keperawatan dan bukti penelitian yang sah harus terus bekerja sama untuk menginformasikan praktik berbasis bukti.
Mackey, April & Sandra Bassendowski, 2016, ’ The History of Evidence Based Practicein Nursing Education and Practice’,Journal of Professional Nursing, vol . 33, no. 1, dilihat 06 September 2017, http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S875572231630028X

4. Beberapa determinan yang dapat menghambat evidence based nursing practice adalah banyak perawat yang tidak memiliki pengetahuan tentang evidence based nursing practice. Pengetahuan yang tidak dimiliki tersebut seperti pengetahuan tentang proses evidence based nursing pratice, ketrampilan untuk pencarian database, pengetahuan untuk mengkritisi atau menilai bukti bukti saat ini dan kemampuan untuk menerapkan temuan atau meningkatkan perawatan pasien.
Selain itu hambatan pelaksanaan evidence based nursing practice seperti kurangnya wewenang untuk mengubah prosedur atau tatacara perawatan pasien dan kurangnya waktu dan sumber daya, kurangnya dukungan dalam administrasi dan organisasi, kurangnya mentor mentor, dan kurangnya atau bahkan tidak ada yang mengidentifikasi hambatan untuk pelaksanaan evidence based nursing practice.

Rojjanasrirat, Wilaiporn & Jan Rice, 2017, Evidence Based Practice Knowledge, Attitude, and Practice of Online Graduate Nursing Student, Nurse Education Today 5, dilihat 06 September 2017, http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0260691717300746

"


Marcelien Putri Chrisdianti

pada : 07 September 2017


"NAMA : MARCELINE PUTRI CHRISDIANTI
NIM : 131611133023
1. Evidence based nursing practice adalah praktik yang berdasarkan dengan bukti. Evidence Based Nursing Practice adalah cara didalam suatu disiplin ilmu keperawatan untuk mengaplikasikan bukti ke dalam praktek . Evidence Based Nursing Practice tidak hanya sebuah bukti penelitian tetapi juga pengalaman klinis, pendapat ahli, standar masyarakat, materi yang dipublikasikan, bukti penelitian yang valid dan nilai nilai, dan perspektif pasien.. Hal ini merupakan usaha atau cara untuk mengembangkan pengetahuan sarjana keperawatan atau lulusan keperawatan untuk memahami dan menerapkan teori ke dalam praktek mereka.Evidence Based Nursing Practice menggabungkan pendekatan yang lebih holistik yang mencerminkan dengan tepat keseluruhan suatu penelitian keperawatan dan praktek keperawatan.

Hong, Woi-Hyun S, 2010,’Evidance Based Nursing Practice for Health Promotion in Adults with Hypertension : A Literature Review’, Asian Nursing Researh, vol. 4, no 4, dilihat 07 September 2017, http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1976131711600078

2. Evidence Based Nursing telah dilakukan di kota Malang. Di kota malang telah dilakuakan suatu promosi kesehatan berdasarkan teori kepatuhan pengelolaan diri untuk mencegah komplikasi yang berhubungan dengan diabetes militus. Perilaku dasar manajemen diri pada diabetes termasuk menyesuaikan obat-obatan dan insulin, pemantauan glukosa darah , perubahan dalam suatu faktu, frekuensi dan makanan, perubahan pola latihan dan langkah perawatan. Pengolahan diri yang sangat penting dan efektif diantaranya makanan yang sehat, aktif memantau kadar glukosa darah,minum obat, mengatasi kesehatannnya dan mengurangi. Hal ini merupakan aplikasi bahwa suatu tindakan atau praktek keperawatan berdasarkan materi atau teori yang telah dipublikaskan dan diterima oleh disiplin ilmu keperawatan.

Kurnia, Anggraini Dwi, Anchaleeporn Amatayakul, dan Sirikul Karuncharernpanit, 2017, ‘Predictors of Diabetes Self-management Among Type 2 Diabetics in Indonesia: Application Theory of The Health Promotion Model’, International Journal of Nursing Sciences 4, dilihat 7 september 2017,
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352013217300844


3. Keperawatan berdasarkan bukti adalah konsep yang luas yang bermanfaat untuk meningkatkan keselamatan pasien, mengurangi biaya perawatan kesehatan dan sebagai penyedia kerangka kerja yang mendukung pengambilan keputusan dalam situasi pasien yang spesifik. Selain itu, praktik berdasarkan bukti dapat memperluas pengetuahuan bagi perawat.
Keperawatan berdasarkan bukti memiliki kekurangan atau keterbatasan karena terlalu banyak bergantung pada perspektif positivis dan bahwa temuan dari uji klinis seringkali menggantikan aspek aspek lain yang sama sebagai relevan dari penelitian keperawatan. Praktik berdasarkan bukti tidak bisa eksis dengan hanya satu bagian dari bukti penelitian. Pengalaman keperawatan dan bukti penelitian yang sah harus terus bekerja sama untuk menginformasikan praktik berbasis bukti.
Mackey, April & Sandra Bassendowski, 2016, ’ The History of Evidence Based Practicein Nursing Education and Practice’,Journal of Professional Nursing, vol . 33, no. 1, dilihat 06 September 2017, http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S875572231630028X

4. Beberapa determinan yang dapat menghambat evidence based nursing practice adalah banyak perawat yang tidak memiliki pengetahuan tentang evidence based nursing practice. Pengetahuan yang tidak dimiliki tersebut seperti pengetahuan tentang proses evidence based nursing pratice, ketrampilan untuk pencarian database, pengetahuan untuk mengkritisi atau menilai bukti bukti saat ini dan kemampuan untuk menerapkan temuan atau meningkatkan perawatan pasien.
Selain itu hambatan pelaksanaan evidence based nursing practice seperti kurangnya wewenang untuk mengubah prosedur atau tatacara perawatan pasien dan kurangnya waktu dan sumber daya, kurangnya dukungan dalam administrasi dan organisasi, kurangnya mentor mentor, dan kurangnya atau bahkan tidak ada yang mengidentifikasi hambatan untuk pelaksanaan evidence based nursing practice.

Rojjanasrirat, Wilaiporn & Jan Rice, 2017, Evidence Based Practice Knowledge, Attitude, and Practice of Online Graduate Nursing Student, Nurse Education Today 5, dilihat 06 September 2017, http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0260691717300746

"


SHINTIA EKAWATI

pada : 08 September 2017


"NAMA : SHINTIA EKAWATI
NIM : 131611133141
KELAS : A3

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence Based Nursing Practice (EBNP)?

Evidence merupakan suatu system yang digunakan dalam keperawatan. Evidence dalam based nursing practice adalah system yang menggunakan bukti. Dimana bukti tersebut didapatkan dari penelitian,dan pengalaman. EBNP ini sangat bermanfaat bagi keperawatan untuk mempermudah proses asuhan keperawatan, karena saya ini sudah menggunakan bukti yang nyata dengan adanya penelitia-penelitian. Evidence juga digunakan oleh tenaga kesehatan yang profesional .

Stephanie J. Schulte , susan Bejci- Spring & jill Niese (2012) Evidence in Action Rounds: Collaborating With Nursing to improve Care, journal of Hospital Librarianship, 12:3,199_207, DOI: 10.1080/16323269.2012.692230
http://e-resources.perpusnas.go.id:2058/doi/abs/10.1080/15323269.2012.692230

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan diindonesia!

Otoritas kesehatan di beberapa negara telah memutuskan bahwa layanan keperawatan kesehatan harus berbasis bukti. Penelitia terbaru menunjukkan bahwa praktik berbasis bukti mungkin lebih berhasil dilaksanakan jika intervensi mengatasi hambatan yang teridentifikasi. Perawat di indonesia dalam menjalankan tugasnya memberikan asuhan keperawatan pada pasien, ia membuat asuhan keperawatan terlebih dahulu dengan pedoman Evidence Based Nursing practice sehingga dapat memberikan dampak positif. Hasil penelitian yang menggunakan bukti tersebut dapat digunakan sampai proses evaluasi sehingga keberhasilan perawat klien dapat meningkat.

Dalheim, Ann.,Harthug , Stig., Nilsen, Roy M.,Nortvedt, Monica W.(2012). Factors influencing the development of evidence –based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research. 1-10.

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?

Keuntungan:
• dalam menerapkan Evidence Based Nursing Practice adalah memberikan hasil perawatan yang efektif dan efisen terhadap pasien serta optimal dan memberikan hasil optimis.
• Dalam pembentukan diagnose, perawat lebih memahami respons manusia terhadap masalah kesehatan, maka EBNP dapat dijadikan sebagai acuan karena diagnosis keperawatan tidak bergantung dengan diagnosis medis.
• Dapat dijadikan sebagai jaminan kesuksesan pelayanan keperawatan.
Kerugian :
Kurangnya wewenang perawat atas penelitian yang akan dilakukan.

Lavin, Mary A. 2005.Development and Evaluation of Evidence-Based Nursing (EBN) Filters and Related Databases.
https://www.ncbi.nlm.nih.giv/pmc/articles/PMC545129/#__ffn_sectitle (diakses pada tanggal 1 september 2017).

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
5. Isu yang terkait pengurangan tenaga kerja faktor lain secara khusus merangsang atau membatasi pelaksaannya keperawatan berbasis bukti mencakup pelatihan,kepercayaan dan kesulitan dalam penelitian.


• Prasangka terhadap niat mereka untuk memajukan praktik mereka
• Isu yang terkait pengurangan tenaga kerja faktor lain secara khusus merangsang atau membatasi pelaksaannya keperawatan berbasis bukti mencakup pelatihan,kepercayaan dan kesulitan dalam penelitian.
• Keterbatasan dengan sistem perawatan kesehatan,Yang menyebabkan menurunnya dukungan untuk pendidikan dan pengembangan mereka.


Correa-de-Araujo,Rosaly,”Evidence-based practice in the united states:challenges,progress, and Future Directions,”Health care for women internasional37.1(2016):2-22. PMC.Web.2 sept.2017.

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/pdf/nihms747341.pdf
"


Nesya Ellyka

pada : 08 September 2017


"NAMA : NESYA ELLYKA
NIM : 131611133038
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Praktik berbasis bukti (EBP) merupakan salah satu perkembangan terpenting dalam keperawatan kesehatan. Penelitian di bidang kesehatan umumnya dan dalam ilmu keperawatan secara khusus berkembang dengan pesat. Namun, menerjemahkan pengetahuan dalam praktik klinis sering kali terhambat. EBP diperkenalkan sebagai konsep dan digambarkan sebagai teliti, eksplisit, dan bijaksana menggunakan bukti terbaik saat ini dalam membuat keputusan tentang perawatan pasien individual. Mengintegrasikan bukti klinis eksternal terbaik yang tersedia dari penelitian sistematik (Rosenberg dan Donald, 1995; Sackett dkk, 1996)bahkan jika definisi ii dirancang untuk bidang kedokteran, hal ini juga tepat untuk bidang keperawatan.

Sumber : Cowdell, Fiona. “Developing the evidence base for hygiene and emollient practices.” Nursing Older People, vol. 27, no. 4, 2015, pp. 16–20., doi:10.7748/nop.27.4.16.e690.
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh pengaplikasian evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia yaitu dengan adanya rekam medis yang digunakan oleh perawat untuk melakukan tindakan asuhan keperawatan. Rekam medis tersebut dapat dijadikan sebagai bukti sumber hukum. Dalam melakukan setiap tindakan keperawatan, seorang perawat harus menuliskan tindakan yang telah dilakukan tersebut ke dalam rekam medis.Dalam penelitian ini menunjukkan bahwa perawat berpengalaman mungkin merupakan sumber untuk menerapkan praktik keperawatan berdasarkan bukti. Dari rekam medis perawat dapat melakukan penelitian dengan didasarkan bukti yang ada pada rekam medis tersebut

Sumbet : Woi-Hyun S.Hong. Evidence-Based Nursing Practice for Health Promotion in Adults with Hypertension: A Literature Review. 2010. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summon

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
- Keuntungan menggunakan EBNP yaitu, bahwa layanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu menghadapi tantangan dalam meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan, dapat memberikan pelayanan keperawatan yang didasarkan dari hasil penelitian yang telah terbukti.
- Kerugian menggunakan EBNP yaitu, kurangnya waktu dan keterampilan untuk menemukan dan mengelola bukti penelitian.
Sumber : Dalheim, A., Harthug, S., Nilsen, R. M., & Nortvedt, M. W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research, 12, 367. http://doi.org/10.1186/1472-6963-12-367

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Hambatan yang dijumpai dalam penggunaan hasil-hasil penelitian keperawatan terkait karakteristik penelitian, perawat, organisasi dan profesi keperawatan menurut Polit & Hungler (1999) adalah:
1. Karakteristik Penelitian
Penelitian yang dilakukan oleh perawat kadang tidak dapat meniamin bahwa hal tersebut dapat diterapkan dalam praktek sehari-hari
2. Karakteristik Perawat
Masih banyak perawat yang belum mengetahui cara mengakses hasil-hasil penelitian, mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar dalam pengambilan keputusan. Selain itu, adanya resistensi terhadap perubahan.
3. Karakteristik Organisasi/Tempat Kerja
Di beberapa tempat, suasana tempat kerja tidak mendukung adanya penggunaan hasil penelitian.
4. Karakteristik Profesi Keperawatan
Masih adanya kesulitan untuk m.enggabungkan antara perawat klinisi dan perawat peneliti untuk berinteraksi dan berkolaborasi terkait penelitian.
Sumber : EIsi Dwi Hapsari, S. M. (2011). PENGANTAR EVIDENCE BASED NURSING. Proseding Senrinar Nasional Keperawaton PPNI Jawa Tengah, 6. http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/308
"


Alfia Dwi Sunarto

pada : 08 September 2017


"Nama : Alfia Dwi Sunarto
NIM : 131611133105
Kelas : A3 2016
Jawaban :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Praktek keperawatan berbasis bukti (EBNP) adalah praktek klinis berdasarkan bukti ilmiah, keahlian klinisi dan nilai-nilai dan preferensi pasien (Melnyk, Gallagher-Ford, Long, & Fineout-Overholt, 2014; Weng et al, 2014.).
 Yi-Hao Weng, MD et al, (2015), Implementation of Evidence-Based Practice in Relation to a Clinical Nursing Ladder System: A National Survey in Taiwan, Worldviews on Evidence-Based Nursing published by Wiley Periodical

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia !
RSUP Dr. M. Djamil adalah salah satu rumah sakit di Indonesia yang telah mengembangkan penerapan evidence-based practice. Hal ini terlihat dalam salah satu misi rumah sakit tersebut yaitu “Menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”. Penerapan evidence-based nursing practice sudah mulai diterapkan sejak tahun 2012. Pada tahun 2012 tersebut juga, seorang perawat di ruang rawat inap bedah menjadi kontributor penyusunan Standar Pelayanan Keperawatan Ortopedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan evidence-based nursing.
Oktiayuliandry, C, (2015),Pengetahuan dan Sikap Perawat dalam Penerapan Evidence-Based Nursing Practice di Ruang Rawat Inap RSUP DR.M.Jamil Padang, Penelitian Manajemen Keperawatan
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
• Manfaat di bidang perawatan kesehatan, sering digunakan dalam pengembangan program, kebijakan, pedoman praktek klinis, serta standar dan praktik terbaik. Dewasa ini metode EBNP membantu para perawat mengambil keputusan dalam perawatan kesehatan untuk mengumpulkan dan kritis menilai semua yang terbaik untuk tujuan membimbing pengambilan keputusan. Sejumlah manfaat telah dianggap berasal dari penggunaan EBP. Sehingga pelayanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu memenuhi tantangan meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan.
• Kerugian jika EBNP yang dijadikan sebagai acuan pengambilan keputusan belum tentu relevan dengan setiap pasien mengalami keadaan tertentu, sehingga penggunaan EBNP kurang efektif. Bukti ilmiah saja tidak pernah cukup untuk membuat keputusan. Pengambilan keputusan berbasis bukti mengakui bahwa bukti dari penelitian ilmiah hanya satu komponen dari proses pengambilan keputusan dan dalam dirinya sendiri tidak cukup untuk menginformasikan langkah-langkah berikutnya. Keputusan berbasis bukti harus diimbangi dengan bukti yang berasal dari pengalaman yang relevan dan penilaian, preferensi pasien dan nilai-nilai, serta keadaan klinis dari pasien.

 Murphy M et al, (2014), Application of the principles of evidence-based practice in decision making among senior management in Nova Scotia’s addiction services agencie, BIOmed Central, 1-15,

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Hambatan utama yang terkait dengan faktor organisasi adalah seperti kurangnya waktu untuk menemukan penelitian dan untuk menerapkan ini dan kurangnya otoritas untuk menerapkan temuan. Hambatan secara konsisten independen waktu, lokasi geografis, ukuran sampel, tingkat respons dan organisasi. Hambatan utama yang diidentifikasi adalah bahwa literatur penelitian tidak disusun dalam satu tempat, kurangnya waktu, tidak kooperatif dokter, sumber daya yang memadai dan kurangnya akses terhadap informasi. Hambatan untuk Riset Skala Pemanfaatan telah dikritik karena semata-mata mengidentifikasi hambatan untuk penggunaan penelitian dan tidak mengidentifikasi sejauh mana perawat menggunakan sumber informasi lain untuk mendukung praktek dalam kaitannya dengan definisi praktik berbasis bukti, pengalaman klinis merupakan prasyarat untuk menentukan apakah temuan-temuan penelitian relevan untuk digunakan dalam praktek, apakah langkah-langkah sebagai umum untuk kelompok pasien tertentu atau sebagai langkah untuk pasien individu.
 Dalheim A et al, (2012), Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey, BIOmed Central, 1-10, https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/ (diakses pada 7 agustus 2017)


"


Alfiana Permatasari

pada : 08 September 2017


"NAMA : ALFIANA PERMATASARI
NIM : 131611133130
JAWABAN :
1. (EBNP) adalah aplikasi praktis dari bukti klinis terbaik yang tersedia dan berasal dari temuan penelitian sistemik dan ilmiah, yang mengenai masalah kesehatan, atau keperawatan pasien, serta preferensi dan nilai-nilai mereka (Ingersoll,2000). Saat ini paradigma keperawatan telah bergeser dari intuisi tradisional, klinis pengalaman, dan alasan patofisiologis untuk Evidance-Based Nursing Practice yang mengintegrasikan keahlian klinis menjadi bukti terbaik saat ini untuk pasien dan keadaan klinis (Salmond, 2007).

Sumber:
Kang, Y. et al, 2015, Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses, Applied Nursing Research, Available from : http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002335?via%3Dihub [4 September 2017]

2. Contoh aplikasi penggunaan EBNP di indonesia salah satunya adalah penggunaan Quality Indicators (QIs) dalam perawatan paliatif. Bagi organisasi perawatan ini merupakan alat penting dalam memberikan bimbingan dalam perawatan paliatif yang kompleks. QIs bertujuan untuk dapat memberikan kontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan paliatif dengan menyediakan elemen kunci dari sebuah organisasi yang memadai yang memungkinkan untuk mengukur, memantau, dan mengevaluasi kualitas. Tidak hanya itu diharapkan di masa depan, QIS juga dapat digunakan untuk keperluan lain, seperti mendukung kegiatan profesional berkualitas perbaikan, akreditasi klinis, dan penelitian dan meningkatkan trans-parency kualitas perawatan paliatif.

Sumber:
Effendy, C., Vissers, K., Woitha, K., Paap, J.V.R, Tejawinata, S., Vernooij-Dassen, M., Engles, Y., 6 August 2014, Face-validation of quality indicators for the organization of palliative care in hospitals in Indonesia: a contribution to quality improvement, Springer-Verlag Berlin Heidelberg 2014, Available from : https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1619439607?pq-origsite=summon [7 September 2017]

3. Keuntungan Evidance-Based Nursing Practice adalah akan lebih mampu untuk memenuhi tantangan, meningkatkan keselamatan pasien, dan kualitas layanan.
Kerugian dalam Evidance-Based Nursing Practice adalah Keterbatasan waktu untuk menemukan laporan penelitian, tidak adanya cukup waktu untuk mencari informasi organisasi (Seperti pedoman dan protocol), Kurangnya kepercayaan diri dalam menilai kualitas penelitian, Kesulitan dalam memahami publikasi berbahasa inggris, Cukup waktu di tempat kerja untuk melaksanakan perubahan.

Sumber:
Dalheim et al, 2012, Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey, BMC Health Services Research 2012, 12:367, Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/ [ 4 September 2017]

4. - Keterbatasan waktu untuk menemukan laporan penelitian
- Keterbatasan akses terhadap literature
- Kurangnya kepercayaan diri dalam menilai kualitas penelitian
- Kesulitan dalam memahami publikasi berbahasa inggris
- Kurangnya pelatih terkait usaha untuk mencari informasi dan keterampilan dalam mengkritisi hasil penelitian
- Ideologi yang menekankan praktek dibandingkan dengan pengetahuan intelektual
- Lingkungan kerja tidak mendukung dalam usaha mencari informasi hasil penelitian

Sumber:
Weng, Yi-Hao et.al, 2015, Implementation of Evidence-Based Practice in Relation to a Clinical Nursing Ladder System: A National Survey in Taiwan, Worldviews on Evidence-Based Nursing, 2015; 12:1, 22–30, Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4345401/ [5 September 2017]"


Ida Nurul Fadilah

pada : 08 September 2017


"NAMA : IDA NURUL FADILAH
NIM :131611133086

JAWABAN :
1. Yang dimaksud evidence dalam Evidence Based Nursing Practice adalah hasil penelitian atau intervensi secara teliti, jelas, bijaksana, dan efektif dalam pembuatan keputisa tentang pemberian askep pada individu atau sekelompok pasien dan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan pilihan pasien serta jaminan standar kualitas dan untuk memicu adanya inovasi.

Sumber : Haspari, Elsi Dwi. 2011. Pengantar Evidence-Based Nursing. In Proseding Sentinai Nasioinal Keperawatan PPNI Jawa Tengah

2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia adalah dilaksanakannya promosi kesehatan seperti yang ada pada tinjauan literatur “Evidence Based Nursing Practice for Health Promotion in Adults With Hypertension”. Di Indonesia sendiri juga banyak diadakan promosi kesehatan yang berhubungan dengan Evidence Based Nursing Practice, contohnya seminar ilmiah nasional keperawatan yang diadakan oleh program studi ilmu keperawatan Universitas Diponegoro pada 21 Juni 2014 dengan tema “Aplikasi Evidence Based Nursing Practice dalam meningkatkan Patient Safety” dan dipublikasikan dalam bentuk-bentuk dessiminasi melalui oral presentation dan poster presentation.

Sumber : Hong, W. H. S. 2010, Desember. Evidence Based Nursing Practice for Health Promotion in Adults with Hypertension. A Literature Review. Asian Nursing Research, Vol. 4 No.4: 227-245
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summo

3. Keuntungan menggunakan metode Evidence Based Nursing Practice dalam tatanan praktik keperawatan, yaitu : (1) dapat mempengaruhi perawat dalam pengambilan keputusan klinis; (2) meningkatkan dan memperbaiki layanan keperawatan; (3) meningkatkan keterampilan dan kemampuan perawat; (4) meningkatkan angka harapan hidup pada pasien

Kerugian menggunakan metode Evidence Based Nursing Practice dalam tatanan praktik keperawatan adalah kurang berkembangnya model EBNP di kota kecil karena tampaknya hanya berfokus di kota besar baik di luar maupun di dalam negeri.

Sumber :
Sullivan, Debra Henline.(2013). A Science perspective to Guide Evidence Based Practice. International Journal of Childbirth Education : 51-56

Ligita, Titan. (2012). Pengetahuan dan Kesiapan Perawat Klinisi dalam Implementasi Evidence Base Practice. Ners Jurnal Keperawatan, Vol. 8 No. 1: 83-95

4. Determinasi yang dapat menghambat implementasi EBPN adalah: (1) Waktu yang terbatas untuk menemukan laporan penelitian; (2) kurangnya dukungan dari organisasi; (3) tingkat pendidikan yang berbeda; (4) fasilitas yang kurang memadai seperti ketersediaan komputer; (5) kurangnya keterampilan dalam memahami laporan penelitian, menemukan informasi dan mengelola bukti penelitian.

Sumber : Ligita, Titan. (2012). Pengetahuan dan Kesiapan Perawat Klinisi dalam Implementasi Evidence Base Practice. Ners Jurnal Keperawatan, Vol. 8 No. 1: 83-95

"


HAPPY PUSPITA RISNA

pada : 08 September 2017


"NAMA : HAPPY PUSPITA RISNA
NIM : 131611133127
JAWABAN :
Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab : evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) dapat berarti suatu bukti yang digunakan dalam praktik dalam keperawatan yang dapat mengatasi beberapa konsekuensi yang mungkin timbul untuk konsep keperawatan. Sacket dkk. (1996) berpendapat bahwa EBNP menyiratkan penggunaan bukti-bukti paling kuat yang dipraktikkan secara eksplisit dan bijaksana saat ini saat keputusan klinis dibuat untuk merawat pasien individual.
Sumber : Berland, A., Gundersen, D., & Bentsen, S. B. (2012). Evidence-based practice in primary care--an explorative study of nurse practitioners in norway. Nurse Education in Practice, 12(6), 361-5. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1131048696?pq-origsite=summon
Carole, A., Estabrooks, 1998, ‘Will Evidence-Based Nursing Practice Make Practice Perfect?’. Canadian Journal of Nursing Research, Vol.30, No. 1, 15-36. Available from : https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10603800
Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawab : Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia adalah perawatan berbasis bukti dan penerapan pengetahuan meningkatkan penerapan rekomendasi praktik klinis terbaik yang mengarah pada kesehatan yang lebih baik untuk para ibu dan bayi. Beban kematian dan morbiditas yang terkait dengan kehamilan dan persalinan tetap terkonsentrasi di negara-negara berkembang di Asia Tenggara salah satunya di Indonesia. Terdapat 9550 catatan medis tentang wanita dan 9665 bayi mereka di sembilan rumah sakit; dua di masing-masing di Indonesia, Malaysia dan Filipina, dan tiga di Thailand antara Januari-Desember 2005. Komponen berbasis bukti dalam keperawatan atau EBNP aktif pada tahap ketiga persalinan dan mengobati eklampsia dengan magnesium sulfat secara tepat dilakukan secara universal di semua rumah sakit. Hal ini bertujuan untuk meningkatkan kepatuhan terhadap rekomendasi praktik klinis berbasis bukti untuk memperbaiki praktik perinatal di Asia Tenggara salah satunya di Indonesia.
Sumber : The SEA-ORCHID Study Group ,2008, ‘Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project’, Perpusnas. Available from :https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1312318287?pq-origsite=summon
Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawab : Keuntungan menggunakan metode EBNP diantaranya (a) dapat memberikan layanan berdasarkan pengetahuan ilmiah kepada semua orang yang dapat memberi manfaat , (b) mendidik semua profesional layanan kesehatan khususnya perawat untuk memberikan bukti perawatan dan (c) dapat menilai efektivitas layanan klinis untuk memberikan informasi yang tidak biasa tentang apa yang benar-benar bekerja di bidang kesehatan . Sedangkan kerugian menggunakan metode EBNP adalah kurangnya waktu, perawat kesulitan merumuskan atau menerjemahkan pertanyaan untuk EBNP, atau kesulitan mengembangkan strategi pencarian yang optimal sehingga semuanya bertentangan dengan penggunaan literatur penelitian yang efektif.
Sumber : Oh, E. G.,2016, ‘Synthesizing quantitative evidence for evidence-based nursing: Systematic review’. Asian Nursing Research, 10(2), 89-93. Available from :https://e- resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1801891371?pq-origsite=summon
Lavin MA, Krieger MM, Meyer GA, et al, 2005, Development and evaluation of evidence- based nursing (EBN) filters and related databases. Journal of the Medical Library Association. 93(1):104-115.Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC545129/

Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawab : Beberapa hambatan untuk penelitian dan EBP di bidang klinis sebagai bukti praktik klinis di kalangan profesional kesehatan terutama perawat telah ditemukan oleh banyak penelitian. Di antara hambatan tersebut, kurangnya waktu (Breimaier, Halfens, & Lohrmann, 2011; Brown et al., 2010; Gerrish & Clayton, 2004; Sitzia, 2002), kurangnya keterampilan yang relevan untuk pemanfaatan penelitian (Breimaier et al., 2011; Sitawa, 2002), kerja tim yang buruk (Sitzia, 2002), ketidakpuasan dengan dukungan dari supervisor langsung (Kajermo et al., 2008), kurangnya gelar akademis perawat atau tujuan tempat kerja yang tidak jelas (Kajermo et al., 2008), kurangnya minat untuk memanfaatkan praktik penelitian (Breimaier et al., 2011), fasilitas atau sumber daya yang tidak memadai untuk implementasi (Gerrish & Clayton, 2004; Uysal, Temel, Ardahan, & Ozkhraman, 2010), dan kurangnya wewenang oleh perawat untuk mengubah praktik (Brown et al., 2010).
Sumber : Shaher H. Hamaideh, 2016, ‘Sources of Knowledge and Barriers of Implementing Evidence-Based Practice Among Mental Health Nurses in Saudi Arabia’. pp 1. Wiley Periodicals, Inc. Available from :http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/ppc.12156/abstract"


Ida Nurul Fadilah

pada : 08 September 2017


"NAMA : IDA NURUL FADILAH
NIM : 131611133086

1. Yang dimaksud evidence dalam Evidence Based Nursing Practice adalah hasil penelitian atau intervensi secara teliti, jelas, bijaksana, dan efektif dalam pembuatan keputisa tentang pemberian askep pada individu atau sekelompok pasien dan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan pilihan pasien serta jaminan standar kualitas dan untuk memicu adanya inovasi.

Sumber : Haspari, Elsi Dwi. 2011. Pengantar Evidence-Based Nursing. In Proseding Sentinai Nasioinal Keperawatan PPNI Jawa Tengah

2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia adalah dilaksanakannya promosi kesehatan seperti yang ada pada tinjauan literatur “Evidence Based Nursing Practice for Health Promotion in Adults With Hypertension”. Di Indonesia sendiri juga banyak diadakan promosi kesehatan yang berhubungan dengan Evidence Based Nursing Practice, contohnya seminar ilmiah nasional keperawatan yang diadakan oleh program studi ilmu keperawatan Universitas Diponegoro pada 21 Juni 2014 dengan tema “Aplikasi Evidence Based Nursing Practice dalam meningkatkan Patient Safety” dan dipublikasikan dalam bentuk-bentuk dessiminasi melalui oral presentation dan poster presentation.

Sumber : Hong, W. H. S. 2010, Desember. Evidence Based Nursing Practice for Health Promotion in Adults with Hypertension. A Literature Review. Asian Nursing Research, Vol. 4 No.4: 227-245
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1507274083?pq-origsite=summo

Seminar Ilmiah Nasonal Keperawatan
http://eprints.undip.ac.id/48516/1/Proceeding_Seminar_2014.pdf

3. Keuntungan menggunakan metode Evidence Based Nursing Practice dalam tatanan praktik keperawatan, yaitu : (1) dapat mempengaruhi perawat dalam pengambilan keputusan klinis; (2) meningkatkan dan memperbaiki layanan keperawatan; (3) meningkatkan keterampilan dan kemampuan perawat; (4) meningkatkan angka harapan hidup pada pasien

Kerugian menggunakan metode Evidence Based Nursing Practice dalam tatanan praktik keperawatan adalah kurang berkembangnya model EBNP di kota kecil karena tampaknya hanya berfokus di kota besar baik di luar maupun di dalam negeri.

Sumber :
Sullivan, Debra Henline.(2013). A Science perspective to Guide Evidence Based Practice. International Journal of Childbirth Education : 51-56

Ligita, Titan. (2012). Pengetahuan dan Kesiapan Perawat Klinisi dalam Implementasi Evidence Base Practice. Ners Jurnal Keperawatan, Vol. 8 No. 1: 83-95

4. Determinasi yang dapat menghambat implementasi EBPN adalah: (1) Waktu yang terbatas untuk menemukan laporan penelitian; (2) kurangnya dukungan dari organisasi; (3) tingkat pendidikan yang berbeda; (4) fasilitas yang kurang memadai seperti ketersediaan komputer; (5) kurangnya keterampilan dalam memahami laporan penelitian, menemukan informasi dan mengelola bukti penelitian.

Sumber : Ligita, Titan. (2012). Pengetahuan dan Kesiapan Perawat Klinisi dalam Implementasi Evidence Base Practice. Ners Jurnal Keperawatan, Vol. 8 No. 1: 83-95
"


Nahdiya Rosa A

pada : 08 September 2017


"NAMA : NAHDIYA ROSA AHMARI
NIM : 131611133065
KELAS : A2 2016

1. Yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah aplikasi praktis dari bukti klinis terbaik yang ada yang berasal dari temuan penelitian sistemik dan ilmiah, mengenai masalah kesehatan atau keperawatan pasien, preferensi dan nilai mereka (Ingersoll, 2000)
Sumber :
Kang, Y& Yang, S 2015, ‘Evidence based Nursing Practice and Its correlates among Korean Nurses’, Applied Nursing Research, vol. 31, pp. 46-51. Available from: https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002335?via%3Dihub . [5 September 2017]
2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia yaitu :
Proses keperawatan merupakan cara berpikir perawat tentang bagaimana mengorganisir perawatan terhadap individu, keluarga dan komunitas. Banyak manfaat yang dapat diperoleh dalam proses ini, antara lain membantu meningkatkan kolaborasi dengan tim kesehatan, menurunkan biaya perawatan, membantu orang lain untuk mengerti apa yalg dilakukan oleh perawat, diperlukan untuk standar praktek profesional, meningkatkan partisipasi klien dalam perawatan, meningkatkan otonomi pasien, meningkatkan perawatan yang spesifik untuk masing-masing individu, meningkatkan efisiensi, menjaga keberlangsungan dan koordinasi perawatan, dan meningkatkan kepuasan kerja (Wilkinson, 2007'). Dalam proses keperawatan, terdapat banyak aktivitas pengambilan keputusan dari saat tahap pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi dan evaluasi. Pada setiap fase proses keperawatan tersebut, hasil-hasil penelitian dapat membantu perawat dalam membuat keputusan dan melakukan tindakan yang mempunyai dasar/rasional hasil penelitian yang kuat.
Sumber :
Elsi D.H 2011, Pengantar Evidence-Based Nursing. Evidence based practice in nursing science: Unique, diversity, and innovation. Available from: http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/viewFile/308/335 [6 September 2017]
3. Keuntungan EBNP : memiliki banyak manfaat, termasuk mendukung pengambilan keputusan yang konsisten dan meningkatkan efektivitas biaya (Le May 1999) serta untuk memperbaiki dan memperbarui praktik klinis dan untuk meningkatkan kualitas perawatan dan hasil untuk pasien (Veeramah, 2016).
Kerugian EBNP : menunjukkan bahwa perawat pemula merasa lebih banyak penghalang terhadap EBNP daripada perawat berpengalaman, termasuk: kurangnya waktu dan sumber daya, penurunan kepercayaan dalam mengakses bukti, dan menerapkan perubahan yang telah terjadi dalam praktik mereka.
Sumber :
Baird, Lisa M.G 2015, ‘Factors Influencing Evidence Based Practice for Community Nurses’, British Journal of Community Nursing, vol. 20, no. 5. Available from: https://magonlinelibrary.com/doi/pdf/10.12968/bjcn.2015.20.5.233?download=true. [5 September 2017]
Cowdell, Fiona 2014, ‘Developing the Evidence Base for Hygiene and Emollient Practice’, Nursing Older People (2014+), vol. 27, no. 4, pp. 16. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1785333536/abstract/E86DD8B3F5BD490DPQ/1?accountid=25704#center [5 September 2017]
4. Yang dapat menghambat implementasi EBNP adalah kurangnya waktu, kurangnya pemahaman tentang penelitian yang tersedia (khususnya statistik), wewenang terbatas untuk mengenalkan praktik baru, tidak cukup waktu untuk membaca penelitian dan sumber daya yang tidak memadai dalam setting klinis (Brown et al 2010).
Sumber :
Cowdell, Fiona 2014, ‘Developing the Evidence Base for Hygiene and Emollient Practice’, Nursing Older People (2014+), vol. 27, no. 4, pp. 16. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1785333536/abstract/E86DD8B3F5BD490DPQ/1?accountid=25704#center [5 September 2017]

"


Dessy Syahfitri Pohan

pada : 08 September 2017


"NAMA : DESSY SYAHFITRI POHAN
NIM : 131611133060
1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence Based Nursing Practice (EBNP) ?
Evidence Based Nursing Practice (EBNP) adalah proses penggunaan fakta ataupun bukti secara ilmiah yang jelas, tegas dan berkesinambungan yang muncul dalam pengambilan keputusan klinis untuk pasien oleh perawat.

2.Berikan contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia !
Evidence Based Nursing Practice (EBNP) telah memberi peran penting dalam menyempurnakan pelayanan keperawatan di Indonesia, salah satu contohnya adalah terapi komplementer. Terapi komplementer akhir-akhir ini telah menjadi isu di berbagai negara, terutama Indonesia. Masyarakat lebih memilih terapi ini dibandungkan terapi konvensional dengan alasan keyakinan, keuangan, reaksi obat kimia dan tentunya tingkat kesembuhan yang dicapai. Klien yang menggunakan terapi komplementer memiliki beberapa alasan. Salah satunya adalah filosofi holistik pada terapi komplementer, yaitu adanya harmoni dalam diri dan promosi kesehatan dalam terapi komplementer. Alasan lainnya adalah karena klien ingin terlibat untuk pengambilan keputusan dalam pengobatan dan peningkatan kualitas hidup dibandingkan yang sebelumnya. Hal ini terjadi karena klien ingin mendapatkan pelayanan yang sesuai dengan pilihannya, sehingga kepuasan klien terpenuhi.

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan ?
Keuntungan :
-Menstandardisasi praktik keperawatan kesehatan
-Menghindari hasil kesehatan yang tidak diantisipasi
-Meminimalkan variasi perawatan
-Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
Kerugian :
Minimnya perawat yang memiliki pengalaman dalam bekerja dengan sistem EBNP dan kurangnya kesadaran juga kepercayaan perawat terhadap sistem EBNP. Sehingga hal ini mengakibatkan pelaksanaan EBNP yang tidak optimal bahkan tidak berjalan.
4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP ?
-Keterbatasan sistem perawatan kesehatan yang tersedia
-Keterbatasan pelatihan yang dijalani perawat
-Kurangnya kepercayaan oleh perawat
-Minimnya pengetahuan
-Isu terkait pengurangan tenaga kerja
-Resiko yang dialami oleh perawat

SUMBER :
Reiber, K.2011.Evidence Based Nursing Education-a Systemic Review of Empirical Research.German
Medical Science. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3149467/ (diakses, 6 September 2017, pukul 13.15 WIB)
Widyatuti,2016.Terapi-Komplementer-Dalam-Keperawatan. http://jki.ui.ac.id/index.php/jki/article/download/200/311 ( diakses 7 SEPT 2017, pukul 14.20 WIB)
Correa, R.2016.Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future
Directions.HHS Public Access https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/ (diakses 7 September 2017, pukul 15.05 WIB)
Correa-de-Araujo, R. (2016). Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions. Health Care for Women International, 37(1), 2–22. http://doi.org/10.1080/07399332.2015.1102269 ( diakses 7 September 2017, pukul 22.30 WIB)
"


Mitha Mulia Virdianty

pada : 08 September 2017


"NAMA MAHASISWA : MITHA MULIA VIRDIANTY
NIM : 131611133135
JAWABAN:
1. Apakah yang dimaksud dengan Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-Based Nursing Practice adalah suatu konsep yang bertujuan untuk meningkatkan keselamatan pasien, mengurangi biaya perawatan kesehatan, dan pada akhirnya menyediakan kerangka kerja yang mendukung pengambilan keputusan dalam situasi khusus pasien. Definisi Evidence-Based Practice dalam profesi keperawatan telah berkembang dari basis klinis yang ketat untuk memasukkan pendekatan yang lebih holistik serta mencerminkan keseluruhan penelitian dan praktik keperawatan. Hal ini tidak hanya terlihat dalam adopsi praktik klinis namun juga dapat digunakan dalam pendidikan sarjana dan pascasarjana serta pengembangan teori keperawatan.
Sumber: Mackey, A & Sandra, B 2017, ‘The History of Evidence-Based Practice in Nursing Education and Practice’, Journal of Professional Nursing, vol. 33, no. 1, pp. 51-55. Available from: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S875572231630028X?via%3Dihub. [6 September 2017].

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Rumah Sakit Siloam Kebun Jeruk merupakan salah satu rumah sakit swasta yang sedang berkembang dan concern akan pelaksanaan Evidence-Based Practice (EBP) . Proses Evidence-Based Nursing Practice yang diterapkan ada lima tahap, yaitu: 1. Merumuskan pertanyaan, 2. Mengumpulkan informasi yang paling relevan, 3. Melakukan evaluasi kritis terhadap bukti dan validitas, 4. Mengintegrasikan bukti penelitian dengan pengalaman klinis, dan 5. Menilai hasil (evaluasi). Namun, berdasarkan informasi dari responden (perawat RS Siloam), 95% dari mereka mengungkapkan bahwa belum pernah mendapat pelatihan khusus mengenai spesifik pelatihan EBP, yang ada selama ini hanya seminar-seminar yang membahas mengenai EBP saja.
Sumber : Elysabeth, D, Gita, L & Siska, N 2015, ‘Correlation between nurse’s education level with the competency to do evidence-based practice’, Jurnal Skolastik Keperawatan, vol. 1, no. 1. Available from: https://media.neliti.com/media/publications/130265-ID-none.pdf. [6 September 2017].

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan menggunakan metode Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) dalam tatanan praktik keperawatan yaitu EBNP akan lebih mampu menghadapi tantangan perbaikan kualitas pelayanan dan keselamatan pasien karena EBNP memberikan pelayanan yang terbaik, serta menggunakan sumber daya yang terbaik dan terpercaya dalam memberikan pelayanan.
Sedangkan kerugian dari metode ini ialah membatasi autonomi professional, serta kurangnya pemahaman dan kurangnya referensi yang dapat digunakan perawat sebagai pedoman pelaksanaan penerapan EBNP itu sendiri.
Sumber: Correa-de-Araujo, R 2016, ‘Evidence-Based Practice in the United States: Challenges, Progress, and Future Directions’, Health Care Women Int., vol. 37, no. 1, pp. 2-22. Available from: https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4804828/pdf/nihms747341.pdf. [6 September 2017].
Miller, LL, Ward, D & Young, HM 2010, ‘Evidence-Based Practices in Nursing’, Journal of the American Society on Aging, vol. 34, no. 1, pp. 72. Available from: https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/742470450/fulltext/4121B94CD6004C5APQ/1?accountid=25704. [6 September 2017].

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang dapat menghambat implementasi Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) yaitu kompetensi perawat dalam menerapkan metode Evidence-Based Practice (EBP). Kesiapan perawat untuk EBP meliputi faktor-faktor yang terkait dengan kemampuan perawat untuk terlibat dalam EBP dan mengintegrasikan bukti terbaik kedalam praktik sehari-hari, seperti keakraban, sikap, dan kepercayaan perawat tentang EBP, serta pengetahuan dan keterampilan mereka dalam menerapkan metode EBP.
Sumber: Saunders, H & Katri, VJ 2016, ‘The state of readiness for evidence-based practice among nurses: An integrative review’, International Journal of Nursing Studies, vol. 56, pp. 128-140. Available from: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0020748915003351. [6 September 2017].
"


Fathma Hanifati

pada : 08 September 2017


"NAMA : FATHMA HANIFATI
NIM : 131611133084
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab : Evidence secara harfiah adalah bukti. Evidence adalah sesuatu yang mendukung dalam kebenaran dari hipotesis atau menunjukkan kepalsuan dalam praktik keperawatan. Fungsi evidence dapat didukung dalam prinsip yang dibuktikan oleh fakta, pengalaman dan semua jenis dari data. Evidence memperkuat dan tidak memperkuat sebuah hipotesis keperawatan (teori, pernyataan, keyakinan). Kata kunci dari evidence disini yang perlu diingat adalah mendukung. Sebagian besar asumsi tentang evidence adalah kebenaran, fakta, akurat, terpercaya. Evidence mengajurkan kita memilih sebuah teori yang ada dalam keperawatan itu baik untuk didukung dan diterapkan.
Sumber : Kvernbekk, Tone. (2011). The Concept of Evidence in Envidece in Evidence-Based Practice. Educational Theory. 515-532. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/896731921/FD0D89E7506F4E85PQ/6?accountid=25704
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawab : Aplikasi penggunaan Endotracheal tube. Ada beberapa indikator yang digunakan. Tetapi hanya satu point yang akan dibahas. Prosedur durasi suctioning dipengaruhi oleh tingkat keparahan dari efek samping yang ditimbulkan. Satu studi telah menunjukkan ukuran kateter yang benar dan durasi kurang dari 15s mengurangi penurunan FRC dan PaO2 (Tenaillon, 1990). Percobaan klinis dilakukan pada anjing telah menunjukkan bahwa penurunan PaO2 meningkat setelah 5s penyedotan (George, 1983). Dalam studi komparatif komplikasi terkait suction maksimal 10s dianjurkan untuk suction itu sendiri dan 15s untuk seluruh prosedur (Celik dan Elbas, 2000; Wood,1998b; Day et al., 2002). Suction sebaiknya tidak diaplikasikan saat kateter insersi.
Sumber : Pedersen, Carsten M., Rosendahl Nielsen, Mette,. Hjermind, Jeanette,. Egerod,. (2019). Endotracheal suctioning of the adult intubated patient--What is the evidence?. Intensive & Critical Care Nursing, 21-30. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1034902786/FD0D89E7506F4E85PQ/7?accountid=25704
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawab : Keuntungan : menciptakan peluang untuk staff keperawatan menilai dan mensintesis artikel penelitian secara kritis melalui jurnal, praktik berkolerasi dengan sikap, pengetahuan, dan keterampilan dalam praktik berbasis bukti, menciptakan perawat yang berkembang dengan praktik bebasis bukti untuk kemajuan, mengintegrasikan prinsip-prinsip praktik berbasis bukti ke dalam semua yang dilakukan sehingga lebih terpercaya.
Kerugian : tanpa evaluasi pengetahuan dengan membaca modul pembelajaran (artikel dan jurnal penelitian terbaru) dengan baik evidence based nursing practice tidak bisa berjalan dengan baik, harus menggunakan database dan literatur yang terbukti secara ilmiah dan selalu up-to-date
Sumber : Mollon, Deene., Fields, Willa., Gallo, Ana-Maria., Wagener, Rebecca., Soucy, Jacqui. (2012). Staff Practice, Attitudes, and Knowledge/Skills Regarding Evidence-Based Practice Before and After an Educational Intervention. The Journal of Contiuning Rducation in Nursing. 411-9. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1037367163/FC17947E4CD54F97PQ/2?accountid=25704
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawab :
- Kemampuan perawat yang rendah untuk mengidentifikasi masalah klinis yang digunakan sebagai penelitian
- Rendahnya kemampuan berpikir kritis perawat ketika sudah aktif bekerja di rumah sakit, karena waktu yang terbatas
- Pemahaman yang kurang oleh perawat dalam penggunaan metodologi penelitian PICO (Patient, Intervention, Comparison, Outcome) dalam pertanyaan klinis
Sumber : Finotto, Stefano., Carpanoni, Marika., Turroni, Elena Casadei., Camellini, Riccarda., Mecugni, Daniela. (2013) Teaching evidence-based practice: Developing a curriculum model to foster evidence-based practice in undergraduate student nurses. Nurse Education in Practice. 459-65. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1418151737/1044DDF66217417APQ/15?accountid=25704

"


Nophyaningtias Tri Widya Ningsih

pada : 08 September 2017


"Nama Mahasiswa : Nophyaningtias Tri Widya Ningsih
NIM : 131611133056
Jawaban :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Penggunaan teori dan informasi yang diperoleh berdasarkan hasil penelitian secara teliti, jelas dan bijaksana dalam pembuatan keputusan tentang pemberian asuhan keperawatan kepada individu atau sekelompok pasien dan dengan mempertimbangkan kebutuhan dan pilihan dari pasien tersebut (Ingersol G, 2000). EBNP adalah sebuah aplikasi praktis dari bukti klinis terbaik yang berasal dari temuan penelitian sistemik dan ilmiah, mengenai masalah kesehatan atau keperawatan pasien, preferensi dan nilai. Saat ini paradigma keperawatan bergeser dari intuisi tradisional, pengalaman klinis, dan pertimbangan patofisiologis terhadap EBNP, yang mengintegrasikan keahlian klinis ke dalam bukti terbaik terkini untuk keadaan pasien dan klinis.

Sumber : Achterberg, Theo van; Schoonhoven, Lisette; Grol, Ricard;. (2008). Nursing Implementation Science: How Evidence-Based Nursing Requires Evidence-Based Implementation, 302-310. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236392241/fulltextPDF/C9E8E0A7C7EA4296PQ/1?accountid=25704. (Diakses pada tanggal 04 September 2017, pukul 16.00).

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
a. Tahap pengkajian. Pengumpulan informasi secara lengkap dan sistematis yang meliputi: pengumpulan data, analisis data, perumusan masalah untuk kebutuhan pengkajian pasien.
b. Tahap diagnosis. Hasil penelitian yang akuratuntuk memberikan intervensi.
c. Tahap perencanaan. Inisiatif rencana tindakan untuk mencapai tujuan yang spesifik.
d. Tahap evaluasi. Hasil penelitian dan keputusan yang efektifitas asuhan keperawatan antara dasar tujuan keperawatan klien yang telah ditetapkan dengan respon prilaku klien yang tampil.
Sumber : Dalheim, Ann., Harthug , Stig., Nilsen, Roy M., Nortvedt, Monica W. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research. 1-10. (Diakses pada tanggal 04 September 2017, pukul 09.00).
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Dapat meningkatkan kualitas perawatan dalam praktik keperawatan yang mengarah pada hasil pasien lebih baik, meningkatkan kolaboratif diperlukan di kalangan administrator, peneliti, dan pendidik perawat di daerah perkotaan yang berdekatan, memanfaatkan teknologi maju yang tersedia dalam pendidikan jarak jauh.
Namun EBNP juga mempunyai kerugian yaitu perawat yang masih memiliki keterbatasan atau kurangnya pengetahuan sehingga perawat masih belum bisa menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan.

Sumber : Olade, R. A. (2004). Evidance-Based Practice and Research Utilization Activities Among Rural Nurses. Journal of Nursing Scholarship, 220-5. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/236396896/5F1579D81DCE421BPQ/1?accountid=25704. (Diakses pada tanggal 05 September 2017, pukul 13.00).

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Penghambat terhadap implementasi EBNP seperti halnya keterbatasan pemahaman tenaga kesehatan seperti perawat terhadap bukti untuk melakukan asuhan keperawatannya, kurangnya keterampilan perawat terhadap manajemen, rasa kepedulian terhadap EBNP, kurangnya waktu dan keterampilan untuk menemukan, meninjau, dan menggunakan bukti penelitian.

Sumber : Kathy, R & Susan. (2008). Nurses Reclaiming Ownership of Their Practice: Implementation of an Evidence-Based Practice Model and Process, Journal of Continuing Education in Nursing. vol. 39, no. 4, pp. 166-172. Available from : https://www.healio.com/nursing/journals/jcen/2008-4-39-4/%7B0cf18422-05ad-4da8-bea3-68aceb3ab15c%7D/nurses-reclaiming-ownership-of-their-practice-implementation-of-an-evidence-based-practice-model-and-process. (Diakses pada tanggal 05 September 2017, pukul 18.00).
"


Mochammad Nur Cahyono

pada : 08 September 2017


"Nama : Mochammad Nur Cahyono
NIM : 131611133094

1. Apa yang dimaksud dengan evidence nurse based practice ?
ENBP adalah praktik berbasis bukti melibatkan penggunaan penelitian yang paling kredibel dan mutakhir untuk memandu perawatan pasien. ENBP menekankan penggunaan protokol dan prosedur yang didasarkan pada penelitian dan informasi objektif lainnya, bukan ritual, pendapat atau kebiasaan tindakan yang biasa dilakukan. Survei perawat wanita, pada tahun 1992 mengenai sumber pengetahuan yang digunakan untuk tuntunan panduan terungkap
yang paling banyak bergantung pada sekolah perawat, sumber tempat kerja, dokter dan intuisi. Meski antusias menggunakan bukti penelitian sebagai dasar praktik, perawat bisa bingung dengan cara melakukannya.
Orlando. (2009). Evidence-Based Nursing Practice, Correct Care


2. Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia !
Contoh di Indonesia ialah seperti praktik pada keperawatan klie gagal jantung yang menggunakan bukti-bukti penelitian yang telah dilakukan dan diatur oleh organisasi pemerintah/ PPNI sebagai Institusi penyelengara fasilitas pelayanan
kesehatan kardiovaskular
Safitri Dyan, Untung DKK. 2014. Aplikasi Evidence Based Nursing dalam Meningkatkan Patient Safety. SEMINAR ILMIAH NASIONAL KEPERAWATAN UNIVERSITAS DIPONEGORO


3. Keuntungan dan kerugian menggunakan ENBP dalam tatanan praktik Keperawatan ?
Keuntungan meningkatkan keefektifan klinik dan serta keefektifan biaya
dalam kebijakan kesehatan dari hasil penelitian dalam melakukan praktek keperawatannya.
Kerugian kurangnya akses terhadap bukti ilmiyah, kritis dan metodologi penelitian dan dukungan organisasi dan para kolega.
OKTIAYULIANDRI, CITRA. 2015. PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM PENERAPAN
EVIDENCE-BASED NURSING PRACTICE DI RUANG RAWAT INAP RSUP DR. M. DJAMIL PADANG. REPOSITORY UNIVERSITAS DIPONEGORO


4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi ENBP ?
Waktu dan pengetahuan merupakan hambatan utama yang ditemukan dari berbagai penelitian mengenai implementasi Evidence-based Practice, dukungan yang kurang dari organisasi dapat menghambat pengembangan, tingkat pendidikan yang berbeda, fasilitas yang kurang memadai, serta kesulitan dalam memahami laporan penelitian serta kesulitan dalam menemukan informasi yang ilmiah, hal-hal tersebut menyebabkan aplikasi ENBP tidak dapat berjalan dengan baik, hal ain yang menghambat ENBP juga dari faktor perawat dalam memahami bahasa asing dalam mempelajari penelitian dalam bahasa asing.
Ligita, Titan. 2012. Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi Dalam Implementasi Evidence-Base Practice. Tanjungpura. NERS JURNAL KEPERAWATAN VOLUME 8,No 1,Juni 2012 :83-95
"


Fatatin Nazhifah

pada : 08 September 2017


"NAMA MAHASISWA : FATATIN NAZHIFAH
NIM : 131611133089
JAWABAN :
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab :
Evidence adalah fakta-fakta, bukti, petunjuk. Sedangkan Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) atau Praktik bukti eksplisit (EBP) ialah salah satu cara yang biasa digunakan oleh kesehatan pustakawan sebagai mediator informasi dengan proses mencari, menyusun, lalu dikaji kritis menilai literature yang tersedia guna menemukan bukti (evidence) terbaik yang dapat digunakan oleh praktisi kesehatan untuk mendukung perawatan pasien mereka dalam proses pengambilan keputusan. Tahapan menyusun EBP : (1) “ask” yaitu merumuskan jawaban pertanyaan (2) “memperoleh” yaitu mengambilan bukti terbaik secara sistematis untuk menjawab pertanyaan (3) “menilai” yaitu penilaian kritis terhadap bukti yang diperoleh (4) “menerapkan” yaitu penerapan hasil dalam praktik, dan (5) “menilai” yaitu evaluasi penerapan bukti.
Sumber :
Tavish, Jill MC. (2017). Negotiating concepts of evidence-based practice in the provision of good service for nursing and allied health professionals. Health Information and Libraries Journal Volume 34, Issue 1, March 2017, Pages 45-57. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/hir.12167/full
2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawab :
Layanan EBNP yang telah dilakukan Indonesia antara lain ialah keperawatan yang diberikan wanita dan bayinya (perawatan kehamilan, persalinan, masa nifas perempuan dan bayinya). Indonesia pernah mengikuti lokakarya Perpustakaan Kesehatan Reproduksi (RHL) di Thailand. RHL merupakan sumber on-line, sumber bebas, memberi ulasan sistematis ringkas untuk negara berpenghasilan rendah dan menengah. Diterangkan pula bahwa praktik klinik pertama kali diprakarsai oleh Kepala Departemen, kemudian diikuti oleh diri sendiri, lalu staf senior, dan rekan. Perubahan ini terjadi, dimulai dengan bukti baru, teknologi kesehatan baru, dan obat farmasi baru. Adapun minat menghadiri lokakarya perawat berbasis bukti, mengusulkan topik keterampilan komputasi dan pencarian di internet.
Sumber :
Martis, Ruth, Jacqueline J Ho, Carolin A Crowther dan The SEA-ORCHID Study Group. (2008). Survey of knowledge and perception on the access to evidence-based practice and clinical practice change among maternal and infant health practitioners in South East Asia. https://bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com/articles/10.1186/1471-2393-8-34
3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Jawab :
Keuntungan menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan ialah dapat mengeksplorasi pengetahuan, praktik, dan hambatan perawat, membantu membuat rekomendasi praktik, pengembangan kebijakan, menentukan strategi dalam penyampaian edukasi secara efektif contohnya adalah dalam praktik Kangaroo Care (KC) di unit neonatal Irlandia Utara. Sedangkan kerugian dari metode EBNP, kadang bukti yang didapat dijadikan sebagai pemaham dan pembenaran praktik daripada digunakan sebagai deterministic merencanakan praktik di muka, kadang juga menjadikan perdebatan dalam memikirkan apa yang harus dianggap sebagai bukti itu sendiri, keterbatasan statistic generasi atau keperawatan berbasis bukti tidak cukup bukti, aplikasi bukti eksternal (makalah penelitian) tidak cukup atas keahlian praktisi / klinis.
Sumber :
McGowan, Jennifer E., Taline Naranian, dan Linda Johnson. (2017). Kangaroo Care in the high-technology neonatal unit: Exploring evidence-based practice, policy recommendations and education priorities in Northern Ireland. Journal of Neonatal Nursing, Volume 23, Issue 4, August 2017, Pages 174-179. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1355184116301545?via%3Dihub
Rolfe, Gary. (1999). Insufficient evidence: the problems of evidence-based nursing. Nurse Education Today (1999) 19, 433–44. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0260691799903465?via%3Dihub
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Jawab :
Faktor penghambat implementasi EBNP diantaranya ialah tidak tahu mencari dan mengambil artikel atau memilih bukti terbaik dalam pengumpulan informasi, dasar penelitian dan latar belakang tidak memadai, kurang pelatihan teknologi infomasi dan pendidikan keperawatan, kurang pelatihan penelitian dan praktik berbasis bukti, kekurangan bahasa asing, kekurangan waktu, sibuk bekerja, pelatihan penelitian tidak memadai, kurang akses peluang penelitian, kurang pendidikan/pelatihan di pelitian dan pengambilan sampel, kesulitan mengatur waktu antara kerja dengan membaca, beban kerja terlalu banyak, kurang motivasi membaca, menganggap ketidakrelevanan artikel dengan praktik klinis.
Sumber :
Huang, Fei-Fei, NaZhang, Xuang-YeHan, Xiao-NaQi, LiPan, Jing-PingZhang, HongLi. (2017). Improve nursing in evidence-based practice: How Chinese nurses' read and comprehend scientific literature. International Journal of Nursing Sciences Volume 4, Issue 3, 10 July 2017, Pages 296-302. http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352013216301454?via%3Dihub"


RIZKY TRY KURNIAWATI

pada : 08 September 2017


"NAMA: RIZKY TRY KURNIAWATI
NIM: 131611133142
JAWABAN:
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Praktik keperawatan berbasis bukti yang biasanya disebut Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) merupakan pendekatan empiris sistematis dalam keperawatan untuk mengatasi adanya masalah keperawatan. Evidence yang biasa disebut bukti dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) merupakan bukti-bukti yang terlibat pada suatu penelitian, baik untuk memperoleh keterampilan penilaian maupun mengembangkan kebiasaan melek kritis dalam penelitian keperawatan. Adanya bukti tersebut, perawat dapat menginformasikan praktik terbaik keperawatan dan memberikan perawatan berbasis bukti secara efektif. Oleh karena itu, pelayanan kesehatan harus memberikan perawatan yang baik dengan cara perawat harus dapat mengembangkan kompetensi dalam praktik keperawatan berbasis bukti.
SUMBER:
Dr. Ferguson Caleb, et.al . 2016. The Integration and Evaluation of a Social-Media Facilitated Journal Clubto Enhance the Student Learning Experience of Evidence-Based Practice : ACase Study. Sydney Australia : Journal Homepage. (NURSE EDUCATION TODAY 48 2017 123-128) dalam
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/?term=The+integration+and+evaluation+of+a+social media+facilitated+journal+club+to+enhance+the+student+learning+experience+of+evidence-based+practice%3A+A+case+study [diunduh tanggal 6 September 2017]

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Salah satu aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia yaitu perawatan untuk kesehatan perinatal. Tingkat kepatuhan terhadap penggunaan evidence based untuk perawatan perinatal sangat baik di Indonesia. Aplikasi praktik berbasis bukti ini, mendorong profesionalitas kesehatan untuk menggunakan praktik dengan manfaat terbukti dan menghilangkan adanya praktik-praktik yang tidak efektif atau berbahaya. Misal bukti yang bermanfaat untuk kesehatan perinatal dengan penggunaan profilaksis antibiotik yang sesuai untuk operasi caesar. Oleh karan itu, pelayanan kesehatan di Indonesia harus terus mengembangkan dan meningkatkan kepatuhan praktik berbasis bukti, tidak hanya untuk perawatan perinatal tetapi juga untuk masalah-masalah kesehatan lainnya.
SUMBER:
SEA-ORCHID Study Group. 2008. Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth : South East Asia Optimising Reproductive and Chil Health in Developing Countries Project. Mesir : Hany Abdel-Aleem, Rumah Sakit Universitas Assiut.( Volume 3 | Issue 7 | e2646) dalam
http://tn5bn6xp5c.search.serialssolutions.com/?ctx_ver=Z39.88-2004&ctx_enc=info%3Aofi%2Fenc%3AUTF-8&rfr_id=info%3Asid%2Fsummon.serialssolutions.com&rft_val_fmt=info%3Aofi%2Ffmt%3Akev%3Amtx%3Ajournal&rft.genre=article&rft.atitle=Use+of+evidence-based+practices+in+pregnancy+and+childbirth%3A+South+East+Asia+Optimising+Reproductive+and+Child+Health+in+Developing+Countries+project&rft.jtitle=PloS+one&rft.au=Laopaiboon%2C+M&rft.au=Lumbiganon%2C+P&rft.au=McDonald%2C+S+J&rft.au=Henderson-Smart%2C+D+J&rft.date=2008&rft.eissn=1932-6203&rft.volume=3&rft.issue=7&rft.spage=e2646&rft_id=info%3Apmid%2F18612381&rft.externalDocID=18612381¶mdict=en-US [diunduh tanggal 6 September 2017]

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
• Keuntungan menggunakan Evidence Based Nursing Practice dalam tatanan praktik keperawatan yaitu membantu perawat dalam menyelesaikan masalah keperawatan berdasarkan suatu penelitian, meningkatkan hasil retensi perawatan pasien dan penyedia layanan kesehatan klinis, serta bagian dari proses pengambilan keputusan dalam rencana perawatan.
• Kekurangan menggunakan Evidence Based Nursing Practice dalam tatanan prakti keperawatan yaitu kesenjangan praktik terbaik oleh pelayanan kesehatan, kurangnya kepatuhan peran perawat dalam menerapkan praktik berbasis bukti untuk mengatasi masalah praktik keperawatan, kurangnya pengetahuan atau pemahaman yang baik tentang masalah keperawatan serta tidak semua layanan kesehatan mampu menerapkan praktik berbasis bukti dikarenakan perawatan klinis yang bersifat kooperatif.
SUMBER:
Richard Grol, PhD, Director; Michel Wensing, PhD, Senior Lecturer. 2004. Correspondence: Professor Richard Grol, Centre for Quality of Care Research (WOK), PO Box 9101, Nijmegen, 6500 HB, The Netherlands. (MJA 2004; VOL 180: S57-S60) dalam
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/?term=What+drives+change%3F+Barriers+to+and+incentives+for+achieving+evidence-based+practice [diunduh tanggal 6 September 2017]

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang menghambat implementasi Evidence Based Nursing Practice yaitu, tidak melihat atau mengerti suatu penelitian ketika akan menerapkan praktik berbasis bukti pada perawatan klinis, tidak ada waktu dan wewenang untuk melakukan praktik berbasis bukti dalam keperawatan, keengganan perawat untuk berubah setelah diterapkannya praktik berbasis bukti, minimnya suatu keyakinan, persepsi, nilai-nilai dan praktik perawat untuk menerapkan praktik berbasis bukti serta kurangnya dukungan dari tenaga medis lain untuk menerapkan praktik berbasis bukti dalam perawatan klinis.
SUMBER:
Sulivan Debra Henline, PhD MSN RN CNE. 2013 . A Science Perspective to Guide Evidence-Based Practice : Internasional Journal of Childbirth Education. (VOL 28 Number 1) dalam
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1281834839/fulltextPDF/8841C896F0E84A3CPQ/1?accountid=25704 [diunduh tanggal 6 September 2017]"


Soura Kristiani Tarigan

pada : 08 September 2017


"NAMA : SOURA KRISTIANI TARIGAN
NIM : 131611133059
JAWABAN :

1. Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)
Evidence dalam ENBP artinya adalah bukti, dimana bukti tersebut didapatkan dari hasil wawancara dengan pasien dan keluarga dekat pasien dengan cara perawat mengajukan pertanyaan-pertanyaan mengenai data, perjalanan klinis pasien berdasarkan pedoman praktik klinis .Bukti bisa juga didapat dari pengamatan tenaga medis mengenai kekuatan dan kelemahan pasien, perkembangan status kesehatan pasien. Bukti yang berupa hasil wawancara tersebut nantinya digunakan tim medis untuk melakukan penelitian sehingga memberikan hasil dan menentukan tindak lanjut layanan kesehatan kepada pasien sesuai dengan hasil yang diteliti tersebut. Catatan medis pasien menjadi kunci utama untuk memastikan suksesnya implementasi yang diberikan, juga membantu apabila diperlukan evaluasi terhadap status kesehatan pasien.
Sumber : Campbell, Steven. "Translation of Evidence into Practice." Evidence-Based Practice in Nursing Informatics: Concepts and Applications. IGI Global, 2011. 64-76. Web. 6 Sep. 2017. doi:10.4018/978-1-60960-034-1.ch006 .


2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia salah satunya dilakukan di RSUP Persahabatan Jakarta. Evidence digunakan sebagai dasar penelitian yang ditujukan dalam penerapan evidence based nursing practice berupa breathing retraining untuk mengurangi sesak nafas pada pasien kanker paru. Kegiatan penelitian ini dilakukan oleh tiga mahasiswa kepada pasien kanker paru diruang rawat inap, meraka memberikan Breathing Retraining yang dilaksanakan dua kali selama 2 hari, masing-masing sesi 10 menit. Penerapan EBNP dilakukan pada 11 responden dengan hasil setelah diberikan breathing retraining terdapat peningkatan saturasi oksigen, terdapat penurunan skala sesak napas, terdapat peningkatan nilai arus puncak ekspirasi (APE). Breathing retraining adalah tehnik yang digunakan untuk mempromosikan pola pernafasan santai dan lembut, meminimalkan kerja pernafasan santai dan lembut, membangun kepercayaan dalam menghadapi epidose akut sesak napas. Breathing retraining berfokus pada dua pedekatan yang berbeda dari pernafasan diafragma dan pursed lip breathing.
Sumber : Sutrisno, Resti Yulianti dkk. “Analisis Praktik Residensi Keperawatan Medikal Bedah dengan Pendekatan Teori Henderson pada Pasien dengan Gangguan Sistem Respirasi : Tuberkulosis dengan Pneumotoraks Spontan Sekunder di RSUP Persahabatan Jakarta”. Web http://repository.umy.ac.id/bitstream/handle/123456789/4265/Manuskrip%20Resti%20YS.pdf?sequence=1&isAllowed=y#page=1&zoom=auto,-107,719 . diakses 7 Sept 2017


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan menggunakan metode EBNP dalam praktik keperawatan bagi praktisi ialah boleh menggunakan apapun yang diperlukan untuk penelitiannya tantang suatu masalah yang dialami pasien, biasanya praktisi menggunakan ulasan penelitian mengenai keefektivitasan intervensi yang dilakukan, dan kemudian mengkritisi penelitian dalam tinjauan sebagai bukti validitas dan kegunaan untuk praktik. Metode bukti dan evaluasi ini saling melengkapi, artinya, melalui bukti praktisi menggunakan pencarian literatur empiris yang sistematis dan menyeluruh, melalui evaluasi praktisi memantau, membina dan mengevaluasi kemajuan klien berkelanjutan. Metode ini sangat baik untuk pasien yang memiliki situasi yang rumit – yang harus diberikan banyak intervensi – agar tidak terjadi kesalahan intervensi. Kerugian dari metode EBNP ini ialah kurangnya waktu akibat banyak yang harus diteliti, literatur yang diperlukan sangat banyak dan praktisi susah mengakses literatur-literatur sebagai akibat masih jarangnya pelatihan menggunakan EBNP tersebut.
Sumber : Fischer, Joel. 2009. Toward Evidence-Based Practice: Variations on a Theme. Britain : Oxford University Press. Web : http://lyceumbooks.com/pdf/Toward_Evidence-Based_Chapter_21.pdf


4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang menjadi penghambat implementasi EBNP adalah pemahaman bahasa asing yang minim dan pengetahuan yang terbatas. Perawat yang berada di lapangan lebih banyak berpendidikan Diploma III Keperawatan. Dalam konsep pendidikan keperawatan di Indonesia, pengalaman penelitian dan konsep Evidence-based Practice belum ditekankan pada mahasiswa dengan jenjang pendidikan Diploma III. Ada beberapa faktor yang dapat
menjadi penghambat pelaksanaan Evidence-based Practice. Waktu dan pengetahuan merupakan hambatan utama yang ditemukan dari berbagai penelitian mengenai implementasi Evidence-based. Sedangkan dukungan yang kurang dari organisasi dapat menghambat pengembangan Evidence-based Practice. Organisasi penting dalam menetapkan perubahan kebijakan terutama dalam pengembangan panduan klinik praktik keperawatan berdasarkan
temuan riset terbaik untuk digunakan secara baku di rumah sakit. Perawat yang tak diberi tanggung jawab untuk mengimplementasikan Evidence-based Practice pun dapat menjadi penghambat. Hambatan lain seperti tingkat pendidikan yang berbeda, fasilitas yang kurang memadai seperti ketersediaan komputer, kesulitan dalam memahami laporan penelitian serta kesulitan dalam menemukan informasi yang ilmiah menjadi beberapa hambatan yang harus diatasi agar konsep Evidence-based Practice dalam praktik sehari-hari dapat dimplementasikan dengan baik.

Sumber : Lagita, Titan, Juni 2012, “Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi Dalam Implementasi Evidence-Base Practice”, vol 8, no 1, http://ners.fkep.unand.ac.id/index.php/ners/article/view/95/89 , 7 september 2017

"


Ishomatul Faizah

pada : 08 September 2017


"NAMA: ISHOMATUL FAIZAH
NIM: 131611133053
(revisi)
JAWABAN:
1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
evidence based practice merupakan pendekatan pemecahan masalah yang mebggabungkan bukti ilmiah, keahlian klinis, preferensi dan nilai pasien (Overholt, Levin, and Melnyk (2005, p. 28))
Sumber: Debra Henline Sullivan, PhD MSN RN CNE. 2013. A Science Perspective to Guide Evidence-Based Practice
2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Seperti sebuah rumah sakit di Indonesia yang memiliki misi “menyelenggarakan pendidikan yang professional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”
Didapatkan informasi bahwa penerapan evidence-based nursing practice sudah mulai diterapkan sejak tahun 2012, pada tahun tersebut pula seorang perawat di ruang rawat inap bedah menjadi kontrobutor penyusunan Standar Pelayanan Keperawatan Ortropedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan evidence-based nursing.
Sumber:
Citra Oktiayuliandri. 2012. Pengetahuan dan Sikap Perawat Dalam Penerapan Evidence-Based Nursing Practise di Ruang Rawat inap RSUP DR. M. Djamil Padang Tahun 2015. Medan
3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan: layanan kesehatan berbasis bukti/data, lebih mampu menghadapi tantangan perbaikan keselamatan pasien dan kualitas pasien
Kerugian: kekurangan waktu untuk mencari penelitian dan untuk mengimplementasikannya, kurangnya otoritas untuk melaksanakan temuan.
Sumber: Dalheim et al. 2012. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey
4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
a.Karakteristik penilaian: penelitian yang dilakukan perawat kadang tidak dapat menjamin bahwa hal tersebut dapat diterapkan dalam praktek sehari-hari.
b.Karakteristik perawat: masih banyak yang belum mengetahui cara mengakses hasil-hasil penelitian, mengkritisi hasil penelitian sebagai dasar pengambilan keputusan dan adanya resistensi terhadap perubahan.
c.Karakteristik organisasi/tempat kerja: di beberapa tempat, suasana kerja tidak mendukung adanya penggunaan hasil penelitian.
d.Karakteristik profesi keperawatan: masih adanya kesulitan untuk menggabungkan antara perawat klinis dan perawat peneliti untuk berinteraksi dan berkolaborasi terkait penelitian.
Sumber: Elsi Dwi hapsari. 2011. Pengantar Evidence Based Nursing
"


Adji Yudho Pangaksomo

pada : 08 September 2017


"NAMA MAHASISWA : ADJI YUDHO PANGAKSOMO
NIM : 131611133133
JAWABAN :

1. Apa dimaksud dengan Evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah praktik keperawatan yang berbasis bukti ilmiah dimana melibatkan penggunaan penelitan yang paling kredibel dan mutakhir untuk memandu perawatan pasien. Cara berlatih ini menekankan pada penggunaan protokol dan prosedur yang didasarkan pada penelitian dan informasi objektif lainnya, bukan ritual, pendapat atau “cara kita selalu melakukannya” (Schoenly L 2009, p. 10).
Sumber 1 :
Schoenly, L, 2009, ‘Correct Care: Evidence-Based Nursing Practice The Time Is Right!’, National Conference on Correctional Health Care, National Commission on Correctional Health Care 1145 W. Diversey Parkway, Chicago, IL 60614.

2. Salah satu contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia adalah perawat dalam mengimplementasikan penilitian tentang ‘A community-based friendly health clinic: An initiative adolescent reproductive health project in the rural and urban areas of Indonesia’ yaitu tentang Klinik kesehatan berbasis masyarakat mengenai sebuah prakarsa reproduksi remaja di daerah pedesaan dan perkotaan di Indonesia. Program ini bertujuan untuk dapat memperbaiki pengetahuan, sikap, dan perilaku reproduksi remaja di daerah pedesaan dan perkotaan di Indonesia melalui Program Klinik Kesehatan Ramah Lingkungan berbasis Komunitas dengan intervensi pembelajaran partisipatif manual.
Sumber 2 :
Susanto, T, Rahmawati, I, Wantiyah, 2016, ‘A community-based friendly health clinic: An initiative adolescent reproductive health project in the rural and urban areas of Indonesia’, University of Jember, East Java 68121. Elsevier.
URL : http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352013216301272?via%3Dihub

3. Keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan menurut penelitian tentang ‘Changes in nursing students' perceptions of research and evidence-based practice after completing a research course’ bahwa keuntungan menggunakan metode EBNP terjadi peningkatan signifikan dalam pemgetahuan, sikap, dan kepercayaan siswa keperawatan terhadap EBP. Selain itu menimbulkan dampak positif kinerja siswa keperawatan dengan keterampilan EBP, sedangkan kerugiannya ketidakmampuan perawat memahami persyaratan statistik sehingga pemahaman perawat kurang, pengetahuan perawat akan EBP terbukti relatif rendah. Jika pengetahuan perawat akan EBP kurang, implementasi EBNP akan mendapatkan hambatan untuk dapat dilaksanakan, serta menjadi kerugian perawat dan metode sistem yang digunakan dalam pelaksanaan nantinya.
Sumber 3 :
Keib, CN, Cailor, SM, Kiersma, ME, M.H. Chen, A, 2017, ‘Changes in nursing students' perceptions of research and evidence-based practice after completing a research course’, Cedarville, OH 45314, United State. Elsevier. URL : http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S026069171730076X?showall%3Dtrue%26via%3Dihub


4. Determinan yang dapat menghambat implementasi EBNP menurut penelitian yang menjelaskan tentang ‘Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses’ dijelaskan bahwa hambatan seperti kurangnya waktu dan keterampilan untuk menemukan, meninjau, dan menggunakan bukti penelitian telah ditemukan untuk menghalangi pelaksanaan EBNP. Selain itu, banyak penelitian sebelumnya menemukan bahwa hambatan individu dan organisasi terhadap pemanfaatan penelitian seperti kurangnya waktu, kurangnya wewenang untuk mengubah praktik, akses yang buruk terhadap sumber daya, dan keterampilan yang tidak memadai dapat meusak implementasi EBNP.
Sumber 4 :
Kang, Y, Suk Yang, I, 2016, ‘Evidence-based nursing practice and its correlates among Korean nurses’, Kyungil University, Daegu, South Korea. Elsevier.
URL : http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S0897189715002335?via%3Dihub
"


Sabila Nisak

pada : 08 September 2017


"NAMA : SABILA NISAK
NIM : 131611133071
JAWABAN :
1. Evidence Based Nursing Practice adalah penggunaan teliti dan bijaksana dalam keahlian klinis dan pasien untuk memandu keputusan perawatan kesehatan. Evidence yang dimaksud ialah bukti empiris dari uji coba terkontrol secara acak, penelitian deskriptif kualitatif dan penggunaan informasi dari studi kasus, prinsip ilmiah dan pendapat para ahli. Ketika evidence telah tersedia, praktik keperawatan harus didasarkan kepada evidence yang sudah ditentukan. Dalam beberapa kasus, basis penelitian yang cukup mungkin tidak tersedia dan pengambilan keputusan perawatan kesehatan berasal dari bukti nonresearch seperti pendapat ahli dan prinsip-prinsip ilmiah.
Sumber: Marita, G. 2008. Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses. Iowa City: Hawkins Drive.
2. Contoh aplikasi EBNP yaitu keefektifan relatif dari intervensi pada kaum muda di RCS. Aplikasi tersebut berbasis bukti dari sepuluh intervensi psikososial yang diidentifikasi melalui proses pencarian multi-fase dan melibatkan review dari empat situs clearinghouse dan database elektronik yang relevan. Aplikasi tersebut telah diterbitkan sejak 1990-2012. Pada umumnya hasil yang ditunjukkan ialah positif menetapkan keefektifan relatif dari intervensi dengan kaum muda di RCS di berbagai hasil psikososial. Namun, kekhawatiran tentang metodologis dan faktor pemicu tetap ada.
Sumber: James, S, Alemi, Q, Zepeda, V. 2013. Effectiveness and implementation of evidence-based practices in residential care settings. York (UK): Centre for Reviews and Dissemination.
3. Keuntungan dan kerugian metode EBNP dalam layanan keperawatan antara lain : meningkatnya penggunaan dalam praktik rutin dan intervensi klinis; proses lain dari indikator perawatan dimana ada bukti yang terkait dengan penerapan ENBP dan hasil kesehatan yang lebih baik untuk pasien; hasil pasien yang diterima; pemanfaatan sumber daya kesehatan termasuk frekuensi dan lama tinggal di rumah sakit, jumlah re-penerimaan, resep, tes dan penyelidikan, arahan, penggunaan darurat dan pelayanan kesehatan lainnya; biaya yang dikeluarkan pasien dan manfaat intervensi yang terkait.
Sumber: Gerd Flodgren, Maria Ximena Rojas-Reyes, Nick Cole, and David R Foxcroft. (2012). Effectiveness of organisational infrastructures to promote evidence-based nursing practice. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4204172/
4. Determinan pertama yaitu determinan dipenden meliputi rumah,RSUD, panti jompo, rawat inap rumah sakit, unit perawatan paliatif rawat inap. Determinan bebas, meliputi jenis penyakit, penerimaan rumah sakit, status fungsional, rasa sakit, perawatan paliatif di tempat tinggal termasuk kunjungan rumah oleh dokter, perawat, atau tim multidisipliner, ketersediaan tempat tidur rumah sakit dan rumah sakit, preferensi pasien atau keluarga untuk tempat kematian, termasuk kesesuaian antara preferensi pasien dan keluarga, jika diketahui, status perkawinan atau pengaturan tempat tinggal, dukungan untuk pengasuh, kemampuan pengasuh merawat pasien.
Sumber: Costa, V. (2014). The Determinants of Place of Death: An Evidence-Based Analysis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4561767/"


timotius dwi kurnianto

pada : 08 September 2017


"NAMA: Timotius Dwi Kurnianto
NIM: 131611133134
JAWABAN:
1. Evidence merupakan bukti ilmiah dalam sebuah penelitian sainstifik yang digunakan dalam menjalankan praktik dan pelayanan keperawatan. Evidence juga sebuah jembatan dimana teori serta penelitian dapat digunakan dengan baik untuk praktik dan pelayanan keperawatan. Tanpa bukti ilmiah, teori yang ada akan membentuk jarak antara teori dan praktiknya. Dengan adanya evidence perawat tidak melakukan sesuatu berdasarkan pengalamannya saja namun dengan lebih mempertimbangkan aspek lain salah satunya evidence ini.
2. Contoh aplikasi penggunaan evidence atau bukti ilmiah dalam praktik keperawatan di Indonesia adalah adanya puskesmas. Dimana puskesmas sebagai ujung tombak pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat diharapkan mampu untuk meningkatkan kesejahteraan kesehatan masyarakat dengan perbaikan gizi, menurunkan angka penyakit,serta meningkatkan budjet untuk kesehatan(asuransi) oleh masyarakat sehingga menurunkan resika kehilangan kekuatan finansial ketika sakit, karena apabila tidak ada puskesmas maka Rumas Sakit tidak akan sanggup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia yang banyak ini. Dengan adanya evidence ini maka dapat diketahui jumlah penduduk dalam suatu wilayah sehingga pemerintah dapat membangun puskesmas ini untuk peningkatan kesejahteraan kesehatan masyarakat indonesia
3. Keuntungan:
1. Pasiean mengindikasikan perubahan perilaku, pengetahuan, psikologi dan psikososial kearah lebih baik dibandingkan dengan yang tidak menggunakan metode EBNP
2. Pelaksaan pelayanan keperawata menjadi efektif dan efisien
3. Menjadi daya Tarik tersendiri karena meningkatnya hasil pengobatan/ outcomes pada pasien (poin 1)
Kekurangan:
1. Perawat harus memahami dan memiliki pengetahuan tentang evidence yang mumpuni untuk menerapkan EBNPk, artinya rumah sakit atau sekolah pendidikan perawat mengeluarkan biaya dan waktu lebih untuk melatih perawat menggunakan EBNP
2. Perawat harus benar menjalankan EBNP dalam praktik keperawatan, tidak hanya menggunakan pengalamnya saja
3. Teori berdasarkan EBNP yang masih kurang dalam beberapa bagian keperawatan
4. Determinan penghambat
1 Penyedia layanan kesehatan (rumah sakit atau puskesmas dsbnya) dimana harus mencari dan mengajarkan kepada perawat tentang EBNF, lalu mengawasinya
2 Perawat itu sendiri dituntut untuk tidak hanya menggunakan skill dan keterampilan yang ada berdasarkan pengalaman yang ada namun harus memiliki semangat dan jiwa terbuka dan keingintahuan terhadap EBNP untuk pelayanan yang lebih baik.
3 Peneliti atau peneori yang belum menggunakan evidence dalan teori dan penelitiannya
DAFTAR PUSTAKA
Richard Grol, PhD, Director; Michel Wensing, PhD, Senior Lecturer. 2004. What drives change? Barriers to and incentives for achieving evidence-based practice. PO Box 9101, Nijmegen, 6500 HB, The Netherlands. (MJA 2004; VOL 180)
Kusrini S. Kadar, et al. 2012. Ageing in Indonesia – Health Status and Challenges for the Future. Indonesia, Springer Science & Business Media

Miller, Lois L., et al. 2010. Evidence-Based Practices in Nursing, PO Box 9101, America, Generation-Journal of the American Society on Aging (VOL 34-Number 1)

Dalheim et al. 2012. Factors influencing the development of evidence- based practice among nurse: a self report survey. BMC Health Services Research, 12:367


"


Fatur Rizal Pratama

pada : 08 September 2017


"Nama : Fatur Rizal Pratama
NIM : 131611133093
Jawaban :
1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) ?
Pengertian evidence dalam evidence based nursing practice merupakan sebuah bukti yang digunakan untuk pengukuran kinerja kita sebagai perawat sehingga dapat meningkatkan apresiasi yang berbeda dalam masyarakat. Bukti yang dilaporkan pengguna merupakan yang dapat menjawab pertanyaan aspek kinerja yang paling penting sebagai SERVQUAL dan LIBQUAL (Hiller, 2002). Lalu yang kedua Bukti yang dipatuhi perawat memungkinkan pembuktian bukti melalui penggunaan alat ukur umum atau alat ukur.

Andrew Booth.(2006).Performance Measurement and Metrics.Vol. 7 No. 2, 2006.pp. 63-74q.School of Health and Related Research, University of Sheffield, Sheffield, UK.Emerald Group

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Penerapan evidence based nursing practice di indonesia yaitu salah satunya untuk mendapatkan Bukti-informasi untuk mengatasi bahaya serius yang disebabkan oleh obat-obatan kepada individu dan masyarakat karena salah satunya penularan HIV melalui praktik penyuntikan yang tidak aman yang dapat menyebabkan kematian. Sebagai gantinya terdapat intervensi berdasarkan bukti,seperti terapi substitusi opioid, jarum suntik, perawatan HIV, dan perawatan untuk orang yang menggunakan narkoba.

Irwanto, et all.(2015).Evidence-informed response to illicit drugs in Indonesia.HIV/AIDS.Jakarta. Global health security Vol 385

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Pengaplikasian evidence based nursing dapat memberi sebuah keuntungan bagi perawat yaitu untuk Meningkatkan pengetahuan tentang kompetensi klinis di dalam keperawatan, Meningkatkan keahlian klinis seputar koordinasi dan eksplisit jawab untuk kelangsungan perawatan, Meningkatkan kematangan profesionalitas dalam bekerja sama dengan profesi medis lain, Memberikan informasi dan isu terbaru seputar keperawatan. Namun tentuntunya evidence based nursing practice sendiri masih memiliki Kekurangan yaitu berupa pembatasan autonomi profesional dan Memerlukan seorang Pustakawan untuk menjadi bagian dari pelatihan berkelanjutan bagi

Ann, Cynthia et all.(2007).The Role of the Clinical Nurse Specialist in Promoting Evidence-Based Practice and Effecting Positive Patient Outcomes. The Journal of Continuing Education in Nursing 262 Vol 38, No 6

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
1. adanya keterbatasan waktu
2. Perawat tidak memiliki akses yang sesuai untuk informasi terkini dan sumber daya untuk mendukung cari pengetahuan baru
3. perawat tidak punya akses ke perpustakaan klinis, jurnal penelitian saat ini dan sumber penelitian dari internet yang dapat digunakan secara klinis praktek
4. perawat tidak memiliki pengetahuan tentang bukti yang tersedia
5. keterampilan perawat untuk mencari dan mengkritisi penelitian
6. keterampilan perawat dalam membaca, menginterpretsikan, dan menerjemahkan penelitian ke dalam praktek

Penz, Kelly L. and Sandra L. Bassendowski.(2006).Evidence-Based Nursing in Clinical Practice: Implications for Nurse Educators. The Journal of Continuing Education in Nursing Vol 37, No 6
"


Neisya Pratiwindya Sudarsiwi

pada : 08 September 2017


"NAMA: NEISYA PRATIWINDYA SUDARSIWI
NIM: 131611133092
JAWABAN:

1.Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence dalam Evidence Based Nursing Practice (EBNP) adalah proses untuk menentukan, menilai, dan mengaplikasikan bukti ilmiah terbaik dari literature keperawatan maupun medis serta data hasil perawatan pasen dengan keahlian dokter, prefensi, dan nilai pasien untuk meningkatkan kualitas pelayanan pasien. Dengan kata lain, EBNP merupakan salah satu langkah empiris untuk mengetahui lebih lanjut apakah suatu penelitian dapat diimplementasikan pada lahan praktek yang berfokus pada metode dengan critical thinking dan menggunakan data dan penelitian yang tersedia secara maksimal. Evidence-Based Nursing Practice dapat mempersiapkan perawat untuk menafsirkan dan mengintegrasikan bukti ke dalam perawatan klinis.
Sumber: Marshall, L. (2016). Creating a Culture of Evidense Based Nursing Pratice- Why and How. Elsevier. http://www.confidenceconnected.com/wp-content/uploads/2016/05/Creating_a_Culture_of_EvidenceBased_Nursing_Practice.pdf

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia adalah penerapan pengetahuan untuk praktik klinis yang mengarah pada kesehatan yang lebih baik untuk ibu dan bayi. Beban kematian dan morbiditas terkait kehamilan dan persalinan terkonsentrasi di negara berkembang (10 kali lebih besar di Asia Tenggara daripada daerah maju). Adanya penerapan evidence dalam keperawatan maka jumlah angka kematian dan morbiditas maternal dan neonatal akan berkurang. Jurnal yang merupakan proyek dari SEA-ORCHID membahas pengumpulan data prospektif dan prospektif memberikan informasi akurat tentang ibu hamil dan bayi mereka, secara langsung diambil dari catatan medis wanita hamil perorangan dan bukan dari wawancara dengan penyedia layanan kesehatan.
Sumber: The SEA-ORCHID Study Group. (2008). Use of Evidence-Based Practices in Pregnancy and Childbirth: South East Asia Optimising Reproductive and Child Health in Developing Countries Project. http://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0002646

3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan: Berikan informasi yang lebih baik kepada praktisi, memungkinkan konsistensi perawatan, hasil pasien lebih baik, berikan perhatian pada klien, proses terstruktur, meningkatkan kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan, generalisasikan informasi, berkontribusi pada ilmu keperawatan, memberikan panduan untuk penelitian lebih lanjut, membantu perawat untuk memberikan perawatan pasien berkualitas tinggi

Kerugian : tidak cukup bukti untuk EBP, memakan waktu, mengurangi pilihan klien, mengurangi, penilaian / otonomi profesional, menekan kreativitas, mempengaruhi proses hukum, bias publikasi
Sumber: Titler, M.G. (2008). The Evidence for Evidence Based Practice Implementation. Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses. Vol 1. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/

4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
(1)Kekurangan waktu, pengembangan pedoman yang ketat membutuhkan waktu berbulan-bulan dan percaya bahwa tenaga kesehatan tidak memiliki waktu untuk mengembangkan panduan dengan cara yang metodologis. (2) Kurangnya keterampilan yang dibutuhkan untuk mengembangkan pedoman di lingkungan klinis setempat. Keterampilan yang dimaksud disini adalah menemukan, menilai dan menafsirkan bukti penelitian, serta dalam menulis dokumen pedoman, keterampilan dalam bahasa Inggris dan menggunakan komputer dan internet. (3) Kurangnya akses terhadap bukti, beberapa area klinis tidak ada bukti yang tersedia untuk rekomendasi panduan dasar. (4) Peran adaptasi, mengadaptasi pedoman dari rumah sakit atau organisasi lain untuk digunakan sesuai dengan setting Rumah Sakit mereka sendiri.
Sumber: Turner, T.J. (2009). Developing evidence-based clinical practice guidelines in hospitals in Australia, Indonesia, Malaysia, the Philippines and Thailand: values, requirements and barriers. BMC Health Service Research.https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2800111/


"


Galang Hashfiansyah

pada : 08 September 2017


"1. Praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP) adalah penggunaan yang teliti dan bijaksana dari bukti terbaik saat ini bersamaan dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memandu keputusan perawatan kesehatan. Bukti terbaik mencakup bukti empiris dari uji coba terkontrol secara acak. Praktik perawatan kesehatan berbasis bukti tersedia untuk sejumlah kondisi seperti asma, gagal jantung, dan diabetes. Namun, praktik ini tidak selalu diterapkan dalam pemberian asuhan, dan variasi dalam praktik berlimpah. Secara tradisional, penelitian keselamatan pasien berfokus pada analisis data untuk mengidentifikasi masalah keselamatan pasien dan untuk menunjukkan bahwa praktik baru akan menghasilkan peningkatan kualitas dan keselamatan pasien.

Titler, M. G., 2008 Apr. Chapter 7The Evidence-Based Practice Implementation. Patient Safety an Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses..
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/


2. Pengumpulan data dilaksanakan oleh salah satu peneliti dan dua asisten riset dengan sarjana dari Keperawatan derajat. Sebelum pengumpulan data, riset asisten diberi dua jam pelatihan yang termasuk deskripsi penelitian, hasil variabel, dan petunjuk rinci tentang cara untuk mengumpulkan data. Karena sebagian besar responden memiliki nilai buta huruf yang tinggi, Semua kuesioner yang membaca dengan keras kepada mereka oleh peneliti.
Praktek-praktek internal self-care diukur dengan kesehatan Mempromosikan kuesioner gaya hidup profil II, yang telah efektif digunakan untuk menilai bagaimana terlibat orang tua
dalam gaya hidup sehat. Praktek-praktek eksternal self-care diukur dengan meminta
Apakah responden telah mengunjungi MHC, puskesmas, pribadi Klinik.

Kido, T., Taniguchi, Y. & D., 2015. Self-care practices and health-seeking behavior among older persons in a developing country: Theories-based research.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2352013215300193?via%3Dihub


3. profesional dengan penggunaan berbasis bukti pedoman untuk mengurangi biaya, mengurangi variabilitas dalam praktek, akan lebih mampu memenuhi tantangan meningkatkan keselamatan pasien dan kualitas layanan. Masalah analisis biaya-manfaat berdasarkan bukti adalah meningkatkan pertanyaan kontrol atas praktek profesional dan masalah baru-baru ini telah memasuki media publik. perawat akan mendapatkan keuntungan dari analisis kritis berbasis bukti isu-isu yang terkait dengan kekuasaan, pengetahuan dan praktek.
Jika EBNP tidak disimpan terletak pada tempatnya, ini juga memiliki potensi untuk membahayakan seperti yang sudah terjadi dapat memampatkan dan bahkan menghapus suara dan kehadiran dari Keperawatan praktek dan perawatan manusia.

Mitchel, G. J., 2013. Implications of Holding Ideas of Evidence-Based Practice in Nursing. 10 april, volume 26, pp. 143-151.

http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0894318413477139


4. Dengan menggunakan EBP di bidang kesehatan masih menghadapi beberapa hambatan. Hal ini telah didokumentasikan dalam penelitian eksplorasi dan observasi. Sebelumnya, karakteristik sosiodemografi seperti tingkat pelatihan perawat, fungsi profesional yang diduduki, usia, dan jumlah tahun pengalaman profesional semuanya terkait dengan kepercayaan tentang EBP dan kapasitas untuk menerapkannya.
Hambatan yang menghambat praktek berbasis bukti dan keterampilan mereka mengidentifikasi dalam menemukan, meninjau dan menggunakan penelitian berbasis bukti. Selanjutnya, menentukan apakah keterampilan yang dilaporkan sendiri dalam mencari, meninjau dan menggunakan penelitian dalam praktek dikaitkan dengan :
a) sumber-sumber pengetahuan yang dilaporkan untuk digunakan dan
b) hambatan dilaporkan untuk praktek berbasis bukti.

Dalheim, A., s.H. & Nilsen, R.M., t.thn. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey.
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jep.12653/epdf

"


Adelia Dwi Lailyvira Ramadhania

pada : 08 September 2017


"1. Praktik berbasis bukti (evidence-based practice / EBP) adalah penggunaan yang teliti dan bijaksana dari bukti terbaik saat ini bersamaan dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memandu keputusan perawatan kesehatan. Keselamatan pasien penelitian telah difokuskan pada data analisis untuk mengidentifikasi isu-isu keselamatan pasien dan menunjukkan bahwa praktek baru yang akan mengakibatkan peningkatan mutu dan pasien safety. Praktik keamanan berbasis bukti pelaksana sulit dan membutuhkan strategi bahwa alamat kompleksitas sistem perawatan individu praktisi, dan akhirnya mengubah budaya perawatan kesehatan. praktek berbasis bukti keamanan perawat baru-baru ini telah memberikan utama kepemimpinan untuk meningkatkan perawatan melalui aplikasi temuan penelitian dalam praktek.

Titler, M. G., 2008 Apr. Chapter 7The Evidence-Based Practice Implementation. Patient Safety an Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses..
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/

2. Memberikan suatu pemahaman mendalam fenomena (Yin, 2009; Saham, 2006). Penelitian ini sebagai bagian dari program doktor berkelanjutan etis persetujuan untuk studi diperoleh dari Dewan peninjauan institusional Universitas dan Fakultas Keperawatan di mana studi ini berlangsung studi. Tiga kuesioner yang digunakan dalam survei termasuk:
1) ketidaksopanan yang dimodifikasi di Keperawatan pendidikan/INE kuesioner (Clark et al., 2009; Beck, 2009) yang menggambarkan dianggap uncivil perilaku dalam pengaturan pendidikan termasuk kelas Laboratorium keterampilan dan praktek klinis;
2) ukuran identitas etnis Multigroup/MEIM (Phinney, 1992) yang mengidentifikasi identitas etnis;
3) Santa Clara kekuatan iman agama kuesioner/ASCSRF (Plante dan Boccaccini, 2002) yang menggambarkan agama iman atau praktek.
Ayu Eka, N. G., Chambers, D. & Narayanasamy, A., 2014. Perceived uncivil behaviour in Indonesian nursing education.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1471595316300622?via%3Dihub
3. Keperawatan manusia memerlukan dasar pengetahuan dan keterampilan yang di informasikan oleh filosofi, teori, pengalaman dan imajinasi.
Kerugian dari EBNP jika tidak disimpan terletak pada tempatnya, ini juga memiliki potensi untuk membahayakan seperti pada hal yang sudah terjadi dapat menghapus suara dan kehadiran dari Keperawatan praktek dan perawatan manusia.
Manfaat pada EBNP bahwa layanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu memenuhi tantangan meningkatkan keselamatan pasien, kualitaslayanan, untuk mengurangi biaya, mengurangi variabilitas dalam praktek. Kebutuhan untuk literasi informasi sistematis diperlukan karena peningkatan jumlah informasikesehatan formal dan informal, harapan yang terkait dengan pengobatan baru dan pasien peran panjang berkaitan dengan keputusan klinis.

Mitchel, G. J., 2013. Implications of Holding Ideas of Evidence-Based Practice in Nursing. 10 april, volume 26, pp. 143-151.

http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/0894318413477139

4. Menggunakan EBP di bidang kesehatan masih menghadapi beberapa hambatan. Hal ini telah didokumentasikan dalam penelitian eksplorasi dan observasi.
Hambatan yang menghambat praktek berbasis bukti. Selanjutnya, menentukan apakah keterampilan yang dilaporkan sendiri dalam mencari, meninjau dan menggunakan penelitian dalam praktek dikaitkan dengan :
a) sumber-sumber pengetahuan yang dilaporkan untuk digunakan dan
b) hambatan dilaporkan untuk praktek berbasis bukti.
Kendala terbesar adalah kurangnya waktu dan kurangnya keterampilan untuk mencari dan mengelola penelitian bukti. Perawat usia, jumlah tahun perawat praktek, dan jumlah tahun sejak memperoleh gelar profesional kesehatan terakhir dipengaruhi penggunaan sumber pengetahuan dan hambatan yang dilaporkan sendiri.

Dalheim, A., s.H. & Nilsen, R.M., t.thn. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey.
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jep.12653/epdf
"


Siti Nur Cahyaningsih

pada : 08 September 2017


"NAMA: SITI NUR CAHYANINGSIH
NIM:131611133054
JAWABAN:
1. dengan istilah Evidencebased Medicine. Evidence-based Medicine merupakan penggunaan bukti (evidence) ilmiah yang terkini dan terbaik dengan jelas dan berhati-hati di dalam membuat keputusan untuk pasien. Sama halnya dengan evidence based medicine, evidence based practice merupakan suatu kerangka kerja yang menguji, mengevaluasi dan menerapkan temuan-temuan penelitian dengan tujuan untuk memperbaiki pelayanan keperawatan kepada pasien. Jadi sebelum membuat keputusan klinis yang terbaik bagi pasiennya, tenaga kesehatan harus mempertimbangkan dan mengacu pada hasil-hasil penelitian yang terkini dan terbaik. Hasil-hasil peneltian tak dapat berdiri sendiri sebagai bukti ilmiah tunggal, ia harus disertai dengan pengalaman praktik yang terbaik yang dilakukan oleh tenaga kesehatan. Evidence-based Practice merupakan suatu pola kerja dimana praktik klinik yang dilakukan berdasarkan bukti ilmiah terbaik yang didapat melalui penelitian, pengalaman klinik perawat serta pilihan pasien dalam menentukan keputusan klinik bagi pelayanan kesehatan.

Sumber: Ligita, Titan. (2012). Pengetahuan, Sikap dan Kesiapan Perawat Klinisi
Dalam Implementasi Evidence-Base Practice. Ners Jurnal Keperawatan Volume 8,No 1,Juni 2012 :83-95

2. seperti yang dijelaskan pada jurnal “Within-Prison Drug Injection among HIV-infected Male Prisoners in Indonesia: A Highly Constrained Choice”, yakni Studi metode campuran ini meneliti prevalensi, korelasi, dan konteks sosial Within-Prison Drug Injection (WP-DI) di antara tahanan laki-laki yang terinfeksi HIV di Indonesia dengan menggunakan metode 102 tahanan laki-laki terinfeksi HIV yang dipilih secara acak menyelesaikan wawancara dengan rekaman suara semi terstruktur tentang perubahan penggunaan obat setelah penangkapan, isyarat penggunaan narkoba di dalam penjara, dan dampak WP-DI mengenai HIV dan perawatan kecanduan. Regresi logistik mengidentifikasi korelasi multivariat WP-DI dan analisis tematik transkrip wawancara yang menggunakan teori ground-ground.

Sumber: Gabriel, J., Agung, W., dkk. (2015). Within-Prison Drug Injection among HIV-infected Male Prisoners in Indonesia: A Highly Constrained Choice. Published online 2015 Jan 25. doi: 10.1016/j.drugalcdep.2015.01.018. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5108518/

3. Penelitian dan kursus EBNP berdampak positif pada perawat dan mahasiswa keperawatan. Memasukkan konsep EBNP ke dalam kurikulum meningkatkan persepsi perawat tentang pengetahuan serta sikap dan kepercayaan mereka tentang EBNP. Manfaat menggabungkan konsep penelitian ke dalam keseluruhan kurikulum keperawatan telah menunjukkan peningkatan minat mahasiswa keperawatan terhadap EBNP dan partisipasi dalam penelitian. Sehingga secara tidak langsung dapat meningkatan standar asuhan keperawatan dan meningkatkan kualitas standar asuhan itu sendiri.
Sedangan ada beberapa kerugiannya yakni proyek ini dilakukan lebih dari satu tahun, maka akan menghambat pelaksaan asuhan itu sendiri karena penelitian tersebut membutuhkan waktu yang tidak sedikit. Sehingga untuk meningkatkan generalisasi dan validitas proyek ini, perlu beberapa kali dilakukan evaluasi.

Sumber: Carrie, N. Keib, Stephanie, M. Cailor, Mary, E. Kiersma, dkk. (2017). Changes in nursing students' perceptions of research and evidence-based practice after completing a research course. journal homepage: www.elsevier.com/locate/nedt.
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S026069171730076X/pdfft?md5=34e9735a4c5c57f683734bac15a05b8f&pid=1-s2.0-S026069171730076X-main.pdf

4. Hambatan implementasi EBNP meliputi: kurangnya waktu, kurangnya pemahaman tentang penelitian yang tersedia (khususnya statistik), wewenang terbatas untuk mengenalkan praktik baru, tidak cukup waktu untuk membaca penelitian dan sumber daya yang tidak memadai dalam setting klinis

Sumber: Cowdell, Fiona. (April, 2015). Developing the evidence base for hygiene and emollient practices; London. BMJ Publishing Group LTD. https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1785333536?pq-origsite=summon#center"


BLANDINA EASTER GRACE WAIRATA

pada : 08 September 2017


"1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Jawab
Evidence-based nursing (EBN) merupakan suatu penggunaan bukti ilmiah yang terdiri atas bukti-bukti ilmiah terbaik dengan keahlian klinis untuk memudahkan pengambilan keputusan klinis dan menjadi hal yang penting dalam memperbaiki praktik keperawatan. Dalam keperawatan, perawat berperan penting melaksanakan EBN agar dapat bertanggung jawab terhadap perawatan pasien yang berorientasi pada hasil melalui praktik yang berbasis bukti (evidence-based practice/EBP). Diharapkan perawat yang sudah terlatih dengan EBN dapat terampil dengan skil atau keahlian mereka dalam melakukan pelayanan. Hal ini sangat penting karena saat ini, dunia kesehatan membutuhkan perawat yang mampu menganalisis dalam praktik serta menggunakan EBN untuk mencapai outcomes pada psien.
Sumber:

Varaei, S. (2013). Education and Implementing Evidence-Based Nursing Practice for Diabetic Patients. 251-257

2.Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Jawab
Salah satu contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik keperawatan di Indonesia yaitu penggunaan EBP pada perawat rumah sakit komunitas pribadi pusat stroke akut di Jakarta yang diteliti oleh peneliti dalam sumber jurnal. EBP diperkenalkan kepada perawat melalui pengembangan pedoman stroke yang menggabungkan bukti terkini yang relevan dan berlaku saat ini. Peodoman ini berpotensi memperbaiki standar perawatan stroke. Database dan mesin pencari yang digunakan untuk menemukan pedoman hasil, penelitian, dan bukti yang terkait dengan masalah praktik ini termasuk: National Guideline Clearinghouse, CINAHL Plus, ProQuest, dan MEDLINE. Istilah pencarian yang digunakan meliputi:stroke, asuhan keperawatan, perawat, pedoman, implementasi, dan praktik berbasis bukti.

Sumber:
Stagner, T. S. (2017). Introduction of Evidence-Based Practice to Acute Stroke Center Nursing in Jakarta, Indonesia.



3.Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?

Jawab
Dalam pelaksanaannya, EBNP memberikan dampak yang baik bagi pelayanan keperawatan, yaitu memberikan pedoman-pedoman yang terpercaya dan sudah teruji dalam penelitian. Melalui bukti-bukti ilmiah yang ada, perawat dapat mengembangkan skil dan keahliannya dalam memberikan pelayanan keperawatan pada pasien. Namun, ada juga kekurangan yang terdapat dalam penggunaan EBNP yaitu, mengharuskan perawat melaksanakan praktik berdasarkan hasil penelitian dan hanya sesuai dengan penelitian. Selain itu, membutuhkan waktu yang lama untuk mencari penelitian yang sesuai.

Sumber:
Mullen, E. J. (2004). The Evidence For and Against.


4.Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?

Jawab
Masalah atau hal-hal yang menjadi penghambat implementasi EBNP dalam keperawaan antara lain adalah ukuran dan kerumitan dari penelitian yang dipakai, kesulitan mengembangkan kebijakan klinis berbasis bukti, akses serta pengetahuan yang lemah terhadap bukti dan pedoman yang ada, hambatan dari dalam organisasi atau rumah sakit, program edukasi yang tidak efektif dilakukan serta ketaatan pasien redah terhadap perawatan yang dilakukan.

Sumber:
Haynes, B. (1998). Barriers and bridges to evidence based clinical practice. 273-276.
"


Rufaidah Fikriya

pada : 08 September 2017


"Nama : Rufaidah Fikriya
NIM : 131611133018
Kelas : A1

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Keperawatan berdasarkan bukti (evidence-based nursing / EBN) didasarkan pada integrasi bukti penelitian terbaik dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memfasilitasi pengambilan keputusan klinis, dan ini mungkin menjadi bagian penting dari peningkatan kualitas dalam praktik keperawatan.Evidence adalah bukti ilmiah (yang diambil dari penelitian, pengalaman dan keinginan serta kebutuhan pasien) dalam praktik klinis keperawatan yang dikumpulkan secara sistematis untuk mendukung pemikiran kritis dan keterampilan keperawatan.
Varaei, S., Salsali, M., Cheraghi, M. A., Tehrani, M. R. M., & Heshmat, R. (2013). Education and implementing evidence-based nursing practice for diabetic patients. Iranian journal of nursing and midwifery research, 18(3), 251.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3748547/

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!

RSUP Dr. M. Djamil adlah salah satu Rumah Sakit di Indonesia yan telah menerapkann Evidence-Based practice. Hal ini terlihat dalam salah satu misi rumah sakit tersebut yaitu “Menyelenggarakan pendidikan yang profesional dan penelitian berbasis bukti bidang kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat”. penerapan evidence-based nursing practice di rumah sakit ini sudah mulai diterapkan sejak tahun 2012. Pada tahun 2012 tersebut juga, seorang perawat di ruang rawat inap bedah menjadi kontributor penyusunan Standar Pelayanan Keperawatan Ortopedi dimana tindakan keperawatan diintegrasikan dengan evidence-based nursing.
Vionalisa, C. O. (2015). PENGETAHUAN DAN SIKAP PERAWAT DALAM PENERAPAN EVIDENCE-BASED NURSING PRACTICE DI RUANG RAWAT INAP RSUP DR. M. DJAMIL PADANG TAHUN 2015.
http://repo.unand.ac.id/86/


3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?

Keuntungan:
menghasilkan proses pembuatan klinis yang lebih transparan
pengambilan keputusan yang lebih baik
meningkatkan ketekunan dan konsistensi perawatan klinis
lebih efektif memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan individu
Kerugian:
EBP mungkin juga menghasilkan perawatan yang tidak manusiawi, rutin dan dekontekstual dengan keahlian klinis dan preferensi klien yang berbeda
Leach, Matthew J. (2006). Evidence-based practice: A framework for clinical practice and research design. International Journal of Nursing Practice
https://www.researchgate.net/publication/6845306_Evidence-based_practice_A_framework_for_clinical_practice_and_research_design

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
1. Keterbatasan waktu
2. Keterbatasan akses terhadap literature
3. Kurangnya eltihan terkait usaha untuk mencari informasi dan ketrampilan dalam mengkritisi hasil penelitian
4. Ideology yang menekankan praktek dibandingkan dengan engetahuan intelektual
5. Lingkungan kerja tidak mendukung dalam usaha mencari informs hasil penelitian
Hapsari, E.D. (2011). PENGANTAR EVIDENCE BASED NURSING. Proseding Senrinar Nasional Keperawaton PPNI Jawa Tengah, 6.
http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/psn12012010/article/view/308"


ANGGA KRESNA PRANATA

pada : 08 September 2017


"NAMA : ANGGA KRESNA PRANATA
NIM : 131611133030
JAWABAN :
1. Evidence-based nursing practice adalah praktik klinis yang dilakukan berdasarkan bukti yang terbaik saat itu. Implementasi EBP terutama melibatkan empat langkah sekuensial. Pertama, membingkai pertanyaan yang jelas berdasarkan masalah klinis; kedua, mencari bukti yang relevan dalam literatur; Ketiga, menilai secara kritis validitas penelitian kontemporer; dan keempat, menerapkan temuan klinis pengambilan keputusan. Secara keseluruhan, sebagian besar perawat memegang sikap positif terhadap EBP tapi kurang memadai pada pengetahuan dan keterampilan untuk implementasinya. Sejumlah hambatan pribadi dan organisasi menghalangi implementasi EBP.
Weng Y-H, Kuo KN, Yang C-Y, Lo H-L, Chen C, Chiu Y-W. Implementation of evidence-based practice across medical, nursing, pharmacological and allied healthcare professionals: a questionnaire survey in nationwide hospital settings. Implementation Science : IS. 2013;8:112. doi:10.1186/1748-5908-8-112.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3849261/
2. Contoh aplikasi penggunaan EBNP dalam praktik layanan keperawatan di indonesia adalah penggunaan bukti eksternal terkait dengan hasil penelitian keperawatan. Salah satu kegiatan penelitian keperawatan adalah “ Journeys to tuberculosis treatment: a qualitative study of patients, families and communities in Jogjakarta, Indonesia”. penelitian ini menggunakan metode pengambilan sampel melalui wawancara mendalam terhadap klien TB dan anggota keluarga mereka melalui Focus Group Disscussion (FGD) dengan anggota masyarakat. Penelitian ini bertujuan agar mengetahui faktor yang memeengaruhi perawatan pasien TB di Jogjakarta pada tahun 2008 dan 2009
Rintiswati N, Mahendradhata Y, Suharna, et al. Journeys to tuberculosis treatment: a qualitative study of patients, families and communities in Jogjakarta, Indonesia. BMC Public Health. 2009;9:158. doi:10.1186/1471-2458-9-158.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2700804/
3. Keuntungan menggunkan EBNP adalah perawat bisa melakukan tindakan keperawatan dengan baik dan tepat menurut dengan ilmu yang berlaku pada saat ini menurut bukti yang ditemukan. Selain itu, EBNP juga dapat menekan biaya keperawatan karena perawat melakukan tindakan keperawatan dengan tepat. EBNP juga memilki kekurangan yaitu butuh waktu yang cukup banyak agar dapat mencari sumber-sumber terkait dengan bukti yang ditemukan. Lalu, banyaknya atikel yang bermacam-macam sehingga perawat bingung untuk melakukan tindakan yang paling tepat untuk dilakukan terhadap klien.
Lei Cheng et al. 2017. Evidence-based Nursing Implementation in Mainland China: A Scoping Review. Shanghai: nurs outlook.
http://www.nursingoutlook.org/article/S0029-6554(16)30170-1/fulltext
4. Detrminan yang dapat menghambat implementasi EBNP adalah determinan yang berhubungan dengan instrumen yang digunakan dalam memetakan praktik yang berdasarkan bukti dalam keperawatan. Dalam jurnal ini menunujukan bahwa ha,batan utama terkait dengan faktor organisasi, seperti kurangnya waktu untuk menemukan, menerapakan, dan kurangnya wewenang dalam melaksanakan penilitian yang dilakukan. Faktor lain yang secara khusus menghambat EBNP yaitu adanya pelatihan, keperacayaan dan kesulitan perawat yang dihadapi untuk memunculkan dan mengintegrasikan prefensi klien. Selain itu, adanya hambatan yang terkait dengan waktu, lokasi geografis, ukuran sampel, tingakat respon dan organisasi juga menjadi hambatan implementasi EBNP
Dalheim A, Harthug S, Nilsen RM, Nortvedt MW. Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. BMC Health Services Research. 2012;12:367. doi:10.1186/1472-6963-12-367.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/
"


MUHAMMAD DZAKIYYUL FIKRI WACHID

pada : 08 September 2017


"NAMA: MUHAMMAD DZAKIYYUL FIKRI WACHID
NIM: 131611133115
JAWABAN:
1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence-Based Nursing Practice (EBNP) adalah penggunaan bukti yang dapat digunakan untuk pelayanan kesehatan agar mempermudah pengambilan keputusan dalam praktik pelayanan kesehatan. Menurut Greenberg & pyle (2006) dalam keele (2011), Evidence-Based Practice merupakan penggunaan bukti untuk mendukung pengambilan keputusan di pelayanan kesehatan. Keputusan berbasis bukti mengintegrasikan bukti penelitian ilmiah terbaik dengan bukti yang berasal dari pengalaman yang relevan dan topik yang kompleks, namun juga didorong dari sudut pandang yang logis.
Sumber:
Murphy Matthew, M Jayne MacCarthy, Lynda McAllister, Robert Gilbert. (2014). Application of the principles of evidence-based practice in decision making among senior management in Nova Scotia’s addiction services agencies. Canada. Substance Abuse Treatment, Prevention, and Policy.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4320476/

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Salah satu penerapan aplikasi evidence di indonesia adalah program pencegahan merokok di lingkungan sekolah dan sekitarnya dalam penelitian yang berjudul “Six-months follow-up of a cluster randomized trial of school-based smoking prevention education programs in Aceh, Indonesia” pada program ini telah dikembangkan dan diuji tiga jenis program pencegahan merokok berbasis sekolah yang terdiri dari kesehatan, Islam, dan dikombinasikan kesehatan dan Program Islamicbased antara remaja di daerah barat Indonesia dan efek langsung dari program tersebut menunjukkan peningkatan positif pada peserta.
Sumber:
Tahlil Teuku, Richard J. Woodman, John Coveney, Paul R. Ward. (2015). Six-months follow-up of a cluster randomized trial of school-based smoking prevention education programs in Aceh, Indonesia. Banda Aceh. BMC Public Health.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4619432/

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntugan dan kerugian dalam menggunakan metode EBNP adalah:
Keuntungan nya adalah dapat memberikan pelayanan yang baik dalam praktik keperawatan kemudian keuntungan yang lain yaitu mendapatkan sumber daya yang terbaik dan terpercaya untuk menunjang kegiatan praktik keperawatan.
Kemudian kerugian dalam menggunakan metode tersebut yaitu ada pembatasan kegiatan dalam melakukan proses praktik keperawatan.
Sumber:
Dalheim Anne, Stig Harthug, Roy M Nilsen, Monica W Nortvedt. (2012). Factors influencing the development of evidence-based practice among nurses: a self-report survey. Norway. BMC Health Services Research.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Perawat memiliki potensi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan jika perawat secara rutin menggunakan bukti terbaik yang tersedia dalam praktek klinis mereka. Karena banyak faktor yang dirasakan oleh perawat sebagai hambatan untuk pelaksanaan praktik, seperti Penelitian yang dilakukan oleh perawat belum tentu dapat di terapkan dan dilaksanakan di lingkungan umum, Masih banyak perawat yang belum mengetahui cara mengakses hasil-hasil penelitian, suasana tempat kerja tidak mendukung dalam meningkatkan hasil penelitian, Masih adanya kesulitan berinteraksi dan berkolaborasi terkait penelitian antara perawat klinisi dan perawat peneliti.
Sumber:
Flodgren Gerd, Maria Ximena Rojas-Reyes, Nick Cole, David R Foxcroft. (2014). Effectiveness of organisational infrastructures to promote evidence-based nursing practice. Bogota Colombia. Europe PMC Funders Group.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4204172/
"


Hilmy Ghozi Alsyafrud

pada : 08 September 2017


"NAMA: Hilmy Ghozi Alsyfrud
NIM: 131611133108
1. Apakah yang di maksud dengan evidence dalam evidance based nursing practice (EBNP)?
Definisi praktik berbasis bukti dalam profesi keperawatan telah berkembang dari secara ketat berbasis klinis untuk memasukkan pendekatan holistik yang secara tepat mencerminkan keseluruhan penelitian dan praktik keperawatan. Hal ini tidak hanya terlihat dalam adopsi praktik klinis namun juga dapat digunakan dalam pendidikan keperawatan sarjana dan pascasarjana dan pengembangan teori. Menurut Dewan Perawat Internasional, praktik berbasis bukti dalam keperawatan didefinisikan sebagai "pendekatan pemecahan masalah pada pengambilan keputusan klinis yang menggabungkan pencarian bukti, keahlian klinis dan penilaian terbaik dan terkini Definisi lain yang digunakan untuk mendefinisikan praktik berbasis bukti berasal dari definisi Sackett di tahun 1990an (Beyea & Slattery, 2013)
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S875572231630028X

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di indonesia?
Praktik berbasis bukti adalah penggunaan yang teliti dan bijaksana dari bukti terbaik saat ini bersamaan dengan keahlian klinis dan nilai pasien untuk memandu keputusan perawatan. Bukti terbaik mencakup bukti empiris dari uji coba terkontrol secara acak; bukti dari metode ilmiah lainnya seperti penelitian deskriptif dan kualitatif; serta penggunaan informasi dari laporan kasus, prinsip ilmiah, dan pendapat ahli. Bila bukti penelitian yang cukup, praktik tersebut harus dipandu oleh bukti penelitian bersamaan dengan keahlian klinis dan nilai pasien. dalam beberapa kasus, basis riset yang memadai mungkin tidak tersedia, karna keputusan perawatan kesehatan berasal dari sumber bukti non-penelitian seperti para pendapat ahli/prinsip ilmiah.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK2659/

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Manfaatnya adalah layanan kesehatan berbasis bukti akan lebih mampu menghadapi tantangan perbaikan keselamatan pasien dan kualitas pelayanan. Kebutuhan untuk Literasi informasi yang sistematis diperlukan karena adanya peningkatan jumlah informasi kesehatan formal dan informal, Harapan terkait perawatan baru dan pasien peran diperpanjang terkait dengan keputusan klinis
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3557178/pdf/1472-6963-12-367.pdf

4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Meskipun ada bukti percobaan klinis dan data kesehatan masyarakat yang mendokumentasikan manfaat pengendalian hipertensi pada individu dan populasi, penerapan dalam praktik kurang optimal. Hambatan terhadap perawatan dan kontrol hipertensi sangat gigih dan terus menghambat peningkatan tingkat k esadaran, pengobatan, dan kontrol. Hambatan telah diidentifikasi pada pasien, penyedia, organisasi perawatan kesehatan, dan tingkat komunitas. Pada setiap tingkat, pengetahuan, sikap, nilai, dan kepercayaan dapat menghambat perilaku direkomendasikan berbasis bukti yang diperlukan untuk menurunkan tekanan darah dan mempertahankan penurunan dari waktu ke waktu. Sejumlah penelitian baru memberikan data yang memperkuat kebutuhan akan intervensi yang sensitif secara budaya di setiap tingkat.
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10995519

"


Konita Shafira

pada : 08 September 2017


"NAMA : KONITA SHAFIRA
NIM : 131611133073
JAWABAN :
1. Evidence Based Nursing Practice (EBNP) adalah sebuah pendekatan yang mengharuskan keputusan tentang perawatan kesehatan harus didsarkan pada bukti terbaik, terkini, relevan dan valid. EBNP menjadi priotritas di dunia kesehatan selama bertahun-tahun yang menekankan layanan kesehatan dan sosial harus didasarkan pada bukti penelitian terbaik. EBNP melibatkan langkah-langkah berikut: mengajukan pertanyaan klinis, mencari dan mengumpulkan bukti terbaik yang paling relevan, menilai secara kritis bukti, mengintegrasikan bukti dengan keahlian klinis, preferensi dan nilai pasien dan mengevaluasi hasil keputusan praktik atau perubahan yang dilakukan pada bukti.
SUMBER :
Kjersti Stokke, Nina R Olsen, Birgitte Espehaug, and Monica W Nortvedt. 2014. Evidence based practice beliefs and implementation among nurses: a cross sectional study. https://bmcnurs.biomedcentral.com/articles/10.1186/1472-6955-13-8. Di akses 4 september 2017.
2. Penerapan evidence based practice in indonesia salah satunya dengan cara promosi kesehatan, untuk mencapai keberhasilan promosi ENBP dalam ada kepentingan diantara penyedia layanan kesehatan dan pembuat kebijakan di Indonesia mengetahui cara terbaik untuk mendukung keperawatan berbasis bukti di tingkat organisasi, untuk meningkatkan efektivitas dan kualitas perawatan.
SUMBER :
Widyawati et al.; licensee BioMed Central. 2015. A qualitative study on barriers in the prevention of anaemia during pregnancy in public health centres: perceptions of Indonesian nurse-midwives. https://bmcpregnancychildbirth.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12884-015-0478-3. Di akses pada 8 Agustus 2017.
3. Kelebihan :
• ENBP untuk memandu keputusan praktik.
• Mengubah cara kita memikirkan berbagai metode penelitian
• Perawat sangat setuju dengan pernyataan bahwa pedoman berbasis bukti dapat memperbaiki praktik klinis.
• ENBP dapat menghasilkan perawatan klinis terbaik untuk pasien
• ENBP cukup untuk membuat perubahan praktik
• ENBP dapat mengukur hasil praktik klinis
• Perawat yakin mereka dapat mengakses sumber daya terbaik secara berurutan untuk mengimplementasikan ENBP.
• Perawat dapat mengambil atau mendapatkan keputusan yang tepat.
• Sebagai langkah menuju ke arah praktik yang lebih aman
Kekurangan :
• ENBP itu sulit dan memerlukan waktu. Selanjutnya ada korelasi antara kepercayaan dan implementasi
• Perawat yang selama 24 jam bersama klien mengakibatkan kekurangan waktu sebagai penghalang yang cukup besar, dan kurangnya waktu adalah penghalang yang paling sering dikutip untuk penggunaan penelitian.

SUMBER :
Kjersti Stokke, Nina R Olsen, Birgitte Espehaug, and Monica W Nortvedt. 2014. Evidence based practice beliefs and implementation among nurses: a cross sectional study. https://bmcnurs.biomedcentral.com/articles/10.1186/1472-6955-13-8. Di akses 4 september 2017.
4. Banyak hambatan yang teridentifikasi terhadap ENBP tidak mengherankan mengingat bahwa ENBP adalah proses yang jauh dari mudah dan tidak mengikuti yang ditentukan, jalur logis dan linier, namun keduanya menantang dan kompleks, menurut Flodgren et al. ada dua hambatan utama: perawat tidak memiliki wewenang untuk mengubah prosedur perawatan pasien, dan kurangnya kesadaran akan penelitian yang relevan. Hambatan selanjutnya yaitu kurangnya staf yang berpengalaman di ENBP, kepemimpinan yang mendukung dan kurangnya sumber daya. kurangnya dukungan untuk pelaksanaan temuan penelitian (Atkinson 2008; Hutchison 2004; Fineout-Overholt 2005) dan "kehadiran tujuan lain dengan prioritas yang lebih tinggi "(Pravikoff 2005).
SUMBER :
Flodgren et al, Oktober 2014. Effectiveness of organisational infrastructures to promote evidence-based nursing practice. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4204172/pdf/emss-57134.pdf. Di akses pada 4 agustus 2017.
"


Asih Parama Anindhia

pada : 08 September 2017


"NAMA : ASIH PARAMA ANINDHIA
NIM : 131611133075

1. Apakah yang dimaksud dengan evidence dalam Evidence-Based Nursing Practice (EBNP)?
Evidence Based Nursing Practice (EBNP) dalam jurnal yang berjudul “evidence-based practice in nursing: what is it and what is the impact of leadership and management practice” memiliki makna bukti penelitian, pengalaman dan pengetahuan dokter, dan preferensi pasien terkait dengan pengambilan keputusan klinis untuk pasien atau kelompok pasien tertentu dalam konteks dan waktu yang ditentukan. Bukti tersebut dibutuhakan untuk proses pengambilan keputusan yang lebih akurat. Dalam proses pelaksanaannya dibutuhkan pengetahuan dan keterampilan tertentu untuk sukses termasuk
melek komputer, literasi informasi, dan penilaian penelitian.
Pierce ST, 2005 ‘Integrating Evidence-Based Practice Into Nursing Curricula’ Annual Review of Nursing Education, hh 234-235 http://eds.b.ebscohost.com/eds/pdfviewer/pdfviewer?vid=5&sid=fe786f94-72c6-4588-9d0d-bf622644cda4%40sessionmgr104

2. Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Penerapan evidence-based nursing practice melalui manajemen sakit. menurut penelitian yang dipublikasikan melalui jurnal The effectiveness of the Pain Resource Nurse Program to improve pain management in the hospital setting: A cluster randomized controlled trial. Menurut Dahl et al (2009) program menejemen rasa sakit merupakan pendidikan berbasis bukti. Program ini mencakup paket materi pengajaran lengkap, terdiri dari presentasi, kasus klinis, decatatan pembicara penuh. Sembilan jenis modul yang dikembangkan oleh para ahli dalam manajemen rasa sakit dan didasarkan pada bukti terkini di lapangan. Menejemen rasa sakit ini juga diterapkan di Indonesia untuk mengurangi rasa sakit yang dialami pasien.
Gunnarsdottir, S., Sigridur, Z., Ronald C., Herdis S., Elin, J. G. H., Nanna, F., Elfa, T. G., & Sandra, E. W., 2017, ‘Effectiveness Of The Pain Resource Nurse Program To Improve Pain Management In The Hospital Setting: A Cluster Randomized Controlled Trial’ International Journal Of Nursing Studies. hh 89. Diakses 4 September 2017 http://ac.els-cdn.com/S002074891730161X/1-s2.0-S002074891730161X-main.pdf?_tid=6527fea2-9143-11e7-8b05-00000aab0f02&acdnat=1504510611_fceb72ba69dabb9a4808d1642c02ae29

3. Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
EBNP membantu perawat mengembangkan pengetahuan dan kompetensi perawat. Selain itu, EBNP juga membantu perawat untuk berkomunikasi dengan efektif dengan pasien dan dengan tenaga kesehatan lainnya untuk membuat keputusan dan perencanaan asuhan keperawatan. Perawat akan merasa lebih yakin dengan proses perawatan yang mereka lakukan serta dapat bertanggung jawab dengan hukum. Klien yang dirawat dengan metode EBNP mengalami perbaikan derajat kesehatan dari pada tidak menggunakan metode EBNP. Disamping keuntungan terdapat kerugian dalam penggunaan metode EBNP. Kekurangan tersebut diantaranya tidak cocoknya hasil penelitian tersebut untuk diterapkan di suatu negara karena keadaan demografi, budaya, maupun kode etik di negara tersebut.
Xiaoshi, Lu. 2008. ‘Evidence-based practice in nursing: What is it and what is the impact of leadership and management practices on implementation?’ Nursing Journal NorthTec. hh 8, diakses 4 September 2017 http://web.b.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?vid=3&sid=32a16f89-9fb4-4725-be2b-c53f7340aca1%40sessionmgr104
4. Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Determinan yang dapat menghambat yang utamnya adalah:
• Hambatan dalam menemukan dan meninjau bukti, misalnya kurangnya waktu karena kurangya waktu akibat urusan pekerjaan, keluarga yang banyak menyita waktu; kurangnya kepercayaan dalam menilai penelitian secara kritis.
• Hambatan untuk mengubah praktik, misalnya tidak cukup waktu dan sumber daya untuk menerapkan perubahan, selain itu terhambatnya perubahan dilakukan karena berbenturan dengan peraturan atau kode etik dalam suatu negara.
• Kurangnya dukungan baik dari sesama perawat, tenaga kesehatan lain, menejer sampai kolega untuk melakukan penrapan dalam praktik.
Tagney, Jenny & Carolline, H, 2009 ‘Using Evidence-Based Practice To Address Gaps In Nursing Knowledge’ British Journal of Nursing, 2009, Vol 18, No 8 hh 484, dilihat 08 Agustus 2017, http://web.b.ebscohost.com/ehost/pdfviewer/pdfviewer?vid=1&sid=e5439643-379d-4991-b9a7-75d0e921e955%40sessionmgr102"


Gita Aula Tribuana

pada : 08 September 2017


"NAMA: GITA AULA TRIBUANA
NIM: 131611133083

Apakah yang dimaksud dengan Evidence Based Nursing Practice (EBNP)?
Proses EBNP terdiri dari lima tahap: (1) perumusan a pertanyaan yang akan menghasilkan jawaban yang paling sesuai; (2) mengumpulkan informasi yang paling relevan dengan pencarian sistematis dari literatur atau panduan klinis; (3) melakukan kritis evaluasi bukti dan validitasnya, relevansi dan kemungkinan; (4) mengintegrasikan bukti penelitian dengan klinis pengalaman, nilai dan preferensi pasien dan (5) menilai hasil pengobatan Melaksanakan EBNP berpotensi bermanfaat bagi pasien dan sistem perawatan kesehatan, dan untuk perawat. Ini meningkatkan kemampuan pasien ' akses dan informasi tentang pengobatan yang efektif .
Atlanta. Nursing Evidence Based Nursing: Findings From Texas State University in the Area of Evidence Based Nursing Described (Benefit of a Regional Evidence Based Practice Fellowship Program: A Test of the ARCC Model). 2017.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/1873583959?pq-origsite=summon


Berikan sebuah contoh aplikasi penggunaan Evidence dalam praktik layanan keperawatan di Indonesia!
Clinical pathway, dikenal juga sebagai care pathways, critical pathways, integrated care pathways, atau care maps (alur perawatan, alur kritis, alur perawatan terintegrasi atau peta perawatan), adalah salah satu perangkat utama yang digunakan untuk mengelola kualitas pelayanan kesehatan mengenai standardisasi proses perawatan. Alat manajemen multidisiplin yang didasarkan pada praktek berbasis bukti untuk kelompok tertentu pasien dengans alur prediksi klinis, di mana tugas yang berbeda (intervensi) oleh para profesional yang terlibat dalam perawatan pasien, dioptimalkan dan dirunut berdasarkan jam (ED), hari (perawatan akut) atau kunjungan (homecare). Hasil terikat untuk intervensi tertentu” (http://en.wikipedia.org/wiki/Clinical_pathway).

Jones, Bartlett learning. Implementing Evidence Based Nursing Practice: An Overview. http://samples.jbpub.com/9780763780586/80586_CH05_Keele.pdf


Apa sajakah keuntungan dan kerugian menggunakan metode EBNP dalam tatanan praktik keperawatan?
Keuntungan:
EBNP dapat membantu perawat dengan memberi informasi dan informasi pengambilan keputusan klinis berbasis bukti, membantu mereka terus diperbarui dengan teknologi, dan memungkinkan lebih besar efisiensi. Kompetensi baru ini, Pada gilirannya, dapat meningkatkan status perawat secara multi-profesional tim dan profesi pada umumnya.
Kekurangan:
Perawat lebih memilih untuk diberitahu oleh rekan kerja, daripada menggunakan database Internet atau keperawatan, dan yang paling hanya mengandalkannya apa yang mereka pelajari selama pendidikan keperawatan mereka dan dari pengalaman. Beberapa perawat tampaknya menggunakan perpustakaan layanan, dan bahkan ketika pengetahuan Diperoleh melalui pembacaan jurnal, jarang sekali sistematis diterapkan.

Mashiach Michal Einzenberg. Implementaton of Evedence Based Nursing Practice: Nurses Personal and Professional Factors. 2010.
https://nurseone.ca/~/media/nurseone/page-content/pdf-en/implementation%20of%20evidence-based%20nursing%20practice-%20nurses%20personal%20and%20professional%20factors.pdf


Determinan apa sajakah yang dapat menghambat implementasi EBNP?
Hambatan untuk EBP dalam keperawatan serupa dengan disiplin lain dan telah dijelaskan oleh Bass dalam artikel lain dalam seri ini dan oleh periset perawat lainnya . Tantangan khusus dalam keperawatan adalah kesiapan perawat dalam praktik untuk memahami dan menerapkan EBP karena beragam tingkat persiapan dan kurangnya penyertaan penelitian dan EBP dalam banyak program pendidikan keperawatan dasar. Mayoritas perawat dalam prakteknya saat ini memiliki gelar associate in nursing (ADN), gelar dua tahun yang jarang menyertakan konten tentang penelitian dan EBP. Konten tentang EBP biasanya disediakan untuk siswa dalam program sarjana muda dan sarjana.

Miller, Lois L. Eveidence Based Practice in Nursing. 2010.
https://e-resources.perpusnas.go.id:2171/docview/742470450?pq-origsite=summon
"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :