Health Pool

The groundwork for all happiness is good health. Leigh Hunt

Mitigasi Bencana: Definisi, Strategi, dan Peran Perawat

22 August 2017 - dalam Discovery Learning Articles Oleh sethohadisuyatmana-fkp

Yth Mahasiswa PSPN-FKp Unair Alih Jenis B19 Semester III dengan mata kuliah Keperawatan Bencana. Untuk bahan kajian kedua ini tugas Anda adalah:

  1. Silahkan search artikel bebas dengan judul “Bangkok Principles for the implementation of the health aspects of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030.”
  2. Silahkan search artikel di database https://www.scopus.com/home.uri dengan kata kunci “Nurse AND Disaster Mitigation.”
  3. Pilihlah satu artikel dan jawablah pertanyaan berikut ini:

-      Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?

-      Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam

perencanaan program mitigasi bencana?

  1. Posting jawaban Anda dalam kolom komentar dibawah ini dengan format   NAMA MAHASISWA,   NIM,  KELAS, JUDUL ARTIKEL, ALAMAT WEBSITE ARTIKEL, JAWABAN (MAKSIMAL 500 KATA).
  2. Setiap artikel hanya boleh digunakan oleh 7 mahasiswa (MAKSIMUM). Apabila terdapat pelanggaran terhadap aturan ini, mahasiswa ke-8 dan seterusnya akan diberikan nilai terendah dalam penugasan ini
  3. Deadline posting jawaban pada penugasan ini adalah Jumat, 1 September 2017 pukul 15.30 WIB.


Read More | Respon : 101 komentar

101 Komentar

INTAN CAHYANTI SUGIANTO

pada : 23 August 2017


"
NAMA : INTAN CAHYANTI SUGIANTO
NIM : 131611123058
KELAS : AJ2 B19
Judul artikel
1. Wildfire Disasters and Nursing
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84995559841&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse%2cdisaster+mitigation&st2=&sid=3c818095253a76d5aa16807ea71b38f5&sot=b&sdt=b&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse%2cdisaster+mitigation%29&relpos=1&citeCnt=1&searchTerm=
2. Mitigation, resilience, and nursing
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84897861078&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse%2cdisaster+mitigation&nlo=&nlr=&nls=&sid=f3d2f868e8cee3506c52919cbf1a40b9&sot=b&sdt=sisr&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse%2cdisaster+mitigation%29&ref=%28Mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=
3. Nurses’ Preparedness and Perceived Competence in Managing Disasters
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84883451944&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse%2cdisaster+mitigation&st2=&sid=3c818095253a76d5aa16807ea71b38f5&sot=b&sdt=b&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse%2cdisaster+mitigation%29&relpos=5&citeCnt=38&searchTerm=

1.Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan ole perawat yakni Kegiatan mitigasi dalam keperawat melibatkan kegiatan promosi kesehatan,pendidikan profesional dan publik mengenai dampak kesehatan akibat bencana, dan persiapan. Perawat perlu memiliki persiapan yang cukup untuk upaya mitigasi bencana, tanpa persiapan dan keilmuan yang cukup maka upaya mitigasi tidak akan maksimal bahkan memperburuk keadaan.
2.Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana yakni Perawat mungkin ingin memimpintim, tapi seringkali berada sebagai anggota tim. Mempekerjakan perawat yang terdidik dan siap, dan yang "mudah beradaptasi, kreatif, inovatif kritis, pemikir, bisa kolaborasi, dengan pengetahuan Kesehatan masyarakat dan pengendalian infeksi, diperlukan untuk melakukan intervensi secara efektif dalam menghadapi situasi tak terduga dengan sumber daya terbatas "(Bonito & Fritsch, 2013).
Tantangan bagi perawat adalah terlibat dalam bencana Mitigasi, melayani bencana lokal, regional, dan nasional. Merencanakan organisasi, mempromosikan pendidikan dan mengatur.Latihan rutin untuk kesiapan, dan pertimbangkan nilai dalam bekerja dengan korban untuk mengatasi kekurangan di tempat kejadian. Ketahanan meningkat dengan pengetahuan dan pengalaman baru. Keterlibatan dalam mitigasi, kesiapsiagaan bencana, kolaborasi dengan masyarakat. Dalam pendidikan keperawatan bersamaan dengan fokus pada pemikiran kritis,Simulasi bencana, kreativitas, dan pengambilan keputusan akan meningkatkan kesiapan perawat untuk merespons secara efektif jenis bencana yang dihadapi dunia saat ini. Perawat memiliki peran utama dalam mengurangi bencana dan menyelamatkan individu dan ketahanan kesehatan masyarakat.

"


antonia andasari

pada : 23 August 2017


"The Role Of Public Health Nurses In Emergency Preparedness And Response: A Position Paper Of The Association Of State And Territorial Directors Of Nursing
Public Health Nursing Volume 25, Issue 4, July 2008, Pages 353-361
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-47249136969&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse+and+disaster+mitigation&st2=&sid=dc9c879e2488b979e8753ebac7eea20e&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse+and+disaster+mitigation%29&relpos=13&citeCnt=27&searchTerm=
artikel dapat diunduh di http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1525-1446.2008.00716.x/full

Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam mitigasi bencana adalah peranan perawat dalam mencegah terjadinya bencana atau keadaan darurat; meminimalkan kerentanan terhadap efek suatu bencana, meliputi :
1. Assesment
Mengkaji kelompok lansia untuk kesadaran mereka tentang mencegah sengatan panas
2. Planning
Mengembangkan rencana edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang mencegah sengatan panas
3. Intervention
Lakukan kegiatan edukasi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran tentang mencegah sengatan panas
4. Evaluation
Evaluasi kegiatan edukasi masyarakat untuk mencegah sengatan panas

"


Galih Adhi Wicaksono

pada : 23 August 2017


"GALIH ADHI W,131611123049,AJ2 B19,
Mitigation, resilience, and nursing
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84897861078&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing&st2=&sid=a89a7526b42aa5a4bf0ad21de8ab14c2&sot=b&sdt=b&sl=50&s=TITLE-ABS-KEY%28Mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=

1. Bagaimana upaya mitigasi dapat di kembangkan oleh perawat?
Dalam mitigasi bencana melibatkan suatu tim, sehingga ketika bencana terjadi sewaktu-waktu maka tindakan akan berjalan dengan kordinasi yang baik, pembagian tugas wewenang yang jelas, dan jumlah korban dapat diminimalisir, Tim dapat terdiri dari Perawat, Dokter umum, Dokter hewan, ahli gizi, kesehatan lingkungan, Polisi, TNI, Basarnas, dst
2. Tugas dan tanggungjawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana
a. Perencanaan antisipasi sebelum bencana (Predisaster)
Tujuannya meminimalkan bahaya, membangun pengaturan kelembagaan
- Menyiapkan perawat yang trampil
- Ikut dalam kegiatan simulasi bencana
- Melakukan edukasi kepada masyarakat, terhadap resiko bencana, resiko penyakit akibat bencana, menyiapkan masyarakat untuk berperan dalam evakuasi bencana
b. Perencanaan berfokus pada saat terjadi bencana
Tujuannya untuk merawat, rehabilitasi, dan mengurangi resiko kecacatan
- Meminimalkan trauma dan memfasilitasi penyembuhan
- Melibatkan korban (yang sehat) dalam evakuasi
- Menyiapkan media-media edukasi di lokasi evakuasi, untuk mencegah penyakit-penyakit seperti diare, penyakit akibat vector, dll
"


Dewi Fajarwati Prihatiningsih

pada : 23 August 2017


"NAMA : Dewi Fajarwati Prihatiningsih
NIM : 131611123042
KELAS : B19 / AJ1
JUDUL ARTIKEL : Assessing Disaster Preparedness and Mental Health of Community Members in Aceh, Indonesia: a Community-based, Descriptive Household Survey of a National Program.
ALAMAT WEBSITE ARTIKEL : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85010369379&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+community-based%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program&st2=&sid=83104f13a892ef8f9eca043bb9c63080&sot=b&sdt=b&sl=175&s=TITLE-ABS-KEY%28Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+community-based%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=
JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Melalui Community Mental Health Nurse Program (CMHNP) upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat. Pengetahuan dan kesiapan tentang terjadinya bencana harus ditingkatkan terutama masyarakat daerah – daerah terpencil. Perawat juga harus mengembangkan dalam upaya mengurangi dampak negatif dari bencana seperti luka-luka, korban jiwa, dan masalah psikososial. Perawat juga perlu membuat suatu jaringan untuk memperkuat partisipasi masyarakat dalam mitigasi bencana didaerah bencana agar kesadaran risiko bencana potensial meningkat. Dalam memberikan pengetahuan terkait kesiapan menghadapi bencana, perawat juga perlu memperhatikan mekanisme koping budaya daerah bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
a. Menyediakan layanan psikososial dan kesehatan mental bagi masyarakat yang terkena dampak bencana dan konflik
b. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi bencana dan konflik
c. Mendorong anggota masyarakat untuk mempersiapkan potensi bencana dan meningkatkan kesehatan mental pada masyarakat di daerah-daerah yang terkena dampak bencana



"


Liana Oktavina RompisAJ B

pada : 23 August 2017


" Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jika perawat kesehatan masyarakat tidak mempraktikkan keterampilan sebagai bagian dari praktik rutinitas sehari-hari mereka, rencana harus dikembangkan di tingkat lokal, regional, dan negara bagian untuk mengidentifikasi segudang perawat dengan keterampilan dan kemampuan yang diperlukan untuk merespons sebagai sukarelawan atau sebagai pekerja bayaran bila dibutuhkan. Namun, keadaan dari setiap bencana atau keadaan darurat dapat terjadi dengan cara yang tidak selalu memastikan kecocokan terbaik antara tingkat kebutuhan perawatan kesehatan di antara korban dan tingkat keterampilan di antara perawat yang tersedia untuk ditanggapi. Oleh karena itu, rencana darurat harus menyediakan Pelatihan Waktu Justin untuk mendidik staf, keduanya membayar dan Relawan, untuk memperbarui atau mempelajari keperawatan tertentu

 Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam
perencanaan program mitigasi bencana?
Peran Perawatan Kesehatan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Darurat
Kesiapsiagaan darurat dan layanan respon yang diberikan oleh perawat kesehatan masyarakat harus konsisten dengan lingkup praktik khusus atau area dimana perawat sedang berlatih. Misalnya, perawat kesehatan masyarakat memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menempatkan sebuah tempat penampungan yang menyediakan perumahan sementara untuk masyarakat umum dengan kebutuhan kesehatan dasar. Namun, tingkat ketajaman orang-orang yang tinggal di beberapa tempat penampungan kebutuhan khusus memerlukan ketrampilan keperawatan (misalnya pemberian cairan IV, perawatan tabung nasogastrik, terapi hiperimentimentasi, perawatan ostomy), yang mungkin tidak sesuai dengan cakupan praktik kesehatan masyarakat saat ini. perawatan.
"


Ferdyan Nur Mahendra

pada : 23 August 2017


"Ferdyan Nur Mahendra
131611123069
B19/AJ2
Link artikel dipilih : Emergency Preparedness : School Nurses Leading the Way
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/jnu.12029/abstract

JAWABAN :
1. Dari artikel yang dipilih konteks bencana adalah penganggulangan bencana mitigasi pada lingkup sekolah perawat yang mana dijadikan sebagai contoh dalam penanggulangan bencana. Perawat tetap dilatih untuk tetap menjalankan proses keperawatan yang meliputi asesmen, diagnosis, outcome/perencanaan, implementasi, dan evaluasi. Beberapa daerah dan kota telah mempunyai perencanaan di bidang kedaruratan bencana yang bisa digunakan berbasis semua bencana yang bisa menimpa di daerah tersebut. Mitigasi bencana di sekolah merupakan langkah yang sangat perlu dilakukan sebagai suatu titik tolak utama dari manajemen bencana. Upaya mitigasi bencana dari proses perencanaan, pencegahan, tahap respon menghadapi bencana, sampai dengan rehabilitasi. Upaya mitigasi bencana yaitu seperti menangani keselamatan dan integritas bangunan sekolah, keamanan, sampai dengan upaya mitigasi budaya dan lingkungan sekolah. Siswa perawat, jika telah tersertifikasi, juga dapat mengembangkan kemampuannya untuk mengajarkan pertolongan pertama, CPR, dan bagaimana mengkondisikan obat – obatan, mempersiapkan peralatan Go Kits” yang mana sewaktu – waktu terjadi bencana dapat langsung bisa di pakai untuk segala pertolongan.yang dapat diajarkan kepada masyarakat.
2. Peran perawat dalam pencegahan dan mitigasi di lingkup sekolah dimulai dari penilaian identifkasi lingkup sekolah seperti staf, siswa, guru,dll. Keselamatan dan kesehatan siswa di sekolah keperawatan merupakan tujuan utama setiap sekolah perawat. Peran dari sekolah perawat yaitu dapat melakukan penilaian kebutuhan masyarakat untuk menentukan prevalensi penyakit sebelumnya. Melakukan penilaian tetap dengan pendekatan biologis, psikologis, sosiologis, spiritual, untuk mencapai kondisi potensial kesehatan yang dibutuhkan.


Link artikel tambahan : Bangkok Principles for the implementation of the health aspects
of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030
www.who.int/hac/events/2016/Bangkok_Principles.pdf"


Sindhu Agung Laksono

pada : 23 August 2017


"Nama : Sindhu Agung Laksono
Nim : 131611123043
Kelas : B19 / AJ1
Judul artikel : Assessing Disaster Preparedness and Mental Health of Community Members in Aceh, Indonesia: a Community-based, Descriptive Household Survey of a National Program.
Alamat website artikel : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85010369379&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+community-based%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program&st2=&sid=83104f13a892ef8f9eca043bb9c63080&sot=b&sdt=b&sl=175&s=TITLE-ABS-KEY%28Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+community-based%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=
Jawaban :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangan oleh perawat adalah dengan program Community Mental Health Nurse Program (CMHNP). Dalam program ini perawat dapat mengurangi dampak psikologis dari kejadian bencana. Dalam programnya semua aspek harus ditangani secara holistic. Pada aspek bio fisik (kehilangan tubuh), psikologis (kecemasan, trauma), sosial (kehilangan anggota keluarga), kultural ( dukungan sosial), spiritual (nilai nilai keagamaan untuk memperkuat kesehatan jiwa). Pastisipasi masyarakat juga perlu dikembangan untuk meningkatkan kesiapan akan terjadinya bencana. Dalam hal ini perawat perlu membentuk suatu kelompok untuk memberikan pengetahuan mengenai bencana.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Peran dan tugas perawat yaitu menyediakan layanan psikososial dan kesehatan mental bagi masyarakat yang terkena dampak bencana dan konflik, perawat juga harus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam menghadapi bencana dan konflik, mendorong anggota masyarakat untuk mempersiapkan potensi bencana dan meningkatkan kesehatan mental pada masyarakat di daerah-daerah yang terkena dampak bencana
"


Liana Oktavina Rompis

pada : 23 August 2017


"The Role Of Public Health Nurses In Emergency Preparedness And Response: A Position Paper Of The Association Of State And Territorial Directors Of Nursing
Public Health Nursing Volume 25, Issue 4, July 2008, Pages 353-361
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-47249136969&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse+and+disaster+mitigation&st2=&sid=dc9c879e2488b979e8753ebac7eea20e&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse+and+disaster+mitigation%29&relpos=13&citeCnt=27&searchTerm=
artikel dapat diunduh di http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1525-1446.2008.00716.x/ful

 Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Adapun upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat, adalah:

1. Jelaskan peran kesehatan masyarakat dalam menanggapi berbagai kemungkinan keadaan darurat
2. Jelaskan rantai komando badan dalam tanggap darurat
3. Identifikasi dan temukan rencana tanggap darurat agensi (Atau bagian yang bersangkutan)
4. Jelaskan peran dan tanggung jawab fungsional seseorang dalam respons mergency dan tunjukkan peran tersebut dalam latihan reguler
5. Menunjukkan penggunaan peralatan yang benar (termasuk personal peralatan pelindung) dan keterampilan yang dibutuhkan dalam tanggap darurat selama latihan rutin
6. Menunjukkan penggunaan yang benar dari semua peralatan yang digunakan untuk komunikasi darurat
7. Jelaskan peran komunikasi dalam tanggap darurat
8. Identifikasi batasan pengetahuan, keterampilan, dan wewenang seseorang, dan identifikasi sumber daya sistem kunci untuk hal-hal yang melebihi batas ini
9. Terapkan keterampilan pemecahan masalah yang kreatif dan pemikiran yang fleksibel. Tantangan yang tidak biasa dalam tanggung jawab fungsional seseorang dan mengevaluasi keefektifan semua tindakan yang dilakukan
10. Kenali penyimpangan dari norma yang mungkin mengindikasikan keadaan darurat dan uraikan tindakan yang tepat
11. Berpartisipasi dalam melanjutkan pendidikan agar tetap up-to-date
Pengetahuan di bidang yang relevan dengan tanggap darurat
12. Berpartisipasi dalam perencanaan,Berolahraga, dan mengevaluasi latihan

 Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam
perencanaan program mitigasi bencana?
Peran Perawatan Kesehatan Masyarakat dalam Kesiapsiagaan Darurat
Kesiap siagaan darurat dan layanan respon yang diberikan oleh perawat kesehatan masyarakat harus konsisten dengan lingkup praktik khusus atau area dimana perawat sedang berlatih. Misalnya, perawat kesehatan masyarakat memiliki keterampilan yang diperlukan untuk menempatkan sebuah tempat penampungan yang menyediakan perumahan sementara untuk masyarakat umum dengan kebutuhan kesehatan dasar. Namun, tingkat ketajaman orang-orang yang tinggal di beberapa tempat penampungan kebutuhan khusus memerlukan ketrampilan keperawatan (misalnya pemberian cairan IV, perawatan tabung nasogastrik, terapi hiperimentimentasi, perawatan ostomy), yang mungkin tidak sesuai dengan cakupan praktik perawat kesehatan masyarakat saat ini.
"


Rani Dwi Sulistiawati

pada : 23 August 2017


"Rani Dwi Sulistiawati
131611123015
B19-AJ1
Perinatal Considerations in The Hospital Disaster Management Process
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-77955169467&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=9dafc7ae6a512bac4f7d8d58433f9668&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=9&citeCnt=2&searchTerm
A. Bagaimanakah upaya mitigasi dapat dikembangkan oleh perawat?
Upaya mitigasi merupakan upaya yang dapat dilakukan guna mengurangi dampak terjadinya bencana yang berdampak pada kesehatan manusia, fungsi komunitas dan perekonomian daerah atau wilayah yang terkena bencana (Veevema, 2007, p. 6). Tujuan utama dari penanganan dampak bencana yakni untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar dan parah. Mitigasi berfokus pada dampak jangka panjang yang berguna untuk mengurangi kerusakan struktural seperti penyediaan tempat atau gedung yang aman dan jauh dari lokasi bencana yang dapat dijadikan tempat pengungsian, menyimpan cadangan makanan sebagai persediaan selama bencana terjadi. Selain itu mitigasi juga diarahkan pada kondisi nonstruktural seperti adanya asuransi kecelakaan atau bencana yang dapat digunakan masyarakat saat bencana terjadi.
Sebagai perawat, upaya mitigasi yang dapat dikembangkan berdasarkan uraian di atas yakni pada bidang struktural, dengan cara membantu untuk menyediakan tempat aman baik dekat maupun jauh dari lokasi bencana. Tempat tersebut menyediakan dapur umum, sarana MCK memadai, serta mampu dijadikan tempat perlindungan bagi masyarakat yang mengalami bencana.
Selain itu, pada bidang nonstruktural, perawat mampu berperan sebagai advokator atau konselor bagi korban bencana. Hal ini dikarenakan pada masyarakat yang menjadi korban bencana akan mengalami depresi dan stress terhadap kondisi tempat tinggal mereka. Sebagai perawat mampu menjadi tempat korban meluapkan semua perasaan yang dirasakan terhadap bencana guna mengurangi dampak negatif pada kejiwaan korban.
B. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Bencana yang terjadi baik disebabkan oleh alam maupun manusia berdampak sangat besar terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang ahli di bidangnya memiliki peran dan tugas yang menjadi tanggung jawabnya selama perencanaan program mitigasi.
Salah satunya peran perawat di bidang perawatan perinatal di rumah sakit. Peran dan tugas perawat dalam upaya mitigasi yakni mengidentifikasi lokasi atau tempat yang aman bagi ibu dan janin yang dikandungnya dengan ketentuan yakni jauh dari jendela, berada pada lantai dasar sehingga saat terjadi bencana susulan proses evakuasi menjadi lebih mudah. Peran perawat sangat diperlukan guna merencanakan program mitigasi pada bidang perinatal.
Selain itu, perawat juga berperan dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar korban dengan cara memperhatikan kondisi instalasi listrik yang kemungkinan terjadi pemutusan sementara akibat badai atau kondisi lainnya. Apabila terjadi pemadaman listrik maka akan berdampak pada penggunaan alat-alat bersumber daya listrik seperti di ruang NICU ataupun ICU. Letak jendela dengan korban juga perlu diperhatikan, hal ini dikarenakan ketika terjadi bencana susulan pecahan kaca atau material lain tidak akan mengenai klien.
Sumber air juga harus diperhatikan saat bencana terjadi karena air dibutuhkan perawat selama proses perawatan, terutama saat ada korban hamil yang akan melahirkan. Bencana alam seperti banjir dan gempa bumi sangat berpengaruh terhadap kondisi air.
Selama fase mitigasi, terkait masalah perinatal, perawat perlu memperhatikan kondisi ibu hamil. Apakah mengalami guncangan atau masalah psikologis yang berdampak pada janin yang dikandung. Sehingga peran perawat disini adalah sebagai konselor yang memberikan motivasi kepada ibu hamil untuk tetap tenang dan memperhatikan kondisi janin yang dikandungnya.
Ketika kondisi ibu hamil tenang, maka kondisi janin juga akan baik-baik saja. Namun, apabila kondisi ibu tidak tenang, hal tersebut akan mempengaruhi kondisi janin. Janin yang stress atau fetal distress akan menyebabkan janin pada kondisi apnea, sehingga ibu disarankan untuk tetap tenang sampai proses persalinan dimulai.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua pembahasan di atas adalah perawat sebagai tenaga kesehatan memiliki peran dan tugas dalam fase mitigasi bencana. Peran dan tugas tersebut dilakukan secara berkesinambungan dengan tenaga kesehatan lain maupun tim penolong lain sesuai bidang masing-masing. Upaya mitigasi yang baik akan memberikan dampak positif baik terhadap korban bencana maupun lingkungan atau wilayah yang terkena bencana."


Silvia Lusiana Suwandi

pada : 23 August 2017


"NAMA : Silvia Lusiana S
NIM : 131611123051
KELAS : AJ2/ B19
JUDUL ARTIKEL : Necessity for disaster-related nursing competency training of emergency nurses in China
ALAMAT WEBSITE: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S235201321530051X

JAWABAN:
1. Upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat dengan meningkatkan pendidikan dan pelatihan keperawatan terkait bencana. Selain itu perawat juga harus memiliki pengetahuan dan kompeten untuk meningkatkan upaya mitigasi. Perawat harus mampu memahami bagaimana mengklasifikasi korban yang terluka/ triage, transportasi, keperawatan psikologis, pendidikan kesehatan dalam menghadapi ancaman bencana.

2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan progam mitigasi bencana:
a. Menyiapkan serangkaian peralatan untuk menghadapi bencana
b. Memberikan pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan terkait bencana yang diperkirakan akan terjadi.
c. Penyiapan sumber daya manusia dan material
Tubuh yang sehat adalah dasar untuk pekerjaan penyelamatan. Perawat dan masyarakat harus menjaga kesehatan dan meningkatkan kebugaran fisik mereka sendiri, dan bersiap untuk menyelamatan diri/ penyelamatan kapan saja.
d. Mempersiapkan persediaan cadangan bahan darurat yang memadai, termasuk persediaan kehidupan dan medis juga harus dijaga.
e. Menganalisa masalah dari berbagai sudut pandang.
"


Riska Windi Dewi Lestari

pada : 23 August 2017


"NAMA :RISKA WINDI DEWI LESTARI
NIM :131611123064
KELAS :AJ2-B19
JUDUL ARTIKEL :Mitigation, resilience, and nursing
ALAMAT WEBSITE :https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84897861078&origin=resultslist&sort=plff&src=s&st1=nurse%2cdisaster+mitigation&nlo=&nlr=&nls=&sid=f3d2f868e8cee3506c52919cbf1a40b9&sot=b&sdt=sisr&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse%2cdisaster+mitigation%29&ref=%28Mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=
JAWABAN :
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Upaya perawat yang dilakuka dalam mitigasi bencana yaitu promosi kesehatan untuk mengurangi dampak resiko bencana, melakukan penilaian triase dengan cepat, penerapan ilmu bencana agar dikuasai oleh masyarakat, serta pemulihan setelah terjadinya bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Perawat mungkin ingin memimpin bantuan bencana, tapi seringkali mereka melayani sebagai anggota tim Perawat berpendidikan dan siap, Dan mereka yang "mudah beradaptasi, kreatif, inovatif kritis pemikir, bisa kolaboratif, dengan pengetahuan kesehatan dan pengendalian infeksi, diperlukan untuk melakukan intervensi secara efektif
Dalam menghadapi situasi tak terduga dengan sumber daya terbatas "(Bonito & Fritsch, 2013). Peran utama perawat adalah dalam mengurangi bencana adalah kesiapsiagaan bencana, kolaborasi dengan masyarakat, pendidikan keperawatan dengan focus pada pemikiran kritis, simulasi bencana, kreativitas, dan pengambilan keputusan ketika bencana.
"


RENY TJAHJA H

pada : 23 August 2017


"NAMA: RENY TJAHJA H
NIM : 131611123056
KELAS : AJ2
The Role Of Public Health Nurses In Emergency Preparedness And Response: A Position Paper Of The Association Of State And Territorial Directors Of Nursing
Public Health Nursing Volume 25, Issue 4, July 2008, Pages 353-361
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-47249136969&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse+and+disaster+mitigation&st2=&sid=dc9c879e2488b979e8753ebac7eea20e&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse+and+disaster+mitigation%29&relpos=13&citeCnt=27&searchTerm=
artikel dapat diunduh di http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1525-1446.2008.00716.x/full
1.Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
2.Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat :
1.Menjelaskan peran perawat dalam menanggapi berbagai kemungkinan keadaan darurat
2.Menjelaskan rantai komando badan dalam tanggap darurat
3.Mengidentifikasi dan temukan rencana tanggap darurat agensi (atau bagian yang bersangkutan)
4.Menjelaskan peran dan tanggung jawab fungsional seseorang dalam tanggap darurat dan tunjukkan peran tersebut dalam latihan reguler
5.Menunjukkan penggunaan peralatan yang benar (termasuk peralatan pelindung diri) dan keterampilan yang dibutuhkan dalam tanggap darurat selama latihan reguler
6.Menunjukkan penggunaan semua peralatan yang digunakan untuk komunikasi darurat dengan benar
7.Menjelaskan peran komunikasi dalam tanggap darurat
8.Mengidentifikasi batasan pengetahuan, keterampilan, dan otoritas sendiri, dan mengidentifikasi sumber daya sistem kunci untuk hal-hal yang melebihi batas ini
9.Menerapkan keterampilan pemecahan masalah yang kreatif dan pemikiran yang fleksibel terhadap tantangan yang tidak biasa dalam tanggung jawab fungsional seseorang dan mengevaluasi keefektifan semua tindakan yang dilakukan
10.Kenali penyimpangan dari norma yang mungkin mengindikasikan keadaan darurat dan uraikan tindakan yang tepat
11.Berpartisipasi dalam melanjutkan pendidikan untuk mempertahankan pengetahuan terbaru di bidang yang relevan dengan tanggap darurat
12.Berpartisipasi dalam perencanaan, latihan, dan evaluasi latihan
Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana :
1.Dengan mengikuti pelatihan untuk meningkatkan skill yang dimiliki
2.Peran keperawatan kesehatan masyarakat dalam kesiapsiagaan darurat terutama konsisten dengan lingkup praktik keperawatan komunitas.
3.Persiapan komponen proses keperawatan disesuaikan dengan fase kesiapan darurat semua bahaya.
4.Kompetensi menyediakan kerangka kerja untuk mendefinisikan peran dan tindakan keperawatan kesehatan masyarakat dalam kesiapsiagaan darurat. Kompetensi secara langsung terkait dengan kegiatan pendidikan, pelatihan, dan latihan.
5.Perawat komunitas membawa kepemimpinan, kebijakan, perencanaan, dan keahlian praktik untuk kesiapsiagaan dan respons darurat.
6.Perawat juga mengembangkan kompetensi yang mereka miliki.
"


Nindhita Dyah

pada : 23 August 2017


"Nama : Nindhita Dyah Satiti
NIM : 131611123088
Kelas : AJ2/ B19
Judul Artikel : Mitigations, resilience, and nursing
Alamat website artikel:
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84897861078&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse%2cdisaster+mitigation&nlo=&nlr=&nls=&sid=f3d2f868e8cee3506c52919cbf1a40b9&sot=b&sdt=sisr&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse%2cdisaster+mitigation%29&ref=%28Mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=
Jawaban
Manajemen bencana merupakan suatu upaya kerja sama yang berfokus pada tiga bagian yaitu sebelum, saat dan sesudah bencana, dimana mitigasi merupakan salah satu upaya yang dilakukan sebelum bencana terjadi. Upaya kerjasama tersebut dilakukan oleh para tenaga profesional dari berbagai disiplin ilmu, salah satunya adalah perawat. Perawat sendiri merupakan ujung tombak di beberapa negara karena perawat adalah penyedia layanan kesehatan yang paling berperan, sehingga perawat dituntut untuk berpikir secara kritis, inovatif, memiliki pengetahuan yang luas dan terampil serta dapat bekerja sama. Dalam upaya mitigasi bencana yang bertujuan mengurangi resiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Peran perawat sebagai edukator sangat dibutuhkan dalam mitigasi bencana dengan memberikan promosi kesehatan yang dapat diterapkan oleh semua usia dan mudah dimengerti, maka perawat dapat mengembangkan cara pemberian materi tersebut serta media dalam pemberian materi, contohnya perawat dapat membenahi daerah yang menjadi sumber wabah/bencana; mengajarkan teknik rehidrasi oral; menganjurkan untuk memasang jaring nyamuk pada kasus malaria yang mana perawat dapat mengajarkannya langsung; poster; menyisipkan ke dalam lagu-lagu anak sekolah ataupun pada media sosial, TV maupun radio; penanyangan film animasi juga dinilai efektif. Perawat juga dapat mengembangkan keilmuannya dengan berkolaborasi dan berdiskusi dengan komunitas perawat lainnya sehingga didapatkan metode efektif berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi. Selain itu agar upaya mitigasi bencana dapat efektif, perawat dinilai perlu terlibat dalam organisasi perencana program mitigasi baik secara lokal, regional, dan nasional yang mana perawat mempunyai andil dalam promosi kesehatan dan latihan siaga bencana, serta mempertimbangkan pengikutsertaan korban bencana dalam penanganan bencana."


Rifa Rindayani Syafitri

pada : 23 August 2017


"Nama : Rifa Rindayani Syafitri
NIM : 131611123089
Kelas : AJ2/B19

Artikel : Preparing for disasters: education and management strategies explored
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84925081446&origin=reflist&sort=plf-f&src=s&st1=disaster+AND+mitigation&nlo=&nlr=&nls=&sid=c00885b51d1cfae9407d5c512cf0ada3&sot=b&sdt=sisr&sl=38&s=TITLE-ABS-KEY%28disaster+AND+mitigation%29&ref=%28nurse+AND+disaster+mitigation%29&recordRank=
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Jawaban:
Federal Emergency Management Agency (FEMA) (2013) menyatakan bahwa perawat komunitas memainkan peran integral dalam memenuhi Sasaran Kesiapsiagaan Nasional, sebuah bagian dari Sistem Kesiapsiagaan Nasional: "Bangsa yang tangguh dan tangguh dengan kemampuan yang dibutuhkan di seluruh masyarakat untuk mencegah, melindungi, mengurangi, merespons dan pulih dari ancaman dan bahaya yang menimbulkan risiko terbesar. Maka, sub bagian keperawatan komunitas, keperawatan bencana, salah satu prinsipnya yaitu membawa kepempinan, kebijakan, perencanaan, dan keahlian praktik ke dalam kesiapsiagaan, respons, dan pemulihan bencana (APHN, 2007)
Keperawatan bencana memiliki peran berdasarkan prinsip keperawatan komunitas yakni melaksanakan pengembangan dan perlindungan kepada kesehatan populasi menggunakan ilmu dalam keperawatan, sosial dan kesehatan masyarakat. International Council of Nurses (ICN) mengembangkan kompetensi keperawatan bencana untuk membantu mengklarifikasi peran dan membantu dalam pengembangan edukasi bencana. Kompetensi dalam keperawatan bencana menurut ICN terdapat 4 bidang yakni 1) mitigasi dan pencegahan; 2) kesiapsiagan; 3) respon; dan 4) recovery/rehabilitasi (Alfred et al., 2014)
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Menurut ICN, dalam mitigasi perawat berperan/bertugas dalam:
1. Reduksi risiko, pencegahan penyakit, dan promosi kesehatan
Dalam poin pertama ini perawat harus menguatkan infrastruktur dalam komunitas dan yurisdiksinya. Untuk melakukan hal tersebut perawat harus memiliki kompetensi dalam kolaborasi kepemimpinan dengan profesi kesehatan lainnya, organisasi komunitas, pemerintahan, dan kader-kader komunitas dalam persiapan simulasi bencana skala besar. Dalam hal ini perawat berkolaborasi dengan profesi kesehatan lainnya dalam rangka memberikan perawatan kepada klien dengan latar belakang budaya yang berbeda, perawat juga merubah fokus mereka dalam perawatan individu menjadi peduli terhadap komunitas dan risiko-risko dalam populasi (Alfred et al., 2014)
Perawat bertugas dalam melakukan pengkajian dengan melakukan pendekatan community as partner, menganalisa isu-isu komplek, mengkaji daerah yang berisiko terjadinya bencana dan apa saja yang dibutuhkan ketika tejadinya bencana tersebut, memprioritaskan sumber daya langka, mensupervisi para relawan bidang kesehatan yang tidak berlisensi dalam rangka mempersiapkan mereka dalam membantu adanya insiden, mengembangkan perencanaan keperawatan dalam hal akses dan kebutuhan populasi selama terjadinya bencana dan berkolaborasi dengan pejabat terkait dalam hal tempat pengungsian, evakuasi, dan kemungkinan korban masal (APHN, 2007)

2. Pengembangan kebijakan dan perencanaan
Prawat memiliki tugas/peran dalam meyakinkan bahwa komunitas mendapatkan prioritas solusi masalah kesehatan dan sosial mereka. Solusi dalam hal kebutuhan perlindungan adalah sebagai berikut:
a. Pernyataan masalah kesehatan – anak-anak dan dewasa dengan disabilitas memiliki hak yang sama dalam mendapatkan perlindungan umum seperti warga lainnya
b. Adopsi pilihan kebijakan tertentu – kunci untuk pertimbangan dalam perencanaan operasi perlindungan dalam hal layanan medis, kebutuhan nutrisi, layanan hewan, komunikasi, kebutuhan eliminasi, ruangan yang tenang, layanan jiwa, gigi, medikasi, dan transportasi.
c. Implementasi pada produk kebijakan
d. Evaluasi dari kebijakan dan konsekuensi dari masalah kesehatan – Berlangsung melalui berbagai organisasi dan lembaga, untuk mencakup Pelayanan Kesehatan dan Perawat Lintas Palang Merah (APHN, 2007)
"


NURUL DWI ISMAYANTI

pada : 24 August 2017


"NAMA : NURUL DWI ISMAYANTI
NIM : 131611123066
KELAS : AJ 2
JUDUL ARTIKEL : MITIGATION, RESILIENCE, AND NURSING
ALAMAT WEBSITE :
https://www.scopus.com/record/display.uri?origin=recordpage&eid=2s2.084897861078&citeCnt=3&noHighlight=false&sort=plff&src=s&st1=nurse&nlo=&nlr=&nls=&sid=42c1f80e70041270a57e4f29488d78e1&sot=b&sdt=sisr&sl=20&s=TITLEABSKEY%28nurse%29&ref=%28%28%28nurse+mitigation%29%29+AND+%28nurse+disaster+mitigation%29%29+AND+%28nurse+and+disaster+mitigation%29&relpos=20

JAWABAN
1. Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat adalah bagaimana strategi untuk meminimalkan terjadinya bencana, salah satunya dengan melakukan promosi kesehatan, pendidikan profesional bagi perawat maupun masyarakat dalam kesiapan menghadapi bencana, pelatihan tentang cara penilaian triase dan penilaian cepat atas kasus bila sudah terjadi bencana, dan meminimalkan kerusakan serta memaksimalkan ketahanan dan pemulihan.
Agar tidak memperburuk dan memperparah dalam bencana, perawat perlu memiliki kesiapan yang cukup untuk upaya mitigasi dalam bencana, tanpa persiapan dan keilmuan yang cukup maka upaya mitigasi tidak akan maksimal.

2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana adalah perawat harus memiliki sifat mudah beradaptasi, kreatif, inovatif, pemikir kritis, dapat berkolaborasi dengan pengetahuan masyarakat kesehatan dan pengendalian infeksi, diperlukan untuk melakukan intervensi secara efektif dalam menghadapi situasi tak terduga dengan sumber daya terbatas (Bonito & Fritsch, 2013).
Tantangan bagi perawat adalah terlibat dalam mitigasi bencana, melayani bencana lokal, regional, dan nasional. Merencanakan organisasi, mempromosikan pendidikan dan mengatur latihan rutin bagi perawat itu sendiri maupun masyarakat untuk kesiapan menghadapi bencana, dan mempertimbangkan nilai dalam bekerja untuk mengatasi banyaknya korban di tempat kejadian.
Mitigasi atau ketahan dapat meningkat dengan pengetahuan dan pengalaman baru. Keterlibatan perawat dalam mitigasi adalah kesiapsiagaan bencana, kolaborasi masyarakat dalam pendidikan keperawatan bersamaan dengan fokus pada pemikiran kritis simulasi bencana, kreativitas, dan pengambilan keputusan dengan cepat dan tepat akan meningkatkan kesiapan perawat untuk merespons secara efektif semua jenis bencana yang dihadapi dunia saat ini. Perawat memiliki peran utama dalam mengurangi bencana dan meningkatkan individu dan ketahanan masyarakat.


"


Wiwin Nur Indah Cahyani

pada : 24 August 2017


"Nama : Wiwin Nur Indah Cahyani
Nim : 131611123068
Kelas : AJ2-B19
Judul artikel : Disaster Preparedness in Philippine Nurses
Sebagai tambahan referensi :
1. Emergency preparedness School Nurse Leading the Way
2. Nurse Praticipation in Continuing Education in Disaster Nursing in Taiwan
Web :
1. https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84953355900&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Disaster+Preparedness+in+Philippine+Nurses&st2=&sid=4f0a647ec7f09141627a9c03c663f78e&sot=b&sdt=b&sl=57&s=TITLE-ABS-KEY%28Disaster+Preparedness+in+Philippine+Nurses%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=
2. http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1942602X12466431
3. https://doi.org/10.1016/j.jen.2016.10.009

Jawaban :

1. Mitigasi adalah "tindakan Yang mengurangi atau menghilangkan risiko jangka panjang Untuk orang dan harta benda dari bencana Seperti menangani keselamatan dan Integritas bangunan sekolah, keamanan,budaya dan iklim sekolah (Department of Health and Human Services, 2011). Strategi dalam meningkatkan mitigasi dapat dimulai dengan kesiapsiagaan bencana untuk mengurangi efek yang merusak dari keadaan darurat dan bencana, maka sangat penting untuk memenuhi kebutuhan untuk menyampaikan informasi efektif mengenai kebutuhan kesehatan kepada orang yang terkena dampak. Hal ini penting bagi perawat dan petugas kesehatan lainnya untuk siap mengambil peran mereka dan membantu mempertahankan stabilitas masyarakat. Peran yang terkait dengan bencana, perawat masuk guna menanggapi keadaan darurat, mendeteksi,Ancaman, memberikan asuhan keperawatan langsung kepada pasien, pengelolaan, tim dan fasilitas kesehatan, mengurangi atau menghilangkan luka dan kematian, mengembangkan kebijakan perawatan kesehatan,melakukan penelitian, dan bekerja sama dengan organisasi lain, termasuk militer. Maka dari itu untuk mengembangkan potensi dan ketrampilan perawat, dari sisi pendidikan perlu di tingkatkan dengan pematangan materi mulai dari tahap Mitigation,preparation, response, and recovery, mengingat perawat, sebagai responden utama selama bencana, ia harus memiliki keterampilan dan pengetahuan yang memadai terkait bencana dan manajemen bencana. Dalam pengembangan mitigasi, di sisi lingkup Pendidikan atau sekolah dapat dimulai dari penilaian identifikasi lingkup sekolah seperti staf, bagunan, pendidik, keamanan sampai upaya mitigasi budaya di sekolah dan lain-lain.

2. Yang wajib diketahui perawat dalam hal mitigasi yakni tentang epidemiologi dan risiko bencana serta bagaimana pengelolaan sumber daya bencana nasional dan masyarakat. Dalam sebuah penelitian, selain memberikan perawatan langsung kepada korban, Perawat melakukan peran lain, seperti mendidik, memecahkan Masalah, dan bahkan mengkoordinasikan kegiatan (Yang, Xiao, Cheng, Zhu, & Arbon, 2010). Selain itu tahap penilaian dari proses keperawatan adalah sistematis,cara dinamis untuk mengumpulkan dan menganalisa data tentang klien tidak hanya mencakup data fisiologis,tetapi juga psikologis, sosial budaya,Spiritual, ekonomi, dan factor gaya hidup. Fase diagnosis, sebagai tambahan untuk melihat masalah mendasar, adalah penilaian klinis tentang klien respon terhadap kesehatan aktual atau potensial kondisi atau kebutuhan. Saat terjadi bencana, perawat aktif berpartisipasi dalam memberikan perawatan segera kepada para korban dan orang lain yang terpengaruh, menetapkan triase di tempat, mendukung dan melindungi orang lain dari bahaya kesehatan potensial.
"


ALVIANITA AGISWI SUYADI

pada : 24 August 2017


"NAMA : ALVIANITA AGISWI SUYADI
NIM : 131611123070
KELAS : AJ2 B19
ALAMAT WEBSITE ARTIKEL :
1. Emergency Preparedness School Nurses Leading the Way
(http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1942602X12466431)
2. Bangkok Principles for the implementation of the health aspects of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030
(http://www.who.int/hac/events/2016/Bangkok_Principles.pdf)
JAWABAN :
1. Mitigasi adalah tindakan yang mengurangi atau menghilangkan risiko jangka panjang terhadap orang dan harta benda. Seperti yang disepakati dalam Konferensi Internasional tentang Implementasi Kerja untuk pengurangan resiko bencana merekomendasikan tidakan yang dapat membantu Negara – Negara dalam menerapkan aspek kesehatan dari kerangka kerja sendai untuk pengurangan resiko bencana salah satunya yaitu dengan memberikan pendidikan dan pelatihan kesehatan mengenai pengurangan risiko bencana terpadu misalnya di sekolahan.

Setiap hari dan setiap sekolah berisiko untuk terjadi nya bencana sehingga perawat di sekolah berperan penting dalam mengurangi atau menghilangkan risiko tersebut. Salah satu dengan memberikan edukasi dan pelatihan kepada semua orang yang berada pada sekolah serta berpartisipasi dalam pembuatan atau perancangan rencana darurat sekolah untuk mempersiapkan keadaan darurat.

2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab peran perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana dalam sekolah yaitu memberikan pendidikan kesehatan dan pelatihan penanganan bencana dalam bentuk masalah medis, psikologis dan keselamatan semua orang di sekolah. Pelatihan Sistem Insiden Nasional (NIMS) dan SIstem Komando Insiden (ICS) merupaka pelatihan yang dapat di terapkan di sekolah untuk membuat rencana keadaan darurat disekolah. Perawat sekolah terus berperan penting dalam mengembangkan, memperbarui, dan memperbaiki rencana darurat sekolah menggunakan pelatihan NIMS dan ICS disamping pendidikan keperawatan.
"


Tri Retno Widianingrum

pada : 24 August 2017


"NAMA : TRI RETNOWIDIANINGRUM
NIM : 131611123048
KELAS : AJ2 B19

Judul artikel : Necessity for Disaster-Related Nursing Competency Training of Emergency Nurses in China
Alamat website artikel: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S235201321530051X

1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawab : Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 Tentang Penyelenggaraan Penanggulangan Bencana).Upaya mitigasi bencana yang dikembangkan perawat adalah dengan meningkatkan pengetahuan mengenai penanganan bencana dengan cara mendapatkan pelatihan. Perawat juga harus meningkatkan kemampuan dalam hal gawat darurat bencana sehingga pada saat terjun di TKP perawat sudah mendapatkan keahlian berdasarkan keperawatan gawat darurat dengan mengklasifikasikan korban berdasarkan tingkat kegawatdaruratan menggunakan sitem TRIASE. selain itu perawat juga harus memiliki kemampuan manajemen bencana tertentu, terutama dalam pencegahan, mitigasi, kesiapsiagaan, dan bantuan bencana serta juga dalam pekerjaan rekonstruksi pascabencana.

2. Peran dan tugas perawat dalam upaya mitigasi bencana:
Mempersiapkan segala keperluan dan peralatan untuk menghadapi bencana untuk meminimalisir dampak yang terjadi, Memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat dan juga promosi kesehaan kepada masyarakat apabila bencana diprediksi akan terjadi."


ENNY SELAWATY BOANGMANALU

pada : 24 August 2017


"Nama: Enny Selawaty Boangmanalu
NIM : 131611123059
Kelas: AJ2 B19
Judul: ICN Framework
of Disaster Nursing Competencies
Alamat website:www.icn.ch/images/stories/documents/networks/DisasterPreparednessNetwork/Disaster_Nursing_Competencies_lite.pdf
1. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam
perencanaan program mitigasi bencana?
Perawat telah menunjukkan nilai mereka dalam berbagai situasi bencana karena mereka memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang mendukung. Upaya kemanusiaan dan berkontribusi positif terhadap tanggap bencana. Dalam fase respons bencana, perawat memberikan perawatan secara beragam termasuk trauma, triase, perawatan darurat, perawatan akut, pertolongan pertama, pengendalian infeksi, perawatan suportif dan paliatif, dan kesehatan masyarakat. Rumah sakit, stasiun bantuan darurat, tempat penampungan, rumah, tempat imunisasi massal, mortir dan klinik darurat adalah contoh di mana perawat mungkin diminta untuk melakukannya praktek keperawatannya. Perawat mengelola dampak fisik dan psikologis. Mereka membuat keputusan mengenai delegasi perawatan untuk relawan dan kesehatan lainnya. Untuk memaksimalkan sumber daya perawat juga berfungsi dalam peran kepemimpinan, mengelola dan mengkoordinasikan perawatan kesehatan dan pengasuh. Perawat juga bisa menemukan asumsi tanggung jawab untuk pengelolaan aspek - aspek lain dari respon bencana, seperti sheltering dan pusat kesehatan. Karena situasi bencana beralih ke tahap pemulihan jangka panjang perawat mengambil peran mengelola ancaman kesehatan yang sedang berlangsung bagi individu, keluarga dan masyarakat serta kebutuhan perawatan yang berkelanjutan dari mereka seperti luka, penyakit-penyakit kronis dan kecacatan. Kelompok rentan seperti wanita, anak-anak, individu cacat, orang tua rentan terhadap penyakit yang mengancam jiwa yang membutuhkan pengawasan dan perawatan keperawatan. Perawat juga mulai fokus pada membangun kembali kesehatan dan Layanan kesehatan mental yang akan melayani seluruh masyarakat. Selama fase rekonstruksi dan rehabilitasi bencana, keperawatan berfungsi yang berkaitan dengan koordinasi perawatan dan pelayanan kesehatan yang terkena. Menjamin perawatan lanjutan bagi mereka yang membutuhkan adalah peran mendasar keperawatan. Peran tambahan meliputi surveilans kesehatan masyarakat, skrining, dan komunitas pendidikan.
2.Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Pencegahan / mitigasi dapat yang dilakukan dengan cara teknologi solusi, seperti sistem sprinkler di rumah didaerah rawan kebakaran, perubahan struktural dalam solusi infrastruktur atau teknik seperti pembangunan bendungan untuk mengendalikan aliran air. Di Bangladesh, awal sistem peringatan yang mengarahkan warga mengevakuasi ke tempat penampungan telah terjadi membaik. Pendekatannya bisa melibatkan pengembangan kebijakan atau legislatif kegiatan. Contohnya termasuk undang-undang yang melarang bangunan yang ada pada area rawan banjir , persyaratannya kode keamanan, kode bangunan yang harus dibuat
Bangunan lebih aman dan pendidikan publik. Ada juga peran untuk masyarakat umum
dalam mengurangi risiko terhadap diri dan harta benda dengan mengambil tindakan yang mencegah atau mengurangi dampak bencana. Perawat penilaian untuk mengetahui prevalensi penyakit yang sudah ada sebelumnya, kerentanan fasilitas kesehatan dan identifikasi populasi rentan, seperti yang menderita penyakit kronis, masalah kesehatan mental, atau kecacatan. Perawat bekerja sama dalam mengembangkan rencana untuk perumahan alternatif dan intervensi lainnya yang dirancang untuk mengurangi kerentanan populasi ini. Evakuasi fasilitas kesehatan dan relokasi pasien sesuai kebutuhan membantu membentuk kebijakan publik yang akan mengurangi konsekuensinya atau dampak potensial bencana merupakan peran penting karena adanya perawat. Bekerja dengan pembuat kebijakan untuk mengidentifikasi bahaya, risiko bahaya tersebut berpose pada populasi dan infrastruktur kesehatan untuk mengembangkan solusi yang mengurangi risikonya adalah bagiannya peran perawat.
"


Ramona Irfan Kadji

pada : 24 August 2017


"Nama : Ramona Irfan Kadji
NIM : 131611123072
Kelas : AJ2-B19
Judul Artikel :
1) ICN Framework of Disaster Nursing Competencies (http://www.icn.ch/images/stories/documents/networks/DisasterPreparednessNetwork/Disaster_Nursing_Competencies_lite.pdf)
2) The Role of Nurses in Disaster Management in Asia Pacific ; introduction (https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-319-41309-9_1)

Jawaban :
1. Bekerja di tempat yang rawan bencana, membuat Perawat, Praktisi kesehatan lainnya, Relawan dan lain-lain mungkin bertanya: Bagaimana saya bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi bencana? Keterampilan apa yang saya butuhkan? Siapa yang dapat membantu meningkatkan usaha kita untuk membantu masyarakat menghadapi bencana?
Oleh karena itu perlu untuk mempelajari kompetensi keperawatan bencana khususnya bagi perawat. Ada 2 dokumen penting kompetensi keperawatan bencana, yaitu :
1) Kompetensi pendidikan untuk perawat dalam menangani korban bencana
2) Kompetensi utama yang dibutuhkan untuk keperawatan bencana
Kompetensi perawat dalam manajemen bencana dikategorikan dalam empat bidang:
a. Kompetensi mitigasi / pencegahan
 Pengurangan risiko, pencegahan penyakit dan promosi kesehatan
 Pengembangan dan perencanaan kebijakan
b. Kompetensi kesiapsiagaan
 Praktik hukum, dan akuntabilitas
 Komunikasi dan berbagi informasi
 Pendidikan dan kesiapan
c. Kompetensi respon
 Merawat masyarakat
 Merawat individu dan keluarga
 Perawatan psikologis
 Merawat populasi yang rentan
d. Kompetensi pemulihan / rehabilitasi
 Pemulihan jangka panjang individu, keluarga dan masyarakat

Peran, Kompetensi dan tanggung jawab perawat dalam mitigasi / pencegahan diantaranya meliputi :
1) Pengurangan Risiko dan Pencegahan Penyakit
a. Menggunakan data epidemiologis mengevaluasi risiko dan dampak bencana spesifik terhadap masyarakat dan populasi dan menentukan implikasinya terhadap keperawatan.
b. Berkolaborasi dengan profesional perawatan kesehatan lainnya, organisasi masyarakat, pemimpin pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan langkah-langkah pengurangan risiko untuk mengurangi kerentanan populasi.
c. Mengidentifikasi populasi rentan dan mengkoordinasikan kegiatan untuk mengurangi risiko.
2) Promosi Kesehatan
a. Berpartisipasi dalam kegiatan edukasi masyarakat yang terkait dengan kesiagaan bencana.
b. Menilai masyarakat untuk menentukan masalah kesehatan yang ada sebelumnya, prevalensi penyakit, penyakit kronis dan kecacatan dan sumber daya perawatan kesehatan di masyarakat.
3) Pengembangan dan Perencanaan Kebijakan
a. Menunjukkan pemahaman tentang terminologi bencana yang relevan.
b. Menjelaskan tahapan-tahapan dalam rangkaian penanggulangan bencana: pencegahan / mitigasi, kesiapan, respon dan pemulihan / rehabilitasi.
c. Memastikan bahwa kebutuhan populasi rentan termasuk dalam rencana bencana masyarakat (termasuk anak-anak, wanita, wanita hamil, individu penyandang cacat mental atau fisik, orang tua dan orang / orang rentan lainnya).

2. Peran perawat dalam mitigasi bencana meliputi beberapa hal dalam setiap tahap bencana : pencegahan, mitigasi, kesiap-siagaan bencana, respon bencana, pemulihan dan rehabilitasi paska bencana.
Keperawatan bencana membutuhkan penerapan pengetahuan keperawatan dasar dan keterampilan di lingkungan yang sulit dengan sumber daya yang langka dan kondisi yang berubah-ubah. Perawat harus bisa mengadaptasikan praktik keperawatan terhadap situasi bencana tertentu saat bekerja untuk meminimalkan bahaya kesehatan dan kerusakan yang mengancam jiwa akibat bencana. Perawat harus bekerja sama dengan profesi kesehatan lainnya, relawan, organisasi non pemerintah dan pemerintah. Perawat harus mampu mengalihkan fokus perawatan dari satu pasien untuk sejumlah besar pasien. Perawat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk beradaptasi dengan perubahan fokus perawatan. Perawat juga harus memahami kompetensi mereka sendiri dan bisa menyesuaikannya. Kompetensi untuk konteks dan situasi bencana. Dengan pemahaman epidemiologi bencana, perawat dapat mengantisipasi konsekuensi kesehatan tertentu dan masalah pengiriman bantuan tergantung pada jenis kejadian bencana, misalnya dengan gempa bumi, bisa diperkirakan banyak kematian dan luka parah serta hancurnya fasilitas warga. Di sisi lain, banjir yang alirannya melambat akan menghasilkan jauh lebih sedikit kematian dan luka-luka dengan kerusakan infrastruktur yang minim.
"


Delisa Alfriani

pada : 24 August 2017


"Nama : Delisa Alfriani
Nim : 131611123008
Kelas : B19 / AJ1
Email : alfrianidelisa@gmail.com
Judul Artikel : Nursing Leadership In Disaster Preparedness And Response
Alamat Website Artikel : http://search.proquest.com/docview/1115474260/fulltextPDF/9A5AA22F011D484DPQ/10?accountid=31533

JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi bencana dapat dilakukan oleh perawat dengan cara:
a. Memberikan teori kepemimpinan dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan
b. Berkoordinasi dengan organisasi-organisasi profesional untuk mempersiapkan dan memobilisasi perawat melayani dalam peran kepemimpinan serta meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Mitigasi adalah proses yang dirancang untuk mencegah atau meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana. Peran perawat dalam perencanaan program mitigasi:
a. Perawat memberikan kepemimpinan dalam perawatan klinis untuk korban bencana di tempat kejadian darurat dan tempat kerja dalam masyarakat, rumah sakit, atau lokasi lain mereka. Perawat memberikan kepemimpinan di beberapa tingkatan, termasuk negara, daerah, nasional, dan internasional..
b. Perawat memimpin dalam rumah mereka sendiri memastikan bahwa keluarga mereka memiliki bencana pasokan kit dan rencana.
c. Perawat merencanakan untuk merespon ancaman yang mungkin terjadi dalam komunitas mereka.
d. Perawat memberikan kepemimpinan dalam merawat korban bencana Apakah yang merawat bencana victims di tempat kejadian bencana, memberikan perawatan kepada masyarakat luas, atau merawat para korban di tempat kerja seperti fasilitas perawatan kesehatan.
e. Perawat kesehatan masyarakat berfungsi sebagai pemimpin untuk mengembangkan rencana kebijakan dan kesiapsiagaan dan memberikan garis depan bencana kesehatan dan inti pelayanan kesehatan masyarakat selama bencana. Mereka juga melayani dalam peran kepemimpinan dan manajemen dalam pusat operasional darurat
f. Di tingkat fasilitas perawatan kesehatan, perawat eksekutif menyediakan kepemimpinan untuk menjamin bahwa kebutuhan terpenuhi untuk kedua pasien yang ada dan mereka yang membutuhkan perawatan karena konsekuensi bencana
g. Perawat berperan merawat koban bencana ditempat kejadian bencana
h. Perawat bertugas untuk melayani dalam peran kepemimpinan klinis selama keadaan darurat.
"


Rini Sartika

pada : 24 August 2017


"Nama : Rini Sartika
Nim : 131611123013
Kelas : B19 / Aj1
Judul Artikel : Nursing Leadership In Disaster Preparedness And Response
Alamat Website Artikel : http://search.proquest.com/docview/1115474260/fulltextPDF/9A5AA22F011D484DPQ/10?accountid=31533

JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi bencana dapat dilakukan oleh perawat dengan cara memberikan teori kepemimpinan dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan. Agar perawat melayani sebagai pemimpin dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan di beberapa tingkatan: dalam rumah mereka sendiri dan lingkungan, adegan bencana, dan tempat kerja, yang dapat bervariasi dari fasilitas perawatan kesehatan, di masyarakat, atau negara, nasional, maupun internasional. Saat terjadinya perang perawat juga bisa berperan dalam merawat dan melakukan pertolongan pertama pada korban untuk mengurangi jumlah korban.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
a. Perawat melayani sebagai pemimpin dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan dalam rumah mereka sendiri dan lingkungan, adegan bencana, dan tempat kerja, yang dapat bervariasi dari fasilitas perawatan kesehatan, di masyarakat, atau negara, nasional, maupun internasional.
b. Memastikan dalam rumah mereka sendiri bahwa dikeluarganya memiliki rencana disaat terjadi bencana untuk bisa menyelamatkan diri sendiri dari ancaman bahaya.
c. Perawat berperan merawat koban bencana ditempat kejadian bencana
d. Perawat bertugas untuk melayani dalam peran kepemimpinan klinis selama keadaan darurat.
e. Perawat berfungsi sebagai pemimpin untuk mengembangkan rencana kebijakan dan kesiapsiagaan bencana kesehatan dan inti pelayanan kesehatan masyarakat selama bencana. Mereka juga melayani dalam peran kepemimpinan dan manajemen dalam pusat operasional darurat.
"


DHINAR RETNO PANITIS

pada : 24 August 2017


"Nama : Dhinar Retno Panitis
Nim : 131611123032
Kelas : AJ1/B19
Judul Artikel : Nursing Education For Disaster Preparedness And Response
Alamat : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84925284588&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nursing+Education+For+Disaster+Preparedness+And+Response&st2=&sid=a1cf509206416e30904c5493a94c9a73&sot=b&sdt=b&sl=71&s=TITLE-ABS-KEY%28Nursing+Education+For+Disaster+Preparedness+And+Response%29&relpos=17&citeCnt=0&searchTerm=
Pertanyaan:
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawaban:
Upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat dengan meningkatkan pendidikan kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan bencana. Perawat menambah pengetahuan dan terus meningkatkan ketrampilan dalam menghadapi berbagai kondisi korban dilapangan. Selain itu, perawat bisa bekerjasama dengan baik antar sesama tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan perawatan korban sehingga dapat meminimalkan jumlah korban meninggal. Pengambilan keputusan yang tepat dan cepat dari seorang perawat dalam melakukan tindakan kepada korban juga dapat mengembangkan upaya mitigasi bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Jawaban:
- Perawat harus mampu mengatasi ketidakpastian keadaan bencana dan cepat beradaptasi dengan kebutuhan korban, serta mampu menjaga diri mereka sendiri.
- Menambah pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan kesiapsiagaan dalam mengahadapi bencana untuk memberikan perawatan yang optimal bagi individu korban bencana sehingga dapat memaksimalkan jumlah nyawa yang diselamatkan.
- Mengikuti pendidikan kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan bencana setinggi mungkin.
- Kerjasama yang baik dengan sesama petugas kesehatan dalam menolong korban
- Mengambil keputusan yang cepat dan tepat dalam menolong korban sehingga dapat meminimalkan angka kematian korban bencana.
"


Rian Kusuma Dewi

pada : 24 August 2017


"NAMA : Rian Kusuma Dewi
NIM : 131611123006
KELAS : B19 / AJ1
JUDUL ARTIKEL : The Asia Pacific Emergency And Disaster Nursing Network: Promoting The Safety And Resilience Of Communities
ALAMAT WEBSITE ARTIKEL : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-76649123313&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=f00eca23b436bcf903c1ca6c59145dc0&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=10&citeCnt=9&searchTerm=
JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Melalui The Asia Pacific Emergency and Disaster Nursing Network (APEDNN) perawat dapat melakukan penguatan kemitraan, sumber daya, data dan bukti agar perawat nantinya dapat secara optimal mengkordinasikan, memimpin dan melanjutkan langkah kesiapsiagaan dan respon bencana di komunitas. Beberapa pengembangan dilakukan oleh The Asia Pacific Emergency and Disaster Nursing Network (APEDNN). Pengembangan yang pertama yaitu mengembangakan berbagai alat dan bahan serta program pelatihan pemberian asuhan keperawatan dalam keadaan darurat dan bencana. Pengembangan selanjutnya yaitu mengagendakan berbagai pertemuan ilmiah tentang keperawatan darurat dan bencana. Dan pengembangan yang terakhir yaitu kolaborasi dengan berbagai organisasi terkait seperti International Council of Nursing (ICN) dan World Health Organization (WHO) untuk mengimplementasikan dan memvalidasi kompetensi keperawatan darurat dan bencana
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Mitigasi adalah proses yang dirancang untuk mencegah atau meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana. Peran perawat dalam perencanaan program mitigasi:
a. Perawat berkerjasama dengan tenaga kesehatan lain untuk menentukan risiko penyakit utama, pravalensi penyakit, serta masalah kesehatan dan mental komunitas.
b. Perawat berkerjasama dengan penyedia layanan kesehatan lain dan pemimpin masyarakat untuk membantu merencanakan evakuasi fasilitas kesehatan dan relokasi pasien sesuai kebutuhan
c. Perawat bekerjasama dengan penentu kebijakan untuk mengidentifikasi risiko bahaya pada komunitas dan infrastruktur kesehatan untuk mengembangkan solusi yang mengurangi resiko bencana
d. Memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat terkait penggurangan risiko penyakit dan keselamatan kerja serta pesiapan mengahdapi keadaan darurat dan bencana"


Nadhifatul.Kamilah

pada : 24 August 2017


"Nama : Nadhifatul Kamilah
Nim : 131611123010
Kelas : B19 / AJ1
Email : nadhifatul.kamilah@gmail.com
Judul Artikel : Nursing Leadership In Disaster Preparedness And Response
Alamat Website Artikel : http://search.proquest.com/docview/1115474260/fulltextPDF/9A5AA22F011D484DPQ/10?accountid=31533

JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi bencana dapat dilakukan oleh perawat dengan cara memberikan teori kepemimpinan dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
a. Perawat berperan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat, keluarga dan individu selama keadaan bencana/darurat.
b. Perawat melayani sebagai pemimpin dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan dalam rumah mereka sendiri dan lingkungan, adegan bencana, dan tempat kerja, yang dapat bervariasi dari fasilitas perawatan kesehatan, di masyarakat, atau negara, nasional, maupun internasional.
c. Memastikan dalam rumah mereka sendiri bahwa dikeluarganya memiliki rencana disaat terjadi bencana untuk bisa menyelamatkan diri sendiri dari ancaman bahaya.
d. Perawat berperan merawat koban bencana ditempat kejadian bencana
e. Perawat memberikan kepemimpinan dalam merawat korban bencana Apakah yang merawat bencana victims di tempat kejadian bencana, memberikan perawatan kepada masyarakat luas, atau merawat para korban di tempat kerja seperti fasilitas perawatan kesehatan.
f. Perawat berfungsi sebagai pemimpin untuk mengembangkan rencana kebijakan dan kesiapsiagaan bencana kesehatan dan inti pelayanan kesehatan masyarakat selama bencana. Mereka juga melayani dalam peran kepemimpinan dan manajemen dalam pusat operasional darurat.
g. Di tingkat fasilitas perawatan kesehatan, perawat eksekutif menyediakan kepemimpinan untuk menjamin bahwa kebutuhan terpenuhi untuk kedua pasien yang ada dan mereka yang membutuhkan perawatan karena konsekuensi bencana.

"


ARI KURNIAWATI

pada : 24 August 2017


"NAMA : Ari Kurniawati
NIM : 131611123041
KELAS : AJ1 / B19
JUDUL ARTIKEL : Assessing disaster preparedness and mental health of community members in Aceh, Indonesia: a community-based, descriptive household survey of a national program.
ALAMAT WEBSITE : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85010369379&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+community-based%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program&st2=&sid=83104f13a892ef8f9eca043bb9c63080&sot=b&sdt=b&sl=175&s=TITLE-ABS-KEY%28Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+community-based%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=
JAWABAN :
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawab :
Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan perawat dalam artikel tersebut adalah dengan program Community Mental Health Nurse Program (CMHNP). Perawat dapat meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat akan bencana dan memberikan pendidikan tentang bencana sehingga masyarakat akan lebih tanggap akan bencana. Pendidikan tersebut berfokus pada kesiapan bencana dan dan status kesehatan mental psikologis. Upaya tersebut dilakukan secara merata tidak hanya di kota namun sampai pedesaan terpencil sekalipun. Selain itu demi keberlanjutan program pelayanan CMHNP ini harus terintegrasi secara rutin ke pelayanan kesehatan masyarakat dan juga harus menyesuaikan dengan mekanisme koping budaya masyarakat Aceh. Perawat juga dapat menyediakan layanan ponsel/telpon dengan layanan CMHNP seperti perawatan, pendidikan, dan dukungan/support kepada korban, keluarga korban dan anggota masyarakat.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
a. Tim kesehatan bersama masyarakat dan profesi lain yang terkait bekerja sama dengan unsure lintas sektor menangani masalah keehatan masyarakat paska gawat darurat serta mempercepat fase pemulihan (recovery) menuju keadaan sehat dan aman.
b. Menyediakan layanan psikososial dan kesehatan mental bagi
masyarakat yang terkena dampak bencana dan konflik.
c. Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kesehatan mental masyarakat menghadapi bencana dan konflik.
d. Mendorong masyarakat anggota untuk mempersiapkan potensi bencana dan meningkatkan kesehatan mental yang baik antara masyarakat di daerah-daerah yang terkena dampak bencana.
e. Menangani masalah tidak hanya masalah psikososial namun juga masalah fisiologi (fisik).
"


Erna Eka Wulan Sari

pada : 25 August 2017


"Nama : Erna Eka Wulan Sari
NIM : 131611123057
Kelas : B19 / AJ2
Judul Artikel: Emergency Preparedness School Nurses Leading the Way
Alamat website:
1. https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84953355900&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Disaster+Preparedness+in+Philippine+Nurses&st2=&sid=4f0a647ec7f09141627a9c03c663f78e&sot=b&sdt=b&sl=57&s=TITLE-ABS-KEY%28Disaster+Preparedness+in+Philippine+Nurses%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=
2.http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1942602X12466431
3.https://doi.org/10.1016/j.jen.2016.10.009

Dalam melakukan tindakan di daerah bencana, perawat dituntut untuk mampu memiliki kesiapan dalam situasi apapun jika terjadi bencana. Segala hal yang berhubungan dengan peralatan bantuan dan pertolongan medis harus bisa dikoordinir dengan baik dalam waktu yang mendesak.

Mitigasi bencana pada lingkup area sekolah merupakan upaya mengurangi risiko bencana maupun ancaman potensial terhadap keselamatan sekolah, baik internal maupun eksternal, menangani keselamatan, keamanan, dan integritas bangunan sekolah, budaya & iklim sekolah, warga sekolah & warga disekitar area sekolah. Keselamatan & keamanan warga sekolah menjadi tujuan utama. Peran perawat sekolah menjadi hal yang sangat penting yaitu:
1.Menyusunan kurikulum pendidikan penanggulangan bencana.
2.Membuat atau merancang ulang rencana darurat sekolah & mensosialisasikan sistim peringatan bencana sebagai persiapan kondisi darurat.
3.Mengenali instruksi ancaman bahaya
4.Mempelajari & mensosialisasikan langkah-langkah untuk menolong diri sendiri atau korban bila ada cedera.
5.Membuat rencana evakuasi & pelatihan simulasi
6.Meningkatan pendidikan, pelatihan, dan penyuluhan mengenai rencana darurat sekolah: persediaan obat-obatan P3K & emergency, penyadaran & peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bahaya.
7.Melatih langkah-langkah pertolongan pertama kecelakaan
8.Memperbaiki lingkungan sekolah dan mendukung pembelajaran, kesehatan, serta kesejahteraan warga sekolah.
9.Berkoordinasi dengan pihak terkait: penetapan dan pelaksanaan peraturan & sanksi, rencana penyelamatan korban.
10.Mengembangkan sistem komunikasi dalam bentuk multi-modal
11.Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan saat fase emergency (makanan, air, obat-obatan, pakaian dan selimut, serta tenda.

Upaya mtigasi bencana yang efektif harus memiliki tiga unsur utama, yaitu penilaian bahaya, peringatan dan persiapan.
1.Penilaian bahaya (hazard assesment): diperlukan untuk mengidentifikasi populasi dan aset yang terancam, serta tingkat ancaman. Penilaian ini memerlukan pengetahuan tentang karakteristik sumber bencana, probabilitas kejadian bencana, serta data kejadian bencana di masa lalu. Tahapan ini menghasilkan Peta Potensi Bencana yang sangat penting untuk merancang unsur mitigasi lainnya.
2.Peringatan (warning): diperlukan untuk memberi peringatan kepada masyarakat tentang bencana yang akan mengancam, diperlukan data dan berbagai saluran komunikasi untuk memberikan pesan kepada pihak yang berwenang maupun masyarakat. Peringatan terhadap bencana yang akan mengancam harus dapat dilakukan secara cepat, tepat dan dipercaya.
3.Persiapan (preparedness): membutuhkan pengetahuan tentang daerah yang kemungkinan terkena bencana dan pengetahuan tentang sistem peringatan untuk mengetahui kapan harus melakukan evakuasi dan kapan saatnya kembali ketika situasi telah aman.
Selain itu jenis persiapan lainnya adalah perencanaan tata ruang yang menempatkan lokasi fasilitas umum dan fasilitas sosial di luar zona bahaya bencana, penyusunan rencana penanggulangan bencana, pemeliharan dan pelatihan personil (mitigasi non struktur), serta usaha-usaha untuk membangun struktur yang aman terhadap bencana dan melindungi struktur akan bencana (mitigasi struktur).
Adapun kegiatan kesiapsiagaan secara umum adalah:
a)kemampuan menilai resiko
Langkah awal yang kita harus lakukan ialah melakukan kajian resiko bencana terhadap daerah tersebut. Dalam menghitung resiko bencana sebuah daerah kita harus mengetahui bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability) dan kapasitas suatu wilayah yang berdasarkan pada karakteristik kondisi fisik dan wilayahnya
b)perencanaan siaga
c)pendidikan dan pelatihan
d)koordinasi & manajemen informasi
e)mekanisme respon
f)simulasi."


Yhunika Nur Mastiyas

pada : 25 August 2017


"Yhunika Nur Mastiyas
AJ2/ B19
131611123077
Sumber jurnal :
1. The Role of Nurses in Disaster Management in Asia Pacific ; introduction (https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-319-41309-9_1)
2. ICN Framework of Disaster Nursing Competencies (http://www.icn.ch/images/stories/documents/networks/DisasterPreparednessNetwork/Disaster_Nursing_Competencies_lite.pdf)

Jawaban :
1. Menurut UNISDR (2015), upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat melalui pengurangan secara substansial resiko terjadinya bencana dan korban jiwa, mata pencaharian, kesehatan dan aset ekonomi, fisik, sosial, budaya dan lingkungan, bisnis, komunitas dan negara.
2. Peran perawat dalam pencegahan dan mitigasi dimulai dengan mengidentifikasi resiko, baik di tingkat masyarakat maupun individu. Perawat bekerja dengan tenaga kesehatan lainnya untuk menentukan resiko penyakit utama, berkolaborasi dalam rangka mengembangkan rencana untuk mengurangi resiko yang teridentifikasi dan membantu pengembangan sistem surveilan terkait wabah penyakit. Perawat melakukan penilaian kebutuhan masyarakat untuk menentukan prevalensi penyakit sebelumnya, kerentanan fasilitas kesehatan dan identifikasi populasi rentan, seperti penyakit kronis, masalah kesehatan mental atau kecacatan. Perawat bekerjasama mengembangkan rencana perumahan alternatif dan intervensi lainnya yang dirancang untuk menurunkan kerentanan populasi ini. Partisipasi dalam kegiatan pengurangan resiko di fasilitas perawatan kesehatan untuk menciptakan lingkungan yang aman dan berkelanjutan untuk perawatan atau mengidentifikasi alternatif lokasi perawatan pasca bencana. Bekerjasama dengan penyedia layanan kesehatan lainnya dan pimpinan masyarakat, perawat membantu merencanakan evakuasi fasilitas kesehatan dan relokasi pasien sesuai kebutuhan. Perawat juga dapat berperan penting dalam membantu menyusun kebijakan publik yang akan mengurangi konsekuensi atau potensi dampak bencana berdasarkan pengetahuan perawat terhadap kerentanan masyarakat. Bekerjasama dengan pembuat kebijakan untuk mengidentifikasi bahaya, resiko bahaya tersebut terhadap masyarakat dan infrastruktur kesehatan untuk mengembangkan solusi yang mengurangi resiko. "


IKA MINARNI

pada : 25 August 2017


"Nama : IKA MINARNI
Nim : 131611123009
Kelas : B19 / AJ1
Email : ikaminarni220981@gmail.com
Judul Artikel : Nursing Leadership In Disaster Preparedness And Response
Alamat Website Artikel : http://search.proquest.com/docview/1115474260/fulltextPDF/9A5AA22F011D484DPQ/10?accountid=31533

JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi bencana dapat dilakukan oleh perawat dengan cara:
a. Menetapkan konteks kepemimpinan keperawataan dalam kesiapsiagaan dan tanggap bencana.
b. Memberikan teori kepemimpinan keperawatan dengan konteks histori dalam kesiapsiagaan dan tanggap bencana di beberapa tingkatan yaitu di dalam rumah, di lingkungan sekitar, di tempat kerja dan di fasilitas kesehatan.
c. Melakukan komunikasi secara bersama- sama dengan lembaga - lembaga dalam pengambilan keputusan yang mendukung transformasi kepemipinan dalam penanganan kesiapsiagaan dan tanggap bencana.
d. Mempersiapkan perawat sebagai ahli dalam bencana dan sebagai pemimpin dalam pengambilan keputusan di situasi kesiapsiagaan dan tanggap bencana.
e. Mempromosikan penelitian kesiapsiagaan bencana, penanganan dan pemulihan bencana dan melakukan pengembangan jaringan untuk perawat dalam manajemen darurat kesehatan.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Mitigasi adalah proses yang dirancang untuk mencegah atau meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana. Peran perawat dalam perencanaan program mitigasi:
a. Melakukan manajemen krisis yang berfokus pada perencanan, pengendalian, pengorganisasian dan memberikan motivasi sebelum, selama,dan sesudah krisis.
b. Melakukan komunikasi dan menanggapi kebutuhan manusia menanggapi emosi dan perilaku – perilaku yang di sebabkan oleh bencana.
c. Melakukan manajemen darurat yang komprehensif yaitu menjadi pemimpin yang tegas dalam mitigasi dan kesiapsiagaan bencana juga untuk pemulihan bencana.
d. Memberikan kepemimpinan dalam merawat korban bencanaa di fasilitas kesehatan yaitu membuat keputusan triage dan pengobatan untuk pasien yang jumlahnya jauh melebihi kapasitas dn tenaaga medis yang ada.
e. Melakukan perencanaan strategis , interprofesional kolaborasi dan kepemimpinan yang kuat dalam menangani bencana.
f. Mengembangkan ketrampilan kepemimpinan untuk kesiapsiagaaan darurat respon dan bencana.
"


R. Hesea Rochmatillah

pada : 25 August 2017


"NAMA MAHASISWA : R. Hesea Rochmatillah
NIM : 131611123047
KELAS : AJ 2 / B19
JUDUL ARTIKEL : Mitigation, resilience, and nursing
ALAMAT WEBSITE ARTIKEL : https://www.scopus.com/record/display.uri?origin=recordpage&eid=2-s2.0-84897861078&citeCnt=3&noHighlight=false&sort=plf-f&src=s&st1=nurse&nlo=&nlr=&nls=&sid=42c1f80e70041270a57e4f29488d78e1&sot=b&sdt=sisr&sl=20&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse%29&ref=%28%28%28nurse+mitigation%29%29+AND+%28nurse+disaster+mitigation%29%29+AND+%28nurse+and+disaster+mitigation%29&relpos=20
JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawaban:
Seperti yang diketahui, dalam menghitung resiko bencana sebuah daerah kita harus mengetahui bahaya (hazard), kerentanan (vulnerability) dan kapasitas (capacity) suatu wilayah yang berdasarkan pada karakteristik kondisi fisik dan wilayahnya.
Dalam jurnal yang berjudul mitigation, resilience, and nursing di sebutkan bahwa upaya mitigasi bencana yang dapat dilakukan oleh perawat dalam bencana penyebaran penyakit menular diantaranya adalah membasmi tempat berkembang biak vektor virus, mengajarkan teknik rehidrasi oral, dan menerapkan langkah-langkah preventif untuk menghadapi penyakit seperti kolera.
Perawat mendidik masyarakat melalui kontak langsung, poster, media, dan mengajar anak-anak sekolah lagu tentang langkah-langkah yang dapat dilakukan. Animasi film pendek seperti "cerita kolera", "pencegahan malaria", dan "rehidrasi oral" tersedia di situs internet you tube, dan mereka memberikan penyuluhan yang jelas dan menarik orang dari berbagai usia.
Strategi untuk meminimalkan penyebaran termasuk: jangkauan efektif oleh tim untuk daerah-daerah rentan; penilaian dan pengobatan anak-anak dengan gejala; promosi baik kebersihan umum (cara mencuci tangan yang baik dan benar, membersihkan lingkungan, merebus air minum dan mendidih selama 10-20 menit setelah mendidih); makan makanan yang dimasak; penggunaan media, seperti radio spot (tentang wabah dan pencegahan dan awal pelaporan ke klinik); kesehatan lingkungan (sampel air minum dan menentukan dari hasil penyebab diare dan muntah). Klinik kesehatan masyarakat tetap terbuka 24 jam (dengan petugas kesehatan yang bekerja dalam shift), melakukan triase dan pengkajian cepat terhadap kasus, dan penggunaan petugas kesehatan bekerja setelah jam apabila diperlukan. (Sciences, 2014)

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Perawat mungkin ingin memimpin sistem penanggulangan bencana, tapi sering mereka berfungsi sebagai anggota tim. Perawat berpendidikan baik dan siap, adaptif, kreatif dan inovatif pemikir kritis, mampu menjadi kolaboratif, dengan pengetahuan tentang kesehatan masyarakat dan pengendalian infeksi, yang diperlukan untuk membantu secara efektif dalam menghadapi situasi tak terduga dengan sumber daya yang sangat terbatas" (Bonito & Fritsch, 2013).
Peran dan tugas perawat adalah terlibat dalam mitigasi bencana, melayani lokal, regional, dan nasional bencana perencanaan organisasi, mempromosikan pendidikan dan mengatur latihan teratur kesiapan, dan mempertimbangkan nilai dalam bekerja dengan korban untuk mengatasi kekurangan pada kondisi darurat. Ketahanan meningkat dengan pengetahuan dan pengalaman yang baru. Keterlibatan dalam mitigasi, kesiapsiagaan bencana, komunitas kolaborasi di Keperawatan pendidikan bersama dengan fokus pada pemikiran kritis, simulasi bencana, kreativitas, dan keputusan yang membuat akan meningkatkan kesiapan perawat merespons secara efektif terhadap semua jenis bencana yang dihadapi dunia saat ini. Perawat memiliki peran besar dalam mitigasi bencana dan untuk meningkatkan individu dan ketahanan masyarakat.

"


Aniq dini karimah

pada : 25 August 2017


"NAMA : Aniq Dini Karimah
NIM : 131611123053
KELAS : AJ2/ B19
JUDUL ARTIKEL : Necessity for disaster-related nursing competency training of emergency nurses in China
ALAMAT WEBSITE: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S235201321530051X
Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Perawat dapat melakukan upaya mitigasi bencana dengan cara perawat dapat mengikuti segala pelatihan dan pendidikan yang dapat melatih dan meningkatkan kemampuan perawat dalam menghadapi bencana. Kursus pelatihan, pengaturan konten, metode, dan siklus pelatihan mempengaruhi kemampuan perawat darurat untuk merespon bencana. Pengetahuan keperawatan bencana Studi lokal dan asing dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan bahwa konten pelatihan keperawatan bencana mencakup aspek berikut :
1. Pelatihan teori keperawatan bencana Jenis pelatihan ini harus menangani hal-hal berikut: (1) Pengetahuan umum tentang bencana meliputi konsep-konsep yang terkait dengan bencana, seperti teknik pengobatan untuk penyakit-penyakit umum, epidemiologi bencana, dan kesiagaan darurat bencana bagi para perawat.
(2) intervensi psikologis bencana, seperti konseling psikologis korban bencana dan petugas penyelamat, penanganan gangguan stres posttraumatic, dan kemampuan berkomunikasi
(3) perlindungan pendudukan pekerja penyelamat bencana, termasuk pengetahuan tentang lingkungan, epidemi, keamanan, dan kelangsungan hidup.
(4) manajemen keperawatan bencana, yang mencakup pengendalian infeksi rumah sakit dan manajemen ambulans, manajemen informasi keperawatan, dan koordinasi bantuan bencana.
(5) pengetahuan keperawatan darurat umum, seperti prinsip keperawatan darurat dari cedera thoracoabdominal, cedera kraniocerebral, luka bakar, ekstrusi, patah tulang, dan syok.
2. Pelatihan keterampilan menyusui
Jenis pelatihan ini harus mencakup hal-hal berikut:
(1) Pelatihan keterampilan profesional, termasuk triase, penilaian tingkat keparahan cedera, transportasi yang terluka, catatan perawatan, perlindungan pekerja medis, dan keterampilan pengobatan kecelakaan
(2) Pertolongan pertama pelatihan keterampilan, yang mencakup keterampilan pertolongan pertama, seperti cardiopulmonary resusitasi, perban berdarah, fiksasi fraktur, pembentukan saluran napas buatan, penggunaan obat-obatan dan peralatan darurat, penggunaan peralatan penyelamatan, dan keterampilan bertahan hidup.
3. Rencana dan latihan penyelamatan bencana
Rencana penyelamatan bencana mencakup sistem peringatan bencana, rencana darurat, an rencana penyelamatan untuk kelompok pasien.
4. Penyiapan sumber daya manusia dan material
Tubuh yang sehat adalah dasar untuk pekerjaan penyelamatan. Perawat darurat harus berolahraga meningkatkan kebugaran fisik mereka sendiri, dan bersiaplah untuk penyelamatan kapan saja, persediaan cadangan bahan darurat yang memadai, termasuk persediaan kehidupan dan medis,
Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan progam mitigasi bencana??
- Perencanaan yang dapat dilakukan yaitu dengan kegiatan yang terkait dengan tingkat kesiagaan perawat sendiri dalam menghadapi bencana, segala hal terkait dengan yang mempengaruhi respons bencana dan perencanaan pemulihan orang yang terluka setelah bencana .
- Perawat khususnya perawat darurat juga memegang peranan penting dalam perencanaan penyelamatan lokasi bencana, mengklasifikasi yang terluka, transportasi, keselamatan keperawatan, keperawatan psikologis, pendidikan kesehatan, karantina kesehatan dan aspek lain dari abntuan bencana.
"


Ymiati Tuwa Ringu

pada : 25 August 2017


"Yumiati Tuwa Ringu
131611123039/B19 AJ 1

JUDUL ARTIKEL :
What are the most common domains of the core competencies of disaster nursing? A scoping review
ALAMAT WEBSITE ARTIKEL : http://www.internationalemergencynursing.com/article/S1755-599X(16)30163-X/abstract
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Bencana adalah suatu keadaan dimana terjadi kerusakan yang signifikan pada properti ataupun kehidupan masyarakat di suatu daerah yang di sebabkan oleh fenomena alam maupun karena ulah manusia. Kerusakan yang terjadi bisa secara fisik maupun emosional dan psikologis. Banyak upaya yang dilakukan guna meminimalisasi dampak negativ dari bencana. Upaya-upaya yang dilakukan meliputi strategi manajemen dalam mitigasi, kesiapan menghadapi bencana, respon saat terjadi bencana dan pemulihan pasca terjadinya bencana. Dalam hal ini perawat memiliki peran penting dalam semua tahap pengelolaan bencana, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan secara holistic baik kepada korban maupun keluarga korban bencana. Pada tahap mitigasi ada beberapa upaya yang dapat dikembangkan menurut Abdullelah Al Thobaity ,Virginia Plummer dan Brett Williams pada penilitiannya yang dilakukan di Autralia tahun 2016 yaitu yaitu membuat rencana yang komprehensif untuk mengidentifikasi risiko dan memperkuat ketahanan mekanisme respon. Upaya mitigasi dapat berupa modifikasi lingkungan tempat tinggal sesuai dengan faktor resiko.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Perawat memiliki peran penting pada semua fase bencana baik pada tahan mitigasi yaitu kesiap siagaan yang dilakukan sebelum terjadi bencana, tahap respon yaitu di mulai saat terjadi bencana dan pemulihan yang dilakukan setelah terjadi bencana. Pada semua tahap tersebut baik dari tahap mitigasi sampai pemulihan perawat memiliki peran dan tugas sebagai kordinator, penyalur informasi, pendukung emosional dan psikologis dan penyedia bantuan klinis dan perolongan pertama.
Menurut International Council of Nurse (ICN) kerangka kerja perawat bencana dalam 3 Fase yaitu :
a. Fase pre bencana
Peran perawat berfokus untuk memastikan perawat memiliki kemampuan dan ketrampian yang memadai di wilayah dengan resiko, pelaksanaan rencana respond dan persiapan sebelum terjadi bencana.
b. Fase bencana
Perawat mempunyai peran dan tugas dalam memberikan perawatan baik fisik dan psikis kepada individu keluarga maupun masyarkat serta pada kelompok khusus seperti ana-anak, dan orang tua.
c. Fase pasca bencana
Perawat berperan dalam pemulihan dan reskonstruksi.

Perawat bencana juga di tuntuntut untuk memiliki kompetensi dan ketrampilan yang cukup dalam pengelolaan bencana. Pada tahap pesiapan dibutuhkan kesiapan yang tidak hanya mencakup rencana tetapi juga pendidikan berkelanjutan, pelatihan, penilaian dan evaluasi semua kegiatan dalam engelolaan persiapan bencana. Pada tahap mitigasi diperlukan rencana yang komprehensif untuk mengidentifikasi reso dan memperkuat ketahanan mekanisme respon termasuk juga penyediaan perawatan termasuk makanan dan tempat tinggal.
Pada tahun 2003 International Nursing Coalition for Mass Casualty Education (INCMCE) menegembangkan kompetensi inti untuk perawat, 4 kompetensi utama yaitu bberpikir kritis, penilaian ketrampilan teknis dan komunikasi. Namun beberapa hasil penelitian ditemukan beberapa domain kompetensi inti perawat dalam persiapan, mitigasi dan pemulihan diantaranya adalah :
a. Gebbie & Qureshi (2003)
 Agen peran
 Rantai perintah
 Rencana tanggap darurat
 Fungsi tanggap darurat
 Penggunaan peralatan untuk merespon bencana
 Peragakan cara mengoperasikan peralatan dengan benar
 Peran komunikasi
 Memahami keterbatasan keterampilan dan pengetahuan dalam kesiapsiagaan bencana
 Berpikir kritis untuk pemecahan masalah
 Identifikasi penyimpangan dari situasi normal
 Update pengetahuan yang terkait dengan bencana dengan berpartisipasi dalam melanjutkan pendidikan
b. Stanley at all (2003)
 Pemikiran kritis
 Penilaian
 Ketrampilan teknis
 Komunikasi
 Identifikasi bahaya dan pengelolaan risiko
 Kenali kebijakan sistem kesehatan
 Manajemen penyakit
 Manajemen informasi
 Etika
 Keanekaragaman manusia
c. Wisnieski at al (2004)
 Triase
 Deteksi bencana
 Sumber daya
 Tahu tentang sistem perintah kejadian (ICS)
 Kontrol infeksi
 Masalah psikologis
 Epidemiologi
 Komunikasi
Selain penelitian di atas masih ada banyak penelitian tentang peran dan tugas perawat bencana dan diseluruh hasil studi temukan beberapa kesamaan yaitu berkaitan dengan hal-hal berikut yaitu komunisasi, perencanaan , dekontaminasi dan etika. Semua kompetensi ini merupakan komponen kunci kompetensi perawat bencana termasuk juga dalam fase mitigasi.

"


Risca Maya Proboandini

pada : 25 August 2017


"NAMA : RISCA MAYA PROBO ANDINI
NIM : 131611123060
KELAS : AJ2-B19
JUDUL ARTIKEL
 The Role of Nurses in Disaster Management in Asia Pacific ; Introduction (https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-319-41309-9_1)
 ICN Framework of Dissaster Nursing Competencies (http://www.icn.ch/images/stories/documents/networks/DisasterPreparednessNetwork/Disaster_Nursing_Competencies_lite.pdf)
Pertanyaan:
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan mitigasi bencana?

Jawaban:
1. Upaya mitigasi yang dapat dikembangkan oleh seorang perawat dalam upaya mengurangi berbagai dampak dari suatu bencana adalah beragam yang dimulai dari pemahaman perawat dalam berbagai fase manajemen bencana hingga skill dan kompetensi yang dimilikinya. Pemahaman perawat yang baik akan bencana akan meningkatkan motivasi mereka dalam penanggulangan bencana. Dalam upaya mitigasi, perawat harus dapat mengidentifikasi kemampuan dan memperkirakan pengurangan dampak bencana bagi komunitas, sosial, dan lingkungan; melakukan pengembangan dan pelatihan manajemen bencana bagi perawat dan tenaga kesehatan lain; menunjukkan perhatian akan pemahaman masyarakat mengenai persiapan mereka dalam penanggulangan bencana; melakukan promosi kesehatan; membantu meningkatkan status kesehatan; berkolaborasi dengan tenaga profesional lain, komunitas, badan nonorganisasi, hingga penentuan lokasi yang aman dari area risiko bencana.

2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan mitigasi bencana yaitu :
Peran perawat cukup besar dalam upaya mitigasi sebab pengetahuan perawat akan potensi dari komunitas, risiko pada populasi, kerentanan individu, suplai dari kebutuhan dan peran serta praktik keperawatan sendiri, memiliki kontribusi yang tinggi terhadap penentuan kebijakan dan intervensi yang akan dilakukan selanjutnya. Hal ini didukung oleh WHO dan INC (2009) yang menjelaskan bahwa perawat yang memiliki pemahaman yang baik mengenai isu kesehatan memiliki peranan yang besar dalam perencanaan terkait bencana, pengembangan program, mitigasi, serta pelatihan dan edukasi, baik yang dilakukan pada tingkat komunitas, wilayah, nasional ataupun dalam lingkup internasional. Peran awal perawat dalam upaya pencegahan dan mitigasi ini adalah dengan mengidentifikasi risiko baik pada komunitas maupun individu yang dimulai dari mengidentifikasi prevalensi penyakit, kesediaan dan jangkauan fasilitas kesehatan, dan kerentanan perseorangan. Perawat juga bekerjasama dengan profesi kesehatan lainnya dalam menentukan risiko penyakit mayor, berkolaborasi dalam pengembangan rencana untuk mengurangi risiko yang teridentifikasi, memberikan pendidikan terkait bencana, berupaya untuk mengurangi bahaya pada lokasi, perumahan maupun komunitas, berdistribusi terhadap pengembangan, mengimplementasikan dan mengevaluasi kesiapan komunitas, berpartisipasi dan mengevaluasi pelatihan bencana, dan melakukan koordinasi serta bekerjasama dengan organisasi yang ada pada komunitas tersebut dalam pengadaan kebijakan.


Sedangkan untuk tugas perawat berdasarkan ICN framework of Disaster Management Competencies dalam ICN 2009, secara garis besar tugas dari perawat dalam mitigasi adalah mengurangi risiko bencana, mencegah penyakit, melakukan promosi kesehatan, serta membantu dalam penyusunan, pengembangan, dan perencanaan program kebijakan pemerintah. Hal ini sejalan dengan tugas kesehatan yang dijelaskan dalam UN Sendai Framework (UNISDR 2015), yang berupaya untuk mengurangi risiko bencana dan faktor-faktor kehilangan yang mungkin dapat dialami baik oleh perseorangan, komunitas, ataupun suatu negara yang mencakup kehilangan akan mata pencaharian, kesehatan dan perekonomian, fisikal, sosial, budaya dan lingkungan.


"


Clara Agustina

pada : 25 August 2017


"NAMA MAHASISWA : CLARA AGUSTINA
NIM: 131611123076
KELAS : AJ2
JUDUL ARTIKEL : The role of public health nurses in emergency preparedness and response : A position paper of the Association of State and Territorial Directors of Nursing
ALAMAT WEBSITE ARTIKEL : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-47249136969&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=PUBLIC+HEALTH+NURSE+%3b+DISASTER&nlo=&nlr=&nls=&sid=37ccfa66a3383ae542c71c9fe8d23382&sot=b&sdt=sisr&sl=45&s=TITLE-ABS-KEY%28PUBLIC+HEALTH+NURSE+%3b+DISASTER%29&ref=%28%28THE+ROLE+OF+PUBLIC+HEALTH+NURSE%29%29+AND+%28NURSE+AND+DISASTER+MITIGATION%29&relpos=7&citeCnt=27&searchTerm=
JAWABAN:
1. UPAYA MITIGASI BENCANA YANG DAPAT DIKEMBANGKAN OLEH PERAWAT
Berdasarkan artikel tersebut, peran perawat komunitas sangat penting dalam penanggulangan bencana, khusunya pada tahap mitigasi (mitigation) dan kesiapsiagaan (preparedness). Keterlibatan perawat komunitas dalam penanggulanan bencana dimulai dari pemahaman mereka akan bidang garapan yang komprehensif dan standar praktek serta memahami kompetensi diri sehingga mereka mampu kolaborasi dengan profesional kesehatan lain dalam kontribusi penanggulangan bencana. Oleh karena itu, upaya mitigasi bencana yang harus dilakukan oeh perawat komunitas harus tetap berdasarkan proses keperawatan yaitu: Assestment, Planning, Implementation, dan Evaluation. Berikut adalah contoh penerapannya pada korban dengan kelomok lansia:
a. Assesment : Perawat komunitas mengkaji kelompok lansia yang mempunyai resiko mendapat seraangan stroke dan meningkatkan kewaspadaan akan terjadinya serangan awal atau serangan ulang.
b. Planning : Perawat komunitas mengembangkan rencana pendidikan kesehatan (penyuluhan) di komunitas korban bencana alam tentang kewaspadaan terhadap serangan stroke.
c. Implementation : Perawat komunitas memberikan pendidikan kesehatan (penyuluhan) di komunitas korban bencana alam tentang kewaspadaan terhadap serangan stroke.
d. Evaluation : Menilai keberhasilan program pendidikan kesehatan (penyuluhan) tentang kewaspadaan terhadap serangan stroke.

2. PERAN DAN TUGAS YANG MENJADI TANGGUNG JAWAB PERAWAT DALAM PERENCANAAN PROGRAM MITIGASI BENCANA
Berdasarkan artikel tersebut, peran yang menjadi tanggung jawab perawat komunitas dalam penanggulangan bencana harus sesuai dengan bidang praktek yang telah dimiliki oleh perawat, artinya perawat tidak diperkenankan mengerjakan bidang garapan lain diluar kompetensinya. Sebagai contoh, perawat komunitas mempunyai kemampuan memenuhi kebutuhan dasar manusia dengan baik pada korban bencana alam yang berkumpul di tenda atau barak yang berfungsi sebagai tempat tinggal korban bencana alam. Namun demikian, tidak menutup kemungkinan korban bencana alam yanga da di tenda atau barak itu juga membutuhkn kemampuan kompetensi yang lebih tinggi dari seorang perawat, seperti: memberikan cairan infus, perawatan nasogastric tube (NGT) , perawatan luka ostomi, dan sebagainya. Untuk kesesuaian kebutuhan penanggulangan bencana, memang lebih baik jika selalu ada koordinasi antar petugas kesehatan tentang Just-in-Time Training untuk memberi edukasi tim kesehatan tentang kemampuan apa yang dibutuhkan oleh perawat sesuai situasi bencana saat ini. Berikut beberapa kompetensi tugas yang menjadi tanggung jawab perawa komunitas dalam penanggulangan bencana:
a. Memahami rentang peran nya
b. Memahami urutan perannya sesuai fase penanggulanggan (mitigation – preparedness- response- recovery)
c. Identifikasi lokasi respon kegawatdaruratan bencana
d. Memahami dan melaksanakan peran penting dan tanggung jawab secara terus menerus
e. Menggunakan alat kesehatan sesuai fungsinya (termasuk memakai alat pelindung diri) sesuai tindakan yang dilakukan
f. Menggunakan alat komunikasi yang digunakan dalam kondisi darurat dengan tepat
g. Memahami tata cara komunikasi dalam kondisi kegawatdaruratan
h. Memahami batasan pengetahuan, (skills), dan tanggung jawab diri sendiri
i. Menerapkan cara menyelesaikan masalah yang fleksible dengan tindakan yang efektif
j. Menghargai perbedaan pendapat dengan tenaga kesehatan lain
k. Berpartisipasi dalam pelatihan singkat tentang kondisi bencana saat itu jika ada
l. Berpartisipasi dalam program secara berkelanjutan"


Delisa Alfriani

pada : 25 August 2017


"Nama : Delisa Alfriani
Nim : 131611123008
Kelas : B19 / AJ1
Email : alfrianidelisa@gmail.com
Judul Artikel : Nursing Leadership In Disaster Preparedness And Response
Alamat Website Artikel : http://search.proquest.com/docview/1115474260/fulltextPDF/9A5AA22F011D484DPQ/10?accountid=31533
delisa-alfriani-fkp16.web.unair.ac.id
JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi bencana dapat dilakukan oleh perawat dengan cara:
a. Memberikan teori kepemimpinan dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan
b. Berkoordinasi dengan organisasi-organisasi profesional untuk mempersiapkan dan memobilisasi perawat melayani dalam peran kepemimpinan serta meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Mitigasi adalah proses yang dirancang untuk mencegah atau meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana. Peran perawat dalam perencanaan program mitigasi:
a. Perawat memberikan kepemimpinan dalam perawatan klinis untuk korban bencana di tempat kejadian darurat dan tempat kerja dalam masyarakat, rumah sakit, atau lokasi lain mereka. Perawat memberikan kepemimpinan di beberapa tingkatan, termasuk negara, daerah, nasional, dan internasional..
b. Perawat memimpin dalam rumah mereka sendiri memastikan bahwa keluarga mereka memiliki bencana pasokan kit dan rencana.
c. Perawat merencanakan untuk merespon ancaman yang mungkin terjadi dalam komunitas mereka.
d. Perawat memberikan kepemimpinan dalam merawat korban bencana Apakah yang merawat bencana victims di tempat kejadian bencana, memberikan perawatan kepada masyarakat luas, atau merawat para korban di tempat kerja seperti fasilitas perawatan kesehatan.
e. Perawat kesehatan masyarakat berfungsi sebagai pemimpin untuk mengembangkan rencana kebijakan dan kesiapsiagaan dan memberikan garis depan bencana kesehatan dan inti pelayanan kesehatan masyarakat selama bencana. Mereka juga melayani dalam peran kepemimpinan dan manajemen dalam pusat operasional darurat
f. Di tingkat fasilitas perawatan kesehatan, perawat eksekutif menyediakan kepemimpinan untuk menjamin bahwa kebutuhan terpenuhi untuk kedua pasien yang ada dan mereka yang membutuhkan perawatan karena konsekuensi bencana
g. Perawat berperan merawat koban bencana ditempat kejadian bencana
h. Perawat bertugas untuk melayani dalam peran kepemimpinan klinis selama keadaan darurat.
"


Nadhifatul Kamilah

pada : 25 August 2017


"Nama : Nadhifatul Kamilah
Nim : 131611123010
Kelas : B19 / AJ1
Email : nadhifatul.kamilah@gmail.com
Judul Artikel : Nursing Leadership In Disaster Preparedness And Response
Alamat Website Artikel : http://search.proquest.com/docview/1115474260/fulltextPDF/9A5AA22F011D484DPQ/10?accountid=31533

JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi bencana dapat dilakukan oleh perawat dengan cara memberikan teori kepemimpinan dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
a. Perawat berperan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan masyarakat, keluarga dan individu selama keadaan bencana/darurat.
b. Perawat melayani sebagai pemimpin dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan dalam rumah mereka sendiri dan lingkungan, adegan bencana, dan tempat kerja, yang dapat bervariasi dari fasilitas perawatan kesehatan, di masyarakat, atau negara, nasional, maupun internasional.
c. Memastikan dalam rumah mereka sendiri bahwa dikeluarganya memiliki rencana disaat terjadi bencana untuk bisa menyelamatkan diri sendiri dari ancaman bahaya.
d. Perawat berperan merawat koban bencana ditempat kejadian bencana
e. Perawat memberikan kepemimpinan dalam merawat korban bencana Apakah yang merawat bencana victims di tempat kejadian bencana, memberikan perawatan kepada masyarakat luas, atau merawat para korban di tempat kerja seperti fasilitas perawatan kesehatan.
f. Perawat berfungsi sebagai pemimpin untuk mengembangkan rencana kebijakan dan kesiapsiagaan bencana kesehatan dan inti pelayanan kesehatan masyarakat selama bencana. Mereka juga melayani dalam peran kepemimpinan dan manajemen dalam pusat operasional darurat.
g. Di tingkat fasilitas perawatan kesehatan, perawat eksekutif menyediakan kepemimpinan untuk menjamin bahwa kebutuhan terpenuhi untuk kedua pasien yang ada dan mereka yang membutuhkan perawatan karena konsekuensi bencana.

"


Amira Aulia

pada : 25 August 2017


"Nama : Amira Aulua
Nim : 131611123020
Kelas : AJ1/B19
Judul Artikel : Perimatal Consicerations in the Hospital Disaster Management Process
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-77955169467&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=9dafc7ae6a512bac4f7d8d58433f9668&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=9&citeCnt=2&searchTerm=
Jawaban :
1. Pengembangan upaya mitigasi bencana oleh perawat:
Salah satu upaya yang telah dilakukan untuk mengembangkan upaya mitigasi bencana oleh perawat adalah dengan dibentuknya kerjasama level internasional oleh World Health Organization (WOH) Bersama dengan International Council of Nurses (ICN) dengan tujuan mengembangkan inti dari kompetensi keperawatan bencana. Dalam kerjasama ini, WHO dan ICN menyediakan fondasi untuk mempersiapkan perawat agar dapat bekerja secara funcsional dan efektif dalam memberikan bantuan bencana. Kompetensi- kompetensi tersebut mencakup peran perawat dalam fase menegemen bencana dan berfungsi sebagai standar untuk mengembangkan pendidikan bencana dan pelatihan bagi perawat di seluruh dunia. Dalam program pendidikan keperawatan juga dirancang untuk disaster nursing courses berdasarkan kompetensi keperawatan untuk membantu mahasiswa sarjana keperawatan memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam peka bencana.
2. Peran dan tugas serta tangguang jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana:
Dalam proses management disaster melingkupi 4 fase dasar yakni mitigation, preparation, response, dan recovery. Dalam mitigasi tugas dan tanggung jawab perawat meliputi tindakan yang diambil untuk mengurangi bahaya dari bencana dengan mencoba untuk mengurangi dampak terhadap kesehatan, fungsi komunitas/masyarakat, serta ekonomi dan infrastruktur. Tujuannya adalah untuk mengurangi dampak dari bencana atau jika memungkinkan menghindari bencana. Dalam hal ini meliputi mengidentifikasi lokasi yang aman, menjaga keamanan lingkungan sekitar korban (salah satunya memperhatikan kondisi instalasi listrik), serta memperhatikan sumber air. dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dilakukan secara berkesinambungan dengan tenaga kesehatan lain maupun tim penolong lain sesuai bidangnya masing-masing"


Selvi Ratu Djawa

pada : 25 August 2017


"NAMA : Selvi Ratu Djawa
NIM : 131611123005
KELAS : B19 / AJ1
JUDUL ARTIKEL : The Asia Pacific Emergency And Disaster Nursing Network: Promoting The Safety And Resilience Of Communities
ALAMAT WEBSITE ARTIKEL : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-76649123313&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=f00eca23b436bcf903c1ca6c59145dc0&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=10&citeCnt=9&searchTerm=
JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Meningkatnya jumlah dan keragaman bencana alam dan teknologi di Kawasan Pasifik Barat dan Asia Tenggara menimbulkan ancaman kesehatan masyarakat yang parah dan terus berlanjut, mengakibatkan tingginya angka kematian, luka, kerusakan dan kerusakan infrastruktur, penderitaan pribadi, biaya kesehatan dan ekonomi yang tinggi mendorong terbentuknya Jejaring Keperawatan Darurat Bencana di Asia Pasifik (APEDNN) yang terkena dampak bencana alam sebagai wadah jejaring profesional komunitas perawat di Asia Pasifik. Hal ini telah menunjukkan komitmen mempromosikan kemampuan perawat untuk mengurangi dampak keadaan darurat dan bencana terhadap keselamatan dan kesehatan masyarakat. Melalui APEDNN upaya mitigasi yang telah dan dapat dikembangkan oleh perawat yaitu 1) menetapkan sebuah sistem untuk kelangsungan interaksi antar anggota serta memperkuat kolaborasi dan pendampingan 2) berkolaborasi dengan tim lain dalam menetapkan agenda penelitian untuk perawatan darurat dan keperawatan bencana; 3) mengembangkan dan berbagi alat, materi dan program pelatihan dalam pendidikan, layanan dan penelitian keperawatan darurat dan bencana; 4) mengidentifikasi standar praktik terbaik dan mengembangkannya melalui perdoman berbasis bukti untuk praktik keperawatan darurat dan bencana; 5) bekerja sama dengan organisasi-organisasi (termasuk International Council of Nursing (ICN), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemimpin stakeholder atau pemangku kepentingan atau pengambil kebijakan] untuk menerapkan dan memvalidasi kompetensi keperawatan darurat dan bencana; 6) melaksanakan mekanisme pembagian informasi dan sumber daya secara tepat waktu dan efektif secara berkelanjutan, termasuk saat krisis; 7) menyebarluaskan informasi tentang pekerjaan jaringan untuk menginformasikan dan memengaruhi dalam perkembangan manajemen/kebijakan manajemen dan alokasi darurat dan bencana; 8) peluncuran Situs Web APEDNN (bilingual) yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pengguna secara luas termasuk professional kesehatan, pejabat pemerintah, masyarakat umum dan mitra atau pemangku kepentingan. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan informasi terbaru tentang bencana dan keadaan darurat, termasuk penyebaran alat, materi dan kursus yang relevan, untuk memperbaiki pendidikan, penelitian dan praktik terhadap kondisi bencana, meningkatkan interaksi, kualitas kerja dan produktivitas di antara anggota dan mitra APEDNN, mengembangkan jejaring interdisipliner yang melibatkan berbagai organisasi dengan fokus pada kesiapsiagaan dan tanggapan darurat dan bencana, untuk memperkuat kapasitas dalam menghadapi ancaman bencana dan keadaan darurat serta mengurangi konsekuensi dari kejadian tersebut.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan mitigasi bencana ?
Peran perawat merupakan seperangkat tingkah laku yang diharapkan oleh orang lain terhadap seorang perawat. Beberapa peran dan tugas perawat dalam mitigasi bencana sesuai jurnal diatas antara lain 1) peran koordinator, dimana perawat melakukan kolaborasi dan koordinasi antara sesama anggota APEDNN dan mitra lainnya termasuk dengan International Council of Nursing (ICN), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemimpin stakeholder atau pemangku kepentingan atau pengambil kebijakan; 2) peran pendidik, dimana perawat melakukan penyebaran informasi terbaru tentang bencana dan keadaan darurat, termasuk penyebaran alat, materi dan kursus yang relevan, untuk memperbaiki pendidikan, penelitian dan praktik terhadap kondisi bencana; 3) peran pelaksana, perawat mengembangkan jejaring berbasis web untuk mempermudah serta memperkuat komunikasi dan koordinasi; 4) peran peneliti., perawat bersama dengan tim lainnya menetapkan agenda penelitian dan melakukan penelitian untuk mengidentifikasi standar praktik terbaik dan mengembangkannya melalui pedoman berbasis bukti untuk praktik keperawatan darurat dan bencana

"


Rini purwanti

pada : 25 August 2017


""Nama : Rini purwanti
Nim : 131611123011
Kelas : B19 / AJ1
Email : rini.purwanti81@gmail.com
Judul Artikel : Nursing Leadership In Disaster Preparedness And Response
Alamat Website Artikel : http://search.proquest.com/docview/1115474260/fulltextPDF/9A5AA22F011D484DPQ/10?accountid=31533

JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi bencana dapat dilakukan oleh perawat dengan
A. Berkoordinasi dengan organisasi-organisasi profesional untuk mempersiapkan kemampuan perawat melayani dalam meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Mitigasi adalah proses yang dirancang untuk mencegah atau meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana. Peran perawat dalam perencanaan program mitigasi:
a. Perawat memberikan pelatihan ketrampilan dalam perawatan klinis untuk korban bencana di tempat kejadian darurat dan tempat kerja dalam masyarakat, rumah sakit, atau lokasi lain mereka.
b. Perawat memastikan bahwa keluarga mereka memiliki persediaan / pasokan kit yang dapat digunakan saat terjadi bencana
c. Perawat merencanakan untuk merespon ancaman yang mungkin terjadi dalam komunitas mereka.
d. Perawat memberikan pelatihan dalam merawat korban bencana Apakah yang merawat korban bencana di tempat kejadian bencana, memberikan perawatan kepada masyarakat luas, atau merawat para korban di tempat kerja seperti fasilitas perawatan kesehatan.
e. Perawat kesehatan masyarakat berfungsi sebagai pemimpin untuk mengembangkan rencana kebijakan dan kesiapsiagaan dan memberikan garis depan bencana kesehatan dan inti pelayanan kesehatan masyarakat selama bencana. Mereka juga melayani dalam peran kepemimpinan dan manajemen dalam pusat operasional darurat
f. Di tingkat fasilitas perawatan kesehatan, perawat eksekutif menyediakan pelatihan untuk menjamin bahwa kebutuhan pasien terpenuhi
g. Perawat berperan merawat koban bencana ditempat kejadian bencana
h. Perawat bertugas untuk memberikan pelayanan klinis selama keadaan darurat.
""


AHMAD EKO WIBOWO

pada : 25 August 2017


"Nama : Ahmad Eko Wibowo
Nim : 131611123012
Kelas : B19 / AJ1
Email : ahmad.eko.wibowo-2016@fkp.unair.ac.id
Judul Artikel : Nursing Leadership In Disaster Preparedness And Response
Alamat Website Artikel : http://search.proquest.com/docview/1115474260/fulltextPDF/9A5AA22F011D484DPQ/10?accountid=31533

JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi bencana dapat dilakukan oleh perawat dengan cara:
a. Memastikan kesiapsiagaan individu, keluarga, dan komunitas
b. Perawat memimpin dalam mengkondisikan fasilitas sarana umum yang tanggap bencana
c. Melakukan koordinasi dengan lintas sektoral untuk mempersiapkan, memobilisasi dan melayani korban bencana sebagai peran aktif kepemimpinan perawat dalam meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Mitigasi adalah proses yang dirancang untuk mencegah atau meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana, baik secara fisik maupun non fisik. Peran perawat dalam perencanaan program mitigasi antara lain:
a. Perawat memberikan kepemimpinan dalam manajemen relokasi dan perawatan klinis pada korban bencana baik secara lokal, nasional, maupun internasional.
b. Perawat memimpin dalam rumah mereka sendiri memastikan bahwa keluarga mereka memiliki panduan dan bencana kit
c. Perawat memimpin dalam upaya perencanaan dan kebijakan untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana
d. Perawat sebagai pemimpin, advokator, dan administrator dalam menurunkan angka kejadian kematian pada korban bencana
e. Perawat merespon ancaman bencana yang mungkin terjadi dalam komunitas mereka. Serta melakukan recovery pada korban bencana
f. Perawat memberikan kepemimpinan dalam merawat korban bencana secara klinis dalam melakukan perawatan perawat melakukan pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, intervensi, dan implementasi.
g. Perawat sebagai petugas kesehatan masyarakat berfungsi sebagai pemimpin dalam mengembangkan rencana kebijakan dan kesiapsiagaan serta memberikan garis komando ketika terjadi bencana. Perawat juga berperan dalam kepemimpinan dan manajemen sistem komunikasi operasional darurat
h. Perawat sebagai pemimpin untuk menjamin kebutuhan dasar korban bencana
"


Hermansyah

pada : 25 August 2017


"Nama : Hermansyah,
NIM : 131611123045,
Kelas : B19 Aj1,
Judul Artikel : Assessing disaster preparedness and mental health of community members in Aceh, Indonesia,
Alamat Website : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85010369379&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse&st2=disaster+mitigation&sid=525c0a7ec20d9386e797911e74b8f638&sot=b&sdt=b&sl=61&s=%28TITLE-ABS-KEY%28Nurse%29+AND+TITLE-ABS-KEY%28disaster+mitigation%29%29&relpos=3&citeCnt=0&searchTerm=
Jawaban :
1. Sebagai perawat kita dapat memberikan sumbangsih dalam upaya mitigasi bencana. Upaya mitigasi bencana yang dimaksud untuk mitigasi bencana alam. Bencana alam dapat diaplikasikan upaya mitigasinya karena sebagian dapat dipredeksi kapan terjadinya dan masyarakat yang berada di daerah risiko bencana tersebut dapat mempersiapkan diri jika sewaktu-waktu bencana tersebut terjadi. Perawat dapat mengembangkan diri dalam mitigasi bencana dengan cara meningkatkan kapasitas diri untuk menambah pengetahuan dan skill untuk penanganan masalah kesehatan yang mungkin akan terjadi pada masyarakat yang terkena bencana. Masalah kesehatan tersebut meliputi biologis, psikologis, social, maupun spiritual. Berdasarkan artikel disini dinyatakan bahwa peran perawat dalam mitigasi bencana khususnya untuk masalah psikologis bisa diterapkan, yaitu dengan cara memberikan pendidikan kepada masyarakat tentang bencana, tujuannya agar masalah psikologis masyarakat di daerah risiko bencana dapat diminimalisir kejadiannya. Tetapi berdasarkan penelitian di daerah aceh program CMHNP kurang efektif atau kurang memberikan dampak yang besar, karena mayoritas masyarakat di daerah tersebut sebagian besar memiliki keimanan yang kuat. Tetapi untuk daerah lain kemungkinan program CMHNP dapat diterapkan.

2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana adalah ikut berpartisipasi meningkatkan kapasitas diri melalui pendidikan dan pelatihan dalam pelayanan kesehatan dasar di tingkat masyarakat untuk mengatasi maupun mengurangi masalah kesehatan yang terjadi pada masyarakat baik sebelum bencana, saat terjadinya bencana maupun setelah terjadinya bencana."


Rini Purwanti

pada : 25 August 2017


"Nama : Rini Purwanti
Nim : 131611123011
Email : rini.purwanti81@gmail.com
Judul Artikel : Nursing Leadership In Disaster Preparedness and Respons
Alamat Website artikel : tolong dikopikan
Pertanyaan :
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?

a. Upaya mitigasi yang dapat dikembangkan oleh perawat adalah Mitigasi non-struktural (peraturan perundang-undangan, Pelatihan). Perawat dapat berperan dalam pembentukan perundangan tentang penanganan bencana dan juga melakukan pelatihan tanggap bencana. Dalam pelaksanaan pelatihan dapat melibatkan organisasi profesioanal lainnya
b. Selaian itu upaya yang dapat dilakukan adalah untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan oleh bencana
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana.
Peran perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana adalah :
a. Perawat memberikan pelatihan dalam perawatan klinis korban bencana ditempat kejadian darurat , di tempat kerja , rumah sakit atau ditempat lain
b. Perawat memastikan dalam zona individu, rumah tangga, dan kebutuhan komunitas selama bencana memiliki perlengkapan menghadapi bencana di rumah
c. Perawat mengembangkan dan mengaplikasikan perencanaan emergensi, , memperoleh pendidikan tanggap bencana
d. Perawat merespon ancaman yang mungkin terjadi dalam komunitas mereka
e. Perawat dapat berperan pada garis terdepan dalam mengembangkan rencana kebijakan dan penanganan tanggap bencana




"


Friska Novita Woona Haloho

pada : 25 August 2017


"Nama : Friska Novita Woona Haloho
Nim : 131611123014
Kelas : B19 / Aj1
Judul Artikel : Nursing Leadership In Disaster Preparedness And Response
Alamat Website Artikel : http://search.proquest.com/docview/1115474260/fulltextPDF/9A5AA22F011D484DPQ/10?accountid=31533

JAWABAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi bencana dapat dilakukan oleh perawat dengan cara menjadi atau bertugas meminpin dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan agar perawat menjadi sigap dan tanggap serta kerja cepat dalam menghadapi bencana. itigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Mitigasi didefinisikan sebagai upaya yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
a. Perawat melayani sebagai pemimpin dalam kesiapsiagaan bencana dan tanggapan dalam keadaan bencana.
b. Memastikan diri sendiri, anggota keluarga dan keadaan lingkungan sekitar aman saat terjadi bencana.
c. Perawat merencanakan untuk merespon ancaman yang mungkin terjadi dalam komunitas mereka.
d. Melakukan pertolongan pertama dan melakukan triase kepada pasien untuk memutuskan tindakan apa yang akan dilakukan pada pasien.
e. Perawat kesehatan masyarakat berfungsi sebagai pemimpin untuk mengembangkan rencana kebijakan dan kesiapsiagaan dan memberikan garis depan bencana kesehatan dan inti pelayanan kesehatan masyarakat selama bencana. Mereka juga melayani dalam peran kepemimpinan dan manajemen dalam pusat operasional darurat"


TIUR TRIHASTUTIK

pada : 26 August 2017


"Tiur Trihastutik
131611123055
B19/AJ2

1.ICN Framework of Disaster Nursing Competencies (http://www.icn.ch/images/stories/documents/networks/DisasterPreparednessNetwork/Disaster_Nursing_Competencies_lite.pdf
2.The Role of Nurses in Disaster Management in Asia Pacific ; introduction (httm/ps://link.springer.cochapter/10.1007/978-3-319-41309-9_1)

1.Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat


The UN Sendai Framework (UNISDR 2015) Menekankan pentingnya kesehatan dalam mengukur hasil yang diharapkan dari upaya pengurangan risiko bencana, yaitu "pengurangan secara substansial risiko terjadinya bencana dan jatuhnya korban jiwa, mata pencaharian dan kesehatan dan aset ekonomi, fisik, sosial, budaya dan lingkungan seseorang, bisnis, komunitas dan negara. UNISDR 2015 juga mengidentifikasi peran sistem kesehatan di tujuh sasaran global:
2.Mengurangi jumlah kematian
3.Mengurangi jumlah orang yang terkena dampak
4.Mengurangi kerugian ekonomi akibat bencana langsung
5.Mengurangi kerusakan sarana kesehatan dan pendidikan
6.Meningkatkan strategi nasional dan lokal
7.Memberikan dukungan kepada negara-negara berkembang
8.Berikan akses terhadap informasi peringatan dini



Dalam mitigasi bencana, perawat harus memahami tindakan untuk mengurangi dampak bahaya di masyarakat dan lingkungan, misal dengan memberikan vaksinasi, memperbaiki kesehatan dan gizi, pendidikan kesehatan mengenai perlindungan banjir, dan relokasi dari daerah berisiko.
Peran dan kompetensi dan tanggung perawat dalam manajemen bencana dikategorikan dalam empat bidang:
a.Kompetensi mitigasi / pencegahan;
b.Kompetensi kesiapsiagaan;
c.Kompetensi respon; dan
d.Kompetensi pemulihan / rehabilitasi.


2.Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana


Peran perawat dalam manajemen bencana meliputi beberapa hal dalam setiap tahap bencana : pencegahan, mitigasi, kesiap-siagaan bencana, respon bencana, pemulihan dan rehabilitasi paska bencana.

Peran, Kompetensi dan tanggung jawab perawat dalam mitigasi / pencegahan meliputi :
1.Pengurangan Risiko dan Pencegahan Penyakit
a.Menggunakan data epidemiologis mengevaluasi risiko dan dampak bencana spesifik terhadap masyarakat dan populasi dan menentukan implikasinya terhadap keperawatan.
b.Berkolaborasi dengan profesional perawatan kesehatan lainnya, organisasi masyarakat, pemimpin pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan langkah-langkah pengurangan risiko untuk mengurangi kerentanan populasi.
c.Berpartisipasi dalam perencanaan untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan dalam bencana.
d.Mengidentifikasi tantangan terhadap sistem perawatan kesehatan dan bekerja sama dengan tim multidisiplin untuk mengurangi tantangan.
e.Mengidentifikasi populasi rentan dan mengkoordinasikan kegiatan untuk mengurangi risiko.
f.Memahami prinsip dan proses isolasi, karantina, penahanan dan dekontaminasi dan membantu dalam mengembangkan rencana pelaksanaan di masyarakat.
g.Berkolaborasi dengan organisasi dan pemerintah untuk membangun kapasitas masyarakat untuk mempersiapkan dan merespons bencana.
2.Promosi Kesehatan
a.Berpartisipasi dalam kegiatan edukasi masyarakat yang terkait dengan kesiagaan bencana.
b.Menilai masyarakat untuk menentukan masalah kesehatan yang ada sebelumnya, prevalensi penyakit, penyakit kronis dan kecacatan dan sumber daya perawatan kesehatan di masyarakat.
c.Bermitra dengan orang lain untuk menerapkan tindakan yang akan mengurangi risiko penularan penyakit dari orang ke orang, sanitasi dan penyakit bawaan makanan.
d.Berpartisipasi dalam perencanaan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat seperti program imunisasi dan pengobatan.
e.Bekerja dengan masyarakat untuk memperkuat kemampuan sistem perawatan kesehatan untuk merespons dan pulih dari bencana.
3.Pengembangan dan Perencanaan Kebijakan
a.Menunjukkan pemahaman tentang terminologi bencana yang relevan.
b.Menjelaskan tahapan-tahapan dalam rangkaian penanggulangan bencana: pencegahan / mitigasi, kesiapan, respon dan pemulihan / rehabilitasi.
c.Menjelaskan peran pemerintah dan organisasi dalam penanganan bencana dan respon.
d.Memahami rencana bencana masyarakat dan bagaimana kaitannya dengan rencana tanggapan nasional dan internasional.
e.Mengenali rencana bencana di tempat kerja dan peran seseorang di tempat kerja pada saat terjadi bencana.
f.Berpartisipasi dalam perencanaan dan pengembangan kebijakan bencana.
g.Berkontribusi pada pengembangan, evaluasi dan modifikasi rencana bencana masyarakat.
h.Memastikan bahwa kebutuhan populasi rentan termasuk dalam rencana bencana masyarakat (termasuk anak-anak, wanita, wanita hamil, individu penyandang cacat mental atau fisik, orang tua dan orang / orang rentan lainnya).
i.Menginterpretasikan peran perawat sehubungan dengan anggota tim lainnya.
j.Berpartisipasi secara politis dan legislatif dalam pengembangan kebijakan yang berkaitan dengan kesiapan dan respon bencana.
k.Menjelaskan peran kesehatan masyarakat dalam bencana dan bagaimana kaitannya dengan peran perawat."


ALPIAN UMBU DEWA

pada : 26 August 2017


"NAMA : ALPIAN UMBU DEWA
NIM : 131611123036
KELAS : AJ 1 / B19
JUDUL ARTIKEL :
1. Assessing disaster preparedness and mental health of community members in Aceh, Indonesia: A community-based, descriptive household survey of a national program.
Sumber : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85010369379&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=NURSE+DISASTER+MITIGATION&nlo=&nlr=&nls=&sid=0f9bb6b997f4b1d4cbbcf7e50b19463e&sot=b&sdt=cl&cluster=scosubtype%2c%22ar%22%2ct&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28NURSE+DISASTER+MITIGATION%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=

2. Disaster nursing and primary school teachers' disaster-related healthcare knowledge and skills
Sumber : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84861923083&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=NURSE+DISASTER+MITIGATION&nlo=&nlr=&nls=&sid=0f9bb6b997f4b1d4cbbcf7e50b19463e&sot=b&sdt=cl&cluster=scosubtype%2c%22ar%22%2ct&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28NURSE+DISASTER+MITIGATION%29&relpos=3&citeCnt=0&searchTerm=

3. Nurses' preparedness and perceived competence in managing disasters
Sumber : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84883451944&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=NURSE+DISASTER+MITIGATION&nlo=&nlr=&nls=&sid=10cc8aee80163c0fb38f6837a8024f57&sot=b&sdt=cl&cluster=scosubtype%2c%22ar%22%2ct%2bscosubjabbr%2c%22NURS%22%2ct&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28NURSE+DISASTER+MITIGATION%29&relpos=0&citeCnt=38&searchTerm=
4. Bangkok Principles for the implementation of the health aspects of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030
Sumber : http://www.who.int/hac/events/2016/Bangkok_Principles.pdf.
5. The role of healt of officer in handling disaster management
Sumber: http://www.widyagamahusada.ac.id/admin_baru/gambar/jikmh1.1.12artikel09(1).pdf

Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat.

1. Perawat harus meningkatkan pengetahuan di bidang kesehatan mental dalam menghadapi bencana agar mampu mentransfer pengetahuan kepada masyarakat.
2. Meningkatkan rasa percaya diri perawat dalam menghadapi bencana karena perawat yang percaya diri lebih mudah memiliki pengalaman aktual sebelumnya dalam bencana atau tempat penampungan.
3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan mental dan cara menghindari bencana melalui kolaborasi dengan pemerintah agar mitigasi bencana dimasukan dalam kurikulum pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai pada perguruan tinggi sehingga masyarakat siap mengahadapi bencana secara psikis terutama di daerah rawan bencana.

Peran dan tugas yang menjadi tanggungjawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana adalah

Disaster dibagi beberapa tahap yaitu : pra-disaster, tahap serangan atau saat terjadi bencana (impact), tahap emergency dan tahap rekonstruksi dan setiap tahap perawat memiliki peran, yaitu :
1. Tahap pra-disaster.
a. Tenaga kesehatan mengikuti pelatihan dan pendidikan yang berhubungan dengan penanggulangan ancaman bencana.
b. Tenaga kesehatan ikut terlibat dalam berbagai dinas pemerintah, organisasi lingkungan, PMI, maupun lembaga kemasyarakatan dalam memberikan penyuluhan dan simulasi persiapan menghadapi bencana kepada masyarakat
c. Tenaga kesehatan terlibat dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana
2. Tahapan Bencana (Impact).
a. Bertindak cepat
b. Do not promise, tenaga kesehatan tidak menjanjikan apapun secara pasti dengan maksud memberikan harapan yang besar pada korban selamat.
c. Berkonsentrasi penuh terhadap apa yang dilakukan.
d. Koordinasi dan menciptakan kepemimpinan untuk setiap kelompok yang menanggulangi terjadinya bencana
3. Tahapan Emergency.
a. Memfasilitasi jadwal kunjungan konsultasi medis dan cek kesehatan sehari-hari
b. Menyusun rencana prioritas asuhan kesehatan harian
c. Merencanakan dan memfasilitasi transfer pasien yang memerlukan penanganan kesehatan di RS
d. Mengevaluasi kebutuhan kesehatan harian
e. Memeriksa dan mengatur persediaan obat, makanan, makanan khusus bayi, peralatan kesehatan
f. Membantu penanganan dan penempatan pasien dengan penyakit menular maupun kondisi kejiwaan labil hingga membahayakan diri dan lingkungannya.
g. Mengidentifikasi reaksi psikologis yang muncul pada korban
h. Membantu terapi kejiwaan korban khususnya anak-anak, dapat dilakukan dengan memodifikasi lingkungan misal dengan terapi bermain.
i. Memfasilitasi konseling dan terapi kejiwaan lainnya oleh para psikolog dan psikiater
j. Konsultasikan bersama supervisi setempat mengenai pemeriksaan kesehatan dan kebutuhan masyarakat yang tidak mengungsi.

4. Tahap Rekonstruksi
a. Tenaga kesehatanan pada pasien post traumatic stress disorder(PTSD)
b. Tim kesehatan bersama masyarakat dan profesi lain yang terkait bekerja sama dengan unsur lintas sector menangani masalah kesehatan masyarakat pasca gawat darurat serta mempercepat fase pemulihan (Recovery)
"


ALPIAN UMBU DEWA

pada : 26 August 2017


"NAMA : ALPIAN UMBU DEWA
NIM : 131611123036
KELAS : AJ 1 / B19
JUDUL ARTIKEL :
1. Assessing disaster preparedness and mental health of community members in Aceh, Indonesia: A community-based, descriptive household survey of a national program.
Sumber : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85010369379&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=NURSE+DISASTER+MITIGATION&nlo=&nlr=&nls=&sid=0f9bb6b997f4b1d4cbbcf7e50b19463e&sot=b&sdt=cl&cluster=scosubtype%2c%22ar%22%2ct&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28NURSE+DISASTER+MITIGATION%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=

2. Disaster nursing and primary school teachers' disaster-related healthcare knowledge and skills
Sumber : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84861923083&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=NURSE+DISASTER+MITIGATION&nlo=&nlr=&nls=&sid=0f9bb6b997f4b1d4cbbcf7e50b19463e&sot=b&sdt=cl&cluster=scosubtype%2c%22ar%22%2ct&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28NURSE+DISASTER+MITIGATION%29&relpos=3&citeCnt=0&searchTerm=

3. Nurses' preparedness and perceived competence in managing disasters
Sumber : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84883451944&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=NURSE+DISASTER+MITIGATION&nlo=&nlr=&nls=&sid=10cc8aee80163c0fb38f6837a8024f57&sot=b&sdt=cl&cluster=scosubtype%2c%22ar%22%2ct%2bscosubjabbr%2c%22NURS%22%2ct&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28NURSE+DISASTER+MITIGATION%29&relpos=0&citeCnt=38&searchTerm=
4. Bangkok Principles for the implementation of the health aspects of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030
Sumber : http://www.who.int/hac/events/2016/Bangkok_Principles.pdf.
5. The role of healt of officer in handling disaster management
Sumber: http://www.widyagamahusada.ac.id/admin_baru/gambar/jikmh1.1.12artikel09(1).pdf

Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat.

1. Perawat harus meningkatkan pengetahuan di bidang kesehatan mental dalam menghadapi bencana agar mampu mentransfer pengetahuan kepada masyarakat.
2. Meningkatkan rasa percaya diri perawat dalam menghadapi bencana karena perawat yang percaya diri lebih mudah memiliki pengalaman aktual sebelumnya dalam bencana atau tempat penampungan.
3. Meningkatkan pengetahuan masyarakat di bidang kesehatan mental dan cara menghindari bencana melalui kolaborasi dengan pemerintah agar mitigasi bencana dimasukan dalam kurikulum pendidikan mulai dari sekolah dasar sampai pada perguruan tinggi sehingga masyarakat siap mengahadapi bencana secara psikis terutama di daerah rawan bencana.

Peran dan tugas yang menjadi tanggungjawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana adalah

Disaster dibagi beberapa tahap yaitu : pra-disaster, tahap serangan atau saat terjadi bencana (impact), tahap emergency dan tahap rekonstruksi dan setiap tahap perawat memiliki peran, yaitu :
1. Tahap pra-disaster.
a. Tenaga kesehatan mengikuti pelatihan dan pendidikan yang berhubungan dengan penanggulangan ancaman bencana.
b. Tenaga kesehatan ikut terlibat dalam berbagai dinas pemerintah, organisasi lingkungan, PMI, maupun lembaga kemasyarakatan dalam memberikan penyuluhan dan simulasi persiapan menghadapi bencana kepada masyarakat
c. Tenaga kesehatan terlibat dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana
2. Tahapan Bencana (Impact).
a. Bertindak cepat
b. Do not promise, tenaga kesehatan tidak menjanjikan apapun secara pasti dengan maksud memberikan harapan yang besar pada korban selamat.
c. Berkonsentrasi penuh terhadap apa yang dilakukan.
d. Koordinasi dan menciptakan kepemimpinan untuk setiap kelompok yang menanggulangi terjadinya bencana
3. Tahapan Emergency.
a. Memfasilitasi jadwal kunjungan konsultasi medis dan cek kesehatan sehari-hari
b. Menyusun rencana prioritas asuhan kesehatan harian
c. Merencanakan dan memfasilitasi transfer pasien yang memerlukan penanganan kesehatan di RS
d. Mengevaluasi kebutuhan kesehatan harian
e. Memeriksa dan mengatur persediaan obat, makanan, makanan khusus bayi, peralatan kesehatan
f. Membantu penanganan dan penempatan pasien dengan penyakit menular maupun kondisi kejiwaan labil hingga membahayakan diri dan lingkungannya.
g. Mengidentifikasi reaksi psikologis yang muncul pada korban
h. Membantu terapi kejiwaan korban khususnya anak-anak, dapat dilakukan dengan memodifikasi lingkungan misal dengan terapi bermain.
i. Memfasilitasi konseling dan terapi kejiwaan lainnya oleh para psikolog dan psikiater
j. Konsultasikan bersama supervisi setempat mengenai pemeriksaan kesehatan dan kebutuhan masyarakat yang tidak mengungsi.

4. Tahap Rekonstruksi
a. Tenaga kesehatanan pada pasien post traumatic stress disorder(PTSD)
b. Tim kesehatan bersama masyarakat dan profesi lain yang terkait bekerja sama dengan unsur lintas sector menangani masalah kesehatan masyarakat pasca gawat darurat serta mempercepat fase pemulihan (Recovery)
"


Yohanes Pemandi Doka

pada : 26 August 2017


"Nama : Yohanes Pemandi Doka
NIM : 131611123061
Kelas : Aj2 _ B19
Judul Artikel :
1. ICN Framework of Disaster Nursing Competencies (http://www.icn.ch/images/stories/documents /networks/DisasterPreparednessNetwork/Disaster_Nursing_Competencies_lite.pdf)
2. The Role of Nurses in Disaster Management in Asia Pacific ; introduction (https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-319-41309-9_1)


1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Bencana sebagai suatu peristiwa yang mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat perlu mendapatkan perhatian serius oleh semua pihak termasuk perawat. Perawat dengan keterampilan dan pengetahuan mereka tentang epidemiologi, fisiologi, farmakologi, struktur budaya keluarga, psikososial dapat membantu dalam tahap pra bencana. Dengan pengetahuan-pengetahuan ini , perawat bisa mengembangkannya dengan membuat rencana penanganan bencana, program pengembangan, mitigasi, pelatihan dan pendidikan dikomunitas rawan bencana. Selain pengetahuan, perawat juga perlu dibekali dengan kompetensi mitigasi seperti cara mengurangi resiko bencana, pencegahan penyakit, promosi kesehatan, dan pengembangan kebijakan dan perencanaan.
Upaya yang dapat dikembangkan perawat dimulai dengan mengidentifikasi atau pengkajian resiko yang akan dialami oleh masyarakat atau individu pada daerah rawan bencana. Perawat dapat berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain dalam menentukan resiko penyakit yang mengancam,pengembangan rencana untuk mengurangi resiko dari hasil identifikasi dan pengembangan sistem surveilens yang berhubungan dengan penyakit/wabah. Perawat mengkaji kebutuhan masyarakat untuk menentukan prevalensi penyakit yang sudah ada sebelumnya, kelemahan fasilitas kesehatan, identifikasi populasi yang rentan ( penyakit kronis, masalah kejiwaaan, dan kecacatan). Selain itu perawat dapat berpartisipasi fasilitas kesehatan dalam menyediakan lingkungan yang nyaman dan cocok untuk perawatan korban bencana. Semua upaya atau rencana tersebut tidak terlepas dari kordinasi perawat dengan pembuat kebijakan setempat dalam mengidentifikasi bahaya yang terjadi pada daerah rawan bencana.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Dalam perencanaan program mitigasi pada tahap pra bencana, perawat mempunyai dua peran atau tugas, yaitu
a. Mengurangi resiko bencana dan pencegahan penyakit
Peran yang dapat dilakukan adalah :
 Melakukan evaluasi resiko dan dampak bencana pada masyarakat dan populasi didaerah rawan bencana dan menentukan implikasi keperawatannya
 Berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lain, tokoh masyarakat, pengambil kebijakan, dan organisasi masyarakat dalam pengembangan ukuran untuk mengurangi resiko terhadap populasi yang rentan bencana
 Berpartisipasi dalam perencanaan untuk menentukan kebutuhan pelayanan kesehatan pada bencana
 Mengidentifikasi hambatan pada sistem pelayanan kesehatan dan bekerja dengan tim multidisiplin untuk memmitigasi tantangan

b. Promosi kesehatan
Peran yang dapat dilakukan adalah :
 Berpartisipasi pada kegiatan pendidikan masyarakat yang berhubungan dengan kesiapsiagaan
 Mengakaji masyrakat untuk menentukan isu kesehatan yang muncul sebelumnya, prevalensi penyakit, penyakit kronis, dan kecacatan dan sumber daya pelayanan kesehatan di daerah rawan bencana
 Meberikan pendidikan kesehatan untuk mengurangi resiko penyakit menular, sanitasi, dan penyakit karena makanan
 Berpartisipasi dalam imunisasi masal dan program administrasi pengobatan
"


TUTI KURNIATI

pada : 26 August 2017


"Nama : Tuti Kurniati
Nim : 131611123029
Kelas : AJ1/B19
Judul Artikel : Nursing Education For Disaster Preparedness And Response
Alamat : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84925284588&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nursing+Education+For+Disaster+Preparedness+And+Response&st2=&sid=a1cf509206416e30904c5493a94c9a73&sot=b&sdt=b&sl=71&s=TITLE-ABS-KEY%28Nursing+Education+For+Disaster+Preparedness+And+Response%29&relpos=17&citeCnt=0&searchTerm=
1.Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawaban:
Mitigasi bencana merupakan upaya untuk meminimalkan dampak yang ditimbulkan bencana.Upaya mitigasi dapat dalam bentuk struktur dan non struktural.Mitigasi yang efektif memiliki 3 unsur utama yaitu penilaian bahaya,peringatan dan persiapan.Contoh kegiatan mitigasi memberikan penyuluhan,pelatihan ,bimbingan ke masyarakat.
Agar dapat terlaksana maka diperlukan adanya konten atau kurikulum yang terfokus pada tanggap darurat dan bencana di sekolah perawat.Selain itu, sebagian besar konten yang termasuk dalam kurikulum keperawatan cenderung bersifat teoritis.
Perencana bencana harus membangun model pelatihan tanggap darurat yang ada untuk mengembangkan dan menerapkan berbagai metodologi pelatihan yang menggabungkan layanan perawatan paliatif dan tepat waktu untuk semua anggota tim penanggulangan bencana. Pelatihan lintas personil dari bidang keahlian lain, wilayah lain di negara bagian dan wilayah, dan masyarakat awam.
Perawat adalah salah satu kelompok penanggap darurat terbesar saat terjadi bencana, namun banyak perawat diharapkan siap untuk menanggapi dengan diberikan pengetahuan atau keterampilan bencana selama di pendidikan.

2.Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Jawaban:
a. Perawat mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan dalam penanggulangan ancaman bencana.
b. Perawat ikut terlibat dalam berbagai dinas pemerintahan, organisasi lingkungan, palang merah nasional, maupun lembaga-lembaga pemasyarakatan dalam memberikan penyuluhan dan simulasi persiapan menghadapi ancaman bencana.
c. Perawat terlibat dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.
Perawat memiliki persiapan berupa memahami persyaratan, konsep, dan peran siaga bencana.Mengetahui rencana bencana departemen kesehatan setempat, komunikasi yang sesuai untuk situasi bencana, dan peran perawat kesehatan berfokus pada melakukan penilaian kebutuhan cepat.
Telah direkomendasikan bahwa perawat, sebagai mayor responden garis depan dalam bencana, bersiap diri dan memiliki pengetahuan serta keterampilan yang diperlukan untuk mengelola kejadian bencana berskala besar secara efisien.Disarankan pendidikan keperawatan dan kompetensi dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana. Namun, untuk melakukan ini, pendidikan keperawatan harus diperluas untuk menggabungkan kurikulum penting ini dan membuatnya praktis, tidak hanya teoritis.

"


leli ika hariyati

pada : 26 August 2017


"Nama : Leli ika hariyati
Nim : 131611123002
Kelas : B19 / Aj 1
Judul Artikel : The Asia Emergency And Disaster Nursing Network : Promoting The Safety And Resilience of Commonity
Alamat Website Artikel : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-76649123313&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=f00eca23b436bcf903c1ca6c59145dc0&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=10&citeCnt=9&searchTerm=
Jawaban :
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Di kawasan Asia semakin meningkat jumlah kejadian bencana alam dan teknologi. Kejadian tersebut menimbulkan masalah yang parah dan berkelanjutan, ancaman kesehatan, mengakibatkan tingginya angka kematian ,luka, kerusakan dan kehancuran infrastruktur, penderitaan, biaya kesehatan yang tinggi.
Seorang perawat dalam menangani bencana harus memiliki kompetensi bencana mendasar sehingga dapat menberikan respon yang cepat dan efektif, tetapi perawat seringkali kurang dan tidak cukup terintegrasi. The Asia Pacific Emergency and Disaster Nursing Network (APEDNN) menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan dan penguatan kemitraan, sumber daya, data dan bukti agar perawat nantinya dapat secara optimal mengkoordinasi, memimpin, dan melanjutkan langkah-langkah kesiagaan dan respon bencana di komonitas. Ada beberapa pengembangan yang dilakukan The Asia Pacific Emergency and Disaster Nursing Network (APEDNN), yang pertama adalah mengembangkan program pelatihan pemberian asuhan keperawatan dalam keadaan bencana atau darurat. Pengembangan yang kedua yaitu mengadakan pertemuan-pertemuan informal mitra keperawatan darurat. Pengambangan ketiga yaitu mengadakan kerja sama misalnya dengan WHO, ICN, Bulan Sabit Merah, dll untuk memfokuskan pada penguatan dan pembangunan keperawatan dan kebidanan tentang pengetahuan dan keterampilan dalam kesehatan psikologis, pengelolaan dan pencegahan serta penanganan penyakit menular dalam bencana dan wabah, perumusan standard dan kerangka kerja umum serta kurikulum inti untuk tanggapan keperawatan terhadap keadaan darurat kesehatan dan bencana, penguatan komunikasi. Pengembangan yang keempat mengadakan pelatihan bencana dan trauma kesehatan, triase, penilaian dan manajemen pasien, infeksi dan perawatan luka. Dan pengembangan yang terakhir yaitu mengadakan penelitian dan situs web APEDNN.
Dampak negative dari keadaan darurat dapat dikurangi atau dicegah secara signifikan melalui pembangangun teknologi informasi untuk memungkinkan komunikasi yang cepat, pengumpulan, penerapan dan penyebarluasan data dan bukti, penelitian, serta pengembangan dan penyampaian formulir dari kursus pengembangan untuk mendukung keadaan darurat dan praktik bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencaan program mitigasi?
Mitigasi adalah proses yang dirancang untuk mencegah atau meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana. Peran perawat dalam perencaan mitigasi yaitu :
a. Bekerja sama dengan tenaga kesehatan lainnya untuk menentukan risiko penyakit utama, prevalensi penyakit, serta masalah kesehatan, mental dan komunitas.
b. Bekerja sama dengan fasilitas kesehatan dan tokoh masyrakat untuk membantu merencanakan evakuasi dan relokasi pasien sesuai kebutuhan.
c. Berkerja sama dengan penentu kebijakan untuk mengidentifikasi risiko bahaya pada komunitas dan infrastrukstur kesehatan untuk mengembangankan solusi yang mengurangi resiko bencana.
d. Memberikan Pendidikan kesehatan kepada masyarakat terkait pengurangan resiko penyakit dan keselamatan kerja serta persiapan menghadapi keadaan darurat dan bencana.
e. Mengadakan penelitian terkait dengan keadaan darurat dan bencana.
"


ZITA TRIWIKA

pada : 26 August 2017


"NAMA : ZITA TRIWIKA
NIM : 131611123071
KELAS : AJ2/B19
JUDUL ARTIKEL : Emergency Preparedness School Nurses Leading the Way
ALAMAT WEBSITE ARTIKEL : https://doi.org/10.1177/1942602X12466431
JAWABAN
1. Bagaimanakah upaya mitigasi perawat dapat dikembangkan oleh perawat
Dengan tindakan yang mengurangi atau menghilangkan risiko jangka panjang untuk korban dan harta benda dari suatu bencana seperti menangani keselamatan korban dan integritas bangunan sekolah, keamanan, budaya dan iklim sekolah (Department of Health and Human Services, 2011)
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana
• Tahap penilaian
Tahap dari proses keperawatan ini dilakukan secara sistematis, Cara dinamis untuk mengumpulkan dan menganalisa Data tentang klien . . . [assesment] Tidak hanya mencakup data fisiologis, Tetapi juga psikologis, sosial budaya, Spiritual, ekonomi, dan gaya hidup faktor (American Nurses Association, 2012). Fase diagnosis, sebagai tambahan Untuk melihat masalah mendasar, Adalah "penilaian klinis tentang respon klien terhadap kesehatan aktual atau potensial Kondisi atau kebutuhan. (American Nurses Association, 2012).
• Tahap kesiapan / perencanaan
pendekatan allhazards sesuai dengan tahap perencanaan proses keperawatan. Badan Kesehatan Penelitian dan Mutu (Departemen Pelayanan Kesehatan dan Manusia, 2011) Mendefinisikan kesiapan sebagai berikut: "Berfokus pada perencanaan. . . Dan melibatkan masyarakat setempat, rencana darurat dan pengembangan. . . protokol sebelum acara apapun. "Hasil / Perencanaan adalah bagian proses keperawatan"berdasarkan penilaian Dan diagnosis "di mana" perawat menentukan terukur dan dapat dicapai jangka pendek dan Tujuan jangka panjang untuk pasien "dituliskan (American Nurses Association, 2012).
• Pemulihan / Evaluasi
Dalam perencanaan darurat, fase pemulihan bisa dihubungkan dengan fase evaluasi proses keperawatan. "Pemulihan Memerlukan metode untuk mengembalikan pembelajaran Dan lingkungan mengajar setelah krisis, " Menurut Badan Kesehatan Penelitian dan Mutu (Departemen Pelayanan Kesehatan dan Kemanusiaan, 2011). Untuk Keperawatan, evaluasi terus berlanjut mengevaluasi "status pasien Dan efektivitas asuhan keperawatan "Untuk melakukan modifikasi terhadap perawatan (American Nurses Association, 2012).
"


Oktapianti

pada : 26 August 2017


"Nama : Oktapianti
NIM : 131611123018
Kelas : AJ1-B19
Judul : Perinatal Considerations In The Hospital Disaster Management Process
Web : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-77955169467&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=9dafc7ae6a512bac4f7d8d58433f9668&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=9&citeCnt=2&searchTerm=

1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawab :
Berdasarkan artikel jurnal tentang pertimbangan proses manajemen bencana di RS perinatal, menyebutkan sbb :
• Perawat dibawah naungan RS diharapkan menerapkan Sistem Komando Insiden Rumah Sakit (HICS), yaitu standar untuk menanggapi bencana kesehatan dan merupakan respon infrastruktur di bawah NIMS. HICS menyediakan organisasi dengan menetukan rantai komando, dan juga pengaturan lingkup pengawasan dan tugas pekerjaan, yang memungkinkan untuk mudah dan cepat menanggapi kejadian sebelum, selama dan setelah bencana.
• Fokus pada langkah-langkah jangka panjang seperti menjaga kepatuhan terhadap keselamatan dan pembuatan kode dan zona-zona area evakuasi, memastikan alat perlindungan pengaman yang memadai, memasang herves zoster tahan api di daerah rawan kebakaran, serta fokus atas potensi risiko nonstruktural seperti undang-undang yang membahas cakupan asuransi untuk bencana.
• Sarana komunikasi di RS harus ada dan jelas agar perawat dapat mengetahui kapan dan dimana ada bencana, dan perawat bisa mengkomunikasikan lagi kabar tersebut kepada pasien dan keluarga yang ada di RS.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Jawab :
• Perawat berperan aktif dalam perencanaan dan perancangan ruangan unit perinatal dengan menyeting ruang yang aman bagi ibu dan bayi misal menjauhi jendela, berada dilantai dasar, dll.
• Perawat harus meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan kompetensi mengenai perawatan berkualitas kepada korban bencana.
• Perawat beserta staf yang ada di RS melakukan latihan-latihan untuk menguji rencana mitigasi bencana dan mengevaluasi latihan untuk menilai kesiapan RS setidaknya 2x setahun.
• Perawat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menilai secara kompeten, triase, dan memantau masalah fisik orang dan masalah kesehatan mental, dan memberikan perawatan yang tepat di lingkungan dengan sumber daya terbatas.
• Perawat harus dilatih tentang prosedur evakuasi seperti mengembangkan proses identifikasi yang tidak boleh salah pada bayi, mengidentifikasi lokasi evakuasi untuk ibu dan bayi, mengidentifikasi peralatan evakuasi yang tepat, dan membuat cadangan atau rute evakuasi alternatif.
"


Crispina Suwarti Nuryanti

pada : 27 August 2017


"NAMA : Crispina Suwarti Nuryanti
NIM : 131611123001
KELAS : B19 AJ 1
JUDUL ARTIKEL : The Asia Pacific emergency and disaster nursing network: Promoting the safety and resilience of communities
ALAMAT WEB. : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-76649123313&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nursing+AND+mitigation+disaster&st2=&sid=70b331039249aac37179c29fb055c6f7&sot=b&sdt=b&sl=46&s=TITLE-ABS-KEY%28nursing+AND+mitigation+disaster%29&relpos=12&citeCnt=9&searchTerm=
JAWABAN
1. Upaya mitigasi yang dapat dikembangkan oleh perawat
Bencana telah menimbulkan banyak masalah yang berat dan berkelanjutan, ancaman kesehatan, mengakibatkan tingginya angka kematian, luka, kerusakan dan kehancuran infrastruktur, penderitaan, biaya kesehatan dan ekonomi yang tinggi. Perawat memiliki dasar kompetensi dan respon yang cepat dan efektif dalam bencana, tetapi seringkali kurang dilengkapi dan tidak cukup terintegrasi dengan tim pembuat kebijaksanaan dan badan bencana nasional untuk memenuhi peran penting mereka di Indonesia melalui pencegahan, mitigasi, respon dan pemulihan bencana. The Asia Pacific Emergency and Disaster Nursing Network (APEDNN) merupakan jaringan keperawatan darurat dan bencana yang berada di Asia Pasifik. Melalui APEDNN kebutuhan akan koordinasi dan pencegahan yang efektif, kesiapan dan tanggapan, termasuk pengembangan kapasitas jangka pendek serta jangka panjang yang lebih optimal dalam keadaan darurat, dan keperawatan bencana untuk masyarakat yang lebih aman dan kuat, memiliki misi untuk memajukan jaringan profesional untuk meningkatkan kemampuan perawat dalam mengurangi dampak keadaan darurat dan bencana terhadap kesehatan masyarakat. Memanfaatkan kekuatan teknologi informasi dan komunikasi berbasis komputer dalam keadaan darurat dan bencana. Dampak negatif dari keadaan darurat dan bencana dapat dicegah dan / atau dikurangi secara signifikan melalui penggunaan teknologi informasi yang memungkinkan komunikasi yang cepat, pengumpulan, penerapan dan penyebarluasan data dan bukti, penelitian, serta pengembangan dan penyampaian formulir multi-modal dari pelatihan pengembangan kapasitas untuk mendukung dalam pelaksanaan, pendidikan, dan penelitian keadaan darurat dan bencana.
The Asia Pacific Emergency and Disaster Nursing Network (APEDNN) melakukan pengembangan melalui jaringan dengan tujuan:
1. Menetapkan sebuah sistem dalam berinteraksi langsung antar anggota untuk memperkuat kolaborasi dan pendampingan.
2. Kolaborasi dengan orang lain dalam menetapkan agenda penelitian untuk keadaan darurat dan keperawatan bencana
3. Mengembangkan dan membagikan alat, bahan dan program pendidikan dan pelatihan keperawatan dalam keadaan darurat, pelayanan dan penelitian keperawatan.
4. Mengidentifikasi dan mengembangkan standar praktik yang lebih baik berdasarkan panduan evidence based dalam praktek keperawatan darurat dan bencana.
5. Bekerja sama dengan International Council of Nursing (ICN), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), untuk penerapan dan validasi kompetensi keperawatan darurat dan bencana.
6. Membagikan informasi dan sumber lain secara berkelanjutan dalm mekanisme pelaksanaan yang tepat waktu dan efektif, termasuk saat krisis.
7. Diseminasi informasi kerja jaringan untuk informasi dan pengaruh dalam perkembangan darurat dan bencana, kebijakan manajemen dan alokasi sumber daya

2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat
a) Peran penting perawat dalam bencana adalah pencegahan, mitigasi, respon cepat saat bencana , dan saat pemulihan dari bencana.
b) Perawat bekerjasama dengan pihak lain dalam upaya pencegahan, mitigasi, respon cepat saat bencana, dan saat pemulihan dari bencana.
c) Perawat bekerjasama dengan penentu kebijakan dan badan penanganan bencana dalam upaya pencegahan, mitigasi, respon cepat saat bencana, dan saat pemulihan dari bencana.
d) Melindungi keselamatan dan kesehatan masyarakat.
e) Mengurangi dan menangani risiko aktual dan potensial bencana pada masyarakat.
f) Mengembangkan dan membagikan alat, bahan dan program pelatihan darurat bencana dan pendidikan keperawatan, pelayanan dan penelitian keperawatan
g) Menambah dan menginformasikan tentang perkembangan darurat dan bencana.
h) Mendukung pengembangan kapasitas, penilaian dan evaluasi di bidang utama pencegahan, mitigasi, penatalaksanaan bencana, kesiapan, respon dan pemulihan, rekonstruksi dan rehabilitasi.
i) Melanjutkan pengembangan profesional perawat termasuk (WHO / WPRO, 2007):
• Kesiapsiagaan kesehatan masyarakat, termasuk penyakit menular yang muncul;
• Kesehatan dan bencana psikososial;
• Triase, penilaian, resusitasi, stabilisasi;
• Intervensi krisis untuk populasi pasien yang unik;
• Konsep kesiapsiagaan bencana dasar; komunikasi, pengawasan, pemantauan dan pelaporan; dan
• Penelitian darurat dan bencana.
"


Nurul Aini

pada : 27 August 2017


"NAMA : NURUL AINI
NIM : 131611123063
KELAS : AJ2 B19

1. The Role Of Public Health Nurses In Emergency Preparedness And Response: A Position Paper Of The Association Of State And Territorial Directors Of Nursing
Public Health Nursing Volume 25, Issue 4, July 2008, Pages 353-361
2. The Role Of Public Health Nurses In Emergency Preparedness And Response: A Position Paper Of The Association Of State And Territorial Directors Of Nursing
Public Health Nursing Volume 25, Issue 4, July 2008, Pages 353-361
3. Upaya mitigasi yang dapat dikembangkan oleh perawat adalah ;
1. Menjelaskan peran perawat dalam menanggapi keadaan darurat
2. Menjelaskan rantai komando dalam tanggap darurat
3. Mengidentifikasi dan merencanakan tanggap darurat agensi (atau bagian yang bersangkutan)
4. Menjelaskan peran dan tanggung jawab fungsional dalam tanggap darurat
5. Menunjukkan penggunaan peralatan yang benar (termasuk peralatan pelindung diri) dan keterampilan yang dibutuhkan dalam tanggap darurat.
6. Mampu Mengoperasikan semua perangkat komunikasi darurat sebelum sebuah bencana terjadi.
7. Menjelaskan peran komunikasi dalam tanggap darurat.
8. Mengidentifikasi batasan pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan.
9. Menerapkan keterampilan dalam pemecahan masalah yang kreatif dan pemikiran yang fleksibel terhadap tantangan yang tidak biasa dalam tanggung jawab fungsional seseorang dan mengevaluasi semua tindakan yang dilakukan
10. Kenali penyimpangan dari norma yang mungkin mengindikasikan keadaan darurat.
11. Ikut berpartisipasi melanjutkan pendidikan untuk mendapatkan ilmu terbaru di bidang yang sesuai dengan tanggap darurat.
12. Berpartisipasi secara aktf dalam perencanaan, latihan tanggap darurat, dan evaluasi latihan bencana.


Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana :
Kesiapsiagaan darurat dan pelayanan respon yang diberikan oleh perawat kesehatan masyarakat harus konsisten dengan ruang lingkup atau area dimana perawat sudah ahli di bidangnya. Misalnya, perawat kesehatan masyarakat memiliki keterampilan yang diperlukan untuk tempat penampungan dengan menyediakan rumah sementara untuk masyarakat umum dengan kebutuhan kesehatan dasar. Namun, tingkat ketajaman orang-orang yang tinggal di beberapa tempat penampungan memerlukan ketrampilan khusus perawat dalam memberikan tindakan keperawatan (misalnya pemberian cairan IV, perawatan tabung nasogastrik, terapi hiperimentimentasi, perawatan ostomy)
"


BAYU TRIANTORO

pada : 27 August 2017


"Bayu Triantoro
131611123075
B19/AJ2,
1. The Role of Nurses in Disaster Management in Asia Pacific ; introduction (https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-319-41309-9_1)
2. ICN Framework of Disaster Nursing Competencies (http://www.icn.ch/images/stories/documents/networks/DisasterPreparednessNetwork/Disaster_Nursing_Competencies_lite.pdf)

Jawaban:
Peran dan kompetensi dan tanggung perawat dalam manajemen bencana dikategorikan dalam empat bidang:
a. Kompetensi mitigasi / pencegahan;
b. Kompetensi kesiapsiagaan;
c. Kompetensi respon; dan
d. Kompetensi pemulihan / rehabilitasi.
Peran, Kompetensi dan tanggung jawab perawat dalam mitigasi / pencegahan meliputi :
1. Pengurangan Risiko dan Pencegahan Penyakit
a. Menggunakan data epidemiologis mengevaluasi risiko dan dampak bencana spesifik terhadap masyarakat dan populasi dan menentukan implikasinya terhadap keperawatan.
b. Berkolaborasi dengan profesional perawatan kesehatan lainnya, organisasi masyarakat, pemimpin pemerintah dan masyarakat untuk mengembangkan langkah-langkah pengurangan risiko untuk mengurangi kerentanan populasi.
c. Berpartisipasi dalam perencanaan untuk memenuhi kebutuhan perawatan kesehatan dalam bencana.
d. Mengidentifikasi tantangan terhadap sistem perawatan kesehatan dan bekerja sama dengan tim multidisiplin untuk mengurangi tantangan.
e. Mengidentifikasi populasi rentan dan mengkoordinasikan kegiatan untuk mengurangi risiko.
f. Memahami prinsip dan proses isolasi, karantina, penahanan dan dekontaminasi dan membantu dalam mengembangkan rencana pelaksanaan di masyarakat.
g. Berkolaborasi dengan organisasi dan pemerintah untuk membangun kapasitas masyarakat untuk mempersiapkan dan merespons bencana.
2. Promosi Kesehatan
a. Berpartisipasi dalam kegiatan edukasi masyarakat yang terkait dengan kesiagaan bencana.
b. Menilai masyarakat untuk menentukan masalah kesehatan yang ada sebelumnya, prevalensi penyakit, penyakit kronis dan kecacatan dan sumber daya perawatan kesehatan di masyarakat.
c. Bermitra dengan orang lain untuk menerapkan tindakan yang akan mengurangi risiko penularan penyakit dari orang ke orang, sanitasi dan penyakit bawaan makanan.
d. Berpartisipasi dalam perencanaan untuk memenuhi kebutuhan kesehatan masyarakat seperti program imunisasi dan pengobatan.
e. Bekerja dengan masyarakat untuk memperkuat kemampuan sistem perawatan kesehatan untuk merespons dan pulih dari bencana.
3. Pengembangan dan Perencanaan Kebijakan
a. Menunjukkan pemahaman tentang terminologi bencana yang relevan.
b. Menjelaskan tahapan-tahapan dalam rangkaian penanggulangan bencana: pencegahan / mitigasi, kesiapan, respon dan pemulihan / rehabilitasi.
c. Menjelaskan peran pemerintah dan organisasi dalam penanganan bencana dan respon.
d. Memahami rencana bencana masyarakat dan bagaimana kaitannya dengan rencana tanggapan nasional dan internasional.
e. Mengenali rencana bencana di tempat kerja dan peran seseorang di tempat kerja pada saat terjadi bencana.
f. Berpartisipasi dalam perencanaan dan pengembangan kebijakan bencana.
g. Berkontribusi pada pengembangan, evaluasi dan modifikasi rencana bencana masyarakat.
h. Memastikan bahwa kebutuhan populasi rentan termasuk dalam rencana bencana masyarakat (termasuk anak-anak, wanita, wanita hamil, individu penyandang cacat mental atau fisik, orang tua dan orang / orang rentan lainnya).
i. Menginterpretasikan peran perawat sehubungan dengan anggota tim lainnya.
j. Berpartisipasi secara politis dan legislatif dalam pengembangan kebijakan yang berkaitan dengan kesiapan dan respon bencana.
k. Menjelaskan peran kesehatan masyarakat dalam bencana dan bagaimana kaitannya dengan peran perawat.
"


Alfan Fachrul Rozi BAJ

pada : 27 August 2017


"alamat web artikel
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-76649123313&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=f00eca23b436bcf903c1ca6c59145dc0&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=10&citeCnt=9&searchTerm=
Tugas Keperawatan Bencana
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Mitigasi merupakan pencegahan terjadinya dampak bencana lebih parah. Upaya yang dikembangkan oleh perawat adalah:
a. Meningkatkan pengetahuan dan kompetensi keperawatan bencana baik dengan seminar, pelatihan dan melalui pedidikan dengan mengembangkan kurikulum keperawatan bencana pada instansi pendidikan serta mengaplikasikan secara praktis kepada masyarakat di daerah rawan bencana.
b. Optimalisasi peran bencana dalam kontek keperawatan bencana melalui kebijakan nasioanl dalam pencegahan, mitigasi, respon dan pemulihan.
c. Meningkatkan kemitraan dengan organisasi lain dan melakukan penelitian di bidang keperawatan bencana.
d. Menyebarkan informasi tentang upaya mitigasi kepada masyarakat melalui berbagai media termasuk media online.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dan perencanaan mitigasi bencana?
APEDNN (Asia Pacific Emergency Disaster Nursing Network) menunjukkan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan, peguatan kemitraan. APEDNN membekali perawat dan petugas kesehatan lainnnya untuk dapat berfungsi optimal dalam mengoordinasikan, memimpin, dan memajukan kesiagaan bencana, mitigasi dan respon resiko. Untuk itu, agar sejalan dengan APEDNN, peran dan tugas perawat dalam mitgasi adalah:
a. Perawat kompetensi keperawatan dalam konteks keperawatan bencana sehingga mampu memberikan asuhan keperawatan pada korban bencana dengan cepat dan efektif selama masa bencana dan pengurangan resiko.
b. Perawat sebagai penyuluh, melakukan penguatan komunikasi dan mekanisme koordinasi melalui jaringan dan kemitraan yang ada sebagai upaya pengembangan kapasitas bersama dalam penyebaran pengetahuan.
c. Perawat sebagai peneliti, melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan mitigasi bencana yang telah dilakukan dan senantiasa mengadakan penelitian di bidang keperawatan bencana guna merumuskan standar operasi mitigasi bencana sesuai dengan hasil penelitian terbaru.
d. Perawat sebagai care giver, dapat melakukan intervensi keperawatan yang berlandaskan etika dan tanggung jawab untuk menangai resiko baik actual maupun potensial terhadap masyarakat.
"


Muhammad Tarmizi

pada : 27 August 2017


"NAMA : MUHAMMAD TARMIZI
NIM : 131611123033
KELAS : AJ1/B19
JUDUL ARTIKEL :
What are the most common domains of the core competencies of disaster nursing? A scoping review.

ALAMAT WEB ARTIKEL :
http://www.internationalemergencynursing.com/article/S1755-599X(16)30163-X/abstract

PERTANYAAN :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?

Jawaban:
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Berdasarkan penyebab, bencana bisa karena alam seperti gunung meletus dan bisa juga karena ulah manusia, seperti perang.
Sebagai kelompok profesional terbesar dalam sektor kesehatan, perawat mempunyai peranan penting dalam semua tahap pengelolaan bencana, sehingga setiap kali ada bencana, pasti ada perawat yang dikerahkan untuk memberikan bantuan. Namun tidak semua jenis bencana dapat ditangani secara sempurna oleh perawat, sebagai contoh adalah penanganan pasien yang terpapar radiasi nuklir atau kimia serta perang yang menggunakan senjata biologis, perawat sering tidak dipersiapkan dengan baik dalam menghadapi hal tersebut.
Untuk itulah diperlukan peningkatan SDM perawat melalui pendidikan dan pelatihan, agar menambah pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang memadai dalam identifikasi risiko, pelaksanaan rencana respon dan persiapan semua jenis bencana sebelum terjadi. Selain itu, perawat juga harus diikutsertakan dalam penelitian-penelitian tentang berbagai macam bencana yang terjadi, sehingga upaya mitigasi oleh perawat dapat berkembang dan lebih maksimal.



2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?

Jawaban:
Perawat memiliki peranan penting dalam semua tahap manajemen bencana. Daily et al. (2010), berpendapat bahwa di lokasi bencana, perawat bisa bekerja sebagai koordinator, penyalur informasi, emosional dan psikologis, pendukung dan penyedia bantuan klinis dan pertolongan pertama; lebih lanjut, perawat dapat melakukan triase korban dan memprioritaskan pasien yang membutuhkan perawatan, tanggap dalam merespon bencana dan memberikan bantuan secara efektif kepada korban yang terkena dampak bencana.
The International Council of Nurses (ICN), kerangka kerja/batasan keperawatan bencana, diidentifikasi dalam 3 fase bencana sebagai kompetensi perawat:
a. Fase Sebelum Bencana
Berfokus untuk memastikannya perawat memiliki pengetahuan, keterampilan dan kemampuan yang memadai dalam identifikasi risiko, pelaksanaan rencana respon dan persiapan semua jenis bencana sebelum terjadi.
b. Fase Selama Bencana
Perawat harus memberikan perawatan pada fisik, psikologis dan perawatan secara holistic/menyeluruh untuk individu, keluarga dan masyarakat, terutama pada kelompok khusus seperti anak-anak dan orang tua.
c. Fase Pasca Bencana
Selama fase pasca bencana, dilakukan pemulihan dan rekonstruksi. Menurut ICN dan WHO (2009), perawat harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk merawat masyarakat yang terkena dampak, baik individu dan keluarga, tidak hanya dalam jangka pendek, tapi juga dalam jangka panjang.
"


Awalludin Suprihadi Putra

pada : 27 August 2017


"NIM : 131611123007
Kelas : AJ1,B19
JUDUL ARTIKEL : The Asia Pacific Emergency And Disaster Nursing Network: Promoting The Safety And Resilience Of Communities
ALAMAT WEBSITE ARTIKEL : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-76649123313&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=f00eca23b436bcf903c1ca6c59145dc0&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=10&citeCnt=9&searchTerm=

Pertanyaan :
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?

Jawaban :
menurut UU No.24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana telah disebutkan bahwa Mitigasi adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi
ancaman bencana. dan melalui organisasi APEDNN yang dibentuk pada bulan Oktober 2007 profesi keperawatan menyatukan misi nya guna memajukan jaringan profesi secara profesional dengan mempromosikan kemampuan profesi keperawatan untuk mengurangi dampak keadaan darurat dan bencana pada kesehatan masyarakat. oleh karena itu, melalui APEDNN inilah beberapa upaya mitigasi yang dapat dikembangkan oleh perawat antara lain :
1. Menetapkan sebuah sistem demi terjalinnya interaksi antar anggota dengan memperkuat kolaborasi dan mentoring
2. berkolaborasi dengan profesi lain dalam menetapkan agenda penelitian pada keperawatan darurat dan bencana.
3. mengembangkan dan saling membagikan keilmuan pada peralatan, material dan program-program pelatihan yang meliputi pendidikan, pelayanan dan penelitian pada keperawatan darurat dan bencana.
4. mengidentifikasi berbagai standar penerapan secara profesional dan mengembangkan dasar-dasar pedoman yang berbasis pada bukti ilmiah pada penerapan keperawatan darurat dan bencana.
5. Turut memberikan summbangsihnya pada organisasi (termasuk pada organisasi ICN, dengan WHO sebagai induk organisasi dari pemangku kepentingan) dengan menerapkan dan mengesahkan berbagai kompetensi pada keperawatan daruta dan bencana.
6. menerapkan berbagai mekanisme secara tepat dan efisien dengan saling berbagi informasi dan sumber daya lainnya secara berkelanjutan, termasuk pada saat krisis.
7. menyebarluaskan informasi pada seluruh lintas kerja dengan menginformasikan dan menyumbangsihkan pemikiran pada manajemen kbijakan dalam mengembangkan kedaruratan dan bencana serta alokasi sumber daya yang terkait.
8. Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi yang berbasis komputer dalam keadaan darurat dan bencana, kewaspadaan dan tanggap, dimana hal tersebut berbasis pada web APEDNN.

Pertanyaan
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?

Jawaban :
Berdasarkan dari artikel diatas;
-Peran perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana :
1.Sebagai Edukator/Pendidik, perawat harus mempunyai kemauan dan kemampuan mengembangkan dan saling membagikan keilmuan pada peralatan, material dan program-program pelatihan yang meliputi pendidikan, pelayanan dan penelitian pada keperawatan darurat dan bencana.
2. Sebagai Kolaborator, Perawat dengan keilmuannya dapat berkolaborasi dengan profesi lain dalam menetapkan agenda penelitian pada keperawatan darurat dan bencana.
3. Sebagai Koordinator, Perawat mampu mengarahkan dan merencanakan evakuasi korban bencana pada fasilitas kesehatan dan relokasi pasien sesuai kebutuhan.
4. Sebagai Advokator, Perawat mampu membantu klien dan keluarga dalam menginterpretasikan berbagai informasi dari pemberi pelayanan atau informasi lain khususnya dalam pengambilan persetujuan atas tindakan keperawatan yang diberikan kepada pasien, juga dapat berperan mempertahankan dan melindungi hak-hak pasien yang meliputi hak atas pelayanan sebaik-baiknya, hak atas informasi tentang penyakitnya, hak atas privasi.
5. Sebagai Peneliti, Perawat harus mampu memajukan usaha penelitian mandiri dan kolaboratif dan mengembangkan kapasitas bersama dan diseminasi pengetahuan

Tugas perawat dalam perencanaan mitigasi bencana :
1. Mengumpulkan dan mencatat Data
2. Menganalisis dan mengintrepetasi data
3. Mengembangkan rencana tindakan keperawatan
4. Menggunakan dan menerapkan konsep-konsep dan prinsip-prinsip ilmu perilaku, sosial budaya, ilmu biomedik dalam melaksanakan asuhan keperawatan dalam rangka memenuhi KDM.
5. Menentukan kriteria yang dapat diukur dalam menilai rencana keperawatan
6. Menilai tingkat pencapaian tujuan.
7. Mengidentifikasi perubahan-perubahan yang diperlukan
8. Mengevaluasi data permasalahan keperawatan darurat dan bencana.
9. Mencatat data dalam proses keperawatan
10. Mengidentifikasi masalah-masalah penelitian dalam bidang keperawatan
11. Membuat usulan rencana penelitian keperawatan
12. menerapkan hasil penelitian dalam praktek keperawatan.
13. Mengidentifikasi kebutuhan pendidikan kesehatan
14. Membuat rencana penyuluhan kesehatan
15. Melaksanakan dan Mengevaluasi penyuluhan kesehatan
16. Berperan serta dalam pelayanan kesehatan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat.
17. Menciptakan komunikasi yang efektis baik dengan tim keperawatan maupun tim kesehatan lain."


Sumariono Efendi

pada : 27 August 2017


"Nama : Sumariono Efendi
NIM : 131611123092
Kelas : AJ2/B19

Artikel : Preparing for disasters: education and management strategies explored
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84925081446&origin=reflist&sort=plf-f&src=s&st1=disaster+AND+mitigation&nlo=&nlr=&nls=&sid=c00885b51d1cfae9407d5c512cf0ada3&sot=b&sdt=sisr&sl=38&s=TITLE-ABS-KEY%28disaster+AND+mitigation%29&ref=%28nurse+AND+disaster+mitigation%29&recordRank=
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat dengan meningkatkan pendidikan kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan bencana. Perawat menambah pengetahuan dan terus meningkatkan keterampilan dalam menghadapi berbagai kondisi korban dilapangan. Selain itu, perawat bisa bekerjasama dengan baik antar sesama tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan perawatan korban sehingga dapat meminimalkan jumlah korban meninggal. Pertugas kesehatan dibutuhkan di seluruh masyarakat untuk mencegah, melindungi, mengurangi, merespons dan pulih dari ancaman dan bahaya yang menimbulkan risiko terbesar. Keperawatan bencana memiliki peran berdasarkan prinsip keperawatan komunitas yakni melaksanakan pengembangan dan perlindungan kepada kesehatan populasi menggunakan ilmu dalam keperawatan, sosial dan kesehatan masyarakat. International Council of Nurses (ICN) mengembangkan kompetensi keperawatan bencana untuk membantu mengklarifikasi peran dan membantu dalam pengembangan edukasi bencana yaitu Mitigasi dan pencegahan, kesiapsiagan, respon, dan recovery/rehabilitasi
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
- mitigasi kompetensi
pengurangan, pencegahan penyakit dan promosi kesehatan: perawat berkolaborasi dengan profesional perawatan kesehatan lain, organisasi masyarakat, dan pemerintah lain, pemimpin masyarakat untuk mempersiapkan untuk skala besar bencana simulasi. Kompetensi yang dibutuhkan bagi bencana pendidikan Keperawatan termasuk perlu "praktek bersama-sama dengan lain perawatan kesehatan anggota sambil menyediakan perawatan holistik untuk klien dari latar belakang budaya yang berbeda tim
-Pengembangan kebijakan dan perencanaan:
Program pendidikan dan Kesiapsiagaan:
Mahasiswa dipersiapkan rencana penanggulangan bencana untuk skenario ditugaskan di Fi rst sesi. Pasien dalam skenario mewakili populasi rentan dengan beberapa kebutuhan medis. Siswa bekerja dalam kelompok untuk membuat rencana penanggulangan bencana berdasarkan negara dan nasional kesiapsiagaan pribadi rec-ommendations, mahasiswa dinyatakan pemahaman yang lebih besar dari kebutuhan untuk persiapan bencana dan kebutuhan medis khusus penduduk yang rentan
"


Maria Wahyu M.P.

pada : 27 August 2017


"Nama : Maria Wahyu M.P.
NIM : 131611123027
Kelas : AJ-1
Judul Artikel : Preparing for Disasters: Education and Management Strategies Explored
Alamat web artikel : http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1471595314001152

1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Pengembangan upaya mitigasi bencana dapat dimulai dari tingkat pendidikan keperawatan, tujuannya adalah untuk meningkatkan pendidikan kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan bencana. Fakultas dan mahasiswa bekerja sama dengan tenaga kesehatan profesional, organisasi di komunitas, dan pemerintah untuk menyiapkan sebuah simulasi bencana skala besar. Kompetensi yang dibutuhkan untuk pendidikan keperawatan bencana diantaranya adalah kebutuhan untuk berlatih secara kolaboratif dengan anggota tim perawatan kesehatan lain saat memberikan perawatan holistik untuk klien dari latar belakang budaya yang beragam.
Pemerintah setempat berkolaborasi dengan universitas dan fakultas untuk perencanaan respon lokal/regional terhadap bencana. Universitas akan menjadi tempat pemenuhan kebutuhan medis dan perlindungan untuk evakuasi potensial. Untuk mendukung usaha ini, fakultas menyediakan modul pelatihan “Just in Time”. Program pelatihan berbasis online ini menyediakan pengetahuan untuk mahasiswa, pemberi layanan kesehatan dan sukarelawan tentang pemenuhan kebutuhan medis dan perlindungan pada korban bencana.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
a) Penurunan risiko bencana
b) Pencegahan penyakit
c) Promosi kesehatan
d) Prinsip dan proses isolasi, karantina, penahanan dan dekontaminasi.
"


RINA AFRIANI

pada : 27 August 2017


"Nama : RINA AFRIANI
Nim : 131611123038
Kelas : AJ 1/B19

Judul Artikel : What are the most common domains of the core competencies of
disaster nursing? A scoping review-
http://www.internationalemergencynursing.com/article/S1755-599X(16)30163-X/abstract



Jawaban :

1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?

Perawat memainkan peran penting dalam semua tahapan pengelolaan bencana. Mitigasi didefinisikan sebagai : “Upaya yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana baik bencana alam, bencana ulah manusia maupun gabungan dari keduanya dalam suatu negara atau masyarakat.” Untuk mengembangkan upaya mitigasi bencana perawat di tuntut untuk terus mengikuti perkembangan zaman dan perubahan-perubahan bentuk bencana. Untuk itu perawat bencana wajib memiliki pendidikan,kompetensi khusus mengenai bencana, pelatihan bencana dan latihan langsung terjun dalam pengelolaan bencana. Perawat harus mengerti bagaimana membuat perencanaan pengelolaan bencana,ikut dalam penelitian-penelitian mengenai bencana dan terus menambah pengetahuan dan keterampilan mengenai bencana. Domain yang tak kalah penting adalah perawat harus tau dan mampu dalam menggunakan alat-alat dalam penanggulangan proses bencana,memahami peranan staf komando,memahami cara penggunaan arus komunikasi dalam sistem,terbiasa mengidentifikasi dekontaminasi dan dekontaminasi prosedur yaitu menghilangkan kontaminasi zat termasuk Zat kimia,biologi,radiologi atau nuklir serta memahami dan terbiasa membuat perencanaan pengelolaan bencana. Pengetahuan-pengetahuan dan keterampilan ini secara tidak langsung akan mengasah kemampuan perawat dalam perencanaan mitigasi bencana,sehingga kejadian tidak di harapkan dapat di tanggulangi dengan baik dan respon dalam mitigasi bencana menjadi lebih cepat dan efisien.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?

Perawat memegang peranan penting dalam tahap pengelolaan mitigasi bencana,untuk mencegah munculnya bencana baru dan menanggulangi semua dampak dari bencana yang terjadi. Perawat bisa memberikan perawatan holistik untuk korban dan keluarga mereka. Di lokasi bencana perawat dapat bekerja sebagai koordinator,penyalur informasi,pendukung dan penyedia bantuan klinis emosional dan psikologis, serta pertolongan pertama. Mampu melakukan triase pada korban bencana dan memprioritaskan kebutuhan perawatan untuk pasien. Perawat harus percaya diri dan siap dalam menanggapi bencana dan memberi bantuan secara efektif.
Dalam perencanaan program mitigasi bencana perawat harus memiliki perencanaan bencana,pengetahuan mengenai bencana dan keterampilan yang kompeten dalam menghadapi bencana. Kompetensi terkait yaitu perencanaan termasuk mengetahui lokasi resiko bencana dan mempunyai kemampuan untuk aktivasi perencanaan tersebut. Untuk kesempurnaan respon,perawat harus mengerti tujuan dan isi perencanaan dalam menghadapi bencana. Misalnya ,untuk memberikan tindakan yang efektif selama kejadian bencana,perawat harus tau bagaimana merespon,mengkomunikasikan dan merumuskan rencana baru jika situasi tiba-tiba berubah dari perencanaan. Dalam hal ini perawat di tuntut untuk kritis dan cepat tanggap. Agar perawat mampu memurai rencana pengendalian bencana,perawat harus berpartisipasi dalam pembuatan perencanaan. Pelaksanaan yang tepat dari sebuah perencanaan tanggap bencana,memerlukan evaluasi,pendidikan,pelatihan dan latihan yang terus menerus.


"


Nur Sayyid Jr

pada : 27 August 2017


"Nama : Nur Sayyid Jr
Nim : 131611123024
Kelas : B19 Aj 1
Judul Artikel : Preparing for disasters: Education and management strategies explored
Alamat Website Artikel : http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1471595314001152

1. Bagaimana upaya mitigasi dapat dikembangkan? Mahasiswa keperawatan dan fakultas berkolaborasi dengan profesional perawatan kesehatan lainnya, organisasi masyarakat, pemerintah, dan tokoh masyarakat untuk mempersiapkan simulasi bencana berskala besar. Dengan simulasi kolaborasi pastinya di semua lini baik perawat, organisasi masyarakat, pemerintah tokoh masyarakat dan tenaga kesehatan lainnya sudah mempunyai kompentensi dan gambaran yang matang ketika sewaktu-waktu terjadi bencana. Kompetensi yang dibutuhkan untuk pendidikan keperawatan bencana termasuk kebutuhan untuk praktek kolaboratif dengan anggota tim perawatan dan kesehatan lain saat memberikan perawatan holistik untuk klien dari latar belakang budaya yang beragam.

Pengembangan dan perencanaan kebijakan
Berdasarkan pengalaman sebelumnya, kebutuhan daerah bencana telah diidentifikasi. Lokal, regional, dan wakil-wakil pemerintah negara berkolaborasi dengan administrasi Universitas dan Fakultas untuk merencanakan daerah rawan bencana. Salah satu hasil identifikasi termasuk menunjuk Universitas sebagai medis resmi kebutuhan penampungan pengungsi potensial. Untuk mendukung upaya ini, Fakultas dikembangkan modul pelatihan "In Time". Program pelatihan online ini menyediakan pendidikan bagi siswa, penyedia layanan kesehatan, dan sukarelawan yang bersedia menyiapkan kebutuhan medis di penampungan.
Komunikasi dan berbagi informasi:
Untuk memudahkan koordinasi pemimpin lapangan di daerah bencana dan peran perawat, komandan insiden dari wilayah tersebut mendemonstrasikan proses komunikasi selama kuliah. Siswa diikutsertakan melalui role-playing. Ini adalah strategi yang efektif karena siswa memperoleh penghargaan untuk kesulitan dan pentingnya dari komunikasi.
Kompetensi respon Peduli masyarakat:
Siswa (perawat) berpartisipasi dalam pameran kesehatan ganda di universitas dan di masyarakat dan membagikan informasi kesiapsiagaan bencana. Siswa membagi-bagikan barang-barang yang diberikan oleh departemen kesehatan masyarakat untuk membantu peserta dipersiapkan secara pribadi untuk menghadapi keadaan darurat dan bencana.
Perawatan individu dan keluarga:
Fakultas keperawatan disiapkan skenario dari identifikasi data pasien medis rentan yang mewakili yang sering muncul masalah kesehatan pengungsi untuk digunakan siswa selama simulasi bencana. Prosedur aktivasi tempat tinggal dan strategi penilaian triase untuk kedatangan pengungsi diajarkan selama perkuliahan dan dilaksanakan selama simulasi berlangsung.
Perawatan psikologis
Para siswa dipersiapkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan fisik namun mereka untuk memenuhi tuntutan merawat pengungsi dengan masalah kesehatan mental. Mereka dengan cepat menyadari kebutuhan akan dukungan kesehatan mental selama peristiwa-peristiwa yang penuh tekanan.
Kompetensi pemulihan / rehabilitasi
Pemulihan individu, keluarga dan masyarakat jangka panjang:
Selain itu, siswa perawat melakukan inventarisasi persediaan tempat penampungan dan tumpukan persediaan darurat masyarakat untuk departemen kesehatan masyarakat daerah. Upaya ini memberikan kontribusi terhadap kesiapan dan upaya pemulihan jangka panjang di Indonesia.
2. Ada di semua faktor mulai dari :
a. Pengembangan dan perencanaan kebijakan
b. Komunikasi dan berbagi informasi
c. Respon peduli masyarakat
d. Perawatan individu dan masyarakat
e. Perawatan psikologis
"


DWI HARTINIAJ B

pada : 27 August 2017


"NAMA : DWI HARTINI
NIM : 131611123021
KELAS : AJ 1 B19
JUDUL ARTIKEL : PERINATAL CONSIDERATIONS IN THE HOSPITAL DISASTER MANAGEMENT PROCESS
ALAMAT WEBSITE : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-77955169467&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=9dafc7ae6a512bac4f7d8d58433f9668&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=9&citeCnt=2&searchTerm=
JAWABAN :
1. Bagaimana upaya mitigasi dapat dikembangkan oleh perawat ?
Mitigasi merupakan tahap awal penanggulangan bencana alam untuk mengurangi dan memperkecil dampak dari bencana itu,kegiatan sebelum bencana terjadi. Selain itu mitigasi merupakan serangkaian upaya untuk menurunkan resiko bencana baik melalui pembangunan fisik maupun pengadaan dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana (UU No. 24/2007).
Contoh kegiatan mitigasi antara lain : membuat peta wilayah rawan bencana, pembuatan bangunan tahan gempa, penanaman pohon bakau, penghijauan hutan serta memberikan penyuluhan dan meningkatkan kesadaran masyarakat yang tinggal di wilayah gempa.
Proses manajemen bencana meliputi 4 fase dasar yang digunakan untuk menangani semua aspek yang terkait dengan bencana. 4 fase tersebut , meliputi: mitigasi, persiapan,, respon dan pemulihan (TJC,2005). Proses penanggulangan bencana digunakan oleh RS dalam pengembangan dan pemeliharaan keadaan kesiapsiagaan, dimana setiap tahap prosesnya diasosiasikan dengan kegiatan khusus sepanjang bencana. Proses penanggulangan bencana dapat menciptakan tantangan yang kompleks, tindakan setiap fase dibutuhkan untuk meminimalkan atau mengurangi bencana(WHO & ICN, 2009). Tahap mitigasi mencakup tindakan yang diambil untuk mengurangi bahaya dari bencana dengan mencoba untuk menbatasi dampaknya terhadap kesehatan manusia, masyarakat dan infrastruktur ekonomi (Veevema,2007, hal.6). Mitigasi berfokus pada dampak jangka panjang yang berguna untuk mengurangi kerusakan structural serta penyediaan tempat atau bangunan yang aman dan jauh dari lokasi bencana yang dapat digunakan sebagai pengungsian, menyimpan cadangan makanan sebagai persediaan selama bencana terjadi. Selain mitigasi diarahkan pada kondisi nonstructural seperti adanya asuransi kecelakaan, bencana yang bisa dipakai korban saat bencana terjadi. Tahap kesiapsiagaan persiapan perecanaan terhadap cara merespon kejadian bencana. Perencanaan dibuat berdasarkan bencana yang pernah terjadi dan bencana lain yang mungkin akan terjadi, tujuannya adalah untuk meminimalkan korban jiwa dan kerusakan sarana-sarana pelayanan umum yang meliputi upaya mengurangi tingkat resiko, pengelolaan sumber daya masyarakat, serta pelatihan warga di sekitar wilayah rawan bencana. Respon merupakan upaya meminimalkan bahaya yang diakibatkan bencana, tahap ini berlangsung sesaat setelah bencana. Rencana penanggulangan bencana dilaksanakan dengan focus pada upaya pertolongan korban bencana dan antisipasi kerusakan yang terjadi akibat bencana. Pemulihan merupakan upaya mengembalikan kondisi masyarakat seperti semula, pada tahap ini, focus diarahkan pada penyediaan tempat tinggal sementara bagi korban serta membangun kembali sarana dan prasarana yang rusak. Selain itu dilakukan evakuasi terhadap langkap penanggulangan bencana yang dilakukan. Tujuan utama dari penanganan dampak bencana yaitu untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar dan parah.
Sebagai perawat/petugas, upaya mitigasi yang di dapat dari uraian diatas adalah pada bidang structural, dengan cara menyediakan tempat yang layak dan aman bagi korban bencana baik dekat maupun jauh dari lokasi bencana. Tersedianya dapur umum, MCK yang memadai juga menjadi salah satu tempat yang harus dipertimbangkan saat bencana terjadi sehingga mampu memberikan tempat perlindungan dan tempat yang bisa memberikan kenyamanan dalam pemenuhan kebutuhan dasar korban bencana. Bidang nonstructural, perawat diharapkan mampu berperan sebagai konselor atau advokat, dimana biasanya korban bencana selain menderita sakit fisik, juga menderita psikisnya. Korban bencana sering mengalami depresi dan stress akibat bencana yang terjadi, sehingga perwata diharapkan mampu menggali perasaan sedih, stress dan depresi dari para korban dan mampu memberikan bantuan secara psikisnya, agar korban mau mengungkapkan persaan yang dirasakan terhadap bencana sehinggan mampu mengurangi beban pikiran/psikis korban bencana. Diharapkan tidak hanya fisiknya yang sembuh melainkan juga psikisnya tidak terganggu akibat kejadian bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanan program mitigasi bencana ?
Bencana berdampak pada manusia dan lingkungan, baik jangka pendek maupun jangka panjang. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang berkompeten di bidangnya mempunyai tugas dan peran yang menjadi tanggung jawabnya selama proses perencanaan mitigasi. Salah satunya peran perawat di bidang perawatan perinatal di RS, saat bencana terjadi peran dan tugas perawat dalam upaya mitigasi yaitu mengidentifikasi lokasi yang aman buat ibu hamil dan janin dalam kandungannya. Misalnya tempat yang jauh dari jendela, berada di lantai dasar, sehingga saat terjadi bencana diharapkan proses evakuasi menjadi lebih mudah. Peran dan tugas perawat dibutuhkan untuk merencanakan program mitigasi perinatal, perawat juga berperan dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar korban bencana dengan cara memperhatikan instalasi listrik Rs yang kemungkinan terjadi pemutusan listrik akibat bencana/badai atau kondisi lainnya. Saat terjadi pemadaman listrik, bisa berakibat pada penggunaan alat-alat kesehatan di ruang NICU ataupun ICU. Letak jendela dengan korban bencana juga diperhatikan jangan sampai terjadi bencana, pecahan kaca atau material lain mengenai klien. Sumber air juga diperhatikan, karena ini merupakan kebutuhan utama mahluk hidup, peran perawat sebagai konselor saat proses mitigasi terkait kasus perinatal , perawat perlu memperhatikan masalah psikologis ibu hamil yang bisa berdampak pada janin yang dikandungnya. Peran dan tugas perawat dilakukan secara kontinyu atau berkesinambungan dengan tim kesehatan lain sesuai kompeten masing-masing. Upaya mitigasi yang baik dan terencana dengan baik bisa memberikan efek yang positif baik terhadap korban bencana atau lingkungan sekitar bencana.


"


ERWIN PURWANTO

pada : 27 August 2017


"NAMA : ERWIN PURWANTO
NIM : 131611123026
KELAS : AJ 1/ B 19
JUDUL ARTIKEL :
1. Preparing for disasters: Education and management strategies explored
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1471595314001152
2. Research progress in disaster nursing competency framework of nurses in China
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2095771816300913
PERTANYAAN :
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawaban :
Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat yaitu dengan pengurangan resiko terhadap bencana, pencegahan terjadinya penyakit, dan promosi kesehatan. Upaya ini dapat dikembangkan dengan bekerja sama dan melibatkan lintas sectoral seperti tim kesehatan lain, organisasi masyrakat, dan pemerintah. Pengembangan upaya mitigasi juga bisa dilakukan perawat dengan berupaya mengembangkan kebijakan dan perencanaan yang telah ada sebelumnya, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan menghadapi bencana dengan melakukan pelatihan dan simulasi yang rutin dan juga memiliki pedoman yang jelas dalam penanganan korban pada saat terjaidnya bencana.

2. Peran dan Tugas manakah yang menjadi tugas dan tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Jawaban :
Peran dan tugas perawat dalam perancanaan mitigasi bencana yaitu :
1. Memenuhi kebutuhan kesehatan individu dan keluarga, perawatan psikologis, perawatan populasi yang rentang, pemulihan (rehabilitasi) baik individual, keluarga, dan juga masyarakat.
2. Selain itu perawat juga harus terampil dalam kegiatan pengawasan, manajemen dan koordinasi dengan lintas sectoral, transfer informasi, penanganan resiko,
3. Merancang organisasi dan terlibat dalam tim perumusan tindakan yang akan dilakukan jika terjadi bencana
4. Menambah pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan kesiapsiagaan dalam mengahadapi bencana untuk memberikan perawatan yang optimal bagi individu korban bencana sehingga dapat memaksimalkan jumlah nyawa yang diselamatkan. "


Arum Rakhmawati

pada : 27 August 2017


"Nama mahasiswa : Arum Rakhmawati
Nim : 131611123065
Kelas : AJ2/B19
Judul artikel : Emergency Preparedness School Nurses Leading the Way
Alamat website artikel :
1. Emergency Preparedness School Nurses Leading the Way
(http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1942602X12466431)
2. Bangkok Principles for the implementation of the health aspects of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030
(http://www.who.int/hac/events/2016/Bangkok_Principles.pdf)

Jawaban
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Mitigasi bencana merupakan kegiatan yang sangat penting dalam penanggulangan bencana, karena kegiatan ini dilakukan dengan maksud untuk mengantisipasi agar dampak yang ditimbulkan dapat dikurangi. Berdasarkan topik artikel yang dipilih mitigasi bencana dalam sekolah perawat adalah tindakan yang mengurangi atau menghilangkan risiko jangka panjang orang dan properti dari bencana seperti menangani keamanan dan integritas bangunan sekolah, keamanan, dan budaya dan iklim sekolah" (Department of Health and Human Services, 2011). Perawat tetap dilatih untuk tetap menjalankan proses keperawatan yang meliputi asessment, diagnosis, outcome/perencanaan, implementasi, dan evaluasi.
Pendidikan dan pelatihan memungkinkan sekolah perawat kesempatan unik untuk mendukung keamanan gedung mereka, mahasiswa, staf dan pengunjung. Berpartisipasi dalam penciptaan atau mendesain ulang sebuah sekolah darurat rencana adalah salah satu cara untuk meningkatkan peran sekolah perawat. Sekolah harus memiliki rencana yang memadai bagi siswa dan wali di tempat untuk mempersiapkan diri untuk keadaan darurat
Jika telah bersertifikat siswa perawat dapat mengajarkan pertolongan pertama dan CPR kelas, mengumpulkan persediaan obat untuk kejadian darurat, mempersiapkan "go kit" dan memperkuat kebutuhan khusus dengan personel bangunan lain. Kemampuan siswa perawatan dalam pengaplikasian tradisional dan kreatif dalam pendidikan dan pengalaman klinis, dapat membuat kesiapsiagaan hasil-hasil dan perencanaan perencanaan darurat.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Peran perawat dalam pencegahan dan mitigasi di lingkup sekolah adalah perencanaan darurat. Sekolah perawat mempunyai peran penting dalam mengembangkan, memperbarui, dan menyempurnakan rencana darurat sekolah menggunakan pelatihan NIMS dan IC selain pendidikan keperawatan. Dengan tim perencanaan, sekolah perawat dapat mengevaluasi bahaya dan kemungkinan terjadinya, proyek dampak peristiwa, menilai sumber daya dan menawarkan wawasan berharga kebutuhan-kebutuhan khusus para pelajar dan staf. Sebagai pendidik dan pemimpin, sekolah perawat dapat membantu membuat buy-in antara staf untuk rencana diperbarui.
"


Lilik Umaroh

pada : 27 August 2017


"Lilik Umaroh
131611123028
B19/AJ 1
Link artikel dipilih : Preparing for disasters: Education and management strategies explored
Alamat website artikel:
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1471595314001152
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Pengembangan upaya mitigasi dapat dimulai sejak dalam masa pendidikan keperawatan seperti mengajarkan keterampilan saat menghadapi bencana, selain itu juga dalam pendidikan tersebut mahasiswa sudah dilatih dalam simulasi bencana dengan adanya simulasi bencana maka diharapkan mahasiswa untuk cepat berpikir dan memperoleh keterampilan. Dalam suatu pendidikan harus ada kurikulum tentang penanggulangan bencana sehingga mahasiswa perawat terlatih saat menghadapi bencana. selain itu juga perawat harus terus tetap meningkatkan kompetensi keperawatan bencana sehingga diharapkan selalu kesiapsiagaan terhadap bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan mitigasi bencana?
Perawat berkolaborasi dengan tim kesehatan profesional lainnya, organisasi masyarakat, pemerintah, organisasi lingkungan dan lembaga lembaga kemasyarakatan, tokoh masyarakat untuk mempersiapkan simulasi bencana skala besar untuk menghadapi ancaman bencana. selain itu perawat juga dapat memberikan penyuluhan tentang tempat tempat yang akan digunakan sebagai alternative penampungan dan juga posko posko bencana. Perawat bisa memberikan penyuluhan tentang cara pertolongan pertama pada diri sendiri maupun kepada keluarga jika ada bencana datang. Kompetensi yang dibutuhkan untuk pendidikan keperawatan bencana termasuk kebutuhan untuk berlatih secara kolaboratif dengan anggota tim perawatan kesehatan lain saat memberikan perawatan holistik untuk klien dari latar belakang budaya yang beragam. keperawatan adalah kelompok terbesar dari penyedia layanan kesehatan dan dengan demikian semua perawat harus menunjukkan kompetensi dalam satu set keterampilan keperawatan bencana dasar. Selain itu, banyak dari keterampilan keperawatan yang diperlukan dalam penyediaan asuhan keperawatan bencana dasar untuk semua perawat.
"


Robeta Lintang Dwiwardani

pada : 27 August 2017


"Nama : ROBETA LINTANG DWIWARDANI
NIM : 131611123044
Kelas : AJ1/B19
Judul :
Assessing Disaster Preparadness and Mental Health of Community Members in Aceh, Indonesia: a Community-based, Descriptive Household Survey of a National Program
Alamat web :
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2s2.085010369379&origin=resultslist&sort=plff&src=s&st1=Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+communitybased%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program&st2=&sid=83104f13a892ef8f9eca043bb9c63080&sot=b&sdt=b&sl=75&s=TITLEABSKEY%28Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+communitybased%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=

JAWABAN:
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat salah satunya melalui program perawat kesehatan mental masyarakat (CMHNP) yaitu pengelolaan kesehatan mental dan masalah psikososial di masyarakat yang terkena dampak bencana. Upaya yang dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang bencana dan kesiapsiagaan bencana seperti mengadakan pelatihan bencana dan latihan kesiapsiagaan bencana pada masyarakat yang terkena dampak bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
• Perawat bersama dokter dan tenaga kesehatan masyarakat memberikan pelatihan kesehatan mental dengan menyediakan layanan outreach ponsel di daerah pedesaan yang meliputi perawatan, pendidikan bencana, dan dukungan pada masyarakat yang terkena dampak bencana.
• Menyediakan layanan psikososial dan kesehatan mental bagi masyarakat yang terkena dampak bencana
• Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kesehatan mental masyarakat menghadapi bencana
• Meningkatkan kesadaran risiko bencana potensial
• Mendorong anggota masyarakat untuk mempersiapkan potensi bencana dan meningkatkan kesehatan mental yang baik antara masyarakat di daerah-daerah yang terkena dampak bencana.
• Mempromosikan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana dan sistem Early Warning secara aktif
• Melalui CMHNP melakukan kegiatan promosi kesehatan mental
• Meningkatkan serta memahami mekanisme koping budaya, hal ini tidak kalah penting karena dengan kita memahami koping budaya daerah tersebut,maka akan membantu mengatasi/mengurangi rasa sakit masyarakat yang terkena dampak bencana.
"


Amalia Azmi

pada : 27 August 2017


"Nama : Amalia Azmi
NIM : 131611123067
Kelas : AJ2/B19
Judul Artikel : Assessing Disaster Preparedness and Mental Health of Community Members in Aceh, Indonesia: a Community-based, Descriptive Household Survey of a National Program.
Alamat Website Artikel : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85010369379&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+community-based%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program&st2=&sid=83104f13a892ef8f9eca043bb9c63080&sot=b&sdt=b&sl=175&s=TITLE-ABS-KEY%28Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+community-based%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=


Jawaban :

1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat ?
Upaya mitigasi yang dapat dikembangkan oleh perawat antara lain yaitu dengan perawat lebih cepat tanggap, dapat bekerja dengan tenaga dan fasilitas yang minimal, dan perawat bekerja sesuai dengan undang-undang dan peraturan tentang bencana. Selain itu perawat harus dapat menentukan triase dengan cepat dan tepat, mengedukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana, perawatan trauma, komunikasi yang efektif, pengedalian infeksi, pemulihan jangka panjang, mengurangi risiko yang memperburuk keadaan pasien , promosi kesehatan, dan pengembangan kebijakan.


2.Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam mitigasi bencana ?
Tanggung jawab perawat dalam mitigasi bencana adalah perawat mampu kreatif dan inovatif dalam pemberian intervensi yang efektif dengan ketersediaan alat kesehatan dan sumber daya yang minimal saat terjadi bencana. Selain itu tanggung jawab perawat adalah perawat mampu menjamin kesembuhan korban bencana secara holistic yaitu dari aspek bio psiko sosio spiritual. Perawat juga dituntut dapat berpikir kritis dalam pemberian pelayanan. Tindakan seperti promosi kesehatan jug a perlu dilakukan untuk mengedukasi warga setempat serta untuk penurunan risiko terjadinya bencana.
"


Anggar Dwi Untari

pada : 28 August 2017


"Nama: Anggar Dwi Untari
Nim: 131611123004
Kelas : Aj1 – B19
Judul Artikel : The Asia Pacific Emergency And Disaster Nursing Network: Promoting The Safety And Resilience Of Communities
Alamat Website Artikel: https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-76649123313&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=f00eca23b436bcf903c1ca6c59145dc0&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=10&citeCnt=9&searchTerm=
JAWABAN:
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Berdasarkan artikel The Asia Pacific Emergency And Disaster Nursing Network: Promoting The Safety And Resilience Of Communities, upaya mitigasi yang telah dan dapat dikembangkan oleh perawat yaitu perawat dapat melakukan penguatan kemitraan, sumber daya, data dan bukti membekali perawat agar perawat secara optimal dapat mengkoordinasikan, memimpin, dan memajukan kesiagaan bencana, mitigasi dan respons bencana di komunitas. Upaya selanjutnya yaitu mengembangkan berbagai alat dan bahan serta program pelatihan pemberian asuhan keperawatan dalam keadaan darurat dan bencana, mengagendakan berbagai pertemuan ilmiah tentang keperawatan darurat dan bencana, serta berkolaborasi dengan berbagai organisasi terkait seperti International Council of Nursing (ICN) dan World Health Organization (WHO) untuk mengimplementasikan dan memvalidasi kompetensi keperawatan darurat dan bencana. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan informasi terbaru tentang bencana dan keadaan darurat, termasuk penyebaran alat, materi dan kursus yang relevan, untuk memperbaiki pendidikan, penelitian dan praktik terhadap kondisi bencana, meningkatkan interaksi, kualitas kerja dan produktivitas di antara anggota dan mitra APEDNN, mengembangkan jejaring interdisipliner yang melibatkan berbagai organisasi dengan fokus pada kesiapsiagaan dan tanggapan darurat dan bencana, untuk memperkuat kapasitas dalam menghadapi ancaman bencana dan keadaan darurat serta mengurangi konsekuensi dari kejadian tersebut.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan mitigasi bencana?
Beberapa peran dan tugas perawat dalam mitigasi bencana sesuai jurnal diatas antara lain 1) peran koordinator, dimana perawat melakukan kolaborasi dan koordinasi antara sesama anggota APEDNN dan mitra lainnya termasuk dengan International Council of Nursing (ICN), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemimpin stakeholder atau pemangku kepentingan atau pengambil kebijakan; 2) peran pendidik, dimana perawat melakukan penyebaran informasi terbaru tentang bencana dan keadaan darurat, termasuk penyebaran alat, materi dan kursus yang relevan, untuk memperbaiki pendidikan, penelitian dan praktik terhadap kondisi bencana; 3) peran pelaksana, perawat mengembangkan jejaring berbasis web untuk mempermudah serta memperkuat komunikasi dan koordinasi; 4) peran peneliti., perawat bersama dengan tim lainnya menetapkan agenda penelitian dan melakukan penelitian untuk mengidentifikasi standar praktik terbaik dan mengembangkannya melalui pedoman berbasis bukti untuk praktik keperawatan darurat dan bencana.
"


dwiko n gunawan

pada : 28 August 2017


"Dwiko N. Gunawan
131611123085/AJ2B19
Artikel:
1. Bangkok Principles for the implementation of the health aspects of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030
http://www.who.int/hac/events/2016/Bangkok_Principles.pdf
2. Mitigation, resilience, and nursing
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84897861078&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing&st2=&sid=8fedb18114b911e1527f8c1c8120e0a9&sot=b&sdt=b&sl=50&s=TITLE-ABS-KEY%28mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=

1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Manajemen Bencana merupakan upaya tim (FEMA, 2005). Sehingga kerja sam multi sektoral wajib adanya. Dalam tim ini, keperawatan merupakan bagian dari dukungan/respon medis. Selain itu perawat dapat membantu mengembangkan upaya mitigasi dengan tiga peran yang luas:
a. Menggunakan pengetahuan kesehatannya untuk mengidentifikasi dan melaporkan resiko yang berpotensi
Dengan semua pengetahuan kesehatan yang telah perawat pelajari, upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan. Misalkan perawat komunitas memiliki data tentang penyakit menular akibat vector, maka perawat dapat memberikan masukan untuk melakukan pencegahan-pencegahan seperti tempat perekembangbiakan nyamuk, memasang jaring anti nyamuk dll. Selain itu identifikasi struktur baik struktur fisik maupun struktur no fisik dapat memberikan informasi untuk pengembangan mitigasi bencana. Seperti pengetahuan struktur gedung pada daerah rawan bencana, kesediaan dan lokasi fire hydrant, kurangnya area keselematan jalan raya pada daerah sekolah dan sebagainya. Perawat dapat memberikan laporan pada tim manajemen bencana untuk ditindak lanjut agar resiko bencana dapat dikurangi bahkan dihilangkan.
b. Bekerja pada komunitas/organisasi manajemen bencana
Pemerintah dan organisai-organisasi bencana dapat menyediakan sumber daya yang sangat membantu untuk pengembangan suatu mitigasi bencana. Oleh Karena itu bergabung dalam suatu organisasi bencana sangat membantu untuk upaya pengembangan mitigasi suatu bencana
c. Keterlibatan khusus dalam mengidentifikasi dan dalam dukungan perencanaan pada populasi yang rentan
Populasi rentan merupakan salah satu resiko untuk terjadi bencana. Sehingga identifikasi kelompok ini mutlak dilakukan sehingga meminimalkan resiko terjadinya bencana. Anak-anak, ibu hamil dan menyusui, dan lansia merupakan salah satu kelompok resiko ini.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam
perencanaan program mitigasi bencana?
a. Identifikasi resiko bencana yang dapat terjadi (masalah kesehatan pada wilayah dan waktu tertentu berhubungan dengan penyakit penyakit musiman, penyakit endemis, struktur wilayah, kesediaan pemadam kebakaran, system evakuasi medis, daerah rawan banjir, dll)
b. Melakukan Pendidikan Kesehatan ( tentang pencegahan penyakit dan apa yang harus dilakukan jika sakit) dan menyebarkan informasi dapat melalui poster, pamflet, ceramah langsung dll.
"


Hary Budiarto

pada : 28 August 2017


"NAMA : Hary Budiarto
NIM : 131611123025
KELAS : AJ 1/ B 19
JUDUL ARTIKEL :
1. Preparing for disasters: Education and management strategies explored
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1471595314001152
2. Research progress in disaster nursing competency framework of nurses in China
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S2095771816300913
PERTANYAAN :
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawaban :
Upaya mitigasi bencana yang dikembangkan oleh perawat yaitu dengan cara pengurangan resiko terhadap bencana, pencegahan terjadinya penyakit, dan promosi kesehatan. Upaya ini dapat dikembangkan dengan bekerja sama dan melibatkan lintas sectoral meliputi tim kesehatan lain, organisasi masyarakat, dan pemerintah. Pengembangan upaya mitigasi juga bisa dilakukan perawat dengan berupaya mengembangkan kebijakan dan perencanaan yang telah ada sebelumnya, serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam penanganan menghadapi bencana dengan melakukan pelatihan dan simulasi yang rutin dan juga memiliki pedoman yang jelas dalam penanganan korban pada saat terjadinya bencana. Dalam upaya mitigasi ini kompetensi perawat dalam penanganan bencana juga harus di update dan di tingkatkan, supaya perawat tidak bingung dalam penanganan bencana.

2. Peran dan Tugas manakah yang menjadi tugas dan tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Jawaban :
• Peran dan tugas perawat dalam perancanaan mitigasi bencana yaitu :
• Memenuhi kebutuhan kesehatan individu dan keluarga, perawatan psikologis, perawatan populasi yang rentang, pemulihan (rehabilitasi) baik individual, keluarga, dan juga masyarakat.
• Perawat harus terampil dalam kegiatan pengawasan, manajemen dan koordinasi dengan lintas sectoral, transfer informasi, penanganan resiko,
• Merancang organisasi dan terlibat dalam tim perumusan tindakan yang akan dilakukan jika terjadi bencana
• Menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan kesiapsiagaan dalam mengahadapi bencana untuk memberikan perawatan yang optimal bagi individu korban bencana sehingga dapat memaksimalkan jumlah nyawa yang diselamatkan

"


Muhammad roziqin

pada : 28 August 2017


"Sumber :
Perinatal Considerations in The Hospital Disaster Management Process https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2s2.077955169467&origin=resultslist&sort=plff&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=9dafc7ae6a512bac4f7d8d58433f9668&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLEABSKEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=9&citeCnt=2&searchTerm
Nama : Muhammad Roziqin
NIM : 131611123017
B19AJ1
1. Upaya mitigasi perawat dalam penangan bencana
Pada proses penangan bencana meliputi empat fase yaitu, mitigasi, persiapan, respond an pemulihan yang digunakan untuk menangani bencana. Fase mitigasi merupakan suatu tindakan atau upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak bahaya yang ditimbulkan oleh bencana. Dalam penanganan bencana kita juga harus memikirkan siapa saja yang menjadi korban dari bencana tersebut seperti ibu dan anak yang perlu penanganan khusus baik dari ruangan, tindakan dan pemulihannya pada saat bencana terjadi.
Disini perawat bisa ikut berpartisipasi dalam upaya mitigasi seperti ikut membantu / memberikan saran bagaimana ruangan perinatal dibangun untuk memudahkan mobilisasi dari korban bencana yang akan dibawa kerumah sakit. Disini juga perawat bisa membuat kebijakan tentang kompetensi apa saja yang dibutuhkan pada penangan korban bencana ibu dan anak karena penanganannya akan berbeda dengan korban bencana lainnya baik dari kebutuhan fisik, psikis dan spiritualnya. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan perawat yaitu mengidentifikasi bahaya dan kerentanan pada korban bencana ibu dan anak sehingga meminimalkan resiko Bahaya yang ditimbulkan.
2. Peran perawat dalam mitigasi
- Perawat bisa mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya sehingga bisa menangani korban pada saat bencana terjadi
- Perawat bisa mempromosikan kesadaran akan bahaya bencana dan cara mengurangi dampak bahaya bencana tersebut sesuai dengan faktor penyebab dari bencana
- Ikut latihan identifikasi bahaya dan kerentanan yang dapat menimbulkan bencana
"


Muhammad roziqin

pada : 28 August 2017


"Sumber :
Perinatal Considerations in The Hospital Disaster Management Process https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2s2.077955169467&origin=resultslist&sort=plff&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=9dafc7ae6a512bac4f7d8d58433f9668&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLEABSKEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=9&citeCnt=2&searchTerm
Nama : Muhammad Roziqin
NIM : 131611123017
B19AJ1
1. Upaya mitigasi perawat dalam penangan bencana
Pada proses penangan bencana meliputi empat fase yaitu, mitigasi, persiapan, respond an pemulihan yang digunakan untuk menangani bencana. Fase mitigasi merupakan suatu tindakan atau upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak bahaya yang ditimbulkan oleh bencana. Dalam penanganan bencana kita juga harus memikirkan siapa saja yang menjadi korban dari bencana tersebut seperti ibu dan anak yang perlu penanganan khusus baik dari ruangan, tindakan dan pemulihannya pada saat bencana terjadi.
Disini perawat bisa ikut berpartisipasi dalam upaya mitigasi seperti ikut membantu / memberikan saran bagaimana ruangan perinatal dibangun untuk memudahkan mobilisasi dari korban bencana yang akan dibawa kerumah sakit. Disini juga perawat bisa membuat kebijakan tentang kompetensi apa saja yang dibutuhkan pada penangan korban bencana ibu dan anak karena penanganannya akan berbeda dengan korban bencana lainnya baik dari kebutuhan fisik, psikis dan spiritualnya. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan perawat yaitu mengidentifikasi bahaya dan kerentanan pada korban bencana ibu dan anak sehingga meminimalkan resiko Bahaya yang ditimbulkan.
2. Peran perawat dalam mitigasi
- Perawat bisa mengikuti pelatihan untuk meningkatkan kompetensinya sehingga bisa menangani korban pada saat bencana terjadi
- Perawat bisa mempromosikan kesadaran akan bahaya bencana dan cara mengurangi dampak bahaya bencana tersebut sesuai dengan faktor penyebab dari bencana
- Ikut latihan identifikasi bahaya dan kerentanan yang dapat menimbulkan bencana
"


AHMAD ASYROFUL ANAM

pada : 28 August 2017


"Nama : AHMAD ASYROFUL ANAM
Nim : 131611123031
Kelas : AJ1/B19
Judul Artikel : Nursing Education For Disaster Preparedness And Response
Alamat : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84925284588&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nursing+Education+For+Disaster+Preparedness+And+Response&st2=&sid=a1cf509206416e30904c5493a94c9a73&sot=b&sdt=b&sl=71&s=TITLE-ABS-KEY%28Nursing+Education+For+Disaster+Preparedness+And+Response%29&relpos=17&citeCnt=0&searchTerm=
Pertanyaan:
1.Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawaban:
Pengembanghn mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat melalui
a.Peningkatkan pendidikan kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan bencana.
b.Menambah pengetahuan dan terus meningkatkan ketrampilan dalam menghadapi berbagai kondisi korban dilapangan.
c.Bekerjasama dengan baik antar sesama tenaga kesehatan untuk mengoptimalkan perawatan korban sehingga dapat meminimalkan jumlah korban meninggal.
d.Pengambilan keputusan yang tepat dan cepat dari seorang perawat dalam melakukan tindakan kepada korban juga dapat mengembangkan upaya mitigasi bencana.
2.Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Jawaban:
a. Merancang organisasi dan terlibat dalam tim perumusan tindakan yang akan dilakukan jika terjadi bencana
b. Menambah pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan kesiapsiagaan dalam mengahadapi bencana
c.Mengikuti pendidikan kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan bencana setinggi mungkin.
"


MUHAMMAD BAGUS SETYAWAN

pada : 28 August 2017


"NAMA : MUHAMMAD BAGUS SETYAWAN
NIM : 131611123034
KELAS : AJ 1/ B 19

JUDUL ARTIKEL :

1. Kerangka Kerja Sendai untuk Pengurangan Risiko Bencana 2015-2030
http://perpustakaan.bappenas.go.id/lontar/file?file=digital/167744-[_Konten_]-Konten%20D1935.pdf
2. Virtual reality disaster training: Translation to practice. Journal Nurse Education in Practice Volume 15, Issue 1, January 2015, Pages 53-57 http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1471595313001765 https://doi.org/10.1016/j.nepr.2013.08.017

PERTANYAAN :

1.Bagaimanakah upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat?

Jawaban:
Sesuai dengan kerangka kerja sendai untuk pengurangan risiko bencana tahun 2015- 2030 upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat dengan meningkatkan ketangguhan nasional dalam sistem kesehatan, termasuk dengan mengintegrasikan manajemen risiko bencana ke dalam pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier, terutama di tingkat lokal; mengembangkan kapasitas tenaga keperawatan dalam memahami risiko bencana serta menerapkan dan melaksanakan pengurangan risiko bencana dalam pendekatan pekerja kesehatan seperti penggunaan teknologi virtual reality simulator dalam simulasi bencana ; dan mempromosikan dan meningkatkan kapasitas pelatihan bencana di bidang keperawatan; mendukung pelatihan kesehatan kepada kelompok masyarakat dalam pengurangan risiko bencana melalui pendekatan program kesehatan, bekerjasama dengan sektor lain, serta dalam mengimplementasikan peraturan kesehatan internasional dari Organisasi Kesehatan Dunia.

2. Peran dan Tugas manakah yang menjadi tugas dan tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?

Jawaban :
Peran dan tugas perawat dalam perancanaan mitigasi bencana yaitu :
1.Perawat mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan dalam penanggulangan ancaman bencana untuk setiap fasenya.
2.Perawat ikut terlibat dalam berbagai dinas pemerintahan, organisasi lingkungan, paling merah nasional, maupun lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam memberikan penyuluhan dan simulasi persiapan menghadapi ancaman bencana kepada masyarakat.
3.Perawat terlibat dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.
4.Mendukung pelatihan kesehatan kepada kelompok masyarakat dalam pengurangan risiko bencana melalui pendekatan program kesehatan.


"


Getrudis Fransiska Diaz

pada : 28 August 2017


"Nama : Getrudis Fransiska Diaz
NIM : 131611123052
Kelas : Aj2

1. Seorang perawat darurat merupakan bagian penting dari tim penyelamatan bencana. Oleh karena itu, dalam Upaya mitigasi bencana seorang perawat perlu mengembangkan ilmu pengetahuannya melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan terkait penanggulangan bencana sehingga ketika menghadapi situasi bencana, ia mampu melakukan tugasnya sesuai dengan kompetensinya, dimana ia dapat mengklasifikasikan korban yang terluka, membantu transportasi korban, pendampingan psikologis, memberikan pendidkan kesehatan kepada korban terkait karantina dan aspek – aspek lainnya terkait bencana.

2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab seorang perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana yaitu :
a. Persiapan tenaga kerja dan bahan sumber daya
b. Meningkatkan infrastruktur, memperoleh kemajuan teknologi dan peralatan, serta mengoptimalkan tata letak disiplin professional.
c. Memberikan pendidikan kesehatan terkait hal – hal yang berhubungan dengan bencana



"


Getrudis Fransiska Diaz

pada : 28 August 2017


"Nama : Getrudis Fransiska Diaz
NIM : 131611123052
Kelas : Aj2
JUDUL ARTIKEL : Necessity For Disaster-Related Nursing Competency Training Of
Emergency Nurses In China

ALAMAT WEBSITE: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S235201321530051X

1. Seorang perawat darurat merupakan bagian penting dari tim penyelamatan bencana. Oleh karena itu, dalam Upaya mitigasi bencana seorang perawat perlu mengembangkan ilmu pengetahuannya melalui kegiatan pendidikan dan pelatihan terkait penanggulangan bencana sehingga ketika menghadapi situasi bencana, ia mampu melakukan tugasnya sesuai dengan kompetensinya, dimana ia dapat mengklasifikasikan korban yang terluka, membantu transportasi korban, pendampingan psikologis, memberikan pendidkan kesehatan kepada korban terkait karantina dan aspek – aspek lainnya terkait bencana.

2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab seorang perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana yaitu :
a. Persiapan tenaga kerja dan bahan sumber daya
b. Meningkatkan infrastruktur, memperoleh kemajuan teknologi dan peralatan, serta mengoptimalkan tata letak disiplin professional.
c. Memberikan pendidikan kesehatan terkait hal – hal yang berhubungan dengan bencana



"


Anggar Dwi Untari

pada : 28 August 2017


"Nama: Anggar Dwi Untari
Nim: 131611123004
Kelas : Aj1 – B19
Judul Artikel : The Asia Pacific Emergency And Disaster Nursing Network: Promoting The Safety And Resilience Of Communities
Alamat Website Artikel: https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-76649123313&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=f00eca23b436bcf903c1ca6c59145dc0&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=10&citeCnt=9&searchTerm=
JAWABAN:
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Berdasarkan artikel The Asia Pacific Emergency And Disaster Nursing Network: Promoting The Safety And Resilience Of Communities, upaya mitigasi yang telah dan dapat dikembangkan oleh perawat yaitu perawat dapat melakukan penguatan kemitraan, sumber daya, data dan bukti membekali perawat agar perawat secara optimal dapat mengkoordinasikan, memimpin, dan memajukan kesiagaan bencana, mitigasi dan respons bencana di komunitas. Upaya selanjutnya yaitu mengembangkan berbagai alat dan bahan serta program pelatihan pemberian asuhan keperawatan dalam keadaan darurat dan bencana, mengagendakan berbagai pertemuan ilmiah tentang keperawatan darurat dan bencana, serta berkolaborasi dengan berbagai organisasi terkait seperti International Council of Nursing (ICN) dan World Health Organization (WHO) untuk mengimplementasikan dan memvalidasi kompetensi keperawatan darurat dan bencana. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan informasi terbaru tentang bencana dan keadaan darurat, termasuk penyebaran alat, materi dan kursus yang relevan, untuk memperbaiki pendidikan, penelitian dan praktik terhadap kondisi bencana, meningkatkan interaksi, kualitas kerja dan produktivitas di antara anggota dan mitra APEDNN, mengembangkan jejaring interdisipliner yang melibatkan berbagai organisasi dengan fokus pada kesiapsiagaan dan tanggapan darurat dan bencana, untuk memperkuat kapasitas dalam menghadapi ancaman bencana dan keadaan darurat serta mengurangi konsekuensi dari kejadian tersebut.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan mitigasi bencana?
Beberapa peran dan tugas perawat dalam mitigasi bencana sesuai jurnal diatas antara lain 1) peran koordinator, dimana perawat melakukan kolaborasi dan koordinasi antara sesama anggota APEDNN dan mitra lainnya termasuk dengan International Council of Nursing (ICN), Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pemimpin stakeholder atau pemangku kepentingan atau pengambil kebijakan; 2) peran pendidik, dimana perawat melakukan penyebaran informasi terbaru tentang bencana dan keadaan darurat, termasuk penyebaran alat, materi dan kursus yang relevan, untuk memperbaiki pendidikan, penelitian dan praktik terhadap kondisi bencana; 3) peran pelaksana, perawat mengembangkan jejaring berbasis web untuk mempermudah serta memperkuat komunikasi dan koordinasi; 4) peran peneliti., perawat bersama dengan tim lainnya menetapkan agenda penelitian dan melakukan penelitian untuk mengidentifikasi standar praktik terbaik dan mengembangkannya melalui pedoman berbasis bukti untuk praktik keperawatan darurat dan bencana.

"


GALUH RACHMAWATI GINARTA P

pada : 28 August 2017


"NAMA : Galuh Rachmawati Ginarta Putri
NIM : 131611123050
KELAS : AJ2/ B19
JUDUL ARTIKEL : Necessity for disaster-related nursing competency training of emergency nurses in China
ALAMAT WEBSITE: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S235201321530051X
JAWABAN:
1. Perawat dalam penyelamatan lokasi bencana memiliki peran penting yaitu mengklasifikasi yang terluka, transportasi, keselamatan keperawatan, keperawatan psikologis, pendidikan kesehatan, karantina kesehatan,dan aspek lain dari bantuan bencana. Upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat dengan meningkatkan pendidikan dan pelatihan keperawatan terkait bencana.
2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan progam mitigasi bencana:
a. Menyiapkan serangkaian lengkap peralatan, staf muda, dan tenaga medis darurat tingkat tinggi untuk menghadapi bencana.
b. Memberikan pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan terkait bencana yang diperkirakan akan terjadi.
c. Penyiapan sumber daya manusia dan material
d. Mempersiapkan persediaan cadangan bahan darurat yang memadai, termasuk persediaan kehidupan dan medis juga harus dijaga.
e. Menganalisa masalah dari berbagai sudut pandang.
"


GALUH RACHMAWATI GINARTA P

pada : 28 August 2017


"NAMA : Galuh Rachmawati Ginarta Putri
NIM : 131611123050
KELAS : AJ2/ B19
JUDUL ARTIKEL : Necessity for disaster-related nursing competency training of emergency nurses in China
ALAMAT WEBSITE: http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S235201321530051X
JAWABAN:
1. Perawat dalam penyelamatan lokasi bencana memiliki peran penting yaitu mengklasifikasi yang terluka, transportasi, keselamatan keperawatan, keperawatan psikologis, pendidikan kesehatan, karantina kesehatan,dan aspek lain dari bantuan bencana. Upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat dengan meningkatkan pendidikan dan pelatihan keperawatan terkait bencana.
2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan progam mitigasi bencana:
a. Menyiapkan serangkaian lengkap peralatan, staf muda, dan tenaga medis darurat tingkat tinggi untuk menghadapi bencana.
b. Memberikan pendidikan kesehatan dan promosi kesehatan terkait bencana yang diperkirakan akan terjadi.
c. Penyiapan sumber daya manusia dan material
d. Mempersiapkan persediaan cadangan bahan darurat yang memadai, termasuk persediaan kehidupan dan medis juga harus dijaga.
e. Menganalisa masalah dari berbagai sudut pandang.
"


Dicky Rachmatsyah

pada : 29 August 2017


"Dicky Rachmatsyah
131611123062
B19/AJ2,
1. Emergency Preparedness School Nurses Leading the Way
(http://journals.sagepub.com/doi/10.1177/1942602X12466431)
2. Bangkok Principles for the implementation of the health aspects of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030
(http://www.who.int/hac/events/2016/Bangkok_Principles.pdf))

Jawaban:
1. Mitigasi adalah proses yang dirancang untuk mencegah atau meminimalkan risiko yang berkaitan dengan bencana. Dalam mitigasi bencana, perawat harus memahami tindakan untuk mengurangi dampak bahaya di masyarakat dan lingkungan, salah satunya dalalam lingkup sekolah, seorang peraawat memiliki peranan yang sangat penting dimulai dari penilaian identifikasi lingkup sekolah seperti staf, bagunan, pendidik, keamanan sampai upaya mitigasi budaya di sekolah dan lain-lain.
2. Pelatihan Sistem Insiden Nasional (NIMS) dan SIstem Komando Insiden (ICS) dapat diupayakan sebagai suatu program pelatihan penanganan keadaan darurat di sekolah dimana salah satu peran penting perawat adalah memberikan edukasi dan pelatihan di lingkungan keadaan darurat.
"


Synthia Paula Soriton AJ B. Nim

pada : 29 August 2017


"The Role Of Public Health Nurses In Emergency Preparedness And Response: A Position Paper Of The Association Of State And Territorial Directors Of Nursing
Public Health Nursing Volume 25, Issue 4, July 2008, Pages 353-361
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-47249136969&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse+and+disaster+mitigation&st2=&sid=dc9c879e2488b979e8753ebac7eea20e&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse+and+disaster+mitigation%29&relpos=13&citeCnt=27&searchTerm=
artikel dapat diunduh di http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1525-1446.2008.00716.x/full

JAWABAN
1. Mitigasi adalah upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak buruk dari suatu ancaman. Upaya yang dapat dikembangkan oleh perawat yaitu dengan pendidikan dan pelatihan penanganan bencana perawat kesehatan masyarakat sehingga perawat dapat mencapai kompetensi individu dan dapat berkolaborasi dengan baik dengan orang lain dan berkontribusi pada kesiapan dan respons darurat. Serta didukung dengan peralatan dan sumber daya yang menunjang keperawatan masyarakat.
2. Peran dan tugas yang menjadi tanggungjawab perawat kesehatan masyarakat dalam program mitigasi bencana adalah:
- Menjelaskan Peran perawat dalam menanggapi berbagai kemungkinan keadaan darurat
- Menjelaskan rantai komando badan dalam tanggap darurat
- Mengidentifikasi dan temukan rencana tanggap darurat
- Menjelaskan peran dan tanggung jawab fungsional seseorang dalam tanggap darurat dan tunjukkan peran tersebut dalam latihan regular
- Menunjukkan penggunaan peralatan yang benar (termasuk peralatan pelindung diri) dan keterampilan yang dibutuhkan dalam tanggap darurat selama latihan regular-
- Menunjukkan penggunaan semua peralatan yang digunakan untuk komunikasi darurat dengan benar
- Menjelaskan peran komunikasi dalam tanggap darurat
- Mengidentifikasi batasan pengetahuan, keterampilan, dan otoritas sendiri, dan mengidentifikasi sumber daya sistem kunci untuk hal-hal yang melebihi batas ini
- Menerapkan keterampilan pemecahan masalah yang kreatif dan pemikiran yang fleksibel terhadap tantangan yang tidak biasa dalam tanggung jawab fungsional seseorang dan mengevaluasi keefektifan semua tindakan yang dilakukan.

"


titah khalimatus s

pada : 29 August 2017


"Titah Khalimatus S
131611123037
B19/AJ1 kel 6
Link artikel terpilih :What are the most common domains of the core competencies of
disaster nursing? A scoping review-
Alamat website artikel:
http://www.internationalemergencynursing.com/article/S1755-599X(16)30163-X/abstract
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?

Perawat memegang peranan penting dalam semua fase bencana, perawat harus mempunyai kompetensi dan dilengkapi dengan ketrampilan untuk memberikan perawatan yang komprehensif dan holistik kepada korban bencana. Empat tahap utama dalam manajemen bencana yang tepat adalah mitigasi, keperawatan bencana, memberikan pelatihan dan melakukan penelitian. Mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat melalui pengembangan program pendidikan dan pelatihan sebelum bencana terjadi. Menurut ICN dan WHO, perawat harus memiliki pengetahuan yang memadahi dan ketrampilan untuk merawat masyarakat yang terkena dampak, individu dan keluarga, tidak hanya dalam periode saat terjadi bencana tetapi juga dalam jangka panjang. Perawat memiliki beberapa peluang untuk mengembangkan keahlian mereka, namun mereka membutuhkan pendidikan reguler dan praktek, terutama mengenai cara merawat pasien yang terkena bahan kimia dan radiasi biologi atau bahaya nuklir. Perawat sering kali tidak siap untuk merawat pasien dengan gejala yang berkaitan dengan senjata biologi.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Peran dan tugas perawat dalam bencana menurut ICN diidentifikasi melalui tiga fase bencana, yang pertama adalah tahap pra-event yang berfokus pada memastikan bahwa perawat memiliki pengetahuan yang memadai, ketrampilan dan kemampuan dalam mengidentifikasi risiko, pelaksanaan rencana respon dan persiapan untuk semua jenis bencana sebelum terjadi. Kedua, dalam fase bencana, perawat harus memberikan perawatan fisik, psikologis dan holistik kepada individu, keluarga dan masyarakat termasuk populasi khusus, seperti anak anak dan orang tua. Ketiga adalah tahap paska bencana dimana perawat juga harus bisa memulihkan kondisi psikologis korban yang banyak mengalami trauma akibat bencana.
Dalam perencanaan program mitigasi bencana peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat antara lain adalah mengikuti pendidikan dan pelatihan bagi tenaga kesehatan dalam penanggulangan ancaman bencana. Perawat ikut terlibat dalam komunikasi dan kerjasama dengan berbagai lembaga kesehatan, organisasi lingkungan maupun lembaga lembaga pemasyarakatan dalam memberikan penyuluhan dan simulasi persiapan menghadapi ancaman bencana. Perawat juga terlibat dalam program promosi kesehatan untuk meningkatkan kesiapan masyarakat dalam menghadapi bencana.Perawat juga harus meningkatkan pengetahuan yang terkait dengan komunikasi, perencanaan, dekontaminasi dan keselamatan, ICS (Insiden Comand System) dan etika. Untuk memberikan tindakan efektif perawat harus tahu bagaimana menanggapi, berkomunikasi dan merumuskan rencana baru jika situasi berubah secara tiba tiba. Perawat harus mengetahui struktur ICS di tingkat nasional, lokal dan institusional, memahami peran staf komando dan memahami bagaimana komunikasi berjalan dalam sistem. Perawat juga harus memahami proses pengambilan keputusan pada saat bencana.
Kompetensi penting yang harus dimiliki perawat adalah kemampuan dekontaminasi, yang melibatkan penghapusan zat yang terkontaminasi, termasuk zat kimia, biologi, radilogi atau nuklir. Perawat harus mampu mengidentifikasi peralatan penting dan menggunakan alat pelindung diri yang benar. Akses ke alat pelindung diri, vaksinasi dan sumber daya lainnya meningkatkan potensi perawat dalam menanggapi bencana.
Pengetahuan lain yang harus dimiliki adalah terkait etika umum yang berkaitan dengan standar perawatan dan sumber daya selama masa bencana. Memiliki pengetahuan yang memadai dan pemahaman yang lengkap dari masalah etika utama yang terlibat dalam situasi bencana dapat mempersiapkan perawat untuk menanggapi dengan percya diri untuk masalah yang terkait. Mengingat etika juga penting maka etika harus dimasukkan sebagai pertimbangan dalam pendidikan bencana keperawatan, latihan, penelitian dan perencanaan.
Perencanaan dan penyediaan pelatihan bagi perawat, seperti latihan bencana akan memperkuat kesiapan untuk menanggapi bencana. Perawat perlu dilibatkan dalam penelitian masa depan di daerah rawan bencana untuk mengeksplorasi dan menjelaskan kompetensi dasar mereka dalam setiap domain. Selain itu program memberikan pelatihan bencana, baik secara online atau model kesiapsiagaan bencana yang komprehensif dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan perawat yang bekaitan dengan manajemen bencana.

"


AKHMAD ISMAIL

pada : 29 August 2017


"Nama : AKHMAD ISMAIL
NIM : 1316 1112 3080 – AJ2
Artikel :
https://www.researchgate.net/publication/11520912_Emergency_and_Disaster_Preparedness_Core_Competencies_for_Nurses
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1525-1446.2008.00716.x/abstract
JAWABAN :
1. Bagaimana upaya mitigasi dapat di kembangkan oleh perawat?
Sesuai definisi mitigasi bencana yaitu serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Maka upaya yang bisa di kembangkan oleh perawat yaitu pada point penyadaran dan peningkatan kemampuan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana, dengan melibatkan masyarakat potensi terdampak langsung, komunitas serta unsur pemerintahan terkait. meliputi kegiatan:
- Identifikasi dan pemetaan resiko, kerentanan dan kapasitas wilayah tersebut berdasarkan pada karakteristik kondisi fisik dan wilayahnya
- Pembagian peran, komunikasi, rantai komando, perencanaan tanggap darurat.
- Pelatihan dan simulasi tanggap darurat yang dilakukan secara simultan
- Evaluasi bersama
2. Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan progam mitigasi bencana:
Peran perawat adalah segenap kewenangan yang dimiliki oleh perawat untuk menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan kompetensi yang dimiliki (Gaffar, 1995). Sedangkan menurut Perry & Potter (2001), seorang perawat dalam tugasnya harus berperan sebagai: kolaborator, pendidik, konselor, change agent dan peneliti.
Berikut bentuk mitigasi dalam proses keperawatan:
Pengkajian
- Melakukan penilaian resiko Bahaya (hazard), Kerentanan (vulnerability) dan kapasitas (capacity) suatu wilayah yang menimbulkan risiko terbesar.
- Kaji daerah untuk populasi yang berisiko terhadap akses dan kebutuhan fungsional selama masa bencana.
Perencanaan
- Kembangkan rencana perawatan untuk menangani kebutuhan akses dan fungsional masyarakat selama masa bencana.
- Lengkapi fungsi penjaminan ini bekerja sama dengan pemangku kepentingan untuk menangani kebutuhan seperti tempat berlindung, evakuasi, dan penanganan korban bencana
Implementasi
- Melaksanakan pelatihan dan simulasi yang berkaitan dengan perawatan individu, keluarga dan masyarakat selama bencana, dengan fokus pada akses kebutuhan fungsional komunitas di wilayah yang teridentifikasi.
Evaluasi
- Evaluasi pelatihan dan simulasi yang telah dilaksanakan, mengidentifikasi kesenjangan dan kebutuhan yang tersisa.
- Evaluasi rencana operasional untuk kesiapsiagaan, respon dan pemulihan untuk populasi dengan akses dan kebutuhan fungsional
"


Heny Sulistyarini

pada : 29 August 2017


"HENY SULISTYARINI
(131611123040)
AJ 1 B19
Judul artikel : International Emergency Nursing : What are the most common domain of the core
Competencies of disaster Nursing,a scoping review.
Alamat web : journal homepage :www Elsevier.com/locate/aaen

1.Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh profesi keperawatan :
Bencana adalah kerusakan yang signifikan pada property dan kehidupan masyarakat disebabkan oleh
peristiwa yang menguasai daerah setempat yang berasal dari alami dan hasil dari perbuatan manusia.
Bencana memiliki dampak signifikan terhadap kesehatan fisik,emosional dan psikologi dari anggota
Masyarakat.WHO menganggap saat ini merupakan kebutuhan mendesak untuk melakukan penanggu
Langan bencana secara efektif.Perawat merupakan kelompok profesional kesehatan yang diharapkan
memainkan peran penting dalam semua tahap pengelolaan bencana.Perawat memberikan perawatan
holistic untuk korban,perawat dapat sebagai koordinator,penyalur informasi,triase korban dan bantuan
pertolongan pertama.Menurut ICN (International Council of Nurse) mengidentifikasi tiga fase bencana
bagi perawat.fase pre event berfokus untuk memastikan perawat memiliki pengetahuan,ketrampilan
dan kemampuan yang memadai,memiliki rencana respon dan persiapan semua jenis bencana sebelum
terjadi.Fase kedua yaitu bencana,perawat memberikan asuhan secara fisik,psikologis dan holistic.Fase
pasca bencana ikuut serta melakukan pemulihan dan rekonstruksi.Sehingga untuk melaksanakan tugas
tersebut perawat diharuskan memiliki pengetahuan,ketrampilan,keahlian yang mumpuni.Perawat
membutuhkan pendidikan dan praktik regular,terutama berkenaan dengan merawat pasien yang
terpapar radiasi kimia dan biologi atau bahaya nuklir.Perawat membutuhkan program pendidikan
khusus untuk kesiapsiagaan keperawatan bencana,pelatihan-pelatihan dan penelitian sehingga
memiliki kompetensi inti keperawatan bencana.
2.Peran dan tugas perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana
a.Perencanaan
Perawat harus mengetahui lokasi rencana bencana dan memiliki kemampuan untuk mengaktifkannya.
Perawat harus tahu bagaimana merespon, mengkomunikasikan dan merumuskan rencana yang baru
jika situasi berubah tiba-tiba.Rencana ini mencakup penilaian ,kesiapsiagaan,memahami risiko dan
meminimalkan dampaknya.
b.Komunikasi dan rantai komando
Semua perawat harus mahir dalam memahami prinsip-prinsip komunikasi dan kerjasama antar lembaga
Kesehatan.Perawat juga harus tahu struktur ICS (Inciden Command System) di tingkat nasional,local
Dan institusional,paham peran staf komando dan caranya arus komunikasi dalam system.
c. Dekontaminasi
Yaitu penghilangan kontaminasi termasuk zat kimia,biological,radiologis atau nuklir.Perawat harus
mengidenifikasi peralatan dan penggunaan alat pelindung untuk proteksi pada diri sendiri dan korban.
Kompetensi diperlukan untuk respon yang efektif pada tanggapan global terhadap sindroma per-
nafasan akut parah di tahun 2004 dan pandemic flu H5N1 di tahun 2009.
d.Etika dalam bencana
Etika dalam bencan merupakan esensi untuk semua penyedia layanan kesehatan,termasuk profesi
perawat harus mahir dalam mengidentifikasi dan membahas isu etik utama yang berkaitan dengan
standar perawatan dan sumber daya selama masa bencana.Sehingga jika perawat memiliki
pengetahuan yang memadai tentang isu etik utama dalam bencana dapat mempersiapkan untuk
merespon dengan percaya diri terkait mitigasi bencana."


BAIQ SELLY SILVIANI

pada : 29 August 2017


"Nama: Baiq Selly Silviani
NIM: 131611123022
Kelas: AJ1
Judul Artikel: Preparing for disasters: Education and management strategies explored
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1471595314001152

Pertanyaan
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawaban:
- Melaksanakan simulasi bencana berskala besar, berkolaborasi dengan professional lain di bidang kesehatan, komunitas organisasi,pemerintah, dan pemimpin komunitas dalam memberikan perawatan secara menyeluruh ke klien dari latar belakang yang bermacam-macam.
- Merencanakan respon local/regional terhadap bencana.
- Mengembangkan modul training “just in time”, dimana program trining online ini menyediakan pendidikan untuk pelajar, tenaga medis dan relawan yang tertarik untuk bekerja secara sukarela ditempat kebutuhan medis

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
- Memberikan perawatan secara menyeluruh ke klien dari latar belakang yang bermacam-macam.
- Melaksanakan prinsip dan proses dari isolasi, karantina, penahanan dan pelepasan."


Robeta Lintang Dwiwardani

pada : 29 August 2017


"Nama : ROBETA LINTANG DWIWARDANI
NIM : 131611123044
Kelas : AJ1/B19
Judul :
Assessing Disaster Preparadness and Mental Health of Community Members in Aceh, Indonesia: a Community-based, Descriptive Household Survey of a National Program
Alamat web :
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2s2.085010369379&origin=resultslist&sort=plff&src=s&st1=Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+communitybased%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program&st2=&sid=83104f13a892ef8f9eca043bb9c63080&sot=b&sdt=b&sl=75&s=TITLEABSKEY%28Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+communitybased%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=

JAWABAN:
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat salah satunya melalui program perawat kesehatan mental masyarakat (CMHNP) yaitu pengelolaan kesehatan mental dan masalah psikososial di masyarakat yang terkena dampak bencana. Upaya yang dilakukan dengan memberikan pengetahuan tentang bencana dan kesiapsiagaan bencana seperti mengadakan pelatihan bencana dan latihan kesiapsiagaan bencana pada masyarakat yang terkena dampak bencana.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
• Perawat bersama dokter dan tenaga kesehatan masyarakat memberikan pelatihan kesehatan mental dengan menyediakan layanan outreach ponsel di daerah pedesaan yang meliputi perawatan, pendidikan bencana, dan dukungan pada masyarakat yang terkena dampak bencana.
• Menyediakan layanan psikososial dan kesehatan mental bagi masyarakat yang terkena dampak bencana
• Meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kesehatan mental masyarakat menghadapi bencana
• Meningkatkan kesadaran risiko bencana potensial
• Mendorong anggota masyarakat untuk mempersiapkan potensi bencana dan meningkatkan kesehatan mental yang baik antara masyarakat di daerah-daerah yang terkena dampak bencana.
• Mempromosikan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana dan sistem Early Warning secara aktif
• Melalui CMHNP melakukan kegiatan promosi kesehatan mental
• Meningkatkan serta memahami mekanisme koping budaya, hal ini tidak kalah penting karena dengan kita memahami koping budaya daerah tersebut,maka akan membantu mengatasi/mengurangi rasa sakit masyarakat yang terkena dampak bencana.
"


Kholidatul Azizah

pada : 29 August 2017


"NAMA: KHOLIDATUL AZIZAH
NIM : 131611123023
KELAS : AJ 1/ B 19
JUDUL ARTIKEL :
1. Preparing for disasters: Education and management strategies explored
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S1471595314001152
2. Research progress in disaster nursing competency framework of nurses in China
http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S20957718163009131. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat
a. Proses pembelajaran: Sebelum adanya usaha pengembangan upaya mitigasi perawat terlebih dahulu perlu mempelajari dan memahami dengan betul ilmu serta batasan tugas perawat dalam penanganan bencana baik lewat pendidikan formal, pelatihan, seminar ataupun pencarin materi secara mandiri.
b. Pencarian informasi: Setelah proses pembelajaran maka selanjutnya seorang perawat perlu mencari informasi, informasi yang perlu dikumpulkan adalah trent issue bencana yang terjadi dan informasi mengenai kondisi geografis dan keadaan masyarakat ditempat. Berpikir kritis menyesuaikan antara pengetahuan yang telah dicari dengan penanganan yang sesuai dengan keadaan atau kondisi di tempat terjadinya bencana.
c. Membiasakan diri terjun langsung menolong saat terjadi bencana, sehingga dapat belajar langsung dari pengalaman dan dari kekurangan yang terjadi pada upaya mitigasi sebelumnya. Kita dapat juga mengembangkan ilmu dalam perencanaan upaya mitigasi yang mungkin tidak sesuai antara pengetahuan sebelumnya dengan kondisi ditempat bencana, selain itu juga akan semakin mengembangkan skill perawat, kemampuan analisis penyusun perencanaan apa yang dibutuhkan dalam upaya mitigasi, serta kompetensi perawat saat implementasinya.
d. Dalam pengembangan upaya mitigasi seorang perawat juga membutuhkan adanya pengembangan regulasi dan juga kolaborasi dengan lembaga masyarakat. Perencanaan ini adalah kompleks, sehingga selain diperlukan kompetensi maka memastikan respon bencana yang kuat dengan bantuan masyarakat dan lembaga yang berwenang juga perlu menjadi pertimbangan.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana.
Upaya mitigasi adalah upaya multidisiplin, sehingga memang merupakan suatu kegiatan yang saling berkesinambungan antar disiplin satu dan yang lainnya. Peran dan tugas seorang perawat pada upaya mitigasi bencana meliputi: pengurangan risiko, pencegahan penyakit dan promosi kesehatan yang nantinya juga tidak menutup kemungkinan terjadinya kolaborasi dengan profesional lainnya. Sehingga kompetensi yang dibutuhkan untuk seorangperawat bencana termasuk kebutuhan untuk “berlatih secara kolaboratif dengan anggota tim kesehatan lain saat memberikan perawatan holistik untuk klien dari latar belakang budaya yang beragam.
Selain menyiapkan kondisi lingkungan perawat juga bertugas melakuakan persiapan atau mitigasi pada tiap individu dan kelompok baik dalam hal fisik maupun psikologis, membantu masyarakat untuk menjadi pribadi yang siap untuk keadaan darurat dan bencana. Oleh karena itu, seorang perawat juga perlu terlebih dahulu menyiapkan dirinya, dibutuhkan adanya beberapa kompetensi yang harus dikuasai oleh perawat, antara lain: kompetensi berkomunikasi dan berbagi informasi, kompetensi respon cepat (peduli masyarakat, perawatan individu dan keluarga, perawatan psikologis, serta perawatan dari populasi rentan dan belajar bagaimana untuk terlibat dalam komunitas menyadari bahwa status kesehatan masyarakat dalam situasi bencana hanya sebagai kuat sebagai kesiapan mitra masyarakat)."


Alfret Bonifacius Ulu Berek

pada : 29 August 2017


"Nama : Alfret Bonifacius Ulu Berek
NIM : 131611123083
Kelas : AJ2

Judul artikel: Bangkok Principles for the implementation of the health aspects
of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030.
Alamat link : http://www.who.int/hac/events/2016/Bangkok_Principles.pdf
Pertanyaan: bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh Perawat?
Jawabnya:
1. Strategi memajukan sistematis integrasi dari kesehatan Nasional dan sub-nasional bencana risiko pengurangan kebijakan dan rencana serta penyertaan dari keadaan darurat dan bencana risiko pengelolaan program di Nasional dan sub-nasional kesehatan.
2. Menambah kerja sama antara kesehatan otoritas dan stakeholder untuk memperkuat peranan pemerintah untuk bencana risiko pengelolaan untuk kesehatan, itu pelaksanaan dari itu Internasional Kesehatan Peraturan (2005) dan bangunan dari elastis kesehatan sistem.
3. Merangsang orang-berpusat publik dan pribadi investasi di keadaan darurat dan bencana risiko pengurangan, termasuk di kesehatan fasilitas dan infrastruktur.
4. Mengintegrasikan bencana risiko pengurangan ke kesehatan pendidikan dan latihan dan memperkuat kapasitas bangunan dari kesehatan pekerja di bencana risiko pengurangan.
5. Menggabungkan bencana terkait kematian, morbiditas dan cacat data ke multi-bahaya awal peringatan sistem, kesehatan inti indikator dan Nasional risiko penilaian
6. Menganjurkan kerja sama lintas sektoral, lintas batas kolaborasi termasuk informasi berbagi, dan ilmu dan teknologi untuk semua bahaya, termasuk biologis bahaya.
7. Memajukan koherensi dan lebih lanjut pengembangan dari lokal dan Nasional kebijakan dan strategi, hukum kerangka kerja, peraturan, dan kelembagaan pengaturan.

"


Anindita Nayang Safitri

pada : 29 August 2017


"Nama : ANINDITA NAYANG SAFITRI
NIM : 131611123091
KELAS : AJ 2
SUMBER :
1. Wildfire Disasters and Nursing
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84995559841&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse%2cdisaster+mitigation&st2=&sid=3c818095253a76d5aa16807ea71b38f5&sot=b&sdt=b&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse%2cdisaster+mitigation%29&relpos=1&citeCnt=1&searchTerm=
2. Mitigation, resilience, and nursing
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84897861078&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse%2cdisaster+mitigation&nlo=&nlr=&nls=&sid=f3d2f868e8cee3506c52919cbf1a40b9&sot=b&sdt=sisr&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse%2cdisaster+mitigation%29&ref=%28Mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=
3. Nurses’ Preparedness and Perceived Competence in Managing Disasters
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84883451944&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=nurse%2cdisaster+mitigation&st2=&sid=3c818095253a76d5aa16807ea71b38f5&sot=b&sdt=b&sl=40&s=TITLE-ABS-KEY%28nurse%2cdisaster+mitigation%29&relpos=5&citeCnt=38&searchTerm=
1. Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat
Perawat dapat membuat program untuk pencegahan bila terjadi bencana pada suatu daerah. Program yang dapat dikembangkan oleh perawat adalah seperti pendidikan kesehatan tentang pencegahan bencana dan atau tentang apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana. Perawat juga bisa melakukan simulasi bencana agar masyarakat mengetahui apa yang harus dilakukan saat terjadi bencana yang bertujuan untuk mengurangi jumlah korban akibat bencana.
2. Peran dan tugas perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana
Perawat harus berperan aktif dalam konsultasi mengenai tanggap bencana. perawat juga perlu melakuakan pelatihan bencana seperti korban masal, evakuasi masal, dan pelatihan kematian massal yang melibatkan mitra masyarakat. Selain itu perawat juga harus tetap berkomunikasi kepada rekan kerja dan komunitas dan diri sendiri
"


Evodia Lusia Meo Thena

pada : 29 August 2017


"Nama : Evodia Lusia Meo Thena
Nim : 131611123084
Kelas : Aj2B19
Judul artikel : Mitigation, resilience, and nursinghttps://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84897861078&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing&st2=&sid=8fedb18114b911e1527f8c1c8120e0a9&sot=b&sdt=b&sl=50&s=TITLE-ABS-KEY%28mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=
a. Bencana yang terjadi bukan hanya bencana alam tetapi bencana dalam hal penyakit bisa terjadi. Dalam artikel yang saya baca upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat yaitu :
- Mitigasi Pencegahan Malaria
Dibanyak negara rawan bencana vektor atau cepat menyebarkan penyakit menular, perawat kesehatn primer bekerja dalam masyarakat untuk menghilangkan tempat berkembangbiak, mendistribusikan kelambu
- Mitigasi Pencegahan Cholera
Menerapkan langkah-langkah untuk pencegahan menghindari penyakit cholera. Mengajarkan teknik rehidrasi oral jika wabah sudah terjadi.
Perawat mengajarkan kepada masyarakat melalui kontak langsung, poster, media, dan mengajarkan kepada anak- anak sekolah cara menghindari berbagai vektor penyakit.
b.Peran dan tugas yang menjadi tanggungjawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana yaitu :
- Perawat harus terlibat dalam setiap bencana,beradaptasi,kreatif,inovatif,kritis,pemikir dan mampu berkolaborasi dengan tenaga kesehatan lainnya.
- Dengan segala pengetahuan yang ada mampu mengatasi segala keaadaan walaupun dengan keterbatasan sumber daya.
- Perawat harus terlibat dalam kesiapsiagaan bencana, melakukan simulasi bencana, dan merespon secara positif setiap bencana yang terjadi.
- Perawat harus bisa mempromosikan pendidikan dan latihan rutin untuk kesiapan dan mampu mengatasi segala kekurangan yang terjadi ditempat terjadinya bencana.
- Perawat adalah penyedia layanan kesehatan yang utama. Pengetahuan tentang penyakit dan pengobatan sangat diperlukan dan perawat harus merespon dengan cepat dan efektif setiap terjadi bencana
"


Amanatul Firdaus

pada : 29 August 2017


"1. Bagaimana upaya mitigasi dapat di kembangkan oleh perawat?
Dalam mitigasi bencana melibatkan satu tim jadi, ketika ada bencana tim tersebut sudah bersiap siap dan koordinasi dengan baik.
Meningkatkan kerjasama antara otoritas kesehatan dan stakeholder lainnya untuk memperkuat kapasitas negara penanggulangan risiko bencana untuk Kesehatan, pelaksanaan International peraturan kesehatan (2005) dan pembangunan kesehatan tangguh sistem.
Tindakan utama meliputi:
a. Mengintegrasikan penanggulangan risiko bencana ke primer, sekunder dan tersier perawatan kesehatan dan terkait layanan.
b. Memperkuat kapasitas penting untuk darurat dan bencana manajemen risiko untuk kesehatan dan membangun ketahanan sistem kesehatan di semua tingkatan, termasuk dalam kebijakan dan perundang-undangan, perencanaan dan koordinasi, sumber daya manusia dan keuangan, pemantauan dan evaluasi, manajemen informasi, kesehatan infrastruktur dan logistik, kesehatan dan layanan terkait, risiko komunikasi dan kapasitas masyarakat pembangunan.
c. Memperkuat koordinasi tubuh, Komite dan platform di semua tingkatan untuk darurat dan bencana manajemen risiko untuk Kesehatan, termasuk multi sektoral dan multistakeholder partisipasi.
d. Memperkuat multi sektoral perencanaan dan tindakan untuk mengelola risiko kesehatan dari semua jenis bahaya, termasuk penerapan International peraturan kesehatan

2. Peran dan tugas manaka yang menjadi tugas dan tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana ?
Jawaban :
1. Perencanaan saat terjadi bencana :
a. strategi yang digunakan untuk menimimalkan penyebaran termasuk penjangkaun efektif dengan tim mobile ke daerah yang rentang
b. Perawat melakukan promosi kebersihan umum seperti : cucui tangan yang baik,Lingkungan yang bersih, merubus air yang mendidih.
untuk kesehatan lingkungan bisa seperti sampel air minum dan menentukan dari hasil penyebab diare dan muntah
c. perawat harus melakukan pengkajian secara cepat untuk memtuskan tindakan pertolongan pertama
2. Perencanaan saat belum ada bencana :
a. adanya pengenalan kepada warga tentang ancaman bahaya
b. melatih warga saat ada bencana (penolongan pertama)
c. perawat primer bekerja dalam masyarakat melalui kontak langsung menerapkan langkah-langkah pencegahan penyakit
d. melakukan sosialisasi dengan poster atau media lainnya
e.koordinasi dengan tim lainnya"


Ezra Ledya Sevtiana Sinaga

pada : 30 August 2017


"JUDUL ARTIKEL :
Assessing disaster preparedness and mental health of community members in Aceh, Indonesia: a community-based, descriptive household survey of a national program.
ALAMAT WEBSITE : https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-85010369379&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+community-based%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program&st2=&sid=83104f13a892ef8f9eca043bb9c63080&sot=b&sdt=b&sl=175&s=TITLE-ABS-KEY%28Assessing+disaster+preparedness+and+mental+health+of+community+members+in+Aceh%2c+Indonesia%3a+a+community-based%2c+descriptive+household+survey+of+a+national+program%29&relpos=0&citeCnt=0&searchTerm=

JAWABAN :
1. Bagaimana upaya mitigasi dapat dikembangkan oleh perawat?
Upaya mitigasi yang dikembangkan oleh perawat merujuk pada Program Perawat Kesehatan Mental Masyarakat (CMHNP) dimana pentingnya mengadakan pelatihan kesehatan mental dengan memberikan layanan penjangkauan yang bergerak tidak hanya di perkotaan tetapi di pedesaan mencakup perawatan, pendidikan dan dukungan yang ditargetkan kepada pasien, keluarga serta masyarakat luas. Didukung dengan adanya integrasi dalam penyediaan layanan kesehatan rutin untuk memastikan keberlanjutan program sehingga masyarakat lebih memperhatikan perawat kesehatan mental. Selain itu, pengenalan akan kesiapsiagaan menghadapi bencana rumah tangga dan masyarakat merupakan strategi mitigasi penting untuk melindungi manusia dari dampak kesehatan yang merugikan dari daerah berisiko tinggi bencana alam sehingga pengalaman kehilangan yang sebenarnya dapat meningkatkan tingkat kesiapsiagaan bencana di antara orang-orang ini. Kemudian, sistem kesehatan yang disiapkan dengan baik dapat mengurangi risiko bencana, namun diperlukan kapasitas respon, terutama sistem informasi. CMHNP mungkin bukan cara terbaik untuk membantu masyarakat mempersiapkan bencana, karena populasi besar terlibat. Partisipasi kita sebagai perawat beserta masyarakat juga diperlukan dapat mengurangi dampak negatif bencana, seperti luka dan kehilangan nyawa, kerusakan properti dan gangguan sosial. Partisipasi masyarakat mungkin diperlukan, bersamaan dengan pembentukan jaringan untuk memperkuat kapasitas masyarakat di daerah-daerah yang terkena dampak

2. Peran dan Tugas manakah yang menjadi tugas dan tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Peran dan tugas sebagai tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana tercantum dalam program Perawat Kesehatan Mental Masyarakat (CMHNP), dimulai pada tahun 2006, bertujuan untuk :
(1) memberikan layanan kesehatan psikososial dan mental bagi masyarakat yang terkena dampak bencana dan konflik,
(2) meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perawatan kesehatan mental masyarakat yang menangani bencana dan konflik, dan
(3) mendorong anggota masyarakat untuk mempersiapkan potensi bencana dan meningkatkan kesehatan mental yang baik di antara masyarakat di wilayah yang terkena bencana
Selain itu, peran dan tanggung jawab perawat yang dapat diberikan kepada masyarakat sebagai sikap tanggap pra bencana :
a. Pengenalan akan pentingnya rambu2, titik rakitan, peramalan, sistem peringatan dini dan kesadaran akan potensi risiko bencana dan pengetahuan tentang kesiapsiagaan bencana
b. berpartisipasi latihan bencana dua kali setahun dalam kegiatan masyarakat karena pengurangan risiko bencana bukan hanya usaha individu
c. Kesiapsiagaan dan pengetahuan bencana tentang pendidikan bencana harus dipromosikan dan didukung di masyarakat pedesaan hingga yang terpencil"


Erna Susanti

pada : 30 August 2017


"Nama : Erna Susanti
Nim : 131611123016
Kelas : Aj1
Judul Artikel : Perimatal Consicerations in the Hospital Disaster Management Process
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-77955169467&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nurse+AND+Disaster+Mitigation&st2=&sid=9dafc7ae6a512bac4f7d8d58433f9668&sot=b&sdt=b&sl=44&s=TITLE-ABS-KEY%28Nurse+AND+Disaster+Mitigation%29&relpos=9&citeCnt=2&searchTerm=

Jawaban :
1.Peran perawat dalam dalam pengembangan Upaya Mitigasi Bencana.
Perawat memainkan peran penting dalam memberikan perawatan saat terjadi bencana .Hal yang diutamakan disini adalah Kemampuan untuk memberikan perawatan terbaik bagi keluarga dimulai dengan memahami masalah dan kebutuhan korban bencana sehubungan dengan setiap tahap proses manajemen bencana. Tujuannya adalah untuk melakukan analisis kerentanan bahaya dengan mengutamakan prioritas dan merencanakan tindakan terhadap kemungkinan bahaya yang lebih buruk yang akan terjadi. Misalnya merencanakan untuk pengelolaan utilitas, keselamatan, keamanan, dan sistem komunikasi serta mempersiapkan untuk fokus pada kerja sama tim dan kolaborasi dalam situasi yang berubah dengan cepat. Di tingkat internasional, telah dibentuk kerjasama Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Dewan Perawat Internasional (ICN) yang bergabung untuk mengembangkan seperangkat kompetensi keperawatan bencana inti. Kerangka Kerja Kompetensi Keperawatan ICN (Organisasi Kesehatan Dunia [WHO] dan Dewan Perawat Internasional [ICN], 2009) memberikan basic untuk mempersiapkan perawat agar berfungsi secara efektif dalam memberikan bantuan saat terjadi bencana sebagai Kompetensi perawat dalam perannannya menangani bencana melalui fase pengelolaan bencana dan secara fungsional sebagai standar pengembangan pendidikan dan pelatihan bencana bagi perawat di seluruh dunia.Dimana di dalam program pendidikan tersebut telah dirancang kursus keperawatan yang didasarkan pada kompetensi keperawatan untuk membantu siswa sarjana guna memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan dalam tindakan tanggap bencana.

2.Peran dan Tugas yang menjadi tanggung jawab Perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana. Dalam Proses manajemen bencana terdiri dari empat tahapan : mitigasi, persiapan, respon dan pemulihan. Dimana tindakan yang diambil dalam setiap tahap diperlukan untuk meminimalkan atau mengurangi dampak bencana atau berusaha membatasi dampaknya terhadap kesehatan manusia, fungsi masyarakat, dan infrastruktur ekonomi . Tujuannya adalah untuk meminimalkan dampak bencana atau, jika mungkin, mencegah bencana yang berfokus pada tindakan jangka panjang untuk meminimalkan atau menghilangkan risiko. seperti memastikan dan mengidentifiksi bahwa linkungan lokasi tersebut aman bagi korban, sarana penerangan dengan kondisi listrik yang aman, sumber air, Makanan yang memadai, pos kesehatan dan MCK Sehingga perlu dilaksanakan secara berkelanjutan melalui kerjasama tim sesuai kompetensinya.






"


FATICHUL MUHTADI

pada : 30 August 2017


"Nama : Fatichul Muhtadi
Nim : 131611123035
Kelas : B 19 / Aj 1
Judul artikel : What Are The Most Common Doamins of the Core Competencies of Disaster Nursing? A Scoping Review
Alamat web artikel : http://www.internationalemergencynursing.com/article/S1755-599X(16)30163-X/abstract
Pertanyaan
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Berdasarkan artikel diatas, ada beberapa tahapan pengelolahan bencana diantaranya adalah mitigasi. Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana (bencana alam atau bencana akibat ulah manusia) secara komprehensif, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran (sosialisasi) dan peningkatkan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Upaya yang dapat dikembangkan oleh perawatan dalam hal mitigasi antara lain ; mencanangkan program pendidikan khusus untuk kesiapsiagaan keperawatan bencana (kurikulum wajib dalam pendidikan keperawatan), mengadakan pelatihan bencana (stimulasi langsung, pelatihan melalui online) serta melakukan penelitian penelitian yang berkaitan dengan kejadian bencana (mitigasi dapat berkembang, lebih efisisen). Menurut pendapat Ling dan Daily, menyatakan bahwa pengembangan pendidikan dan program pelatihan untuk kompetensi para perawat diharapkan dapat memperkuat tingkat kesiapan perawat seluruh dunia bila terjadi bencana. Selain itu peran perawat dalam mitigasi bencana, ICN (International Council of Nurses) bekerjasama dengan WHO membuat daftar kompetensi inti untuk memfasilitasi penyebaran, menciptakan konsistensi dalam praktik, komunikasi, promosi bertujuan membantu perawat dalam bekerja melalui struktur organisasi dengan pendekatan terpadu. Kompetensi ini dirancang untuk melayani semua perawat secara global, berlaku untuk semua bidang pelayanan (kesehatan mental, kesehatan masyarakat, keadaan darurat, pendidikan keperawatan). Diharapkan dengan kegaiatan diatas perawat bisa ikut berpartisipasi dalam hal tanggap bencana.

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
1. Perencanaan bencana kompetensi sangat penting, didasari pengetahuan dan ketrampilan yang diperoleh dari pelatihan.
2. Mengetahui daerah yang berpeotensi terjadinya bencana (perencanaan bencana)
3. Tujuan dan isi dari perencanaan bencana harus jelas. Misalnya untuk memberikan tindakan yang efektif selam kejadian bencana, perawat harus mampu merespon serta mengkomunikasikan dan membuat dan memutuskan rencana baru bila situasi beubah sewaktu-waktu tidak sesuai dengan rencana awal. Dalam hal ini perawat harus dituntut untuk kritis dan tanggap.
4. Partisipasi aktif perawat dalam menyusun perencanaan bencana
5. Untuk perencanaan bencana diperlukan evaluasi, pendidikan, pelatihan yang terus menerus
"


Rifaldi Zulkarnaen

pada : 31 August 2017


"Nama : Rifaldi Zulkarnaen
Nim : 131611123030
Kelas : AJ1/B19
Judul Artikel : Nursing Education For Disaster Preparedness And Response
Alamat :https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84925284588&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=Nursing+Education+For+Disaster+Preparedness+And+Response&st2=&sid=a1cf509206416e30904c5493a94c9a73&sot=b&sdt=b&sl=71&s=TITLE-ABS-KEY%28Nursing+Education+For+Disaster+Preparedness+And+Response%29&relpos=17&citeCnt=0&searchTerm=
1.Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawab:
Mitigasi adalah Upaya yang ditujukan untuk mengurangi dampak dari bencana baik bencana alam, bencana ulah manusia maupun gabungan dari keduanya dalam suatu negara atau masyarakat. Upaya perawat dalam mengembangkan mitigasi bencana adalah dengan persiapan perawat dalam keadaan dimana bencana belom terjadi, sedang terjadi dan setelah terjadi hal ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan organisasi-organisasi profesional lainya dalam pembelajaran, penelitian dan pengembangan perawatan dalam meminimalkan risiko terjadinya cidera dan kematian yang berasal dari faktor-faktor perawatan dan penyelamatan/evakuasi.
Menurut Wilkinson, A.M., Matzo, M. (2015). Pendidikan keperawatan untuk Kesiapsiagaan dan Respon Bencana. Jurnal Melanjutkan Pendidikan dalam Keperawatan, 46 (2), 65-73.
1. Salah satu karakteristik umum untuk semua defi nisi korban massal Peristiwa (MCEs) adalah bahwa ini adalah kejadian destruktif seperti itu kebutuhan akan layanan sosial dan kesehatan menguasai daerah setempat dan sumber daya kesehatan daerah.
2. Standar perawatan kesehatan dan medis, secara umum menstimulasi, alamat Tidak hanya perawatan apa yang diberikan, tapi kepada siapa, kapan, oleh siapa, dan dalam keadaan apa atau di tempat apa.
3. Perawat adalah salah satu kelompok responden darurat terbesar Saat terjadi bencana, namun banyak perawat yang tidak siap untuk menanggapi karena kurangnya pengetahuan atau keterampilan.
4. Pelatihan perawatan paliatif harus dilakukan sebelum MCE dan bisa dimasukkan ke dalam tanggap darurat masyarakat saat ini kegiatan pelatihan tim

2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Jawab:
1. Perawat memberikan pelatihan dan pengetahuan terhadap pencegahan bencana yang dapat menimbulkan cidera atau luka ringan sampai berat.
2. Memeberikan pengetahuan untuk mengenali instruksi ancaman bahaya;
3. mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan saat fase emergency (makanan, air, obat-obatan, pakaian dan selimut, serta tenda)
4. melatih penanganan pertama korban bencana.
5. berkoordinasi berbagai dinas pemerintahan, organisasi lingkungan, palang merah nasional maupun lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam memberikan penyuluhan dan simulasi persiapan menghadapi ancaman bencana kepada masyarakat
6. Pendidikan kesehatan diarahkan kepada :
a. usaha pertolongan diri sendiri (pada masyarakat tersebut)
b. pelatihan pertolongan pertama dalam keluarga seperti menolong anggota keluarga dengan kecurigaan fraktur tulang , perdarahan, dan pertolongan pertama luka bakar
c. memberikan beberapa alamat dan nomor telepon darurat seperti dinas kebakaran, RS dan ambulans.
d. Memberikan informasi tentang perlengkapan yang dapat dibawa (misal pakaian seperlunya, portable radio, senter, baterai)
e. Memberikan informasi tempat-tempat alternatif penampungan atau posko-posko bencana

"


Yumiati Tuwa Ringu

pada : 31 August 2017


"NAMA : Yumiati Tuwa Ringu
NIM : 131611123039
KELAS : AJ 1/ B 19
JUDUL ARTIKEL :
What are the most common domains of the core competencies of disaster nursing? A scoping review
ALAMAT WEBSITE ARTIKEL : http://www.internationalemergencynursing.com/article/S1755-599X(16)30163-X/abstract
1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Bencana adalah suatu keadaan dimana terjadi kerusakan yang signifikan pada properti ataupun kehidupan masyarakat di suatu daerah yang di sebabkan oleh fenomena alam maupun karena ulah manusia. Kerusakan yang terjadi bisa secara fisik maupun emosional dan psikologis. Banyak upaya yang dilakukan guna meminimalisasi dampak negativ dari bencana. Upaya-upaya yang dilakukan meliputi strategi manajemen dalam mitigasi, kesiapan menghadapi bencana, respon saat terjadi bencana dan pemulihan pasca terjadinya bencana. Dalam hal ini perawat memiliki peran penting dalam semua tahap pengelolaan bencana, perawat dapat memberikan asuhan keperawatan secara holistic baik kepada korban maupun keluarga korban bencana. Pada tahap mitigasi ada beberapa upaya yang dapat dikembangkan menurut Abdullelah Al Thobaity ,Virginia Plummer dan Brett Williams pada penilitiannya yang dilakukan di Autralia tahun 2016 yaitu yaitu membuat rencana yang komprehensif untuk mengidentifikasi risiko dan memperkuat ketahanan mekanisme respon. Upaya mitigasi dapat berupa modifikasi lingkungan tempat tinggal sesuai dengan faktor resiko.
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Perawat memiliki peran penting pada semua fase bencana baik pada tahan mitigasi yaitu kesiap siagaan yang dilakukan sebelum terjadi bencana, tahap respon yaitu di mulai saat terjadi bencana dan pemulihan yang dilakukan setelah terjadi bencana. Pada semua tahap tersebut baik dari tahap mitigasi sampai pemulihan perawat memiliki peran dan tugas sebagai kordinator, penyalur informasi, pendukung emosional dan psikologis dan penyedia bantuan klinis dan perolongan pertama.
Menurut International Council of Nurse (ICN) kerangka kerja perawat bencana dalam 3 Fase yaitu :
a. Fase pre bencana
Peran perawat berfokus untuk memastikan perawat memiliki kemampuan dan ketrampian yang memadai di wilayah dengan resiko, pelaksanaan rencana respond dan persiapan sebelum terjadi bencana.
b. Fase bencana
Perawat mempunyai peran dan tugas dalam memberikan perawatan baik fisik dan psikis kepada individu keluarga maupun masyarkat serta pada kelompok khusus seperti ana-anak, dan orang tua.
c. Fase pasca bencana
Perawat berperan dalam pemulihan dan reskonstruksi.

Perawat bencana juga di tuntuntut untuk memiliki kompetensi dan ketrampilan yang cukup dalam pengelolaan bencana. Pada tahap pesiapan dibutuhkan kesiapan yang tidak hanya mencakup rencana tetapi juga pendidikan berkelanjutan, pelatihan, penilaian dan evaluasi semua kegiatan dalam engelolaan persiapan bencana. Pada tahap mitigasi diperlukan rencana yang komprehensif untuk mengidentifikasi reso dan memperkuat ketahanan mekanisme respon termasuk juga penyediaan perawatan termasuk makanan dan tempat tinggal.
Pada tahun 2003 International Nursing Coalition for Mass Casualty Education (INCMCE) menegembangkan kompetensi inti untuk perawat, 4 kompetensi utama yaitu bberpikir kritis, penilaian ketrampilan teknis dan komunikasi. Namun beberapa hasil penelitian ditemukan beberapa domain kompetensi inti perawat dalam persiapan, mitigasi dan pemulihan diantaranya adalah :
a. Gebbie & Qureshi (2003)
 Agen peran
 Rantai perintah
 Rencana tanggap darurat
 Fungsi tanggap darurat
 Penggunaan peralatan untuk merespon bencana
 Peragakan cara mengoperasikan peralatan dengan benar
 Peran komunikasi
 Memahami keterbatasan keterampilan dan pengetahuan dalam kesiapsiagaan bencana
 Berpikir kritis untuk pemecahan masalah
 Identifikasi penyimpangan dari situasi normal
 Update pengetahuan yang terkait dengan bencana dengan berpartisipasi dalam melanjutkan pendidikan
b. Stanley at all (2003)
 Pemikiran kritis
 Penilaian
 Ketrampilan teknis
 Komunikasi
 Identifikasi bahaya dan pengelolaan risiko
 Kenali kebijakan sistem kesehatan
 Manajemen penyakit
 Manajemen informasi
 Etika
 Keanekaragaman manusia
c. Wisnieski at al (2004)
 Triase
 Deteksi bencana
 Sumber daya
 Tahu tentang sistem perintah kejadian (ICS)
 Kontrol infeksi
 Masalah psikologis
 Epidemiologi
 Komunikasi
Selain penelitian di atas masih ada banyak penelitian tentang peran dan tugas perawat bencana dan diseluruh hasil studi temukan beberapa kesamaan yaitu berkaitan dengan hal-hal berikut yaitu komunisasi, perencanaan , dekontaminasi dan etika. Semua kompetensi ini merupakan komponen kunci kompetensi perawat bencana termasuk juga dalam fase mitigasi.

"


Simpliana Rosa Nim. . Kelas Aj B

pada : 31 August 2017


"Mitigation, resilience, and nursing
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84897861078&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing&st2=&sid=8fedb18114b911e1527f8c1c8120e0a9&sot=b&sdt=b&sl=50&s=TITLE-ABS-KEY%28mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=
1. peran dan tugas perawat yang menjadi tanggung jawab perawat adalah: meningkatkan ketahanan dan memeberikan kontribusi dalam mempersiapkan masyarakat korban bencana untuk meminimalkan dampak yang akan terjadi, melakukan pendekatan yang berfokus pada memberi pemahaman tindakan prabencana, saat bencana dan post bencana dengan meminimalkan trauma paska bencana. mempromosikan pemulihan kesehatan yang lebih cepat.
2. upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat adalah: manajemen bencana yang hasilnya adalah standar internasional dengan kompetensi penanggulangan bencana , meningkatkan operasi bantuan di lokasi bencana. strategi yang digunakan adalah tim secara mobile menjangkau ke daerah-daerah yang rentan, melakukan pengobatan, promosi kesehatan umum, promosikan hidup sehat, kesehatan lingkungan penyediaan fasilitas kesehatan masyarakat 24 jam melakukan triase dan penilaian cepat terhadap kasus yang terjadi saat bencana. "


Dessy Wulandari Suryanindra

pada : 31 August 2017


"Nama : Dessy wulandari s
NIM : 131611123054
Kelas : aj2 B19
Judul : Necessity for disaster-related nursing competency training of emergency nurses in China
Alamat :  http://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S235201321530051X
1.Dalam kasus bencana yang terjadi di China ini merupakan bencana yang sangat serius bagi pemerintah dimana terdapat kerusakan fasilitas umum, perekonomian yang carut marut, bahaya kesehatan, dan memburuknya kondisi pelayanan komunitas kesehatan. Perawat emergency , dalam hal ini berperan penting di sektor kesehatan sebagai tim penyelamatan dimana harus berjuang dibarisan paling depan. Disinilah persiapan perencanaan yang tepat dan penanganan yang efektif yang diperlukan dalam menangani masalah bencana ini. Perawat yang teredukasi dan telah mengikuti pelatihan merupakan perawat yang vital dalam pencegahan dan mitigasi. Adapun beberapa perawat klinik yang expert dalam menangani pasien yang mengalami trauma fisik di rumah sakit. Namun setelah pemberian edukasi dan pelatihan, perawat di China ini sangat maju, bukan hanya sebagai perawat yang menangani masalah fisik dirumah sakit saja namun juga dalam memberikan pertolongan pertama ditempat bencana, triage, transportasi pasien, aspek psikologi, safety atau keamanan, dan juga edukasi pada pasien yang terkena bencana gempa.
2.Ada beberapa peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam penangan bencana dataranya adalah menyiapkan serangkaian peralatan penyelamatan bencana, melakukan triage atau klasifikasi pada pasien bencana, transpotasi, memberikan pendidikan kesehatan jika terjadi bencana, penyiapan sumberdaya manusia dan materiil guna mempertahankan ketahanan fisik bukan hanya tenaga medis namun juga masyarakat awam jikalau bencana datang,
"


Alfret Bonifacius Ulu Berek

pada : 01 September 2017


"NAMA : ALFRET BONIFACIUS ULU BEREK
NIM : 131611123083
KELAS: AJ2 B19
1. Bangkok Principles for the implementation of the health aspects of the Sendai Framework for Disaster Risk Reduction 2015-2030
http://www.who.int/hac/events/2016/Bangkok_Principles.pdf
2. Mitigation, resilience, and nursing
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84897861078&origin=resultslist&sort=plf-f&src=s&st1=mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing&st2=&sid=8fedb18114b911e1527f8c1c8120e0a9&sot=b&sdt=b&sl=50&s=TITLE-ABS-KEY%28mitigation%2c+resilience%2c+and+nursing%29&relpos=0&citeCnt=1&searchTerm=
PERTANYAAN :
1. Bagaimana upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Jawaban :
Upaya mitigasi bencana yang dapat dikembangkan oleh perawat yaitu :
Melalui promosi kesehatan. Penyuluhan-penyuluhan tentang bahayanya bencana dan pencegahan penyakit menular harus terus dilakukan sampai masyarakat betul-betul sadar pentingnya kesehatan dan turut berperan aktif dalam setiap upaya pencegahan penyakit baik yang disebabkan oleh bencana, penyakit-penyakit yang timbul akibat bencana maupun penyakit menular yang disebabkan oleh vektor.
Menurut jurnal diatas bahwa terjadinya bencana sebagai pelajaran bagi kita. Namun pendapat saya bahwa bencana alam tidak bisa kita hindari terutama bagi daerah-daerah yang rawan bencana alam. Tetapi upaya kita adalah bagaimana meminimalisir timbulnya penyakit yang disebabkan oleh bencana dan meminimalisir terjadinya korban jiwa maupun sakit akibat bencana itu yakni dengan upaya pelatihan-pelatihan bagi masyarakat di daerah rawan bencana. Agar mereka selalu siap sedia cepat tepat dan cekatan dalam upaya melaksanakan upaya pertolongan pertama ketika terjadinya bencana dan upaya untuk mencegah terjadinya penyakit-penyakit yang timbul akibat bencana alam tersebut.
Sekian dan terima kasih."


Yoga Hadi Narendra

pada : 01 September 2017


"YOGA HADI NARENDRA
131611123074
B19-AJ2
Preparing for disasters: education and management strategies explored
https://docs.google.com/document/d/1Li51j-BIcAUGJae-ERY6ECQpKEksNVUUyfCfNLlwvio/edit
A. Bagaimanakah upaya mitigasi dapat dikembangkan oleh perawat?
Mitigasi merupakan upaya yang dilakukan untuk mengurangi dampak terjadinya bencana yang berpengaruh terhadap kesehatan manusia, fungsi komunitas dan perekonomian daerah atau wilayah yang terkena bencana. Tujuan utama dari penanganan dampak bencana yakni untuk mencegah terjadinya bencana yang lebih besar dan parah. Mitigasi berfokus pada dampak jangka panjang yang berguna untuk mengurangi kerusakan struktural seperti penyediaan tempat atau gedung yang aman dan jauh dari lokasi bencana yang dapat dijadikan tempat pengungsian, menyimpan cadangan makanan sebagai persediaan selama bencana terjadi. Selain itu mitigasi juga diarahkan pada kondisi nonstruktural seperti adanya asuransi kecelakaan atau bencana yang dapat digunakan masyarakat saat bencana terjadi.
Sebagai seorang perawat, upaya mitigasi yang dapat dikembangkan berdasarkan uraian di atas yakni pada bidang pendidikan, yaitu dengan membantu untuk mencerdaskan, memberi pengetahuan dengan penanganan pada tahap awal pada saat dan setelah bencana kepada masyarakat yang beresiko tinggi ataupun rendah agar jika terjadi bencana masyarakat tersebut bias lebih siap dan tanggap.
Disamping itu, Pendidikan tentang pengurangan resiko bencana atau mitigasi pada bidang Pendidikan, selain dilaksanakan pada ruang lingkup masyarakat juga harus dilakukan pada Pendidikan sector formal seperti sekolah ataau perguruan tinggi. Pada ruang lingkup ini diharapkan setelah dilalakukan pendidikan peserta dapat menjalankan bahkan sebagai pelopor untuk tim mitigasi bencana dan juga sebagai kader dalam mitigasi bencana tetapi dalam kita melakukan pendidikan sebagai perawat kita harus juga mempertimbangkan aspek kreatifitas dan inovasi karena dalam melakukan pendidikan kita harus bias menarik perhatian dan memaksukkan materi kepada peserta seelegan mungkin agar dalam pelaksanaan pendidikan peserta tidak mengalai kebosanan dan juga agar materi tersebut dapat diterapkan.
B. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Bencana yang terjadi baik disebabkan oleh alam maupun manusia berdampak sangat besar terhadap manusia dan lingkungan sekitarnya. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang ahli di bidangnya memiliki peran dan tugas yang menjadi tanggung jawabnya selama perencanaan program mitigasi.
Salah satunya peran perawat di bidang perawatan perinatal di rumah sakit. Peran dan tugas perawat dalam upaya mitigasi yakni mengidentifikasi lokasi atau tempat yang aman bagi ibu dan janin yang dikandungnya dengan ketentuan yakni jauh dari jendela, berada pada lantai dasar sehingga saat terjadi bencana susulan proses evakuasi menjadi lebih mudah. Peran perawat sangat diperlukan guna merencanakan program mitigasi pada bidang perinatal.
Selain itu, perawat juga berperan dalam menjaga keamanan lingkungan sekitar korban dengan cara memperhatikan kondisi instalasi listrik yang kemungkinan terjadi pemutusan sementara akibat badai atau kondisi lainnya. Apabila terjadi pemadaman listrik maka akan berdampak pada penggunaan alat-alat bersumber daya listrik seperti di ruang NICU ataupun ICU. Letak jendela dengan korban juga perlu diperhatikan, hal ini dikarenakan ketika terjadi bencana susulan pecahan kaca atau material lain tidak akan mengenai klien.
Sumber air juga harus diperhatikan saat bencana terjadi karena air dibutuhkan perawat selama proses perawatan, terutama saat ada korban hamil yang akan melahirkan. Bencana alam seperti banjir dan gempa bumi sangat berpengaruh terhadap kondisi air.
Selama fase mitigasi, terkait masalah pendidikan tentng mitigasi bencana, perawat perlu memperhatikan tingkat kesiapan dan kemampuan dari peserta. Apakah peserta tau dan dapat mengaplikasikannya atau dari skala penilaian peserta dapat digolongkan menjadi tingkat pengetahuan yang bagaimana, dan juga perawat yang sebagai pendidik atau konselor dapat mempertimbangkan aspek psikologis dan mental peserta jika peserta mengalami kekurangan pada segi mental perawat harus masuk dalam pola piker dan jiwa peserta agar perawat dapat mengerti secara detail atau rinci permasalahan psikologis yang dihadapi oleh peserta agar dalam bencana dari segi psikologis peserta dapan siap sekaligus peserta dapat termotivasi untuk menolong sesamanya dengan pengetahuan yang benar dan tepat, Namun jika kondisinya tidak memungkinkan lebih baik peserta mencari pertolongan perawat agar tidak terjadi korban yang lebih banyak.
Kesimpulan yang dapat diambil dari kedua pembahasan di atas adalah perawat sebagai tenaga kesehatan memiliki peran dan tugas dalam fase mitigasi bencana. Peran dan tugas tersebut dilakukan secara berkesinambungan dengan tenaga kesehatan lain maupun tim penolong lain sesuai bidang masing-masing. Upaya mitigasi yang baik akan memberikan dampak positif baik terhadap korban bencana maupun lingkungan atau wilayah yang terkena bencana dan juga sebagai perawat kita harus menjalan tugas sebagai pendidik dalam bidang mitigasi bencana.
"


Yoga Trilintang Pamungkas

pada : 01 September 2017


"Nama : Yoga Trilintang Pamungkas
NIM : 131611123073
Kelas : AJ2
Angkatan : B19

Artikel : Preparing for disasters: education and management strategies explored
https://www.scopus.com/record/display.uri?eid=2-s2.0-84925081446&origin=reflist&sort=plf-f&src=s&st1=disaster+AND+mitigation&nlo=&nlr=&nls=&sid=c00885b51d1cfae9407d5c512cf0ada3&sot=b&sdt=sisr&sl=38&s=TITLE-ABS-KEY%28disaster+AND+mitigation%29&ref=%28nurse+AND+disaster+mitigation%29&recordRank=

1. Bagaimanakah upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat?
Upaya mitigasi bencana dapat dikembangkan oleh perawat dengan cara meningkatkan dan mengembangkan pendidikan keperawatan terutama dalam bidang kegawatdaruratan dan kesiapsiagaan bencana. Perawat harus selalu memperbaharui pengetahuan dan terus meningkatkan keterampilan keperawatan terutama dalam menghadapi berbagai kondisi khususnya korban dilapangan. Perawat juga wajib memiliki kompetensi yang menunjang mitigasi bencana antara lain
Kompetensi Pencegahan atau Mitigasi
a. Mengurangi resiko
b. Mengembangkan kebijakan dan rencana
Kompetensi yang dipersiapkan
a. Praktek etik
b. Berbagi komunikasi dan informasi
c. Edukasi dan persiapan
Kompetensi respon
a. Asuhan keperawatan Komunitas
b. Asuhan Keperawatan individu dan keluarga
c. Asuhan Keperawatan psikologi
d. Asuhan keperawatan populasi yang rentan
Kompetensi pemulihan / rehabilitasi
a. Pemulihan individu, keluarga dan masyarakat jangka panjang
Kerjasama antara perawat dengan dengan sesama tenaga kesehatan juga diperlukan untuk mengoptimalkan perawatan korban sehingga dapat meminimalkan jumlah korban meninggal. Pertugas kesehatan dibutuhkan di seluruh masyarakat untuk mencegah, melindungi, mengurangi, merespons dan pulih dari ancaman dan bahaya yang menimbulkan risiko terbesar. Keperawatan bencana memiliki peran berdasarkan prinsip keperawatan komunitas yakni melaksanakan pengembangan dan perlindungan kepada kesehatan populasi menggunakan ilmu dalam keperawatan, sosial dan kesehatan masyarakat. Kompetensi keperawatan bencana antara lain
a. Mengembangkan simulasi bencana kolaboratif
b. Kolaborasi antar universitas
c. Kolaborasi dengan lembaga masyarakat
d. Kolaborasi di universitas
e. Diskusi
f. Pelajaran yang dipelajari oleh mahasiswa sendiri
g. Pelajaran yang dipelajari dengan pertukaran pelajar
h. Pelajaran yang dipelajari oleh fakultas keperawatan
i. Implikasi keperawatan
j. Perencanaan masa depan
2. Peran dan tugas manakah yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana?
Peran dan tugas yang menjadi tanggung jawab perawat dalam perencanaan program mitigasi bencana antara lain
a. Menurunkan risiko bencana
b. Pencegahan penyakit
c. Promosi kesehatan, dimana perawat berkolaborasi dengan tenaga kesehatan profesional yang lain, organisasi masyarakat, pemerintah, pemimpin masyarakat untuk mempersiapkan simulasi kemungkinan bencana dengan skala besar.
d. Prinsip dan proses isolasi, karantina, penahanan dan dekontaminasi
Kompetensi yang dibutuhkan bagi pendidikan keperawatan terutama keperawatan bencana dimana diperlukan praktek bersama-sama dengan tenaga kesehatan profesional yang lain dengan menyediakan perawatan holistik untuk klien dari latar belakang budaya yang berbeda
Kompetensi pencegahan atau mitigasi yaitu mengurangi resiko bencana dan mengembangkan kebijakan dan rencana penanggulanan bencana.
Program pendidikan dan kesiapsiagaan mahasiswa dipersiapkan rencana simulasi penanggulangan bencana. Pasien dalam simulasi mewakili populasi rentan dengan beberapa kebutuhan medis. Siswa bekerja dalam kelompok untuk membuat rencana penanggulangan bencana berdasarkan tingkatan nasional. Dimana kesiapsiagaan mahasiswa, pemahaman mahasiswa dipersiapkan untuk persiapan bencana dan kebutuhan medis khusus penduduk yang rentan terhadap bencana.
Kompetensi keperawatan bencana antara lain mengembangkan simulasi bencana kolaboratif, kolaborasi antar universitas, kolaborasi dengan lembaga masyarakat, kolaborasi di universitas, diskusi, pelajaran yang dipelajari oleh mahasiswa sendiri, pelajaran yang dipelajari dengan pertukaran pelajar, pelajaran yang dipelajari oleh fakultas keperawatan, dan implikasi keperawatan.

"


Tinggalkan Komentar

Nama :
E-mail :
Web : tanpa http://
Komentar :
Verification Code :